Tag: konstruksi

Daniel Santosa

Daniel Santosa
Direktur Utama PT Primaland Development
Arsitek Yang Berkembang Menjadi Developer
Bidang Arsitektur tidak hanya urusan gambar mengambar dan design dari sebuah bangunan. Tetapi bisa mencakup bidang yang lebih luas lagi. Seseorang lulusan sekolah Jurusan Arsitektur tidak harus menjadi seorang Arsitek, tetapi ia bisa mempraktekan ilmunya ke bidang-bidang lain, seperti misalnya bekerja di bidang interior, kontraktor bangunan, supplier bahan bangunan, konsultan lighting, agen property, exhibition, constuction management dan lain lain, bahkan menjadi seorang developer sekalipun.
Hal ini yang dialami oleh sosok Daniel Santosa, Direktur Utama PT Primaland Development, lulusan dari Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara, Jakarta dan University of New South Wales, Sydney.
“Setelah lulus kuliah S1 tahun 1990, saya sempat bekerja di sebuah perusahaan konsultan arsitektur di Jakarta. Setahun kemudian saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke level yang lebih tinggi. Meski dengan biaya sendiri tanpa mengandalkan orang tua, saya bertekad untuk melanjutkan sekolah lagi ke University of New South Wales, Australia, mengambil jurusan Building Design. Disana saya bekerja sembari kuliah. Bahkan bekerja sebagai kitchen hand atau  pencuci piring di sebuah restaurant pun pernah saya lakoni demi mengejar cita cita sejak kecil untuk bisa lulus dari sebuah universitas bergengsi di luar negeri,” kata penerima penghargaan sebagai salah satu pengembang terbaik 2010 versi International Business and Company Award ini.
Setelah kuliah selesai pada tahun 1992, Daniel mencoba untuk bekerja di Australia, tetapi karena pada saat itu sedang terjadi resesi ekonomi disana, sehingga mencari pekerjaan sebagai seorang arsitek merupakan hal yang cukup sulit, apalagi untuk pendatang seperti dia. Kemudian ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Dengan bakat menggambar yang ada, ia mencoba untuk mendirikan usaha dibidang Consultan Design, dibantu seorang teman dan 2 orang pegawai dengan menumpang tempat di sebuah rumah kontrakan.  Karena hubungan antara design dan konstruksi sangat erat, maka sejalan dengan waktu bidang konstruksi pembangunan juga ditekuninya. Beberapa proyek berhasil diselesaikannya.
Dalam perkembangannya, setelah mengalami jatuh bangun akibat krisis moneter dan sebagainya, pada tahun 2000 dengan menggunakan uang tabungan yang ada, Daniel mencoba untuk membeli beberapa kavling tanah, mengingat pada waktu itu setelah krisis banyak dijual tanah yang cukup murah . Beberapa tahun kemudian setelah keadaan ekonomi membaik, kavling-kavling tanah tersebut mulai dibangun dan berhasil dipasarkan. Semua dikerjakan secara in house, mulai dari design, konstruksi sampai pemasarannya. Sampai saat ini sudah ratusan unit bangunan yang berhasil dipasarkan, tidak terbatas pada rumah tinggal, tetapi juga rumah kantor atau ruko, pergudangan dan perkantoran.
Saat ini di bawah bendera Primaland Development, ia sedang memasarkan sebuah kawasan bisnis yang dinamakan Kapuk Business Park, berlokasi di daerah strategis jalan Kapuk Raya. Kapuk Busines Park adalah sebuah kawasan yang unik, merupakan perpaduan antara perkantoran, pergudangan sekaligus nyaman jika digunakan untuk tempat tinggal. Menurutnya kawasan seperti ini sangat dibutuhkan di Jakarta dan demandnya cukup tinggi. Didasari dengan pemikiran akan kemacetan kota Jakarta yang setiap hari semakin parah tanpa ada solusi yang berarti dari pemerintah, orang akan semakin berpikir realistis dan efisien, mereka membutuhkan suatu tempat tinggal, tempat bekerja dan tempat menyimpan barang yang saling berdekatan, bahkan bila memungkinkan di satu tempat sekaligus tanpa terganggu kemacetan. Maka Kapuk Business Park merupakan salah satu solusi kawasan dengan konsep 3 in 1 yang mengakomodasi pemikiran di atas. Bahkan kawasan ini juga sangat strategis untuk jalur distribusi barang. Akses ke Bandara hanya di tempuh dalam beberapa menit, juga ada akses tol langsung menuju ke arah pelabuhan. Tepatnya dari dan menuju seluruh penjuru Jakarta ada akses tol langsung dari arah kawasan ini.
