SHINTA SARI DEWI Owner GRAND GARDEN CAFE & RESTO

IMG_2248

Shinta, demikian nama tokoh kita ini. Sosok wanita pekerja keras yang sukses menekuni bisnis kuliner dengan konsep pemandangan alam. Tapi, siapa yang akan sangka kalau wanita ini justru tak mengetahui seluk-beluk bisnis restoran, atau tak mempunya basic ilmu tentang restoran. Konsepnya, ketika hendak membuka Grand Garden Cafe & Resto hanya modal nekat, belajar, belajar, dan belajar. Terbukti, kini resto miliknya yang terletak di alam terbuka Kebun Raya Bogor menjadi destinasi tersendiri bagi penikmat kuliner yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor.

Saat ini orang tentu tak asing lagi jika mendengar nama Grand Garden Cafe & Resto yang berada di tengah-tengah Kebun Raya Bogor ini sontak dikenal orang setelah Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama bersama Presiden Indonesia Joko Widodo berkunjung menikmati menu di resto ini beberapa waktu lalu.

Barack Obama berkunjung ke Istana Bogor untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. Obama singgah ke restoran yang terletak di dalam area Kebun Raya Bogor untuk mencicip hidangan tradisional. Grand Garden Cafe & Resto yang sudah menjadi bagian dari wisata alam di Kebun Raya Bogor ini sudah dikenal sejak Juli 2014. Sebelumnya, restoran ini bernama Cafe Dedaunan.

IMG-20170727-WA0049
Grand Garden Cafe & Resto merupakan satu-satunya restoran di Kebun Raya Bogor. Terletak di ketinggian sehingga hamparan kebun dan kolam dapat dinikmati dari lokasi restoran. Udara yang segar membuat para pengunjung akan semakin betah dan asyik menikmati panorama Kebun Raya Bogor.
Grand Garden Cafe & Resto memiliki empat jenis menu yaitu Western, Mexican, Continental dan Indonesia. Salah satu menu makanan pembuka yang bisa dicoba adalah Gado-Gado, Karedok serta Thai Mango Salad. Sedangkan menu utamanya adalah Gurame Saus Kecombrang, Sop Buntut, Nasi Goreng Kampung, Cap Cay Seafood, hingga sajian Dessert enak seperti Pisang Goreng, Colenak serta Rujak Serut. Interior bernuansa kayu, batu alam dengan letak di ketinggian membuat tempat ini juga cocok untuk berfoto, bersantai sambil menyantap makanan yang lezat.

LogoSejarah berdirinya
Dikisahkan Shinta, owner Grand Garden Cafe & Restonya berdiri 3 tahun lalu, tepat di tahun 2014. Walau dirinya tak mempunyai basic untuk bisnis resto tapi Shinta tak ragu. Ia terus melangkah dan yakin bahwa pilihannya tepat. “Saya baru (kali) ini terjun ke restoran,” tutur wanita yang suka mengendarai motor gede ini.
Lalu, kenapa ia memilih membuka resto di alam terbuka? Bukan tanpa sebab alam terbuka menjadi pilihan restonya, karena dirinya memang suka suasana alam dan senang melihat pemandangan. Maka kesukaannya pada suasana alam itu diwujudkan dengan mendirikan resto yang berada di area Kebun Raya. Oleh karenanya, resto miliknya diberi nama Grand Garden. “Saya sesuaikan aja, dan saya yang bikin taman sendiri, saya utak-atik sendiri,” jelas Shinta.

