Chotibul Umam

Chotibul Umam– Pemilik NS Tenda

Bungsu Sang Penerus

Chotibul Umam, anak betawi asli kelahiran 11 Oktober 1988 ini sukses menjadi nakhoda jasa sewa tenda. Kendati menjadi anak bungsu dari sembilan bersaudara tidak menjadikannya pribadi yang manja, justru jiwa semangat dan gigih begitu ia junjung. Ia mengenyam pendidikan dasar SMP dan SMA di pesantren Al-Zaitun Indramayu untuk memperdalam ilmu agama. Setelah dirasa cukup, Umam pun melanjutkan pendidikan kuliah di daerah Ciputat dengan jurusan IT. Walaupun tidak ada basic di bidang IT sebelumnya, namun prestasinya justru sangat memuaskan sehingga ia pun pernah ditunjuk sebagai asisten dosen.

Umam mengaku sebelum menyelesaikan pendidikannya, ia tak ada hasrat untuk membantu usaha jasa sewa tenda milik kedua orangtuanya itu. Pasca lulus pada tahun 2012, Umam  mulai mencoba peruntungan bekerja salah satu perusahaan di Jakarta. Kariernya menanjak tajam dari menjabat sebagai konsultan IT sampai dipercaya sebagai project manager. Memang jabatan tersebut adalah target pencapaiannya semasa kuliah dulu yang akhirnya dapat terealisasikan. Selama kurang lebih tiga setengah tahun, Umam bekerja kantoran hingga ia memutuskan hengkang dan bergabung untuk menjalankan bisnis jasa sewa tenda tersebut. Ia berprinsip teguh kepada pencapaian dan selalu belajar mencari solusi. Maka tak jarang, Umam dimintai bantuan oleh rekan maupun client terdahulu untuk memecahkan masalah mengenai IT.

Sejarah NS Tenda

NS Tenda berdiri sejak akhir 1999-an, didirikan oleh kedua orangtua Umam yaitu sang ibu bernama Nani dan sang ayah Sidiq. Dari singkatan nama tersebutlah NS Tenda ini berasal. Meski awal mula bisnis ini dirintis bersamaan dengan krisis moneter yang melanda tanah air tercinta, namun tak berdampak besar terhadap perkembangan bisnis keluarga ini. Mengapa demikian? Umam bertutur bahwa kebahagiaan tetap harus terlaksana, karena jasa sewa tenda ini tidak terlepas dari perayaan hari-hari bahagia seperti pernikahan dan acara lainnya.

Setapak demi setapak perjuangan pun ditempuh, bermula hanya satu tenda serta alat angkutnya saja. Sebelum Umam yang terjun menggeluti bisnis keluarga ini, kedua kakaknya lah yang ikut berperan langsung dalam pengembangan NS Tenda. Setelah bisnis mendapat sentuhan jiwa muda maka inovasi pun banyak bermunculan. Satu gerobak angkutan yang dimiliki bertransformasi menjadi mobil. Kemudian seterusnya bila ada profit lebih kembali dibekukan menjadi aset yang dapat dioperasionalkan dengan jangka panjang. Pasar pun masih sangatlah konvensional yaitu dengan mengandalkan sistem dari mulut ke mulut.

Pada tahun 2015, Umam langsung bergabung dengan NS Tenda. Dengan kemampuan IT-nya yang sangat mumpuni, maka aspek pemasaran yang langsung disasar dengan membuat website yang juga sebagai identity di zaman milenial ini. “Usaha yang bagus sekalipun jika pemasarannya jelek maka akan mati atau hanya jalan di tempat,” tuturnya menjelaskan. Umam pun mengaku, kelemahan dari para pebisnis tenda adalah sistem pemasaran yang kurang baik terutama bisnis online. Maka tak jarang banyak pebisnis jasa sewa tenda yang gulung tikar sebab tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk berkembang mengikuti zaman. Terlebih dewasa ini dengan kehadiran internet yang telah menjadi pilihan utama konsumen untuk brtransaksi dengan kemudahan akses yang ada.

