Tag: penerbangan

Harkandri M Dahler

Harkandri M Dahler
Presiden Direktur Aerotrans ( PT Mandira Erajasa Wahana )

Sukses Meningkatkan Kinerja Perusahaan Melalui Rebranding

Dalam sebuah usaha yang tidak menunjukkan peningkatan, perubahan sangat perlu dilakukan. Apalagi jika produktivitas perusahaan yang ditargetkan tidak tercapai maka pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, dari internal maupun eksternal perusahaan. Dari sisi internal adalah pembenahan perusahaan, baik manajerial, produk, SDM maupun pelayanan. Sementara pembenahan eksternal adalah pembinaan terhadap pelanggan atau pengguna produk perusahaan.

Persaingan bisnis yang semakin tajam akibat globalisasi, mengharuskan sebuah perusahaan meningkatkan kinerjanya. Apalagi bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa, persaingan sangat ketat. Banyak bermunculan perusahaan baru yang menawarkan ide-ide besar untuk menarik pelanggan. Akibatnya, sebuah perusahaan jasa yang “mandhek” dan tidak mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan akan ditinggalkan.

“Saya dikirim ke sini dengan kondisi perusahaan yang memiliki citra kurang baik di mata pelanggan. Saat itu, image bisnis jasa transportasi milik Garuda dengan nama Mandira itu terkenal dengan kendaraan yang kotor, sopir ugal-ugalan, attitude diragukan dan lain-lain. Pokoknya integritasnya diragukan sehingga dengan adanya program rebranding yang saya jabarkan di sini, kami berusaha mengangkat kinerja perusahaan,” kata Harkandri M Dahler, Presiden Direktur Aerotrans

Menurut Harkandri , program rebranding merupakan program perubahan yang dicanangkan induk perusahaan, PT Aerowisata. Anak perusahaan PT Garuda Indonesia secara serentak sejak November 2009 melaksanakan rebranding terhadap perusahaan dibawah kendalinya seperti Aerofood ACS, Aerotravel, Aerowista Hotel dan lain-lain. Tujuan rebranding adalah untuk mendorong anak perusahaan meningkatkan kinerja bisnisnya dengan mengoptimalkan sumber daya yang sudah dimiliki.

Mandira sebagai operator jasa trasportasi darat, jelas Harkandri , menggunakan  brand baru, Aerotrans. Diharapkan, perusahaan tampil dengan wajah baru yang lebih segar dan mampu bersaing di pasar. Keberhasilan rebranding dapat diukur dari jumlah pelanggan yang puas atas layanan dan terus menggunakan jasa yang ditawarkan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga mampu “menggaet” pelanggan baru karena citra akibat rebranding yang semakin cemerlang.

“Nilai rebranding atau core value yang saya sosialisasikan kepada karyawan ada empat hal. Sincere yakni ketulusan dan ikhlas mengerjakan tugas. Impeccable yaitu bekerja tanpa cacat, sempurna dengan start dari proses awal yang benar. Proactive, atau komitmen untuk memberikan solusi. Imaginative yaitu mengedepankan inovasi dalam pelayanan. Tetapi mempraktekkan empat hal tersebut ternyata berat. Perusahaan yang terbentuk sejak tahun 1988 itu, sangat berat untuk mengubah tradisi yang sudah membudaya. Makanya saya mengajukan diri untuk fokus dan total di sini,” ujar profesional yang tadinya masih merangkap sebagai Direktur Keuangan dan SDM Aerofood ACS

Sosialisasi rebranding yang dirancang Harkandri  dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dilaksanakan oleh karyawan pada level pelaksana lapangan, tetapi juga direksi, manajemen, dan karyawan operasional. Program yang dilaksanakannya meliputi semua aspek bisnis perusahaan seperti logo baru, bus baru, dekorasi dan warna kendaraan, corporate identity serta seluruh dokumen surat menyurat perusahaan. Ia juga membenahi jaringan IT dan meningkatkan fasilitas serta kesejahteraan karyawan, mulai internet, seragam, dan infra struktur lain-lain.

Untuk mensosialisasikan implementasi tujuan rebranding, Harkandri  juga meminta  dukungan dengan Serikat Pekerja (SP). Melalui PKB (Perjanjian Kerja Bersama) periode 2010-2012, ia berhasil mengajak karyawan untuk menutup masa lalu dan membuka lembaran baru menuju masa depan yang lebih baik. karyawan yang berjumlah sekitar 2200 orang diajak bekerja sebaik-baiknya demi kepuasan pelanggan. Karena dengan komitmen itu sebagai akan berguna pada kemajuan perusahaan yang berimbas pada kesejahteraan karyawan sendiri.