IMG-20170718-WA0002 IMG-20170718-WA0005 IMG_2160 IMG_2151
Grand Garden Cafe & Resto adalah sebuah restoran keluarga bergaya open space ala carte. Grand Garden menjadi bagian dari wisata malam di Kebun Raya Bogor. Grand Garden Cafe & Resto bisa juga dipakai untuk penyelenggaraan beragam acara, seperti pesta ulang tahun, resepsi pernikahan, gathering perusahaan, arisan, lunch/dinner untuk corporate.
Sajian makanannya beragam. Untuk Appetizer ada French Fries, Wedges Potatoes, Mozarella Stick, Crispy Calamary. Supnya juga enak, ada Chicken Cream Soup, Zuppa Soup, Tom Yam Soup. Tersedia juga beragam Salad, Light Meal seperti Shrimp Tempura, Chicken Wings, Cheese Chilli Fries, dan Omelette.
Untuk Main Course tersedia aneka masakan Italia dan Meksiko juga tersedia. Masakan tradisional Jawa Barat pun tersedia dengan harga yang pas di kantong. Dessert, Mocktail, Fresh Juice, Teh, Coklat, Kopi, dan minuman tradisional seperti Bandrek, Bajigur, melengkapi aneka minuman di tengah malam yang sejuk.
Apa yang diraih Shinta saat ini bersama Grand Garden Cafe & Resto tentu hasil dari kerja keras dan kemauan belajarnya yang tak pernah mau berhenti. Hal tersebut yang menjadi strateginya dalam mengembangkan bisnis, yakni belajar lagi, belajar lagi, dan jangan berpuas diri karena masih banyak yang harus diperbaiki.
Selain itu, ungkapan pelanggan adalah raja merupakan lecutan baginya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan, demikian visi dan misinya dalam mengelola Grand Garden Cafe & Resto. Shinta menyadari bahwa resto miliknya tentu disukai pengunjung karena memiliki keunggulan lokasi/tempat dan suasana di area Kebun Raya. “Tak ada lagi tempat (seperti resto ini) selain di sini. Karena yang lain buatan, dan ini asli, kita lestarikan dan kita tata pelan-pelan,” tutur wanita yang memiliki moge merek Can-Am Spider 1.500 CC ini.
Jadi baginya tak perlu kuatir dengan pesaing sejenis. Resto miliknya mempunyai keunggul-an khusus karena di area hijau alam terbuka, namun demikian dirinya terus berupaya untuk mengembangkan restonya agar lebih berkembang lagi. Mungkin kedepannya akan ada tambah-an-tambahan lain, baik sarana maupun prasarannya.
Terhadap persaingan, dirinya berprinsip memberikan yang terbaik bagi pelanggan, jangan cepat berpuas diri. Harus terus diperbaiki dan di-ulik terus-menerus. “Jangan sampai setelah merasa enak kita diam. Saya selalu cari perbandingan yang terbaik buat kemajuan saya,” papar bos yang saat ini memiliki 100-an karyawan ini, meningkat tiga kali lipat dari awal berdirinya yang dulu hanya memperkerjakan 30-an karyawan.
Lalu saat disinggung soal pembinaan karyawannya (SDM), Shinta menjelaskan bahwa yang terpenting memberi kenyamanan bekerja pada para karyawannya. “Kami kekeluargaan, jadi kepada semua karyawan seperti keluarga sendiri, bukan lagi sekedar karyawan,” ungkap wanita yang berharap pemerintah akan terus memberi perhatian pada sektor pariwista.
Ketika ditanya kenapa memilih terjun di bisnis restoran, Shinta seperti sulit menjawab, karena menurutnya, awalnya ia memang tak ada pikiran untuk membuka restoran. Semua seperti tiba-tiba. Inspirasinya ia dapat dari situasi alam di Kebun Raya. Jadi, semuanya seperti mengalir begitu saja.
Oleh karena itu, secara pribadi dirinya pun tak terlalu berpikir muluk atau mempunyai visi-misi yang tinggi. Yang ada sekarang ini saja yang terus diperbaiki. Terus belajar dan memperbaiki diri, karena ia pun tak mau mengecewakan konsumen. “Saya bisnis pun tanpa iklan dulu, karena takut kalau orang kesini dan belum sesuai dengan keinginan mereka, mereka kecewa. Yang penting yang ada ini diulik terus,” ucapnya.
Berbisnis seperti sudah menjadi garis keturunan keluarga. Orangtuanya dulu juga pedagang, bahkan kakaknya juga membuka bisnis kuliner di Bogor. “Tapi saya tak pernah belajar sama dia. Kita jalan masing-masing,” tambahnya.[] (baguspram)
KESAN KARYAWAN
(Afif) Di bulan Mei 2014, saya bertemu ibu di sebuah café di Bogor, saya melihat pertama kali ibu seperti bukan owner café. Gak kelihatan seperti bos, penampilannya sederhana, merakyat bahkan tomboy. Akhirnya saya gabung di sini. Saya seperti diculik oleh ibu untuk kerja di sini. Kayaknya semua karyawan Grand Garden diculik sama ibu.
Saya dulu awalnya ditanya kerja dimana. Lalu saya cerita kerja di café dan bisa masak macam-macam masakan Thailand. Ibu langsung bilang kalau mau kerja datang aja ke Kebun raya Bogor karena ibu mau buka resto. Saya orangnya pemalu jadi waktu disuruh datang pertama saya gak datang. Lalu kedua saya dihubungi lagi, disuruh datang. Ya udah saya datang dan langsung diterima kerja sama ibu. Kalau karyawan lain kan dites dulu, saya mah enggak langsung masuk aja.
Menu favorit di Grand Garden Cafe & Resto itu Ayam Bakar Taliwang, Gurame Saos Kecombrang. Ibu terhadap karyawan enak, gak kayak bos-bos gitu. Pertama, perhatian pada setiap karyawan. Semua karyawan kenal. Ibu gak jaim sama karyawan, gak jaga jarak, berbaur aja seperti sahabat. Kalau dengan bos lain kita mungkin canggung, kalau sama ibu enggak. Jadi seperti ibu bilang kita ini kekeluargaan.
Kedua, tidak sombong dan baik hati. Kalau kita ada masalah ibu emang marah tapi itu wajar. Ibu marah saat itu aja, semenit dua menit udah biasa lagi. Ibu itu orangnya suka bercanda, gak terlalu formal seperti bos kebanyakan. Makanya karyawan-karyawan di sini gak ada yang canggung. Kalau perkembangan resto, soal perluasan area itu tergantung ijin pengelola Kebun Raya. Mungkin ada perluasan area, karena di sini juga suka disewa untuk acara pernikahan. Nilai tambah resto ini karena luas dan hijau, jadi enak dipandang. Mudah-mudahan kedepannya Grand Garden lebih maju, lebih berkembang.

Copyright © 2017 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.