Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB

Presiden Direktur PT. Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana (perusahaan-perusahaan di bidang pertambangan emas, dan mineral pengikutnya).

Bangga Pada Ketangguhan Perempuan Indonesia

Sebagai seorang perempuan dengan jabatan Presiden Direktur dibeberapa perusahannya, Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB,tetap terlihat bersahaja, ramah dan low profile.

Ketika ditanyakan pendapat mengenai perempuan Indonesia, Maya terlihat sangat antusias dan bersemangat. Menurutnya, banyak sekali perempuan Indonesia yang mempresentasikan dirinya secara sempurna, baik itu berkaitan dengan urusan rumah tangga maupun kariernya.

Saya bangga sebagai perempuan Indonesia, lebih dari itu saya kagum dengan perempuan-perempuan Indonesia, yang mampu melakukan multitasks secara bersamaan, karir dan rumah tangga, tanpa ada yang dikesampingkan.

Walaupun begitu, saya juga kagum dan appreciate terhadap perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan melepas semua atribut yang ada. Itulah pilihan dantujuan hidupnya, mengabdi kepada keluargakata mantan Chairwoman of Srikandi, Association of Indonesian Women in Multinational Marriages ini.

Perempuan kelahiran 9 Juli 1973 ini menyebutkan bahwa perempuan hebat bukanlah berpatokan hanya kepada perempuan yang sukses berkarier. Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya. Contohnya: ibu dan kakak perempuannya, yang merupakan panutan Maya selama ini. Menurut Maya, mereka berdua melambangkan perempuan Indonesia yang ideal, perempuan yang mengerti menempatkan dirinya namun tangguh dalam mengarungi hidup.

Maya berpendapat bahwa ada hal-hal di mana seorang perempuan harus alert. Jangan sampai ketika perempuan berada dalam comfort zone, baik itu di karier maupun rumah tangga, lalu melupakan kewajibannya. Bila memilih menjadi ibu rumah tangga, mereka sebaiknya mengerti bagaimana mengurusi kebutuhan suami dan anak-anaknya, pandai mengaturkeuangan untuk mengamankan keluarga di masa mendatang, dan lain lai yang bersifat domestik” katanya. Sebaliknya, bilamana memilih berkarir, maka serius dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga profesional dalam bekerja dan berpola laku, namun demikian urusan keluarga jangan sampai terlantar, sebaliknya, tetap harus diprioritaskan, jal ini merupakan konsekwensi pilihan untuk berkarir.

Maya sendiri sebenarnya adalah tipe perempuan multitasks yang lebih senang melakukan kegiatan di rumah. Meskipun sebagai pemilik perusahan-perusahaan tersebut di atas, dan juga kedudukan puncak, namun disisi lain, Maya sangat senang dengan kegiatan urusan domestik ini, seperti mendekorasi rumah, memasak, berkebun dan tentunya mengurus keluarga. Juga, bilamana sedang bersantai, Maya menikmati hari hari-harinya dengan berolahraga di rumah(berenang dan fitness) serta membaca dan menonton acara-acara favoritnya, misalnya National Geography (berkaitan dengan kehidupan alam). Bahkan, tidak jarang ia lebih memilih untuk menyelesaikana pekerjaan kantor di rumahnya yang asri di bilangan Cipete. “Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan paling mulia dari seorang perempuan. ungkap ibu dari Muhammad Khalifah Yusuf (8 tahun) ini.

Maya berusaha menyeimbangkan antara karir dan keluarga, dan yang pasti, sisi spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran, Maya biasa sholat tahajud ditengah malam, lalu tidur sejenak dan kemudian bangun pagi untuk shalat subuh, lalumemulai hari dengan berpikir positif. Sedangkan kegiatan mengaji, biasa dilakukan di mobil saat perjalanan menuju kantor. “Sambil menyelam minum air, sambil ke arah kantor, yaaa menimba pahala”, senyumnya lagi.

Maya menikmati semua kegiatan dan aktivitas rutin tersebut setiap harinya, tanpa rasa jenuh, bosan atau lelah. Menurutnya, selalu terdapat hikmah dan value yang dapat dipetik setiap hari dalam kehidupan ini. Meskipun terlihat monoton, rutinitas tersebut selalu memberikan hal-hal baru yang dapat diambil dan dipelajari. “Yaitu nilai positif kehidupan,” katanya penuh rasa syukur.

Seiring dengan membesarnya perusahaan dan banyaknya para konsultan ahli yang dipekerjakan untuk pelaksanaan pekerjaan pertambangan ini, membuat Maya dapat lebih mengatur waktu untuk kegiatan-kegiatan lainnya, baik itu untuk urusan keluarga (yang tetap menjadi prioritas Maya), terlibat dalam organisasi kewanitaan, juga aktif dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Tapi yang jelas, semua itu membuat hidup saya menjadi penuh kebahagian. No more working hard, just working smart. Alangkah meruginya saya bila tidak bisa menikmati keindahan yang telah diberikan oleh Allah itu, dengan kegiatan-kegiatan positif,” tegasnya.

