Tag: DR

Gartono, SH, MH, DR (ip)

No Comments

Gartono, SH, MH, DR (ip)
Advokat dan Dosen

Pemilu Bukan Pesta Demokrasi Tetapi Seleksi Kepemimpinan

Pemilu Legislatif yang dilakukan setiap lima tahun sekali masih menyisakan tanya. Harapan rakyat membuncah untuk memilih pemimpin yang mampu berbuat siddiq, amanah, fatonah dan tabligh. Memiliki pemimpin dengan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad tersebut, membuat rakyat “tenang” menitipkan negara untuk diurus orang yang tepat.

Namun, pada penyelenggaraan pemilu ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Karena dalam prakteknya, banyak tindakan-tindakan tidak terpuji yang dilakukan demi memenangkan pemilu. Seperti membagi-bagikan uang, membeli surat suara, menyuap atau pun menggelembungkan jumlah surat suara. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam pemilu legislatif, justru pada saat Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Presiden pun  praktek serupa semakin vulgar dilakukan.

“Pemilu disosialisasikan dan dimaknai sebagai ‘Pesta Demokrasi’ sehingga dalam pelaksanaannya adalah hura-hura dan bagi-bagi uang (angpao seperti Imlek) tanpa menggunakan logika dan hati nurani. Akibatnya, hanya orang-orang yang memiliki uang akan terpilih sebagai ‘pemimpin’ yang perilakunya mencuri dan menipu rakyat. Hakekat pemilu adalah proses seleksi kepemimpinan. Yakni memilih pemimpin yang baik, bermoral, berkualitas, jujur, penuh dedikasi dan memiliki integritas tinggi. Itu hakekat pemilu yang benar,” kata Gartono, SH, MH, DR (ip), tokoh Advokat di Bogor.

Oleh karena Pemilu lebih mengutamakan unsur pestanya yang bernuansa fun, sementara unsur  demokrasinya terdistortif. Implikasi dari Pesta Demokrasi tersebut, maka terpilihlah penguasa yang mengendalikan negara untuk kepentingan kelompoknya dan dirinya. Penguasa yang menjadi kaki tangan asing dengan memfasilitasi kepentingannya yakni kemudahan mendapatkan konsesi dan monopoli serta mendapatkan kesetiaan rakyat Indonesia untuk bersedia bekerja dengan upah rendah.

Hal ini tidak lepas dari politik neo colonial yang diterapkan oleh penguasa-komprador yang mana pendidikan berorientasi pada ketersediaan buruh upah rendah dan intelektual yang tidak produktif seperti halnya “politik etis” kolonial Belanda pada awal abad 20.

Keadaan ini sebagai konsekuensi logis dari kegagalan kita ketika pemilu yakni salah memilih “pemimpin”. Karena kebanyakan rakyat telah menjual suara kepada para caleg tukang suap. Konsekuensinya terpilihlah tukang suap yang kemudian menjadi “penguasa oportunis” dengan orientasi memperkaya diri sendiri dan jauh dari seorang patriot yang berjiwa volunteer yang melayani rakyat.

Dengan memiliki pemimpin yang berjiwa patriot dan seorang volunteer -bukan petualang- Gartono yakin bahwa pembangunan Indonesia akan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Pembangunan yang semula hanya memberikan kesejahteraan bagi segelintir orang akan menjadi merata secara signifikan.

Gartono sangat yakin bahwa bangsa ini mampu menjadi bangsa besar, sejahtera dan bermartabat dengan perubahan di tingkat kepemimpinan. Untuk saat ini diperlukan pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas bagi masa depan bangsa, bukannya pemimpin oportunis pencari kekuasaan. Untuk itu, diperlukan pembangunan mental dan moral-spiritual melalui revitalisasi peran agama. Dengan demikian maka si miskin dan si melarat sekalipun akan memiliki harga diri dan tidak akan menggadaikan lagi suara kedaulatannya dengan Supermi ketika pemilu, Pilkada maupun Pilpres.

“Ke depan agar kita tidak hanya dikenal sebagai bangsa yang banyak utang dan korup, maka sebagai condito sine quo non bangsa ini harus melaksanakan Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian bidang kebudayaan. Bahwa Trisakti ini ini hanya bisa dilaksanakan oleh pemimpin sejati yang sederhana. Negara kita harus berdikari dengan membiasakan rakyat, dari pejabat rendah sampai presiden harus hidup sederhana. Pokoknya seluruh elemen bangsa harus mau berkorban untuk negara,” ujar pria yang siap menjadi Presiden Republik Indonesia ini. “Insya Allah bilamana ditakdirkan menjadi presiden, saya akan membentuk kabinet yang terdiri dari para patriot dan volunteer yang akan melakukan upaya luar biasa dan bekerja dengan jujur serta tidak takut akan dimakzulkan oleh rakyat. Karena toh, jabatan adalah amanah,” imbuhnya.

Supremasi Hukum

Menurut Garnoto, pemimpin dalam setiap komunitas senantiasa diperlukan keberadaannya. Pemimpin memiliki makna positif yakni seseorang yang mempunyai kelebihan (shidiq, amanah, fatonah dan tabligh) dan menjadi suri tauladan yang dapat diikuti oleh masyarakat yang dipimpinnya. Dalam konsep demokrasi, rekrutmen dan seleksi kepemimpinan dilakukan melalui pemilihan umum. Konsep kepemimpinan di Indonesia bobotnya semakin meningkat secara hierarkis, seperti RT untuk memimpin sekitar 200 orang, RW 1000 orang. Sementara anggota DPR RI yang berjumlah 560 orang adalah pemimpin untuk membuat kebijakan bagi 225 juta penduduk Indonesia.

Memilih anggota DPR RI tentu sama hakekatnya dengan memilih pemimpin dalam skup kecil seperti RT. Di dalam proses pemilihan baik dalam skup kecil maupun besar, harus dihindari praktik jual beli suara. Anggota DPR RI yang terpilih dengan jalan membeli suara bukanlah pemimpin sejati. Karena dia adalah penguasa atau penyuap yang keberadaannya dimodali oleh sponsor atau penyuap – cukong. Akibatnya kebijakan yang diputuskan anggota DPR RI -yang merupakan produk politik dengan konsekuensi hukum- akan menguntungkan bagi dirinya sendiri, kelompoknya, para cukong (sponsor) kampanye dan para pelobi oportunis yang mencari kesempatan. “Kepentingan masyarakat menjadi urutan kesekian”. Fenomena ini tampak jelas dalam konfigurasi dan perilaku kekuasaan Orde Baru dan Rezim Reformasi sekarang baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah pemilu yang memakan biaya besar hanya menghasilkan penguasa. Akibatnya, hukum tidak lagi menjadi panglima sebagai sarana mewujudkan keadilan dan kebenaran. Tetapi produk hukum akan menjadi komoditi yang bisa diperjualbelikan “seenak udelnya” oleh anggota parlemen.

Dengan berhasil memilih pemimpin atau wakil rakyat melalui pemilu secara jujur dan adil tanpa suap, maka diharapkan aparat penegak hukum yang diseleksi oleh DPR RI seperti Jaksa Agung, KPK, MK, MA dan Komisi Yudisial serta Kapolri pun akan memiliki komitmen mewujudkan supremasi hukum, tanpa tebang pilih. Karena jika hukum sebagai panglima bagi siapapun, niscaya keadilan dapat menyinari bumi pertiwi dan tidak akan terjadi kebohongan publik secara sistematik yang dilakukan oleh Jaksa Agung, KPK, MK, MA dan Komisi Yudisial serta Kapolri seperti halnya dalam kasus “cicak vs buaya”  – Century Gate.

Jejak Rekam

Gartono, SH, MH dilahirkan di kota Bogor, 11 April 1965, merupakan anak pasangan HR. Kunrachmat dan Hj Hudjenah. Sebagai sorang advokat, Gartono menyukai slogan tentang pendobrakan, perjuangan dan penegakan keadilan. Tidak aneh, sebab ia sudah lama malang melintang di dunia kepengacaraan dan pergerakan. Gartono pernah satu kantor dengan advokat ternama, HM Dault dan Muchtar Pakpahan.

Ia juga bergaul dengan tokoh-tokoh garis keras seperti almarhum Prof. Deliar Noer dan Letjen (purn) HR Dharsono, H Ali Sadikin dan Hariman Siregar.

Gartono menamatkan SD dan  SMP di Bogor, tetapi menamatkan SLTA di SMA Muhammadiyah Pekalongan, tetapi lulus di SMA PGRI Kendal, Jawa Tengah. Meskipun pada awalnya bercita-cita menjadi wartawan, tetapi guratan nasib membawanya kuliah selama tujuh tahun di Fakultas Hukum Universitas Pakuan yang diselesaikannya pada tahun 1991 dengan predikat wisudawan terbaik. Ia menyelesaikan pasca sarjana (S2) di UNTAG Jakarta dengan IPK tertinggi. Sekarang menjalani proses pendidikan Strata 3 di universitas yang sama. Berdasarkan prinsip primus inter pares, maka rekan-rekannya sesama pengacara memercayai Gartono sebagai Sekjen Bogor Lawyer Club (BLC) pada tahun 2000.

Saat kuliah, Gartono adalah seorang aktivis pergerakan mahasiswa yang tidak pernah surut semangatnya. Tahun 1987-1989, Gartono terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa FH UNPAK. Satu tahun kemudian, ia menduduki posisi sebagai Presidium Badan Kontak Mahasiswa se-Jawa Barat dan Koordinator Presidium Senat Mahasiswa UNPAK.

Saat meletus Perang Teluk pada awal tahun 1990-an, Gartono mengibarkan bendera pembelaan terhadap rakyat Irak dengan mengambil posisi sebagai koordinator Komando Solidaritas Indonesia untuk Irak. Dalam rentang waktu 1992-1994, ayah dua putra dan satu putri ini menjadi koordinator Forum Pemurnian Kedaulatan Rakyat Wilayah Jabar dan Koordinator PCPP (Persatuan Cendekiawan Pembangunan Pancasila) Wilayah II Bogor, Gartono juga memegang posisi Ketua DPD GRM (Gerakan Rakyat Marhaen) Jabar.

Minat Gartono sangat luas, termasuk dalam bidang olahraga. Bahkan penggemar musik country ini tidak setengah-setengah dalam menekuni cabang olahraga pencak silat. Terbukti, ia pernah menjadi juara II Lomba Pencak Silat Kelas A se-Bogor tahun 1981. Olahraga renang dan lari pagi merupakan aktivitas yang dijalaninya dengan rutin. Sementara di bidang politik, sebelum menjadi Caleg No 1 DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Matahari Bangsa, Gartono adalah kader utama Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan ia pernah terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor pada tahun 2000. Karakter yang terbuka dan pemberani, sedikit banyak dipengaruhi oleh Bung Karno dan Jenderal Soedirman yang dikaguminya.

Banyak hal yang telah dilakukan Gartono bagi kota Bogor. Ia aktif memantau kinerja birokrat yang diindikasikan terlibat dalam korupsi dengan mendirikan Bogor Corruption Watch (1999). Ia juga melakukan pembelaan terhadap masyarakat miskin melalui LBH Merdeka sejak tahun 1991 yang didirikannya bersama Eggy Sudjana dan Dedi Ekadibrata (mantan tapol). Pada tahun 1998, ketika pengaruh Orba masih kuat mencengkeram, dengan berani Gartono mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor bersaing dengan Kolonel Agus Utara Effendy. Pada tahun 2002, Gartono melakukan gugatan class action terhadap Menag RI Said Aqil Husein Al Munawar sehingga ia dijuluki sebagai Pendekar situs Batutulis. Berdasarkan sepak terjangnya tidak heran bilamana pada tahun 2008 Gartono mendapat apresiasi dari koran Jurnal Bogor dengan anugerah Jurnal Bogor Award.

Gartono sangat mencintai keberadaan Kebun Raya Bogor sebagai ikon kota hujan. Gartono sangat terkesan dengan keindahan dan keasrian Kota Bogor yang sangat klasik seperti pada tahun 1970-an. Kenangan masa kecilnya mengingatkan, di kiri kanan jalan protokol Kota Bogor dipenuhi pohon kenari sebagai peneduh jalan. Namun, sebagai warga Bogor, ia menyayangkan mental masyarakat Bogor yang sangat individualis sehingga dengan mudah ditekan penguasa.

Suami dari Ir. Safni ini berharap Kota Bogor bisa dijadikan kota wisata sejarah dan religi di samping wisata belanja. Selain itu, melihat sarana – prasarana dan SDM yang tersedia, Kota Bogor juga berpoensi untuk menjadi kota pelajar dan mahasiswa. Kunci untuk itu, terletak pada bagaimana kebijakan pengelola Kota Bogor, Pemkot dan DPRD. Mereka harus memiliki rasa cinta pada Bogor dan tidak hanya mencari kekayaan melalui jabatan yang diembannya.

Biodata:

Nama                : Gartono, SH, MH, DR (ip)
Tempat tanggal lahir    : Kota Bogor, 11 April 1965
Pendidikan             :
1.    SD Empang III Bogor
2.    SMP Negeri I Bogor
3.    SMA Muhammadiyah Pekalongan/SMA PGRI Kendal
4.    Fakultas Hukum UNPAK
5.    Pasca Sarjana UNTAG Jakarta
6.    Kandidat Doktor UNTAG Jakarta
7.
Pekerjaan             : Advokat
Organisasi            :
1.    Ketua DPP IKADIN 2007 – 2012
2.    Ketua Dewan Kehormatan DPC IKADIN Kab. Bogor
3.    Ketua Peradi Bogor Raya 2009-2012
4.    Sekjen MPS Gerakan Rakyat Marhaen
5.    Sekjen Komnas Pilkada Independen 2007
6.    Ketua Umum Senat Mahasiswa UNPAK 1987-1989
7.    Presidium Badan Kontak Senat Mahasiswa Jawa Barat 1989

Riwayat perjuangan        :
1.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Petani Cimacam, Korban Lapangan Golf pada tahun (1989-1992)
2.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Korban Waduk Kedungombo pada tahun (1988-1990)
3.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Petani Rancamaya, Korban Lapangan Golf pada tahun (1989-1992)

DR. H Machmud Yahya

No Comments

DR. H Machmud Yahya
Buah Merah

Pantang Menyerah Karena Dikirim Allah Sebagai Khalifah

Allah SWT menakdirkan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Tugas manusia adalah menguasai dunia bukan dikuasai dunia, mengelola bumi untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan manusia menuju Al Haq Allah Azza Wa Jalla. Semua yang berada di atas bumi, udara, air, tanaman, hewan dan lain-lain serta yang terkandung di dalamnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia sebagai bekal pengabdian kepada sang kholiq  Al Haq Allah Azza Wa Jalla.

Meskipun demikian, manusia tidak bisa begitu saja mendapatkan manfaat dari apa yang disediakan Allah di muka bumi tanpa usaha. Memerlukan usaha keras dan perjuangan bagi seorang manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, salah satu ketetapan bahwa manusia untuk mengatur dunia sudah menjadi ketentuan Tuhan yang tidak bisa ditawar lagi dengan dua pilihan usaha kebaikan dan keburukan.

Seperti yang dilakukan oleh DR. H Machmud Yahya, pemilik usaha buah merah. Meskipun pabrik pengolahan buah merahnya baru saja “dibakar” pesaingnya ia tidak menyerah.  Ia bangkit dari kerugian yang mencapai miliaran rupiah itu untuk lebih mengembangkan usaha yang selama ini dijalaninya. Semua dijalaninya apa adanya dengan senang hati, karena yakin AllahSWT telah mengatur semuanya.

“Karena semua itu titipan Allah, meskipun rugi Rp3,7 miliar karena pembakaran pabrik itu, DR. H Machmud tetap ringan tanpa beban. Apalagi DR. H Machmud ini tipe orang yang pantang menyerah, karena merasa dikirim Allah sebagai khalifah dimuka bumi sesuai kedudukannya. Oleh karena itu, DR. H Yahya jalan saja pasti Allah memberi kekuatan. Dan DR. H Yahya tidak akan berhenti sebelum dihentikan. Karena DR. H Yahya tidak mampu berjalan sendiri tanpa ada kekuatan dari Allah SWT, La haulla wala quwata illa billah,” kata pria kelahiran Ponorogo, 6 Juni 1961 ini.

Meskipun tanpa mendapat bantuan dari pemerintah –sebelum dan sesudah pembakaran pabrik- DR.H Machmud jalan terus. Ia merencana-kan untuk membuat ekstrak kapsul buah merah yang lebih sempurna untuk meningkatkan khasiatnya. Memang, buah asli Papua tersebut terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain: Kanker, Ambient, Hipertensi, Stroke dan Jantung Koroner. Buah merah juga mampu menormalkan peredaran darah, gangguan pencernaan; Broonkithis, Hepatitis, Kolesterol, Maag, Asam Urat, Kista Rahim tanpa oprasi, Deabetis Militus Rematik,. Bahkan, buah merah mampu meningkatkan stamina, libido, gairah seksual dan meningkatkan daya tahan tubuh sangat baik untuk kesehatan Ibu Hamil miningkatkan daya ingat anak2 balita hingga lansia, meningkatkan daya tahan tubuh bagi penderita HIV/AIDS.

Sayangnya, minimnya modal dan  bantuan pemerintah –termasuk kredit perbankan- membuat DR.H. Machmud menunda pendirian pabrik ekstraksi buah merah di Tangerang. Ia sangat berharap agar bantuan pemerintah berupa dukungan dan dorongan terhadap usaha yang ditekuninya lebih besar. Agar pengusaha yang giat dan tidak pernah putus asa dalam mengembangkan potensi yang ada di Indonesia seperti dirinya terus bertahan. “Banyak sih yang saya harapkan dari partisipasi pemerintah,” katanya.

Buah Merah Mendunia

DR. H Machmud Yahya mengungkap-kan Khasiat buah merah dalam melawan berbagai penyakit, semakin dikenal orang. Buah yang berasal dari sejenis pohon pandanus conodius ini paling ampuh khasiatnya yang tumbuh di dataran tinggi Papua. Selain khasiat pengobatan, buah merah juga bisa dijadikan produk kosmetik –sebagai penghalus kulit dan pembasmi jerawat- serta sabun mandi.

“Disamping kosmetik, DR. H Macmud Yahya juga bekerjasama dengan produsen obat dari Jerman. DR. H Macmud Yahya diberi kepercayaaan untuk menyiapkan bahan baku berupa buah merah yang dikeringkan dengan menggunakan panas mata hari tidak langsung, untuk menghindari hilangnya sebagian kandungan buah merah, karena pengolahan di Indonesia belum bisa memenuhi kwalitas teknologi pengolahan dan teknologi Jerman lebih unggul maka jerman lebih memilih mendatang-kan bahan baku dari DR. H Machmud yahya yang sudah terpercaya dalam menjaga kualitasnya. Jerman melakukan uji klinis untuk penggunaan buah merah dalam menanggulangi penyakit radang usus hingga infeksi usus dengan cermat sehingga penderita penyakit tersebut dalam penyembuhan tidak perlu dilakukan dengan opresi. Hasilnya sangat baik dan luar biasa, penelitian yang mereka lakukan di Afrika, Malaysia, Pakistan dan India ternyata telah terbukti keberha-silannya hingga 9o% tanpa oprasi ,” produk yang dihasilkan akan di pasarkan tahun ini untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga indonesia terlebih dahulu dan kemudia akan di kembangkan ke manca negara ujar anak keenam dari delapan bersaudara pasangan  H M. Kamaluddin dan Hj Kasrumi ini.

Menurut DR. H Machmud, setelah pihak Jerman  mengakui bahwa potensi buah merah luar biasa dalam penyembuhan infeksi usus. Oleh karena itu ekspor kedua meningkat dari 200 kilogram menjadi 2 ton. Pihak Jerman mempercayai dirinya untuk memasok bahan baku, bahkan pihak jerman langsung  memberikan bantuan dana untuk memenuhi quota. Rencananya, pihak Jerman akan meminta kiriman Buah merah kering secara rutin sebesar 50 ton setiap tahunnya.

Dalam upaya memenuhi quota permintaan pihak jerman, DR. H Machmud  yahya berupaya keras membina petani di Papua. Kepada mereka dijelaskan potensi buah merah di masa mendatang  sangat menjanjikan. DR. H Macmud Yahya meyakinkan, dengan buah merah yang “go interntional” kesejahte-raan petani juga akan terangkat. Apalagi, buah merah dengan khasiat klinis tertinggi hanya bisa ditemukan di Papua.

“Produk tersebut sudah dipatenkan di Jerman. Artinya karena sulit masuk ke Indonesia, perusahaan akan memasarkan ke Eropa. Dengan pasar yang terus berkembang mendunia, kebutuhan buah merah semakin tinggi dan terus berkesinambungan. Apalagi kalau rencana membangun pabrik di Indonesia terealisasi, petani buah merah pasti akan menikmati hasilnya. Karena berapapun hasil panen buah merah akan terserap di pabrik tersebut,” ungkapnya.

Apalagi, di wilayah Papua penanaman buah merah tidak terlalu sulit. Karena tumbuh di habitatnya, dalam waktu dua tahun buah merah sudah menghasilkan buah yang siap dipanen . Dengan begitu, pasokan bahan baku tidak akan tersendat dengan kualitas barang terbaik. Yang dilakukan oleh H Machmud adalah menggerakkan potensi para petani untuk menanam buah merah. Mengingat potensinya yang sangat menjanjikan sehingga mampu meningkatkan perekonomian rakyat Papua.

“Kalau saya kerjakan sendiri pasti tidak akan mampu untuk memenuhi Quota yang diminta oleh pihak jerman, tetapi dengan satu keyakinan setiap langkah apapun yang seya kerjakan selalu bergantung dan berharap bantuan dari Allah yang Maha Perkasa lagi maha memberi kekuatan, maka apapun yang saya kerjakan pasti Allah yang selesaikan. Jadi saya tergantung kepada Allah dan merasa bahwa saya hanya ‘diperlakukan’ oleh kehendak-Nya. Setiap hari, apapun yang saya lakukan, yang saya ingat adalah ‘ini adalah pekerjaan Allah’ saya hanya diberi kepercayaan untuk mengurusi buah merah,” tegasnya.

Gali Potensi

DR. H Machmud Yahya, tidak kenal lelah berupaya mengeksploitasi potensi yang ada di tanah air. Minatnya yang beragam, membuat ia menyatu dengan kegiatan yang ingin ditekuni. Selain produksi buah merah, ia juga berkebun emas karena melihat limbah tambang besar di Papua masih terdapat emas yang berkwalitas sedikit demi sedikit mengumpulkan emas hasil pendulang oleh masyarakat papua dan dijadikan mas murni 24karat kemudian di jual dengan harga yang sama dengan harga emas dunia.   DR. H Macmud Yahya juga seorang produsen pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Bahan baku yang melimpah di lingkungannya -tumbuhan, kotoran hewan, dari limbah lain- mendorongnya untuk menekuni usaha ini yang benar-benar dapat meningkatkan pendapatan.

“Hasilnya, kesuburan tanah meningkat dan tanaman menjadi sehat, higienis dan tidak tercemar bahan kimia. Disamping itu, produksi pupuk organik bisa diandalkan untuk menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia yang semakin sulit dikendalikan. Pupuk organik digunakan untuk memupuk tambak udang, bandeng, juga untuk ikan darat seperni lele dumbo, ikan gurami, ikan nila, belut dan lain sebagainya, dengan menambah pengembangan mikroba buatan sendiri dari rumen sapi limbah pemotongan hewan. Dengan Tambahan pupuk organik ini manfaatnya meningkatkan hasil panen  karena pupuk organik dapat menumbuhkan pakan alami sehingga mengurangi pakan buatan sampai 30 persen yang harganya relatif mahal,” tutur ayah empat anak hasil perkawinannya dengan Hj Siti Romlah ini.

DR. H Machmud Yahya juga mengembangkan sayap untuk bisnis lebah madu di Papua . Alasannya, biaya produksi bisnis lebah madu sangat kecil dengan keuntungan cukup besar. Penyebabnya, peternak lebah madu tidak pernah memberi makan karena lebah bisa mencari pakan sendiri. Tidak heran, tingkat keuntungan di bisnis ini mencapai 100 persen per tahun.

Dalam menjalankan usaha, DR. H Machmud Yahya juga “menabrak” kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Ini tampak ketika ia berkebun kelengkeng di lahan pinggir pantai yang menurut pandangan masyarakat awam tidak mungkin bisa hidup kalaupun hidup tidak mungkin akan berbuah karena menurut pendapat masyarakan awam klengkeng hanya bisa tumbuh dan berbuah di dataran tinggi. Ia juga menanam kelapa kopyor di saat tanaman kelapa penduduk sekitar terserang hama yang namanya wangwung, ternyata untuk mencegah hama cukup mudah teratasi dengan menggunakan kapur ajaip. Tidak segan-segan, ia terjun ke bisnis pembesaran kayu jati lengkap dengan penjualan bibit jati.

“Saya juga menanam pohon buah naga merah. Pokoknya, saya betul-betul menggali potensi yang ada di Indonesia. Kita menggali potensi apa saja yang tidak wajar menjadi wajar. Mau tidak mau kita harus menggali potensi yang benar-benar bermanfaat. Jadi orang Indonesia ini harus benar-benar kreatif untuk menggali potensi yang ada, hasilnya pasti luar biasa,” tegasnya.

Pada bisnis yang dijalaninya di Rembang, Jawa Tengah itu, H Machmud juga “mendobrak” mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Di mana saat itu terdapat sebuah waduk Setampah yang tidak dimanfaatkan untuk pengairan pertanian penduduk karena dianggap angker menakutkan. “Wong Ponorogo” ini kemudian sengaja tinggal selama satu bulan setengah di tepian waduk siang dan malam, ada salah satu warga yang aslinya juga sangat penakut dengan mitos yang ada ikut menemani petualangan DR. H Machmud ya itu  mantan kepala desa Kumendung Rembang dengan bermodalkan tenda untuk berlindung dari panas dan hujan juga untuk tidur diwaktu malam. DR. H Macmud juga menebar bibit  Ikan lele di waduk Setampah  tersebut untuk membuktikan bahwa tidak ada yang angker atau menakutkan.