Menurut Daniel, yang membedakan kawasan ini dengan kawasan serupa, selain dari lokasi adalah penataan lingkungan, design dan fasilitasnya. Diakuinya memang harga di kawasan ini tergolong tidak murah, tetapi dari harga yang dibayarkan konsumen itu mereka mendapatkan sesuatu yang berbeda dari kawasan lain, baik dari segi kualitas bangunan, kualitas infrastructure, fasilitas, keamanan dan costumize design. Mereka akan merasa nyaman untuk bekerja dan merasa aman untuk menyimpan barang.
“Sebagai seorang arsitek, saya merasa lebih puas jika produk yang saya pasarkan adalah rancangan saya sendiri. Selain dari design unit-unit saya kerjakan sendiri dengan bantuan beberapa drafter, masterplan maupun infrastructure juga dikerjakan secara inhouse. Diluar itu, untuk lebih memuaskan konsumen, kami juga melayani konsumen yang unitnya ingin dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan mereka.” Kemudian lanjutnya, ”Gambar yang kita design dan tawarkan ke konsumen seperti gambar gambar di brosur dsb, ya seperti itulah jadinya bangunan dan fasilitas yang mereka dapatkan. Kita selalu commit dengan apa yang kita tawarkan.”
Transparan dan Konsekuen
Menurut Daniel Santosa, perusahaan yang didirikannya belum tergolong perusahaan besar dalam bidang property, namun perusahaan yang sedang dan masih berkembang. Sebelum memulai mengembangkan suatu kawasan, hal hal yang biasa ia lakukan adalah membuat perhitungan yang matang atau feasibility study,  survey dengan melihat kebutuhan dan tingkah laku pasar secara jeli, memberikan kualitas  bangunan yang baik dan fasilitas  yang disediakan juga faktor tidak kalah penting, disamping tentunya faktor lokasi yang strategis dan kelengkapan surat surat. Hal ini akan sangat menentukan produk kita akan diminati konsumen dan mampu bersaing dengan pengembang lain. Selain itu kita sebagai pengembang juga dituntut harus jujur, transparan dan memegang komitmen.
Dengan perpegang pada hal-hal di atas, terbukti kami selama ini tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam memasarkan produk kami, meskipun kami belum mempunyai nama besar sebagai pengembang.
Belajar dan Menekuni Pekerjaan
Untuk saat ini yang sedang Daniel kerjakan adalah berkonsentrasi terhadap proyek proyek yang sedang berjalan supaya dapat terealisasi dengan baik dan tepat waktu. Sehingga komitmen terhadap konsumen dapat benar benar terwujud
Untuk ke depannya Daniel berharap perusahaannya untuk terus berkembang dengan skala yang lebih besar. Menurutnya semuanya harus melalui sebuah proses, tahap demi tahap, tidak ada yang instant, semuanya ia anggap sebagai proses pembelajaran. Karena mengingat dahulu ia memulai dari nol, hal ini  tentunya bisa terwujud jika didukung kondisi ekonomi tanah air yang terus membaik, sehingga daya beli masyarakat juga terus meningkat.
”Siapa sih yang tak ingin perusahaannya menjadi besar? Yang sudah kami lakukan dan akan terus kami lakukan adalah kerja keras,  jika saya sekarang bisa lebih maju dari waktu waktu sebelumnya  menurut saya itu adalah hasil dari proses belajar dan kerja keras, semua itu saya anggap sebagai suatu anugerah dari Tuhan, karena saya diberi kesempatan untuk belajar dan menjalankan pekerjaan ini, saya selalu bersyukur untuk segala sesuatunya…,”tuturnya.
Pengalaman yang ingin disampaikan untuk generasi muda yang baru mulai bekerja. Seperti yang pernah dialami dirinya, “Setelah lulus kuliah saya bingung dihadapkan dengan berbagai pilihan, apakah membuka usaha sendiri, atau berkarier di sebuah perusahaan. Menurut saya yang terpenting kita harus mencari pengalaman sebanyak banyaknya. Belajarlah dari pengalaman pengalaman itu, manfaatkan peluang dan kesempatan. We have to trust our feeling, taking chances, appreciating and learning from the past, to achieve a better future. Saya rasa setiap orang mempunyai kesempatan, tetapi mungkin timingnya berbeda. Kita harus selalu optimis, bersungguh sungguh dalam bekerja, jujur, pandai memanfaatkan kesempatan dan selalu berserah dalam doa”.
“Untuk mereka yang sudah berhasil dalam berusaha, supaya tidak lupa, bahwa keberhasilan yang telah kita capai selain hasil dari kerja keras, adalah kemurahan dan berkat dari Tuhan, hendaknya kita juga selalu bisa menjadi saluran berkat buat orang di sekeliling kita”, demikian katanya menutup pembicaraan.

