Khofifah Indar Parawansa

No Comments

Khofifah Indar Parawansa merupakan aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang dapat dikatakan konsisten. Ia terjun ke dunia politik sebagai anggota dewan hingga menjadi Menteri dua kali dengan Presiden dan jabatan yang berbeda pula. Pada masa Presiden Abdurahman Wahid, Kholifah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Indonesia, sedangkan pada masa Presiden Joko Widodo, ia dipercaya sebagai Menteri Sosial.

Wanita tangguh dan murah tersenyum ini memang bukanlah sosok asing di jagat perpolitikan Indonesia. Selain menjadi Menteri, Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pada masa Kepresidenan B.J. Habibie tahun 1999.

Khofifah Indar Parawansa sering dipanggil dengan sebutan Kholifah. Ia lahir pada tanggal 19 Mei 1965 di Surabaya, Jawa Timur. Sejak SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dihabiskan Kholifah di Kota Pahlawan ini. Saat kuliah, ia mengambil dua jurusan yang berbeda dan di universitas yang berbeda pula. Pertama, Kholifah kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga. Selanjutnya, ia menekuni ilmu komunikasi dan agama di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah.

Periode tahun 1993-1997, Khofifah Indar Parawansa merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan Strata II di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. Karir politiknya dimulai ketika ia berusia 27 tahun. Saat itu, ia menjadi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan. Pemilu berikutnya yang dilangsungkan tahun 1997, Kholifah terpilih lagi menjadi anggota DPR.

Jabatannya sebagai anggota DPR periode tersebut hanya bertahan dua tahun karena terjadi peralihan rezim Orde Baru ke Era Reformasi tahun 1998. Setahun berikutnya, pemilu di adakan kembali dan Kholifah terpilih lagi menjadi anggota dewan. Beberapa waktu kemudian, ia dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden Abdrurrahman Wahid di tahun yang sama.