DR. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc

Kepala KP4 Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Pendidik Adalah Agent of Change dan Penentu Kualitas Sumber Daya Manusia

Di belahan dunia manapun, peran seorang pendidik sangat penting. Meskipun sistem pendidikan suatu bangsa dirancang dengan canggih dan modern, tanpa pendidik tidak bisa diaplikasikan dengan baik. Sebaliknya, rancangan sistem pendidikan yang sederhana pun akan menjadi hebat ketika disampaikan oleh seorang pendidik yang handal.

Pentingnya seorang pendidik dalam memajukan sebuah bangsa telah dibuktikan oleh Jepang. Negara yang pernah luluh lantak pada Perang Dunia II (tahun 1942-1945) dan hancur karena tsunami 2010 tersebut dengan cepat bangkit menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia. Usai PD II, Kaisar Jepang yang mengetahui kehancuran akibat perang tidak pernah menanyakan jumlah korban di pihaknya. Pertanyaan pertama yang terlontar adalah berapa jumlah guru yang tersisa untuk mendidik generasi muda mengejar ketertinggalan.

Hasilnya menakjubkan, Jepang tumbuh menjadi negara yang sangat perkasa. Ekspansi yang dilakukan terhadap bangsa-bangsa lain tidak lagi berupa invasi pasukan bersenjata. Jepang “hanya” membanjiri seluruh pelosok dunia, dari negara maju sampai terbelakang, dengan produk-produk yang dihasilkan industrinya. Dari produk elektronik sampai otomotif, industri Jepang berhasil menggusur produsen ternama dari Eropa dan Amerika. Semua itu, dihasilkan oleh lembaga pendidikan, sistem pendidikan dan tenaga pendidik handal yang dimiliki Negeri Matahari Terbit.

“Profesi sebagai pendidik sangat mulia, karena menjadi agent of change dan penentu kualitas sumber daya manusia yang diberi amanah oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi ini. Ilmu yang disampaikan kepada anak didik akan menjadi amal jariyah dan diamalkan secara nyata untuk kemakmuran rakyat dan bangsa. Sebagai dosen, kita mempunyai kesempatan luas untuk menimba ilmu sampai derajat tertinggi di negara maju. Ini juga merupakan amanat pemeluk agama Islam, agar menuntut ilmu meski sampai negeri yang tak mengenal agama, seperti China,” kata DR. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.AGR.SC.

Kepala KP4 Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini menegaskan bahwa negara-negara maju berhasil membangun bangsanya berdasarkan ilmu pengetahuan. Yang mana, ilmu pengetahuan sangat krusial dan nyata bagi percepatan kemajuan bangsa. Namun, ilmu pengetahuan hanya menjadi sebatas pajangan di rak-rak buku ketika tidak ada pendidik untuk “merangsang” generasi muda mempelajarinya. Oleh karena itu, salah satu motivasi dirinya menjadi seorang dosen adalah agar mempunyai mempunyai peran dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. “Saya ingin mempunyai peran dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Cahyono, merasa bersyukur dapat berkiprah di lembaga pendidikan tinggi dengan jabatan fungsional. Karena akan memungkinkan baginya untuk secara leluasa namun penuh tanggung jawab mengembangkan seluruh potensi dan kemampuannya secara optimal. Selain itu, dunia pendidikan memiliki hambatan struktural dan birokrasi yang tidak seketat pada instansi pemerintah lainnya. Bahkan, kenaikan pangkat yang biasanya sangat tergantung urutan dan kedekatan pada atasan, tidak berlaku di dunia pendidikan.

“Dengan jabatan fungsional dosen, maka penilaian dan kenaikan pangkat lebih didasarkan pada kinerja Tridarma Perguruan Tinggi yang ditekuni. Kesempatan untuk mengembangkan diri maupun orang lain akan terbuka lebar. Kreativitas, inovasi, pengembangan serta kontribusi diri pada bangsa dan negara dapat dikembangkan lintas sektoral tanpa batas sesuai potensi diri tanpa terlalu tergantung pada faktor atasan dan birokrasi. Meskipun demikian, semua masih dalam koridor aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dekat Dengan Ibunda

DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc menikah di Klaten pada tanggal 24 Desember 1993 dengan Ratih Subekti, SH. Dari pernikahannya, pasangan ini dikarunia dua orang anak, Imamuddin Jati Wicaksono (SMAN 2 Yogyakarta) dan Pita Asih Bekti Cahyani (masih di SMPN 1 Yogyakarta). Sebagai orang tua Cahyono tidak pernah memaksa kedua anaknya untuk belajar keras agar nilainya bagus. Kepada mereka hanya dijelaskan pengertian bagaimana arti penting belajar bagi masa depannya sendiri.

