SULARNO, S.Pd

MERAIH PRESTASI

DARI SEBUAH OBSESI BERSAMA

Sularno 8Sistem Pendidikan Nasional menggariskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Sebagai kepala Sekolah SMP Negeri 6 Batam, Sularno, S. Pd tentu memahami hakekat konteks di atas. Mengingat selama memimpin sekolah ini, beliau mampu menjawabnya dengan berbagai macam prestasi. Lahir di Kijang, 8 April 1969, Sularno tentu menginginkan agar kita terkenal sebagai bangsa yang memiliki semangat gotong royong yang tinggi, sopan, ramah, murah senyum, dan santun. Hal ini sesuai dengan Visi dan Misi SMP Negeri 6 Batam yang ingin menjadikan sekolah ini sebagai sekolah unggul dalam prestasi dan berdaya saing internasional serta berlandaskan iman, takwa dan akhlak mulia.

Sedangkan Misinya sendiri, adalah ingin mewujudkan standard kompetensi lulusan atau SKL yang bertaraf internasional. Mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Proses pembalajaran yang bertaraf internasional. Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk mengelola sekolah bertaraf internasional. Tersedianya sarana prasarana dan fasilitas pendidikan yang bertaraf internasional. Terwujudnya manajemen sekolah bertaraf internasional. Terpenuhinya pembiayaan sesuai dengan standar biaya sekolah bertaraf internasional. Terwujudnya system penilaian pendidikan yang bertaraf internasional. Terwujudnya system penilaian pendidikan yang bertaraf internasional, dan Budaya dan lingkungan yang kondusif untuk menunjang proses belajar mengajar.

Alasan Memilih Dunia Pendidikan

Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik denan system terbuka dan multimakna. Sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan masyarakat, pendidikan berlangsung sepanjang hayat dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Menanggapi alasan latar belakangnya memilih dunia pendidikan, Sularno, mengatakan, “Dunia Pendidikan merupakan investasi yang luar biasa, ilmu yang kita dapat dan kita berikan pada orang lain menjadi suatu amalan bagaikan air mengalir yang tidak akan putus walaupun di cincang oleh sebilah pisau yang tajam. Juga bagaikan matahari dan rembulan yang silih berganti menerangi dunia, baik siang maupun malam, dan kebajikan itu akan menjadi amal ibadah bagi siapapun pelakunya baik di dunia maupun di hari akhir nanti.”

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Sedangkan kiat dan strategi yang diterapkan di SMPN 6 Batam untuk menjadi yang terbaik dan unggul, menurutnya, adalah bagaimana memberdayakan semua stake holder sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Selain itu ia juga ingin menanamkan prinsip adat, suku, budaya dan agama boleh berbeda, tetapi kita tetap menjunjung persatuan dan kesatuan demi mencapai tujuan bersama agar sekolah SMPN 6 berjaya. Menjalin tim work yang solid dengan selalu berpikiran positif terhadap teman, selalu yakin dan percaya bahwa teman tidak akan menjatuhkan kita. “Jangan pernah merasa kesuksesan yang kita peroleh membuat kita merasa besar, melainkan bagaimana kita menggandeng teman-teman yang ada diilingkungan kita menjadi terpacu untuk mencapai sukses sesuai dengan bidangnya masing-masing, “ungkapnya.

Keunggulan diferensiasi dan difersifikasi atau aneka ragam, yakni proses belajar mengajar, khususnya mata pelajaran matematika, IPA menggunakan bilingual sebagai bahasa pengantar. Setiap ruang belajar dilengkapi dengan multi media, baik itu computer, maupun CCTV. Selain itu, ujian semester dengan system on line, dan prestasi siswa khususnya di bidang akademik, serta menanamkan konsep satu keluarga. Sedang, keunggulan difersifikasi, adalah sebagai sekolah unggulan di Kota Batam.

Apapun bentuk keunggulan itu semuanya tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional yang menetapkan bahwa akhlak mulia sebagai tujuan pendidikan nasional yang bermakna dalam kehidupannya sebagai individu, peserta didik harus mempunyai sikap, perilaku, dan tindakannya yang mengacu pada norma kehidupan sesama individu, kehidupan dalam keluarga, dan kehidupan dalam bermasyarakat, yang lebih jauh lagi akhirnya dalam kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara.

Obsesinya di Bidang Pendidikan

Sularno 1 Sularno 2 Sularno 3 Sularno 4 Sularno 5 Sularno 6 Sularno 7Sularno mengatakan ingin menjadikan SMP Negeri 6 Batam menjadi sekolah unggul di bidang akademik, olahraga, seni maupun keagamaan. Tentunya ia berharap stake holder membantu obsesinya itu. Pola ini harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam merumuskan kebijakan maupun dalam proses pembelajaran. Sebab melalui pendidikan dan keteladanan akan tumbuh kembang dan komitmen untuk menjunjung nilai-nilai budaya luhur bangsa bagi peserta didik dalam bersikap, berprilaku, membentuk dan mengembangkan watak dan kebiasaannya. “Disiplin terhadap tugas dan tanggung jawab, baik siswa, guru, pegawai maupun kepala sekolah. Selanjutnya sekolah yang berbasis IT dan sebagai sekolah yang terdepan di Propinsi Kepulauan Riau, “jelasnya.

