Muhammad Arifin

PT Catur Bijaksana

Keluar Daerah Untuk Mengembangkan Diri

Jakarta sejak dahulu menjadi tujuan utama urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Tujuan para “manusia” urban tersebut adalah untuk memperbaiki kehidupan masing-masing. Di desa, waktu seolah terhenti dan kehidupan tidak berkembang karena ketiadaan lapangan kerja, pembangunan dan infrastruktur. Akibatnya peluang untuk hidup lebih baik sangat kecil sehingga merantau ke kota adalah pilihan yang masuk akal untuk mengembangkan diri.

“Awalnya saya tertarik hijrah ke Jakarta karena ingin keluar dari daerah. Karena kalau hanya berkutat di daerah sangat sulit berkembang dan tidak memiliki kesempatan untuk maju. Mau tidak mau, orang daerah seperti saya harus berani keluar untuk mengembangkan diri. Jakarta menjadi pilihan untuk merantau setelah saya selesai kuliah di Kupang. Di ibukota juga sudah ada saudara yang merantau untuk sekolah,” kata Muhammad Arifin, Direktur Utama PT Catur Bijaksana.

Arifin berbekal ijazah sarjana teknik sipil segera mendapat pekerjaan di ibukota tahun 1990-an itu. Awalanya ia bekerja di proyek-proyek milik perusahaan asing dari Australia,India, korea dan jepang dengan sistem kontrak. Setelah beberapa kali pindah pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya (semua asing), ia mendapat tawaran dari seorang insinyur asal Jepang untuk membuka perusahaan sendiri.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, pepatah ini rasanya sangat cocok disematkan kepada Arifin. Pria kelahiran Rote, 20 Juli 1970 ini, dengan sigap menyambut idea tersebut. Apalagi pengalaman selama bertahun-tahun di perusahaan kontraktor asing ditambah kariernya yang cemerlang, dirasakan cukup untuk membuka perusahaan sendiri. Jabatan sebagai manager satu-satunya yang diduduki oleh orang lokal, menambah kepercayaan dirinya untuk berdiri sendiri.

“Akhirnya saya menerima tantangan tersebut sehingga terbentuklah PT Pemalang Konstruksi, terletak di Pemalang Jawa Tengah. Lokasi tersebut dipilih karena kerja sama terakhir dengan ahli dari Jepang terjadi di Pemalang. Pengalaman dari orang-orang asing itu membuat saya banyak belajar dalam memanage perusahaan,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yahya Muhammad Arief dan Nurati Arief tersebut.

Melalui PT Pemalang Konstruksi, Arifin menuai banyak keuntungan. Setelah berdiri pada tahun 2002, ruang lingkup perusahaan semakin luas. Tidak hanya mendapat sub contractor dari main contractor di seluruh pulau Jawa tetapi juga Sumatera. Semakin lama, perusahaan yang didirikan bapak 4 anak (2 laki-laki dan 2 perempuan) itu semakin maju dan berkembang.

“Makanya agar lebih eksis di dunia konstruksi, kita kemudian membuka usaha Kontraktor Umum , PT Catur Bijaksana. Tujuannya agar perusahaan kontraktor kita bisa mengambil pekerjaan langsung ke owner. Sementara nama Catur Bijaksana diberikan oleh anak perempuan saya. Anak saya empat maka catur, sementara bijaksana berarti arif bijaksana,” tegas suami Yeni Triyani tersebut.

Keluarga Tentara

Muhammad Arifin mengisahkan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang sebagai tentara. Tugasnya ayahnya selalu berpindah-pindah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai dengan perintah atasan. Ia menghabiskan masa kecil dan bersekolah SD-SMP di Manggarai. Sementara pendidikan STM dan perguruan tinggi ditempuhnya di Kupang.

“Ayah tidak pernah memaksa keempat anaknya yang semua laki-laki untuk mengikuti jejaknya menjadi tentara. Orang tua memberi keleluasan kepada anak-anaknya untuk memilih pekerjaan, ‘Yang penting baik’ katanya. Kami berempat memilih Teknik Sipil dan bekerja pada bidang konstruksi. Kakak saya bekerja di perusahaan asing, kemudian adik saya di perusahaan swasta nasional sementara si bungsu ikut saya di sini,” ujarnya.

Arifin sangat bersyukur dukungan keluarga terhadap karier yang digeluti sangat besar. Pengertian terhadap tugas-tugasnya di pembangunan konstruksi membuat ia sering pulang pagi atau menginap. Namun, keluarga memiliki pengertian yang tinggi sehingga merelakan suami dan ayahnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Di sisi lain, sang istri pun memiliki bisnis sendiri berupa studio musik sehingga pasangan ini sama-sama sibuk.

“Makanya kita kalau sudah libur tidak boleh diganggu gugat waktu bersama keluarga. Jalan-jalan, nonton konser dan lain-lain karena anak-anak saya bisa bermain musih mewarisi bakat ibunya. Untuk meneruskan usaha ini, anak saya yang arsitek sepertinya cocok. Karena arsitek dengan perusahaan konstruksi seperti ini sangat dekat, menyatu dalam satu bidang,” ungkapnya.

