Didiek Hendraleka

No Comments

Didiek Hendraleka – Direktur Utama Kumis Group

Tidak ingin Kaya, Namun ingin Hidup Bermanfaat

Didiek Hendraleka, pria kelahiran 12 Juli 1960 ini sukses menjadi nakhoda perusahaan besar di bidang General Contractor, Building Construction dan Transportation. Memulai usahanya pada tahun 2003, melihat berkembangnya kebutuhan akan transportasi dari masa ke masa, maka ia memutuskan untuk memisahkan bisnis Kontraktor dan Transportasi dengan mendirikan PT Kurnia Mitra Selaras (KUMIS) pada tahun 2010 yang fokus bergerak di bidang Logistic dan Transportasi. Bukan tak beralasan, Didiek – begitu ia disapa memilih bidang logistik, sebab menurutnya logistik merupakan bidang yang masih luas peluangnya untuk digarap.

Semua langkah besar bermula dari langkah kecil. Setapak demi setapak ia mulai mengarungi aral yang melintang, bermula dari perusahaan kecil melalui insting bisnis serta tangan dinginnya perusahaan berkembang pesat. Seiring dengan kegigihannya dalam membangun perusahaan, kepercayaan klien dan investor pun semakin bertambah besar. Tidak hanya menambah jumlah klien, investor yang share holder dengan perusahaan pun bertambah. Padahal, menurut Didiek yang dilakukannnya semata agar hidupnya bermanfaat dan karyanya dinikmati banyak orang. “Saya tidak langsung jadi, perlu waktu untuk sampai seperti sekarang. Kita pernah hidup dibawah sekali, sangat sengsara dan perlu perjuangan keras untuk keluar dari kondisi itu. Kita tidak ingin kaya, tetapi ingin hidup bermanfaat dan dinikmati orang banyak. Saya tidak takut apa yang saya miliki akan hilang karena itu hanyalah titipan. Itu sangat berat, kalau tidak punya apa-apa mungkin tidak berat,” ungkapnya.

Perjuangan dan usaha keras tak mengenal lelah berhasil Didiek tempuh dalam mendirikan perusahaan. Pasang surut perjuangan sejak tahun 2003 tersebut dilakukannya dengan penuh komitmen, tanpa memandang apakah yang dikerjakan akan berdampak kecil atau besar.  “Kita mendirikan Kumis Group ini tidak mudah. Penuh perjuangan dan komitmen. Untuk bisa seperti sekarang, kita melakukan perjuangan panjang sejak tahun 2003,” ungkapnya. Dengan menggunakan armada Wingbox guna mendukung skema Milkrun untuk menurut-supply komponen otomotif ke Pabrik Assembly Daihatsu dan dengan skema Regular yang melayani banyak pabrik komponen otomotif dan consumer goods, perusahaan semakin membesar dan melayani banyak pelanggan dari Cilegon sampai Bali.

Usahanya pun terus berkembang, pada tahun 2013 ia memutuskan untuk mendirikan PT Artindo Nusa Graha (ANG) yaang bergerak di bidang logistik untuk melayani pengiriman kendaraan ke pulau Jawa, Sumatra dan Bali. Armada yang dipilih sebagai keunggulan tersendiri adalah jenis armada Car Carrier, Tansya dan Single Carrier. Lalu, baru-baru ini pada tahun 2017 ia mulai merambah ke bisnis baru dengan mendirikan PT Kurnia Mitra Semesta Property (KUMIS PROPERTY) yang bergerak di industri pengembang property. Dengan banyaknya unit usaha dalam Kumis Group, Didiek harus piawai dalam membagi waktu untuk mengelola perusahaan. Maka dari itu, ia menciptakan sistem managemen yang memudahkan dirinya untuk mengontrol, mengendalikan dan memutuskan kebijakan perusahaan. Ditambah, Didiek sendiri masih terjun langsung melaksanakan tugas sebagai marketing bagi seluruh perusahaan miliknya. “Semua kebagian, karena saya selalu muter di setiap perusahaan. Tidak lama, kalau disini paling tidak saya tinggal selama dua jam. Nanti, saya akan pindah ke kantor yang lain, begitu seterusnya. Kita punya system yang sudah berjalan dengan baik. Saya juga punya banyak pekerjaan di luar yang harus ditangani karena perusahaan tidak memiliki marketing sehingga saya sendiri bertindak sebagai marketing perusahaan,” tandasnya.

