Ir. Ari Prasodo

Ridho Istri dan Orang Tua

Kunci Suksesnya

 

irariprasodoHidup dalam keluarga yang serba pas-pasan, menjadikan semangatnya untuk maju. Apalagi harus hidup di tengah kawasan kumuh yang penuh orang-orang pinggiran. Pada kenyataannya Insinyur Ari Prasodo mampu mematahkan stigma negatif itu dengan keberhasilannya menjadi pemilik PT. Mer Engineering. Bapak dari dua putra Hatra wimana Mulyono dan Byoma Maheswara Mulyono, kini merasakan hasil kerja kerasnya. Ayahnya yang seorang pegawai sipil TNI di Rumah Sakit Soepraoen Sukun-Malang telah melecutnya untuk menjadi sosok orang yang berguna bagi agama, keluarga, dan bangsa. Memang sesuatu yang tak mudah untuk meraih prestasi membanggakan itu. Insinyur Ari Prasodo harus melewati berbagai aral rintangan. Namun nasihat dan lecutan ayah dan ibunya telah membakar hidupnya untuk keluar dari kesengsaraan. Bekal nasihat itulah yang menjadikan Ari berprestasi di sekolah. Ia selalu menjadi juara kelas, dan menjadi pimpinan upacara pada setiap upacara senin. “Ayah saya seorang pegaei tentara yang memiliki disiplin yang luar biasa, sedangkan ibu saya adalah ibu rumah tangga yang senantiasa memberikan kasih sayang penuh kepada anak-anaknya, “ungkap suami dari Enung Nuraeni ini.

Menurut Ari, hidup itu harus melewati pendidikan keras, jika ingin berhasil. Bukan hanya keras dalam menempa hidup kita, melainkan menambah ilmu pengetahuan dengan bersekolah. Karena itulah satu satunya jalan untuk merubah nasib. Kendati biaya pendidikan kerap juga menjadi kendala dan banyak anak-anak Indonesia yang putus sekolah.

Namun bukan suatu alasan juga, untuk tidak bersekolah. Terbukti, meski  akibat desakan ekonomi,  kami dari keluarga yang hidupnya serba kekurangan, mampu keluar dari  kesengsaraan. Orangtua saya sangat mendukung anak-anaknya untuk tetap bersekolah.  Kendati lingkungan kami sangat buruk. “Ya ada penjudi, pengemis, dan saya juga pernah berjudi dengan  bermain dadu, tapi ayah menginginkan sebuah perbedaan itu, “papar lulusan Teknik Fisika ITS Surabaya.

Cita-cita ayah menginginkan yang terbaik. “Sebenarnya kami  ini lebih dari laskar pelangi, “ujarnya.  Anak kedua dari lima bersaudara ini, mengatakan, bahwa keluarganya terdiri  dari tiga laki-laki dan dua perempuan. “Kedua adik   perempuan, semuanya  ikut saya, dan membantu kerja  saya, “ujarnya. Bagi Ari, pendidikan merupakan prioritas utama, saat zaman presiden Soeharto, pendidikan itu murah, dan   sangat prioritas. Suharto yang banyak dihujat, sebenarnya telah memberikan pondasi kepada orang yang tidak mampu, untuk mendapatkan kesempatan bersekolah.

“Saya juga mendapat beasiswa supersemar dari presiden Suharto. Sebab hanya pendidikan yang bisa merubah segalanya, terutama bagi orang yang kurang mampu. Jika  ada peluang di pendidikan, kenapa tidak kita bersungguh-sungguh untuk maju.

“ Dulu saya sekolah tanpa pakai sendal. Orangtua saya memberikan sepatu plastik berwarna hitam. Dan itu membuat saya begitu senang dan bangganya. Karena banyak teman sekelas sayatidak bersepatu. Ayah memang untuk urusan sekolah sangat komitmen, “ungkap Ari. Sepatu itu dipakainya setiap sekolah,  termasuk dalam  memimpin upacara bendera  setiap Senin.