Maya mencontohkan beberapa keindahan anugerah Allah untuk dinikmati. Antara lain, menikmati perkembangan anak yang tumbuh dewasa, menikmati kehidupan keluarga yang bahagia, menikmati semua yang Allah telah berikan kepada Maya. Semua harus dinikmati dengan rasa penuh rasa syukur, salah satu perwujudan rasa syukur itu adalah dengan memaksimalkan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, imbuhnya lagi.

Bahkan ketika nonton TV atau bersama-sama membaca koran di pagi hari dengan keluargapun, merupakan momen indah yang saya syukuri,” kata perempuan yang berlangganan banyak suratkabar dan majalah nasional ini.

Ia juga memiliki koleksi buku berkualitas yang tidak terhitung jumlahnya mengingat minatnya yang beragam. “Saya membiasakan membaca setiap hari untuk menambah ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Perusahaan untuk Kepentingan Masyarakat

Perusahaan-perusahaan Maya yang bergerak di dunia pertambangan ini, melakukan banyak hal bermanfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Seperti pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah sampai listrik dan telepon, kesehatan, pendidikan adalah merupakan program-program yang diaplikasikan kepada pada masyarakat sekitar.

Walaupun stigma perusahaan tambang itu bersifat komersial, namun sisi sosial dan kemanusian adalah salah satu tujuan kami dalam mendirikan perusahaan, jadi tidak profit semata. semaksimal mungkin membuka lapangan pekerjaan dan bagi yang memiliki potensi, di gandeng untuk ikut mengkontribusikan kemampuannya dalam rangka kegiatan pertambangan ini,” kata istri Ir. Andreas Reza, MH ini.

Perusahaan yang dikelola Maya tidak akan memberikan janji-janji kepada masyarakat, namun, Maya berusaha melakukan yang terbaik sepanjang kemampuannya, misalnya membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan, membangun perekenomian swadaya, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan mutu pendidikan. Tujuannya, supaya masyarakat di sekitarnya memproleh perbaikan ekonomi. Selain itu, rakyat juga ikut merasakan benefit-benefit laindengan keberadaan perusahaan yang beroperasi di daerah mereka.

Maya bahkan sangat ingin melihat masyarakat di sekitar perusahaan mampu mandiri. Artinya, mereka tidak hanya sekadar sejahtera tetapi juga menularkan kesejahteraan kepada masyarakat lain. Sedangkan para karyawan perusahaan, diharapkan memberikan kontribusi semaksimal mungkin terhadap perusahaan. Untuk mencapai keberhasilan dalam pekerjaan, Maya tidak ragu-ragu untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menimba ilmu, entah itu melanjutkan sekolah, memberikan training-training, seminar, workshop dan lain-lain. Bahkan Maya berujar bahwa perusahaannya adalah tempat dimana para karyawan diberikan kesempatan untuk menimba ilmu seluas-luasnya, “anggap saja bekerja diperusahaan ini seperti sekolah tapi dibayar, sehingga setiap pekerjaan dianggap sebagai sarana belajar dan mencari ilmu serta pengalaman”.

Apabila suatu ketika karyawan memperoleh tawaran dari perusahaan lain yang lebih menarik di perusahaan Maya, maka Maya dengan lapang dada akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada karyawan tersebut. Maya menganggap bahwa “by nature” manusia akan mencari kehidupan yang lebih baik, yang terpenting disini adalah karyawan tersebut sudah dibekali oleh ilmu, dan pengalaman di perusahaannya sehingga InsyaAllah berguna bagi bagi masa depannya karyawannya nanti.

Apa yang mendasari Maya sehingga ia berpikir demikian? Ternyata jawabannya sederhana, “Semua itu karena didikan orang tua yang lebih banyak memfokuskan pada bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, sesuai dengan doa saya, semoga Ya Allah hambaMu ini menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya”.

Dalam menjalankan bisnisnya, tidak hanya melulu berfokus pada pekerjaan, namun juga norma dan kaidah yang berlaku, menyangkut agama, sosial, organisasi dan kesejahteraan masyarakat banyak sehingga balancedalam melakoni pekerjaan. Kami juga membangun corporate culture yang antara pemilik, manajemen dan karyawan adalah satu kesatuan (unity) dan menerapkan sistem kekeluargaan, hingga bilamana merupakan bagian keluarga, maka semua merasa memiliki perusahaan ini, merasa bahwa I’m a part of the family, sehingga sense of belonging nya tinggi,” ungkapnya.

Maya tidak mengingkari bahwa dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak lepas dari orientasi mendapatkan keuntungan maksimal, meskipun demikian, tetap sesuai dengan cita-citanya yaitu dengan niat baik dan keinginan luhur untuk menyejahterakan masyarakat. Harapan saya, Perusahaan dapat memberikan value yang baik bagi mereka, kalau suami atau istri bekerja, anak-anaknya akan bisa sekolah atau memiliki kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau kita tarik garis lurus, tujuan membangun perusahaan selain mencari profit, tetapi inti dari perusahaan adalah berbuat kebaikan,” kata perempuan yang juga menjadi Presiden Direktur pada PT Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana ini.

