DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA

DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA
Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Mewujudkan Perguruan Tinggi yang Lebih Unggul, Maju dan Bermakna

“Jabatan Rektor bukanlah anugerah, ganjaran, apalagi kenikmatan akan tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan” adalah motto yang diusung DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA., saat maju dalam pemilihan Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo periode 2010 – 2014. Pencalonan ini adalah untuk yang kedua kali setelah pada periode 1998 – 2002 jabatan rektor juga diemban pria kelahiran Ponorogo, 7 Juli 1950 ini.

“Saya terpanggil untuk berbagi pengalaman atas perjalanan panjang dalam kesertaan membantu INSURI Ponorogo sejak 1979 sampai sekarang. Harapan saya, bersama keluarga besar INSURI mewujudkan perguruan tinggi yang lebih unggul, maju dan bermakna bagi kita semua,” kata alumni Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ikhtiar yang kuat bersama stakeholder INSURI agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, dalam pencalonan sebagai rektor ia, menyusun program pertumbuhan dan perkembangan INSURI pada lima hal, yaitu institusi, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Keberhasilan dalam mengembangkan INSURI akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Dalam perspektif institusi, jelasnya, pengembangan INSURI melalui niat dan tekad bersama Sivitas Akademika yang terdiri atas Pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa serta alumni. Semua harus memiliki orientasi ke masa depan, mensinergikan individu-kelompok-institusi, komunikasi organisasi yang efektif, mengintegrasikan “tri dharma perguruan tinggi” dan menghasilkan lulusan yang unggul, berkualitas serta kompetitif. Dari situ diharapkan akan memicu lahirnya berbagai inspirasi dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Dalam perspektif sosial, INSURI akan melahirkan insan-insan akademis yang mempunyai peranan penting dalam proses perubahan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, INSURI diharapkan dapat memberikan sumbangan penting pada upaya menumbuhkan kepemimpinan yang arif berbasis individu, kelompok dan institusi.

Dalam perspektif budaya, INSURI merupakan institusi penting dan medium yang efektif untuk mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai dan menanamkan etos di kalangan warga kampus. Dalam konteks ini, INSURI dapat menjadi simpul penting untuk membangun kesadaran kolektif (collective conscience) sebagai warga kampus serta mengukuhkan ikatan-ikatan sosial dengan mitra strategis dari Pondok Pesantren, Pemerintah Pusat/Daerah, komunitas akademis dan masyarakat.

Dalam perspektif ekonomi, INSURI diharapkan akan menghasilkan manusia-manusia yang handal untuk menjadi subyek penggerak pembangunan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Tri Sivitas Akademika INSURI harus berperan sebagai pusat penelitian dan pengembangan (research and development) yang diharapkan dapat mengantarkan umat Islam untuk meraih keunggulan dalam persaingan global.

Dalam perspektif politik, INSURI harus mampu mengembangkan kapasitas individu untuk menjadi warga negara yang baik (good citizen) yang memiliki kesadaran akan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu INSURI ke depan akan melahirkan lapisan masyarakat akademis yang kemudian membentuk critical mass yang menjadi elemen pokok dalam upaya membangun masyarakat madani, yang bertumpu pada golongan masyarakat kelas menengah terdidik yang menjadi pilar utama civil society sebagai salah satu tiang penyangga bagi upaya perwujudan pembangunan masyarakat demokratis.

Membangun Kampus

Pak Giek –panggilan akrabnya- sejak masih  menjadi mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya sudah aktif di organisasi kemahasiswaan. Aktivitasnya meliputi organisasi intra maupun ekstra kampus. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya dijabat ayah empat anak dari pernikahannya dengan Hj Umi Parwatie pada tahun 1972 – 1974. Ia juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya selama dua periode (1974 – 1978).

“Satu tahun setelah lulus sarjana (1979), saya menjadi dosen INSURI Ponorogo sampai sekarang. Saya pernah menduduki jabatan Pembantu Rektor I Bidang Akademis (1996-1998), kemudian menjadi Rektor periode I (1998-2002) dan diangkat kembali menjadi Rektor untuk periode II tahun 2010-2014,” tutur anak ke sembilan dari sebelas bersaudara pasangan H Koesnodimoelyo dan Hj Misinem ini.