Masalah baru terjadi saat panen lele tiba. Masyarakat sekitar memprotes  dan mendemo kenapa waduk tersebut dimanfaatkan oleh satu orang saja, pendatang pula. Tetapi pengagum Nabi Muhammad SAW ini dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah memberi contoh saja. Nanti selanjutnya –setelah keangkeran waduk setampah ini ditaklukkan, DR. H Macmud Yaha  mempersilakan masyarakat untuk meneruskan usaha tersebut.

“Saya hanya memberi contoh saja. Lihat dan lakukan apa yang saya lakukan, nanti silakan diteruskan. Akhirnya saya beli tanah di sekitar waduk Setampah seluas enam hektar untuk mengembangkan waduk Setampah sebagai tujuan wisata dan percontohan dalam bidang pertanian terpadu, yaitu pertaniaan, peternakan, Perikanan dan perkebunan organik guna mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesuburan tanah dengan bahan pupuk organik. Jangan berprasangka dahulu, karena saya hanya mengikuti Sabda Nabi Rasulullah Muhammad SAW, ‘Khoirunnaasi anfa’uhum linnas’ yakni sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau saya sudah tidak ada manfaatnya bagi orang lain, lebih baik ‘dimatikan’ saja,” ujarnya.

Khasiat Buah Merah

Buah Merah (Pandanus Conoideus) adalah tanaman khas spesifik atau endemik yang tumbuh di dataran tinggih Papua. Tanaman buah merah termasuk tanaman keluarga pandan dengan pohon menyerupai pandan. Namun tinggi tanaman dapat mencapai 4 m dengan tinggi batang atas cabang sendiri setinggi 1-2 m yang diperkokoh akar-akaran tunjang pada batang sebelah bawah. Bentuk buah berbentuk lonjong dan buah tertutup daun pandan. Buah merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm diameter 10-15 cm dan bobot mencapai 8-10 kg, warna buah saat matang berwarna merah marun terang.

Adapun penelitian tentang khasiat buah merah pertama kali dilakukan oleh Dosen Universitas Cendrawasih yaitu Drs. I Made Budi M.S, Sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa di kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit.

Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina lebih tinggi, pada hal kehidupan sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta cuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan Jayawijaya. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang terkena penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Penyakit yang terbukti dapat disembuhkan oleh khasiat buah merah adalah sebagai berikut:

1.    AIDS
Walaupun para ahli telah bertahun-tahun mencoba membuat obat untuk menyembuhkan AIDS tetap saja obatnya masih belum ditemukan. Kemampuan buah merah menyembuhkan AIDS adalah karena buah merah mengandung tokoferol dan betakaroten yang sangat tinggi. Kedua kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tokoferol dan betakaroten akhirnya berkombinasi untuk memecah asam amino yang dibutuhkan oleh virus penyebab AIDS, HIV, sehingga virus tersebut tak dapat melangsungkan hidupnya.

2.    Kanker dan Tumor
Khasiat lain buah merah adalah mengobati kanker dan tumor. Buah merah dapat mengobati kanker karena kandungan tokoferolnya sangat tinggi, yaitu mencapai 11.000 ppm dan betakarotennya mencapai 7.000 ppm. Kedua senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mencegah pembiakan sel-sel kanker.

3.    Stroke dan Darah Tinggi
Stroke disebabkan oleh darah yang membeku dan penyempitan pembuluh darah. Buah merah mengandung tokoferol yang dapat mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.

4.    Asam Urat
Asam urat disebabkan karena terganggunya fungsi lever sehingga lever memproduksi asam urat secara berlebihan. Tokoferol dalam buah merah mengencerkan darah dan memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever, setelah diperbaiki, memproduksi kadar asam urat yang normal.

5.    Diabetes Mellitus (Kencing Manis)
Penyakit ini disebabkan karena kelenjar pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, kandungan gula dalam darah meningkat. Kandungan tokoferol dalam buah merah memperbaiki kerja pankreas sehingga fungsi pankreas menjadi normal kembali.

6.    Osteoporosis
Disebabkan pengeroposan tulang, osteoporosis disebabkan oleh kekurangan kalsium. Penyakit ini umumnya menyerang mereka yang sudah berusia senja. Buah merah kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah dan mengobati osteoporosis. Dalam 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 miligram kalsium.

7.    Gangguan Mata
Kandungan betakaroten yang tinggi dalam buah merah dapat mengatasi banyak jenis penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A. Betakaroten diserap oleh tubuh dan diolah menjadi vitamin A.

8.    Meningkatkan Kecerdasan
Kandungan omega 3 dan omega 9 dalam buah merah dapat merangsang daya kerja otak dan meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu buah merah cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

9.    Meningkatkan Gairah dan Kesuburan
Buah merah, menurut mereka yang mengkonsumsinya, dapat membantu meningkatkan gairah seksual kaum pria. Efek pengobatan bervariasi, ada yang bereaksi setelah 15 menit meminumnya, ada juga yang setelah satu atau dua jam meminumnya.

UNTUK MENDAPATKAN YANG ASLI  PRODUKNYA BUAH MERAH
HUBUNGI KAMI :

DR.H. MACHMUD YAHYA
HP.O81344201309.
TLP, (021)8745392.

Sutar, SE, MM

No Comments

Sutar, SE, MM
Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Hidup Penuh Tantangan Menuju Kesuksesan

Setiap orang sadar akan perjuangan dalam hidup. Yakni jalan yang harus ditempuh untuk menuju kesuksesan. Di mana setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk mencapainya. Semua tinggal bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut. Selebihnya, ada kuasa Tuhan yang menentukan sukses tidaknya kehidupan seorang manusia.

“Hidup adalah perjuangan, pekerjaan adalah harapan dan kesuksesan merupakan impian manusia di dunia yang penuh dengan dinamika. Semua manusia mengharapkan kehidupan yang layak, pekerjaan yang mapan serta kesuksesan dalam setiap langkahnya. Tetapi impian tinggal impian. Manusia hanya bisa berharap dan berangan-angan untuk kesuksesan hidup karena Allah SWT telah menentukan jalan hidup setiap manusia,” kata Sutar, SE, MM., Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu.

Nasib setiap manusia, lanjutnya, sudah tertulis dan tersirat dalam garis kehidupan masing-masing. Setiap manusia tinggal menunggu kapan tepatnya waktu kesuksesan berpihak dalam kehidupannya. Dan, pada detik-detik penantian tersebut manusia harus termasuk berusaha untuk menciptakan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Salah satu contoh paling tepat adalah pengalaman hidup Sutar sendiri. Dengan tanpa berhenti berusaha dan bekerja keras, perlahan namun pasti kesuksesan demi kesuksesan diraihnya. Bagaimana tidak, berangkat dari keluarga sederhana dan miskin di kampung halaman, ia berkembang menjadi seorang pendidik yang sukses mengelola tiga buah sekolah.

Perjalanan hidup penuh liku dan perjuangan harus dilalui Sutar sejak kecil. Ia datang ke Jakarta ikut pamannya dengan tujuan melanjutkan sekolah. Di luar jam sekolah, ia membantu pekerjaan sang paman di Yayasan Perguruan Ksatrya. Di yayasan inilah, ia juga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMK Ksatrya.

“Saya awalnya dari nol, datang ke Jakarta ikut paman untuk melanjutkan sekolah. Pagi membantu paman, setelah itu masuk sekolah dan kemudian membantu paman lagi, ikut bekerja di sini. Saya ketemu dengan pengurus, dan sambil bekerja di sini saya bisa menyelesaikan sekolah sampai jenjang S1 dengan biaya sendiri,” tuturnya.

Pendiri yayasan, Prof. DR. RP Soejono sedikit demi sedikit mulai memberikan kepercayaan kepada Sutar. Salah satunya, adalah dengan memberikan dorongan penuh untuk melanjutkan pendidikan S2-nya. Setelah menyelesaikan studi, tugas besar diberikan pendiri yayasan kepadanya, yaitu memimpin yayasan dengan 1400 siswa di dalamnya.

“Ini amanah yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan sampai tahun 2015 dapat berjalan dengan lancar. Semoga program-program yang kami canangkan selama masa kepengurusan kami berjalan dengan baik. Begitu juga dengan rintangan dan halangan semoga mampu kami atasi,” kata pria 35 tahun dengan dua orang anak ini.

Bertahun-tahun berkutat di dunia pendidikan, membuat Sutar merasa memiliki kecocokan. Bahkan, seluruh tantangan yang dihadapi selama menekuninya sudah tumbuh menjadi semacam “roh” dalam hidupnya. Ia berharap dengan terjun di dunia pendidikan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga mengingat latar belakang kehidupan keluarganya. “Kebetulan keluarga kami sangat sederhana sehingga bisa seperti ini menjadi kebanggaan orang tua. Karena kami betul-betul orang tidak mampu di kampung,” ungkap dosen STIE Pertiwi dan STIE Muhammadiyah Jakarta ini.

Sutar menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan sekolah serta yayasan yang sangat dicintainya. Di bawah kepemimpinannya, ia berharap yayasan semakin maju dengan fokus utama pada kesejahteraan guru dan karyawan yang lebih baik. ia sadar betul, kesejahteraan merupakan tonggak utama untuk meningkatkan kemajuan sekolah dan Yayasan Perguruan Ksatrya.

“Bagaimana cara agar guru bisa sejahtera, nanti pelan-pelan akan kami upayakan. Mungkin dengan kenaikan gaji. Kami juga memiliki program jangka panjang untuk perbaikan sarana dan prasarana, yang kami bangun dengan jerih payah kami, keluarga besar Yayasan Perguruan Ksatrya- bersama tim kami sehingga terwujud empat lokal kelas yang representative. Mohon doanya, setelah lebaran ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Peningkatan Mutu SDM

Selama dua tahun memegang jabatan sebagai Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya, Sutar mencoba membenahi kualitas SDM. Ia memulai dari tenaga guru yang mengajar di tiga sekolah di bawah yayasan, SMP Ksatrya, SMA Ksatrya dan SMK Ksatrya. Setidaknya, para staf pengajar terus ditingkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan.

“Ini merupakan hal yang utama dari kegiatan yayasan. Dari segi peningkatan mutu SDM, Bapak dan Ibu guru terus kita pacu. Demikian juga sarana dan prasarana sedikit demi sedikit akan berjalan sesuai dengan keinginan kami serta aturan pemerintah,” ujarnya.

Sutar juga melaksanakan hal serupa terhadap anak didik yang akan menempuh pendidikan pada sekolah-sekolah yang dikelola yayasan. Setelah lolos seleksi, siswa baru akan “digojlok” pada saat liburan semester I. Siswa kelas I akan diajak tour ke daerah dalam rangka observasi siswa baru. Kegiatan yang dilakukan selama tour bukanlah perploncoan melainkan mendidik siswa untuk mandiri.

“Kegiatan di sana banyak, baik yang sosial seperti pasar murah, bakti sosial dan pengobatan masal untuk menunjang kehidupan masyarakat di lokasi tersebut. Itu menjadi ciri khas kami yang unik dan belakangan banyak diikuti oleh sekolah lain,” katanya bangga. Ia juga sangat bangga terkait banyak prestasi yang telah diukir oleh sekolah. “Alhamdulilah prestasinya banyak sekali, apalagi kalau dilihat dari pialanya. Karena dari segi ekskul kita tidak terhitung banyaknya,” imbuhnya.

Prestasi yang ditorehkan, lanjutnya, membuat animo masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang dikelola yayasan sangat tinggi. Bahkan, SMK Ksatrya terbilang sangat maju sehingga harus “menolak” siswa yang mendaftar. Dengan tiga jurusan yang dimiliki –perkantoran, manajemen bisnis dan akuntansi- banyak siswa yang tidak tertampung. “Itupun, ruangan yang tadinya aula terpaksa dialihfungsikan menjadi kelas,” ujarnya.

Dibantu 150 orang staf dan guru, Sutar terus berusaha meningkatkan kemajuan dan kualitas sekolah. Untuk itu, ia mengembangkan budaya kekeluargaan di antara para guru dan staf di lingkungan yayasan. Semua dilandasi dengan tetap mengedepankan moto, Trisila Ksatrya yakni pendidikan, pengajaran dan kekeluargaan. “Ketiga hal itu kita rangkum seperti ungkapan Jawa, makan tidak makan asal ngumpul,” tambahnya.

Untuk menciptakan situasi kekeluargaan yang kondusif, Sutar sebagai ketua yayasan sering “turun ke bawah” untuk melayani para staf dan guru. Ia tidak menjalin hubungan atasan bawahan, tetapi mengembangkan hubungan antara keluarga sendiri. “Mungkin ada bedanya antara kami saat ngumpul, becanda dan lain-lain. pokoknya secara profesional kami bisa membedakannya,” tuturnya.

Sister School

Sebagai ketua yayasan yang mengelola sekolah swasta, Sutar SE, MM sadar betul besarnya persaingan yang dihadapi. Selain menghadapi sekolah negeri yang mendapat fasilitas lengkap dari pemerintah, ia juga bersaing dengan sekolah swasta lain bertaraf internasional. Untuk itu, ia mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen.

“Karena produk kami jasa, ya kami mengutamakan pelayanan kepada konsumen. Makanya kami melayani dengan baik masyarakat sekitar sini yang berurusan dengan kami. Mungkin mulai dari segi tata usahanya, fasilitas dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, demi kemajuan sekolah ia juga mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain. Ia juga menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar sekolah untuk kepentingan “magang” siswa atau praktek kerja lapangan (PKL). Uniknya, setelah lulus banyak siswa praktek yang diterima bekerja di perusahaan tempatnya magang.

“Itu salah satu prestasi juga bagi kami. Karena kami terus berusaha meningkatkan mutu sekolah. Salah satunya kami mengadakan program sister school dengan SMK Negeri 14 dan setiap minggu anak-anak mengikuti pelatihan di BLK milik Depnaker,” terangnya.

Menurut Sutar, sister school merupakan semacam pertukaran pelajar antar sekolah. Salah satu manfaatnya adalah menunjang kekurangan sekolah sekaligus melihat perbandingan kualitas pelajar antar sekolah. Ia mencontohkan, sister school dengan SMKN 14 yang berstandar internasional dan ber-ISO, membuat siswa SMK Ksatrya bisa menggunakan fasilitas sekolah tersebut.

“Antusias sekali pertukaran pelajar seperti itu, karena besar manfaatnya bagi sekolah swasta seperti kami. Karena kami semuanya dikerjakan sendiri, dibiayai sendiri dan kalau pun maju, ya kami maju sendiri. Pokoknya bagaimana kami mengolah sekolah swasta agar tidak ketinggalan. Semua itu harus diawali dari diri sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah juga memberikan perhatian kepada sekolah swasta sehingga tidak terjadi sekolah swasta yang ditutup atau bahkan roboh dimakan usia. Tetapi dengan kerja keras, selama 58 tahun yayasan berhasil mempertahankan sekolah agar tidak gulung tikar. “Kami masih bisa berdiri dengan modal sendiri. Kami membangun tiga lantai dengan dana dari kami sendiri tanpa bantuan dari pemerintah. Kami juga memiliki visi jangka pendek untuk membuat nyaman sekolah ini dengan membangun sarana yang memadai,” tambah ketua yayasan yang membuka pintu selama 24 jam bagi para pengajar ini.

Menyikapi carut marut dunia pendidikan, Sutar menyatakan bahwa dunia pendidikan Indonesia ketinggalan dari negara lain. Bahkan, jika dibandingkan dengan Malaysia yang dahulu banyak mengirimkan pelajar dan mahasiswa ke Indonesia pun, masih jauh tertinggal. Kondisi sekarang justru terbalik, karena pelajar dan mahasiswa Indonesia banyak yang menuntut ilmu ke negara tersebut.

“Pemerintah sebenarnya tidak tahu persis kondisi di lapangan seperti apa dalam membenahi kualitas pendidikan. Hal tersebut diperparah dengan pejabat-pejabat kita yang menetapkan standar kelulusan yang terlihat sangat dipaksakan. Akibatnya, banyak sekolah di Jakarta banyak tidak siap seperti terlihat pada tingkat kelulusan UN yang sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut semakin parah di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, NTT dan lain-lain. Itulah gambaran dunia pendidikan yang diperjuangkan oleh pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Sutar, SE, MM.

Profil Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Terutama dalam menyongsong era globalisasi yang penuh dengan persaingan tak terkecuali dalam pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Yayasan Perguruan Ksatrya telah mempersiapkan diri menjadi wadah yang tepat bagi putra-putri kita untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dalam ilmu pengetahuan umum dan dilengkapi ilmu agama sehingga dapat mencetak generasi muda yang berwawasan global serta unggul dalam IPTEK dan IMTAQ.

Yayasan Perguruan Ksatrya merupakan lembaga pendidikan yang didirikan sejak tahun 19Lima Satu oleh Prof. DR. RP Soejono dkk, hingga kini terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan antara lain dengan membangun gedung tiga lantai dan dua lantai serta dua laboratorium komputer terbaru (P4) dilengkapi sistem jaringan (LAN) dan internet, laboratorium IPA, ruang multimedia, sarana olahraga, perpustakaan serta kegiatan ekstra kurikuler antara lain Paripurna, serba daya, Paskibra, futsal, basket dan lain-lain. Pendidikan agama yang diberikan kepada siswa antara lain baca tulis Al Quran dan sholat berjamaah yang didampingi oleh para guru.

Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu mengelola tiga sekolah, yakni:

SMA Ksatrya
Memiliki dua jurusan IPA dan IPS serta terakreditasi “A”

Visi
Terwujudnya kehidupan yang religius, cerdas dan bermartabat
Misi
1.    Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianutnya sehingga menjadi lebih arif dalam berperilaku
2.    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya
3.    Menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa berani dan mampu menghadapi tantangan

SMK Ksatrya
Memiliki tiga studi keahlian, Perkantoran, Bisnis Manajemen dan Akuntasi, serta terakreditasi “B”
Visi
Menjadikan SMK Ksatrya sebagai wahana layanan pendidikan yang menghasilkan tamatan yang beriman, bertakwa dan professional, berjiwa wira usaha serta berdaya kompetisi global

Misi
1.    Meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan pembelajaran secara efektif dan menyenangkan
2.    Menumbuhkembangkan sikap disiplin dalam belajar
3.    Menumbuhkembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan memiliki tata karma
4.    Menumbuhkembangkan sikap rajin dan konsisten dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut
5.    Meningkatkan daya saing yang berwawasan kecakapan hidup

SMP Ksatrya
Visi
Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan takwa

Misi
1.    Menciptakan generasi muda yang berbakat dan berakhlak mulia
2.    Meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar
3.    Mengembangkan potensi siswa yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan

Fasilitas dan Sarana Pendidikan
1.    Sarana praktek ibadah (mushola)
2.    Gedung sekolah tiga lantai milik sendiri
3.    Lapangan dan fasiltias olahraga yang lengkap
4.    Staf pengajar yang profesional di bidangnya
5.    Perpustakaan
6.    Laboratorium komputer terbaru (P4) dan full AC serta dilengkapi dengan LAN dan internet
7.    Laboratorium bahasa
8.    Tempat parkir luas
9.    Koperasi
10.    Kantin

DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA

No Comments

DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA
Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Mewujudkan Perguruan Tinggi yang Lebih Unggul, Maju dan Bermakna

“Jabatan Rektor bukanlah anugerah, ganjaran, apalagi kenikmatan akan tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan” adalah motto yang diusung DR. H Sugihanto Hasanuddien, MA., saat maju dalam pemilihan Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo periode 2010 – 2014. Pencalonan ini adalah untuk yang kedua kali setelah pada periode 1998 – 2002 jabatan rektor juga diemban pria kelahiran Ponorogo, 7 Juli 1950 ini.

“Saya terpanggil untuk berbagi pengalaman atas perjalanan panjang dalam kesertaan membantu INSURI Ponorogo sejak 1979 sampai sekarang. Harapan saya, bersama keluarga besar INSURI mewujudkan perguruan tinggi yang lebih unggul, maju dan bermakna bagi kita semua,” kata alumni Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ikhtiar yang kuat bersama stakeholder INSURI agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, dalam pencalonan sebagai rektor ia, menyusun program pertumbuhan dan perkembangan INSURI pada lima hal, yaitu institusi, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Keberhasilan dalam mengembangkan INSURI akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Dalam perspektif institusi, jelasnya, pengembangan INSURI melalui niat dan tekad bersama Sivitas Akademika yang terdiri atas Pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa serta alumni. Semua harus memiliki orientasi ke masa depan, mensinergikan individu-kelompok-institusi, komunikasi organisasi yang efektif, mengintegrasikan “tri dharma perguruan tinggi” dan menghasilkan lulusan yang unggul, berkualitas serta kompetitif. Dari situ diharapkan akan memicu lahirnya berbagai inspirasi dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Dalam perspektif sosial, INSURI akan melahirkan insan-insan akademis yang mempunyai peranan penting dalam proses perubahan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, INSURI diharapkan dapat memberikan sumbangan penting pada upaya menumbuhkan kepemimpinan yang arif berbasis individu, kelompok dan institusi.

Dalam perspektif budaya, INSURI merupakan institusi penting dan medium yang efektif untuk mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai dan menanamkan etos di kalangan warga kampus. Dalam konteks ini, INSURI dapat menjadi simpul penting untuk membangun kesadaran kolektif (collective conscience) sebagai warga kampus serta mengukuhkan ikatan-ikatan sosial dengan mitra strategis dari Pondok Pesantren, Pemerintah Pusat/Daerah, komunitas akademis dan masyarakat.

Dalam perspektif ekonomi, INSURI diharapkan akan menghasilkan manusia-manusia yang handal untuk menjadi subyek penggerak pembangunan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Tri Sivitas Akademika INSURI harus berperan sebagai pusat penelitian dan pengembangan (research and development) yang diharapkan dapat mengantarkan umat Islam untuk meraih keunggulan dalam persaingan global.

Dalam perspektif politik, INSURI harus mampu mengembangkan kapasitas individu untuk menjadi warga negara yang baik (good citizen) yang memiliki kesadaran akan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu INSURI ke depan akan melahirkan lapisan masyarakat akademis yang kemudian membentuk critical mass yang menjadi elemen pokok dalam upaya membangun masyarakat madani, yang bertumpu pada golongan masyarakat kelas menengah terdidik yang menjadi pilar utama civil society sebagai salah satu tiang penyangga bagi upaya perwujudan pembangunan masyarakat demokratis.

Membangun Kampus

Pak Giek –panggilan akrabnya- sejak masih  menjadi mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya sudah aktif di organisasi kemahasiswaan. Aktivitasnya meliputi organisasi intra maupun ekstra kampus. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya dijabat ayah empat anak dari pernikahannya dengan Hj Umi Parwatie pada tahun 1972 – 1974. Ia juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya selama dua periode (1974 – 1978).

“Satu tahun setelah lulus sarjana (1979), saya menjadi dosen INSURI Ponorogo sampai sekarang. Saya pernah menduduki jabatan Pembantu Rektor I Bidang Akademis (1996-1998), kemudian menjadi Rektor periode I (1998-2002) dan diangkat kembali menjadi Rektor untuk periode II tahun 2010-2014,” tutur anak ke sembilan dari sebelas bersaudara pasangan H Koesnodimoelyo dan Hj Misinem ini.

Setelah berhasil memangku jabatan Rektor Periode II, kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain:

⦁    Menambah sarana dan prasarana (bangunan) ruang kuliah berlantai dua sebanyak dua lokal. Proyek ini selesai dan sudah dimanfaatkan pada semester genap 2010/2011 sekarang sedang ditambah dan sedang dikerjakan sebanyak dua lokal dengan harapan selesai pada tahun ajaran baru 2011/2012

⦁    Melengkapi dan mengoptimalkan penggunaan laboratorium “micro teaching” dan pusat laboratorium komputer untuk perkuliahan PPL-1 Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Syari’yah
⦁    Membeli dan mengoperasionalkan seperangkat alat laboratorium bahasa sebagai realisasi orang “multi lingual” khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris
⦁    Menambah seperangkat LCD permanent pada empat lokal ruang kuliah, sebagai media pembelajaran berbasis IT (teknologi informasi)
⦁    Mengadakan olimpiade akuntansi bagi siswa SMA-SMK dan MA negeri maupun swasta se-ex Karesidenan Madiun yang diikuti oleh 42 team/regu
⦁    Menjadi penyelenggara musyawarah nasional Forum Komunikasi mahasiswa Fakultas Dakwah se-wilayah Jawa Timur dan NTB

Dalam memimpin INSURI Ponorogo, Pak Giek berpegang  pada visi dan misi yang diajukannya saat mencalonkan diri sebagai Rektor. Adapun visi dan misinya adalah sebagai berikut:
Visi
Mewujudkan INSURI sebagai jendela bagi masyarakat untuk melihat perkembangan Islam dengan mengintegrasikan pendidikan pesantren (keislaman) dan modern (keilmuan)
Misi
⦁    Menumbuhkan kepemimpinan akademik yang arif berbasis individu, kelompok dan institusi
⦁    Menjadikan INSURI sebagai simpul penting dan jejaring kerjasama dengan mitra strategis dari pesantren, pemerintah (pusat/daerah), komunitas akademis dan masyarakat
⦁    Meningkatkan kebutuhan peralatan penunjang riset, memperbaharui fisik lingkungan kampus dan meningkatkan kenyamanan sebagai tempat belajar
⦁    Mengembangkan dan melaksanakan manajemen INSURI yang akuntabel, profesional dan produktif berlandaskan azas manfaat dalam system tata kelola terpadu

Dengan visi dan misi tersebut, diharapkan INSURI dapat melahirkan lebih banyak lagi alumni yang akan menjadi pemimpin berwawasan keislaman  dan peka terhadap persoalan sosial.

