H. Dudit L. Sugiharto, S. Sos., MM

H. Dudit L. Sugiharto, S. Sos., MM
Ketua Yayasan Bhakti Tunas Husada

“Menjadi STIKes Unggulan di Jawa Barat”

Dari sekian banyak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) di Jawa Barat, prestasi yang ditorehkan STIKes Bhakti Tunas Husada Tasikmalaya patut mendapat acungan jempol. Berdiri sejak april 2004, STIKes Bhakti Tunas Husada merupakan gabungan dari Akademik Perawat (Akper) dan Akademik Analis Kesehatan (AAK) di bawah naungan Yayasan Bhakti Tunas Husada. Dalam tempo lima tahun, tercatat berbagai prestasi dari sekolah tinggi yang digagas oleh H. Iyus Ruswadi tersebut.

“Alhamdulilah, tahun 2009 sesuai dengan visi kami “Menjadi STIKes Unggulan di Jawa Barat”, kami menjadi lembaga pendidikan yang pertama di Indonesia yang mendapat lisensi dari BNSP. Dimana STIKes Bhakti Tunas Husada menjadi LSP dan tempat uji kompetensi untuk Bidang Administrasi pekerjaan Analis dan Keperawatan se-Indonesia. Tahun 2010, kami memperoleh penghargaan sebagai peraih pengelola administrasi keuangan terbaik, administrasi akademik terbaik dan perpustakaan ketiga terbaik, semuanya pada tingkat provinsi Jawa Barat, “ kata H. Dudit L. Sugiharto, S.Sos., MM, Ketua Yayasan Bhakti Tunas Husada.

Selain itu, sejak tahun 2008 STIKes Bhakti Tunas Husada telah menggunakan multimedia dalam sistem pembelajaran. Dan setiap sudut kampus, mahasiswa bebas mengakses internet karena tersedia hotspot di lingkkungan kampus. Untuk mempermudah dosen dalam menjalankan aktivitas mengajar, pihak kampus menyediakan notebook yang dapat dibayar kredit tanpa bungan. Semua itu dimaksudkan agar dosen dapat memberikan pelayanan terbaik serta terjalin komunikasi yang intensif antara dosen dan mahasiswa.

Bagi mahasiswa yang berprestasi, STIKes menyiapkan sederet kemudahan dan fasilitas pendukung bagi aktivitas mereka. Mahasiswa dengan IPK 3,5 ke atas mendapatkan beasiswa dari Yayasan. Sementara bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi baik di tingkat nasional maupun regional, selain mendapat beasiswa aktif organisasi juga memperoleh mobil sebagai fasilitas operasional. “Ini untuk amanah dan efisiensi bagi mereka juga, Karena bagi STIKes mahasiswa bukan objek, tetapi subjek,” imbuhnya.

Dudit mengisahkan, sebelum sebesar sekarang, STIKes Bhakti Tunas Husada berawal ketika H. Iyus Ruswadi (Alm), sebagai kepala SPK ingin mendirikan mesjid. Namun, karena tidak memiliki dana ia terpaksa mencari bantuan ke berbagai pihak. Persyaratan untuk mendapatkan bantuan, ia harus membentuk yayasan sehingga berdirilah Yayasan Bhakti Tunas Husada pada November 1988. Setelah mesjid berdiri, barulah terpikir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sejak itulah, lanjutnya, disusun AD/ART yayasan pada tanggal 5 Desember 1988 dengan susunan pengurus sebagai berikut : Ketua H. Iyus Ruswadi, H. Mulyana Sekretaris, Arifin Bendahara, dengan anggota dr. Sadeli bersama tujuh orang lainnya. Namun berbagai konflik kepentingan menghiasi perjalanan yayasan sehingga meskipun bangunan pusat pelayanan sudah berdiri tetapi tidak bisa beroperasi. Akhirnya, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Akademik Keperawatan (Akper) berdasarkan SK Mendiknas Tahun 1993.

Tahun 1996, kisahnya, yayasan menambah satu lembaga lagi yakni Akademik Analis Kesehatan (AAK). Disusul kemudian pada tahun 1998 berdiri DUKM sampai tahun 2010 dibubarkan, kemudian Balai Pengobatan (BP) BTH didirikan. Tahun 2003, yayasan mendirikan Panti Asuhan Amanah Bhakti Tunas Husada, karena H. Iyus Ruswadi yatim sejak kelas tiga SD. Perasaan perih yang dirasakannya akibat hidup kekurangan karena yatim, membuat H. Iyus Ruswadi sangat ingin melihat anak-anak bangsa bisa menjadi orang dan berkiprah bagi bangsa, agama dan negara.