Perubahan sikap, perilaku dan ekspresi dalam segala tindakan terjadi oleh masyarakat karena adanya perubahan paradigma. Dari semula pemerintah sangat yakin dengan pola stabilitas akan dapat mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang tentram, sejahtera, aman dan damai. Kini pemerintah sangat menghargai adanya perbedaan, kebinekaan, keanekaragaman dan kemajemukan serta kebebasan menyampaikan pendapat yang direspon dengan sangat bersemangat oleh masyarakat.

Menurutnya, tinggal kini bagaimana menyikapi persaingan untuk tetap selalu unggul, dengan menjadikan teman-teman kompetiter sebagai spirit guna memacu percepatan kesuksesan sekolah. Menjadikan bahan evaluasi diri mengenai kekurangan dan kelebihan SMPN 6 Batam. Melangkah tidak dengan pola deret hitung seperti 1,2,3, dan 4 melainkan dengan pola deret ukur 1,2, 4, 8 dan seterusnya. Jangan juga pernah puas dengan apa yang telah diperolehnya saat ini. Serta mengamati segala perubahan, karena perubahan adalah sesuatu hal yang pasti, untuk itu kita harus menggapai perubahan itu, tentunya perubahan kea rah yang lebih maju dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Sifat kegotongroyongan, santun, ramah, dan menjunjung nilai luhur budaya bangsa masih ada dan melekat disanubari masyarakat Indonesia yang memiliki falsafah Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa ini. Untuk itulah dalam menerapkan dan membina SDM, siswa dan siswi di SMPN 6 Batam, Sularno mengedepankan pola azas kebersamaan status/posisi semua lini adalah penting, sebab sekecil apa pun peran masing-masing bidang adalah kunci kesuksesan untuk mencapai target yang diharapkan.

Beliau pun memiliki rencana jangka panjang dan target bagi SMPN 6 Batam, dengan ingin menjadikan sekolah tersebut sebagai pioner terdepan di dunia pendidikan minimal untuk tingkat propinsi Kepulauan Riau. Untuk itulah, Sularno, S.Pd mengharapkan betul dari pemerintah di dunia pendidikan dan SMPN 6 Batam, khususnya, menghargai potensi, kinerja dan prestasi dengan memberikan apresiasi antara lain ; Memberikan prestasi beasiswa kepada guru yang kinerjanya baik dan berprestasi untuk melanjutkan studi minimal setingkat dari pendidikan yang dimiliki saat ini; Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi baik dibidang akademik, olah raga, seni maupun agama; Melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah untuk menunjang kualitas pendidikan di SMPN 6 Batam, baik dari segi gedung, media pembelajaran maupun buku-buku sumber belajar maupun alat-alat multi media pembelajaran.

Perjalanan Hidup Sularno, S.Pd

Hidup serba prihatin dalam tugas, tidak membuatnya frustasi atau patah semangat, justru keadaan itulah yang melecutnya untuk bangkit dan berprestasi dalam setiap tugas dan pekerjaannya, terutama di bidang pendidikan. Kondisi ini memaksa Sularno, S.Pd bertambah semangat untuk membangun sekolah yang dipimpinnya.

Pertama bertugas di SMPN 7 Batam, lokasinya berada di Hinterland yakni suatu pulau yang jumlah penduduknya tidak sampai 300 kepala keluarga dengan kondisi geografis yang hampir tidak ada sumber air, sehingga jika ingin mengambil air di sumur harus menunggu tengah malam sekitar pukul 01.00 hingga 02.00, karena penduduk kampung takut keluar tengah malam, “kenangnya.

Dari sisi penghasilan, beliau mengatakan pada saat itu atau tepatnya tahun 1993, gaji yang diterima hanya 84 ribu rupiah, sementara sewa kamar harganya 30 ribu rupiah. Jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus berperan ganda turun ke laut mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Akses transportasi keluar pulau untuk ke kecamatan sangat minim satu kali perjalanan sehari, berangkat pukul 07.00, kembali pukul 11.00, sementara untuk hitungan guru biaya transportasi Rp 6000, ini biaya yang cukup besar untuk seorang guru saat itu, apalagi juga belum ada alat komunikasi seperti telpon dan sebagainya. “ceritanya.

Sementara untuk kondisi yang menyenangkan, Sularno mengatakan social masyarakatnya yang kental, berpengaruh terhadap tugas dan tanjung jawab yang diembannya. “Menikmati segala yang kita miliki dan terima dangan rasa kesyukuran, sehingga dalam kondisi apapun kita tidak pernah merasa kekurangan, karena tolok ukur kepuasan dan kenikmatan hidup bukanlah materi, “paparnya.

