Dr. H. Iswani, SpKK.

MERAIH BISNIS KECANTIKAN DENGAN 3 S DAN  5 R

Dr. H. Iswani, SpKK.Obsesinya sangat sederhana, yakni ingin menjadikan Klinik Citra Estetika Brebes dapat membuka cabang ke luar Brebes, bahkan  kalau memungkinkan keluar  Jawa. Begitulah harapan, Dokter Haji Iswani, SpKK. Menurutnya, pekerjaan yang membuat orang sehat dan cantik merupakan ibadah dan semua yang kita dapat harus disyukuri. Wajar jika ia ngotot untuk memilih dunia kesehatan, utamanya bidang kecantikan sebagai pilihan hidup kerjanya.  Sebagai dokter yang punya ijazah di bidang spesialis kulit dan kelamin, Iswani ingin pekerjaannya punya nilai manfaat bagi orang banyak, apalagi sekarang ini tuntutan masyarakat ingin tampil sehat dan cantik begitu ramai. Saat ini menurutnya telah banyak bermunculan klinik-klinik perawatan yang dikelola oleh dokter umum, yang pendidikannya di bidang kosmetik medic tidak ada, dan hanya mengandalkan kursus-kursus kilat. Untuk itu ia menyarankan, agar yang lebih berkompeten untuk mengelola klinik kecantikan adalah dokter SpKK.
Iswani menuturkan, pemerintah, khususnya kementerian kesehatan, seharusnya memberikan persyaratan khusus pendirian klinik kecantikan, dan harus dipimpin oleh dokter yang berkompeten, memiliki izin pemda atau dinas kesehatan setempat. Dengan persyaratan seperti itu maka klinik-klinik yang berjamuran dan dokternya  tidak punya cukup keahlian akan tergusur.  Ia sendiri meminta pemerintah untuk mempermudah birokrasi dan perijinan klinik kecantikan.
Menanggapi competitor, Iswani yang lahir di Kota Air Asin Banjarmasin 13 Januari 1953 ini, mengatakan strateginya sederhana yakni meminta karyawan atau SDMnya untuk memiliki sikap yang berpola pada 3S (Salam, Sapa dan Senyum). Melengkapi peralatan, baik peralatan medis atau kecantikan. Tarif terjangkau, dan tidak mahal atau dengan system paket. Diskon pada peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya pada hari ulang tahun perusahaannya Citra Estetika, Juli nanti, dan pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya kelompok pelajar/mahasiswa/keluarga/bidan dan dokter, serta sebagainya.
Untuk menyikapi itu, Iswani pun menerapkan system dalam membina SDM Citra Estetika , yakni meningkatkan kesejahteraan karyawan, dengan system bonus. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, dengan mengikuti seminar, symposium dan workshop. Memberikan rekreaasi sekali dalam setahun, pada akhir tahun atau hari lain. Mengikut sertakan karyawan dalam pemeliharaan kesehatan, melalui Jamsostek. Dan mengadakan pertemuan rutin minimal 1 kali dalam sebulan.

Misi, Kiat dan Strategi Usaha
bersama karyawan CE bersama karyawan klinik dan spaRencana ke depan dari Klinik Citra Estetika ini adalah mengembangkan usaha ke luar Brebes. Dengan harapan akan lebih maju atau besar serta berkembang.  Untuk upaya itu,  Klinik ini memiliki keunggulan tersendiri. “Jadi saya yakin akan maju, “ungkapnya. Keunggulan itu meliputi alat-alat kecantikan, dan alat-alat kesehatan yang canggih, misalnya Laser CO2 Surgery dan Laser CO2 Fraktional, Laser Nd Yag, Sinar LED, Electro Surgical Merk Ellman. Sedangkan untuk Slimming dengan  alat SlimLine, Perawatan daerah intim (Medikal Vagina Spa dg Ozon, terapi ozon, perawatan kulit wajah dengan skinlight, BDR, Mesoterapi non nidle, Mikrodermabrasi, dan lain-lain.