Saya balas dan buktikan dengan rajin belajar hingga  selalu juara kelas. Namun begitu Ari mengaku tetap merasa minder. “Saya ini orangnya pendiam, dan tidak banyak macam-macam, apalagi untuk berpacaran, berkelahi atau membuat onar lainnya.

Untuk mengurangi  keminderan itu, saya berusaha untuk selalu menjadi yang  nomer satu.  Hal ini sesuasi dengan pesan ayah yang selalu memberikan semangat untuk bisa menjadi nomer satu. Dari semangat  tersebut, saya selau nomor saya baik di Sekolah Dasar, SMP maupun saat di  SMA.“Saya tidak pernah di sekolah tidak pernah juara kelas, itulah ayah saya yang melihat perubahan  hal itu dan itu bisa diwujudkan lewat ilmu.

Sebenarnya kasih sayang orangtua sangat berlebih.  Paling mengagumkan adalah ketegaran ibu saya dalam mengarungi hidup. “Dengan kondisi dan situasi seburuk apapun,  ibu saya tidak pernah menangis,  hingga saat ini. Dari situlah saya sangat percaya sekali bila seorang anak mendapatkan kasih sayang yang luar biasa,  maka itulah sebuah biji kesuksesan dan kebahagiaan hidup bagi seorang anak kelak, “ujarnya bangga.

 

TidakMengenalPacar

Banyak orang berpacaran pada saat sekolah, tapi tidak demikian dengan Ari. Ia  tidak mengenal namanya dunia pacaran, baik itu di  SD, SMP, maupun SMA, bahkan  bangku kuliah sekalipun. “Makanya dengan istri,  saya begitu mencintai dan membanggakan. Dia (istri),  cinta yang pertama dan terakhir saya, “jujurnya.  Gadis Cilamaya yang dipilihnya, Enung Nuraeni adalah cinta pertama dan terakhir. “

 

Siapa sich orang yang nggak pengen pacaran dan  menginginkan wanita cantik. “Saya merasakan senang saja, tanpa pacaran. Bahkan pada waktu kecil sangat bahagia sekali.Seperti halnya kaya ainun habibie, “ujar pria yang memiliki tokoh favorit Muhammad SAW.

Berhasil masuk sekolah menengah atas negeri. Lulus  dengan predikat terbaik di SMA. “Saya masuk PMDK, tanpa test di ITS Surabaya jurusan Teknik Fisika, mengikuti jejak abang saya, “ujarnya Keminderan selalu menjadi bayangan hidup saya, terutama bila bersingungan dengan wanita apalagi cantik. Namun untuk mengatasi itu semua, saya rajin keperpustakaan membaca buku apa  saja.

Saya senang membaca buku, Sukarno, Rasululloh, Khalil Gibran, dan juga buku novel, seperti novel Siti Nurbaya, dan di Bawah Lindungan Ka’bah. “Novel dulu tidak sentimentil, dan bahasanya mengena, “kata laki-laki kelahiran Malang, 8 Oktober 1966.

Sebab pada waktu kecil sampai sekolah dasar kelas lima,  ayah saya selalu mendongeng sebelum kami tidur apa itu dongeng HC Anderson dan budaya Indonesia khususnya tentang dunia wayang.

Dari dongeng perwayangan  itulah yang memberikan esensi tanpa sadar kepada jiwa saya. Sehingga dunia gemerlap pun hampir tak tersentuh, dan fokus kepada kuliah. Di dunia Mahasiswalah sebuah tempaan saya dapatkan.  “Itulah masa pengemblengan sesungguhnya untuk menemukan jati diri. Didunia Mahasiswa inilah saya bisa menjadi seorang  orator,dan terjun ke organisasi kemahasiswaan hingga menjadi Ketua Himpunan Tehnik Fisika ITS, dan itu terjadi pada tahun  1988. “

Di Dunia Mahasiswa inilah saya  bisa mengaktualisasi diri tanpa ada pagar kekayaan, Sehingga saya lulus dengan nilai yang baik dan tercepat. , “ungkap Ari yang mempunyai motto berguna dan dapat membahagiakan istri, anak, dan orang tua juga kalau bisa  lebih untuk orang disekitarnya.