Setelah berhasil memangku jabatan Rektor Periode II, kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain:

⦁    Menambah sarana dan prasarana (bangunan) ruang kuliah berlantai dua sebanyak dua lokal. Proyek ini selesai dan sudah dimanfaatkan pada semester genap 2010/2011 sekarang sedang ditambah dan sedang dikerjakan sebanyak dua lokal dengan harapan selesai pada tahun ajaran baru 2011/2012

⦁    Melengkapi dan mengoptimalkan penggunaan laboratorium “micro teaching” dan pusat laboratorium komputer untuk perkuliahan PPL-1 Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Syari’yah
⦁    Membeli dan mengoperasionalkan seperangkat alat laboratorium bahasa sebagai realisasi orang “multi lingual” khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris
⦁    Menambah seperangkat LCD permanent pada empat lokal ruang kuliah, sebagai media pembelajaran berbasis IT (teknologi informasi)
⦁    Mengadakan olimpiade akuntansi bagi siswa SMA-SMK dan MA negeri maupun swasta se-ex Karesidenan Madiun yang diikuti oleh 42 team/regu
⦁    Menjadi penyelenggara musyawarah nasional Forum Komunikasi mahasiswa Fakultas Dakwah se-wilayah Jawa Timur dan NTB

Dalam memimpin INSURI Ponorogo, Pak Giek berpegang  pada visi dan misi yang diajukannya saat mencalonkan diri sebagai Rektor. Adapun visi dan misinya adalah sebagai berikut:
Visi
Mewujudkan INSURI sebagai jendela bagi masyarakat untuk melihat perkembangan Islam dengan mengintegrasikan pendidikan pesantren (keislaman) dan modern (keilmuan)
Misi
⦁    Menumbuhkan kepemimpinan akademik yang arif berbasis individu, kelompok dan institusi
⦁    Menjadikan INSURI sebagai simpul penting dan jejaring kerjasama dengan mitra strategis dari pesantren, pemerintah (pusat/daerah), komunitas akademis dan masyarakat
⦁    Meningkatkan kebutuhan peralatan penunjang riset, memperbaharui fisik lingkungan kampus dan meningkatkan kenyamanan sebagai tempat belajar
⦁    Mengembangkan dan melaksanakan manajemen INSURI yang akuntabel, profesional dan produktif berlandaskan azas manfaat dalam system tata kelola terpadu

Dengan visi dan misi tersebut, diharapkan INSURI dapat melahirkan lebih banyak lagi alumni yang akan menjadi pemimpin berwawasan keislaman  dan peka terhadap persoalan sosial.

“Selama ini, alumni INSURI banyak yang menjadi aktivis dalam politik, sosial dan juga organisasi sosial kemasyarakatan/keagamaan. Kita harapkan mereka inilah yang memberikan partisipasi aktif dalam membangun clean government. Untuk itu, di masa depan kita akan banyak melakukan advokasi bagi pesantren dan madrasah sehingga terjadi mobilisasi intelektual, termasuk menjadi sumber pengembangan dan jendela ilmu agama Islam dengan dunia luar, utamanya dengan dunia internasional,” tegasnya.

Program-program Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

A. Program S1

Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo berkomitmen untuk berkiprah dalam pengembangan keilmuan Islam berwawasan kebudayaan dan kebangsaan dan siap mencetak sarjana muslim, cendekia, dan profesional agar mampu memenuhi tuntutan global ke arah terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Visi
Terbentuknya Sarjana Muslim yang berkualitas, berakhlakul karimah dan mampu menjawab tantangan zaman.
Misi
1.    Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional untuk mewujudkan manusia yang berkualitas, beramal ilmiah dan berilmu amaliah
2.    Menyelenggarakan Pendidikan Islam yang dapat meningkatkan kualitas iman taqwa, berakhlakul karimah dan memiliki wawasan luas
3.    Membina kompetensi ideal menuju kemandirian dalam kehidupan pribadi maupun bersama-sama
4.    Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara efektif, efisien dan menyeluruh agar tercipta Sumber Daya Manusia yang berkompetensi kompetitif di era global

Tujuan
Menyiapkan insan Indonesia yang memiliki keunggulan dan kompetensi:
1.    Intelektual dan profesional
2.    Moral keislaman
3.    Kemandirian
4.    Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga mampu berkompetisi dalam merespon perubahan dan perkembangan masyarakat dalam perspektif global tanpa kehilangan jati diri