“Saya bergabung di sini sejak tahun 1996 dan digembleng langsung oleh beliau. Setelah beliau meninggal pada 15 Februari 2006 saya diangkat sebagai caretaker  ketua yayasan pada 18 Februari 2006, April 2006  secara resmi diangkat sebagai ketua yayasan. Semenjak menjabat, saya kemudian membenahi yayasan yang saat itu masih menggunakan kapasitas kepemimpinan beliau yang mapan dan berwibawa. Sementara saya sebagai pengganti pada usia 36 tahun, mengembangkan konsep yang berbeda dengan latar belakang saya sebagai sarjana marketing dari S1 sampai S2,” ujarnya.

Berdoa Lebih Keras

Dalam mengelola yayasan, H. Dudit L. Sugiharto, S.Sos., MM., banyak terinspirasi dari H. Iyus Ruswadi. Bagaimana menjalankan roda organisasi dengan amanah adalah salah satunya. Terus menerus melakukan perbaikan disegala bidang merupakan salah satu terobosan berlian yang dilakukan pria kelahiran Tasikmalaya, 22 Februari 1970 ini. Mulai bidang akademik, peraturan kepegawaian, statuta pendidikan serta fasilitas lainnya mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman.
“Semua itu merupakan sebuah prestasi bersama dan bukan hasil kerja saya saja. Yang jelas, keyakinan saya berawal dari konsep Do The Best For Allah, dengan 7 nilai ilahiyah yaitu jujur, tanggung jawab, kerjasama, visioner, disiplin, adil dan peduli. Itu kami terapkan, karena semua orang tahu masalah tidak akan pernah hilang selama kita hidup. Seperti yang dikatakan Kang Erbe Sentanu pencetus Quantum Ikhlas, yang paling penting dilakukan manusia bukan bekerja keras tetapi berdoa lebih keras,”tandasnya.

Tidak heran, dengan keyakinan tersebut, ia tidak pernah lepas shalat Tahajud dan Duha setiap hari. Dampak yang dirasakannya adalah dalam menghadapi berbagai kesulitan Allah selalu memberikan jalan keluar yang terbaik.

“Ini belum sempurna, masih banyak kekurangan karena saya juga belum apa-apa. Tetapi yang jelas, dengan komitmen yang kami sepakati bersama menjadi tanggung jawab kita meskipun masih banyak kekurangan,” tambahnya. “Saya tidak bisa sembarangan memilih orang karena harus amanah. Tetapi Alhamdulilah, di sini semua transparan. Penggunaan uang dapat terpantau dengan jelas,” imbuhnya.

Terkait banyaknya sekolah tinggi sejenis, Dudit menyikapinya sebagai mitra sejajar. Ia pun menganggap persaingan merupakan hal yang wajar asalkan persaingan disikapi dengan sehat. Pada prinsipnya, ketika mahasiswa merasa puas saat menempuh pendidikan di STIKes BTH akan membawa nama baik kampusnya dimata masyarakat. Begitu juga sebaliknya, kesan buruk akan dikeluarkan ketika mahasiswa tidak puas terhadap kampus dimana dia menempuh pendidikan.

Menyikapi kondisi tersebut, Dudit menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Selain menetapkan disiplin tinggi, fasilitas multimedia bagi dosen dan mahasiswa. Dibimbing oleh 32 dosen lulusan S1, S2 dan S3, membuat mahasiswa tingkat akhir sebelum prosesi wisuda direkrut perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

“Selain beasiswa yang jumlahnya bisa dua kali lipat dari mahasiswa di perguruan tinggi lain. Kepada dosen berprestasi pun diberikan reward atas prestasinya. Ada tunjangan gaji serta peraih dosen terbaik atau pegawai terbaik memiliki kesempatan untuk umrah dan haji atas biaya yayasan. Pendidik itu pertanggungjawabannya langsung kepada Allah sehingga wajar bagi mereka menerima penghargaan seperti itu,” katanya.

Dudit juga membuat berbagai terobosan terkait sistematika perkuliahan. Salah satunya adalah membuat kartu mahasiswa sebagai ATM, kartu registrasi, kode akses, kartu absensi, parkir dan lain-lain, bekerja sama dengan sebuah bank nasional. Semua itu dilakukan untuk mempermudah mahasiswa dalam menjalankan aktivitas di kampus STIKes BTH Tasikmalaya. Dengan jumlah mahasiswa 722 orang saat ini, kualitas alumnus sangat diutamakan sehingga banyak diantara mereka yang diterima bekerja di luar negeri seperti Kuwait, Jepang, Arab Saudi dan lain-lain.