Pada waktu saya kuliah, Ayah  mengurus  lima orang anak.  Empat kuliah di ITS dan satu orang di SMA. Oleh karena itu saya harus bisa ngurangi beban orang tua dengan cara memberi les private. Saya juga setiap tahun dapat beasiswa dari Bimantara, dan Supersemar. “Saya selalu dapat beasiswa tiap tahun.

Selain itu himpunan saya juga  cukup dikenal. Saya selalu melihat ke depan Dan saya senantiasa selalu membuat program program kemahasiswaan yang cukup Wah dengan inti  pengetahuan. “Saya adakan seminar, dan simposium.”

Soal bagaimana modal, Saya selalu Bismillah. Dan apabila mendapat kesukaran  selalu sholat tahajjud, “Pernah saya adakan kegiatan pemutaran film tanpa modal, hanya modal tekad satya ingat judul film tersebut “ Fredom of Justice dibintangi oleh Nick Nolte, pemikiran saya jurusan lainya telah mengadakan kenapa kami tidak. Harus bisa. Pada waktu sehari acara belum dimulai ternyata peminat dari mahasiswa sanngat sedikit, itupun kami dari himpunan telah keliling ke Universitas lainya. Di malam harinya panitia kumpul dan membicarakan sebuah kerugian yang lumayan, kami pasrah hingga kami sep[akat tuk melakukan sholat tahajut bersama teman-teman. Esok Harinya sebelum pemutran film saya ingat betul begitu iklan film diputar ketua panita membisikan ke telingga saya katcis terjual 90%, biaya tertutupi dan masih ada sisa. Kesepakatan tuk jual motor pu akhirnya tak terjadi untuk menutupi kerugian. Dan kerugian itu tak pernah terjadi.

.Dan dari peristiwa inilah, saya punya sebuah esensi sikap dan pemikiran, bahwa perbuatan baik, pasti ada sebuah tangan yang tak terlihat membantunya yaitu ALLOH..

Empat tahun lebih saya lulus, setelah itu harus cepat bekerja.  Saya malu karena orangtua sudah kerepotan mengurus kami. Saya melamar  pekerjaan ke mana-mana dari Sukun Malang dengan mengirim surat lamaran sebanyak-banyak,. Akhirnya dapat panggilan dari PT Berca Indonesia . “Ada cerita kecil waktu saya ke Jakarta pada waktu saya masih jadi Mahasiswa, Waktu saya selesai kerja Praktek dari PT Krakatau Steel Cilegon saya pulang ke Malang saya kecopetan di Stasiun Gambir Jakarta. Dari situlah saya harus hati-hati bila pergi ke Jakarta. Sampai saku celana  saya harus dijahit oleh ibu saya supaya tidak terulang lagi kecopetan..

“Pertama kali di Jakarta saya kos   di Rawamangun, Jakarta Timur. Itu pun  atas kebaikan teman-teman kakak saya yang sama-sama alumni ITS. Akhrinya, saya lulus wawancara  dan bekerja, dengan gaji 320 ribu dari PT Berca Indonesia bagian control, sebagai sales engineer .

Merasa tidak puas dengan gaji segitu, dan ingin mendapatkan gaji yang lebih baik. Saya  melamar pekerjaan lagi keperusahaan lain. Saya banyak mendapat panggilan kerja, termasuk di Pertamina dan lain-lainnya, seperti Slamberger.

Namun karena saya Idealis ,panggilan di Pertamina tidak saya penuhi. Di Slumberger perusahaan internasional saya tidak lulus karena bahasa inggris, dari situlah saya memahami bahwa bahasa Inggris itu sangat penting sekali bila kita ingin berwawasan Internasional, maka anak pertama saya Hatra Wimana Mulyono saya kirim ke Amerika untuk bersekolah sehingga bisa berwawasan Internasional.