Ir. Sanjaya Aryatnie

No Comments

Ir. Sanjaya Aryatnie
Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Sukses Tidak Lahir dari Kebetulan dan Keberuntungan

Setiap kesuksesan yang berhasil diraih seseorang, pasti melahirkan kekaguman bagi orang lain. Kesuksesan akan menginspirasi orang lain untuk mencapai prestasi serupa meskipun dengan cara yang berbeda. Karena sebuah kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja tetapi memerlukan perjuangan dan kesabaran untuk mewujudkannya.

“Kami senantiasa berkomitmen menjunjung tinggi dan meyakini bahwa sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yang matang, kerja keras, keuletan disertai dengan niat baik dan kejujuran,” kata Ir. Sanjaya Aryatnie, Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara.

Komitmen seperti itulah yang menjadikan perusahaan miliknya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara melangkah maju. Perusahaan memperoleh kepercayaan yang luas di kalangan pengusaha dari seluruh Indonesia. Terutama dalam menangani proyek-proyek milik para pengusaha tersebut di Medan, Sumatera Utara. Adapun proyek-proyek yang ditangani EKK Nusantara adalah proyek basement, rumah tinggal, Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah, pabrik/gudang, tower konstruksi baja, jembatan timbang & girder crane, silo dan pekerjaan tanah; cut and fill.

Awal pendirian perusahaan, jelasnya, berlandaskan pengalaman sebagai sarjana Teknik Sipil dari Universitas HKBP Nommensen tahun 1989. Selama enam tahun, ia berpengalaman sebagai pelaksana pemborongan pekerjaan interior dan rumah tinggal di Medan dan sekitarnya. Setelah merasa memiliki bekal yang cukup –ia juga berpengalaman sebagai guru- pada tahun 1996, ia mendirikan PT Erakarya Konstruksi Nusantara. Perusahaan kontraktor ini bergerak di bidang struktur beton, struktur baja dan pemancangan.

“Dengan didukung peralatan kerja dari alat berat berupa excavator, dump truck, derek tadano, mesin pancang hydraulic pressing system serta alat-alat pendukung lainnya, perusahaan mendapat kepercayaan dari kalangan pengusaha. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik ini. Semoga segalanya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan selalu dalam sentuhan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Menjadi Guru

Ir. Sanjaya Aryatnie tidak serta merta memiliki perusahaan kontraktor seperti sekarang ini. Perlu perjuangan dan upaya sungguh-sungguh untuk merintis karier yang membawa kesuksesan seperti sekarang. Berbagai profesi pernah ditekuni oleh pengusaha penganut Buddha yang taat ini.

“Saya berangkat dari bekal menjadi guru. Lalu mencoba joint usaha dengan dua teman kuliah. Tetapi pada pertengahan tahun 1989 saya keluar dan berangkat menuju Jakarta. Tujuan saya untuk bekerja dan menetap di ibukota,” katanya.

Namun, baru beberapa hari di Jakarta salah seorang pemilik rumah meneleponnya. Pemilik rumah tersebut memberikan kesempatan pekerjaan untuk membangun rumahnya di Medan. Padahal saat itu, Sanjaya sudah sampai pada taraf interview di sebuah perusahaan terkenal. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang belakangan menjadi istrinya, ia membatalkan interview dan bertolak ke Medan.