“Masyarakat juga mengakui kredibelitas STIKes BTH Tasikmalaya, mahasiswa baru yang daftar ke  kita yang tidak lulus, kita rekomendasikan ke perguruan tinggi lain yang sejenis. Begitu juga dengan anak-anak panti asuhan yang tadinya kucel dan dekil, sekarang menjadi bersih, rajin dan layak untuk bersekolah,” kata suami dari Dewiyani  Dahlia, YRS. ST MT ini.

Sekilas STIKes BTH Tasikmalaya

Sejarah
Tanggal 27 April 2004 keluar SK Mendiknas RI No. 60/D/O/2004 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes BTH) dengan tiga Program Studi : DIII Keperawatan, DIII Analis Kesehatan dan S1 Farmasi. Dengan demikian, Akper BTH dan AAK berubah status menjadi program studi di STIKes BTH, ditambah satu program studi yang baru yaitu S1 Farmasi.

Visi
Visi STIKes BTH Tasikmalaya adalah Menjadi STIKes Unggulan di Jawa Barat.

Misi
Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Tujuan
Mewujudkan tata kelola institusi yang otonom, transparan dan akuntabel.
Menghasilkan lulusan yang berkompeten, berahlak mulia, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki keunggulan.
Memperluas keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan.

Filsafat dan Nilai
Filsafat STIKes BTH Tasikmalaya berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 serta seiring Visi Yayasan yaitu “Mensyukuri nikmat Allah dengan mewujudkan suatu entaitas yang bermanfaat sebagai perwujudan ibadah”. Nilai yang dianut STIKes BTH adalah Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli.
Identitas
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Tunas Husada Tasikmalaya berdiri berdasarkan SK Mendiknas No. 60/D/O/2004 tanggal 27 April 2004 yang berlokasi di Jalan Cilolohan No. 36 Tasikmalaya 46115, Tlp. (0265)334740, Fax (0265)327225.

Program Studi

DIII Keperawatan
Terakreditasi BAN PT No. 017/BAN-PT/Ak- VI/DpHII/XII/2005
Pada Program Studi ini, mahasiswa diarahkan agar memiliki kemampuan dibidang pelayanan asuhan keperawatan serta mampu melakukan segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia. Selain itu mahasiswa diajarkan pula tentang keperawatan medikal bedah, jiwa, anak, komunitas, maternitas dan berbagai ilmu pendukung lainnya. Pola pengajaran dilakukan dengan teori dan praktek di kelas, laboratorium, bahkan diberbagai rumah sakit serta puskesmas secara langsung.

DIII Analis Kesehatan
Terakreditasi BAN PT No. 016/BAN-PT/Ak-VI/DpHII/XII/2006
Mahasiswa Program Studi ini diarahkan untuk menjadi seorang analis kesehatan di laboratorium atau tempat lainnya. Keahliannya yang akan dimiliki di antaranya mampu melakukan pemeriksaan klinis atau kimia sebagai penunjang diagnosa dokter, atau sebagai tenaga ahli di laboratorium perusahaan penghasil produk farmasi, kosmetik atau makanan. Pengetahuan dasar yang diajarkan meliputi ilmu kimia, biologi serta berbagai ilmu pendukung lainnya. Pola pengajaran meliputi kegiatan teori, praktek di laboratorium atau berupa kunjungan ke berbagai industri.

S1 Farmasi
Terakreditasi BAN PT No. 010/BAN-PT/Ak-VI/S1/2007
Lulusan Program Studi ini diarahkan untuk menciptakan sarjana yang professional dibidang farmasi . Bidang keilmuan farmasi ini terdiri atas 5 bagian yaitu Kimia Farmasi, Teknologi Formulasi, Bahan Alam Farmasi, Farmakologi dan Ilmu Dasar /Ilmu Tambahan. Tiap-tiap bagian merupakan ilmu yang berhubungan atau kelompok keilmuan dan terapan dibidang farmasi. Bagian-bagian ini meliputi teori, praktek dan penelitian. Lulusan Program Studi ini dapat melanjutkan pendidikan berikutnya untuk menjadi apoteker atau melanjutkan jenjang S2 Farmasi.

Sarana dan Prasarana

STIKes BTH Tasikmalaya berdiri di atas tanah seluas 20727 m², dilengkapi dengan laboratorium praktek yang memadai, perpustakaan, free internet, mushola dan sarana lainnya untuk kegiatan kemahasiswaan, olah raga, kesenian dan koperasi. Khusus bagi mahasiswa keperawatan tersedia asrama yang terletak di lingkungan kampus, selain itu tersedia pula tempat parkir yang luas, menjadikan STIKes BTH menjadi tempat belajar yang representative.