“Mereka sadar dengan sendirinya tanpa harus disuruh-suruh. Dalam hal cita-cita, saya tidak pernah memaksa kelak akan menjadi apa. Yang penting saya mengarahkan agar cita-citanya tercapai. Karena setiap anak mempunyai potensi masing-masing, seperti putra pertama beliau yang dari TK sudah kelihatan bakatnya di bidang teknologi tinggi serta berkeinginan menjadi pilot pesawat terbang. Maka yang bisa saya lakukan adalah dengan selalu mendukungnya,” ujarnya.

Anak pertamanya pernah mendapatkan penghargaan dalam finalis lomba Karya Tulis dengan tema “Sanitasi Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”, yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum RI tahun 2008. Selanjutnya, pada tahun 2009, mendapatkan medali emas dalam lomba National Young Innovator Awards ke-2 (NYIA II) yang diselenggarakan LIPI Jakarta. Tahun ini, sulungnya tersebut sedang mengikuti NYIA IV LIPI. Putranya memiliki hobi fotografi dan pernah menjadi juara I lomba foto di sekolahnya pada tahun 2011 ini.

Sedangkan anak kedua, lebih menyenangi bidang sosial, kebudayaan dan kesehatan. Meskipun baru sekolah pada tingkat SLTP tetapi kegiatanya cukup menyita waktu. Mulai aktif sebagai pengurus PMR (Palang Merah Remaja), Dewan Penggalang Pramuka sampai ekstrakurikuler tarian tradisional selalu diikuti di sekolah. Bahkan, tahun 2011 ini pernah meraih Juara I Lomba Tari di sekolah.

Cahyono banyak belajar dari ayahnya, Rubijo Rachmad Wijono -seorang anggota TNI AU- dalam memberikan didikan kuat dalam hal kedisiplinan serta rasa syukur. Masa kecilnya yang indah dihabiskan untuk membantu tugas-tugas rumah tangga. Sebagai anak tertua, ia tidak segan-segan untuk membantu ibunya, Sundariyah, belanja di pasar. Tanpa malu-malu, ia membeli segala sesuatu yang telah dicatatkan ibunya. Ia bahkan menyiapkan seluruh bahan masakan agar selepas tugas bekerja di Kantor Pos, ibunya tidak terlalu capai.

“Saya sangat dekat dengan ibunda, namun sayang belum bisa banyak membalas kebaikannya, karena wafat pada tahun 1997. Ketika ayah pensiun dan mengisi hari tuanya dengan membuka toko kelontong kecil di dekat rumah, saya sering menemani ibu berjualan di warung kalau tidak praktikum. Kadang saya mengantarkan minyak tanah ke pelanggan dengan menggunakan sepeda butut yang saya punyai. Sebagai anak lelaki tertua, setiap sore juga mendapat tugas menimba air sumur dan mengisi bak mandi. Maka ketika saya mendapatkan rapelan beasiswa saat semester V uangnya dipakai untuk membeli pompa air listrik. Tugas saya menjadi lebih ringan,” terangnya.

Menurut Cahyono, profesi di bidang pendidikan tidak akan pernah mati dan terhenti. Prinsip “life long education” juga menjadi bagian komitmen pribadi yang dipegangnya dengan teguh. Ia telah menetapkan, bahwa setelah purna tugas nanti akan tetap mengabdi pada bangsa, negara dan masyarakat Indonesia tanpa henti. Seperti dalam ajaran agama yang dianutnya bahwa ”amal yang tidak putus meskipun kita sudah meninggal adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh dan solehah”.

Cahyono selalu berusaha untuk melaksanakan prinsip yang dipegangnya tersebut dengan sebaik-baiknya. Contohnya dalam proses pembelajaran dan konsultasi dengan para mahasiswa dapat dilakukan setiap waktu dan tempat. Ia juga “melayani” mahasiswa yang konsultasi melalui berbagai multi media, seperti e-learning, web, email, SMS maupun media lain. Di samping itu, ia juga ringan tangan dalam membantu orang-orang yang mengalami kesusaha seperti tsunami di Aceh, tanggul Situ Gintung yang jebol maupun Gempa Bantul, Yogyakarta.

Perbaikan Kualitas SDM

Berbicara mengenai kehidupan berbangsa, menurut DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc., Indonesia saat ini baru melaksanakan reformasi saja. Namun, reformasi tersebut belum benar-benar total dalam pelaksaannya. Untuk itu, ia berpesan kepada generasi muda agar memilih lingkungan pergaulan dan pendidikan yang baik, selalu gigih berjuang, jangan mudah patah semangat dan tergoda hal-hal yang menyesatkan. Pendidikan (formal, nonformal dan informal) diharapkan mampu menyisipkan wawasan dan konsep secara luas, mendalam dan futuristik tentang lingkungan global dengan memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang, utamanya generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan.