“Dorongan dari calon istri membuat saya tidak ragu kembali ke Medan untuk menemui pemilik rumah tersebut. Hebatnya, beliau tambahkan lima juta lebih besar dari tawaran salah satu kontraktor ternama di Medan, sambil berpesan yang penting rumahnya dikerjakan dengan baik. Ini benar-benar luar biasa dan sungguh merupakan anugrah dari Tuhan yang luar biasa,” kisahnya.

Pada saat memasuki tahap pembangunan rumah tersebut, Sanjaya banyak dikenalkan dengan rekan-rekan bisnis pemilik rumah tersebut. Hal inilah yang menjadi titik terang perjalanan bisnisnya berawal. Satu demi satu rekan bisnisnya mempercayakan pembangunan maupun renovasi rumah tinggal mereka kepada Sanjaya. “Memasuki tahun 1996, mulai ada tawaran membangun gudang maupun perbaikan pabrik-pabrik.  Saya berpikir agar bisa berkembang dengan baik dan lebih dipercaya, maka saya membuka perusahaan dengan nama PT. Erakarya Konstruksi Nusantara,” tegasnya.

Setelah mempunyai wadah sendiri berupa PT Erakarya Konstruksi Nusantara, Sanjaya merasa semuanya berjalan dengan baik.  Agar memperoleh lebih banyak pekerjaan, ia bekerja sama dengan meminta bantuan beberapa pegawai Tatakota Medan yang dikenalnya. Ia meminta informasi mengenai nama dan alamat para pemohon IMB yang masuk ke kantor tersebut. Dari data yang diperolehnya, ia kemudian menghubunginya  satu persatu sehingga semakin banyak job yang diperolehnya.

“Saya juga sempat terpuruk saat krisis moneter 1998. Proyek-proyek menjadi sangat mahal akibat melambungnya harga bahan baku. Sementara saya sudah terlanjur tanda tangan proyek yang saya kerjakan. Memang ada orang yang mau bertoleransi dan mengoreksi anggaran dan menambah biaya bahan bakunya. Tetapi ada juga yang tidak mau dan bahkan memenjarakan saya,” imbuhnya.

Sanjaya mengisahkan bagaimana saat itu dipercaya membangun sebuah pabrik yang terletak di dataran yang sangat rendah. Lahan pembangunan pabrik harus ditimbun setinggi tiga meter lebih yang dikerjakan oleh pihak lain. Namun akibat krisis, penimbunan dihentikan sehingga lokasi yang seharusnya untuk pembangunan pabrik dibiarkan terlantar begitu saja sehingga biaya semakin membengkak.

Apalagi dengan kenaikan bahan baku yang meroket, Sanjaya terpaksa mengajukan koreksi anggaran. Karena dengan biaya yang lama, ia jelas tidak mampu melanjutkan pembangunan pabrik tersebut. Tetapi pemilik pabrik tidak bergeming untuk menambah dana bahkan mengadukan Sanjaya ke Laksus di Gaperta Medan. Pemilik pabrik bahkan meminta dirinya untuk ditahan selama tiga hari. Tidak puas sampai di situ, pemilik pabrik bahkan mengadukannya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Sanjaya dipanggil, diperiksa dan diputuskan untuk menahan dirinya selama 20 hari. Ia kemudian meminta bantuan seorang pemilik pabrik seng kenalannya dan membantunya sehingga tidak ditahan. Pesan dari temannya tersebut adalah ia harus berhati-hati karena pemilik pabrik mengenal dengan baik Kapolri saat itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang dengan baik, beberapa hari kemudian ia mendatangi rumah pemilik pabrik. Ia menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya mohon ditambah, berapapun saya terima. Akan tetapi setelah selesai, jangankan ditambah, malah sisa termin sebesar 5% juga tidak dibayar sampai saat ini. Belajar dari pengalaman pahit ini, banyak sekali hikmahnya dan berlanjut waktu ke waktu pekerjaan terus berdatangan dan berjalan dengan baik, sampai dengan tahun 2009, saya mendirikan satu perusahaan baru yang bergerak khusus dibidang Pondasi yaitu PT Jaya Pondasi Nusantara,” tambahnya.