Dari sisi manajerial, Harkandri  menyusun pembenahan secara menyeluruh. Ia membuat restructuring balance sheet dari divisi keuangan dan melakukan analisa terhadap pembelian asset bekerja sama dengan bank. Dari perhitungannya, ia bisa mengoptimalkan pengeluaran dari bunga yang harus dibayar kepada pihak ketiga. Bunga yang tidak kompetitif harus d-restrukturisasi agar menjadi kompetitif, termasuk proses dokumennya juga harus effisien.
Dari situ, perusahaan mendapat penghematan cash flow atas bunga sebesar sekitar Rp600 juta,” tuturnya.

Harkandri  dalam melaksanakan program ini tidak hanya duduk di belakang meja saja. Ia bukan tipe direktur perusahaan yang sudah establish dan hanya tinggal tanda tangan saja. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi, ia tidak segan-segan turun langsung bahkan untuk sekadar mengambil tagihan. Tujuannya untuk merapikan perusahaan tetapi tanpa harus mengeluarkan dana lebih. Agar pesan perubahan yang ingin disampaikannya cepat diterima seluruh karyawan, ia menerbitkan bulletin Aerotrans News. Tujuannya untuk menyosialisasikan kebijakannya dalam membenahi perusahaan mengantisipasi perbedaan persepsi ketika informasi disampaikan kepada karyawan.

“Dari saya A, mungkin sampai manager menjadi Z. Maksud saya bulletin ini untuk mengakselerasi pekerjaan dari pusat sampai grass root. Menginformasikan kebijakan dari direksi kepada seluruh karyawan. Jadi ini adalah software untuk akselerasi kemajuan perusahaan. Saya juga membenahi brosur perusahaan sehingga lebih komunikatif seperti sekarang ini,” ungkap pria yang meniatkan tugasnya untuk semata-mata ibadah ini.

Bertahan Tiga Bulan

Karier Harkandri M Dahler diawali di maskapai penerbangan Garuda Indonesia sejak tahun 1978. Ia bertahan pada perusahaan penerbangan milik pemerintah Indonesia itu sampai tahun 2002. Selama menjalani karier, berbagai tugas dan jabatan pernah diembannya berkaitan dengan administrasi dan manajemen. Padahal, sejatinya ia adalah seorang mekanik yang harus lebih banyak berkutat di bagian teknik pesawat terbang.

“Saya menjadi mekanik hanya tiga bulan, terus ‘lari’ ke bagian administrasi. Nah, setelah lepas dari Garuda, antara tahun 2002-2008 bekerja di bengkel maintenance pesawat yang menjadi bagian integral layanan PT Garuda, yakni PT GMF AeroAsia. Saya termasuk orang pertama yang bekerja disitu,” katanya.

Selama di GMF, pria kelahiran Kuala Tungkal, 1 Juli 1957 ini memegang berbagai jabatan. Mulai bergabung di divisi keuangan, menjadi corporate secretary dan jabatan terakhir adalah Kepala Marketing GMF. Kinerja yang ditunjukkan suami Mia Arbaiyah ini sangat memuaskan sehingga ia mendapat award dari perusahaan. Karena penghargaan itu, awal Januari 2009 ia mendapat amanah untuk menjadi Direktur Keuangan & SDM PT Angkasa Citra Sarana Catering Service (sekarang Aerofood ACS).

Karier Harkandri  terus melesat bak meteor. Setelah dianggap sukses menangani perusahaan katering, pada bulan Maret 2010 ia dinobatkan sebagai Presiden Direktur PT Aerotrans. Meskipun sempat bertanya-tanya -karena spesialisasinya adalah teknik di bidang rangka pesawat, namun ia melihatnya sebagai tugas yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Apalagi, dukungan dari para pemegang saham yang melihat potensi dalam dirinya menambah keyakinan atas pekerjaan tersebut.

“Saya pernah bertanya, kenapa harus saya, ini kan tidak sesuai dengan latar belakang saya. Tetapi justru mereka bilang, ‘urusan itu bukan anda yang menentukan’. Mungkin ternyata pilihan mereka kepada saya anggap sebagai tantangan,dan jalankan dengan sungguh-sungguh,saat di katering itu saya juga banyak belajar,” tuturnya.