.Namun saya akhirnya memutuskan untuk pindah lagi kerja keperusahaan Mekanikal Elektrikal PT Jaya Kencana dengan gaji yang lebih meningkat. Saat bekerja di perusahaan inilah, Saya pulang dan balik kerja naik PPD, di PPD inilah saya ketemu istri.

Dalam perjalanannya, Ari mengaku selama hidup bekerja di Jakarta, prihatin.dan tidak mau memboroskan uangnya. Pakaian pun jarang dibelinya bila itu tak diperlukan, .Uang saya  . “Saya harus menyimpan uang, dan untuk kirim uang kepada ortu untuk membantu adik-adik seloah walaupun tidak seberapa. Saya tidak sempat beli pakaian yang bagus. .

Cinta saya di PPD ini benar-benar terjadi karena keseringan naik PPD bareng dan pertamanya tak kenal kemudian saling mengobrol dan ada saling ketertarikan “ Witing Trisno Jalaran soko kulino” kata orang jawa  Saya pernah mengatakan cinta kepada istri saya, seperti jalan begitu saja mengalir bagai air alami. Dari situlah timbul saling pengertian dan akhirnya  saya datang ke rumah calon istri, istri orang sunda dan sederhana, dan baru tahu kalau saya adalah seorang insinyur.”

Selanjutnya lagi, saya bekerja Di PT Dekcorient Indonesia, perusahaan negeri kincir angin Belanda, sebuah perusahaan kontraktor Eropa nomor delapan terbaik di dunia. Dari seorang Engineer yang punya background bukan teknik sipil saya bisa menapat menjadi orang kedua Indonesia menjadi Bussinees Development Manager.

“Orang bule itu tidak pintar-pintar juga. Orang barat secara pengetahuan sama dengan orang kita, sama sama masih belajar. Kelebihan Orang barat adalah kosistensi , negara mereka maju dan penduduknya mapan bisa  hidup sangat layak. Dari situlah saya mulai berpikir, dengan melihat kekayaan alam Indonesia yang luar biasa karena saya berkeliling Indonesia untuk melihat potensi, membaca Blue print Indonesia guna menyiapakan strategis planning per 3 (tiga) tahun dan juga diskusi dengan region asia pacific mengenai pertumbhan Negara-negara asia pacific untuk memposisikan strategis planning market yang benar. Saya melihat sebuah negeri yang sangat menjanjikan Indonesia.

“Sebuah potensi dari negeri yang akan menjadi sebuah negeri yang besar bila tergarap dengan baik oleh putra-putra bangsa sendiri” . Lebih baik menjadi kepala semut dari pada ekor gajah dan saya harus memulai. Dan saya awali dengan dan diskusi dengan keluarga. Diskusi dengan kakak, dan orangtua untuk membua tperusahaan sendiri. Akhirnya saya mendirikan perusahaan dengan nama PT MER Engineering, sejarah berdirinya 18 Januari 2010.”

Saat ingin keluar dari perusahaan PT. Decorient Indonesia, tempat saya bekerja, sempat  tidak diperbolehkan, karena  tenaga saya masih dibutuhkan. Tapi saya tetap pada pendirian saya dengan argumentasi yang dapat diterima, tepat pada usia 44 saya diijinkan keluar dari perusahaan tersebut. Saya mendirikan perusahaan sendiri, dan meraih kebebasan berkarya. Kakak mendukung dan membantu habis untuk  niat saya mendirikan perusahaan. “Jangan kuatir ungkap kakak saya dan saya akan bantu. Dari hakekat hidup yang ada  saya sangat yakin dan percaya pada terhadap 3( tiga) kunci hidup,  yakni bila saya melangkah harus ada  ridho istri, ridlo ibu dan bapak ridho orangtua, dalam melangka akan dimudahkan, tanpa itu semuanya sebuah langkah tidak akan berjalan baik. Hal ini sangat saya utamakan karena  banyak teman yang gagal dalam usahanya dan langkahnya karena mereka sering menasbikan ridho seorang istri, padahal itu bekal untuk keberhasilan.Untuk mendapatkan ridho istri itu tidak mudah.. Saya harus meyakinkan istri dan  perlu perjuangan juga harus  membuka  kejujuran serta kebohongan kita, telanjang di depan istri karena istri adalah  bagian dari hidup kita. Jadi kita harus terbuka dan kesejatian cinta, ridho istri dan bapak/ibu.bila itu tel;ah terjadi maka langkah pertama sudah terlewati tinggal kedua orangtua dan itu relative mudah..