“Generasi muda harus sadar tentang tanggung jawab individu yang harus dikontribusikan, yang menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, serta dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggung-jawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata. Kita harus ikut bersama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua, baik sekarang maupun di masa mendatang bagi anak cucu kita,” pesannya.

Sosok DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc selaku kepala/pengelola KP4 UGM tidak hanya sekadar berpesan tetapi juga mencontohkan dengan tindakan nyata. Seperti bagaimana KP4 UGM yang berkat kepemimpinannya menjadi maju dan berkembang pesat. Diharapkan, KP4 UGM kelak bisa menjadi unsur penunjang universitas terkemuka di Indonesia itu, terutama dalam pengembangan Sustainable Life and Environment. Tentu menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia memiliki DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc dengan ilmu yang tinggi dan telah mengabdikan diri untuk negara Indonesia agar tidak tertinggal dari negara lain.

Cahyono sangat menyayangkan, Indonesia yang mempunyai sumber daya alam melimpah tetapi belum dikelola dengan optimal. Penyebabnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum baik. Selama ini, Indonesia dikelola berdasarkan ”resource based development” yang mengandalkan eksploitasi kekayaan alam melimpah tetapi tanpa sistem yang baik. Penambangan dan pemanenan sumber daya alam Indonesia yang berlebihan dan tidak mengindahkan lingkungan dan sosial budaya setempat, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang amat parah dan kesengsaraan rakyat jelata.

Keuntungan dan kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir orang penentu kebijakan atau bahkan lebih parah oleh orang asing. Untuk itu, kekayaan alam Indonesia harus dikelola berdasarkan “knowledge based development” sehingga mempunyai nilai tambah dan mampu menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Peran Perguruan Tinggi didalam melakukan inovasi teknologi dan menyediakan sumber daya manusia yang handal diharapkan mampu mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat yang adil dan beradab di Indonesia.

Menurut pengamatan Cahyono, saat ini banyak generasi muda yang terjun dalam kancah politik tanpa bekal dan pengalaman yang cukup. Euforia dan sistem politik Indonesia telah memberi kesempatan akses seluasnya kepada setiap warga negara untuk berpolitik praktis, asal melalui saluran partai politik yang legal. Namun demikian, karena sistem politik yang terbentuk belum optimal, maka upaya jalan pintas dan instan para pelaku politik praktis melalui “money politik, KKN, ancaman, pelanggaran etika moral, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, aji mumpung dan sebagainya” justru tumbuh subur dalam sistem politik Indonesia.

“Sistem regenerasi kader dan perekrutan yang tidak optimal, justru semakin memperburuk kehidupan bertata negara kita. Era reformasi justru menumbuh-suburkan dan memperluas perilaku korup pada seluruh pelaku politik, sebagaimana dilansir oleh Transparansi Indonesia. Untuk itu, pendidikan politik dan kaderisasi harus dilakukan secara berjenjang dan memberikan wawasan ‘Sustainable Development’ agar sinergisme aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek sosial budaya dapat terjadi secara harmonis,” ungkapnya.

Cahyono menegaskan agar politik uang yang merajalela harus dipangkas dan digantikan dengan sistem yang mampu memaksa para pelaku politik berkontribusi nyata bagi perbaikan sistem tata negara dan kehidupan yang lebih baik. Nurani yang masih tersisa dalam setiap insan politik perlu dimunculkan dan dijadikan landasan etika moral berpolitik yang amanah dan bertanggung jawab. Pendidikan terstruktur secara formal, informal dan non formal tentang pengembangan karakter, akhlak mulia, etika, tepo seliro harus diajarkan dan menjadi dasar bertindaknya para penguasa, pengusaha, penegak hukum, pemimpin dan seluruh masyarakat.

Perjalanan Karier

Cahyono Agus adalah sulung dari pasangan Rubijo Rachmad Wijono dan Sundariyah. Lahir pada tanggal 10 Maret 1965, Cahyono dibesarkan dalam situasi penuh disiplin ala militer. Maklum, ayahnya adalah seorang prajurit TNI AU yang mengamalkan Sapta Marga dengan penuh tanggung jawab. Meskipun demikian, ayahnya juga yang selalu menekankan kepada putra-putrinya bahwa pendidikan itu sangat penting, sehingga mereka harus memprioritaskan kepentingan sekolah.