Saat memegang Aerofood ACS, Harkandri  memang menorehkan prestasi yang mengilap. Strategi pemasaran yang diterapkannya terbukti ampuh mendongkrak pendapatan perusahaan. Seperti bagaimana ia melakukan inovasi terkait kejenuhan dalam bisnis inflight catering, dengan arahan Direktur Utama dan Direksi lainnya di Aerofood ACS . Ia mengatasi kejenuhan tersebut dengan masuk wilayah industrial catering. Yakni menggarap katering bagi rumah sakit perkotaan dan pertambangan (mining) dengan tetap menjadi pemasok bagi katering perusahaan induk, PT Garuda Indonesia.

“Strategi ini terbukti meningkatkan akselerasi pendapatan perusahaan dengan omzet sekitar hampir Rp1 triliun per tahun. Jadi, konsepnya saya melihat pasar infligt catering yang mulai jenuh sehingga meskipun kita genjot bagaimana pun ya tetap ‘segitu’ saja. Makanya kita lari ke industrial catering, restoran dan kafe,” tambah ayah lima anak ini.

Bekerja Secara Terstruktur

Dalam melakukan rebranding di perusahaan yang dipimpinnya, Herkandri M Dahler mengakui banyak kendala yang harus dihadapinya. Saat pertama kali kedatangannya, kondisi perusahaan transportasi tersebut dalam keadaan nyaris bangkrut. Dengan karyawan sekitar 2000 orang dan mengelola asset sebanyak 1000 kendaraan, seharusnya perusahaan bisa berkembang dengan baik. Namun, semua itu menjadi tantangan baginya untuk membenahi dan memajukan perusahaan.

“Dilandasi niat untuk ibadah, saya berusaha membenahinya. Saya bilang kepada karyawan, bahwa perusahaan ini bangkrut. Kalau anda semua mau dibubarkan tinggal bilang saja, begitu kata saya. Tetapi mereka tidak mau dan bersedia bekerja keras untuk memajukan perusahaan ini. Mereka menyatakan siap membantu saya untuk melakukan perubahan total,” ujarnya.

Harkandri kemudian melakukan efisiensi di segala bidang. Ia mengontrol setiap fungsi dan mengevaluasi target yang dicanangkan. Kepada karyawan ia menegaskan pentingnya integritas dalam bertugas agar perusahaan berkembang dengan baik. Ia mengharapkan dukungan yang besar dari para sopir sebagai ujung tombak perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Menurutnya, kepuasan pelanggan sangat tergantung dari integritas sopir saat bekerja.

“Saya biasa bekerja secara terstruktur dengan ukuran-ukuran yang jelas dan dievaluasi secara periodik. Kepada karyawan saya tidak menjanjikan mereka menjadi orang kaya, tetapi setidaknya dapat hidup layak. Saya membuat bermacam-macam program agar mereka memiliki ‘getaran’ terhadap perusahaan. Hasilnya, saya mendapat target pendapatan perusahaan tahun 2010 ini sebesar Rp156 miliar,” tandasnya.

Harkandri juga telah menyusun program jangka panjang perusahaan hingga tahun 2014. Ia memandang jauh ke depan dengan membuat perencanaan terkait target pendapatan, akumulasi biaya, diversivikasi usaha dan lain-lain. ia melihat salah satu jalan adalah penguatan struktur dan semangat karyawan dalam bekerja sehingga tercipta sebuah tim yang solid.

“Kita membangun solid team agar menjadi one team, one spirit and one goal. Jadi betul-betul menjadi bagian dari hati sehingga karyawan mantap bekerja di sini. Ke depan saya ingin mengembangkan usaha di bidang wisata dan bahkan kalau bisa menjadi perusahaan wisata. Karena pasarnya juga luar biasa. Sekarang saya kan sedang investasi dengan menempatkan orang-orang profesional dan merapikan perangkatnya. Saya yakin akan berkembang dengan baik,” tukasnya.

Keikhlasan dan Ketulusan

Harkandri M Dahler sebenarnya tidak pernah bercita-cita fomal seperti menjadi dokter atau insinyur. Sebagai orang kampung, ia mengikuti jalan hidup yang telah ditentukan Tuhan baginya. Ia hanya berprinsip bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih. Semua dikerjakan sebaik-baiknya diiringi dengan rasa tanggung jawab yang besar. Itulah yang dilihat oleh atasan-atasannya sehingga dengan cepat mendapat promosi.

