INDRA

Pak_Indra

PT Sukses Abadi Teknik

Segudang Profesi digeluti sebagai Pondasi

 

Indra, Siapa sangka lahir dari keluarga yang pas-pasan serta pernah menjadi tukang cuci piring menjelma menjadi nakhoda perusahaan besar importir. Dibesarkan tanpa kasih sayang orangtua, membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Sembari bersekolah, ia pun menafkahi dirinya beserta adiknya dengan cara kerja serabutan paruh waktu.

 

Sempat berulang kali hampir tidak lulus sekolah akibat terhambat biaya. Namun, berkat kegigihannya ia mampu menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Budi Mulia. Selepas lulus SMA, ia langsung terjun ke dunia sales, marketing sampai multilevel dari situlah ia mengaku mendapat banyak pembelajaran tentang leadership. Akibat terjun di dunia kerja dalam usia muda, ia banyak bertemu teman-teman yang jauh berpengalaman.

 

Dikisahkan Indra, pada tahun 2006 timah tengah menjadi bisnis yang digandrungi para pebisnis. Indra pun mengambil kesempatan itu bersama keempat temannya sepakat membuat perusahaan pertambangan. Dengan usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia mampu mengurusi semua perizinan pembuatan perusahaan. Hanya bertahan selama satu tahun, perusahaan yang baru saja dirintis pun akhirnya menemui ujungnya. Modal serta pengalaman yang kurang menjadi faktor utama.

 

Kembali lagi kerja serabutan bahkan sempat membuka toko handphone, namun keberuntungan belum berpihak padanya. Jatuh bangun soal biasa, belajar dan belajar menemukan solusi dari setiap masalah adalah kunci yang Indra percaya. Diterima sebagai karyawan di bank ternama tidak membuat Indra puas, pola pikir yang telah ia anut adalah sebagai pengusaha. “Walaupun ada gengsi dan gaji yang cukup kerja di bank, tapi tetap saja 10 tahun pun saya kerja disitu saya tidak akan pernah bisa membuka bank. Karena saya tidak punya tujuan itu,” begitu jelasnya.

 

Peran teman pun Indra akui sangat berpengaruh terlepas dekat atau tidak, jika Tuhan berkehendak maka selalu ada jalan. Hingga akhirnya Indra masuk ke perusahaan importir yang juga merupakan cikal bakal perusahaannya sekarang, karena menurutnya importir adalah usaha yang cocok dan berpotensi untuk dikembangkan. Bekerja dengan gaji yang lebih kecil dibandingkan pekerjaan sebelumnya, Indra berani mematok waktu apabila selama tiga bulan kinerjanya bagus maka perusahaan tersebutlah yang harus memberikan apresiasi lebih. Pada bulan kedua, tantangan datang ia tak tinggal diam langsung dihantam. Menjalani pameran berskala internasional sendirian tanpa pengarahan ia ambil, seperti yang telah dikatakan belajar dan belajar membuat Indra tak menganggap hal tersebut adalah masalah yang besar.

IMG_0276 IMG_0543

 

Sukses menghadapi tantangan, ia akhirnya diangkat menjadi Manager hingga menduduki jabatan Jendral Manager. “Jika ingin sukses harus all out, jika mau perang jangan setengah-setengah. Saya sudah terpasang mindset ownership, merasa seperti pemilik perusahaan. Bukan maksud mendahului owner, namun agar kinerja saya memuaskan,” ujarnya. Sebab ia merasa perlu membenahi beberapa bagian di perusahaan yang ia tempati. Setelah dirasa cukup untuk berkontribusi, Indra berniat untuk keluar dan mulai membangun usahanya sendiri.

 

Sejarah PT. Sukses Abadi Teknik

“Saya ingin besar, saya harus punya macan. Kalo gak saya mau berdiri di mana? Kaki saya ‘kan belum kuat,” pungkasnya. Sebelum keluar dari perusahaannya dulu, ia berkonsultasi dan menyerahkan proposal usaha yang akan dibangun kepada bos-nya. Dengan dukungan mantan atasannya tersebut, akhirnya mulailah merangkak dengan berbekal dana hasil dari perusahaan yang lama.

 

PT Sukses Abadi Teknik merupakan perusahaan importir barang mesin untuk mengolah dan produksi makanan. Lalu, mengapa memilih pasar mesin produksi makanan? Menurut pandangan Indra, pasar yang paling berkembang itu pada bidang makanan, obat dan logistik. Makanan itu mencakup paling besar seperti bahan baku, mesin produksi, hingga horeka (hotel, restoran, kafé) dan yang paling penting semua orang butuh makan.

 

Lalu, mengapa dinamai Sukses Abadi Teknik? Sukses sendiri Indra menjelaskan bahwa semua berasal dari nol besar dan juga hanya memiliki pengalaman sebagai karyawan, bukan siapa-siapa namun memiliki visi yang sama yaitu sukses. “Sukses, sukses, sukses seterusnya ya, jangan cuma hanya untuk saat ini saja, istilah sekarangnya itu abadi,” katanya menjabarkan. Terakhir, kata teknik diambil karena mengacu dengan produk yang dipasarkan.