“Selama ini, alumni INSURI banyak yang menjadi aktivis dalam politik, sosial dan juga organisasi sosial kemasyarakatan/keagamaan. Kita harapkan mereka inilah yang memberikan partisipasi aktif dalam membangun clean government. Untuk itu, di masa depan kita akan banyak melakukan advokasi bagi pesantren dan madrasah sehingga terjadi mobilisasi intelektual, termasuk menjadi sumber pengembangan dan jendela ilmu agama Islam dengan dunia luar, utamanya dengan dunia internasional,” tegasnya.

Program-program Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

A. Program S1

Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo berkomitmen untuk berkiprah dalam pengembangan keilmuan Islam berwawasan kebudayaan dan kebangsaan dan siap mencetak sarjana muslim, cendekia, dan profesional agar mampu memenuhi tuntutan global ke arah terwujudnya kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Visi
Terbentuknya Sarjana Muslim yang berkualitas, berakhlakul karimah dan mampu menjawab tantangan zaman.
Misi
1.    Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional untuk mewujudkan manusia yang berkualitas, beramal ilmiah dan berilmu amaliah
2.    Menyelenggarakan Pendidikan Islam yang dapat meningkatkan kualitas iman taqwa, berakhlakul karimah dan memiliki wawasan luas
3.    Membina kompetensi ideal menuju kemandirian dalam kehidupan pribadi maupun bersama-sama
4.    Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara efektif, efisien dan menyeluruh agar tercipta Sumber Daya Manusia yang berkompetensi kompetitif di era global

Tujuan
Menyiapkan insan Indonesia yang memiliki keunggulan dan kompetensi:
1.    Intelektual dan profesional
2.    Moral keislaman
3.    Kemandirian
4.    Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga mampu berkompetisi dalam merespon perubahan dan perkembangan masyarakat dalam perspektif global tanpa kehilangan jati diri

Program Studi
Fakultas Tarbiyah
1.    Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) – Terakreditasi (B)
2.    Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) – Terakreditasi (B)
3.    Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Diniyah (PGMI) – Terakreditasi (B)
4.    Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) – Terakreditasi (C)

Fakultas Syariah
– Program Studi Muamalah/Hukum Ekonomi Islam – Terakreditasi (B)

Fakultas Dakwah
– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) – Terakreditasi (B)

Akademi Analis Farmasi dan Makanan (D3) — Terakreditasi (B)
Biaya pendidikan
Cukup terjangkau oleh setiap calon mahasiswa dan dibayar dengan system Triwulan (September, Desember, Maret dan Juni)

Penyelenggaraan pendidikan
1.    Menggunakan system satuan kredit semester (SKS) dengan waktu tempuh 8 semester (jenjang S1)
2.    Menerima mahasiswa transfer dari program Diploma dan Sarjana Muda ke semua prodi kecuali prodi PGMI

Fasilitas
1.    Tenaga pengajar dengan kualifikasi S2 dan S3
2.    Ruang perkuliahan yang representative dilengkapi dengan LCD
3.    Perpustakaan yang representative
4.    Laboratorium komputer, micro teaching, dakwah dan bahasa yang didukung teknologi elektronik dan audio visual
5.    Gratis akses internet sepanjang hari (free hot spot area)
6.    Kegiatan mahasiswa yang mampu menunjang minat dan bakat mahasiswa
7.    Letak kampus yang strategis dan mudah dijangkau

B. Program S2

Profil
Dengan menyadari adanya kebutuhan akan SDM kependidikan di lingkungan Ponorogo dan sekitarnya, yang lebih berkualitas, kompetitif dan profesional, INSURI Ponorogo sebagai lembaga pendidikan tinggi berupaya memenuhi tuntutan tersebut dengan menyelenggarakan pendidikan jenjang S2 (Program Magister Pendidikan Islam dengan 2 (dua) konsentrasi yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menghasilkan lulusan Magister Pendidikan Islam yang memiliki wawasan keilmuan manajemen pendidikan Islam yang humanis-inklusif dan mampu memecahkan berbagai masalah persoalan pendidikan dalam teori dan praktik, serta memiliki kemampuan metodologis dan sistematis dalam mengembangkan serta mengaktualisasikan diri dalam komunitas lokal, nasional dan internasional.

Kompetensi lulusan
1.    Menguasai teori dan praktik Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam
2.    Memiliki kecakapan untuk mengembangkan Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam baik pada aspek teoritis dan praktis
3.    Memiliki sikap kecendekiawanan dan integrasi keilmuan di era globalisasi
4.    Mampu mengaktualisasikan diri dalam berbagai forum baik ilmiah maupun di tengah masyarakat
5.    Memiliki keterampilan dalam meneliti masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan Islam

Dosen Pengampu
Dosen yang terlibat langsung dalam proses belajar mengajar adalah dosen yang telah menyandang gelar Professor atau minimal Doktor yang mempunyai kapasitas keilmuan secara nasional maupun internasional, antara lain:

1.    Prof. K. Yudian Wahyudi, PhD (Alumnus S3 Harvard University USA)
2.    Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, MA (Guru Besar UNESA Surabaya)
3.    Prof. Dr. H. Muhaimin, MA (Guru Besar UIN Malang)
4.    Prof. Dr. H. Khusnurridhlo, MPd (Ketua STAIN Jember)
5.    Prof. Dr. Sa’dun Akbar, MPd (Guru Besar Universitas Negeri Malang)
6.    Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA (Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya)
7.    Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadhal, MPd (Direktur Pendidikan Dasar Kemendiknas)
8.    Prof. Dr. H. Imam Fuadi, MA (Guru Besar STAIN Tulungagung)
9.    Dr. H. M. Suyudi, MAg (Direktur Pascasarjana INSURI)
10.    Dr. H. Hobri, MPd (Dosen Universitas Jember)
11.    Dr. H. Abdul Munip, MAg (Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
12.    Dr. Hj. Hanun Asrorah, MAg (Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya)

Fasilitas
1.    Ruang perkuliahan yang representative dilengkapi dengan LCD dan AC
2.    Perpustakaan yang representative
3.    Laboratorium komputer, micro teaching
4.    Gratis akses internet sepanjang hari (free hot spot area)
5.    Ruang seminar

Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC

No Comments

Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC
Director Asia Africa University of Berkley, USA
Duta Besar Pendidikan Internasional/Ambassador International Education
kata anak didiknya dari puluhan Kedutaan di Jakarta mulai dari Duta Besar, istri, keluarga dan Diplomatics yg terus menerus menimba ilmu dari beliau
Duta Besar Pendidikan Internasional merupakan julukan bagi profil pendidik Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC. Peraih gelar enam Doktor (S3) dari universitas dalam dan luar negeri ini telah mendidik keluarga Duta Besar dari berbagai negara, antara lain dari Kedutaan Besar UAE, Libya, Afghanistan, Afrika Selatan, Congo, Qatar, Nigeria, Sudan, Serbia, Laos dan Mozambique.
Julukan International Ambassador Education tersebut diberikan oleh anak didiknya yang melihat kemampuan hebat dalam diri Prof. Liartha, panggilan akrab ‘Sora Surulo’ ini. Hingga saat ini, kemampuan Prof. Liarfha dalam bidang pendidikan belum ada saingannya. Hanya Prof. Liartha seorang yang memiliki lisensi untuk menyelenggarakan pendidikan bergengsi di tingkat Asia – Afrika dan Eropa, melalui lembaga yang dikelolanya. Prof. Liartha menjabat sebagai Director Asia Africa University of Berkley, USA dan bekerja sebagai Dosen Jarak – Jauh University of London, UK.lihat di websidenya americanuniversity.org.uk click faculty namanya ada di hal.4 sejajar dengan Dosen Dunia dari berbagai manca negara Eropah,Africa,Asia, dan America
Seluruh gelar dikeluarkan dari University of Berkley, USA dan dapat dilegalisir di Kedutaan Amerika termasuk transkrip nilainya dengan biaya US$30 per satu copy kemudian juga dilegalisir di Deparlu. Ini merupakan persyaratan yang diperlukan oleh para corps diplomatic dari kedutaan, sehingga membanjiri LMII untuk mendapatkan gelar internasional tersebut. Kini sedang kuliah di LMII counselor Kedutaan Sudan, Second Secretary Kedutaan Libya, famili dari Kedutaan Iraq, Marocco, Admin. Staff UNICEF, putri Duta Besar Ambassador Afrika Selatan beserta Second Secretary-nya, Pengusaha UAE, putra Kedutaan Uzbekistan, famili Kedutaan Serbia, Second Secretary Kedutaan Afghanistan, staf Kedutaan Cambodia, Duta Besar Timor Leste dan Presenter Indosiar TV.

Menurut Prof. Liartha, alumni LMII yang telah menyelesaikan kuliah PhD yaitu Duta Besar UAE (telah kembali ke Dubai), Nyonya Duta Besar Libya beserta putrinya yang telah kembali ke Libya. Peserta mayoritas lainnya berasal dari Keluarga India dan Chinese, karena mereka sadar pentingnya ilmu dengan pengetahuan berbahasa Inggris memonopoli dunia bisnis dimanapun berada.
Sejarah singkat pendidikan Prof. Liartha adalah sebagai berikut:
Dalam negeri: Meraih gelar SE (S1) dari FE USU Medan, gelar MSi (S2) dari UI dan gelar DR (S3) dari Unpad.
Luar negeri:
1. Lulus BSc (1988), MSc (1990) dan PhD (1993) dari Kennedy Western University
2. Lulus PhD dari Pacific Western University USA 1997
3. Lulus DBA dari LA SALLE UNIVERSITY 1998
4. Lulus EdD (DOCTOR PENDIDIKAN) dari Trinity College & University 1999
5. Lulus PhD dari Univresity of Berkley  2000
6. Lulus S3/DR Unpad Bandung 2009  22/11/2009
Pekerjaan Prof. Liartha -sewaktu mengambil kuliah di luar negeri adalah dengan belajar sistem jarak jauh melalui internet- adalah Director Asia Africa University of Berkley, USA, (website: www.berkley-u.edu) dan Dosen Jarak Jauh University of London, UK ONDON, UK (website www.americanuniversity.org.uk). Oleh karena itu, hingga sekarang pun internet tidak pernah lepas dari kehidupannya dan beliau melayani yg berminat pendidikan internasdional 24 jam di internetnya lmii@indo.net.id.
Terpaku Aturan Kependidikan Nasional
Terhadap dunia pendidikan di Indonesia sekarang, Prof. Liartha merasa prihatin dengan peringkat mutu pendidikan di tanah air, yang hingga kini masih dalam peringkat terbawah di antara 10 negara Asia, dan sangat menganjurkan setiap pihak yang mempunyai talenta agar meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Buktinya jelas dan sederhana tidak ada satupun professor Indonesia bekerja di luar negeri sebagai Guru Besar. Bukti lainnya adalah tidak ada satupun tenaga sarjana Indonesia bekerja di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, World Bank, Unicef Pusat dan lembaga internasional lainnya.
“Penyebabnya, kita kurang dalam manajemen bahasa Inggris, yang ada manajemen Sunda, Jawa dan lain-lain. Karena dosen di Indonesia sendiri tidak memperdalam pengetahuan internasional dan terpaku pada aturan kependidikan nasional. Jadi biasa saja kalau seorang dosen itu memarahi mahasiswa-mahasiswanya. Ini kalau di universitas luar negeri tidak terjadi,” katanya.
Sementara di luar negeri, jelas Prof. Liartha, dosen atau guru besar tidak pernah memarahi mahasiswa. Mereka dengan senang hati menawarkan bantuan bagi mahasiswa yang bermasalah. Situasi proses belajar mengajar pun sangat kondusif dengan sarana dan prasana lengkap. “Bahkan suara angin pun tidak terdengar,” imbuh ayah lima anak dan sebelas cucu ini.
Begitu juga dengan minimnya professional asal Indonesia yang bekerja di badan-badan elit dunia. Menurut Prof. Liartha, untuk bekerja di sana yang diperlukan adalah pengetahuan mumpuni dan bukan nama besar. Bahkan rekomendasi Presiden SBY pun tidak berlaku agar bisa masuk ke sana meskipun Indonesia memiliki jatah perwakilan. Semua semata-mata karena kemampuan masing-masing personel dalam menghadapi tugas yang berat.
“Karena kemampuan tidak ada, mau bagaimana lagi. Penyebabnya bukan hanya dari pemerintah, tetapi masyarakat juga berperan. Gaji dosen di sini tidak cukup untuk hidup karena dalam satu minggu sudah habis, tetapi di luar negeri bisa untuk hidup layak. Makanya saya tidak pernah berhenti mengambil PhD dari luar negeri, karena saya bisa menimba ilmu,”  katanya.
Untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia, Prof. Liartha mengusulkan agar pemerintah memberikan kesejahteraan bagi para dosen dan tenaga pendidik lainnya. Setelah kesejahteran terpenuhi, dosen harus diajarkan untuk hidup disiplin. Dengan memiliki dosen yang penuh disiplin, otomatis para mahasiswa akan mengikuti menerapkan pola hidup yang disiplin. Jangan sampai, kedisiplinan dilanggar karena dosen lebih mementingkan kebutuhan hidup keluarga.
“Mengubah pendidikan di Indonesia harus melalui penguasaan bahasa Inggris yang diperdalam. Intinya manajemen bahasa Inggris yang harus dilakukan karena itu sangat penting. Apalagi kalau sudah S1, orang harus memperdalam manajemen bahasa Inggris untuk menyamai mutu pendidikan di luar negeri. Ide saya, pimpinan pendidikan harus benahi diri dengan sering ke luar negeri untuk studi banding dan kalau perlu training di luar negeri. Dulu pendidikan Malaysia di bawah kita, sekarang mereka unggul,” ujarnya.
PT KEMSIS INTERNATIONAL
Pada era globalisasi sekarang ini, organisasi, swasta dan publik, dihadapkan pada tantangan pelik untuk mampu bertahan dan berkembang. Faktor internal dan eksternal yang tidak dapat terprediksi, perilaku pasar bebas, globalisasi dan cepatnya laju perkembangan teknologi dan informasi yang tidak diimbangi dengan pembenahan organisasi secara seimbang turut mempengaruhi kinerja, dan mengarah pada kegagalan organisasi.
Oleh karena itu, KEMSIS INTERNATIONAL hadir untuk menawarkan solusi melalui program pengembangan individu untuk penyegaran pengetahuan, informasi dan keterampilan dalam mengatasi berbagai masalah yang dikemas dengan metoda yang beragam, up to date dan ekonomis. Para pelatih terdiri dari profesional puncak dan berpengalaman di bidangnya. Dikemas dalam kombinasi akademik dan praktis, beragam topik yang ditawarkan tersedia dalam bentuk workshop dan in house training, atau secara tailor made sesuai kebutuhan organisasi anda. Dengan tag line “we empower people to empower their businesses” kami mengundang anda untuk mengikuti pelatihan yang tersedia dalam katalog pelatihan.
Misi Kemsis International
Menyediakan pelatihan yang tepat dalam rangka pemberdayaan pelaku bisnis untuk memberdayakan bisnis mereka dalam iklim globalisasi yang sangat kompetitif.
Kemsis International bekerjasama dengan University of Berkley, Michigan (Accredited by NEPFEW Inc. Delaware, USA), dalam menyediakan topik, materi, dan pembicara dalam penyelenggaraan pelatihan, workshop dan seminar. Sertifikat yang diberikan kepada peserta memuat logo kedua lembaga pelatihan dan ditandatangani bersama kedua lembaga.
Layanan Kemsis International
1. Regular Training
Pelatihan terjadual yang disediakan oleh Kemsis International. Dari topik yang tersedia, peminat dapat memilih topik yang dirasa dapat melengkapi atau memperbarui pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya saat ini. Tersedianya frekuensi jadual tiap topik yang lebih dari satu kali dalam setahun, memudahkan peminat untuk menyesuaikan waktunya untuk mengikuti pelatihan.

2. In House Training
Apabila diinginkan, pelatihan dapat diselenggarakan di tempat perusahaan yang membutuhkan, dan Kemsis International akan mengirimkan pelatih yang diperlukan. Materi pelatihan dapat dipilih dari topik yang ada dalam katalog tahunan, atau paket pelatihan tailor made sesuai kebutuhan perusahaan.
3. Marketing Research
Melalui layanan ini akan diperoleh informasi yang relevan, akurat, terpercaya, handal dan mutakhir yang diperlukan pihak manajemen. Keputusan yang baik adalah keputusan yang tidak selalu didasarkan atas perasaan dan intuisi atau dugaan semata, tapi yang didasarkan atas informasi yang diperoleh melalui marketing research.

4. Management Research
Penelitian manajemen dapat digunakan untuk mendiagnosa permasalahan kesenjangan yang ada (mapping) untuk kemudian ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan (treatment). Kemsis International mampu menemukan solusi memecahkan masalah yang dihadapi.
5. Management Consultancy
Layanan ini memusatkan perhatian pada pemberian bantuan, baik temporer maupun permanen, pada suatu organisasi, terutama melalui analisis masalah bisnis yang sedang dihadapi, dan pengembangan rencana strategis untuk peningkatan kinerja.
6. Seminars dan Workshops
Seminars dan workshops akan diselenggarakan secara periodik dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan kepakaran yang sudah teruji.
PENDIRI PT Kemsis International
DR. Marihot Siahaan, MA, Direktur Utama
Menyelesaikan strata-1 dari Jurusan Bahasa Inggris, IKIP Jakarta pada tahun 1981, Siahaan memenangkan beasiswa yang ditawarkan USAID dan menyelesaikan strata-2 pada tahun 1989 dari School of Journalism,  University of Iowa, USA. Selama belajar di Iowa, dia mendapatkan penghargaan dari universitas tersebut bidang karir masa depan sebagai jurnalis. Pada tahun yang sama dia mengikuti pelatihan manajemen bagi para manajer, yang dilaksanakan oleh American Management Association di New York. Siahaan mengikuti program Doktor dalam bidang manajemen di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2005 dan memperoleh gelar Doktor pada tahun 2009.
Prof. DR. Liarta Kembaren, MS., MBA. PhD. DBA., Komisaris
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, Medan pada tahun 1969. Dia melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Magister Sains pada tahun 1998. Saat ini sedang menyelesaikan progroram doktor dan dijadualkan untuk mempertahankan disertasinya di Universitas Pejajaran Bandung. Kembaren memperoleh gelar MBA dari Kennedy-Western, Idaho, USA pada tahun 1988, dan melanjutkan ke program doktoral pada institusi yang sama dan memperoleh gelar PhD pada tahun 1990. Dia juga memperoleh gelar PhD dari Pacific Western University, dan DBA dari LaSalle University, Mendeville, Lousiana, USA pada tahun 1998.
Berbagai pelatihan telah diikuti, diantaranya adalah: Pelatihan Manajemen Marketing di Universitas Indonesia pada tahun 1978, Pelatihan lanjut tentang Persiapan Studi Kelayakan Industri oleh UNINDO/UNDP dan Departemen Perindustrian RI di Jakarta pada tahun 1985, Pelatihan Persiapan Penyusunan Proposal Bank oleh UNINDO/UNDP dan Departemen Perindustrian RI di Jakarta pada tahun 1995, Program orientasi praktek kerja untuk Promosi Ivestasi dari Negara-negara Berkembang, UNINDO/IPS di Tokyo pada tahun 1996, Program Proses Produksi dan Pemasaran Udang, oleh The Pragma Corporation di Tampa, Florida, California pada tahun 1989, Strategi Pengembangan Keterampilan Presentasi yang Efektif, oleh AMA New York, 1996.
Dia bergabung dengan sejumlah komunitas profesional seperti American Association of University Professor (AAUP) Washington DC, USA, American Management Association (AMA) NY, USA, American Marketing Association (AMA), Chichago, USA, The Peter Drucker Foundation, New York, USA, dan The International Who’s Who Professional, North Carolina, USA.
Liartha mengawali karirnya sebagai karyawan perusahaan swasta di Medan. Pada tahun 1970-1973 dia menjabat sebagai Wakil Manager Marketing, William & Jacks Co, Singapore. Dia kemudian bergabung dengan perusahaan swasta asing dan bekerja dengan Dorma Far East Pte., Singapore dan The American Consultant League, Maryland, USA.
Selama tahun 1990-1991 dia menjadi Direktur Akademi Perbankan, Universitas Kristen Indonesia, dan Direktur Kennedy-Western University untuk wilayah Asia sejak tahun 1990-2000. Sejak tahun 2000, dia ditunjuk menjadi Direktur Penerimaan Mahasiswa Timur Jauh oleh University of Berkley, Michigan, USA hingga saat ini. Dia juga menjadi Direktur STIE LMII Medan sejak tahun 1999 hingga sekarang, dan juga sebagai staf pengajar internasional pada American University, London UK; The Trinity College & University, Spain, dan USA; dan Wesleyan-University, Manilla, Philippines.
langsung dari Berkeley. Misalnya kursus leadership, bisa langsung transfer ke MBA. Dengan jam pelajaran yang singkat selama dua hari dari jam sembilan – dua belas. Atau kalau satu hari bisa dari jam sembilan sampai jam empat,” jelas Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. IDENTITAS PRIBADI
1. Nama                                            : Liartha Sembiring Kembaren
2. NPM  Program DR/S3-Unpad           : L3G 00813
3. Tempat/Tanggal Lahir                   : Medan , 10 Oktober 1936
4. Pekerjaan                                     :
A. Pengelola  Sekolah Swasta
·        STIE LMII Medan Gol.Lektor, Dosen Kopertis
·        LMII yang mewakili Universitas Swasta Luar Negeri