Mereka meridhoi. Akhirnya saya buat perusahaanMer Engineering, Mer yang berarti gunung dalam bahasa sansekerta mengartikan anak-anak gunung sudah siap untuk turun dan mengabdikan pada sebuah kebaikan. Saya suka cerita pendekar bodoh, karena selalu bodoh di mata musuhnya tetapi selalu menang dalam pertandingan atau pertarungan. Selalu kelihatan bodoh tapi selalu menjadi pemenang. Dan juga MER menpunyai arti Internasionala “ manage with Equal Result”, mengupayakan dengan hasil yang sesuai.

Dari seorang karyawan menjadi pengusaha itu juga sangatlah tidak mudah. Banyak jalan yang berliku harus dilalui ketangguhan dari seseorang akan teruji bila tidak menyerah  bila mendapat kesulitan pada tingkat apapun. Awal proyek dengan mendapatkan tender di Telaga sari, Tangerang menbangun “Jungle Walk” yang merupakan ikon Talaga Bestari., Fly over Balaraja, Fly over Cirebon sebagai sub waskita karya untuk Instalasi utility khususnya PJU kemudian juga Renovasi Kedutaan Besar Malaysia, Tapi sebuah awal yang tak berjalan mulus dari berbagai proyek tersebut rugi karena un manage sangat berbeda menjadi Pengusaha dan bekerja.

Banyak hutang, sampai deep collector masuk di ruang direktur, pajak dan itu harus bias diselesaikan semua. Rumah dan seluruh asset dalam hitungan logika akan habis. Tapi keyakinan tetap maju dan semangat dari istri itulah modal yang tak terbeli. Pemetaan prioritas dan pemetaan bisnis yang tepat disitulah saya bias melihat hingga biji sawi. Saya lakukan neoisasi-negoisasi penjadwalan pembayaran, Bahkan saya berhasil menyakinkan Bank sehingga dapat di res-schedule. Bila dalam kondisi demikian menyerah maka semua akan habis dan menjadi titik 0. Akhirnya satu persatu dalam berjalannya waktu dapat terselesaikan. Kepercayaan pada terbangun bila ada niat baik untuk mengembalikan dan niat itu teryata diappresiasi oleh para mitra.

. “Saya juga kena    tipu tahun 2010-2011, senilai 900 juta tidak balik, dan kembali Cuma sedikit sekali, “ ujarpimpinanMer Engineering yang membawahi 30 pegawainya ini.

. Kesuksesan itu baginya adalah  bisa membahagiakan istri, anak dan kedua orangtuanya, itu luar biasa, dan dia dapat meninggal dengan tersenyum dan bahagia. “Masalah hidup enak itu hanyalah absurb karena hidup seseorang hanya makan, pakaian dan  dapat tidur dengan nyeyak” Apalagi yang dicari karena uang atau kekayaan hanya ada di tulisan sama aja menbaca Koran bila sudah cukup ya cukup saja. Saya sangat menghargai orang-orang yang berani melangkah seperti Bapak Bakrie walaupoun dicaci maki, tapi beliau berbuat sesuatau bukan diam. Bpk Tanu Sudipyo, Bpk Kairil tanjung dan lain lain beliau-beliaulah orang-orang yang tangguh dan berani sebenar-benarnya. Karena beliau-beliu berani MEMIKUL BEBAN yang sebenarnya tak dimauinya.

Sebuah contoh Sahabat Rosul, Bilal, seorang budak yang telah dimerdekakan  kalau berperang beliau tidak pernah mengenal  takut, selalu di di garis depan. Toh Beliau tidak mati juga, bahkan ditinggikan derajatnya. Itulah kunci sukses “jangan pernah takut, melangkahlah”. Ujar Ari Prasodo.