“Orang tua berpesan bahwa mereka tidak dapat mewariskan harta, namun akan mempersiapkan agar kami, anak-anaknya, mempunyai bekal ilmu yang memadai. Dengan ilmu tersebut, maka kami bisa mendapatkan harta, harkat dan martabat yang lebih baik untuk diterapkan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Cahyono menyelesaikan pendidikan formal di SD Taman Siswa Ibu Pawiyatan Yogyakarta, kemudian SMP N 2 Yogyakarta, dilanjutkan SMA N 3 (3 Bhe Padmanaba) Yogyakarta. Pendidikan S1 ditempuh di Universitas Gadjah Mada serta mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan program Master dan Doktor di Tokyo Jepang. Pada tahun 2003 pernah mendapat juara 2 Kontes Thesis seluruh Jepang dan tahun 2008 meraih penghargaan sebagai dosen DPL terbaik di UGM. Tahun 2011 ini, Cahyono sedang diusulkan dalam jabatan Guru Besar atau Profesor bidang Ilmu Tanah Hutan pada Fakultas Kehutanan UGM, sehingga diharapkan akan menjadi profesor termuda di fakultasnya.

Cahyono Agus pernah memenangkan kompetisi dana hibah penelitian RUK-IV, RUT XII, Hibah Bersaing, Hibah Kompetensi dari Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada berbagai pertemuan ilmiah/seminar internasional di Malaysia, Thailand, Philiphines, Finlandia, Jepang, Hongkong, Amerika, Australia dsb. Beberapa papernya juga dipublikasikan di jurnal internasional seperti New Forest, Forest Environment, Indonesian Journal of Agricultural Sciences, Journal of the Japanese Forest Society, TROPICS, International Journal of Environment, maupun Journal of Japanese Institute of Energy dan sebagainya.

Beberapa buku ilmiah populer yang pernah ditulisnya adalah: “Pengelolaan Bahan organik: Peran dalam Kehidupan dan Lingkungan”, “Pertanian Terpadu untuk mendukung Kedaulatan Pangan Nasional”, dan “Tanaman Langka Indonesia di KP4 UGM”. Bersama para penulis lain yang pernah belajar di Jepang, ikut menulis Buku non fiksi berjudul “La Tahzan for Student”, yang berisi kisah-kisah inspiratif dan perjuangan pelajar Indonesia di Jepang, menjadi buku terlaris terbitan Mizan dan direncanakan akan difilmkan. Tulisan populernya juga beberapa kali dimuat di media cetak di Yogyakarta. Pada tahun 2011 ini, terpilih menjadi salah satu Profil Pendidik dalam buku “Citra Prestasi Indonesia 2020: Pemikiran, Konsep & Stretegi Pribadi Berprestasi”.

Pada tahun 2005-2008, diangkat menjadi Kepala Bidang Tanaman Pertanian KP4 UGM dan diangkat menjadi Kepala KP4 UGM untuk masa jabatan tahun 2008-2012. Pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif PHK-A3 Fakultas Kehutanan, Koordinator program SP4 KP4 UGM, Koordinator Program PBI (Program Pengembangan Ilmu) KP4 UGM, Direktur Eksekutif PSF (Presidential Scholarship Fund) UGM, Direktur Eksekutif program kerjasama KP4 UGM-UNDP (United Nation Development Program), Direktur Eksekutif program kerjasama KP4 UGM-AIP (Australian Indonesian Partnership), Koordinator program kerjasama KP4 UGM dengan IOM (International Organization for Migration). Saat ini, menjabat sebagai Direktur Eksekutif I_MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevancy & Efficiency) komponen B2c UGM untuk periode 2009-2012 dan Direktur Eksekutif Kerjasama pemanfaatan hasil penelitian dengan KPWN Kemenhut RI mulai 2010.

Cahyono juga aktif terlibat sebagai Reviewer DPT (Dewan Pendidikan Tinggi) Ditjen Dikti bidang PHK (Program Hibah Kompetisi), maupun sebagai Reviewer pada DP2M Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) bidang Akreditasi jurnal ilmiah, Reviewer Ditjen Dikti bidang Penelitian, KKN PPM, disamping sebagai Reviewer penelitian di tingkat Fakultas Kehutanan maupun UGM mulai tahun 2005 sampai sekarang. Saat ini masih aktif sebagai editor pada ‘Jurnal Ilmu Kehutanan’ yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan UGM dan ‘Jurnal Hutan Tanaman’ yang diterbitkan oleh Balitbang, Kementerian Kehutanan RI.

Profil KP4 UGM

Indonesia adalah negara agraris sehingga pertanian telah menjadi “way of life” dan sumber kehidupan masyarakat. Namun masyarakat mempunyai paradigma pola pikir lama, bahwa pertanian hanya untuk dikonsumsi sendiri. Perlu terobosan baru bahwa pertanian multi-fungsi, artinya dari pertanian bisa sebagai pemasok utama sandang, pangan dan papan bagi seluruh makhluk hidup di dunia. Juga sebagai konservasi alam berkelanjutan, wisata agro, penghasil bio-farmaka dan bio-energi.