Mengenai peran keluarga dalam kehidupan dan suksesnya, ia mengatakan, luar biasa dukungan dari, apapun kegiatan walaupun baik yang sifatnya tugas kedinasan, organisasi, maupun social walaupun harus menyita ruang dan waktu dukungan keluarga baik istri maupun anak mensuport habis, hal terbukti dalam segala hal aktivitas yang saya lakukan selalu melalui diskusi keluarga sehingga keputusan yang diambil adalah hasil mufakat keluarga.

Terakhir pesannya kepada generasi muda bangsa Indonesia adalah jangan pernah mengatakan tidak terhadap tugas dan kewajiban yang harus kita lakukan. Jangan pernah mengatakan sulit, tidak tahu ataupun tidak bias terhadap segala sesuatu yang di amanahkan untuk kita kerjakan, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Selalu berpikiran positif, dan optimis dalam bekerja, karena orang-orang yang optimis selalu mendapat kesempatan/solusi dalam segala macam bentuk kesulitan dan permasalahan. Mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Khalik kepada kita dalam suka dan duka, karena kenikmatan dan ketenangan hidup bukan materi tolok ukurnya. Jangan pernah lupa terhadap cita-cita yang kita dengungkan saat masih balita, renungkan dan hidupkan cita-cita itu jangan pernah putus asa karena setiap kita dilahirkan ke dunia mempunyai kelebihan masing-masing. Kembangkan daya imajinasi dan Ekploitasi kelebihan itu. Jadikan diri kita minimal bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

  1. Pendidikan

    • SDSDN 5 Kijang kec. Bintan Timur, Kepulauan Riau

    • SMPSMPN 1 Kijang Kec. Bintan Timur Kepulauan Riau

    • SMA- Swasta Aneka Tambang Kijang Kec. Bintan Timur

    • D 3FKIP-Biologi UIR Pekanbaru, Riau

    • S 1FKIP-Biologi Univ. Riau Kepulauan

    • S 2Sedang Proses Tesis Fekon Univ. Batam

  1. Masa Remaja

      • Ketua OSIS SMA Aneka Tambang Kijang

      • Tim volley ball SMA Antam Kijang Juara I tk SMA Kep. Riau 1987,1988

      • Tim Sepakbola SMA Antam Juara I tk SMA Kep. Riau’1987

      • Pengurus Forum Komunikasi Putra/Putri Aneka Tambang Bauksit Kijang

      • Tim Sepakbola SMA Antam Kijang, Semifinalis Sepakbola Pelajar se Prov. Riau 1987

  1. Perjalanan Karir

      • Guru SDN 008 Bintan Timur Kijang Tg Pinang 1992-1993

      • Guru SMP Sei Lekop Bintan Timur Kijang, Tg Pinang

      • Guru SMPN 7 Batam 1993-1999

      • Wakil Kepala SMPN 7 Batam 1995 – 1999

      • Pengelola SMP Terbuka 1995 – 1998

      • Guru SMPN 3 Batam 1999-2000

      • Guru SMPN 4 Batam 2000-2006

      • Pengelola Labor IPA SMPN 4 Batam, 2001 -2004

      • Wakil Kepala SMPN 4 Batam 2004 – 2006

      • Finalis Guru berprestasi Kota Batam tahun 2004

      • Instruktur Pelajaran IPA Prov. Kep. Riau 2004 -2006

      • Kepala SMPN 29 Batam 2006-2010

      • Juara I Kepala Sekolah Berprestasi Kota Batam 2010

      • Juara I Kepala Sekolah berprestasi Provinsi Kepulauan Riau 2010

      • Finalis Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2010

      • Pembimbing Guru Berprestasi Kota Batam 2011,2012

      • Pelatih Tim Volly PGRI Kota Batam

        1. Juara II Kejuaraan PGRI se Prov Kepri 2009

        2. Juara III Kejuaraan PGRI se Prov Kepri 2010

        3. Juara III Kejuaraan PGRI se Prov 2011

        4. Juara II , Pesona CUP Batam 2012 (Pelatih )

        5. Juara I, Kasu Cup Batam 2012

        6. Juara II PBVSI CUP Batam 2013

        7. Juara IV Haluan Kepri Batam Internasional III 2013

      • Ketua PGRI Kec. Batu Ampar Kota Batam, 2006-2008

      • Sekretaris PGRI Kota Batam 2008 – 2012

      • Wakil Ketua PGRI Kota Batam 2013 – 2017

      • Ketua Bidang Pertandingan PERCASI Kota Batam 2008 – 2012

      • Kepala SMPN 6 Batam 2012 -..

Copyright © 2016 Profil Indonesia | kisah sukses – profil daerah- profil top – biografi – company profile – profil sukses.