Strategi dan kiat yang diterapkan  Iswani, yaitu dengan menerapkan pola S S dan 5 R (Salam, Sapa, dan Senyum) dan Resi, Rapi, Rajin, Ringkes, dan Rawat. Selain itu, ia juga melengkapinya dengan peralatan kecantikan dan alat kedokteran yang berteknologi tinggi serta modern, tanpa menghitung-hitung kapan balik modalnya. “Yang penting peralatan klinik lengkap dan pasien tidak perlu pergi ke luar kota Brebes, atau pasien-pasien sekitar Brebes kalau mau perawatan cukup datang ke Brebes, “Ungkap laki-laki yang menikah pada 5 April 1982 dan dikaruniai 4 anak ini.   Melengkapi macam pelayanan, obat-obatan dan kosmetik. Tarif terjangkau dan tidak terkesan mahal. Memiliki ruang tunggu yang luas, bersih, wangi dan nyaman serta tempat ibadah (Mushola) yang cukup luas dan bersih.
Visinya  adalah ingin mewujudkan klinik citra estetika menjadi klinik perawatan kulit yang handal, lengkap, modern, tarif terjangkau dan terpercaya untuk Brebes dan wilayah sekitarnya, sedangkan misi, memberikan pelayanan yang terbaik, berkualitas dan ramah, mengembangkan usaha ke luar Brebes, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan melengkapi peralatan kecantikan yang modern.
Sementara arti dari nama dan latar belakang pemilihan nama klinik citra estetika, muncul berdasarkan kaedah klinik untuk memperindah atau mempercantik penampilan. Dilatarbelakangi keinginan semua orang, khusunya kaum wanita yang ingin tampil sehat dan cantik. Mereka sering salah memilih kosmetik atau klinik kecantikan.
Sejarah berdirinya Klinik
Menurut Iswani, awal April 2007, pembangunan tahap pertama tempat praktik, lengkap dengan ruang periksa dokter, ruang perawatan, tindakan, apotek dan Mushola. Praktik ini berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 157 Brebes. Luas bangunan pada waktu itu tuturnya, 200 meterpersegi. Pembangunan selesai pada bulan September 2007. Dan pada bulan Oktober, ruangan itu sudah ditempati untuk praktik. “Inilah embrio dari Klinik Cita Estetika, “ungkap suami dari Aryati Eka Dewi yang berasal dari Solo.
Pada awal bulan Juni 2009, Iswani mengajukan izin ke Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes untuk mendirikan klinik kecantikan yang diberinya nama Klinik Kecantikan Citra Estetika dengan persyaratan sesuai panduan Departemen Kesehatan RI. Pada pertengahan Juni 2009, klinik di survai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dan pada tanggal 3 Juli 2009, ijin klinik diterbitkan.
Selanjutnya pembangunan tahap kedua dimulai 12 Juli 2010 dan selesai pada 7 April 2011. Bangunan dua lantai dengan luas bangunan 474 meter persegi menyambung bangunan lama bentuk L dengan pintu ke-2 menghadap jalan Pusponegoro nomor 3. Bangunan baru mulai dipakai pada bulan Juli 2011. Lantai 2 untuk SPA dan lantai 1 untuk ruang perawatan, ruang slimming, ruang tindakan, ruang dokter, Mushola, kamar mandi/toilet, ruang tunggu dan ruang pendaftaran. Barulah pada tanggal 19 September 2011, (bertepatan hari ULTAH isteri Iswani) diresmikan Citra Spa oleh Bupati Brebes yang merupakan pengembangan dari Klinik Citra Estetika Brebes.
Perjalanan Hidup Dr. H. Iswani, SpKK
Dilahirkan di Kota Air Asin Banjarmasin, Kalimantan Selatan  13 Januari 1953. Dokter Iswani menjalani kehidupan kecilnya, di dalam rumah terapung (Lanting) di Muara Sungai Kuin. Bapaknya, bernama H. Sukran (80 tahun), dan ibunya Hajjah Semmah (75 tahun). Keduanyakini masih hidup sehat. Mereka merupakan asli suku Banjar. Ketika usia Iswani 7 tahun, kira-kira tahun 1960, ia dibawa hijrah ke Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Waktu itu Palangkaraya sedang membangun. Pekerjaan orangtuanya wiraswasta yakni membuka rumah makan, masakan Banjar. Ia pun dimasukan ke sekolah dasar di Palangkaraya hingga tamat. Saat kelas 1 SD, ia pernah ditanya ibu gurunya, kalau besar ingin jadi apa. “Saya Jawab spontan, jadi dokter, “cerita bapak empat anak.