Pesaing adalah Partner

Setelah berhasil lolos dari hantaman krisis moneter, Ir. Sanjaya Aryatnie sebagai pemilik PT Erakarya Konstruksi Nusantara semakin maju. Meskipun persaingan yang dihadapinya sangat ketat, namun berbekal kemampuan dan strategi yang baik, perusahaan mampu bertahan. Bahkan di era globalisasi sekarang pun, dominasi perusahaan di Medan dan sekitarnya tak tergoyahkan mengalahkan para pesaingnya.

“Pesaing adalah partner kerja kita. Pesaing juga barometer untuk saling koreksi dan sebagai pembanding atas kinerja kita. Yang lebih baik dan menonjol di perusahaan lain, harus kita akui lebih baik. Jangan ada keraguan serta malu mengakuinya, makanya kita harus belajar dan segera menerapkan pola serupa ke perusahaan saya,” kisahnya.

Sanjaya mengungkapkan bagaimana teknik untuk memperkenalkan perusahaan lewat agenda yang pasti. Seperti pada acara menyambut tahun baru, perusahaan selalu mengambil kesempatan. Salah satunya adalah mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru sekaligus profil perusahaan. Di situ juga, ia menyisipkan penawaran kerjasama kepada perusahaan tersebut dengan pertimbangan momen tahun baru universal dan dirayakan oleh semua orang.
Menurut Sanjaya, perusahaan miliknya memiliki visi dan misi yang jelas. Adapun visi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah “Memajukan perusahaan PT Erakarya Konstruksi Nusantara dan menjadikannya sebagai perusahaan yang handal dan dikenal luas sebagai Perusahaan yang jalannya lurus & jujur.” Sedangkan misi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah mendidik tenaga yang handal di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur yang merupakan asset bangsa, serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

Ke depan, Ir. Sanjaya Aryatnie merancang program baik jangka panjang maupun jangka pendek. Program jangka pendek PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah menjalankan semua program yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan program jangka panjang adalah setelah adanya PT. JAYA PONDASI NUSANTARA, diharapkan dapat dilanjutkan dengan Perusahaan pendukung lainnya dibidang readymix lengkap dengan usaha galian C berupa pasir  & stone crusher.

“Saya juga berkeinginan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ready mix lengkap dengan usaha penggalian C berupa pasir dan batu untuk saling mendukung dengan perusahaan yang sudah ada. Saya berharap ke depan, PT Erakarya Konstruksi Nusantara dapat bersaing di pasar yang semakin ketat persaingannya dengan menguasai produk dari hulu sampai ke hilir,” tandasnya.

Hingga puluhan tahun pengabdiannya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara miliknya telah memberikan berbagai penghargaan bagi Ir. Sanjaya Aryatnie. Tahun 2010, perusahaan berhasil meraih penghargaan dengan kategori “Best Construction of The Year” – “International Good Company Award 2010” dari Menkokesra RI DR. HR Agung Laksono dan Menbudpar RI, Ir, Jero Wacik, SE.
“Saya sangat bersyukur meskipun menghadapi berbagai kendala perusahaan tetap bertahan. Sejak pertengahan tahun 2007 harga besi mengalami kenaikan yang luar biasa dan turun, terus naik lagi akhir 2010, kami tetap bertahan. Semua itu tidak lepas dari peran karyawan yang merupakan asset terbesar perusahaan. Karena merekalah ujung tombak bagi tajam atau tumpulnya keberhasilan perusahaan,” katanya.

Sekilas PT Erakarya Konstruksi Nusantara

EKK Nusantara merupakan perusahaan dengan ruang lingkup layanan mulai dari rancang bangun, analisa perhitungan konstruksi, manajemen mutu hingga pelaksanaan proyek.

Untuk mendukung kelancaran keseluruhan pekerjaan, EKK Nusantara memiliki tim kerja mulai dari penyediaan alat-alat berat berupa excavator, mobil crane, bulldozer, mesin pancang hydraulic pressing system, compressor, dan keseluruhan alat pendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi lapangan.

Tim kerja EKK Nusantara merupakan sarjana lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur yang dapat dibanggakan, memiliki wawasan luas dengan manajemen yang handal dan dapat diandalkan sehingga dipercaya oleh banyak perusahaan swasta di Medan Sumatera Utara, untuk menangani pelaksanaan lingkup kerja mulai dari pekerjaan pondasi, basement, konstruksi baja, pekerjaan tangki, jembatan timbang sampai dengan pembuatan grider crane serta sekolah, rumah sakit maupun rumah tinggal.