Meskipun baru seumur jagung, unit usaha Kumis Group yang bergerak di bidang property ini telah berkembang pesat. Sambutan konsumen sangat antusias dan dengan fasilitas hunian yang mumpuni sekaligus unik. Bagaimana tidak, Kumis Group mengedepankan desain rumah bergaya etnik nusantara, bagaikan oase menyejukkan di tengah kebisingan metropolitan. “Kita bangun rumah yang bisa dinikmati orang banyak, dengan harga terjangkau tetapi kualitas terjamin. Murah, mewah tetapi tidak murahan. Bisa diadu meskipun bukan yang terbaik. Desain rumah yang kita bangun mulai rumah Papua, Jawa, Minang, Dayak dan lain-lain. Karena Indonesia sangat indah dan beraneka ragam sehingga ketika tinggal di situ, kita seperti pulang kampung. Memang terasa ini cukup berani, namun jika tidak ada yang mulai siapa lagi,” jelasnya.

Sebagai marketing kawakan, Didiek telah memperhitungkan dengan tepat segala kemungkinan yang terjadi. Bukan hanya kondisi dalam negeri, tetapi juga antisipasi perekonomian global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apalagi, teknologi dan SDM yang masuk ke Indonesia dari luar negeri tidak bisa dihadang akibat globalisasi dan MEA tersebut. Untuk itu, lanjutnya, sebagai pengusaha harus menyiapkan diri dengan kualitas, standar kerja dan kompetensi perusahaan. Di perusahaan, ia menekankan kepada karyawan yang langsung bersentuhan dengan konsumen atau klien harus memperhatikan standar kerja yang telah ditetapkan. Karena pengabaian terhadap standar kerja bisa membuat konsumen meninggalkan perusahaan yang dianggap tidak profesional.  “Tanpa itu jangan mimpi menjadi yang terbaik kalau standar kerja tidak ada. Jangan mimpi memperoleh pekerjaan dari perusahaan-perusahaan besar jika kita tidak memiliki standar kerja yang jelas. Karena mereka mencari klien yang bisa menjamin keamanan bisnisnya. Itu yang kita lakukan. Memang sangat susah untuk menjadi yang terbaik karena pekerja bukan robot, masih manusia. Tetapi kita terus melakukan evaluasi untuk perbaikan sehingga secara kualitas kita tidak kalah,” tegasnya.

Terkait aktivitas pembangunan infrasatruktur yang gencar dilakukan pemerintah, sebagai pengusaha Didiek menyambut optimis upaya tersebut. Meski sekarang ini menimbulkan kemacetan dan menelan alokasi anggaran, namun di masa mendatang akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan bangsa. “Apalagi kalau menginginkan pertumbuhan ekonomi 7 persen, pembangunan infrastruktur ini selesai pasti akan tercapai. Bukan mimpi lagi. Saya rasa pemerintahan sekarang bagus,” imbuhnya.  Sebagai pebisnis yang handal ia pun memperoleh penghargaan sebagai Outstanding Contribution Award ADM Logistic Partner 2012/2013 dan Special Contribution Award ADM Logistic Partner 2015/2016.

Sejarah Kumis Group

Kumis Group berdiri pertama kali pada tahun 2003 dengan PT Kurnia Mitra Sejati (KMS) sebagai perusahan di bidang General Contractor dan Building Construction, juga sebagai partner Astra Group dalam membangun Showroom dan Kantor. Selain itu KMS juga membangun berbagai hotel di seluruh Indonesia. Selanjutnya, Kumis Group membidik bisnis Logistics & Transportation di area otomotif dengan mendirikan PT Kurnia Mitra Selaras (KUMIS) pada tahun 2010, dengan menyediakan Armada Wingbox guna mendukung skema Milkrun untuk men-supply komponen ke pabrik assembly Daihatsu.

Nama dari PT Kurnia Mitra Selaras atau disingkat KUMIS ini mempunyai filosofi khas bagi namanya tersebut. K untuk kerja sesuai prosedur. U untuk mengutamakan pelanggan karena pelanggan layaknya raja. M menjadi yang  terbaik dan terdepan dalam pasar kompetisi nasional amupun internasional. I yaitu inisiatif dalam bekerja, memperbaiki setiap kesalahan yang ada. S adalah selalu tepat waktu dan disiplin dalam menjalankan tugas sehingga target serta tujuan tercapai.

