Ir. Russel Tambunan, MBA

Ir. Russel Tambunan, MBA
PT Agrifish Consultama Investment

Membina dan Mencetak Pengusaha Mandiri

Setiap pengusaha selalu berharap keuntungan besar dari usaha yang dijalaninya. Berbagai cara digunakan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi perusahaan. Kadang, pengusaha bahkan melakukan kegiatan yang digolongkan sebagai pelanggaran hukum demi mewujudkan cita-citanya.

Namun, di antara pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, masih ada pengusaha berhati mulia. Pengusaha seperti ini tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri tetapi juga kesejahteraan bagi orang lain. Salah satunya, Ir. Russel Tambunan, MBA yang berusaha sekuat tenaga mengangkat kehidupan orang-orang di sekitarnya. Dalam salah satu perusahaan net-work marketing yang didirikannya, Ia memiliki 20 ribu orang  marketer yang diharapkan mampu menjadi pengusaha mandiri.

“Menjadi tanggung jawab saya lah untuk membina mereka”. Kepada mereka saya sering mengatakan bahwa untuk menjadi pengusaha mandiri, harus penuh semangat, disiplin, ulet, fokus dan tidak boleh cengeng. Bersama-sama kita mencoba menjadi orang yang benar-benar mandiri, berkembang dan maju. Saat ini saya fokus terhadap pembinaan mereka ini sehingga nantinya mampu membuka usaha baru mandiri,” kata Presiden Direktur PT Agrifish Consultama Investment ini.

Keinginan dan cita-citanya untuk mencetak entrepreneur di Indonesia terinspirasi oleh konglomerat yang melakukan hal serupa. Ia mencontohkan bagaimana Ciputra, Surya Paloh, Sampurna, Lippo atau Abu Rizal Bakrie dengan dana dan kesempatan  yang dimiliki, sebagian diperuntukkan untuk  mengkader dan mencetak pengusaha baru. Terciptanya pengusaha atau entrepreneur baru akan sangat memudahkan membangun Indonesia dan mensejahterakan bangsa.

Apalagi, jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat kecil dan hanya mencapai dua persen dari jumlah penduduk. Idealnya, agar tercipta kesejahteraan yang merata di segala lapisan masyarakat, jumlah pengusaha minimal tujuh persen dari total jumlah penduduk. Kondisi ini jauh berbeda dari Singapura, Jepang dan negara-negara maju lainnya. Ia berharap, lebih banyak lagi pengusaha baru yang lahir sehingga tercipta kesejahteraan yang diinginkan seluruh lapisan masyarakat.

“Proses pengkaderan harus terus terjadi, sehingga banyak pengusaha baru dan mandiri di seluruh Indonesia”. Dalam membangun Indonesia kita harus memiliki banyak pengusaha sehingga tidak kalah dari negara lain. Yang penting, semua harus bergerak bersama-sama dengan semangat saling percaya dilandasi niat baik. Tetapi niat baik saja tanpa pengetahuan dan keterampilan menjadi mubazir, tidak sampai pada tujuan. Saya berharap, mudah-mudahan di sisa hidup saya, banyak orang terbantu dan menjadi pengusaha-pengusaha muda sehingga saya bisa “merasa puas dan merasa berguna” diakhir karir saya, ungkapnya.

Pria kelahiran Tarutung, 10 Desember 1955 ini mengungkapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada konglomerat yang berperan terhadap kepentingan orang banyak. Apalagi mereka yang mendedikasikan diri bergerak di bidang pendidikan yang merupakan salah satu titik lemah bangsa kita. Sesuatu yang juga dilakukan oleh konglomerat dunia seperti Bill Gates yang telah memberikan begitu banyak dari keuntungan bisnisnya untuk kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan bagi penduduk miskin dan terlantar di seluruh dunia. “Saya mungkin tidak bisa mencapai seperti itu tetapi saya berusaha agar apa yang saya lakukan memiliki arti bagi orang banyak,” imbuhnya.

Memperbaiki Diri

Ir. Russel Tambunan, MBA menyelesaikan pendidikan SD-SMP di Sumatera Utara. Sedangkan pendidikan SMA di Tanjung Pinang, Riau. Selepas SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikan di  Sekolah Tinggi  Perikanan (STP) Jakarta.

“Saya lulus tahun 1979 dan langsung bekerja di perusahaan ekspor impor makanan, PT Semarang Cold Storage & Industri, Semarang selama lima tahun. Dari situ saya kemudian kembali ke Jakarta dan bekerja di Djayanti Group – Devisi Perikanan. Karier saya di sini cukup lama hingga mencapai posisi Direktur Utama disalah satu anak perusahaan selama enam tahun. Sebelumnya selama tujuh tahun saya menjabat sebagai Direktur,” ungkapnya.