B. Dosen Internasional/distance Learning
·        University of Berkley, Michigan USA
·        The American University of London, UK, www.americanuniversity.org.uk
·        Kennedy Western (Warren National) University, Wyoming, USA
·        Trinity College & University Europe & USA, Wesleyan University-Philippines, Manila
5. Alamat R u m a h :
5.1 Bandung: Jl. Bangkalan I No. 1 Antapani 2, Telp. 022-7206097 email: lmiibdg@rad.net.id
5.2. Jakarta Jl.Raden SalehNo.9 Rt 001/06 Karang  Mulia, Kec.Ciledug Kodya TENAGA 15157 Telp.021-5850083 Fax 021-5850084                                                                      Email : lmii@indo.net.id
5.3 Medan Jl.Sei Padang 127 Telp.061-8212883/8211946/081376443623/ 081361999827
Kantor Bandung : LMII Bandung GRaha Bumi Putra Lt 6 Jl.Asia Afrika 141-147
Telp.022-4241403-4/08122422459ReniSecr.Email:lmiibdg@rad.net.id
Jakarta : LMII/Univ of Berkley, Metroplitan 1, 14th Fl, Jl.Sudirman Kav.29,Jkta12920 Ph 021-5711602 Fax 2522129 Email: lmii@indo.net.id HP:081932981418 Monica Secr. Webside : www.indo.net.id/lmii
6. Nama orangtua    : Ibu Rulih Barus (+), Bapak Terem .Kembaren (+)
7. Nama Istri           : Kata Ersada br Bangun
8. Pekerjaan           : Ibu Rumah Tangga
9. Jumlah Anak       : 5 Orang dua putra tiga perempuan
10. Jumlah Cucu      : Sebelas Orang
Dari anak Pertama Sri Idawathie Milcha SE/Ir Ramon Daandael Nugroho MSc
1.Cucu Oblivia Amenta Daandel Kls.2 SMA
Dari anak ke 2 Irwantha Kembaren MBA/Rose Lina br Sitepu BSc. 3 cucu :
2. Ncky Launa Kembaren TK kls O di Mdn
3. Natalia Kembaren Kls 5 SD di USA
4. Michael A. Kembaren Kls 3 SMP di USA
Dari anak ke 3 Drs. Robert Kembaren/Aning Dmiyati br Bangun – 2 cucu
5.Edigya Aditya Kembaren Semster 3 Universitas BINUS Jurusan Animasi
6. Ruth Rasita Kembaren Kls 2 SMU
Dari Anak ke 4 :Lidyana Kembaren SE/Alex Bintana Bukir SH – 2 cucu:
7.Steven Aldi Bukit kls 5 SD di Medan
8.Grace Lidwina Rubberencia br Bukit TK kld O di Medan
Dari anak ke 5 : Linda Magdalena Kembaren SE/Ir. Edi Suranta Tarigan 3 cucu
9.Hiskia Alexis Kelianta Tarigan SMU Kls1
10. Tania Felecia br Tarigan Kls.3 SD
11.Steveni Irenta br Targian Kls.O TK
II. Riwayat Pendidikan:
·        Dalam Negeri Formal
1). SR Tiga Jumpa Kec.Barus Jahe Kab.karo Sumatera Utara  Lulus Kls 6 SR
2). SMA Masehi 3 Thn di Kabanjahe Lulus kls 3 SMP BAG.B lulus 15/7/1957
3). SMA Yay Perguruan Deli M e d a n Lulus SMA C lulus 12/7/1963
4). Fakultas Ekonomi UISU Medan Lulus DRS lulus 31/10/1969 lulus persamaan Negeri  23/2/1971
5).Fakultas Hukum Universitas Jakarta , Lulus SH 28/5/08 , Skripsi “Eksistensi UU No23 thn.1997 Dalam Pelindungan Lingkungan Hidup, IPK 3,15 Kredit Diperoleh 149 SKS
6). Pasca Sarjana (S2)Sospol Universitas Indonesia Lulus Master – MSi (1996-1998)
7).Pasca Sarjana (S3) Ilmu Sosial Politik Konsentrasi Pemerintahan Universitas Pajajaran Bandung ,   Lulus 23 Nopember 2009
* Luar Negeri kuliah dengan system jarak jauh by internet:
1. Lulus BSc in  Business Admin. dari Kennedy University , Idaho USA (1983-1988)
2. Lulus Program MSc in Int’l Business Administration  dari sda 1988 – 1990
3. LULUS MASTER OF LAWS (LLM) DARI TRINITY COLLEGE AND UNIVESITY  DARI MALAGA SPAIN dengan Thesis “Laws, Legal & Ethics in Business” GPA 4
4. Lulus P.hD in Int’l Business Admin. June 1993 dari Kennedy diatas
5. Lulus (DBA) in Business Admin Cum Laude LaSalle University in 1998 telah disetarakan
6.Lulus P.hD in Busine Adm. PACIFIC WESTERN UNIVERSITY in 1997
7. Lulus EdD –Doctor of Philosophy in Education TRINITY COLLEGE and         UNIVERSITY 31/5/2001 (Semua degree Doctor dpt disetarakan ke Strata S-3 Negeri)
8.Lulus PhD in Business Administration University of Berkley,USA 2000
Non Formal:
1, Training Marketing Management University Indonesia di UI 30/1 – 27/2-1978
2. Advanced Training Course in Preparation of Industrial Feasibility Studies conducted by UNIDO/UNDP & Ministry of Industry Indonesia , Jakarta  April 08-15, 1985
3.Training  workshop on the preparation of Bankable proposal, conducted  by
UNIDO/UNDP & Ministry of Industry Indonesia Jakarta 3/11/1995
4. On the Job Orientation Programme for Investment Promotion Official from      Developing Countries at UNIDO IPS TOKYO JAPAN October 1 to  Dec.11,1996
5. The Shrimp Processing & Marketing Program, conducted by The Pragma  Corporation At Tampa Florida and Long Beach , California 10-17 February 1989 under a WorldBank Project representing Indonesia with 7 other mission from other 7 countries
6. Strategies for Developing Effective Presentation Skills, conducted  by AMA, Headquoter, New York , July 01-15, 1996
7. Attended a distance learning course for CPC (Certified Professional Consultant) conducted  by The American Consultant League, The Consultant Institute, Maryland , 21851 Ameica, January 5, 1998.
8. Member of  AAUP (American Association of University Professors) Washington DC , Ameica
9. Member of AMA (American  Management Association) NY, America
10.Membe of  AMA (American Marketing Management), Chicago , America
11.Member of The Peter Drucker Foundation, New York , America
12.Member of The  International Who’s Who Professional North Caroline, America
13. Member of Asia Men & Women of Achievement, India
III. RIWAYAT PEKERJAAN
1.    Executive Staff Kredit Bank Lokal Medan “Bank Kerajinan Pejuang Kemerdekaan NV 1957-1963
2.    Kepala Bagian Import Export PT Gadjah Ruku Medan 1963-1970
3.    Executive Staff Harrisons & Crosfield Ltd in Technical Trading Department –perusahaan Inggris 1970-1973
4.    Ass.Sales Manager William Jacks & Co ., Singapore 1973-1976
5.    Senior Marketing Executive PT Irosteel Works, Jakarta under 2 experts expatriate from UK and India 1977-1980
6.    Regional Sales Manager DORMA DOOR CLOSER PTE LTD, Singapore stay in           Singapore from January 1982-Dec.1984
7.    National Expet UNIDO-UNDP Project in Jakarta 1984-1987
8.    Project Officer  DPE/ESB a World Bank Funding Project under Minister  of Trade          Indonesia 1987-1989
9.    Diretor of  The American Consultant League , Maryland , America
10.    Direktur Akademi Pebankan UKI Cawang,  Jakarta 1990-1996
11.    Direktur Asia Kennedy-Wester University, Boise, Idaho, Ameika           membawahi 10 Negara Asia untuk program distance learning 1990-2000
12.    Far Eastern Adminissions Director University of Berkley, Michigan, America membawahi Negara Negara Asia, Africa dna Eropa untuk program-program  Bachelor-Master-PhD dan DR Hon dengan distance leraning mulai tahun 2000 sd sekarang
13.    Ketua STIE LMII Medan tahun 1999 sampai sekarang
14.    Director Asia for International Programs Wesleyan University Philippines Manila 2000 – sekarang
15.    International Faculty Member/Dosen jarak jauh dari lima (5) Universitas             Internasional) sampai  sekarang untuk:
15.1. University of Berkley , Michigan USA
2. Kennedy-estern(Warren National) University , Wyoming USA
3. The American University of London UK, website www.americanuniversity.org.uk
4. Trinity College & Univesity Eropa dan USA
5. Wesleyan University-Philippines, Manila
MENUNTUT ILMU INTERNATIONAL DARI BACHELOR SAMPAI DOKTORAL TEMPATNYA ADALAH KEPADA BELIAU, BAHKAN PARA VIP/CEO YANG BERMINAT MENDAPATAKAN GELAR DR HON USA RESMI DILEGALISER INSTANSI TERKAIT DAPAT DIPROSES MELALUI BELIAU DAN SAMPAI SEKARANG SUDAH 186 ALUMNINYA, TERMASUK MANTAN DJAKSA AGUNG RI DR SINGGIH SH, 3 GUBERNUR, 4 KETUA DPRD PROPINSI DAN BANYAK BUPATI DAN WALIKOTA SERTA KETUA PARPOL DISELURUH INDOINESIA, HUBUNGI BELIAU BAIK DENGAN EMAIL KE lmii@indo.net.id; dan lmiibdg@rad.net.id  Fax ke 021-2522129 & 5850084  serta via surat ke kantor beliau di LMII/University of Berkley di Meteropolitan 1, Lt.14, Sudirman Kav.21 Jakarta 12920.

Prof. DR. Ir. Krishna Mochtar, MSCE

No Comments

Prof. DR. Ir. Krishna Mochtar, MSCE
Guru Besar Tetap Bidang Rekayasa dan Manajemen Konstruksi, Institut Teknologi Indonesia

Distance Learning Sebagai Sistem Pendidikan Alternatif di Indonesia

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah bukan rahasia lagi. Untuk dapat belajar dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi diperlukan dana yang sangat besar. Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana 20 persen dari APBN untuk pendidikan, tetap tidak banyak membantu. Pendidikan tetap mahal dan tidak terjangkau bagi sebagian besar rakyat Indonesia.

Kondisi tersebut jelas sangat menghambat kemajuan bangsa. Karena salah satu jalan untuk mencapai kesuksesan adalah dengan mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan. Diakui atau tidak, pendidikan bisa mengangkat kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang murah dan terjangkau.

“Sebenarnya ada terobosan untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan pendidikan sistem online atau distance learning. Model ini tidak mengharuskan adanya pertemuan sehingga mampu menjadi alternatif pendidikan di Indonesia. Peserta berasal dari orang-orang yang sangat sibuk bekerja, atau terpisah jarak jauh dari pusat pembelajaran. Dengan sistem ini, bahkan orang yang tinggal di daerah terpencil pun memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” kata Prof. DR. Ir. Krishna Mochtar, MSCE., Guru Besar Tetap Bidang Rekayasa dan Manajemen Konstruksi, Institut Teknologi Indonesia, Jakarta.

Sistem distance learning seperti itu, jelasnya, di luar negeri sangat mudah ditemukan. Di negara-negara maju dengan kesibukan dan kepadatan jadwal setiap orang, sistem tersebut sangat membantu. Karena orang tetap bisa bekerja tanpa harus ketinggalan pendidikan yang diperlukannya. Bahkan, saat menempuh pendidikan S2 dan S3 di Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat, istrinya mengisi kegiatan dengan mengikuti distance learning.

Sebenarnya, Indonesia juga memiliki sistem pendidikan jarak jauh yang dikenal dengan Universitas Terbuka. Metode pembelajaran ini menggunakan paket-paket pembelajaran berupa modul yang dikirimkan kepada peserta pendidikan. Pada waktu-waktu tertentu, diselenggarakan ujian semester di lokasi yang sudah ditentukan. Selain itu, diberikan juga bimbingan semacam mentoring melalui telepon atau email.

“Di Indonesia yang resmi UT, menurut saya itu positif. Karena orang yang sibuk melalui distance learning bisa terbantu dengan media digital. Bahkan dengan CD dan peralatan lain, bisa diputar berulang kali sehingga mudah masuk dalam otak dan pikiran masing-masing. Berbeda dengan perkuliahan tatap muka yang tidak bisa memaksa dosen untuk mengulangi lagi perkuliahannya,” tuturnya.

Sayangnya, menurut Krishna, meskipun sangat membantu bagi orang-orang sibuk atau tinggal di tempat terpencil, tetapi tidak semua bidang studi bisa menggunakan sistem distance learning. Pada jurusan sosial atau IT sangat mungkin dilakukan, tetapi peserta yang mengambil jurusan teknik memerlukan pertemuan tatap muka dengan dosen secara intensif. “Seharusnya sih bisa melihat menggunakan sistem distance learning. Tetapi kadang hambatan justru datang dari para pengajar karena alasan sentimental saja,” tambahnya.

Meskipun demikian, Krishna menyatakan kalau distance learning sangat baik diterapkan pada kondisi Indonesia. Bahkan, secara umum sistem tersebut sangat efisien dan merupakan terobosan yang sangat brilian demi kemajuan pendidikan di tanah air. Namun, kendala terbesar justru datang dari Depdiknas khususnya Dikti yang cenderung menghambat sistem tersebut. Seperti syarat bagi perguruan tinggi untuk bisa menyelenggarakan distance learning harus memiliki akreditasi A.

“Susah juga sih di Indonesia, tetapi kalau di Amerika semua sudah berjalan. Kuliah via pos atau internet, diskusi lewat chatting, ujian, lulus dan lain-lain. ITI juga pernah mengadakan seperti itu, dengan nama ITI Cyber University kerjasama dengan Malaysia, yang disana sudah jauh lebih maju. Karena pemerintah lebih peduli terhadap kondisi ini, modul-modul di sana dengan CD-CD yang ‘hidup’ seperti dosen mengajar di depan kelas saja,” tandasnya.

Tetapi akibat sosialisasi yang kurang, program tersebut tidak diminati masyarakat karena dinilai kurang meyakinkan dan tidak populer. Padahal program tersebut mencakup seluruh kantor cabang PLN di Indonesia dengan agenda yang tersusun rapi dan sangat terjangkau. Tidak heran, saat ini Krishna termasuk mendorong untuk program distance learning tersebut. Akibatnya, ia harus berdebat dengan “orang-orang” Dikti mengenai masalah yang sebenarnya sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia tersebut.

Ia mencontohkan bagaimana model pendidikan konvensional seperti sekarang harus mengeluarkan dana besar untuk sekadar membangun gedung. Padahal dana triliunan tersebut bisa digunakan untuk membuat modul distance learning yang modern. Di sisi lain, dengan metode distance learning selain tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk gedung, efektivitasnya pun sangat tinggi. Peserta bisa mengatur sendiri untuk menyelesaikan pendidikan sesuai dengan waktu yang dimilikinya.

“Kalau yang ingin cepat ya bisa cepat. Tetapi kalau sambil bekerja ya harus diselesaikan pekerjaannya dahulu. Mungkin pemikiran untuk memperketat persyaratan ini karena kualitas kejujuran orang Indonesia yang sangat beragam sehingga kalau dipermudah nanti kualitas lulusannya sangat rendah. Tetapi sebenarnya itu cukup diawasi saja, kalau kualitasnya kurang ya ditutup saja. Tetapi menurut saya, itu sangat bagus dan harus dikembangkan lebih jauh,” tambahnya.

Seharusnya Indonesia mencontoh negeri jiran Malaysia dalam pendidikan distance learning ini. Di negara yang perekonomiannya digerakkan oleh para TKI tersebut, metode tersebut sangat maju. Penggunaan internet secara luas di seluruh lapisan masyarakat sangat membantu kelancaran program tersebut.

“Mereka mengadakan forum diskusi di internet mengenai satu topik bahasan antara dosen dengan mahasiswa. Bisa juga dengan dosen yang memberikan pancingan pertanyaan sebagai bahan diskusi untuk dibahas bersama-sama. Mereka sadar banyak teknologi yang bisa digunakan untuk keperluan itu, karena teknologi sendiri netral dan bisa digunakan untuk apa saja. Tergantung niat masing-masing,” tuturnya.

Pakar Manajemen Konstruksi

Sebagai guru besar tetap, Prof. Krishna memiliki obsesi untuk meneguhkan eksistensinya sebagai guru besar. Melalui seminar-seminar ilmiah di dalam dan luar negeri, ia ingin dikenal sebagai salah seorang pakar Teknik Sipil, utamanya dalam hal manajemen konstruksi. Profesor kelahiran Jakarta, 21 September 1961 ini sudah memulai dengan beberapa kali tampil sebagai pembicara di seminar internasional seperti di Malaysia dan Australia atas bantuan dana Ditjen Dikti Depdiknas.

“Kalau mimpi saya, kalau orang mencari pakar Sipil, sayalah nama pertama dalam ingatan mereka. Mungkin nanti suatu saat, masalah manajemen konstruksi pun orang akan mengenal saya sebagai ahlinya. Kalau sudah gitu sudah tingkat nasional lah, tinggal tunggu waktu untuk go internasional,” tandasnya.

Prof. Krishna juga mengakui bahwa penghargaan terhadap guru besar di Indonesia masih sangat kurang. Berbeda dengan di Malaysia atau Jepang, pendapatan guru besar bisa disejajarkan dengan direktur perusahaan besar. Sementara di Indonesia, banyak dosen dan guru besar yang menjadi freelance sebagai konsultan untuk menghidupi keluarga. Ia sendiri selain mengajar di ITI juga mengajar di UI dan UPH serta bertindak selaku konsultan.

“Untuk mencari tambahan. Tetapi saya sebagai profesional juga mengerjakan desain beberapa proyek. Seperti desain pelabuhan Belawan yang merupakan proyek IDB dan desain sistem pengendalian banjir di Bontang. Selain itu, saya juga menggarap proyek kajian mengenai kebijakan optimalisasi penggunaan material produk dalam negeri dari Departemen PU. Tetapi ini saya anggap sebagai penelitian untuk dikembangkan menjadi beberapa tulisan di jurnal dan bahan-bahan untuk seminar. Selain itu, penelitian tersebut saya harapkan menjadi referensi bagi kebijakan pemerintah, baik di tingkat Menteri maupun Dirjen di bidang konstruksi,” tuturnya.

Untuk saat ini, Prof. Krishna lebih memfokuskan penelitian pada besaran belanja pemasaran (marketing) konstruksi baik di tingkat kontraktor maupun konsultan. Karena besarnya nilai uang yang beredar di bisnis ini ditengarai banyak terjadi KKN. Apalagi pasca reformasi yang menghasilkan otonomi daerah, tingkat penyelewengan sangat tinggi. Hadirnya “raja kecil” seperti gubernur, walikota, dan bupati, membuat KKN semakin marak.

“Untuk mendapatkan proyek sering terjadi pengaturan sehingga lahir ‘komitmen fee’ mencapai 40-60 persen dari nilai proyek. Padahal, dahulu hanya 10 persen saja. Artinya kalau seorang konsultan mengerjakan sebuah proyek dengan besarnya biaya tinggal 40-60 persen saja dari anggaran semestinya, maka mereka seringkali terpaksa merekayasa data dan berkerja tidak optimal. Akhirnya hasil perencanaan kacau dan asal-asalan saja sehingga ketika dalam tahap pelaksanaan banyak proyek yang cepat rusak. Nanti arah penelitian marketing in construction saya ke situ,” ungkap pria yang tidak ingin terjun ke dunia politik ini.

Optimalisasi Produk Dalam Negeri

Prof. Krishna Mochtar mengakui lebih tertarik untuk mengadakan penelitian yang bersifat problem solving. Ia tidak terlalu berminat untuk mengadakan penelitian dari dana hasil hibah yang pada akhirnya hanya selesai sebatas dimuat pada jurnal ilmiah atau diseminarkan. Karena ia ingin mendedikasikan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas lagi.

“Kalau penelitian di Departemen Teknis seperti PU itu lebih menarik karena riil di lapangan. Bukan hasil ‘ngarang-ngarang’ masalah tetapi benar-benar apa yang dihadapi pada kehidupan sebenarnya. Jadi kajian-kajian yang kami lakukan menjadi roadmap bagi PU, sehingga jelas lebih bermanfaat,” tegas suami Ade Ismiati, SE ini.

Hasil penelitian Prof. Krishna sedikit banyak akan memengaruhi SK yang dikeluarkan oleh Menteri PU. Berkat penemuan-penemuannya, aturan yang dikeluarkan lebih banyak memberikan manfaat bagi orang banyak. Di sini, putra pasangan wartawan handal almarhum Sofyan Mochtar dan almarhumah Kustiniyati Mochtar ini merasakan kepuasan yang lebih besar daripada sekadar honor penelitian saja.

“Artinya manfaatnya lebih besar dan mantap. Sekarang ini saya sedang meneliti mengenai optimalisasi pemakaian bahan bangunan produk dalam negeri oleh kontraktor dan konsultan dalam negeri. Sementara sekarang pemilik dan kontraktor masih senang menggunakan produk luar negeri karena mutunya yang bagus meskipun harganya jauh lebih mahal, atau bahkan karena harganya yang memang lebih murah dari produk dalam negeri, terutama yang dari China, India, dan lain-lain,” kata ayah dari Adil Mochtar dan Adila Amilia Mochtar ini.

Prof. Krishna berharap dapat mengurai masalahnya sehingga pada nantinya akan keluar draft peraturan menteri tentang penggunaan produk dalam negeri. Di sisi lain, pemilik proyek dan kontraktor akan mendapatkan insentif yang sebanding karena dengan sukarela menggunakan produk dalam negeri. Pemerintah juga diharapkan memberikan pengawasan ketat terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi terhadap kebijaksanaan tersebut.

“Pokoknya nanti kontraktor dan konsultan akan beralih ke produk dalam negeri. Kalau tidak, maka  akan kena sangsi karena adanya pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah. Skemanya seperti itu untuk menjadi SK Menteri atau Dirjen. Bagi saya itu lebih menarik dan menantang daripada  menggunakan dana hibah Dikti dan hanya ‘mengarang-ngarang’ masalah riset, dan hasil risetnya tidak terlalu berguna selain hanya menambah kreditnya sebagai dosen. Lebih baik sedikit-sedikit memiliki andil untuk pengambil kebijakan di pemerintah,” ujar pria yang rajin mengikuti Forum KAKI (Komunikasi Aksi untuk Konstruksi Indonesia), sebuah forum para akademisi konstruksi di Indonesia yang aktif mengkaji masalah-masalah terkini dalam manajemen konstruksi.

Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM.

No Comments

Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon
Mengubah Nasib Melalui Pendidikan
Semangat untuk maju membuat manusia mampu menghadapi hambatan yang dihadapi. Setiap rintangan dan halangan yang menghadang jalan menuju cita-citanya akan diterjang. Setidaknya, solusi terbaik atas segala permasalahan yang dihadapi akan selalu diperjuangkan pemecahannya. Semua dilakukan dengan konsisten dan terus menerus dan berdoa kepada Alloh SWT, serta tidak pernah berputus asa sampai tercapainya keinginan.
Begitulah gambaran sekilas mengenai liku-liku perjalanan hidup Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM., Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon. Profil pendidik kelahiran desa terpencil di pegunungan Tasikmalaya Selatan tanggal 6 Desember 1947 ini, terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya adalah seorang guru Sekolah Dasar, sementara sang ibu seorang ibu rumah tangga biasa. Anak kedua dari sepuluh bersaudara ini, sudah harus memperjuangkan segala sesuatunya semenjak kecil.
“Bisa dibayangkan begaimana sulitnya seorang ayah membesarkan sepuluh anak dengan gaji guru yang pas-pasan. Meskipun demikian, almarhum ayahnya menerapkan disiplin tinggi dan memicu anak-anaknya untuk bersemangat menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun agama. Setelah pulang sekolah umum, sore harinya saya mengaji di madrasah. Saya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada tahun 1961. Sejak itu, terbersit keinginan untuk mengubah nasib dan bercita-cita membantu kehidupan orang tua dan saudara-saudaranya”, katanya mengawali kisah.
Jalur pendidikan, lanjut Prof Djalil, saat itu merupakan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Ia siap menempuh segala resiko terkait cita-citanya tersebut, salah satunya adalah berpisah dengan kedua orang tua dan sanak famili. Karena untuk melanjutkan pendidikan, pilihan satu-satunya adalah pergi ke kota kabupaten. Maklum, secara geografis desa tempatnya tinggal terletak  sejauh 12 kilometer dari kecamatan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.
“Meskipun sudah ada jalan, tetapi tidak beraspal. Sesekali memang ada truk pengangkut hasil bumi dan mobil pejabat yang lewat. Saya berkhayal, suatu saat saya ingin mempunyai mobil seperti mereka. Dan dengan semangat mengejar mimpi, saya melanjutkan sekolah di SMEP Negeri di kota kabupaten. Saya tinggal di asrama/pesantren karena tidak bayar alias gratis”, ujarnya.
Saat sekolah di SMEP Negeri, prestasi Prof. Djalil terlihat sangat menonjol. Ia selalu menjadi juara umum sehingga tidak pernah membayar uang sekolah. Bahkan, salah satu toko buku terbesar di Tasikmalaya, Sutraco, memberi buku-buku pelajaran selama ia belajar, sebagai hadiah atas prestasinya. Setelah lulus SMEP pada tahun 1964, ia melanjutkan sekolah ke SMEA Negeri Tasikmalaya dengan harapan bisa secepatnya bekerja.
Masih dengan prestasi yang membanggakan, Prof. Djalil lulus dari SMEA Negeri Tasikmalaya pada tahun 1967. Melihat potensi besar yang tersimpan pada anak didiknya, guru-guru SMEA Negeri menganjurkan salah satu lulusan terbaiknya ini untuk melanjutkan kuliah dan menunda keinginan untuk mencari nafkah. Berbekal semangat dan doa dari kedua orang tua, ia berangkat ke bandung untuk melanjutkan kuliah dan diterima di AAN Negeri Bandung.
“Selama di Bandung saya menumpang hidup dirumah saudara yang mempunyai sebuah pabrik textil di kota Cirebon yang bernama PT. Fintexco. Alhamdulillah, beliau menerima kehadiran saya di rumahnya dengan baik. Setelah lulus AAN Negeri pada tahun 1974 dengan predikat memuaskan, saya malah langsung ditempatkan di pabriknya dengan jabatan Manager keuangan”, ungkapnya penuh syukur.
Meskipun sudah memiliki pekerjaan mapan, Prof. Djalil tidak pernah berhenti mewujudkan cita-citanya. Mengejar ilmu dan melanjutkan kuliah adalah keyakinan yang terus dipupuk agar tercapainya segala keinginan dan cita-cita. Apalagi, dalam pemikirannya, sebagai anak muda yang dinamis, bekerja di pabrik sebagai karyawan akan membosankan terkait dinamika pekerjaan. Oleh karena itu, ia kemudian mendaftarkan diri untuk mengikuti program S1 di Untag 1945 Jakarta.
“Setelah lulus dengan predikat cum laude pada tahun 1976, saya ditawari mengajar di Untag Cirebon oleh Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo, rektor saat itu. Saya mau, tetapi saat itu saya masih menjabat Direktur di PT. Fintexco. Saya takut terjadi conflict of interest terkait posisi saya itu, tetapi beliau menjamin asalkan setiap sore mengajar tidak akan terjadi apa-apa. Jadilah saya dosen di Untag Cirebon ini.
Pada tahun 1979 saya sempat mendirikan PT. Sari Angin Cirebon, sebuah perusahaan oxygen yang ide dan gagasan pendiriannya terinspirasi dari hasil penelitian skripsi saya di PN ZATAS, ketika saya menyelesaikan tugas akhir di AAN Negeri Bandung”. ungkapnya.
Membangun Untag Cirebon
Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM. kemudian memulai tugasnya sebagai Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon. Perguruan tinggi swasta yang saat itu masih belum memiliki kampus sehingga terpaksa menumpang di gedung SMP Negeri 2 di Jl. Siliwangi, Cirebon. Sebagai Dosen muda, dengan semangat tinggi untuk memajukan Universitas, ia mengupayakan agar perguruan tinggi tempatnya mengabdi memiliki kampus sendiri.
“Dalam pikiran saya, sebuah perguruan tinggi idealnya kan mempunyai kampus sendiri. Akhirnya kami mendapat bantuan dari pemerintah berupa satu lokal gedung meskipun  sulit dijangkau karena lokasinya jauh dari pusat kota dan tidak dilewati angkutan kota. Akibatnya, ketika kampus ingin dipindahkan, mahasiswa angkatan tua banyak yang protes dan tidak mau dipindahkan”, ujarnya.
Akhirnya gedung bantuan pemerintah tersebut digunakan untuk kepentingan administrasi sambil menunggu saat yang tepat untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar. Disisi lain, karier Prof. Djalil semakin terbuka di jalur pendidikan. Tahun 1979, pemerintah membuka penawaran Dosen Kopertis dengan persyaratan harus bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia. Ia mengikuti prosedur penerimaan dosen tersebut hingga berakhirnya proses seleksi.
Atas kehendak Alloh, pada tahun 1981 Prof. Djalil ditempatkan sebagai Dosen Kopertis Wil. IV Jabar di Untag Cirebon. Ia mengajukan permohonan kepada pihak Kopertis agar penempatannya di Untag Cirebon.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pengangkatan saya sebagai PNS. Karena ini merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada orang tua, guru-guru dan saudara saya Bpk. H.D Ma’mun & Kel. yang membantu dimasa-masa sulit dahulu. Saya ingin mendarmabaktikan ilmu dan pengetahuan saya kepada seluruh masyarakat melalui jalur pendidikan. Saya senantiasa ingin membantu dan mempunyai rasa empati yang sangat dalam kepada setiap anak didik dan kepada orang-orang disekitar saya, manakala ia mendapat hambatan dan kesulitan dalam meraih cita-cita. Saya sangat puas dan bersyukur dengan profesi sebagai pendidik, boleh jadi gen pendidik dari almarhum ayah saya mengalir deras dalam diri saya”. Katanya.
Tahun 1981, Prof. Djalil menjabat sebagai ketua Jurusan Administrasi (FISIP) Untag Cirebon. Rencananya untuk memindahkan mahasiswa ke gedung baru mulai direalisasikan. Setelah lengkap dengan segala fasilitasnya, mahasiswa baru langsung ditempatkan di gedung baru. Begitu seterusnya, sehingga pada tahun 1987, seluruh mahasiswa Untag menempati gedung di lokasi sekarang ini.
Saat menjabat sebagai Dekan Fisip Untag, Prof. Djalil memiliki akses ke seluruh Untag yang ada di Indonesia. Dari situ, ia melihat keunggulan dan kelemahan di setiap perguruan tinggi Untag yang sudah menunjukkan eksistensinya. Salah satu kelemahan mendasar dari Untag Cirebon adalah tidak adanya leader yang benar-benar bekerja dan mengabdi dengan sungguh-sungguh.
“kebetulan, tahun 1990-an saat rapat di Jakarta, saya sempat berbincang dengan mantan Gubernur DKI, Bpk Cokropranolo yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua yayasan Untag Jakarta. Kami terlibat perbincangan untuk memajukan pendidikan di Cirebon dan beliau menyarankan saya mencari orang-orang Cirebon yang sukses di Jakarta untuk membantu. Saat itu juga, saya membuat surat permohonan bantuan seperti beliau sarankan”’ kisahnya.
Prof. Djalil kemudian “berburu” para pengusaha, profesional dan pejabat asli Cirebon untuk mengharapkan bantuannya. Maka dengan izin Alloh SWT, saya dan Bpk. Drs. H. Andi Kusma (sekertaris yayasan Untag Cirebon) dipertemukan dengan Bpk. H. Ir. Iman Taufik Pengusaha Nasional yang asli kelahiran Cirebon (sekarang Ketua Pembina Untag 1945 Cirebon). Meskipun sebelumnya tidak kenal sama sekali, namun respon beliau terhadap ide tersebut cukup tinggi. Setelah membaca proposal, beliau sangat antusias dan cepat tanggap dengan memberikan bantuan pendidikan ke kampung halamannya. Perlahan namun  pasti, akhirnya gedung dan perlengkapan yang canggih sehingga kampus Untag semakin lengkap dan modern.
Selanjutnya beliau menyarankan untuk mencari Rektor Untag yang sudah guru besar, atas bantuan Prof. DR. Maman P Rukmana (ketika itu beliau menjabat sebagai Rektor Unpad Bandung) dan meminta Prof. DR. Yuyu Wahyu dari IPB agar mau menjadi Rektor Untag Cirebon menggantikan Rektor Untag sebelumnya. Syukur alhamdulillah beliau bersedia menjadi Rektor Untag Cirebon periode tahun 1992 sampai dengan tahun 2000.
Selepas Prof. DR Maman P Rukmana habis masa jabatan Rektor di Unpad Bandung, beliau langsung menggantikan Prof. DR. Wahyu menjadi Rektor Untag Selanjutnya.
Tahun 2006, secara kepangkatan Prof. Djalil sudah bisa mengajukan diri sebagai Guru Besar. Apalagi secara persyaratan S3, satu publikasi di jurnal Internasional dan dua publikasi di jurnal Nasional pun sudah tercapai, sehingga tahun 2007 SK Mendiknas sebagai Guru Besar sudah keluar. April 2008 akhirnya ia dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Administrasi Negara melalui SK Mendiknas. Prof. Djalil juga sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di kota Cirebon, semua ini terimplementasikan dalam disertasi Doktornya yang berjudul “Pengaruh Implementasi Kebijakan Desetralisasi, Revitalisasi Ritel Pasar Tradisional, Pengaturan Ritel Pasar Modern terhadap Kesejahteraan Pedagang Kecil Di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Pada bulan Maret 2008, Prof. DR. Maman P Rukmana yang menggantikan Prof. DR. Wahyu sebagai Rektor meninggal dunia. Saat itu, senioritas dan kapasitasnya membuat Prof. Djalil diangkat sebagai Pjs Rektor Untag Cirebon. Di lingkungan Untag akhirnya terjadi polemik untuk menentukan pengganti Rektor, apakah harus mencari guru besar dari luar atau guru besar dari Untag yang sudah tahu kondisinya dengan baik.
“Sebenarnya saya tidak berambisi menjadi Rektor. Tetapi saya memberikan pilihan dan kalaupun tidak terpilih tidak apa-apa, semua demi kemajuan Untag Cirebon. Akhirnya secara aklamasi saya terpilih menjadi Rektor, dan dilantik pada tanggal 1 April 2008, dan kebetulan hari itu juga sebenarnya SK Guru Besar saya sudah turun, hanya saja belum ada di tangan. Meskipun baru saya terima tiga bulan kemudian”, ungkapnya.
Dalam kepemimpinan Prof. DR. Djalil, Untag Cirebon mengalami beberapa perubahan. Setidaknya, rektor-rektor sebelumnya tidak pernah bekerja penuh di Untag karena menetap di Bandung atau Bogor, sementara dirinya bekerja penuh di Cirebon. Beberapa pengembangan seperti kesejahteraan karyawan dan dosen pun dilakukannya. Begitu juga dialog antara Universitas dengan mahasiswa sehingga menjamin berlangsungnya kegiatan akademik di kampus.
Dengan berpegang pada Visi, Misi dan tujuan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon, Prof. DR. Djalil mengelola Universitas 17 Agustus 1945 yang memiliki 5 Fakultas dan 10 Program Studi (Prodi) yaitu :
1.    Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
a.    Program Studi : Administrasi Negara (S1)
b.    Program Studi : Administrasi Niaga (S1)
2.    Fakultas Hukum
Program studi : Ilmu Hukum (S1)
3.    Fakultas teknik
a.    Program Studi    : Teknik Elektro (S1)
Konsentrasi :
–    Teknik Energi Listrik
–    Teknik Telekomunikasi
b.    Program Studi    :Teknik Mesin
Konsentrasi :
–    Teknik Konversi Energi
–    Teknik Industri
4.    Fakultas Ekonomi
a.    Program Studi    :Manajemen (S1)
Konsentrasi    :
–    Manajemen Keuangan
–    Manajemen Pemasaran
–    Manajemen Perpajakan
b.    Program Studi    : Akuntansi (D3)
c.    Program Studi: Manajemen   Perhotelan (D3)
5.    Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
a.    Program Studi: Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)
Konsentrasi     :
–    Teknologi Penangkapan Ikan
–    Penyuluh Tani dan Nelayan
Adapun visi, misi dan tujuan Untag Cirebon adalah sebagai berikut :
Visi Untag Cirebon :
·    Terwujudnya  lembaga pendidikan tinggi yang modern, berbasis penelitian, profesional, bermutu dan siap bersaing baik tingkat regional, nasional maupun internasional.