“Meskipun kadang saya merasa belum siap, tetapi tugas tetap harus dilaksanakan. Yang penting, saya bekerja dengan tanpa pamrih dan ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Prinsip saya orang boleh tidak kenal Harkandri tetapi produknya dikenal luas. Kita juga harus siap menerima isu-isu maupun fitnah yang dihembuskan pihak lain, terkait prestasi yang dicapai. Biasa itu,” kata Harkandri yang berhasil sebagai team “membebaskan” bea

masuk dan PPn komponen pesawat terbang ini.

Dengan ketulusan dan keikhlasan terhadap apa yang dilakukan, Harkandri berharap mendapat kebaikan. Prinsip dalam menjalani hidup adalah memberikan kesempatan kepada orang yang memiliki talenta luar biasa untuk mengembangkan diri. Konsep yang dipegangnya adalah orang harus dipoles menjadi intan atau berlian, yang meskipun teronggok di pasir pantai cepat atau lambat akan memancarkan sinarnya dan tetap dicari orang.

“Jadi apa yang dikasih kepada saya adalah amanah yang saya kerjakan dengan penuh totalitas,” kata Harkandri yang mendapat kepercayaan penuh dari istrinya tersebut. Istrinya sudah tahu sejak awal kalau ia adalah pekerja keras, yang sering pulang malam atau keluar kota. Yang jelas, ia tetap menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. “Faktor trust membuat saya tetap pada track-nya sehingga keluarga tahu saya memegang kepercayaan tersebut,” imbuh pria yang suka melawak di rumah ini.

Kepada generasi muda, Harkandri berpesan agar mereka mengutamakan keikhlasan dan ketulusan dalam segala aktivitasnya. Mereka juga harus tetap pada tugasnya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin dengan belajar sebanyak-banyaknya. Media belajar pun tidak harus dari pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non formal dengan mempelajari pengalaman serta kisah hidup orang-orang sukses.

“Generasi muda harus memiliki totalitas dalam menekuni aktivitas masing-masing. Jangan sampai cepat-cepat beralih kepada aktivitas lain sehingga lambat laun, mereka akan menjadi spesialis dalam bidang yang ditekuni. Dari pengalaman orang lain bisa kita kaji sebagai pembelajaran. Suatu saat, takdir Tuhan akan membuka jalan kesuksesan kita. Karena sebenarnya takdir adalah pertemuan antara usaha manusia dengan kehendak Allah. Jadi kalau usaha kita benar hasilnya pun akan benar pula,” ungkap Harkandri M Dahler.

Sekilas Aerotrans

Aerotrans (Garuda Indonesia Group) berpengalaman dalam menyediakan transportasi darat sejak 1988.

Aerotrans mengoperasikan lebih dari 1000 unit kendaraan dalam berbagai tipe seperti big, medium, micro, dan mini bus, van, 4 wheels drive, box/pick up, hi-lift truck, low deck bus, dan sedan dengan dukungan lebih dari 2000 karyawan.

Visi Aerotrans
“Menjadi perusahaan jasa transportasi darat terbaik dan disegani dalam mendukung industri penerbangan, pariwisata nasional dan industri lainnya”

Misi Aerotrans
1.    Memaksimalkan kualitas jasa pelayanan transportasi terpadu melalui operation excellence
2.    Mengembangkan pola kemitraan yang efektif melalui customer intimacy
3.    Secara konsisten & tulus melaksanakan nilai-nilai etika SDM dan perusahaan (core values) melalui implementasi etos kerja

Perjalanan Usaha Aerotrans

⦁    1988 – tanggal 2 November 1988, Aerotrans, yang sebelumnya merupakan Divisi Transport PT Garuda Indonesia, berdiri sendiri dibawah PT Mandira Erajasa Wahana, sebagai unit usaha PT Aerowisata, anak perusahaan PT Garuda Indonesia

⦁    1991 – Melayani Aerowisata Catering Service dan Satriavi Leisure Management, sebagai customer pertama di luar PT Garuda Indonesia
⦁    1995 – Melayani angkutan Haji Jakarta untuk pertama kalinya
⦁    2002 – Mulai melayani pasar korporat di luar Garuda Indonesia Group
⦁    2009 – Aerowisata Transport rebranding menjadi Aerotrans