Untuk itu, KP4 (Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian/University Farm) UGM Yogyakarta mengembangkan Integrated Farming based Agribussiness System for Sustainable Life and Environment (sistem agribisnis berbasis pertanian terpadu untuk kehidupan dan lingkungan hidup berkelanjutan) yang diharapkan menjadi salah satu alternatif pengelolaan lahan, memakmurkan petani dan pengejawantahan RPPK (Revitaliasi Pertanian, Perikanan and Kehutanan) yang dicanangkan Presiden SBY Juni 2005 lalu.

Disini KP4 UGM seluas 35 hektar didirikan pertama kali tahun 1975 dengan bantuan dari Rockefeller Foundation, USA. Saat ini, proses serta sarana prasarana untuk pembelajaran tentang kehidupan dan lingkungan hidup yang lebih baik, dapat dilakukan langsung di University Farm ini. Para mahasiswa, dosen, pelajar, peneliti, wisatawan dari luar negeri (Jepang, Nambia, Korea dsb) maupun dalam negeri (PT, SMA, SMP, SD, TK, pebisnis, pemda, masyarakat awam dsb) juga pernah melihat langsung dan sangat terkesan dengan konsep EfSD (Eduaction for Sustainable Development, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan) yang dikembangkan.

Di sisi lain, terjadi perubahan paradigma baru dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Dari yang tadinya hanya meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdiri sendiri-sendiri akan disinergiskan menjadi research based learning and servives (pendidikan dan pengabdian berbasis penelitian) Kurikulum berbasis kompetensi yang dikembangkan UGM mengharuskan pada mahasiswa agar dapat mengerti (Learn to know), mengerjakan sendiri (Learn to do), menjadi aktor (Learn to be) dan bekerja bersama (Learn to work together), sehingga lulusannya mempunyai kompetensi (competence), komitmen (committment), keberpihakan (compassion), dan nurani (conscience) terhadap masyarakat awam.

KP4 sebagai university farm UGM yang mempunyai visi sebagai universitas riset akan diberdayakan sepenuhnya sebagai wahana untuk tranfer pengetahuan (Transfer of knowledge), ketrampilan (Transfer of skills) dan nilai-nilai luhur (Transfer of values) di bidang pertanian terpadu dengan praktek langsung di lapangan.

Cahyono Agus menerapkan sistem manejemen modern di KP4 UGM dengan memberdayakan 6M (man, money, material, method, machine, management), yang SERBA TEPAT (tepat orang, tepat waktu, tepat cara, tepat tempat, tepat sasaran, tepat bentuk, tepat tujuan), melalui KERJA optimal (kerja keras, kerja cerdas, kerja sama, kerja benar, kerja iklas) dengan cara 4K (komunikatif, koordinatif, konsolidatif dan konstruktif) yang KNPI (kreatif, normatif, produktif dan inovatif) perlu terus diupayakan, MULAI MO-LIMO (mulai dari sekarang, mulai diri sendiri, mulai dari yang sederhana, mulai dari tempat kita dan mulai dengan yang ada) agar revitalisasi pertanian dan lingkungan benar-benar menjadikan adanya kenyamanan hidup yang berkelanjutan bagi petani dan seluruh kehidupan di bumi ini.