Meskipun sudah menyiapkan anak untuk melanjutkan perusahaan, Arifin menyadari bahwa anaknya pun seperti juga generasi muda lainnya. Yakni generasi yang lebih senang yang serba instant, cepat dan menghasilkan uang yang banyak. Hal itu, menurut Arifin memang seperti hukum ekonomi namun anak-anaknya dipesan agar meskipun mengikuti tren tetapi perencanaan masa depan harus dipikirkan.

“Generasi muda Indonesia lainnya saya rasa masih baik-baik saja selama tetap dibimbing dan mendapat kontrol orang tua. Mereka jangan sampai dilepas seratus persen, bahaya. Yang harus dimiliki mereka adalah sifat jujur,kerja keras dan rajin karena akan berguna bagi masa depannya. Dari situ, mereka mendapat tambahan ilmu pengetahuan melalui pelatihan, seminar dan lain-lain. Generasi muda juga tidak boleh terlalu berharap menjadi pegawai, mereka harus memiliki mindset untuk menjadi entrepreneur,” tandasnya.

Memberikan Pelayanan Terbaik

PT Catur Bijaksana saat ini mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Terdiri atas 15 karyawan di kantor dan ratusan lainnya karyawan lapangan dan workshop. Sebagai perusahaan, terkait kemajuan yang dicapai sekarang ini tentu tidak lepas dari tantangan, suka dan duka yang harus diatasinya. Yang paling menyakitkan adalah ketika proyek berhasil diselesaikan tetapi main kontraktor yang nakal malah kabur.

“Kita sebagai sub contractor tinggal menghitung kerugiannya. Makanya kita buat perusahaan PT.Catur Bijaksana yang berkedudukan di BSD serpong Tangerang dengan sertifikasi Gred-5, itu agar kita juga bisa ‘bermain’ sebagai kontraktor, tidak sub lagi. Moto kami adalah ‘Kami memberikan pelayanan terbaik’ seperti yang tertanam di seragam kerja karyawan ‘We serve you better’. Kami berharap pelayanan kami memuaskan sehingga klien menggunakan jasa kami lagi berulang-ulang,” karena kesuksesan kami dalam melaksanakan proyek bukan hanya diukur dari keuntungan dan selesainya proyek saja, tetapi apakah kami diundang lagi untuk mengerjakan proyek-proyek klien tersebut, tandasnya.

Dengan mengusung moto “Kami memberikan pelayanan yang terbaik”, membuat Arifin pantang untuk mengecewakan klien. Tidak menepati janji, tidak mengerjakan pekerjaan dengan baik atau pekerjaan lewat dari deadline yang sudah ditetapkan juga menjadi pantangan besar di perusahaan miliknya. “Staf saya kasih pengertian bahwa pimpinan mereka adalah saya tetapi bos kita adalah klien. Karena kalau kita baik terhadap klien, pekerjaan akan berlangsung terus,” imbuhnya.

Menurut Muhammad Arifin prospek perusahaan konstruksi ke depan sangat menjanjikan. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggembirakan, pembangunan di Indonesia semakin tinggi intensitasnya. Kebutuhan akan tempat tinggal akibat ledakan jumlah penduduk serta gedung, jalan dan jembatan sangat tinggi. Ia yakin, selama masih ada lahan terbuka perusahaan konstruksi miliknya terpakai untuk pembangunan.

Hanya saja, kendala yang dihadapi saat ini dan ke depan adalah peran pemerintah dalam pembangunan. Selama ini pemerintah melalui APBN adalah pemilik proyek terbesar di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah sebagai pemilik proyek sudah memiliki rekanan tertentu dengan kelengkapan persyaratan seperti sertifikasi. Tanpa sertifikasi di perusahaan, jangan pernah bermimpi untuk memperoleh pekerjaan dari proyek pemerintah.

“Makanya melalui asosiasi perusahaan kontraktor kita berusaha mendapatkan sertifikat keahlian, pelatihan dan lain-lain. Ini juga sangat berguna dalam menghadapi era globalisasi yang harus menyiapkan SDM handal. Kami mengirimkan staf-staf untuk mengikuti pelatihan sehingga memperoleh sertifikasi agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Misalnya kalau kita masuk ke departemen tertentu, dengan kualifikasi orang-orang kita, maka kita masih bisa diterima,” tambah pengagum HM Jusuf Kalla ini.

Selain mengirimkan karyawan untuk mendapatkan sertifikasi, Arifin juga mengembangkan hubungan kekeluargaan dengan karyawan. Apalagi para staf yang bekerja padanya sudah memiliki hubungan kerja yang cukup lama. Yakni sejak ia masih bekerja pada perusahaan asing, mereka juga anak buah dibawah kepemimpinannya. Bahkan ia pun sudah mengenal dekat keluarga karyawan dengan baik.

“Rata-rata mereka datang dari jauh seperti Jawa, Lampung, Palembang dan lain-lain. Mereka ini terhadap saya sudah sangat setia dan loyal. Karena tempat tinggal mereka jauh maka saya sediakan mess, lengkap dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi mereka tinggal berpikir bekerja untuk keluarga dan perusahaan,” katanya menutup pembicaraan.

 

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.