Kepercayaan pelanggan pada kualitas kerja EKK Nusantara adalah suatu kebanggaan dan sebagai wujud komitmen PT Erakarya Konstruksi Nusantara senantiasa akan melayani pelanggan dengan mempersembahkan proyek konstruksi yang mengacu pada kehandalan faktor kekuatan, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kepekaan terhadap estetika yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, segenap Tim Kerja EKK Nusantara menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik.

Proyek-proyek PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Proyek Basement
Proyek Rumah Tinggal
Proyek Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah
Proyek Pabrik
Proyek Tower Konstruksi Baja
Proyek Jembatan Timbang & Girder Crane
Proyek Silo
Pekerjaan Tanah: Cut & Fill

Company Name : PT Erakarya Konstruksi Nusantara
Office : Jl Kapten Soemarsono No 63  (Kompleks perkantoran Graha Metropolitan) Medan 20124 – Sumut Indonesia
Business Scope: Architecture, Civil Engineering & Construction
Telephone: (061) 77369893 – 77834011
Fascimile: (061) 8462487
Email: sanjaya_ekkn@yahoo.co.id

Sekilas Biodata

Nama        : Ir. Sanjaya Aryatnie
Umur             : 46 tahun
Tanggal lahir  : 21 Agustus 1964
Jenis  kelamin : Laki – laki
Bangsa           : Warga Negara Indonesia
Agama           : Buddha
Tempat tinggal      : Jl. K L Yos Sudarso No. 225 – V Medan 20116 SUMUT

Pendidikan
Tamatan tahun 1976 – SD Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL –  berijazah
Tamatan tahun 1980 – SMP Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL – berijazah
Tamatan tahun 1983 – SMA Katolik BUDI MURNI – berijazah
Tamatan tahun 1988 – S-1 Teknik Sipil – Universitas HKBP NOMMENSEN – berijazah

Pengalaman Kerja
Dari tahun 1981 s/d tahun 1985 – Guru Les SD, SMP & SMA
Dari tahun 1985 s/d tahun 1988 – Mengajar Ahli Bangunan di Bina Siswa Medan &
Asisten Laboratorium Mekanika Tanah Universitas HKBP Nommensen
Dari tahun 1989 s/d tahun 1996 – Kontraktor Interior & Sipil Rumah-rumah tinggal
Dari Tahun 1996 s/d saat ini sebagai Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Muhammad Arifin

No Comments

PT Catur Bijaksana

Keluar Daerah Untuk Mengembangkan Diri

Jakarta sejak dahulu menjadi tujuan utama urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Tujuan para “manusia” urban tersebut adalah untuk memperbaiki kehidupan masing-masing. Di desa, waktu seolah terhenti dan kehidupan tidak berkembang karena ketiadaan lapangan kerja, pembangunan dan infrastruktur. Akibatnya peluang untuk hidup lebih baik sangat kecil sehingga merantau ke kota adalah pilihan yang masuk akal untuk mengembangkan diri.

“Awalnya saya tertarik hijrah ke Jakarta karena ingin keluar dari daerah. Karena kalau hanya berkutat di daerah sangat sulit berkembang dan tidak memiliki kesempatan untuk maju. Mau tidak mau, orang daerah seperti saya harus berani keluar untuk mengembangkan diri. Jakarta menjadi pilihan untuk merantau setelah saya selesai kuliah di Kupang. Di ibukota juga sudah ada saudara yang merantau untuk sekolah,” kata Muhammad Arifin, Direktur Utama PT Catur Bijaksana.

Arifin berbekal ijazah sarjana teknik sipil segera mendapat pekerjaan di ibukota tahun 1990-an itu. Awalanya ia bekerja di proyek-proyek milik perusahaan asing dari Australia,India, korea dan jepang dengan sistem kontrak. Setelah beberapa kali pindah pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya (semua asing), ia mendapat tawaran dari seorang insinyur asal Jepang untuk membuka perusahaan sendiri.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, pepatah ini rasanya sangat cocok disematkan kepada Arifin. Pria kelahiran Rote, 20 Juli 1970 ini, dengan sigap menyambut idea tersebut. Apalagi pengalaman selama bertahun-tahun di perusahaan kontraktor asing ditambah kariernya yang cemerlang, dirasakan cukup untuk membuka perusahaan sendiri. Jabatan sebagai manager satu-satunya yang diduduki oleh orang lokal, menambah kepercayaan dirinya untuk berdiri sendiri.