Tidak hanya dalam karier Russel menonjol. Ia terus berusaha untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan yang dimilikinya. Tahun 1985, ia kembali ke kampus untuk mengambil Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan di Fakultas Perikanan Unibraw, Malang. Dalam tempo dua tahun, ia berhasil meraih gelar Insinyur. Tidak puas sampai di situ, ia mengejar gelar MBA di Monash University – Melbourne, Australia yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1999.

Dengan kemampuan luar biasa yang dimilikinya, Russel kemudian mendirikan perusahaan sendiri. Sambil terus berkarier sebagai profesional di Djayanti Group, diam-diam ia mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1994. Perusahaan pertama yang didirikannya adalah PT Agrifish Consultama Investment yang bergerak dibidang konsultan manajemen dan investasi. Setahun kemudian, ia mendirikan satu perusahaan lagi yang bergerak di bidang perikanan.

Tangan dinginnya dalam menangani perusahaan membuahkan hasil yang cukup gemilang. Perkembangan perusahaan mengalami kemajuan pesat sehingga tahun 2005, ia mendirikan perusahaan pelayaran. Tidak berhenti di situ, ia kemudian mendirikan PT Bangun Mandiri Wisesa tahun 2008 yang bergerak dibidang perdagangan dan impor – ekspor. Satu tahun kemudian, ia mendirikan PT Tama Sarana Development yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan penyewaan alat-alat berat. Perusahaan terakhirnya, yang sekarang sedang dikembangkannya adalah perusahaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Perusahaan ini sangat disenanginya karena banyak berhubungan dengan masyarakat dari golongan bawah yang kemungkinan bisa dikader menjadi pengusaha baru kecil dan menengah sebelun nantinya menjadi pengusaha besar.

“Sebagai pengusaha, saya juga tidak luput menghadapi kendala yang harus diatasi. Salah satunya adalah masalah kelesuan ekonomi yang kadang susah untuk diprediksi, masalah lain juga birokrasi yang menurut saya harus terus ditingkatkan khususnya masalah simplifikasi aturan dan kecepatan sehingga dengan aturan yang simple dan cepat dengan sendirinya menghasilkan efisiensi dan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya khususnya perusahaan di luar negeri.  Pemerintah kita bisa saja belajar dari pemerintah Negara maju lainnya agar bisa semakin baik, cepat dan kalau bisa lebih baik dari Negara pesaing kita.  Makanya baik kita sebagai pengusaha maupun pemerintah kita harus terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurut Russel, dalam memperbaiki diri harus introspeksi dengan tanpa mencari-cari kesalahan orang atau pihak lain. Untuk membangun Indonesia semua pihak harus saling membantu satu sama lain. Apalagi karena sama-sama bertujuan untuk kesejahteraan bangsa sehingga tidak ada gunanya untuk saling menyalahkan. Di sisi lain, ia juga berharap agar pemerintah terus mengadakan penelitian mendalam sehingga dalam mengambil keputusan pemerintah menggunakan data tepat dan terbaru. Pemerintah harus terus menerus menerjunkan tim untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan demikian “Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tepat sasaran dan langsung mendukung kegiatan pengembangan para pengusaha”. Karena kalau peraturan dibuat kebanyakan berdasarkan teori pengetahuan dan perasaan birokrat saja dan pembuatannya juga terlalu lama,  sehingga begitu keluar selain tidak kena sasaran sudah terlambat dari dinamika kemajuan dilapangan dan akhirnya menjadi kontra produktif.

Kendala lain secara internal dari sisi pengusaha kadang ada miss planning karena sebagai pengusaha saya kadang terlalu menggebu-gebu. Tetapi bagi saya semua itu adalah pelajaran untuk terus memperbaiki diri, karena seorang pengusaha harus terus maju, tidak boleh menyerah dan harus tetap tenang dengan prediksi yang bagus dalam mengambil keputusan,” tambahnya.

Ke depan, Russel berharap agar perusahaan miliknya semakin maju dan berkembang. Bahkan, kalau mungkin berkembang menjadi perusahaan terbaik dan terbesar dibidangnya, dan kalau sempat menjadi perusahaan konglomerat baik local maupun internasional. Setidaknya, ia telah menyampaikan kepada anak-anaknya akan impiannya tersebut. Menjadi tugas anak-anaknya untuk meneruskan dan mewujudkan cita-citanya tersebut.

Saya memiliki 2 anak dari istri saya Ritha Frida SH. Anak saya yang pertama Allen Lawrence Tambunan sekarang masih mahasiswa di Fakultas Teknik Industri, di Swiss German Univercity. Sedangkan anak kedua saya masih kecil, Athina Theresia Tambunan, sekolah di St Pieter International School. Selagi masih muda, saya berharap agar mereka mendengarkan saya untuk meneruskan perusahaan ini. Saya memberikan gambaran tentang kondisi dan ke depannya bagaimana, sehingga langkah mereka semakin mudah dan fokus,” tegasnya.