Setelah dilakukan pembangunan website dan mulai masuk kepada pasar online, permintaan konsumen pun bertambah pesat. “Jangkauan order sekarang makin luas, yang tadinya hanya di Jakarta saja sekarang sudah bisa Jabodetabek bahkan Bandung,” jelas Umam dengan antusias. Kini, ia bersama satu kakaknya yang bernama Dahliatul Kholbi sama-sama meneruskan bisnis sang orangtua. “Saya itu dengan kakak seperti otak kiri dan otak kanannya dia,” tuturnya. Sebab sang kakak baginya adalah gudang inovasi dan ide sekaligus eksekutor lapangan yang langsung berhadapan dengan konsumen. Sedangkan dirinya, lebih memperhitungkan cara agar inovasi dan ide tercapai serta mengatur kegiatan operasional yang ada. Misi dari NS Tenda adalah membuka cabang-cabang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Sedang visinya sendiri yaitu kepuasan pelanggan karena kepuasan pelanggan diartikan sebagai bentuk apresiasi kepada NS Tenda. Terlebih usaha bisnis ini bergerak di bidang usaha, kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama diperhatikan. Khalid pun menjelaskan bahwa usaha di bidang jasa hubungan dengan konsumen tidak hanya sekali namun bisa berkepanjangan karenan jika memuaskan maka konsumen pun akan mempercayakan kami.

Strategi pemasaran yang diusung sendiri yaitu memperkuat koneksi web. Kendati terdapat dua web, namun ia mengaku untuk saat ini lebih efektif bila mengoptimalkan kepada satu web yaitu nstenda.com. Kiat utama Khalid yaitu memahami Google, karena menurutnya Google adalah pasar saat ini. “Siapa yang paling memahami maka akan berada di paling atas halaman jika sedang dicari. Ibaratnya pasar yang muncul di paling atas adalah toko yang paling dekat dan banyak pengunjung,” begitu jelasnya. Ia sendiri memilih mengaturnya dengan teknik SEO (Search Engine Optimizer) yaitu dengan taktik membuat kata kunci sehingga tidak memerlukan untuk memasang iklan langsung bisa muncul paling teratas. Namun semuanya membutuhkan proses dan usaha yang panjang, sebelum website NS Tenda menjadi sorotan teratas mereka pun sempat berada paling terbawah bahkan di halaman ke sepuluh. “Yang kedua dan ketiga dibawah yang teratas saja sudah tidak dilirik, apalagi ini ada di halaman ke sepuluh,” kata Khalid sambil tertawa saat mengenang perjuangannya. Memang tidak semua website bisa memasuki urutan teratas, dibutuhkan persyaratan sekaligus resep khusus agar dapat mencapainya. Kini ia telah mempersiapkan staff khusus untuk mrnangani lintas update di website NS Tenda agar lebih optimal.Disanggah mengenai kompetitor, Khalid mengaku tidak takut sebab ia telah siap dengan segala peralatan tempurnya untuk menjadi yang terdepan.

Terkait ekspansi melebarkan sayap dengan membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia yang menjadi misi sekaligus obsesi NS Tenda, Khalid pun bertutur belum bisa jika hanya bergerak sendiri. Faktor utama karena dan yang dihasilan masih sendiri tanpa ada investor maupun stakeholder, maka rencana ke depannya ingin menerapkan sistem franchise atau menanamkan saham. Dimulai dari tahun 2018 nanti setidaknya satu cabang terwujud setiap tahunnya. Jika sebelumnya karyawan hanya dua sampai tiga orang saja kini telah ada 30 karyawan serta aset sekitar 4000m. Pasarnya sendiri ia mengaku bahwa 60% lebih cenderung untuk acara-acara di luar pernikahan seperti acara perkantoran hingga bazaar dan sisanya barulah untuk pernikahan. Simbiosis mutualisme Khalid terapkan dalam berbisnis dengan rekanan bisnis lainnya karena untuk jasa sewa tenda ini tentu saja konsumen menginginkan yang lebih praktis yaitu sekaligus beserta catering, panggung, dan lain sebagainya. Selain jasa sewa tenda, ia juga mencoba peruntungan dengan menyediakan jasa sewa kursi meja. Tak disangka, presentase pemesanan terkadang melampaui dari pemesanan tenda. Semua kalangan dari menengah kebawah hingga keatas menjadi tempat pasarnya. NS Tenda pun pernah dipercaya untuk memberikan jasanya kepada sekelas TNI hingga menteri. Hingga saat ini pesanan mencapai 20 pesanan dalam satu minggu bahkan pernah mencapai 40 pesanan, masing-masing untuk tenda dan kursi. Omset yang dihasilkan pun kuran lebih telah mencapai 100 juta dalam satu bulan.