 

Omset pada awal bulan hanya berkisar dua juta rupiah ditambah dengan dana yang ia punya hanya cukup unruk menutupi biaya operasional untuk dua bulan. Namun, Indra telah matang mempersiapkan kerangka usaha yang dirintisnya sehingga ia pun sudah tahu langkah-langkah yang harus diambil. Membuat tim sukses adalah salah satunya, Indra mengajak teman kuliahnya dulu yang bernama Wendi Wijaya. “Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa waktu itu ke dia, saya hanya menceritakan mimpi saya kedepannya. Saya salut, ia akhirnya mau berkontribusi tanpa digaji,” ungkapnya.

 

DSCN0195 IMG_2285

Karena kekurangan biaya maka karyawan masih diambil dari keluarga sendiri, Indra mengajak adik serta mertuanya untuk turut ambil bagian. Berawal hanya 4 karyawan hingga sekarang kurang lebih sekitar 20 orang. Omset mengalami peningkatan yang pesat, lokasi kantor pun berpindah bermula di tempat yang kecil sekarang telah berpindah ke tempat yang lebih besar. Cabang-cabang di seluruh Indonesia pun telah dicanangkan seperti Medan yang sudah berdiri dan akan menyusul Makassar, Bali, Surabaya. Cabang-cabang di pusat tersebut pun membantu pelayanan kepada pelanggan agar lebih cepat.

 

Dijelaskan Indra, visi dari PT Sukses Abadi Teknik adalah menjadi perusahaan perdagangan pengolahan makanan, pengemasan makanan, dan perlengkapan kelas dunia. Misinya sendiri target pada tahun 2022 telah dikenal di dunia Internasional, oleh karena itu menguatkan perdagangan di pasar Indonesia sendiri dahulu agar matang melangkah ke pasar yang lebih besar. “Semua yang besar dilakukan dari langkah kecil, tidak peduli dampak yang ditimbulkan apa yang saya tahu kerja, kerja dan kerja,” imbuhnya seraya melontarkan slogan Presiden Joko Widodo. Selain itu, misi yang lain adalah menyiapkan segala kebutuhan bagi orang yang ingin membuka usaha makanan seperti tempat, peralatan hingga outsourcing SDM. Semua masih ingin diperbaiki dan dikembangkan dari penjualan, pelayanan dan yang lainnya.

 

Baginya, SDM adalah masalah utama di setiap lini usaha karena yang diatur atau dibina itu bukan robot tapi manusia yang masih punya kepentingan sendiri. Maka itu, Indra menganggap karyawan adalah partner dan kepercayaan adalah kuncinya. “Kita ini satu kapal, mereka harus percaya saya sebagai nakhodanya. Jika tidak, kita tidak akan menjadi apa-apa,” tandasnya.

 

Disinggung masalah kompetitor, Indra mengatakan bahwa kompetitor itu teman karena sesungguhnya mereka juga sama-sama mencari nafkah dan berjuang. Sempat berpikir musuh karena ingin mengambil market place kompetitor lain, namun setelah diulik lebih dalam semua itu mempunyai pasar masing-masing yang tidak bisa dimasuki oleh kompetitor manapun. “Kalau perlu bikin asosiasi sesama kompetitor, sharing bareng walaupun berbeda pendapat. Tanpa kompetitor pun, kita tidak pernah menjadi apa-apa. Jika suatu usaha tidak memiliki kompetitor maka usaha tersebut jelek,” jelasnya.

 

Harapan kepada Pemerintah

Seharusnya pemerintah lebih ditegaskan aturan regulasi untuk pengusaha start up atau baru, karena dewasa ini menurutnya persaingan sudah seperti di hutan rimba. Aturan siapa yang paling kuatlah yang akan bertahan berlaku. “Ditentukan lah satu lini usaha itu harus punya margin atas dan bawah, ya, jadi semua sudah diatur,” ungkap ayah beranak dua ini. Selain itu ia menyanggah masalah pajak, menurutnya sebagai pengudaha ia taat pajak. Namun, setelah beredarnya berita akhir-akhir ini mengenai pengkorupsian hasil pajak tersebut membuat khawatir dan merasa percuma saja membayar atau tidak membayar.

 

Suami dari istri Agnes L. ini bercerita kendati sedari kecil tidak dibesarkan oleh orangtua akibat broken home, tetapi kedua orangtuanya tersebut selalu mendukung dan memberikan bantuan sekecil apapun. Baginya, anak tetap anak begitupun orangtua. Begitupula istrinya yang selalu hadir memberi dukungan, kini ia telah dikarunai dua buah hati bernama Kimberly Inez Mauresia (4) dan Kennard Ian Matthew (2).

 

Lalu, apa obsesi pribadi yang dimiliki saat ini? Indra berkisah sewaktu kecil untuknya pengusaha adalah suatu profesi yang bisa membagikan ilmu unruk orang banyak maka dari itu ia ingin menjadi pengusaha Internasional sehingga dapat berbagi ilmu. Ia mengaku senang telah mencapai apa yang menjadi harapannya selama ini, tetapi ia menyayangkan banyak orang maupun anak muda di luar sana yang bahkan tak tahu harapan maupun tujuan hidup mereka. Hanya melihat akhir yang sukses namun tidak dibarengi dengan pemikiran bahwa butuh usaha yang lebih untuk mendapatkannya. “Perjalanan masih jauh, masih banyak hal yang bisa dilakukan. Jangan menyerah,” ucap Indra menutup perbincangan.(mutiararizky)

Copyright © 2017 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.