Program Studi
Fakultas Tarbiyah
1.    Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) – Terakreditasi (B)
2.    Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) – Terakreditasi (B)
3.    Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Diniyah (PGMI) – Terakreditasi (B)
4.    Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) – Terakreditasi (C)

Fakultas Syariah
- Program Studi Muamalah/Hukum Ekonomi Islam – Terakreditasi (B)

Fakultas Dakwah
- Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) – Terakreditasi (B)

Akademi Analis Farmasi dan Makanan (D3) — Terakreditasi (B)
Biaya pendidikan
Cukup terjangkau oleh setiap calon mahasiswa dan dibayar dengan system Triwulan (September, Desember, Maret dan Juni)

Penyelenggaraan pendidikan
1.    Menggunakan system satuan kredit semester (SKS) dengan waktu tempuh 8 semester (jenjang S1)
2.    Menerima mahasiswa transfer dari program Diploma dan Sarjana Muda ke semua prodi kecuali prodi PGMI

Fasilitas
1.    Tenaga pengajar dengan kualifikasi S2 dan S3
2.    Ruang perkuliahan yang representative dilengkapi dengan LCD
3.    Perpustakaan yang representative
4.    Laboratorium komputer, micro teaching, dakwah dan bahasa yang didukung teknologi elektronik dan audio visual
5.    Gratis akses internet sepanjang hari (free hot spot area)
6.    Kegiatan mahasiswa yang mampu menunjang minat dan bakat mahasiswa
7.    Letak kampus yang strategis dan mudah dijangkau

B. Program S2

Profil
Dengan menyadari adanya kebutuhan akan SDM kependidikan di lingkungan Ponorogo dan sekitarnya, yang lebih berkualitas, kompetitif dan profesional, INSURI Ponorogo sebagai lembaga pendidikan tinggi berupaya memenuhi tuntutan tersebut dengan menyelenggarakan pendidikan jenjang S2 (Program Magister Pendidikan Islam dengan 2 (dua) konsentrasi yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menghasilkan lulusan Magister Pendidikan Islam yang memiliki wawasan keilmuan manajemen pendidikan Islam yang humanis-inklusif dan mampu memecahkan berbagai masalah persoalan pendidikan dalam teori dan praktik, serta memiliki kemampuan metodologis dan sistematis dalam mengembangkan serta mengaktualisasikan diri dalam komunitas lokal, nasional dan internasional.

Kompetensi lulusan
1.    Menguasai teori dan praktik Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam
2.    Memiliki kecakapan untuk mengembangkan Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam baik pada aspek teoritis dan praktis
3.    Memiliki sikap kecendekiawanan dan integrasi keilmuan di era globalisasi
4.    Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai forum baik ilmiah maupun di tengah masyarakat
5.    Memiliki keterampilan dalam meneliti masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan Islam

Dosen Pengampu
Dosen yang terlibat langsung dalam proses belajar mengajar adalah dosen yang telah menyandang gelar Professor atau minimal Doktor yang mempunyai kapasitas keilmuan secara nasional maupun internasional, antara lain:

1.    Prof. K. Yudian Wahyudi, PhD (Alumnus S3 Harvard University USA)
2.    Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, MA (Guru Besar UNESA Surabaya)
3.    Prof. Dr. H. Muhaimin, MA (Guru Besar UIN Malang)
4.    Prof. Dr. H. Khusnurridhlo, MPd (Ketua STAIN Jember)
5.    Prof. Dr. Sa’dun Akbar, MPd (Guru Besar Universitas Negeri Malang)
6.    Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA (Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya)
7.    Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadhal, MPd (Direktur Pendidikan Dasar Kemendiknas)
8.    Prof. Dr. H. Imam Fuadi, MA (Guru Besar STAIN Tulungagung)
9.    Dr. H. M. Suyudi, MAg (Direktur Pascasarjana INSURI)
10.    Dr. H. Hobri, MPd (Dosen Universitas Jember)
11.    Dr. H. Abdul Munip, MAg (Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
12.    Dr. Hj. Hanun Asrorah, MAg (Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya)

Fasilitas
1.    Ruang perkuliahan yang representative dilengkapi dengan LCD dan AC
2.    Perpustakaan yang representative
3.    Laboratorium komputer, micro teaching
4.    Gratis akses internet sepanjang hari (free hot spot area)
5.    Ruang seminar

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.