PT Kurnia Mitra Selaras memiliki visi menjadi perusahaan jasa yang terbaik dalam bidang konstruksi dan transportasi nasional. Lalu misinya sendiri adalah menyediakan jasa yang terpercaya, tepat waktu dengan harga yang kompetitif untuk kepuasan pelanggan, memelihara semangat perbaikan yang berkelanjutan agar dapat menjadi yang terbaik, memberikan rasa aman pada pelanggan, karyawan serta pemegang saham dan juga ikut berpatisipasi membantu pemerintah dengan menyediakan lapangan kerja

Kumis dengan skema reguler yang melayani banyak pabrik komponen otomotif dan terus berkembang melayani banyak pelanggan dari Cilegon sampai Bali. PT Artrindo Nusa Graha (ANG) didirikan pada tahun 2013 untuk melayani pengiriman kendaraan dengan Car Carrier Trailer, Tansya dan Single Carrier dengan Divisi Trailer Cargo yang sedang dikembangkan. Bidang usaha yang dimiliki  Kumis Grup sendiri sangatlah beragam. Lingkup area servis PT KMS telah mencapai beberapa area yaitu Tangerang, Sunter, Cibitung, Cikarang, karawang, Bogor, Purwakarta dan Bandung.

Strategi dan perencanaan dari PT. Kurnia Mitra Selaras terbagi menjadi dua. Pertama, Milkrun System Transportation. Milkrun adalah system transportasi pengiriman yang menggabungkan 2 suplier atau lebih dalam satu kali pengambilan/picking up untuk satu rute dengan basis Just In Time Delivery. Keuntungan penerapan system milkrun ini adalah efisiensi biaya transportasi, mempersingkat lead time dari ordering ke delivery, mengurangi pengendalian truck & driver serta mengurangi stock yang tidak perlu. Terkahir, Direct System Transportation adalah sistem transportasi pengiriman langsung kepada spesifik customer ataupun supplier.

Beragam fasilitas unggulan yang menjadi prioritas utama untuk melayani konsumen. Pertama, integrasi dengan System GPS. KMS telah menggunakan system GPS untuk mengetahui posisi dan lokasi keberadaan kendaraan, kecepatan kendaraan, mendeteksi waktu berangkat dan tiba di lokasi supplier dan customer serta mengetahui status kapan pintu truk dibuka dan ditutup. Kedua, Control Room for GPS. Centra Control Room (CCR) di office melakukan monitoring kendaraan selama 24 jam sehari 7 hari seminggu serta membuat rekording dari semua aktifitas dan melakukan komunikasi dengan customer dan pihak atau instasi terkait. Ketiga, Dojo Room yang merupakan ruangan yang akan dipergunakan untuk briefing ataupun training baik kepada driver maupun karyawan dalam membangun SDM yang berkompetisi, integritas, disiplin, etika dan attitude yang baik. Keempat, Sparepart Warehouse merupakan tempat yang dimiliki untuk menyimpan part dalam rangka mendukung aktivitas operasional truk dimana jika terjadi breakdown maintanance maka akan dapat dengan cepat diselesaikan. Kelima yaitu service development yang merupakan salah satu dari departemen yang merencanakan dan mengontrol aktivitas preventive maintanance truk baik yang berada di pool maupun yang berada di lapangan dan juga mengontrol jumlah truk maupun back up serta mencatat keberadaannya. Serta yang terkahir, pool PT Kurnia Mitra Selaras inj sudah dilengkapi dengan kamera CCTV yang memonitor seluruh area baik workshop, warehouse, area kerja dan area parkir kendaraan selama 24 jam per hari dan 7 hari seminggu.

Membina Hubungan dengan Karyawan

Didiek sadar, menciptakan sebuah sistem yang ditaati oleh banyak orang itu sangat sulit. Kecuali, ketaatan terhadap sistem tersebut berasal dari hati karyawan di dalamnya. Ikatan ‘batin’ yang kuat antara karyawan dan perusahaan membuat system berjalan dengan baik. Bukan tidak mungkin, ikatan yang terjalin dengan erat menambah loyalitas karyawan kepada perusahaan. Dengan karyawan yang penuh dedikasi dan loyalitas, jelasnya, perusahaan akan tumbuh menjadi semakin membesar. Kesadaran karyawan bahwa perusahaan adalah tempatnya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga berpengaruh besar terhadap dedikasi dan loyalitas terhadap perusahaan. Kesadaran yang tumbuh akan ‘rasa’ memiliki perusahaan membuat karyawan akan mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan karya terbaik.