Dr. Ir. Cahyono Agus DK, M.Sc selaku direktur membawahi 38 karyawan/staff tetap, sejak tahun 2008 mempunyai peran sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan dari KP4 maupun UGM. Sejak beliau menjabat sebagai kepala KP4, telah berhasil mengembangkan:
1. Program Pengembangan “Program bantuan rumah sementara bagi korban gempa Bantul” sumber dana UNDP (United nation Development Program) dan Bappenas RI jumlah dana Rp. 250.000.000,00 (Dua ratus lima puluh juta rupiah) tahun 2008. Telah berhasil memfasilitasi 125 rumah tinggal sementara yang materialnya dapat digunakan untuk membangun rumah permanen. Pemberdayaan masyarakat dilakukan bersama mahasiswa KKN Internasional dari UGM dan Korea Selatan.
2. Program Pengembangan Bidang Ilmu UGM “Peningkatan Kapasitas KP4 UGM” sumber dana APBN-P Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Depdiknas jumlah dana Rp. 2.667.920.000,00 (Dua milyar enam ratus enam puluh tujuh juta sembilan ratus dua puluh ribu rupiah) tahun 2008. Telah berhasil mengembangkan sistem informasi dan data base tanah, lahan dan iklim, Peningkatan pelayanan pendidikan dan penelitian, Peningkatan keamanan proses dan materi penelitian maupun unit usaha, Pengembangan agribisnis berbasis Integrated Farming , dan Peningkatan mobilitas dan sarana transportasi.
3. Program livelihood AIP (Australian Indonesia Partnership) “ Pemberdayaan industri rumah tangga kecil dan kerajinan sebagai upaya pemulihan sumber kehidupan korban gempa di Desa Trimulyo, Jetis, Bantul” sumber dana AIP (Australian Indonesia Partnership) jumlah dana Rp. 928.000.000,00 (Sembilan ratus dua puluh delapan juta rupiah) Juli 2008. Telah Memulihkan dan perbaikan sumber kehidupan masyarakat pasca gempa di Kalurahan Trimulyo,Jetis, Bantul melalui pengembangan industri kecil rumah tangga agar terdapat peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyrakat berkelanjutan serta penurunan tingkat kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan bersama mahasiswa KKN Internasional dari UGM dan Korea Selatan, secara berkelanjutan selama 3 periode KKN.
4. Program I_MHERE (Indonesian Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency) component B2c sumber dana World Bank dan Kemendiknas dengan dana US$ 3.000.000 (setara dengan Rp. 30.000.000.000, tiga puluh milyar) ditambah dana pendamping sekitar Rp. 5.000.000.000 (lima milyar). Program yang berlangsung tahun 2009-2012 ini dimaksudkan untuk membentuk pusat-pusat unggulan di bidang EfSD (Education for Sustainable Development, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan) yang juga melibatkan Fakutas Biologi, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Farmasi UGM.
5. PSF (Presidensial Scholarship Fund) UGM dengan sumber dana dari Ditjen Dikti untuk memberikan beasiswa bagi 39 kandidat doktor dari 4 pusat unggulan di lingkungan UGM. Program ini selanjutnya diintegrasikan dengan program beasiswa lainnya di lingkungan Ditjen Dikti.

Penelitian Unggulan Layak Publikasi, Layak Paten dan Layak Bisnis di KP4 UGM.

Dibawah Koordinasi oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Yogyakarta dengan dana dari DIPA, berhasil membuat program 10 GAMA. Program penelitian dan pengembangan unggulan pertanian dan peternakan ini telah dipublikasikan di media ilmiah nasional maupun internasional.