Tamat dari SD, kedua orangtua Iswani hijrah kembali ke Kuala Kapuas. “Saya masuk SMP Negeri 1 Kuala Kapuas, hingga tamat SMP. Masa remajanya dilanjutkan dengan masuk ke SMAN I hingga tamat.  Setamat SMA pada tahun 1973. Ia pamitan pada orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.  Atau tepatnya di Fakultas Kedokteran. Desember 1973, diantar kedua orangtua, Iswani ke Jogyakarta untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran UGM. Hasil tes penerimaan, ia lulus tes umum dan ikut tes khusus. “Saya dinyatakan tidak lulus, “ungkap bapak dari Taufik Laksmana, ST,  dr. Aulia Rahman, dr. Maya Rahmanita, Rizki Agustina yang masih duduk di bangku SMA kelas III ini..
Iswani pun pergi ke solo untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran PTPN Veteran, tes masuk dijalani. Hasilnya dinyatakan lulus. Tahun 1974, ia menjadi mahasiswa fakultas kedokteran PTPN Veteran Surakarta. Pada 11 Maret 1976 di Surakarta oleh presiden Soeharto diresmikan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret. Pada saat itu FK PTPN Veteran melebur dengan UNS Sebelas Maret menjadi Fakultas Kedokteran UNS Sebelas Maret. Pada tingkat satu, Iswani tidak naik tingkat. Maret 1982, ia lulus ujian akhir dan 10 Maret 1982 lulus dokter.
Perjalanan Karier
Pada 1 Juli 1982, Iswani diangkat menjadi CPNS dengan golongan IIIA. Ditempatkan di Kalimantan Tengah, oleh Kanwil Depkes Kalteng. “Saya ditempatkan di Kabupaten Barito Selatan. Oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan saya ditempatkan di Kecamatan Mengkatif dengan jabatan Kepala Puskesmas Juli 1982, “katanya.  Tahun 1983. Ia diangkat menjadi PNS dengan pangkat IIIA/Penata Muda. Tahun 1985, terpilih menjadi dokter teladan puskesmas. Tahun yang sama, oleh kepala dinas, Iswani ditarik ke Buntok untuk  menduduku jabatan Direktur RSUD Buntok dan sebagai dokter RS, pada waktu itu di Buntok Kabupaten Barito Selatan hanya ada 2 orang dokter 1 orang menjabat Kepala Dinas Kesehatan di jabat oleh bapak dr. Wildan, saya  sendiri  sebagai Direktur RSUD Buntok. RSUD Buntok adalah RSUD Kelas D dengan 50 tempat tidur. Selama mengelola RS banyak perubahan-perubahan khususnya pembangunan RS yang tadinya dari kayu yang sudah lapuk dan tua berubah menjadi bangunan beton dan mewah. Bertugas di RSUD Buntok sejak 1 Desember 1985 hingga 15 Juni 1991, bertugas di Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah selama 9 tahun yaitu Juli 1982 – Juni 1991. Tahun 1987 ditugaskan sebagai TKHD (petugas tenaga kesehatan haji daerah) untuk mendampingi jamaah haji Kalimantan Tengah. 1 Juni 1991 melanjutkan pendidikan PPDS I ilmu penyakit kulit dan kelamin di Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang 21 September 1995. Lulus ujian akhir dan berhak memakai gelar Dr SpKK. Sejak 1 April 1996 – 30 Januari 2013 (selama 17 Th) di tempatkan di RSUD Brebes, Selama di RSUD Brebes  saya diangkat sebagai  Kepala SMF Kulit dan Kelamin, dan juga 2 periode menjabat Ketua Komite Medik.
Tanggal 31 Desember 2006, Direktur RSUD Brebes meninggal dunia, sejak 1 Januari 2007, saya ditunjuk sebagai YMT Direktur RSUD Brebes. Menjabat sebagai Direktur selama 16 bulan (1 Januari – 30 April 2007), Selama menjabat sebagai Ymt Direktur RSUD Brebes perubahan2 yang saya lakukan di RSUD Brebes adalah pergantian bed pasien, linen2, perubahan tarif, perubahan sistem pembagian Jasa Medik dan pembangunan gedung-gedung, misalnya membangun Gedung Instalasi Bedah, Bangunan Dapur, Bangsal PIV dan bangunan Instalasi Cuci Darah. Membantu Direktur untuk mem BLUD kan RSUD Brebes,  Akreditasi dan peningkatan Status RSUD menjadi Kelas B.   Sejak 1 Pebruari 2013 saya pensiun dg Pangkat Pembina Utama, Golongan/Ruang IV/E.  o

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.