Seni Menjalankan Bisnis

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB memang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang mining/pertambangan. Meskipun demikian, semua itu tidak lantas membuatnya ciut dan tidak percaya diri. Justru sebaliknya, Maya merasa tertantang pada bidang pekerjaan yang menurut orang lain “pekerjaan keras dan dunia lelaki” tersebut.

Dengan background sebagai lawyer dan Master di bidang Internasional Bisnis, (MIB) dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia, Maya justru terpacu dan pantang mundurdalam menjalani bisnis pertambangan. Bekerja dan belajar dengan keras serta jatuh bangun dalam mengawali karir merupakan bagian dari perjalanan proses perusahaan pertambangan yang dikelola bersama suaminya yang juga partner bisnisnya.

Dalam pekerjaan suka-duka dan riak-riak pasti ada. Tetapi bukankah suka duka itu seni dalam menjalankan bisnis. That’s the art of doing the business, jadi hadapi, jalani saja. Kenapa saya yang duduk di sini, pasti Allah memiliki tujuan tersendiri karena banyak perempuan hebat lain,” tandas Maya yang juga kadang jadi Penulis dan kontributor independent di beberapa majalah ini.

Namun demikian, latar belakangnya sebagai lawyer justru banyak membantu. Begitu juga dengan International Businessnya, memudahkan Maya untuk berhubungan dengan para pemain perusahaan mining lainnya dan konsultan-konsultan asing dalam memahami seni bisnis dari sudut hukum. “Yang pasti, pada awal pendirian dan menjalani perusahaan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini membutuhkan kerja keras ekstra, baik secara physically, mentally dan tentunya spiritually. Ibaratnya kami ini adalah nahkoda-nya,” katanya.

Dalam menjalankan perusahaan, Maya selalu mempedomani ajaran kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di mana seorang pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fatonah, yang dijabarkan sebagai berikut:

  • Sidiq, kejujuran, kebenaran selalu mendasari perilakunya sebagai Pemimpin

  • Amanah, kepercayaan yang diembannya tidak akan dikhianatinya

  • Tabliq, keterbukaan menjadi cara Maya memimpin sehingga bawahan dapat mengetahui dan memahami kemana arah yang dituju perusahaan ini. Visi dan misi perusahaan selalu dijelaskan kepada seluruh jajaran sehingga mereka mampu mengikuti gerak langkah perusahaannya

  • Fatonah, cerdas, diwujudkan dengan terus menerus belajar, baik formal maupun non formal. Hal ini juga dilakukan terhadap karyawan sehingga mereka selalu meningkat kompetensinya

Sebagai orang berdarah suku Jawa dari garis papanya (H.M. Yusuf, SH, MBA, MH) Maya menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata. Ajaran ini mengharuskan seorang pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh 8 (delapan) anasir alam yaitu api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang dan mega. Memberikan kesejahteraan kepada bawahan seperti sifat tanah sebagai sumber penghidupan, memberi kesejukan seperti sifat mega, berlapang dada seperti lapang/luasnya lautan, memberi arah seperti sifat bintang dan lain-lain. Sementara sang ibu Hj. Emmylia Latifah Yusuf berasal dari Bengkulu, Maya menerapkan filosofi; berani mengekpresikan apa yang menurutnya benar, tidak takut menegakkankebenaran dan pantang menyerah, gigih dan ulet dan selalu ber optimis.

Menjalankan perusahaan pertambangan tidak dapat diibaratkan seperti air mengalir. Sebaliknya, kadang saya bahkan harus menantang aliran arus air itu. Semua saya lakukan mengingat usaha ini menyangkut hajat hidup orang sehingga harus tenang, fokus dan serius,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta ini.

Di tengah ribuan tenaga kerja diperusahaannya yang 97 persen laki-laki, ia menempatkan dirinya menjadi figure seorang ibu yang memberikan keteduhan, namun juga tegas.

Dalam menyelesaikan persoalan, saya berusaha untuk mengajak mereka berdialog dan siap ditemui kapan saja. Everybody is welcome, bicara secara heart to heart,” kata mantan model, koreografer dan juri beberapa kontes modeling ini.

Tidak hanya di kantor, Maya juga menerapkan keterbukaan di lingkungan tempat tinggalnya. Di mana rumahnya terbuka untuk kegiatan sosial,bahkan, salah satu rumahnya digunakan untuk berbagai kegiatan mulai pengajian, Posyandu, PKK hingga rapat RT/RW. Saya yakin rumah itu akan menjadi barokah dengan kegiatan tersebut. Pesan saya, setinggi-tingginya kita mengejar impian dalam dunia bisnis, maka setinggi-tinggi pulalah kita mengejar kebaikan, investasi dunia akherat, katanya mengakhiri perbincangan hangat tersebut.

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.