Seluruh ruang kelas yang ada telah dilengkapi dengan LCD Projector, yang akan memudahkan para pengajar dan mahasiswa untuk melakukan proses belajar secara interaktif dan efisien.

Sistem Informasi kemahasiswaan tersedia pada On Line Information Booth (MISTer IT) yang dapat dimanfaatkan setiap saat oleh mahasiswa untuk melakukan pengecekan progress belajar, nilai, jadwal dan informasi penting lainnya. Keunggulan
Perpustakaan yang dimiliki STIKes BTH Tasikmaya dilengkapi dengan ribuan buku elektronik (e-book) dan ratusan buku contoh lainnya yang dapat dijadikan referensi. Berbagai jurnal baik dari dalam dan luar negeri tersedia cukup, juga dapat diakses  gratis melalui koneksi internet yang tersedia secara gratis pula.
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes BTH Tasikmalaya telah bekerja sama dengan berbagai pihak, menyelenggarakan berbagai kegiatan sepeti bakti sosial, pengobatan gratis, penyembelihan hewan qurban dan lainnya.

STIKes BTH Tasaikmalaya memberikan pembebasan biaya semester bagi mahasiswa yang berprestasi untuk masing-masing angkatan dan program studi. Selain itu pemberian beasiswa dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta berbagai institusi swasta lainnya juga menjadi agenda rutin STIKes BTH Tasikmalaya.

Lulusan STIKes BTH Tasikmalaya telah bekerja di berbagai instansi baik pemerintah (75% lulusan telah diangkat PNS) maupun swasta seperti RSP Pertamina, RS Pondok Indah serta berbagai laboratorium terkemuka serta perusahaan-perusahaan farmasi berskala besar.

Bagi mahasiswa analis dan keperawatan, sebelum lulus akan mengikuti Uji Kompetensi Laboratorium Dasar yang diselenggarakan oleh LSP BTH yang telah bersertifikat BNSP. Untuk pelaksanaannya, STIKes BTH Tasikmalaya telah memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) bagi profesi Analis Kesehatan dan Keperawatan.

Rencana Strategis STIKes BTH Tasikmalaya Tahun 2011 – 2015

Dalam 6 (enam) tahun perjalanannya STIKes BTH Tasikmalaya telah berupaya melejitkan potensi dirinya dalam rangka mencapai visinya sebagai “STIKes Unggulan di Jawa Barat”. Program pengembangan STIKes BTH telah dirancang melalui Perencanaan Strategi (Renstra) secara periodik yang disusun setiap 5 tahun. Renstra terakhir yang berlaku untuk periode 2006-2010 telah dilaksanakan dan dievaluasi.

Untuk kesinambungan program maka telah disusun Renstra periode berikutnya tahun 2011-2015 yang berorientasi pada pengalaman masa lalu, keadaan saat ini dan prospek ke depan. Sejalan dengan Visi maka Misi STIKes BTH adalah “Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing”, sedangkan tujuan STIKes BTH adalah :
Mewujudkan tata kelola institusi yang otonom, transparan dan akuntabel.
Menghasilkan lulusan yang berkompeten, berahlak mulia, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki keunggulan.
Memperluas keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan.
Penyusunan Renstra 2011 – 2015 dilakukan secara kooperatif, koordinatif dan sistematik melalui analisa SWOT untuk menganalisa lingkungan internal berupa fakto-faktor yang menjadi kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) yang dimiliki STIKes BTH, serta lingkungan eksternal berupa factor-faktor yang menjadi peluang (Opportunity) dan ancaman (Threath) yang dihadapi STIKes BTH.

Berdasarkan hasil analisa SWOT maka ditetapkan formulasi strategi yang digunakan atas unsur kekuatan dan peluang (S-O), strategi atas unsur kekuatan dan ancaman (S-T), strategi atas unsur kekuatan dan peluang (W-O), dan strategi atas unsur kelamahan dan ancaman (W-T). Selanjutnya ditentukan strategis yang dipilih untuk pengembangan STIKes BTH periode 2011-2015 adalah sebagai berikut :
Membangun dan mengoptimalkan sistem manajemen akademik, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Membangun sistem manajemen dan optimalisasi pengembangan SDM.
Membangun dan optimalisasi implementasi SPMI, PDPT dan LSP.
Membangun sistem manajemen keuangan yang handal.
Membangun sistem manajemen sarana dan prasarana.
Meningkatkan promosi dan pencitraan institusi.
Menggali sumber dana di luar mahasiswa.
Meningkatkan hard skill dan soft skill lulusan.
Membuka program studi baru.

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.