Belajar dari China

Sebagai pemilik beberapa perusahaan sekaligus, Ir. Russel Tambunan, MBA berpendapat bahwa dunia usaha sekarang tidak bisa terlepas dari pasar bebas dan globalisasi. Pengaruhnya terhadap seluruh sendi kehidupan sangat terasa sehingga diperlukan kearifan dan kejelian dalam menyikapinya. Untuk menyiasatinya, ia menyarankan agar belajar dari negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang muncul belakangan.

“Kita tidak perlu malu belajar dari perusahaan-perusahaan yang sudah berprestasi dan maju”. Contohnya kita tidak perlu malu belajar dari China, bagaimana mereka mampu memproduksi barang yang menguasai dunia. Sewaktu saya tour ke Eropa dan Amerika, banyak sekali barang kebutuhan rumah tangga, barang fashion dan souvenir adalah buatan China. Oleh karena itu, kita mesti belajar dari China. Selain dari pada China saya juga melihat kemajuan luar biasa dari India. Untuk itu juga kita perlu belajar dari sana, karena memiliki karakter yang serupa. Negara yang berpenduduk banyak tetapi menghasilkan produk bermutu sekaligus murah,” tuturnya.

Menurut Russel, produk China saat ini sudah membanjiri seluruh negara di dunia termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Dengan situasi serupa, India juga telah berubah menjadi kekuatan ekonomi baru menggeser negara produsen yang lain. Karena alasan itulah, ia menyarankan agar Indonesia lebih baik mencontoh kedua negara tersebut dibandingkan Negara Eropa atau Amerika karena bisa lebih cepat dan lebih sesuai dengan karakteristik Indonesia yang berpenduduk banyak.

Hanya pada masalah pendidikan, Russel menyarankan untuk tetap mengacu pada sistem pendidikan Amerika atau Eropa. Kualitas pendidikan di wilayah tersebut masih tetap jauh lebih bermutu dibandingkan di negara-negara Asia. Untuk itu, pemerintah harus berani mengirimkan sebanyak-banyaknya anak-anak bangsa yang pandai untuk menyerap ilmu dari luar negeri. Pemerintah harus mau dan berusaha menyediakan dana besar untuk keperluan ini karena pada akhirnya juga untuk kepentingan dan kemajuan bangsa.

“Intinya pendidikan adalah hal yang penting dan urgen” Karena untuk meningkatkan kualitas manusia di suatu negara, pendidikan adalah hal yang paling utama dan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pendidikan harus diutamakan, ditingkatkan dan membuka diri untuk pendidikan dari luar negeri. Dengan pendidikan dan pengalaman banyak di luar negeri, manusia Indonesia akan mempunyai pengetahuan dan komparasi yang banyak sehingga bisa memilih yang terbaik,” tandasnya. Beliau memberikan contoh suatu negara yang cukup maju akhir-akhir ini yaitu Malaysia. Malaysia banyak memiliki putra putri yang berpendidikan tinggi di luar negeri. Anak muda Malaisya banyak sekolah di Inggris karena sangat didukung oleh pemerintahnya sekaligus didukung oleh pemerintah Inggris yang merasa ikut betanggung jawab atas kemajuan Negara bekas jajahannya.

Pengusaha yang tertarik untuk terjun ke dunia politik ini, menganjurkan perbaikan pendidikan secara terus memerus dan utama. Pendidikan juga harus memperhatikan pendidikan entrepreneur. Sudah seharusnya pendidikan entrepreneur digalakkan pada setiap tingkatan pendidikan. Ia mengingatkan, secara statistik, entrepreneur di Indonesia baru mencapai 2 persen sementara Singapura sudah 7 persen dari jumlah penduduk.

Tidak diragukan lagi, lanjutnya, dalam membangun sebuah negara semua warga negara harus memiliki pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, ia sangat setuju dengan alokasi dana sebesar 20 persen dari APBN untuk pendidikan. Karena memang, kebutuhan untuk memajukan pendidikan sangat mendesak dilakukan. Diharapkan, ketika semua warga negara terdiri dari orang-orang pintar, maka sangat mudah dalam mengatur dan membangun negara.

“Pendidikan memang memerlukan biaya apalagi untuk bangsa yang besar ini”. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah dengan menciptakan sebanyak mungkin entrepreneur baru. Saya berharap, pengusaha sukses bisa menciptakan pengusaha-pengusaha baru sebanyak-banyaknya. Dan, selagi ada waktu saya akan terus menerus berusaha untuk menciptakan sebanyak mungkin pengusaha baru yang mandiri dan yang lebih hebat dari saya. Semua saya lakukan untuk kepentingan bersama, membangun bersama dan sukses bersama. Itulah yang akan saya lakukan, mentransfer pengetahuan dalam membangun manusia Indonesia, bangsa dan negara,” kata Ir. Russel Tambunan, MBA.

Motto perusahaan saya adalah: “ Solid – Growth and Worth”, sementara motto pribadinya adalah “ Do My Best, beyond is God Will”

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.