Misi Untag Cirebon :
·    Menyelenggarakan pendidikan tinggi modern yang berbasis penelitian.
·    Mengembangkan kelembagaan manajemen modern yang berorientasi mutu, profesionalisme dan keterbukaan serta mampu bersaing di tingkat Regional, Nasional maupun Internasional.
·    Menggerakan pembangunan pedesaan dengan berasaskan pada pengelolaan dan pemenfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk kesejahteraan bangsa indonesia dan umat manusia.

Tujuan UNTAG Cirebon :
o    Mengembangkan program pendidikan yang menghasilkan lulusan yang siap pakai, profesional, mandiri, mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dan berakhlak terpuji.
o    Membentuk kampus sebagai pusat ilmu berwawasan lingkungan yang berperan sebagai mitra pembangunan di wilayahnya.
o    Mengembangkan dan membina kehidupan masyarakat akademik melalui sistem manajemen pendidikan tinggi yang profesional.
Prof. Djalil memiliki perhatian yang besar terhadap mahasiswanya, “Sebagai rektor, saya siap berdiskusi, dialog dan bahkan dikritik sekalipun. Karena yang kita hadapi ini adalah jiwa muda yang dinamis dengan pola pikir yang sangat idealis. Tetapi dengan pendekatan persuasif dan demokratis, saya menegaskan bahwa untuk kondisi dalam kampus tidak perlu dengan demo, cukup dialog. Sedangkan mengenai kondisi sosial politik di masyarakat saya persilahkan untuk berdemo  asalkan dengan cara-cara yang santun dan bertanggungjawab”. Katanya bijak.
Prof. Djalil sangat ingin memiliki mahasiswa yang ketika lulus dari Untag langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan, baik di tempat kerja maupun di dalam masyarakat. Ada salah satu prodi yaitu Manajemen Perhotelan di bawah Fakultas Ekonomi yang melaksanakan Job Training nya di luar negeri selama enam bulan, sehingga ketika pulang ke tanah air mahasiswa sudah mahir berbahasa asing dan siap bekerja. Akan tetapi ia juga berharap agar mahasiswa setelah lulus mampu hidup mandiri serta menciptakan lapangan pekerjaan membangun negeri sendiri sehingga berguna bagi masyarakat sekitarnya. Dan lulusan Untag tersebar dibeberapa lembaga/instansi baik di pemerintahan maupun swasta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Khususnya di sekitar Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, majalengka dan kuningan).
Untuk membina hubungan baik dengan mahasiswa, dosen dan karyawan Untag, Prof. Djalil mengadakan apel sebulan sekali. Apel diikuti oleh seluruh civitas akademika Untag Cirebon dengan tujuan agar program-program yang diinginkannya berjalan dengan baik sesuai Program yang direncakanan.

Pendidikan Indonesia Ketinggalan
Menurut Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM., secara umum sumber daya manusia Indonesia sebenarnya sangat bagus. Bahkan apabila dibandingkan dengan negara maju sekalipun, SDM Indonesia tidak kalah kualitas. Terbukti dari berbagai olimpiade pengetahuan yang diselenggarakan secara internasional, kontingen Indonesia selalu kembali dengan medali.
“Orang Indonesia banyak yang pintar dan menjadi dosen di perguruan tinggi luar negeri. Mereka di sini kurang mendapat penghargaan terhadap tingkat keilmuan mereka, baik secara materi maupun fasilitas serta untuk mengadakan penelitian tersedia dana yang melimpah di luar negeri. Tidak heran, kalau mereka mengabdikan ilmu dan kecerdasannya bagi bangsa lain”, katanya.
Di sisi lain, Prof. Djalil juga mengungkapkan kegalauan hatinya terhadap dunia pendidikan Indonesia. Ia mengingatkan bagaimana di masa lalu, pendidikan Indonesia sangat terkenal karena berkualitas. Malaysia adalah salah satu negara yang mengirimkan ribuan mahasiswa dan pelajarnya untuk menuntut ilmu di Indonesia. Persamaan budaya, bahasa, dan kualitas pendidikan yang tinggi adalah salah satu alasan pemerintah Malaysia mengirim generasi mudanya belajar di negara kita ini.
Pemerintah Malaysia juga tidak segan mengundang para dosen dan guru dari Indonesia untuk menularkan ilmunya di Perguruan Tinggi dan sekolah-sekolah di negaranya. Namun, siapa sangka kalau 30 tahun kemudian kondisi berbalik 180 derajat. Malaysia jauh melangkah dalam pendidikan berkualitas international dengan basis pendidikan Indonesia. Pola-pola pendidikan hasil kreasi pendidik asal Indonesia mengalami modifikasi dan metamorfosis sesuai kebutuhan bangsa Malaysia.
“Sekarang pendidikan kita ketinggalan jauh dari Malaysia. Luar biasa mereka itu. Artinya ada sesuatu yang salah  dengan kita, karena sejak dahulu pendidikan Indonesia sudah terkenal bagus. Oleh karena itu, Indonesia harus menata kembali dan mengubah mindset orang Indonesia di hati mereka. Mungkin ESQ harus dipakai untuk mengubah hati dan akhlaknya. Karena secara umum kualitas manusia Indonesia bisa bersaing. Yang menjadi masalah adalah perubahan akhlak”, tegasnya.
Ayah empat orang anak ini mengungkapkan bahwa yang diperlukan Indonesia sekarang ini adalah seorang pemimpin yang mampu memberikan keteladanan. Pemimpin tersebut harus menanggalkan seluruh kepentingan pribadi, golongan, partai, kesukuan dan kekeluargaan demi memajukan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tidak ada alasan untuk kegagalan tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bangsa dengan sumber daya alam yang melimpah tersebut.
“Itu yang kita cari, karena reformasi yang kita jalankan memang kebablasan. Sekarang ini, antara eksekutif dan legislatif masing-masing memiliki peran dalam menentukan perjalanan bangsa. Dan yang terjadi adalah saling  intervensi satu sama lain sehingga tujuan yang ingin dicapai malah justru tidak efektif dijalankan. Kalau bisa dibereskan, kesejahteraan tinggal tunggu waktu saja”. Tegasnya.
Untuk mengubah semua itu, jelasnya, peran generasi muda sangat besar. Prof. Djalil berharap agar dalam era globalisasi sekarang ini generasi muda Indonesia menjadi lebih baik lagi. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi (IT) yang sangat canggih membuat akses informasi mudah diperoleh dimana-mana. Artinya, sekarang ini sekat antar bangsa semakin tipis sehingga generasi muda siap tidak siap harus berhadapan dengan generasi muda bangsa lain.
“Dengan internet dan teknologi lainnya yang semakin canggih, seharusnya generasi muda mendatang mampu bersaing di dunia Internasional. Karena sebetulnya manusia itu sama pintarnya kok, orang luar negeri atau bangsa sendiri. Kalau zaman saya memang susah, tetapi sekarang ini sudah mudah semua. Sarana, peralatan dan lain-lain dalam menunjang kemajuan”, ungkapnya.
Prof. Djalil mengakui, peran keluarga sangat besar dalam menunjang karier panjangnya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ia sangat berterima kasih kepada istri dan anak-anaknya. Terutama kepada istri tercinta, Hj. Yuyun Sartika yang dinikahinya pada tahun 1975, yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka. Kepada istrinya, Prof. Djalil menghadiahkan sebuah perusahaan jasa out sourcing yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan nasional bernama PT. RAFI FAMILI. Di samping itu Prof. Djalil adalah pendiri dan pengurus beberapa Lembaga pendidikan, salah satu diantaranya adalah Lembaga Pendidikan Al-Azhar 3 Cirebon.
Kakek lima orang cucu ini, dalam nasehat-nasehatnya kepada anak dan cucunya selalu menekankan pentingnya menuntut ilmu. Ia juga menganjurkan kepada mereka untuk mempersiapkan diri membangun kemandirian sejak dini. Dengan begitu, mereka tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga tetapi juga bagi orang lain, bangsa dan negara.
“saya memotivasi anak-anak dengan selalu menekankan untuk senantiasa belajar dan belajar, mencari ilmu dan menumbuhkan kemandirian. Bahkan, kalau mampu anak-anak saya bisa berprestasi melebihi bapaknya dengan segala fasillitas kehidupan sekarang yang lebih mudah dan akses meraih prestasi lebih terbuka. Asal betul-betul dijalani dengan tekun dan semangat tinggi pasti akan tercapai”, Kata Prof. DR. H. A. Djalil Idris Saputra, Drs. MM. menutup pembicaraan.

DR. Inneke Limuria, MSi

No Comments

Shiny Studi Center

Penyembuhan Melalui Terapi Sentuh Otak Dengan Tangan

Semua orang menyangka, kalau tulang tengkorak manusia itu menyatu bagaikan batok kelapa. Tulang tengkorak yang melindungi organ vital berupa otak itu sebenarnya selalu bergerak. Pergerakan tulang tengkorak mengikuti ritme tetap seolah-olah tulang bereaksi terhadap sistem hidrolis.

Gangguan terhadap gerak tulang tengkorak dan tulang belakang yang menjadi sistem syaraf manusia, menyebabkan terjadinya kelainan fisik. Anak-anak autis adalah salah satu akibat yang ditimbulkan oleh terganggunya gerakan tulang tengkorak ini. Diperlukan orang yang benar-benar ahli untuk “memperbaiki” gerakan tulang tengkorak menjadi selaras sehingga menjadi normal kembali.

Melalui terapi sentuh otak dengan tangan, saya membantu memaksimalkan fungsi susunan syaraf pusat. Penderita gangguan ini disentuh tulang tengkoraknya agar memiliki gerakan seirama sehingga sistem hidroliknya menjadi normal. Penyebabnya antara lain karena pola makanan yang tidak benar sehingga gerakannya menjadi banyak hambatan,” kata DR. Inneke Limuria, MSi., pakar terapi inidan Pendiri Shiny Studi Center.

Terapi sentuh tangan dengan otak sendiri “ditemukan” Inneke pada tahun 1998. Saat itu ia secara tidak sengaja merasakan adanya gerakan tulang tengkorak dan tulang belakang sebagai sistem syaraf pusat dengan irama tertentu. Sentuhan-sentuhan pada areal tersebut memberikan stimulus terhadap gangguan fungsi organ tubuh sehingga berangsur-angsur normal.

Beberapa penderita autis serta gangguan syaraf lainnya, lanjut Inneke, dapat disembuhkan melalui terapi sentuh otak ini. Penyembuhan dengan terapi sentuh otak atau terapi craniosacral dilakukan dengan sentuhan-sentuhan lembut pada tulang tengkorak. Sentuhan ini tidak hanya “melepaskan” sumbatan yang menghambat kerja sistem syaraf, tetapi bahkan mampu meningkatkan IQ hingga 20 poin.

Terapi sentuh otak mampu mengembangkan kemampuan otak anak secara maksimal. Metode ini hanya enam orang di Asia Tenggara yang memilikinya. Orang yang lumpuh akibat organisasi syarafnya terhambat, bisa kita perbaiki dari susunan syaraf pusatnya. Kesehatan mentalnya kalau terganggu juga bisa kita perbaiki,” kata pendiri Psiko Medika Holistika Center ini. Seiring dengan perkembangan divisi pendidikan yang sangat maju, akhirnya divisi pendidikan berdiri sendiri. “Kita namakan Shiny Study Center,” tambahnya.

Shiny Study Center memiliki visi “Menggali, membimbing dan mengembangkan kemampuan anak agar menjadi pribadi yang dapat dibanggakan, menjadikan anak yang mempunyai kualitas unggul dalam pendidikan dan pengembangan mental dan perilaku sumber daya manusia yang berorientasi pada nilai-nilai arti kehidupan yang sesungguhnya.” Adapun misi yang diusung lembaga ini adalah:

  • Mencari dan membina bakat serta kemampuan para murid agar menjadi pribadi-pribadi yang cerdas, terampil serta dapat diandalkan

  • Menyelenggarakan pendidikan pendamping home schooling yang berorientasi terhadap kemampuan berpikir analisis, sintetis, kritis, logis dan kreatif, serta berperilaku tanggap dan peduli terhadap masalah psikologis

  • Mengembangkan dan meningkatkan bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan perkembangan teknologi maju

  • Mempersiapkan lulusan dengan kualitas kemampuan pendamping home schooling yang tinggi serta memiliki jiwa kepemimpinan yang berakhlak baik

Shiny Study Center memiliki koordinator berpengalaman pada masing-masing divisi yang memiliki keahlian khusus untuk menangani anak-anak yang bermasalah seperti gangguan mental dan fisik. Seperti koordinator home schooling yang berpengalaman di Amerika serta mengaplikasikan kurikulum children resource America. Selain itu, program akselerasi atau percepatan belajar untuk anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan anak-anak dengan IQ terlampau tinggi untuk sekolah umum.

Tujuannya supaya mereka tidak bosen di dalam kelas. Seperti harusnya SMP tiga tahun mereka cukup dua tahun saja. Begitu juga dengan SMA cukup dua tahun, kalau di SD begitu kelas lima langsung kita ikutkan untuk ujian nasional. Itu kalau anaknya mampu. Kemudian pengembangan bakat anak, karena ini adalah anugerah Tuhan, dengan talenta yang luar biasa. Saya mengemasnya dengan tujuan yang penting anak-anak tersebut memiliki keahlian khusus,” katanya.

Shiny Study Center juga memberikan layanan psikologi umum dan biological psychology, pskologi perkembangan anak, deteksi dini perkembangan anak, psikologi normal, klinis anak, kesehatan mental, psikologi belajar, psikologi pendidikan bakat anak, psikologi kepribadian dan karakter anak, psikologi komunikasi, serta kognitif behavior therapy. “Semua itu cukup untuk pendampingan. Makanya pendidikan kita juga bisa untuk guru-guru sekolah umum,” jelasnya.

Menurut Inneke, meskipun sekarang banyak layanan sejenis tetapi dirinya masih mampu menunjukkan eksistensinya. Karena layanan yang diberikan lembaganya berbeda dengan lembaga-lembaga lain. “Saya sudah menangani enam ribu anak. Memang ada yang berhasil dan ada pula yang tidak, tetapi tingkat keberhasilan yang kami capai sekitar 80 persen,” ujarnya.

Kinesiology Menaikkan IQ

DR. Inneke Limuria, MSi., pada awalnya hanya melayani permintaan orang tua yang anak-anaknya “bermasalah” di sekolah. Anak-anak tersebut dianggap autis sehingga mengganggu belajar anak-anak lainnya. Seiring dengan membeludaknya permintaan, ia memberanikan diri untuk ide dan aspirasi bagi dunia pendidikan kepada pihak berwenang. Ia menghadap langsung untuk membicarakan ide-idenya dengan Dirjen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Depdiknas.

Akhirnya kita diizinkan dan langsung mendapat surat untuk mendirikan lembaga ini. Setelah itu, antara saya dan Depdiknas terjalin ikatan dalam sebuah MOU untuk membantu mencerdaskan pendidikan nasional. Tahun 2002, waktu itu Mendiknas masih Pak Malik Fadjar, Dirjen Pak Indrajit Sidji, mereka bilang, Kinesiologi kamu itu bagus untuk menaikkan IQ sampai 20 poin dari anak-anak bermasalah dengan IQ rendah,” ujarnya.

MOU tersebut mewajibkan Inneke untuk memberikan training kepada guru-guru di 32 provinsi. Tugasnya adalah memperkenalkan metode senam otak, kinesiology, ilmu gerak dan lain-lain yang mampu meningkatkan kemampuan otak anak-anak didik di sekolah. Masalah yang dihadapinya adalah penerapan di lapangan tidak bisa diharapkan sampai ke tingkat yang paling bawah karena terputus pada tingkat provinsi.

Padahal, lanjut Inneke, saat mengelola pilot project Depdiknas di TK Pembina Ulujami, hasilnya terbukti memuaskan. Pelatihan senam otak pada siswa TK membuat IQ, daya tangkap dan ketahanan terhadap stress sangat bagus. Mental anak-anak dalam menghadapi berbagai persoalan sangat kuat sehingga mereka mampu mengikuti setiap pelajaran di sekolah dengan baik.

Padahal, tahun 1998 saya faks senam otak ke seluruh sekolah tidak dianggap sama sekali karena mereka tidak mengerti. Setelah beberapa anak kerabat pejabat Depdiknas dan lain-lain yang mengalami hambatan di sekolah bisa tertolong, akhirnya kinerja saya pelan-pelan diakui. Jadi perjuangan saya juga tidak mudah dalam merintis hal ini,” katanya.

Berbagai suka dan duka juga dialami Inneke dalam mengembangkan metodenya tersebut. Pernah, ia dijatuhkan dengan cara yang sangat “keras” dan efektif oleh para pesaingnya. Yakni dengan memasukkan iklan di media nasional terkemuka bahwa Psiko Medika Holistik Center bukan miliknya lagi. Tujuannya adalah “mengambil” klien-kliennya untuk mereka sendiri terkait tes psikologi industri dari perusahaan-perusahaan yang mempercayakan rekrutmennya kepada Psiko Medika Holistik Center.

Tetapi saya tetap tenang dan tidak terbawa dalam permusuhan itu. Hasilnya malah sebaliknya, peristiwa tahun 2005 itu membuat pihak Diknas dan Dirjen Depdiknas malah memberikan penghargaan bagi saya. Bahkan Unesco malah memberikan kepercayaan untuk proyek mereka melalui sebuah MOU,” kata Inneke yang mengagumi potensi perempuan Indonesia masa kini tersebut. “Mereka sekarang pinter-pinter, bagus-bagus memiliki dedikasi dan terobosan, ide-ide yang baik,” tambahnya.

Inneke memiliki obsesi untuk memajukan pusat pendidikan yang dirancangnya tersebut. Ia menginginkan agar apa yang dikerjakannya dapat dimanfaatkan oleh orang banyak. Apalagi, pendidikan baru dapat dirasakan dan dievaluasi hasilnya setelah lima tahun sehingga ia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas “produk”-nya

Kalau dalam beberapa tahun lagi saya melihat anak-anak peserta didik berhasil, barulah saya merasa tenang. Saya ingin mereka menjadi agen-agen perubahan, baik dengan terobosan baru maupun dari pola pikir mereka itu. Kita sekarang tidak bisa mengacu pada IQ saja, tetapi juga EQ, SQ dan CQ. Jadi karakter yang baik, keagamaan, kerohanian karena hidup itu ada remnya, kemudian baru kepandaian dan kreativitas,” tegasnya

Sekilas DR. Inneke Limuria, M.Si

DR. Inneke Limuria, M.Si mempunyai motto hidup “Menjadi saluran berkat & hikmat buat banyak orang”. Pengalaman hidupnya selama 12 tahun melayani anak-anak jalanan (children at risk) dijalaninya dengan penuh semangat, hingga pada tahun 2000 tergabung menjadi rintisan (embrio) dari Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB), dan pada tahun 2004 terbentuklah Asosiasi Kinesiologi Seluruh Indonesia (AKSI).

MoU dengan Departemen Pendidikan Nasional ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional & Dirjen DIKDASMEN untuk sekolah-sekolah di 32 propinsi di Indonesia untuk mencerdaskan serta meningkatkan memori & konsentrasi anak, terutama untuk menolong anak belajar, meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan karakter yang baik serta dedikasi yang baik.

Jaringan lain yang ditekuni beliau adalah Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN), yang memberikan penyuluhan tentang KESPRO. Selain itu, beliau juga menjadi Dosen Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis & Biological Psychology di beberapa Fakultas Psikologi baik Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya.

Kesehatan tubuh sangat berkaitan dengan kondisi psikis seseorang. Untuk mengobati tubuh seseorang, pikiran dan masalah yang dihadapi orang tersebut harus dipulihkan terlebih dahulu. Penyembuhan secara keseluruhan, yang meliputi bio, psiko, dan sosio inilah yang disebut Metode Penyembuhan/Terapi Holistik.