Beberapa penelitian juga sedang didaftarkan paten, PVT (perlindungan varitas Tanaman). Rintisan kerjasama dengan KPWN Kemenhut, Kementrian Pertanian, Kementrian ESDM, Kementrian Koperasi, Kementrian Daerah Tertinggal¸ telah dilakukan KP4 untuk melakukan kerjasama pemanfaatan hasil penelitian bagi program kemakmuran masyarakat secara profesional. Program itu diantaranya adalah :
1. GAMA ANGGREK: Perakitan dan Perbanyakan Klonal Kultivar Unggul GAMA Anggrek Phalaenopsis-Vanda-Dencrobium. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kultivar baru Gama Anggrek hasil persilangan anggrek lokal. Hasilnya diperoleh kultivar baru “GAMA ANGGREK” yang unggul, sering berbunga, tahan lama, unik, indah, tidak mudah layu dan bernilai jual tinggi.
2. GAMA BIOGAS: Pemurnian biogas metana dengan teknik absorbsi untuk pengemasan dalam tabung bertekanan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian untuk menghasilkan biogas murni yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, untuk memasak dan penerangan maupun menggerakan kendaraan bermotor. Hasilnya berupa produk “GAMA BIOGAS” dengan kemurnian tinggi yang praktis, ekonomis, dan marketable. Inovasi ini sangat ramah lingkungan karena mengubah metana yang merupakan emiter karbon berbahaya menjadi sumber energi alternatif terbarukan yang mampu mengurangi pemanasan global.
3. GAMA KARBON: Peningkatan serapan karbon dalam pola tanam tadah hujan pengukuran tingkat emisi-siklus karbon baseline dan benchmark. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan baseline dalam penghitungan emisi gas rumah kaca (CO2) yang berkontribusi besar dalam Global Warming pada sektor pertanian, melalui (i) Teknik pengukuran emisi (CO2), (ii) Informasi mengenai perilaku emisi gas rumah kaca, beserta faktor pengendali lingkungan, dan fisiologi, (iii) Menjadi baseline untuk kegiatan pengamatan tingakat emisi CO2 lebih lanjut, (iv) Inisiasi dalam pemodelan mengenai kemampuan serapan karbon dari beberapa tipe pola tanam tadah hujan. Hasilnya berupa Model emisi “GAMA KARBON” pada sektor pertanian terpadu.
4. GAMA TANI TERPADU: Pengelolaan hara terpadu dalam pertanian terpadu yang berkelanjutan, bertujuan : Pengelolaan hara terpadu menggunakan bahan organik untuk meningkatkan kualitas lahan dan produktivitas lahan serta mensinergiskan pertumbuhan tanaman dalam sistem pertanian terpadu. Hasilnya berupa Pengembangan “GAMA TANI TERPADU” sebagai model Agribisnis berbasis pertanian terpadu untuk kehidupan dan lingkungan hidup yang lebih baik.
5. GAMA SOYA: Optimalisasi diversifikasi produk olahan kedelai hitam lokal sebagai makanan dan pengembangan daging sintetis dan tahu sehat. Tujuan penelitian adalah melakukan perubahan orientasi dan postioning kedelai hitam dari bahan baku olahan pangan biasa menjadi produk olahan pangan kesehatan yang berupa pengembangan Daging Sintetis dan Tahu Sehat yang kaya serat, antosianin, dan isoflavon. Hasilnya berupa pengembangan teknologi pengolahan pasca panen kedelai hitam “GAMA SOYA” menjadi “Daging Sintetis” dan “Tahu Sehat” yang Kaya serat, antosianin, dan isoflavon.
6. GAMA MELON: Pengembangan Melon Varietas Baru “Gama Melon”. Tujuan penelitian adalah: (i) Mengetahui keseragaman dan kestabilan karakter fenotip buah dan benih “Melodi Gama-Basket” sebagai melon unggul yang tahan terhadap penyakit (virus dan jamur tepung), ii) Memperoleh benih melon unggul tahan penyakit serta mempunyai karakter fenotip buah yang unik, seragam, dan stabil sebagai benih melon komersial. Hasilnya: Pengembangan varian melon baru “GAMA MELON” yang unggul, manis, marketable, sehat, dan tahan hama penyakit, tanpa insektisida
7. GAMA AYAM: Peningkatan performance ayam lokal melalui perakitan sumber genetik. Tujuan penelitian adalah mendapatkan karakter fenotip (F1) yaitu warna bulu dan berat badan serta area dan jumlah miofiber otot Pectoralis thoracicus ayam (F1) persilangan antara ayam pelung dengan ayam Parent Stock Broiler Strain Coob-500 sebagai alat identifikasi potensi ayam lokal tipe daging. Hasilnya: Pengembangan “GAMA AYAM” hasil persilangan ayam pelung dan broiler, yang mempunyai daging baik dan pertumbuhan cepat
8. GAMA JAGUNG: Pengembangan Varietas Jagung Unggul “Gama Jagung”. Tujuannya adalah mengembangkan potensi varietas jagung lokal Madura dengan pemuliaan sehingga menghasilkan jagung yang mengandung gen penyandi ketahanan terhadap virus dan kandungan protein tinggi. Hasilnya: Pengembangan varietas baru “Gama Jagung” hasil persilangan jagung lokal Madura yang unggul, mempunyai umur pendek, tinggi dan ukuran sedang
9. GAMA PADI: Pengembangan Teknologi Budidaya Padi Hemat air, Perakitan Kultivar Padi Tahan Kering. Tujuannya mengembangkan teknologi budidaya padi hemat air dengan merakit kultivar padi tahan kering dengan pendekatan koleksi, penyaringan dan percobaan. Hasilnya: Pengembangan kultivar baru “Gama Padi” yang unggul, tahan kering, produksi tinggi, dan marketable
10. GAMA SAPI BALI: Peningkatan mutu genetis sapi bali sebagai ternak potong dan plasma nutfah nasional dengan penerapan bioteknologi pakan dan reproduksi. Tujuannya meningkatkan mutu genetis sapi bali sebagai plasma nutfah nasional maupun sebagai sapi potong dilakukan dengan perbaikan pakan, serta penerapan bioteknologi reproduksi. Hasilnya: Pengembangan mutu genetik sapi lokal “Gama Sapi Bali” yang unggul, pertumbuhan cepat

Visi dan misi KP4 UGM
Visi
Menjadi unsur penunjang universitas terbaik di Asia Tenggara di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan pertanian, makluk hidup maupun lingkungan
Misi
Peran aktif dalam upaya mewujudkan pengelolaan pertanian Indonesia secara berkelanjutan dalam hal produktivitas, diversitas biologi dan kualitas lingkungan maupun kehidupan

Fasilitas di KP4 UGM
 Lahan seluas 35 ha, Rumah kaca 4 unit, Laboratorium dan Lantai jemur, Perumaham dan Guest house 5 unit, Traktor besar 2 unit dan Traktor tangan 5 unit, Alat Prosesing hasil Pertanian, Kendaraan 5 unit, Mushola, Camping Ground, Sarana outbond dan sebagainya
Pengembangan yang dilakukan KP4 UGM
 Laboratorium Daur Ulang Sampah (LDUS). LDUS yang dikembangkan oleh KP4 UGM merupakan bentuk pengembangan fasilitas dan pemanfaatan berbasisi EfSD (Education for Sustainable Development). Daur ulang sampah adalah proses untuk menjadikan suatu bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang tidak dimanfaatkan yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas methane. Pengelolaan sampah organik (daun) untuk dijadikan pupuk organik melalui proses pengomposan. Untuk sementara cakupan pengelolaan sampah meliputi lingkungan UGM serta lingkungan sekitar
 Outbond. Outbond yang dikembangkan oleh KP4 UGM merupakan kegiatan outbond berbasis EfSD (Education for Sustainable Development) yang mana tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif. Konsep outbond berbasis EfSD ini yang nantinya dikembangkan sebagai center of excellent EfSD tingkat Nasional di KP4 UGM sehingga menunjang adanya program eco-edu-tourism KP4 UGM