“Tidak mudah untuk menciptakan sebuah sistem yang profesional. Tetapi bila menggunakan pendekatan yang pas, dengan hati pasti terjalin dengan mulus. Mereka akan merasa perusahaan adalah tempat mencari nafkah menghidupi keluarga dan bekerja dengan sepenuh hati, penuh dedikasi dan loyalitas. Ini perusahaan saya, ini hidup saya, seperti itu dan bekerja dengan bertanggung jawab,” tegasnya. Ia pun menuturkan, perusahaan menjadi besar seperti sekarang ini bukan hasil kerja kerasnya semata, melainkan kontribusi dari seluruh karyawan. Apalagi, awal berdirinya perusahaan ia tidak mengeluarkan modal sama sekali, termasuk menyewa tanah untuk kantor. “Besarnya perusahaan dari mereka bukan saya. Karena mereka yang mengerjakan sementara saya hanya menerima report saja. Kalau mereka kerjanya bagus, majulah perusahaan. Kalau tidak yaa hancur. Yang penting kita bekerja dengan hati,” jelasnya. Dalam menjalin hubungan dengan karyawan, Didiek tidak menganggap dirinya bos. Tidak pernah memandang apakah bawahan atau atasan, semuanya dirangkul layaknya tidak ada batasan. Bahkan Didiek siap dihubungi kapan saja jika ada kesulitan karyawan dalam pekerjaan. Tetapi karena memegang beberapa perusahaan jadi kalau memang urgensinya mendesak, ya tentu lebih baik untuk bertatap muka untuk konsultasi.

Dukungan Keluarga

Baginya, peran keluarga sangatlah berpengaruh selama dirinya membangun perusahaan. Dukungan serta pengertian istri dan anak-anaknya membuat ia memiliki waktu yang cukup untuk membangun perusahaan tanpa harus mengkhawatirkan kondisi keluarganya. Didiek berharap, semua yang sekarang dimilikinya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Apalagi ia menganggap semua yang dimiliknya sekarang adalah titipan Tuhan untuk disampaikan kepada orang-orang yang berhak. “Pokoknya semua yang saya punya dapat dinikmati orang banyak. Dari tidak ada menjadi ada, setelah ada mau diapain. Nah, itu yang harus dipikirkan, bagaimana keluar dari tekanan, bangkit dan sukses,” tambahnya.

Mengisahkan ‘kebangkitan’ yang pernah dilakukannya, Didiek menyebut para karyawan loyal dan setia sebagai penyebabnya. Selain keluarga, mereka menjadi pendorong semangat baginya untuk terus bekerja keras membangun perusahaan. Ia merasakan, bagaimana orang lain yang tidak memiliki hubungan persaudaraan saja memikirkan dirinya, sedangkan ia memikirkan diri sendiri. Sejak itu, jelasnya, ia kemudian bangkit dari keterpurukan dengan dilandasi keikhlasan atas kejadian yang menimpanya. Ia bersama seluruh tim perusahaan kemudian menata kembali apa yang sudah dimulai. Komitmen atas kepercayaan yang diberikan investor kepada perusahaan dilanjutkan dengan manajemen yang lebih rapi, terorganisir dan  terencara dengan baik. “Saya bangkit dengan keikhlasan. Kita hidup untuk mengejar apa yang kita kembangkan. Kita komitmen untuk menjalankan apa yang sudah dipercayakan kepada kita, itu saja. Makanya saya berterima kasih kepada orang yang mempercayai saya karena mereka lah yang punya uang. Sementara saya hanya menjalankan. Kita bisa besar karena kepercayaan, bukan yang lain. Dalam bisnis apapun, kepercayaan itulah yang menjadi kunci kesuksesan. Jangan harap kalau kita ingin besar tetapi tanpa komitmen,” tandasnya.

Titik kebangkigan itu ketika Kumis Group terikat kontrak jangka panjang dengan Astra serta pabrik pendukungnya. Begitu juga dengan pekerjaan yang lain, semua berupa kontrak panjang. Itu yang meyakinkan kita untuk terus bergerak menuju kemajuan karena bisnisnya lebih pasti. Karena pasar otomotif Indonesia cenderung fluktuatif maka Kumis juga mengembangkan kerjasama dengan Unilever Indonesia. Dengan men-support pengangkutan produk sampai 50 armada melalui kontrak jangka panjang.  Bisnis retail memang memiliki pasar yang bagus namun diikuti pula oleh resiko yang besar. Salah satunya adalah armada yang digunakan untuk mengangkut produk ke seluruh Jawa bisa terkena perampokan. Maka solusinya adalah dengan menanamkan prinsip kepada driver untuk bekerja dengan teliti dan sehati-hati mungkin. Oleh karena itu, dengan kerja keras, di tengah banyaknya perusahaan yang kolaps, Kumis Grup masih tetap bertahan.