Di Indonesia, metode terapi ini belum dikenal secara luas. Bahkan sebagian besar masyarakat, menyamakannya dengan pengobatan alternatif, yang sudah lebih luas dikenal saat ini.

Dr. Inneke Limuria, M.Si adalah salah seorang yang memiliki keahlian terapi holistik ini. Bahkan beliau adalah salah satu dari sangat sedikit orang di dunia yang saat ini menguasai dan menggunakan teknik diagnosa menggunakan Touch for Health (dari J.F. The) dan Cranio Sacral (dari John Upledger).

Dr. Inneke memulai pengobatnnya dengan memegang kepala pasien, di mana terdapat susunan syaraf pusat. Sedemikian sehingga beliau akan merasakan ritme dan cairan dari otak sampai ke tulang ekor. Cara yang disebut Cranio Sacral ini bisa memperbaiki dinamika struktur dan fungsi tubuh serta cairan otak, untuk mencapai keseimbangan pemulihan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta mengurangi trauma. Biasanya jika seseorang sedang stress, akan menyebabkan gumpalan cairan di kepala, sehingga otak mengalami ketidakseimbangan.

Sistem Cranio Sacral ini sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar diri seseorang. Hanya dalam waktu 10 (sepuluh) menit, Dr. Inneke dapat langsung mendiagnosa penyakit dan gangguan yang terjadi pada diri pasien, yang ternyata dipengaruhi oleh pikiran pasien tersebut. Pikiran tersebut disebabkan berbagai hal, mulai dari kondisi psikis, genetik atau lingkungan bahkan akibat korban perasaan dari pasangan hidup.

Dr. Inneke selalu menekankan ke pasiennya agar memiliki 5 (lima) komponen penting sebagai modal kesembuhan: kesadaran, keikhlasan menerima, memaafkan, melepaskan dan kepasrahan.

Prof. DR. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM

No Comments

Guru Besar dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Pendidikan Sebaiknya Mengutamakan Pembinaan Mental dan Keterampilan

Beberapa tahun belakangan, di Indonesia bertebaran sekolah internasional. Pendidikan yang mengacu pada kurikulum luar negeri tersebut segera saja menarik minat orang tua. Meskipun harus mengeluarkan dana sangat besar, mereka berbondong-bondong mengirim anak-anaknya ke sekolah yang dianggap bermutu global tersebut.

Daya tarik yang segera terlihat dari sekolah internasional adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar. Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik, selama ini terbukti sangat membantu karier di kemudian hari. Sedangkan kurikulum, silabus dan lain-lain adalah alat untuk meningkatkan kemampuan akademis siswa.

“Sebenarnya dalam pendidikan di samping terkait pembinaan mental, attitude, keterampilan dan lain-lain, tidak ada yang terkait langsung dengan bisnis. Tetapi pendidikan menurut hemat saya lebih mengutamakan pembinaan sifat mental di samping keterampilan. Karena kalau sikap mental tidak diperkuat dalam diri peserta didik, tidak tertutup kemungkinan menghasilkan manusia-manusia yang seluruh aktivitas seakan-akan hanya mengejar keuntungan material belaka,” kata Prof. DR. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM., Guru Besar dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tentu saja, pendidikan bermutu bukan berarti tidak boleh mencari keuntungan. Apalagi kalau pendidikan yang diselenggarakan terkait dengan pendidikan entrepreneur, wira usaha dan lain-lain. Meskipun demikian, pendidikan bermutu internasional belum teruji secara akademik karena baru muncul beberapa tahun belakangan. Berbeda dengan perguruan tinggi yang sudah lahir berabad-abad lamanya, sehingga produk perguruan tinggi –dengan berbagai spesialisasinya- sudah teruji di lapangan.

Yang perlu disadari, lanjut Prof. Amin, pendidikan bermutu internasional harus diuji dalam jangka panjang. Karena bagaimana pun hasilnya, pendidikan tidak hanya harus bermanfaat bagi diri orang yang bersangkutan tetapi juga orang lain, bangsa dan negara. Dalam bahasa agama, pendidikan tidak hanya peduli dengan hal-hal yang bersifat fardhlu ain, tetapi juga berorientasi kepada kepentingan orang banyak atau fardhlu kifayah.

“Itu harus selalu seimbang. Dan terkait dengan itu, perlu dipikirkan tentang keseimbangan mengenai hal-hal yang bersifat proporsional dan profesional. Harus diperhatikan juga bagaimana pemerataan kesejahteraan dan harus mempertimbangkan komposisinya juga. Jangan sampai yang kaya mendapatkan sama seperti orang miskin. Begitu juga dengan keadilan, karena keadilan tidak identik dengan persamaan perlakuan. Ada yang mutlak perlu dibantu, tetapi ada juga yang hanya sedikit memerlukan bantuan,” tukas guru besar kelahiran Cilegon, 5 Mei 1955 ini.

Kemerdekaan dan Kebebasan

Prof. DR. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM., menyebutkan pentingnya peningkatan tingkat pemahaman agama dan budaya secara matang. Peristiwa-peristiwa yang marak terjadi di tanah air tidak lepas dari minimnya upaya untuk memberikan pengetahuan yang baik kepada masyarakat. Pemerintah lebih fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan secara ekonomi tanpa memedulikan efek sosial yang negative di lingkungan masyarakat kelas bawah.

“Masalah keamanan mungkin masyarakat sudah cukup aman terhadap tindakan kriminal. Tetapi masalah kenyamanan masih sangat jauh dari kondisi ideal, pokoknya masih perlu ditingkatkan lagi. Ini akibat berbagai faktor, diantaranya faktor ekonomi, tingkat pemahaman agama, dan budaya yang relatif rendah. Penyuluhan melalui media memang perlu, tetapi efektivitasnya perlu ditinjau lagi. Soalnya lebih banyak hiburannya,” tegasnya.

Prof. Amin juga mengingatkan meskipun demokratisasi di Indonesia sangat diperlukan, tetapi tidak identik dengan liar, tidak terkontrol, lepas kendali dan tidak tertib. Begitu juga dengan eforia kebebasan sejak reformasi hingga sekarang terus berlanjut harus disikapi dengan bijaksana. Jangan karena mengatasnamakan reformasi dan kebebasan, kemudian mengkritik orang lain dengan semena-mena, apalagi sampai merugikan bangsan dan negara.

“Tidak boleh itu, kritik harus diutarakan dengan bahasa baku, yang sopan dan santun, sesusai karakter bangsa timur yang beradab dan berbudaya. Boleh juga dengan bahasa sindiran tapi tetap yang sopan dan humanis. Tapi memang harus diakui, bahwa keterbukaan sekarang sudah jauh berbeda dari masa lalu. Kemerdekaan dan kebebasan di segala bidang bisa dinikmati seluruh bangsa ini. Meskipun demikian, kemerdekaan berserikat, berkumpul harus berada dalam koridor yang jelas. Terus terang, saya merindukan adanya GBHN sebagai guidance dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” cetusnya.

Kepemilikan guidance sebagai acuan, jelas Prof. Amin, siapapun partai pemenang Pemilu memiliki pedoman yang pasti dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah tinggal menjalankan “blueprint” dalam pembangunan di segala bidang dan akan dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya. Dengan begitu, program pembangunan akan terus berkesinambungan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata.

Harus diakui, bahwa terjadi peningkatan tingkat perekonomian di Indonesia pasca reformasi. Geliat perekonomian sangat terlihat di kota-kota besar meskipun tidak berimbas pada kesejahteraan secara langsung. Pada sebagian masyarakat bisa menikmati pergerakan ekonomi sehingga mampu hidup sejahtera. Sementara sebagian lainnya masih tetap berkutat di tengah himpitan kemiskinan, dengan tanpa tahu jalan keluarnya.

“Jadi bukan hanya semata, ekonomi sudah normal tetapi kesejahteraan yang harus diperhatikan. Mungkin kalau keadilan bisa terukur, kemerataan terukur, keberkahan pasti datang. Kalau sekarang belum bisa mengatakan bahwa kita bangsa yang penuh keberkahan, karena keadilan bisa dilihat seperti apa. Tetapi yang membuat khawatir, sektor riil belum sebaik yang diharapkan. Terutama menyangkut lapangan pekerjaan untuk orang kecil. Itu yang perlu diatasi,” katanya.

Pendidikan Entrepreneurship

Menyoroti kemandirian bangsa, Prof. Amin mengungkapkan perlunya penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan kondisi bangsa seperti saat ini, sangat diperlukan insan-insan yang mampu menciptakan lapangan kerja, termasuk memperhatikan sektor riil. Selama ini, sektor riil kurang mendapat perhatian memadai oleh pemerintah yang lebih mengagungkan tercapainya kondisi makro perekonomian.

“Akibatnya, pengangguran akan semakin membengkak yang berakibat keamanan semakin rawan. Kalau penciptaan lapangan pekerjaan tidak memproduksi sesuatu yang dibutuhkan manusia –misalnya keterampilan yang sifatnya tidak menghasilkan produk bagi hajat hidup orang banyak- hasilnya justru menciptakan masalah tersendiri. Karena kesiapan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan lain-lain tidak diperhatikan menjadi salah satu penyebab ketimpangan sosial,” ujarnya.

Masalah yang sangat mengundang keprihatinan adalah orientasi pembangunan yang hanya fokus di daerah perkotaan. Padahal, pembangunan di daerah pedesaan juga harus diperkuat agar terjadi keseimbangan. Selain itu, masyarakat petani di pedesaan harus ditingkatkan daya saingnya sehingga mampu menghasilkan produk pertanian berkelas internasional. Begitu juga masyarakat perikanan atau perkebunan, dengan daya saing yang meningkat mereka bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

Generasi muda sekarang, lanjutnya, terutama mahasiswa memiliki kreativitas yang lebih tinggi. Apalagi bila dibandingkan dengan saat dirinya masih menjadi mahasiswa tahun 1970-an. Sedikit banyak telah terjadi pergeseran orientasi dari mahasiswa yang hanya menuntut ilmu sebanyak mungkin menjadi mahasiswa yang selalu mengaitkan aktivitas keilmuannya dengan masalah pekerjaan. Bahkan, mahasiswa sekarang sudah memikirkan gaji yang akan diterimanya apabila lulus sebagai sarjana.

“Yang harus didorong adalah orientasi generasi muda untuk menciptakan pekerjaan dan bukan hanya sekadar mencari pekerjaan. Ini akan sangat membantu negara untuk mengatasi pengangguran, meskipun harus ada bekal pengetahuan bagi mereka. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh orang-orang sukses adalah mengirim anak-anaknya untuk sekolah setinggi mungkin. Anak-anak itupun harus dipekerjakan untuk menimba pengalaman dilandasi bahwa pengalaman tidak ada gurunya, harus melalui proses,” tegasnya.

Namun, lanjutnya, untuk membangkitkan jiwa entrepreneurship di kalangan generasi muda bukanlah perkara mudah. Untuk menjadi entrepreneur yang baik dan tangguh generasi muda harus memiliki pengetahuan yang mumpuni dan tidak setengah hati menggarap bidang yang ditekuninya. Selain itu, generasi muda juga harus membangkitkan semangat dan spirit optimisme dalam menatap masa depan yang lebih baik. Generasi muda sebagai entrepreneur harus memperhatikan hal-hal yang menyangkut aqidah, moral dan attitude.

“Dari kacamata agama, Imam Syafei misalnya mengatakan bahwa pemuda akan bermakna kalau memiliki dua hal. Pertama ilmu pengetahuan, kedua ketakwaan dari dalam dirinya. Ketiga ingin saya tambahkan yaitu keterampilan. Yang dari luar adalah lapangan pekerjaan dan bila perlu dia yang menciptakan lapangan pekerjaan tersebut. Sehingga jiwa entrepreneurship hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Kalau tidak punya percaya diri, susah membangun entrepreneurship,” tegasnya.

Bergilir dan Bergulir

Menurut Prof. Amin, terdapat perbedaan besar antara entrepreneurship dan kepemimpinan. Entrepreneurship lebih banyak mengedepankan kemauan kuat, usaha yang gigih serta keuletan dalam berusaha. Sementara kepemimpinan terkait erat dengan jenjang karier dan tahun-tahun penuh pengalaman. Tempaan dalam pengalaman akan membuat seseorang tumbuh menjadi pemimpin baik, bijaksana dan tangguh dalam menghadapi persoalan.

“Sulit bagi seorang entrepreneur untuk memahami sikap pemimpin dan kepemimpinan. Oleh karena itu, jenjang karier tetap penting karena tidak bisa seorang tanpa pengalaman memadai tiba-tiba menjadi pemimpin. Pemimpin yang tidak berpengalaman akan mengalami kesulitan, baik memimpin perusahaan atau negara. Pengalaman kepemimpinan adalah sesuatu yang mutlak perlu, tidak bisa ditawar-tawar dan tidak dapat dicapai dalam satu atau dua bulan. Karena, selain bekal ilmu dan bantuan orang lain, memimpin adalah seni yang tidak semua orang memilikinya,” tuturnya.

Namun, di era modern sekarang ini cukup susah bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman sebagai kepemimpinan. Kurangnya upaya pelatihan kepemimpinan membuat kesempatan menjadi sempit untuk mengembangkan diri sebagai pemimpin. Kalau pun ada pelatihan, biasanya dimaksudkan untuk kepentingan-kepentingan pragmatis pekerjaan saja. Sangat mungkin, penyebab minimnya pelatihan kepemimpinan adalah akibat kesibukan masing-masing.

Berbeda ketika Prof. Amin masih duduk di bangku kuliah saat itu serta generasi sebelumnya. Saat itu, untuk menjadi pemimpin seseorang cukup mengandalkan kemampuan dan skill individu yang dimilikinya. Sementara untuk sekarang ini, siapapun asalkan memiliki dana yang mencukupi bisa meng-higher dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin. Banyak lembaga-lembaga konsultan profesional yang dapat memberikan nasihat mengenai seputar kepemimpinan.

“Bahkan sampai pada teknik pidato dan penampilan pun sudah disiapkan. Sebelum reformasi, kepemimpinan berdasarkan pengalaman dengan ditunjang lembaga-lembaga masyarakat. Sementara sesudahnya, pengaruh partai sangat luar biasa dominan di segala bidang sehingga pemimpin sudah terkader melalui parpol-parpol yang ada. Kalau PNS dahulu, kariernya yang sangat menentukan, tetapi sekarang, sedikit banyak Parpol bahkan organisasi lain sudah turut mempengaruhi. Mungkin sudah tidak ada tempat yang steril tanpa partai (baca: politik),” ungkapnya.

Meskipun demikian, harus diakui bahwa saat ini pemerintah tidak memiliki pedoman sebagai agenda masa depan bangsa. Mestinya, bangsa Indonesia harus menoleh sejenak ke masa-masa lalu, walau Orde Baru sekalipun memiliki langkah-langkah strategis pembangunan masa depan bangsa yang tertuang dalam GBHN. Sementara saat ini, bangsa Indonesia tidak memiliki pedoman untuk tujuan masa depannya sendiri.

Seyogyanya, lanjut Prof. Amin, pedoman seperti itu harus tetap dimiliki oleh bangsa besar seperti Indonesia. Pedoman sebagai agenda masa depan bangsa harus jelas dan mudah dipahami, baik oleh pimpinan maupun masyarakat luas sehingga, semua orang tahu apa yang akan dituju. Dengan jelasnya tujuan, apapun yang terjadi selama perjalanan akan dianggap sebagai bagian dari agenda tersebut.

“Kalau sejak awal sudah jelas, perjalanan kita pun akan lancar dan efisien, meskipun pemerintahan berganti secara periodik. Pembangunan itu yang penting Bergilir dan Bergulir. Bergulirnya, satu periode diprioritaskan dalam suatu hal, setelah itu berganti fokus pada bidang yang lain. Nah, bergilirnya setiap lima tahun sekali pemerintahan berganti. Makanya kita harus optimis, tidak boleh pesimis,” tandasnya.

Integrasi Agama dan Umum

Prof. DR. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM., dibesarkan dalam lingkungan santri yang sangat kuat. Ayah dan ibunya, Sulaiman bin Semaun dan Hj Maimunah Munawarah binti H Ali Hasan, adalah sepasang guru ngaji yang sangat disegani di kampungnya, Cilurah – Kepuh Ciwandan – Cilegon. Selain memberikan pelajaran mengaji Al Quran secara gratis, keduanya menekuni pertanian sebagai tulang punggung perekonomian keluarga.

“Bapak dan Ibu sangat menyayangi anak-anaknya sekaligus sebagai teman bermain yang sangat menyenangkan. Bapak dan Ibu juga merupakan guru saya yang pertama dan terakhir, terutama dalam bidang baca Al Quran serta penghayatan dan pengamalan agama secara konsisten dan continues. Termasuk juga dalam syiar agama Islam melalui pengajian Al Quran,” kata pengajar S1, S2 dan S3 di berbagai perguruan tinggi agama Islam di Indonesia ini.

Masih lekat dalam ingatan Prof. Amin, bagaimana ayahnya membuatkan mainan layang-layang yang sangat disukainya. Sang ayah juga memberikan dukungan penuh terhadap hobinya untuk menangkap ikan atau belut di sawah (ngobor), berburu burung dan memancing ikan di laut. Ia juga tidak segan-segan untuk “ngangon kerbau” sambil ikut membajak sawah sampai mencarikan rumput untuk kerbau-kerbau piaraannya.

Namun, semua kegiatan yang sangat menyenangkan tersebut harus terhenti saat dirinya mondok/ sekolah di Citangkil. Ia diwajibkan untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya sampai selesai, dan kalau perlu sampai ke negeri China. Saat itu, banyak nasihat-nasihat indah dan menjadi pegangannya melayari kehidupan yang terucap dari mulut bapak, ibu dan H. Ali Hasan, kakeknya.

“Bapak bilang kalau saya harus fokus sekolah dan belajar dengan penuh semangat, supaya pintar tetapi benar. Nanti kalau sudah pintar, mau apapun atau kemanapun, insya Allah terlaksana. Sebelum masuk IAIN, beliau berpesan agar kuliah dengan benar dan kalau sudah menemukan perempuan yang baik langsung menikah saja. Sementara kakek mendoakan saya agar menjadi kyai yang kaya raya, karena meskipun pintar tanpa harta kurang dihargai masyarakat,” kata professor yang berlatar belakang pondok pesantren ini.

Selain itu, Prof. Amin juga sangat memegang teguh nasihat dari paman kebanggaannya, KH Mahmud. Nasihatnya agar dirinya “mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum” terus diamalkannya hingga kini. Nasihat tersebut, karena saat itu terjadi dikotomi antara pendidikan agama dan umum, terpisah jurang yang menganga lebar. Hampir mustahil untuk mempertemukan kaum santri dengan sekolah bernapas Islam sekalipun.

Hal itulah yang mendorong Prof. Amin dalam pendidikannya untuk selalu menempuh dua bidang secara bersamaan, agama dan umum. Ia menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada saat berbeda, ia juga mengikuti pendidikan Strata 1 di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Begitu juga saat mengambil S2, yakni Magister Syariah pada Pasca Sarjana IAIN Jakarta dan Magister Manajemen pada Pasca Sarjana Universitas Tama Jakarta.

“Keinginan kuliah double degree ini terus terang semakin terpicu dengan nasihat beberapa orang dosen saya ketika masih duduk di bangku Fakultas Syariah IAIN Jakarta. Dua dari padanya adalah dosen ilmu hukum, yakni DR. H. Anwar Harjono, SH (Alm) dan terutama Prof. H Arso Sosroatmodjo, SH. Prof. Arso yang paling getol mendorong seraya meyakinkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah hampir dapat dipastikan mampu menyelesaikan kuliah pada Fakultas Hukum, meskipun belum tentu sebaliknya,” ungkap suami Hj Kholiyah, S.Ag, MA, dan ayah dari sebelas orang anak serta tiga orang cucu ini.

Sebelum menjadi dosen dan guru besar pada berbagai perguruan tinggi, Prof. Amin telah memiliki bakat mengajar sejak muda. Prof. Amin antara lain tercatat sebagai guru tidak tetap Madrasah Ibtidaiyah Mathalub Falah Cilurah (1972-1974), guru SMP Kelurahan Ciracas Jakarta Timur (1980), MAN 3 Jakarta (1982-1985). Selain itu, Prof. Amin sampai sekarang masih aktif menjadi nara sumber pada beberapa Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Depag RI, Pusdiklat Mahkamah Agung RI, Pusdiklat Departemen Hukum dan HAM RI, Pusdiklat Kejaksaan Agung RI dan lain-lain. Bidang yang diajarkannya terutama dalam kajian ilmu hukum Islam, ekonomi Islam serta agama dan budi pekerti.

Prof. Amin memulai kariernya di dunia pendidikan benar-benar dari bawah. Dimulai dari Staf di Fakultas Syariah (1981-1982) kemudian menjadi Kepala Seksi Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Syariah (1982-1984), Kepala Seksi Pendidikan dan Pengajaran Fakultas Syariah (1984-1986), Koordinator Praktikum Fakultas Syariah (1989-1990), Ketua Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah (1990-1992), Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat IAIN Syarif Hidayatullah (1992-1995), Kepala Pusat Penelitian IAIN (1995-1998). Kemudian Dekan Fakultas Syariah (1998-2002), Hakim Ad. Hoc HAM pada Pengadilan Tinggi Jakarta (2002-2006), Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2002-2006 dan periode 2010-2014.

Sebagai seorang cendekiawan muslim, Prof. Amin yang pernah menjadi anggota tim pakar hokum Departemen Hukum dan HAM RI ini, telah melahirkan karya ilmiah yang dibukukan sebanyak 20-an buku. Sementara ratusan makalah, artikel dan lain-lain yang disampaikan dalam berbagai ceramah dan seminar di dalam dan luar negeri, dapat dikatakan tak terhitung banyaknya. Buku-buku karya Prof. Amin yang telah diterbitkan, antara lain:
 Ijtihad Ibnu Taimiyah Dalam Bidang Fiqh Islam
 Tafsir Ahkam 1
 Studi Ilmu Al Quran 1-3
 Pluralisme Agama
 Pengantar Tafsir Ahkam
 Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam
 Lima Pilar Islam
 Membangun Ekonomi Berbasis Kitab Suci
 Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi dan Keuangan Islam
 Asuransi Syariah dan Konvensional
 Tafsir Ayat Ekonomi
 Dan lain-lain

Aktivitas organisasai Prof. Amin:
1. Anggota Pelajar Islam Indonesia (PII), tahun 1972-1974
2. Anggota Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ciputat, Komisioner Fakultas Syariah (1979-1980)
3. Salah seorang Anggota Pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat (1991), Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Provinsi DKI Jakarta (2005-2009), Ketua Umum ICMI Orsat Ciputat (1993-1996), Ketua Dewan Pakar ICMI Tangerang Selatan (2010-sekarang)
4. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (200-2010)
5. Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI (2010-sekarang)
6. Ketua Umum Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) tahun 2008-sekarang
7. Dan lain-lain

Dukungan Keluarga Luar Biasa

Prof. DR. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM, merasa sangat bersyukur memiliki seorang pendamping hidup yang sangat setia, Hj Kholiyah Thahir, S.Ag, MA. Perempuan yang dinikahinya sejak mahasiswa tersebut, benar-benar menjadi pendorong semangat dalam menjalani hidup. Tidak hanya mendukung pencapaian suami, prestasinya pun tidak kalah gemilang dengan suaminya. Semua dilakukan dengan tanpa mengabaikan tugas-tugasnya sebagai ibu 11 orang anak.

“Terus terang, saya mengagumi istri saya –yang maaf- benar-benar hebat dan boleh dikatakan mendekati sempurna. Setiap kali memandangi wajah teduhnya, selalu kekaguman yang keluar dari mulut saya. Betapa anugerah Allah SWT begitu besar kepada saya yang telah mengirimkan seorang perempuan yang benar-benar hebat sebagai pendamping hidup saya,” ungkapnya.

Kehebatan istrinya, lanjut Prof. Amin, tidak hanya terbatas pada bagaimana melahirkan 13 anak (dua anak lahir premature dan keguguran). Dorongan dan dukungan selalu diberikan dalam hampir setiap kali suaminya melakukan hal-hal terberat sekalipun. Salah satu contoh, adalah bagaimana dengan ikhlas Hj Kholiyah merelakan dirinya “cuti kuliah” agar suaminya fokus mengambil kuliah S2 dan S3. Bahkan, ketika sang suami telah mencapai gelar tertinggi dalam pendidikan pun, dukungannya tidak pernah surut. “Artinya, istri saya adalah salah seorang yang sangat mencintai ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Kesetiaan Hj Kholiyah untuk mengurus anak-anaknya di rumah, menurut Prof. Amin adalah salah satu jasa terbesarnya. Terutama saat-saat dirinya menjalani kegiatan-kegiatan di berbagai kota sampai manca negara untuk seminar atau memberikan ceramah. Sebagai “upah” terhadap kerja keras sang istri dalam mengasuh anak-anaknya, semenjak kegiatan menyusui terhenti, Prof. Amin hampir selalu mengajak istrinya ke berbagai kegiatan, baik di dalam dan luar negeri.

Prof. Amin mengakui, selama 30 tahun istri tercinta mendampinginya dengan begitu setia tanpa pernah menghadapi permasalahan yang berarti. Sejak awal pernikahan yang penuh perjuangan, sampai kehidupan menjadi sebaik sekarang kesetiannya benar-benar utuh dan menentukan kehidupan rumah tangganya. Betapa tidak, Kholiyah selalu mendukung seluruh perjuangan dan cita-cita suaminya, dari menempuh pendidikan yang tiada henti serta organisasi yang menyita waktu serta pengorbanan material lainnya.