Fasilitas outbond yang dimiliki oleh KP4 UGM meliputi:
 Lahan camping ground (± 2 Ha) yang dilengkapi dengan fasilitas MCK (kamar mandi), paket outbond flyingfox bagi anak-anak dan dewasa, showroom (masih dalam pengembangan).
 Guest house (3 unit)
 IM-HERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency), merupakan kegiatan pengembangan di KP4 UGM yang didanai oleh Word Bank yang diperoleh melalui competitive proposal. KP4 UGM memperoleh 2 (dua) kali periode IM-HERE yaitu:
1. IM-HERE b.2b, pengembangan image building dan pengembangan networking KP4 UGM
2. IM-HERE b.2c, melalui kegiatan ini KP4 UGM bekerjasama dengan Fakultas Biologi, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Farmasi

Bidang peternakan yang ada di KP4 saat ini mempunyai sapi peranakan Ongole (PO) sebanyak 46 ekor (32 ekor jantan dan 14 ekor betina), pedet PO betina 5 ekor, Sapi perah betina 8 ekor dan pedet perah 1 ekor. Sedangkan Kambing yang dimiliki ada 30 ekor jenis Bligon (4 jantan dan 26 betina), kambing peranakan Etawa (PE) betina ada 10 ekor. Pengembangan bidang peternakan tidak hanya budidaya ternak namun dikembangkan teknologi peningkatan nutrisi pakan yaitu burger pakan sapi dan ikan. Feses sapi yang mana merupakan penghasil methane terbanyak dimanfaatkan sebagai energi biogas yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun listrik. Selain feses, urine sapi juga dimanfaatkan sebagai pupuk cair (Liquid Bio Fertilizer) yang dapat menggantikan sebagian pupuk kimia. Teknologi ini dikembangkan guna memperpanjang rantai biologi sehingga diharapkan tidak ada sesuatu yang menjadi sampah atau tidak dimanfaatkan.
Biodata
I. Pribadi
1. Nama Lengkap : Dr. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc
2. Nama Panggilan : Cahyono
3. Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 10 Maret 1965,
4. Pendidikan Terakhir : Program Doktor
5. Tokoh Favorit :
6. Prinsip /Motto Hidup :
 amal yang tidak putus meskipun kita sudah meninggal adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh/ah”
• 6 Kerja (Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Cepat, Kerja Sama, Kerja Benar),
• Serba Tepat (Tepat Cara, Tepat Bentuk, Tepat Situasi, Tepat Kondisi, Tepat Sasaran, Tepat Tujuan, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Orang,)
• KNPI (Kreatif, Normatif, Profesional, Inovatif),
• K3 (Komunikasi, Koordinasi, Konsolidasi),
• Mulai Mo limo (mulai dari diri sendiri, mulai dengan yang ada, mulai dari sekarang, mulai dari tempat ini, mulai dengan cara yang sederhana),
• Pemberdayaan 6M (man, money, material, method, machine, management)

7. Tempat Liburan : Wisata alam

Motto dalam membina Keluarga :
Setiap anak mempunyai bakat dan keunggulan sendiri-sendiri, biarkan berkembang sesuai dengan hati nurani, kita tinggal memfasilitasi dan mendukung agar cita cita anak bias diraih secara optimal

II. Perusahaan/ lembaga
1. Perusahaan / Lembaga yang dimiliki saat ini :
a. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Sebagai Dosen
b. Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM
Sebagai Kepala
c. Kost Putri Amanah Jl Golo, sebagai pemilik
d. Pondok Makan “Sambal NGASEM” sebagai pemilik
2. Tanggal & tahun pendirian : 2001
4. Jumlah Staff ( karyawan ) : 44 Orang.
5. Penghargaan yang pernah diterima
a Wisudawan terbaik Fakultas Pertanian UGM 1989
b. Dosen DPL terbaik di UGM Tahun 2008
c. Kontes Thesis seluruh Jepang Tahun 2003
6 Kerjasama khusus yang pernah dilakukan
a. United Nation Development Program
b. Australia-Indonesia Partnership
c. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional
d. KPWN Kementrian Kehutanan
e. Kementrian Kehutanan

 

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.