“Akhirnya saya menerima tantangan tersebut sehingga terbentuklah PT Pemalang Konstruksi, terletak di Pemalang Jawa Tengah. Lokasi tersebut dipilih karena kerja sama terakhir dengan ahli dari Jepang terjadi di Pemalang. Pengalaman dari orang-orang asing itu membuat saya banyak belajar dalam memanage perusahaan,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yahya Muhammad Arief dan Nurati Arief tersebut.

Melalui PT Pemalang Konstruksi, Arifin menuai banyak keuntungan. Setelah berdiri pada tahun 2002, ruang lingkup perusahaan semakin luas. Tidak hanya mendapat sub contractor dari main contractor di seluruh pulau Jawa tetapi juga Sumatera. Semakin lama, perusahaan yang didirikan bapak 4 anak (2 laki-laki dan 2 perempuan) itu semakin maju dan berkembang.

“Makanya agar lebih eksis di dunia konstruksi, kita kemudian membuka usaha Kontraktor Umum , PT Catur Bijaksana. Tujuannya agar perusahaan kontraktor kita bisa mengambil pekerjaan langsung ke owner. Sementara nama Catur Bijaksana diberikan oleh anak perempuan saya. Anak saya empat maka catur, sementara bijaksana berarti arif bijaksana,” tegas suami Yeni Triyani tersebut.

Keluarga Tentara

Muhammad Arifin mengisahkan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang sebagai tentara. Tugasnya ayahnya selalu berpindah-pindah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai dengan perintah atasan. Ia menghabiskan masa kecil dan bersekolah SD-SMP di Manggarai. Sementara pendidikan STM dan perguruan tinggi ditempuhnya di Kupang.

“Ayah tidak pernah memaksa keempat anaknya yang semua laki-laki untuk mengikuti jejaknya menjadi tentara. Orang tua memberi keleluasan kepada anak-anaknya untuk memilih pekerjaan, ‘Yang penting baik’ katanya. Kami berempat memilih Teknik Sipil dan bekerja pada bidang konstruksi. Kakak saya bekerja di perusahaan asing, kemudian adik saya di perusahaan swasta nasional sementara si bungsu ikut saya di sini,” ujarnya.

Arifin sangat bersyukur dukungan keluarga terhadap karier yang digeluti sangat besar. Pengertian terhadap tugas-tugasnya di pembangunan konstruksi membuat ia sering pulang pagi atau menginap. Namun, keluarga memiliki pengertian yang tinggi sehingga merelakan suami dan ayahnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Di sisi lain, sang istri pun memiliki bisnis sendiri berupa studio musik sehingga pasangan ini sama-sama sibuk.

“Makanya kita kalau sudah libur tidak boleh diganggu gugat waktu bersama keluarga. Jalan-jalan, nonton konser dan lain-lain karena anak-anak saya bisa bermain musih mewarisi bakat ibunya. Untuk meneruskan usaha ini, anak saya yang arsitek sepertinya cocok. Karena arsitek dengan perusahaan konstruksi seperti ini sangat dekat, menyatu dalam satu bidang,” ungkapnya.

Meskipun sudah menyiapkan anak untuk melanjutkan perusahaan, Arifin menyadari bahwa anaknya pun seperti juga generasi muda lainnya. Yakni generasi yang lebih senang yang serba instant, cepat dan menghasilkan uang yang banyak. Hal itu, menurut Arifin memang seperti hukum ekonomi namun anak-anaknya dipesan agar meskipun mengikuti tren tetapi perencanaan masa depan harus dipikirkan.

“Generasi muda Indonesia lainnya saya rasa masih baik-baik saja selama tetap dibimbing dan mendapat kontrol orang tua. Mereka jangan sampai dilepas seratus persen, bahaya. Yang harus dimiliki mereka adalah sifat jujur,kerja keras dan rajin karena akan berguna bagi masa depannya. Dari situ, mereka mendapat tambahan ilmu pengetahuan melalui pelatihan, seminar dan lain-lain. Generasi muda juga tidak boleh terlalu berharap menjadi pegawai, mereka harus memiliki mindset untuk menjadi entrepreneur,” tandasnya.