“Semua tetap didukung istri dan anak-anak. Pendeknya, terlalu sulit untuk menguraikan 1001 kebaikan dan kelebihan istri maupun anak-anak saya. Yang jelas secara umum dan keseluruhan, saya merasa puas mempunyai seorang istri bernama Hj Kholiyah Thahir, SAg, MA. Bukan saja karena kesalehannya terhadap suami dan anak-anak, melainkan juga kerelaannya berkorban demi meraih ridhla illahi. Ia benar-benar seorang istri sholehah yang menghormati dan membahagiakan suami serta sekaligus ‘mendekap’ anak-anaknya dengan kasih sayang,” ujarnya.

Prof. Amin menguraikan bagaimana peran istrinya yang sangat besar dalam melahirkan dan mengasuh ke-11 anaknya dengan baik. Terbukti, di antara anak-anaknya tak satupun yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Tidak ada di antara mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas, menggunakan narkoba ataupun hal-hal negative yang dilarang agama lainnya. Pendidikan mereka pun –mengikuti jejak kedua orang tuanya- sangat baik dan terarah.

Fakta bahwa 5 dari 11 anak sudah meraih gelar sarjana –S1 dan S2- adalah buktinya. Disamping enam anaknya yang lain sekarang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sekolah-sekolah (TK-SMA) unggulan dan pondok pesantren terkemuka di tanah air.

“Saya tahu betul bahwa dalam diri istri saya banyak bakat yang dimilikinya. Namun karena alasan tertentu –terutama saat anak-anak masih kecil-kecil- saya melarang untuk mengembangkan bakat itu. Tetapi seiring perkembangan waktu, saya memberikan kebebasan baginya unjuk kebolehan berorganisasi. Beberapa tahun terakhir, dia menjadi Ketua Lembaga Pendidikan Ketilang dan beberapa aktivitas lainnya,” ungkapnya.

Sekilas Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Fakultas Syari’ah dan Hukum merupakan fakultas dengan program studi terbanyak di UIN Jakarta. Fakultas ini memiliki fokus kajian di bidang hukum Islam. Sejalan dengan perkembangan masalah-masalah dan spesialisasi dalam keahlian hukum Islam, maka Fakultas Syari’ah dan Hukum menawarkan berbagai program studi yang siap mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan berbagai profesi baru yang terkait dengan hukum Islam, seperti ahli perbankan syariah, ahli asuransi syariah, dan sebagainya.

Beberapa tahun terakhir ini antusiasme calon mahasiswa untuk memasuki Fakultas Syari’ah dan Hukum cukup tinggi. Hal ini bisa diindikasikan dengan jumlah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum yang menduduki peringkat kedua terbanyak setelah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Fakultas Syari’ah dan Hukum bertujuan menyiapkan lulusan yang ahli dan profesional dalam bidang hukum Islam.

Program studi Fakultas Syari’ah dan Hukum:
1. Jurusan Ahwal Syakhshiyyah (Perdata/Peradilan Islam)
2. Jurusan Jinayah/Siyasah Syar’iyyah (Pidana/Tata Negara)
3. Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum
4. Jurusan Mu’amalat (Ekonomi Islam)
5. Ilmu Hukum

Fakultas Syari’ah mengemban tugas mengembangkan ilmu hukum Islam dan hukum umum. Kini Fakultas Syari’ah dan Hukum sedang mengembangkan program studi-program studi dalam lingkungan jurusan-jurusan yang telah ada, seperti Program Studi Kepaniteraan Kepengacaraan, Administrasi Perkawinan, dan Manajemen Wakaf dan Zakat (dalam Jurusan Al-Ahwal Al-Syakh-siyah), Program Studi Pidana Islam, Tata Negara (dalam Jurusan Jinayah/Siyasah), Program Studi Perbandingan Mazhab Fiqh, Perbandingan Hukum, Konsultan dan Fatwa Hukum, dan Manajemen Haji dan Pariwisata (dalam Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum), Program Studi Perbankan Syari’ah, Takaful (Asuransi), Kewirausahaan, dan Agribisnis (dalam Jurusan Mu’amalat dan Perbankan).

1. Jurusan Ahwal Syakhshiyyah (Perdata/Peradilan Islam)
1. Program Studi Peradilan Agama
Program Studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai bidang studi peradilan agama, serta mampu mengemban tugas di bidang keahliannya untuk kepentingan negara dan masyarakat. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan pada Program Studi ini meliputi: Hukum Acara Peradilan Agama, Fiqh Munakahat, Fiqh Mawarits, Fiqh Ibadah, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Peradilan Agama di Indonesia, Ilmu Falak, Qawaidh Fiqhiyah, dan Hukum Perdata Islam di Indonesia.

2. Program Studi Administrasi Keperdataan Islam
Program studi ini bertujuan untuk meng-hasilkan sarjana yang menguasai bidang administrasi keperdataan, serta mampu mengemban tugas di bidang keahlian administrasi keperdataan tersebut. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan pada Program Studi ini meliputi: Fiqh Munakahat, Fiqh Muamalat, Fiqh Ibadat, Fiqh Mawaris, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Hukum Perdata Internasional, Hukum Administrasi Negara, Hukum Acara Peradilan Agama, Hukum Perdata Internasional, Hukum Agraria, Penyuluhan Perkawinan dan Keluarga, dan Perundang-undangan di Indonesia.

2. Jurusan Jinayah Siyasah (Pidana/Tata Negara)
1. Program Studi Pidana Islam
Program studi ini bertujuan meng-hasilkan sarjana yang menguasai bidang studi pidana Islam. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan dalam Program Studi ini meliputi: Ilmu Tafsir, Tafsir Ahkam, Hadits Ahkam, Ushul Fiqh, Ilmu Hukum, Fiqh Siyasah, Fiqh Jinayah, Al-Fatwa, Metodologi Penelitian Siyasah, Ilmu Falak, Fiqh Mawaris, Fiqh Munakahat, Qawaid Fiqhiyah, Hukum Pidana dan Acara Pidana, Hukum Tata Negara, Hukum Islam di Indonesia, Muqaranah Mazahib fi al-Jinayat, Tarikh Tasyri’, Kriminologi, dan Fiqh Ibadah.

2. Program Studi Siyasah Syar’iyah
Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai bidang studi tata negara. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan pada Program Studi ini meliputi: Ilmu Tafsir, Tafsir Ahkam, Hadits Ahkam, Ushul Fiqh, Ilmu Hukum, Fiqh Siyasah, Fiqh Jinayah, Al-Fatwa, Metodologi Penelitian, Siyasah, Ilmu Falak, Fiqh Mawarits, Fiqh Munakahat, Qawaid Fiqhiyah, Hukum Pidana dan Acara Pidana, Hukum Tata Negara, Hukum Islam di Indonesia, Muqaranah Mazahib fi al-Jinayat, Tarikh Tasyri’, Kriminologi, dan Fiqh Ibadah.

3. Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum
1. Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum
Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai bidang studi Perbandingan Mazhab Fiqh, serta mampu mengemban ilmu Perbandingan Mazhab Fiqh tersebut untuk kepentingan agama dan masyarakat. Adapun Mata Kuliah Keahlian yang diberikan pada Program Studi ini meliputi: Ilmu Tafsir Ahkam, Hadits Ahkam, Ushul Fiqh, Ilmu Hukum, Perbandingan Mazhab dalam Hukum Islam, Fiqh Kontemporer, Muqaranah Mazhab fi al-Mu’amalat, Tarikh Tasyri’.

2. Program Studi Perbandingan Hukum
Program Studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai bidang studi perbandingan hukum, serta mampu mengemban tugas di bidang keahlian perbandingan hukum tersebut. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan pada Program Studi ini meliputi: Ilmu Hukum, Perbandingan Hukum dan Perundang-undangan, Metode Penelitian, Ushul Fiqh, Muqaranah Mazahib fi al-Mu’amalat, Muqaranah Mazahib fi al-Jinayat, Orientalisme dalam Hukum Islam, Hukum Acara Perdata dan Pidana Agama.

4. Jurusan Mu’amalat (Ekonomi Islam)
1. Program Studi Perbankan Syari’ah
Dewasa ini berkembang Bank Muamalat Indonesia, BMT, BPR, dan bank-bank Islam di dunia. Seiring dengan pesatnya perkembangan sistem perbankan konvensional, sistem perbankan Islam mulai dilirik oleh banyak kalangan. Karena itu, kajian tentang ekonomi Islam, khususnya perbankan Islam, tampaknya semakin mendesak untuk dikembangkan.

Program Studi ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga-tenaga profesional di bidang perbankan syari’ah untuk mengisi kebutuhan tenaga di lembaga-lembaga perbankan Islam dan lembaga-lembaga keuangan lain yang membutuhkan. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan meliputi: Ilmu Ekonomi Makro, Perbankan, Fiqh Muamalat, Pengantar Akuntansi, Ilmu Ekonomi Mikro Islam, Lembaga Perekonomian Umat, Manajemen Perbankan Syari’ah, Akuntansi Perbankan Syari’ah, Ilmu Ekonomi Makro Islam, Hukum Peribadatan Islam, Hukum Perbankan Syari’ah, Hukum Dagang, Lembaga Keuangan non-Bank, Akuntansi Biaya Kewirausahaan, Praktek Lembaga Perekonomian Umat, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Matematika dan Statistik Ekonomi, Praktikum Perbankan Syari’ah.

2. Program Studi Takaful/Asuransi Islam
Program Studi ini bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang menguasai bidang studi asuransi Islam, serta mampu mengemban tugas di bidang yang dikuasainya tersebut pada instansi yang memerlukannya. Mata Kuliah Keahlian yang diberikan meliputi: Ilmu Ekonomi Mikro, Manajemen Asuransi, Fiqh Muamalat, Pengantar Akuntansi, Ilmu Ekonomi Mikro Islam, Lembaga Perekonomian Umat, Akuntansi Takaful, Ilmu Ekonomi Makro Islam, Investasi Takaful, Hukum Asuransi, Kewirausahaan, Hukum Peribadatan Islam, Manajemen Takaful, Manajemen Keuangan, Hukum Dagang, Manajemen Pemasaran, Matematika dan Statistika Asuransi.

Pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Dekan: Prof. Dr. M. Amin Suma, MA, SH, MM
Pembantu Dekan Bidang Akademik: Dr. Mukri Aji, MA
Pembantu Dekan Bidang Admimistrasi Umum: Dr. Jaenal Aripini, MAg
Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan: Dr. JM Muslimin, MA

Alamat: Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat 15412
Telepon: (021) 701925, (021) 74711537
Fax: (021) 7402982
Email: info@uinjkt.ac.id

Pendapat mengenai Dekan FSH UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. KH Muhammad Amin Suma, MA, SH, MM

Dr. Mukri Aji, MA – Pembantu Dekan Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah

“Kontribusi Prof. Amin Sangat Besar”

UIN Syarif Hidayatullah dalam kurikulum yang diterapkan mengombinasikan antara hukum Islam dan umum. Diharapkan para alumni bisa menguasai aspek studi secara spesifik tanpa melupakan aspek ayat, hadits nabi serta pandangan yuridis formal.

Kita memang menghendaki bahwa kita full materi Fakultas Hukum umum tetapi juga memasukkan mata kuliah berbasis Islam. Para alumni diharapkan nanti bisa menjadi hakim atau advokat, tetapi juga khatib, penceramah dan lain-lain. Pokoknya alumni kami serba dalam hidup di tengah masyarakat.

Dalam mewujudkan itu, peran Prof. Amin sebagai pimpinan tinggi sekali kontribusinya. Berbagai aspek agar mereka menjadi alumni yang cerdas dan lain-lain, terus digelorakan. Tetapi perhatian beliau yang luar biasa terhadap kurikulum tersebut sehingga ada benang merah yang membedakan dengan perguruan tinggi yang lain.

Salah satu kontribusi nyata Prof. Amin adalah mampu memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika di sini sehingga mereka mampu beradaptasi dengan siapapun. Itu merupakan keberpihakan beliau terhadap kurikulum, disamping pembekalan karakter yang baik sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Sifat-sifat kepemimpinan seperti kejujuran yang menjadi culture, amanah, akhlak dan perilaku Nabi Muhammad, selalu digelorakannya.

Dr. JM Muslimin, MA, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah

“Prof. Amin Bukan Pemimpin Karbitan”

Faktanya, Fakultas Syariah dan Hukum ini memiliki mahasiswa dengan jumlah terbesar. Banyak program dengan berbagai masa depan mahasiswa seperti Program studi Perbankan Syariah serta kaderisasi ulama. Minat calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Fakultas Syariah dan Hukum UIN sangat tinggi dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Saya sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan sejak Mei 2010 menilai kelebihan Prof. Amin adalah beliau berkarier dari bawah. Beliau bukan tipe pimpinan “karbitan” yang tidak menguasai masalah sama sekali. Sebagai pemimpin yang berangkat dari bawah, selain menguasai strategis beliau juga menguasai teknis. Inilah kemampuan yang melekat pada diri Prof Amin yang bisa menggabungkan antara kebijakan teknis dengan sesuatu yang bersifat strategis.

Saya melihat ini karena beliau merangkak dari bawah, sehingga ditempa pengalaman yang membentuk karakter dirinya. Karena kadang orang lain tidak memiliki hal itu, tidak ada tempaan dalam meniti karier dan langsung menjadi pimpinan. Semua itu bisa saya lihat dalam aktivitas sehari-hari, yakni bagaimana beliau memimpin kami.

Keunggulan Fakultas Syariah dan Hukum UIN adalah pada tiga rumpun keilmuan, ilmu-ilmu syariah –ilmu-ilmu hukum Islam dan ilmu perbankan Islam- yang diintegrasikan dalam sebuah keilmuan yang bersifat spiritual. Integrasi dalam ilmu agama dan umum itu dalam bahasa awamnya adalah ilmu umum yang bersifat ilmiah dan ilmu umum yang bersifat ilahiyah. Dalam bahasa akademis, integrasi itulah yang membedakan antara Fakultas Syariah dan Hukum UIN dengan fakultas-fakultas di universitas lain. Mungkin dari sisi nomenklatur atau keilmuan seolah-olah sama, tetapi kalau dicermati nilai komparatif kita terletak di situ.

UIN, dibandingkan dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi yang lain, relative memiliki basis dukungan yang lebih komplit. Karena input kita berasal dari pesantren, madrasah dan lain-lain. Kita bisa merekrut orang-orang tersebut yang tadinya berpola pikir tradisional, menjadi mengenal pola pikir akademis modern yang rasional. Akhirnya mereka bisa mengintegrasikan antara kedua pola pikir tersebut dalam kehidupan mereka.

Ke depan, kita ingin standardisasi universitas –nasional maupun internasional- sehingga memiliki akreditasi formal dan sosial. Pembinaan yang kita lakukan secara menyeluruh, meliputi talenta mahasiswa di berbagai bidang. Mulai seni, olahraga dan lain-lain semua kita lakukan. Untuk menambah kapasitas dosen dalam rangka standardisasi tersebut, UIN mengirimkan dosen-dosennya melanjutkan pendidikan pada universitas terkemuka di luar negeri, seperti pendidikan S2 di Universitas Leiden, Belanda dan S3 di Universitas Hamburg, Jerman. Target yang dicanangkan, UIN mampu mendekati kualitas perguruan tinggi ternama seperti UI dan UGM dengan dukungan SDM, dosen bergelar Doktor dan Profesor yang memadai dalam jumlah dan keunggulan kualitas.

Tokoh , , ,

DR. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc

No Comments

Kepala KP4 Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Pendidik Adalah Agent of Change dan Penentu Kualitas Sumber Daya Manusia

Di belahan dunia manapun, peran seorang pendidik sangat penting. Meskipun sistem pendidikan suatu bangsa dirancang dengan canggih dan modern, tanpa pendidik tidak bisa diaplikasikan dengan baik. Sebaliknya, rancangan sistem pendidikan yang sederhana pun akan menjadi hebat ketika disampaikan oleh seorang pendidik yang handal.

Pentingnya seorang pendidik dalam memajukan sebuah bangsa telah dibuktikan oleh Jepang. Negara yang pernah luluh lantak pada Perang Dunia II (tahun 1942-1945) dan hancur karena tsunami 2010 tersebut dengan cepat bangkit menjadi kekuatan ekonomi nomor satu dunia. Usai PD II, Kaisar Jepang yang mengetahui kehancuran akibat perang tidak pernah menanyakan jumlah korban di pihaknya. Pertanyaan pertama yang terlontar adalah berapa jumlah guru yang tersisa untuk mendidik generasi muda mengejar ketertinggalan.

Hasilnya menakjubkan, Jepang tumbuh menjadi negara yang sangat perkasa. Ekspansi yang dilakukan terhadap bangsa-bangsa lain tidak lagi berupa invasi pasukan bersenjata. Jepang “hanya” membanjiri seluruh pelosok dunia, dari negara maju sampai terbelakang, dengan produk-produk yang dihasilkan industrinya. Dari produk elektronik sampai otomotif, industri Jepang berhasil menggusur produsen ternama dari Eropa dan Amerika. Semua itu, dihasilkan oleh lembaga pendidikan, sistem pendidikan dan tenaga pendidik handal yang dimiliki Negeri Matahari Terbit.

“Profesi sebagai pendidik sangat mulia, karena menjadi agent of change dan penentu kualitas sumber daya manusia yang diberi amanah oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi ini. Ilmu yang disampaikan kepada anak didik akan menjadi amal jariyah dan diamalkan secara nyata untuk kemakmuran rakyat dan bangsa. Sebagai dosen, kita mempunyai kesempatan luas untuk menimba ilmu sampai derajat tertinggi di negara maju. Ini juga merupakan amanat pemeluk agama Islam, agar menuntut ilmu meski sampai negeri yang tak mengenal agama, seperti China,” kata DR. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.AGR.SC.

Kepala KP4 Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini menegaskan bahwa negara-negara maju berhasil membangun bangsanya berdasarkan ilmu pengetahuan. Yang mana, ilmu pengetahuan sangat krusial dan nyata bagi percepatan kemajuan bangsa. Namun, ilmu pengetahuan hanya menjadi sebatas pajangan di rak-rak buku ketika tidak ada pendidik untuk “merangsang” generasi muda mempelajarinya. Oleh karena itu, salah satu motivasi dirinya menjadi seorang dosen adalah agar mempunyai mempunyai peran dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. “Saya ingin mempunyai peran dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Cahyono, merasa bersyukur dapat berkiprah di lembaga pendidikan tinggi dengan jabatan fungsional. Karena akan memungkinkan baginya untuk secara leluasa namun penuh tanggung jawab mengembangkan seluruh potensi dan kemampuannya secara optimal. Selain itu, dunia pendidikan memiliki hambatan struktural dan birokrasi yang tidak seketat pada instansi pemerintah lainnya. Bahkan, kenaikan pangkat yang biasanya sangat tergantung urutan dan kedekatan pada atasan, tidak berlaku di dunia pendidikan.

“Dengan jabatan fungsional dosen, maka penilaian dan kenaikan pangkat lebih didasarkan pada kinerja Tridarma Perguruan Tinggi yang ditekuni. Kesempatan untuk mengembangkan diri maupun orang lain akan terbuka lebar. Kreativitas, inovasi, pengembangan serta kontribusi diri pada bangsa dan negara dapat dikembangkan lintas sektoral tanpa batas sesuai potensi diri tanpa terlalu tergantung pada faktor atasan dan birokrasi. Meskipun demikian, semua masih dalam koridor aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dekat Dengan Ibunda

DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc menikah di Klaten pada tanggal 24 Desember 1993 dengan Ratih Subekti, SH. Dari pernikahannya, pasangan ini dikarunia dua orang anak, Imamuddin Jati Wicaksono (SMAN 2 Yogyakarta) dan Pita Asih Bekti Cahyani (masih di SMPN 1 Yogyakarta). Sebagai orang tua Cahyono tidak pernah memaksa kedua anaknya untuk belajar keras agar nilainya bagus. Kepada mereka hanya dijelaskan pengertian bagaimana arti penting belajar bagi masa depannya sendiri.

“Mereka sadar dengan sendirinya tanpa harus disuruh-suruh. Dalam hal cita-cita, saya tidak pernah memaksa kelak akan menjadi apa. Yang penting saya mengarahkan agar cita-citanya tercapai. Karena setiap anak mempunyai potensi masing-masing, seperti putra pertama beliau yang dari TK sudah kelihatan bakatnya di bidang teknologi tinggi serta berkeinginan menjadi pilot pesawat terbang. Maka yang bisa saya lakukan adalah dengan selalu mendukungnya,” ujarnya.

Anak pertamanya pernah mendapatkan penghargaan dalam finalis lomba Karya Tulis dengan tema “Sanitasi Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”, yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum RI tahun 2008. Selanjutnya, pada tahun 2009, mendapatkan medali emas dalam lomba National Young Innovator Awards ke-2 (NYIA II) yang diselenggarakan LIPI Jakarta. Tahun ini, sulungnya tersebut sedang mengikuti NYIA IV LIPI. Putranya memiliki hobi fotografi dan pernah menjadi juara I lomba foto di sekolahnya pada tahun 2011 ini.

Sedangkan anak kedua, lebih menyenangi bidang sosial, kebudayaan dan kesehatan. Meskipun baru sekolah pada tingkat SLTP tetapi kegiatanya cukup menyita waktu. Mulai aktif sebagai pengurus PMR (Palang Merah Remaja), Dewan Penggalang Pramuka sampai ekstrakurikuler tarian tradisional selalu diikuti di sekolah. Bahkan, tahun 2011 ini pernah meraih Juara I Lomba Tari di sekolah.

Cahyono banyak belajar dari ayahnya, Rubijo Rachmad Wijono -seorang anggota TNI AU- dalam memberikan didikan kuat dalam hal kedisiplinan serta rasa syukur. Masa kecilnya yang indah dihabiskan untuk membantu tugas-tugas rumah tangga. Sebagai anak tertua, ia tidak segan-segan untuk membantu ibunya, Sundariyah, belanja di pasar. Tanpa malu-malu, ia membeli segala sesuatu yang telah dicatatkan ibunya. Ia bahkan menyiapkan seluruh bahan masakan agar selepas tugas bekerja di Kantor Pos, ibunya tidak terlalu capai.

“Saya sangat dekat dengan ibunda, namun sayang belum bisa banyak membalas kebaikannya, karena wafat pada tahun 1997. Ketika ayah pensiun dan mengisi hari tuanya dengan membuka toko kelontong kecil di dekat rumah, saya sering menemani ibu berjualan di warung kalau tidak praktikum. Kadang saya mengantarkan minyak tanah ke pelanggan dengan menggunakan sepeda butut yang saya punyai. Sebagai anak lelaki tertua, setiap sore juga mendapat tugas menimba air sumur dan mengisi bak mandi. Maka ketika saya mendapatkan rapelan beasiswa saat semester V uangnya dipakai untuk membeli pompa air listrik. Tugas saya menjadi lebih ringan,” terangnya.

Menurut Cahyono, profesi di bidang pendidikan tidak akan pernah mati dan terhenti. Prinsip “life long education” juga menjadi bagian komitmen pribadi yang dipegangnya dengan teguh. Ia telah menetapkan, bahwa setelah purna tugas nanti akan tetap mengabdi pada bangsa, negara dan masyarakat Indonesia tanpa henti. Seperti dalam ajaran agama yang dianutnya bahwa ”amal yang tidak putus meskipun kita sudah meninggal adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh dan solehah”.

Cahyono selalu berusaha untuk melaksanakan prinsip yang dipegangnya tersebut dengan sebaik-baiknya. Contohnya dalam proses pembelajaran dan konsultasi dengan para mahasiswa dapat dilakukan setiap waktu dan tempat. Ia juga “melayani” mahasiswa yang konsultasi melalui berbagai multi media, seperti e-learning, web, email, SMS maupun media lain. Di samping itu, ia juga ringan tangan dalam membantu orang-orang yang mengalami kesusaha seperti tsunami di Aceh, tanggul Situ Gintung yang jebol maupun Gempa Bantul, Yogyakarta.

Perbaikan Kualitas SDM

Berbicara mengenai kehidupan berbangsa, menurut DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc., Indonesia saat ini baru melaksanakan reformasi saja. Namun, reformasi tersebut belum benar-benar total dalam pelaksaannya. Untuk itu, ia berpesan kepada generasi muda agar memilih lingkungan pergaulan dan pendidikan yang baik, selalu gigih berjuang, jangan mudah patah semangat dan tergoda hal-hal yang menyesatkan. Pendidikan (formal, nonformal dan informal) diharapkan mampu menyisipkan wawasan dan konsep secara luas, mendalam dan futuristik tentang lingkungan global dengan memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang, utamanya generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan.

“Generasi muda harus sadar tentang tanggung jawab individu yang harus dikontribusikan, yang menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, serta dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggung-jawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata. Kita harus ikut bersama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua, baik sekarang maupun di masa mendatang bagi anak cucu kita,” pesannya.

Sosok DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc selaku kepala/pengelola KP4 UGM tidak hanya sekadar berpesan tetapi juga mencontohkan dengan tindakan nyata. Seperti bagaimana KP4 UGM yang berkat kepemimpinannya menjadi maju dan berkembang pesat. Diharapkan, KP4 UGM kelak bisa menjadi unsur penunjang universitas terkemuka di Indonesia itu, terutama dalam pengembangan Sustainable Life and Environment. Tentu menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia memiliki DR. Ir. Cahyono Agus DK M.Sc dengan ilmu yang tinggi dan telah mengabdikan diri untuk negara Indonesia agar tidak tertinggal dari negara lain.

Cahyono sangat menyayangkan, Indonesia yang mempunyai sumber daya alam melimpah tetapi belum dikelola dengan optimal. Penyebabnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum baik. Selama ini, Indonesia dikelola berdasarkan ”resource based development” yang mengandalkan eksploitasi kekayaan alam melimpah tetapi tanpa sistem yang baik. Penambangan dan pemanenan sumber daya alam Indonesia yang berlebihan dan tidak mengindahkan lingkungan dan sosial budaya setempat, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang amat parah dan kesengsaraan rakyat jelata.