Kenyamanan Pegawai adalah Kuncinya

“Ini bukan usaha barang, tapi lebih ke manusianya,” tandasnya. Mengapa demikian? Karena diibaratkan besi hanyalah besi tidak ada nilai jual namun jika ada manusia sebutlah saja tukang yang mengerjakannya maka jadilah bernilai. Sebaik apapun kita punya tenda, jika tidak ada tukang, tetaplah nol besar lanjutnya. Dari total 30 orang pegawai yang dimilikinya, dibuatlah beberapa tim untuk menjalankan tugas sewa tenda dan sewa kursi. Rata-rata untuk sewa tenda dibutuhkan 4-10 orang, semua tergantung besar kapasitas pemesannya. Ia paham betul bagaimana cara memahami lelah karyawan-karyawannya. Apalagi dalam sewa jasa tenda seperti ini yang tentu jam kerjanya pun berbeda dengan jam kerja kantor seperti biasa. Maka kenyamanan pegawai adalah kuncinya. Bisa saja pegawai itu dari pagi hingga pagi lagi, maka ia memaklumi jika sesudah ada pesanan mereka bangun kesiangan karena wajar. Meski begitu, semua kebutuhan konsumen tetaplah dapat dipenuhi oleh para pegawainya. Hal yang membedakan dengan perusahaan lain adalah sistem penggajian, Khalid menerapkan sistem bagi hasil dengan jangka waktu perminggu sesuai dengan pesanan pelanggan yang ada. Dengan begitu, pegawai merasa adil karen kewajiban dan hak yang didapatkan setimpal. Jika pesanan banyak maka kerja lebih banyak dan hasil pun lebih banyak dan vice versa.

Peranan Pemerintah

NS Tenda ini telah diresmikan menjadi CV. Nani Sidiq sejak tahun 2010 silam, namun setelah akan diperpanjang pada tahun 2015 kemudian tidak dapat diperpanjang. Kendala terdapat pada lokasi yang berada di daerah perumahan yang tidak memenuhi syarat-syarat perizinan perusahaan. Maka hingga saat ini kelegalannya masih tertunda. Khalid sendiri telah merencanakan untuk melegalkan sekaligus meningkatkan statusnya menjadi Perseroan Terbuka (PT) dengan memindahkannya ke tempat yang lebih besar serta bisa memenuhi persyaratan tersebut. Sebab hal ini juga berdampak kepada kesempatan untuk mendapatkan pelanggan. Diceritakan Khalid yang kala itu NS Tenda diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk memberikan jasa sewa tenda kepada PT KAI dalam rangka mudik lebaran yang akan disebar di seluruh stasiun. Namun sebelum teknis dan lain sebagainya, hal yang paling pertama diperhatikan adalah kelengkapan dokumen yang ada. Disitulah kekurangan yang sedang diusahakan untuk terpecahkan.

Ditanyai tentang obsesi pribadi ia menuturkan dari sisi usaha yaitu ingin mewujudkan segala ide, inovasi, kelegalan yang belum tercapai serta menentukan penerus dari usaha yang dirintisnya ini. “Menjalankan bisnis tenda ini gampang-gampang susah. Lebih ke arah mengurus manusianya, terkadang ‘kan ada yang males-malesan, kurang bayar. Ya, ada-ada saja lah,” ucapnya sambil tertawa. Selain itu, obsesi lainnya menempuh pendidikan yang lebih tinggi agar usaha dan pendidikan dapat maju sekaligus berkesinambungan bersama. Ia pun berkeinginan membuka usaha lain jika dirasa NS Tenda ini sudah stabil. Usaha yang ingin didirikannya yaitu di bidang digital advertising bertujuan membantu perusahaan-perusahaan untuk dapat menembus pasar digital yang kian lama kian ketat persaingannya.

Pesan untuk Generasi Muda: “Modal Utama Keyakinan Diri”

“Bagi yang baru lulus SMA maupun kuliah, cobalah berusaha dan berwiraswasta sebab dari situ kita bisa tahu kekurangan apa yang dimiliki,” tandasnya. Menurutnya, jika bekerja kantoran di perusahaan orang maka tentu saja kita hanya melakukan apa yang ditugaskan. Hal tersebut yang membuat potensi diri tidak berkembang secara maksimal. Beda halnya dengan bekerja untuk diri sendiri, pasti terdapat dorongan dalam diri untuk melakukan hal yang lebih karena merasa belum cukup baik. Skill-skill yang terpendam serta ide-ide yang ada dapat diimplementasikan. “Dorongan utama untuk membuka usaha itu bukan tentang modal materi saja namun yang terpenting adalah modal keyakinan diri sendiri,” pungkasnya. Jika sudah yakin lalu dijalankan dengan usaha dan doa maka faktor x untuk mencapai tujuan pasti selalu ada. Umam pun percaya apabila telah diatur oleh Allah maka terjadi, begitupun semesta yang ikut mendukung keberhasilan yang akan dicapai. (mutiararizky)

Copyright © 2018 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.