Memberikan Pelayanan Terbaik

PT Catur Bijaksana saat ini mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Terdiri atas 15 karyawan di kantor dan ratusan lainnya karyawan lapangan dan workshop. Sebagai perusahaan, terkait kemajuan yang dicapai sekarang ini tentu tidak lepas dari tantangan, suka dan duka yang harus diatasinya. Yang paling menyakitkan adalah ketika proyek berhasil diselesaikan tetapi main kontraktor yang nakal malah kabur.

“Kita sebagai sub contractor tinggal menghitung kerugiannya. Makanya kita buat perusahaan PT.Catur Bijaksana yang berkedudukan di BSD serpong Tangerang dengan sertifikasi Gred-5, itu agar kita juga bisa ‘bermain’ sebagai kontraktor, tidak sub lagi. Moto kami adalah ‘Kami memberikan pelayanan terbaik’ seperti yang tertanam di seragam kerja karyawan ‘We serve you better’. Kami berharap pelayanan kami memuaskan sehingga klien menggunakan jasa kami lagi berulang-ulang,” karena kesuksesan kami dalam melaksanakan proyek bukan hanya diukur dari keuntungan dan selesainya proyek saja, tetapi apakah kami diundang lagi untuk mengerjakan proyek-proyek klien tersebut, tandasnya.

Dengan mengusung moto “Kami memberikan pelayanan yang terbaik”, membuat Arifin pantang untuk mengecewakan klien. Tidak menepati janji, tidak mengerjakan pekerjaan dengan baik atau pekerjaan lewat dari deadline yang sudah ditetapkan juga menjadi pantangan besar di perusahaan miliknya. “Staf saya kasih pengertian bahwa pimpinan mereka adalah saya tetapi bos kita adalah klien. Karena kalau kita baik terhadap klien, pekerjaan akan berlangsung terus,” imbuhnya.

Menurut Muhammad Arifin prospek perusahaan konstruksi ke depan sangat menjanjikan. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggembirakan, pembangunan di Indonesia semakin tinggi intensitasnya. Kebutuhan akan tempat tinggal akibat ledakan jumlah penduduk serta gedung, jalan dan jembatan sangat tinggi. Ia yakin, selama masih ada lahan terbuka perusahaan konstruksi miliknya terpakai untuk pembangunan.

Hanya saja, kendala yang dihadapi saat ini dan ke depan adalah peran pemerintah dalam pembangunan. Selama ini pemerintah melalui APBN adalah pemilik proyek terbesar di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah sebagai pemilik proyek sudah memiliki rekanan tertentu dengan kelengkapan persyaratan seperti sertifikasi. Tanpa sertifikasi di perusahaan, jangan pernah bermimpi untuk memperoleh pekerjaan dari proyek pemerintah.

“Makanya melalui asosiasi perusahaan kontraktor kita berusaha mendapatkan sertifikat keahlian, pelatihan dan lain-lain. Ini juga sangat berguna dalam menghadapi era globalisasi yang harus menyiapkan SDM handal. Kami mengirimkan staf-staf untuk mengikuti pelatihan sehingga memperoleh sertifikasi agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Misalnya kalau kita masuk ke departemen tertentu, dengan kualifikasi orang-orang kita, maka kita masih bisa diterima,” tambah pengagum HM Jusuf Kalla ini.

Selain mengirimkan karyawan untuk mendapatkan sertifikasi, Arifin juga mengembangkan hubungan kekeluargaan dengan karyawan. Apalagi para staf yang bekerja padanya sudah memiliki hubungan kerja yang cukup lama. Yakni sejak ia masih bekerja pada perusahaan asing, mereka juga anak buah dibawah kepemimpinannya. Bahkan ia pun sudah mengenal dekat keluarga karyawan dengan baik.

“Rata-rata mereka datang dari jauh seperti Jawa, Lampung, Palembang dan lain-lain. Mereka ini terhadap saya sudah sangat setia dan loyal. Karena tempat tinggal mereka jauh maka saya sediakan mess, lengkap dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi mereka tinggal berpikir bekerja untuk keluarga dan perusahaan,” katanya menutup pembicaraan.