Menurutnya bila kita membuat budaya budaya baru yaitu, percampuran antara budaya Barat dan Timur. Karena budaya barat Barat itu  pengetahuannya tinggi tapi kaku penerapanya, tapi Timur mempunyai fleksibilitasnya sangat tinggi. Bila keduanya dicampur memiliki kekuatan yang besar. Orang-orang kita kalau sudah bekerja di luar takaran, berbeda dengan orang asing, yang bekerja sesuai takaran.“ Sehingga bila ada perpaduan tersebut, maka orang-orang kita yang bekerja diluar takaran dalam falsafah pengetahuan hasilnya akan menjadi sangat luar biasa.

 

Visi dan Misi

“Selalu lebih baik dari hari kemarin, dan terus melangkah tanpa henti” itulah yang selau tertamnam. Sebuah visi yang sederhana hanya “ selalu lebih baik dari hari kemarin dan melangkah tanpa henti.yang mempunyai arti mendalam yaitu tiap hari harus ada perbaikan dan juga tak boleh mengenal lelah dan berputus asa dalam menjalankan bisnis. Memang tak spesifik tapi itulah visidan misi dari bekas ketua himpunan Teknik Fisika.

Bagaimana kita bias survive dalam bisnis, maka harus dapat menyajikan harga yang bersaing dan kompetitif. Untuka dapat menyajikan hal tersebuty kita harus tahu betul produk yang dijual sampai dengan segala resiko dengan detail dihitung. Bila itu sudah terkuasai maka kita akan dapat bersaing dan jadi pemenang. Tanpa tahu produk yang kita jual tak akan mungkin akan jadi pemenang. Harus tahu produk hinggal detail itu yang harus dipelajari dan diketahui.

SDM sangat penting peranannya dalam pertumbuhan bisnis, tanpa SDM yang baik maka bisnis tak akan jalan denganh baik. Itu hal yang sangat normative. Dalam MER hal itu juga sebgai prioritas pengembangan SDM sengan berbagai media peningkatannya.

Target ke depan, saya tidak pernah membuat sebuah target. Saya akan berlari tanpa henti apa pun. Hingga saya akan mati. Saya bekerja dengan kebebasan yang saya miliki itu sudah bahagia, dan bekerja tanpa ukuran, Dengan kondisi seperti inilah saya sudah cukup dan merasa bahagia.

“Pemerintah kita sudah baik dan terus melakukan perbaikan perbaikan birokrasi.. Kadang ada manusiannya saja yang kurang baik dan itu manusiawi yang terpenting secara continue menuju yang baik. Jangan selalu menyalahkan pemerintah, di Negara sekau apapun pasti ada pembisnis yang eksis. Itulah ukuran ketangguhan seseorang. Jangan suka mengeluh tapi kerjakanlah apa yang dipikirkannya saat itu” ujarnya.

Pesan kepada generasi muda, bacalah roman atau novel karya para penulis Indonesiayang banyak memuat berbagai  khasanah budaya kita, seperti roman salah asuhan, budaya perwayangan, membaca dibawah lindungan khabah atau lainya. Maka kita akan bisa mengerti tumbuh sebagai bangsa yang mempunyai jati diri.

Anak sekarang ini agak manja itu dari sisi kacamata saya, tapi saya percaya mereka akan tumbuh dan akan sebagai pemilik negeri ini, Dan saya sangat percaya apapun adanya intervensi budaya kita masih mempunyai desa karena menurut saya  elemen pertahanan yang terakhir budaya adalah Desar. Budaya desa sebagai pemenang hal ini telah ditunjukan oleh sejarah dan  Ingat orang-orang yang menduduki jabatan penting dio negeri ini dan pembisnis yang handal adalah orang-orang desa. Karena semua orang hebat-hebat dan punya peranan penting terlahir dari Desa.

“ Jangan selalu melihat sampah adalah barang yang hina, karena sebetulnya disitulah hal yang sangat berharga berada”.

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.