Sebagai seorang ayah, ia juga memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk berkarir di perusahaan miliknya. Kendati begitu, ia tetap menerapkan kebijakan standar karyawan kepada mereka sesuai dengan tugas dan kemampuan masing-masing. Sebab sedari kecil, ia mengajarkan anak-anaknya untuk mandiri,dapat lebih menghargai segala hasil jerih payah usaha, sekecil apapun. Hal tersebut dilakukan bertujuan agar kehadiran anak-anaknya jangan sampai mengganggu sistem kepegawaian yang telah ditetapkan.  “Anak-anak saya yang bekerja di sini sesuai dengan job desk masing-masing, sesuai kemampuan dan tidak ada yang istimewa. Mereka bekerja dari bawah seperti karyawan yang lainnya, tidak diistimewakan sama sekali. Karena kita membangun perusahaan ini bersama-sama, dengan hati bukan yang lain,” tegasnya.

Didiek Hendraleka menjelaskan bahwa untuk menjadi pengusaha yang sukses harus mempunyai tekad yang kuat tetapi penuh perhitungan. Selain itu, seorang pengusaha harus memiliki komitmen, integritas dan mental baja dalam menghadapi kerasnya persaingan dunia usaha. Dengan memiliki faktor-faktor tersebut ditambah loyalitas dan dedikasi karyawan, tidak sulit bagi sebuah perusahaan untuk mendulang kesuksesan.  Tetapi, lanjut pengusaha yang setiap tahun memberangkatkan enam karyawan untuk umrah ini, proses untuk menjadi perusahaan yang sukses tetap memerlukan waktu. Karena di dunia ini tidak ada yang bisa diraih secara instan, apalagi kesuksesan. Termasuk zaman sekarang pada era teknologi modern yang menuntut kecepatan tinggi, tetap memerlukan proses untuk sampai di puncak tangga kesuksesan.

“Kalau bisa matahari tidak perlu terbenam agar saya tetap bisa terus bekerja,” ucapnya berambisi. Berkat kegigihannya tersebut banyak karyawannya yang terinspirasi dan juga mulai mendirikan perusahaan sendiri. Kendati belim sepenuhnya berhasil, ia memuji keberanian dan semangat jiwa muda untuk mandiri sebagai pengusaha. Ia pun mengingatkan bahwa menjadi pengusaha itu memerlukan mental baja, konsistensi dan kerja keras. Sebab dewasa ini, banyak yang hanya mengandalkan pemberian orangtua saja tanpa tahu bagaimana berusaha mendapatkannya. “Bagi generasi muda perlu diingatkan, bahwa tidak ada yang dapat diraih secara instan. Semua perlu perjuangan, konsistensi dan kerja keras. Termasuk dalam bisnis yang memerlukan proses, kerja keras dan mental untuk memperjuangkan kesuksesan. Jadi pengusaha, meski harus jatuh bangun seribu kali pun tidak boleh putus asa. Dalam berusaha selalu ada rintangan, hambatan itu yang harus diatasi,” tuturnya.

Untuk sampai pada posisi saat ini, perjuangan panjang telah dilakoni oleh Didiek Hendraleka. Mengawali karir dari posisi bawah, dengan ketajaman naluri bisnisnya, perlahan namun pasti usahanya semakin meningkat. Ia juga mengaku bahwa pikiran-pikiran sendirilah yang selalu menggangunya. “Butuh waktu dua tahun untuk berdamai dengan pikiran-pikran yang menggangu, maka itu kunci agar bisa tetap melangkah dan yakin. Ubah pikiran,” tuturnya. Berbagai penghargaan pun telah ia raih, salah satunya adalah penghargaan Indonesian Platinum and Best Corporate Award 2017 dengan Katagori “The Best Trusted Logistic Company of The Year”. Penghargaan persembahan PT Sembilan Bersama Media dan Majalah Indonesian Inspire ini diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus 2017 di Hotel Le Meridien Jakarta. Penghargaan diserahkan langsung oleh Laksdya TNI Purn. Gunadi, MDA selaku Founder PT Sembilan Bersama Media.