Keuntungan dan kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir orang penentu kebijakan atau bahkan lebih parah oleh orang asing. Untuk itu, kekayaan alam Indonesia harus dikelola berdasarkan “knowledge based development” sehingga mempunyai nilai tambah dan mampu menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Peran Perguruan Tinggi didalam melakukan inovasi teknologi dan menyediakan sumber daya manusia yang handal diharapkan mampu mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat yang adil dan beradab di Indonesia.

Menurut pengamatan Cahyono, saat ini banyak generasi muda yang terjun dalam kancah politik tanpa bekal dan pengalaman yang cukup. Euforia dan sistem politik Indonesia telah memberi kesempatan akses seluasnya kepada setiap warga negara untuk berpolitik praktis, asal melalui saluran partai politik yang legal. Namun demikian, karena sistem politik yang terbentuk belum optimal, maka upaya jalan pintas dan instan para pelaku politik praktis melalui “money politik, KKN, ancaman, pelanggaran etika moral, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, aji mumpung dan sebagainya” justru tumbuh subur dalam sistem politik Indonesia.

“Sistem regenerasi kader dan perekrutan yang tidak optimal, justru semakin memperburuk kehidupan bertata negara kita. Era reformasi justru menumbuh-suburkan dan memperluas perilaku korup pada seluruh pelaku politik, sebagaimana dilansir oleh Transparansi Indonesia. Untuk itu, pendidikan politik dan kaderisasi harus dilakukan secara berjenjang dan memberikan wawasan ‘Sustainable Development’ agar sinergisme aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek sosial budaya dapat terjadi secara harmonis,” ungkapnya.

Cahyono menegaskan agar politik uang yang merajalela harus dipangkas dan digantikan dengan sistem yang mampu memaksa para pelaku politik berkontribusi nyata bagi perbaikan sistem tata negara dan kehidupan yang lebih baik. Nurani yang masih tersisa dalam setiap insan politik perlu dimunculkan dan dijadikan landasan etika moral berpolitik yang amanah dan bertanggung jawab. Pendidikan terstruktur secara formal, informal dan non formal tentang pengembangan karakter, akhlak mulia, etika, tepo seliro harus diajarkan dan menjadi dasar bertindaknya para penguasa, pengusaha, penegak hukum, pemimpin dan seluruh masyarakat.

Perjalanan Karier

Cahyono Agus adalah sulung dari pasangan Rubijo Rachmad Wijono dan Sundariyah. Lahir pada tanggal 10 Maret 1965, Cahyono dibesarkan dalam situasi penuh disiplin ala militer. Maklum, ayahnya adalah seorang prajurit TNI AU yang mengamalkan Sapta Marga dengan penuh tanggung jawab. Meskipun demikian, ayahnya juga yang selalu menekankan kepada putra-putrinya bahwa pendidikan itu sangat penting, sehingga mereka harus memprioritaskan kepentingan sekolah.

“Orang tua berpesan bahwa mereka tidak dapat mewariskan harta, namun akan mempersiapkan agar kami, anak-anaknya, mempunyai bekal ilmu yang memadai. Dengan ilmu tersebut, maka kami bisa mendapatkan harta, harkat dan martabat yang lebih baik untuk diterapkan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Cahyono menyelesaikan pendidikan formal di SD Taman Siswa Ibu Pawiyatan Yogyakarta, kemudian SMP N 2 Yogyakarta, dilanjutkan SMA N 3 (3 Bhe Padmanaba) Yogyakarta. Pendidikan S1 ditempuh di Universitas Gadjah Mada serta mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan program Master dan Doktor di Tokyo Jepang. Pada tahun 2003 pernah mendapat juara 2 Kontes Thesis seluruh Jepang dan tahun 2008 meraih penghargaan sebagai dosen DPL terbaik di UGM. Tahun 2011 ini, Cahyono sedang diusulkan dalam jabatan Guru Besar atau Profesor bidang Ilmu Tanah Hutan pada Fakultas Kehutanan UGM, sehingga diharapkan akan menjadi profesor termuda di fakultasnya.

Cahyono Agus pernah memenangkan kompetisi dana hibah penelitian RUK-IV, RUT XII, Hibah Bersaing, Hibah Kompetensi dari Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada berbagai pertemuan ilmiah/seminar internasional di Malaysia, Thailand, Philiphines, Finlandia, Jepang, Hongkong, Amerika, Australia dsb. Beberapa papernya juga dipublikasikan di jurnal internasional seperti New Forest, Forest Environment, Indonesian Journal of Agricultural Sciences, Journal of the Japanese Forest Society, TROPICS, International Journal of Environment, maupun Journal of Japanese Institute of Energy dan sebagainya.

Beberapa buku ilmiah populer yang pernah ditulisnya adalah: “Pengelolaan Bahan organik: Peran dalam Kehidupan dan Lingkungan”, “Pertanian Terpadu untuk mendukung Kedaulatan Pangan Nasional”, dan “Tanaman Langka Indonesia di KP4 UGM”. Bersama para penulis lain yang pernah belajar di Jepang, ikut menulis Buku non fiksi berjudul “La Tahzan for Student”, yang berisi kisah-kisah inspiratif dan perjuangan pelajar Indonesia di Jepang, menjadi buku terlaris terbitan Mizan dan direncanakan akan difilmkan. Tulisan populernya juga beberapa kali dimuat di media cetak di Yogyakarta. Pada tahun 2011 ini, terpilih menjadi salah satu Profil Pendidik dalam buku “Citra Prestasi Indonesia 2020: Pemikiran, Konsep & Stretegi Pribadi Berprestasi”.

Pada tahun 2005-2008, diangkat menjadi Kepala Bidang Tanaman Pertanian KP4 UGM dan diangkat menjadi Kepala KP4 UGM untuk masa jabatan tahun 2008-2012. Pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif PHK-A3 Fakultas Kehutanan, Koordinator program SP4 KP4 UGM, Koordinator Program PBI (Program Pengembangan Ilmu) KP4 UGM, Direktur Eksekutif PSF (Presidential Scholarship Fund) UGM, Direktur Eksekutif program kerjasama KP4 UGM-UNDP (United Nation Development Program), Direktur Eksekutif program kerjasama KP4 UGM-AIP (Australian Indonesian Partnership), Koordinator program kerjasama KP4 UGM dengan IOM (International Organization for Migration). Saat ini, menjabat sebagai Direktur Eksekutif I_MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevancy & Efficiency) komponen B2c UGM untuk periode 2009-2012 dan Direktur Eksekutif Kerjasama pemanfaatan hasil penelitian dengan KPWN Kemenhut RI mulai 2010.

Cahyono juga aktif terlibat sebagai Reviewer DPT (Dewan Pendidikan Tinggi) Ditjen Dikti bidang PHK (Program Hibah Kompetisi), maupun sebagai Reviewer pada DP2M Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) bidang Akreditasi jurnal ilmiah, Reviewer Ditjen Dikti bidang Penelitian, KKN PPM, disamping sebagai Reviewer penelitian di tingkat Fakultas Kehutanan maupun UGM mulai tahun 2005 sampai sekarang. Saat ini masih aktif sebagai editor pada ‘Jurnal Ilmu Kehutanan’ yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan UGM dan ‘Jurnal Hutan Tanaman’ yang diterbitkan oleh Balitbang, Kementerian Kehutanan RI.

Profil KP4 UGM

Indonesia adalah negara agraris sehingga pertanian telah menjadi “way of life” dan sumber kehidupan masyarakat. Namun masyarakat mempunyai paradigma pola pikir lama, bahwa pertanian hanya untuk dikonsumsi sendiri. Perlu terobosan baru bahwa pertanian multi-fungsi, artinya dari pertanian bisa sebagai pemasok utama sandang, pangan dan papan bagi seluruh makhluk hidup di dunia. Juga sebagai konservasi alam berkelanjutan, wisata agro, penghasil bio-farmaka dan bio-energi.

Untuk itu, KP4 (Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian/University Farm) UGM Yogyakarta mengembangkan Integrated Farming based Agribussiness System for Sustainable Life and Environment (sistem agribisnis berbasis pertanian terpadu untuk kehidupan dan lingkungan hidup berkelanjutan) yang diharapkan menjadi salah satu alternatif pengelolaan lahan, memakmurkan petani dan pengejawantahan RPPK (Revitaliasi Pertanian, Perikanan and Kehutanan) yang dicanangkan Presiden SBY Juni 2005 lalu.

Disini KP4 UGM seluas 35 hektar didirikan pertama kali tahun 1975 dengan bantuan dari Rockefeller Foundation, USA. Saat ini, proses serta sarana prasarana untuk pembelajaran tentang kehidupan dan lingkungan hidup yang lebih baik, dapat dilakukan langsung di University Farm ini. Para mahasiswa, dosen, pelajar, peneliti, wisatawan dari luar negeri (Jepang, Nambia, Korea dsb) maupun dalam negeri (PT, SMA, SMP, SD, TK, pebisnis, pemda, masyarakat awam dsb) juga pernah melihat langsung dan sangat terkesan dengan konsep EfSD (Eduaction for Sustainable Development, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan) yang dikembangkan.

Di sisi lain, terjadi perubahan paradigma baru dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Dari yang tadinya hanya meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdiri sendiri-sendiri akan disinergiskan menjadi research based learning and servives (pendidikan dan pengabdian berbasis penelitian) Kurikulum berbasis kompetensi yang dikembangkan UGM mengharuskan pada mahasiswa agar dapat mengerti (Learn to know), mengerjakan sendiri (Learn to do), menjadi aktor (Learn to be) dan bekerja bersama (Learn to work together), sehingga lulusannya mempunyai kompetensi (competence), komitmen (committment), keberpihakan (compassion), dan nurani (conscience) terhadap masyarakat awam.

KP4 sebagai university farm UGM yang mempunyai visi sebagai universitas riset akan diberdayakan sepenuhnya sebagai wahana untuk tranfer pengetahuan (Transfer of knowledge), ketrampilan (Transfer of skills) dan nilai-nilai luhur (Transfer of values) di bidang pertanian terpadu dengan praktek langsung di lapangan.

Cahyono Agus menerapkan sistem manejemen modern di KP4 UGM dengan memberdayakan 6M (man, money, material, method, machine, management), yang SERBA TEPAT (tepat orang, tepat waktu, tepat cara, tepat tempat, tepat sasaran, tepat bentuk, tepat tujuan), melalui KERJA optimal (kerja keras, kerja cerdas, kerja sama, kerja benar, kerja iklas) dengan cara 4K (komunikatif, koordinatif, konsolidatif dan konstruktif) yang KNPI (kreatif, normatif, produktif dan inovatif) perlu terus diupayakan, MULAI MO-LIMO (mulai dari sekarang, mulai diri sendiri, mulai dari yang sederhana, mulai dari tempat kita dan mulai dengan yang ada) agar revitalisasi pertanian dan lingkungan benar-benar menjadikan adanya kenyamanan hidup yang berkelanjutan bagi petani dan seluruh kehidupan di bumi ini.

Dr. Ir. Cahyono Agus DK, M.Sc selaku direktur membawahi 38 karyawan/staff tetap, sejak tahun 2008 mempunyai peran sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan dari KP4 maupun UGM. Sejak beliau menjabat sebagai kepala KP4, telah berhasil mengembangkan:
1. Program Pengembangan “Program bantuan rumah sementara bagi korban gempa Bantul” sumber dana UNDP (United nation Development Program) dan Bappenas RI jumlah dana Rp. 250.000.000,00 (Dua ratus lima puluh juta rupiah) tahun 2008. Telah berhasil memfasilitasi 125 rumah tinggal sementara yang materialnya dapat digunakan untuk membangun rumah permanen. Pemberdayaan masyarakat dilakukan bersama mahasiswa KKN Internasional dari UGM dan Korea Selatan.
2. Program Pengembangan Bidang Ilmu UGM “Peningkatan Kapasitas KP4 UGM” sumber dana APBN-P Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Depdiknas jumlah dana Rp. 2.667.920.000,00 (Dua milyar enam ratus enam puluh tujuh juta sembilan ratus dua puluh ribu rupiah) tahun 2008. Telah berhasil mengembangkan sistem informasi dan data base tanah, lahan dan iklim, Peningkatan pelayanan pendidikan dan penelitian, Peningkatan keamanan proses dan materi penelitian maupun unit usaha, Pengembangan agribisnis berbasis Integrated Farming , dan Peningkatan mobilitas dan sarana transportasi.
3. Program livelihood AIP (Australian Indonesia Partnership) “ Pemberdayaan industri rumah tangga kecil dan kerajinan sebagai upaya pemulihan sumber kehidupan korban gempa di Desa Trimulyo, Jetis, Bantul” sumber dana AIP (Australian Indonesia Partnership) jumlah dana Rp. 928.000.000,00 (Sembilan ratus dua puluh delapan juta rupiah) Juli 2008. Telah Memulihkan dan perbaikan sumber kehidupan masyarakat pasca gempa di Kalurahan Trimulyo,Jetis, Bantul melalui pengembangan industri kecil rumah tangga agar terdapat peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyrakat berkelanjutan serta penurunan tingkat kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan bersama mahasiswa KKN Internasional dari UGM dan Korea Selatan, secara berkelanjutan selama 3 periode KKN.
4. Program I_MHERE (Indonesian Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency) component B2c sumber dana World Bank dan Kemendiknas dengan dana US$ 3.000.000 (setara dengan Rp. 30.000.000.000, tiga puluh milyar) ditambah dana pendamping sekitar Rp. 5.000.000.000 (lima milyar). Program yang berlangsung tahun 2009-2012 ini dimaksudkan untuk membentuk pusat-pusat unggulan di bidang EfSD (Education for Sustainable Development, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan) yang juga melibatkan Fakutas Biologi, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Farmasi UGM.
5. PSF (Presidensial Scholarship Fund) UGM dengan sumber dana dari Ditjen Dikti untuk memberikan beasiswa bagi 39 kandidat doktor dari 4 pusat unggulan di lingkungan UGM. Program ini selanjutnya diintegrasikan dengan program beasiswa lainnya di lingkungan Ditjen Dikti.

Penelitian Unggulan Layak Publikasi, Layak Paten dan Layak Bisnis di KP4 UGM.

Dibawah Koordinasi oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Yogyakarta dengan dana dari DIPA, berhasil membuat program 10 GAMA. Program penelitian dan pengembangan unggulan pertanian dan peternakan ini telah dipublikasikan di media ilmiah nasional maupun internasional.

Beberapa penelitian juga sedang didaftarkan paten, PVT (perlindungan varitas Tanaman). Rintisan kerjasama dengan KPWN Kemenhut, Kementrian Pertanian, Kementrian ESDM, Kementrian Koperasi, Kementrian Daerah Tertinggal¸ telah dilakukan KP4 untuk melakukan kerjasama pemanfaatan hasil penelitian bagi program kemakmuran masyarakat secara profesional. Program itu diantaranya adalah :
1. GAMA ANGGREK: Perakitan dan Perbanyakan Klonal Kultivar Unggul GAMA Anggrek Phalaenopsis-Vanda-Dencrobium. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kultivar baru Gama Anggrek hasil persilangan anggrek lokal. Hasilnya diperoleh kultivar baru “GAMA ANGGREK” yang unggul, sering berbunga, tahan lama, unik, indah, tidak mudah layu dan bernilai jual tinggi.
2. GAMA BIOGAS: Pemurnian biogas metana dengan teknik absorbsi untuk pengemasan dalam tabung bertekanan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian untuk menghasilkan biogas murni yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, untuk memasak dan penerangan maupun menggerakan kendaraan bermotor. Hasilnya berupa produk “GAMA BIOGAS” dengan kemurnian tinggi yang praktis, ekonomis, dan marketable. Inovasi ini sangat ramah lingkungan karena mengubah metana yang merupakan emiter karbon berbahaya menjadi sumber energi alternatif terbarukan yang mampu mengurangi pemanasan global.
3. GAMA KARBON: Peningkatan serapan karbon dalam pola tanam tadah hujan pengukuran tingkat emisi-siklus karbon baseline dan benchmark. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan baseline dalam penghitungan emisi gas rumah kaca (CO2) yang berkontribusi besar dalam Global Warming pada sektor pertanian, melalui (i) Teknik pengukuran emisi (CO2), (ii) Informasi mengenai perilaku emisi gas rumah kaca, beserta faktor pengendali lingkungan, dan fisiologi, (iii) Menjadi baseline untuk kegiatan pengamatan tingakat emisi CO2 lebih lanjut, (iv) Inisiasi dalam pemodelan mengenai kemampuan serapan karbon dari beberapa tipe pola tanam tadah hujan. Hasilnya berupa Model emisi “GAMA KARBON” pada sektor pertanian terpadu.
4. GAMA TANI TERPADU: Pengelolaan hara terpadu dalam pertanian terpadu yang berkelanjutan, bertujuan : Pengelolaan hara terpadu menggunakan bahan organik untuk meningkatkan kualitas lahan dan produktivitas lahan serta mensinergiskan pertumbuhan tanaman dalam sistem pertanian terpadu. Hasilnya berupa Pengembangan “GAMA TANI TERPADU” sebagai model Agribisnis berbasis pertanian terpadu untuk kehidupan dan lingkungan hidup yang lebih baik.
5. GAMA SOYA: Optimalisasi diversifikasi produk olahan kedelai hitam lokal sebagai makanan dan pengembangan daging sintetis dan tahu sehat. Tujuan penelitian adalah melakukan perubahan orientasi dan postioning kedelai hitam dari bahan baku olahan pangan biasa menjadi produk olahan pangan kesehatan yang berupa pengembangan Daging Sintetis dan Tahu Sehat yang kaya serat, antosianin, dan isoflavon. Hasilnya berupa pengembangan teknologi pengolahan pasca panen kedelai hitam “GAMA SOYA” menjadi “Daging Sintetis” dan “Tahu Sehat” yang Kaya serat, antosianin, dan isoflavon.
6. GAMA MELON: Pengembangan Melon Varietas Baru “Gama Melon”. Tujuan penelitian adalah: (i) Mengetahui keseragaman dan kestabilan karakter fenotip buah dan benih “Melodi Gama-Basket” sebagai melon unggul yang tahan terhadap penyakit (virus dan jamur tepung), ii) Memperoleh benih melon unggul tahan penyakit serta mempunyai karakter fenotip buah yang unik, seragam, dan stabil sebagai benih melon komersial. Hasilnya: Pengembangan varian melon baru “GAMA MELON” yang unggul, manis, marketable, sehat, dan tahan hama penyakit, tanpa insektisida
7. GAMA AYAM: Peningkatan performance ayam lokal melalui perakitan sumber genetik. Tujuan penelitian adalah mendapatkan karakter fenotip (F1) yaitu warna bulu dan berat badan serta area dan jumlah miofiber otot Pectoralis thoracicus ayam (F1) persilangan antara ayam pelung dengan ayam Parent Stock Broiler Strain Coob-500 sebagai alat identifikasi potensi ayam lokal tipe daging. Hasilnya: Pengembangan “GAMA AYAM” hasil persilangan ayam pelung dan broiler, yang mempunyai daging baik dan pertumbuhan cepat
8. GAMA JAGUNG: Pengembangan Varietas Jagung Unggul “Gama Jagung”. Tujuannya adalah mengembangkan potensi varietas jagung lokal Madura dengan pemuliaan sehingga menghasilkan jagung yang mengandung gen penyandi ketahanan terhadap virus dan kandungan protein tinggi. Hasilnya: Pengembangan varietas baru “Gama Jagung” hasil persilangan jagung lokal Madura yang unggul, mempunyai umur pendek, tinggi dan ukuran sedang
9. GAMA PADI: Pengembangan Teknologi Budidaya Padi Hemat air, Perakitan Kultivar Padi Tahan Kering. Tujuannya mengembangkan teknologi budidaya padi hemat air dengan merakit kultivar padi tahan kering dengan pendekatan koleksi, penyaringan dan percobaan. Hasilnya: Pengembangan kultivar baru “Gama Padi” yang unggul, tahan kering, produksi tinggi, dan marketable
10. GAMA SAPI BALI: Peningkatan mutu genetis sapi bali sebagai ternak potong dan plasma nutfah nasional dengan penerapan bioteknologi pakan dan reproduksi. Tujuannya meningkatkan mutu genetis sapi bali sebagai plasma nutfah nasional maupun sebagai sapi potong dilakukan dengan perbaikan pakan, serta penerapan bioteknologi reproduksi. Hasilnya: Pengembangan mutu genetik sapi lokal “Gama Sapi Bali” yang unggul, pertumbuhan cepat

Visi dan misi KP4 UGM
Visi
Menjadi unsur penunjang universitas terbaik di Asia Tenggara di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan pertanian, makluk hidup maupun lingkungan
Misi
Peran aktif dalam upaya mewujudkan pengelolaan pertanian Indonesia secara berkelanjutan dalam hal produktivitas, diversitas biologi dan kualitas lingkungan maupun kehidupan

Fasilitas di KP4 UGM
 Lahan seluas 35 ha, Rumah kaca 4 unit, Laboratorium dan Lantai jemur, Perumaham dan Guest house 5 unit, Traktor besar 2 unit dan Traktor tangan 5 unit, Alat Prosesing hasil Pertanian, Kendaraan 5 unit, Mushola, Camping Ground, Sarana outbond dan sebagainya
Pengembangan yang dilakukan KP4 UGM
 Laboratorium Daur Ulang Sampah (LDUS). LDUS yang dikembangkan oleh KP4 UGM merupakan bentuk pengembangan fasilitas dan pemanfaatan berbasisi EfSD (Education for Sustainable Development). Daur ulang sampah adalah proses untuk menjadikan suatu bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang tidak dimanfaatkan yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas methane. Pengelolaan sampah organik (daun) untuk dijadikan pupuk organik melalui proses pengomposan. Untuk sementara cakupan pengelolaan sampah meliputi lingkungan UGM serta lingkungan sekitar
 Outbond. Outbond yang dikembangkan oleh KP4 UGM merupakan kegiatan outbond berbasis EfSD (Education for Sustainable Development) yang mana tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif. Konsep outbond berbasis EfSD ini yang nantinya dikembangkan sebagai center of excellent EfSD tingkat Nasional di KP4 UGM sehingga menunjang adanya program eco-edu-tourism KP4 UGM

Fasilitas outbond yang dimiliki oleh KP4 UGM meliputi:
 Lahan camping ground (± 2 Ha) yang dilengkapi dengan fasilitas MCK (kamar mandi), paket outbond flyingfox bagi anak-anak dan dewasa, showroom (masih dalam pengembangan).
 Guest house (3 unit)
 IM-HERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency), merupakan kegiatan pengembangan di KP4 UGM yang didanai oleh Word Bank yang diperoleh melalui competitive proposal. KP4 UGM memperoleh 2 (dua) kali periode IM-HERE yaitu:
1. IM-HERE b.2b, pengembangan image building dan pengembangan networking KP4 UGM
2. IM-HERE b.2c, melalui kegiatan ini KP4 UGM bekerjasama dengan Fakultas Biologi, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Farmasi

Bidang peternakan yang ada di KP4 saat ini mempunyai sapi peranakan Ongole (PO) sebanyak 46 ekor (32 ekor jantan dan 14 ekor betina), pedet PO betina 5 ekor, Sapi perah betina 8 ekor dan pedet perah 1 ekor. Sedangkan Kambing yang dimiliki ada 30 ekor jenis Bligon (4 jantan dan 26 betina), kambing peranakan Etawa (PE) betina ada 10 ekor. Pengembangan bidang peternakan tidak hanya budidaya ternak namun dikembangkan teknologi peningkatan nutrisi pakan yaitu burger pakan sapi dan ikan. Feses sapi yang mana merupakan penghasil methane terbanyak dimanfaatkan sebagai energi biogas yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun listrik. Selain feses, urine sapi juga dimanfaatkan sebagai pupuk cair (Liquid Bio Fertilizer) yang dapat menggantikan sebagian pupuk kimia. Teknologi ini dikembangkan guna memperpanjang rantai biologi sehingga diharapkan tidak ada sesuatu yang menjadi sampah atau tidak dimanfaatkan.
Biodata
I. Pribadi
1. Nama Lengkap : Dr. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc
2. Nama Panggilan : Cahyono
3. Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 10 Maret 1965,
4. Pendidikan Terakhir : Program Doktor
5. Tokoh Favorit :
6. Prinsip /Motto Hidup :
 amal yang tidak putus meskipun kita sudah meninggal adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh/ah”
• 6 Kerja (Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Cepat, Kerja Sama, Kerja Benar),
• Serba Tepat (Tepat Cara, Tepat Bentuk, Tepat Situasi, Tepat Kondisi, Tepat Sasaran, Tepat Tujuan, Tepat Tempat, Tepat Waktu, Tepat Orang,)
• KNPI (Kreatif, Normatif, Profesional, Inovatif),
• K3 (Komunikasi, Koordinasi, Konsolidasi),
• Mulai Mo limo (mulai dari diri sendiri, mulai dengan yang ada, mulai dari sekarang, mulai dari tempat ini, mulai dengan cara yang sederhana),
• Pemberdayaan 6M (man, money, material, method, machine, management)

7. Tempat Liburan : Wisata alam

Motto dalam membina Keluarga :
Setiap anak mempunyai bakat dan keunggulan sendiri-sendiri, biarkan berkembang sesuai dengan hati nurani, kita tinggal memfasilitasi dan mendukung agar cita cita anak bias diraih secara optimal

II. Perusahaan/ lembaga
1. Perusahaan / Lembaga yang dimiliki saat ini :
a. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Sebagai Dosen
b. Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM
Sebagai Kepala
c. Kost Putri Amanah Jl Golo, sebagai pemilik
d. Pondok Makan “Sambal NGASEM” sebagai pemilik
2. Tanggal & tahun pendirian : 2001
4. Jumlah Staff ( karyawan ) : 44 Orang.
5. Penghargaan yang pernah diterima
a Wisudawan terbaik Fakultas Pertanian UGM 1989
b. Dosen DPL terbaik di UGM Tahun 2008
c. Kontes Thesis seluruh Jepang Tahun 2003
6 Kerjasama khusus yang pernah dilakukan
a. United Nation Development Program
b. Australia-Indonesia Partnership
c. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional
d. KPWN Kementrian Kehutanan
e. Kementrian Kehutanan