Layanan Aerotrans

Layanan Aerotrans terdiri dari layanan jangka panjang dan jangka pendek, sesuai kebutuhan pelanggan.  Layanan tersebut terdiri atas:

⦁    Rental Services
Jasa sewa kendaraan
⦁    Tourism
Layanan kegiatan wisata
⦁    Fleet Management
Pengelolaan transportasi internal
⦁    Ground Handling Service
Layanan transportasi untuk mendukung kegiatan operasional di wilayah Bandara
⦁    Driver Support Service
Jasa pengemudi profesional, berpengalaman dan terdidik

Keunggulan Layanan Aerotrans

Selain melayani induk perusahaan, PT Garuda Indonesia, Aerotrans juga dipercaya untuk melayani puluhan perusahaan lain. Kepercayaan tersebut karn Aerotrans memiliki berbagai keunggulan dibandingkan perusahaan lain sejenis, antara lain:

⦁    Experience
Melayani transportasi darat lebih dari 20 tahun
⦁    Safety & Eco-green service
Berbekal prosedur kerja sesuai dengan prinsip Health, Safety, Environment (HSE)
⦁    Selection
Berbagai tipe kendaraan sesuai kebutuhan
⦁    Customized Service
Penyediaan logo di kendaraan, kursi bayi, video & musik, karaoke, pewangi kendaraan, dan lain-lain
⦁    Insurance All Risk
Asuransi perjalanan bagi kendaraan
⦁    Personal Insurance
Asuransi perjalanan bagi setiap penumpang
⦁    License Support
Memiliki surat ijin beroperasi di area Bandara dan mengurus kelengkapan dokumen untuk kelancaran bisnis Anda
⦁    Reliability
Memiliki staf yang berpengalaman, fasilitas kendaraan yang lengkap dan bengkel 24 jam untuk pelayanan perjalanan berstandar tinggi
⦁    Easy Access
Contact center 24 jam, online reservation, online payment, dan wilayah operasi di kota-kota besar seluruh Indonesia

Brand Values

Semua keunggulan Aerotrans tidak terlepas dari brand values yang ditetapkan perusahaan, yaitu:
⦁    Sincere – Memberikan pelayanan yang tulus, dengan kehangatan, keterbukaan dan rasa hormat
⦁    Impeccable – Menjalankan pekerjaan secara sempurna dan tanpa cacat dengan standar tertinggi
⦁    Proactive – Berinisiatif dalam mencari dan memberikan solusi sehingga dapat memberikan pelayanan yang melebihi ekspektasi
⦁    Imaginative – Memotivasi agar berani mengambil resiko dan tantangan serta mengeksplorasi cara-cara untuk menggugah dan menyemangati pihak-pihak yang berkepentingan.

Ir. Bambang Wijaya Putra, MM

Ir. Bambang Wijaya Putra, MM
Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan

Pendidikan Berkualitas Akan Meningkatkan Pelayanan Penerbangan

Dibesarkan dalam keluarga sederhana berlatar belakang militer yang kental dengan disiplin tinggi, terbawa dalam keseharian hidup Ir. Bambang Wijaya Putra, MM. Ayahnya, almarhum Musa Muhidin adalah seorang anggota TNI yang selalu menjunjung tinggi disiplin, berjiwa ksatria serta memiliki cita-cita mulia untuk memajukan bangsa dan negara.

“Semua itu beliau wujudkan dengan memulai dalam lingkungan keluarga sendiri. Jadi orang tua saya selalu menerapkan kepada anak-anaknya agar selalu berdisiplin, menghargai waktu dan mengerjakan segala sesuatu dengan hasil yang baik. Ayah sering mengatakan kepada saya bahwa ‘hidup kita harus dapat bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekitar dan selalu bekerja dengan hasil yang terbaik disertai hati yang ikhlas,” kata Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan ini.

Kebiasaan disiplin yang sudah tertanam sejak kecil terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Seperti saat bermain mobil-mobilan –permainan yang paling digemarinya- bersama teman sepermainan, ia selalu berperan sebagai pengatur lalu lintas. Tugasnya mencegah agar mobil teman-temannya tidak saling bertabrakan satu sama lain sehingga permainan menjadi lebih asik dan teratur. “Mungkin pendidikan dalam keluarga membuat saya ingin segala sesuatu berjalan teratur dan disiplin bahkan sampai hal kecil sekalipun,” imbuhnya.

Kebiasaan tersebut, lanjut Bambang, terus terbawa ketika meniti karier sebagai seorang Teknisi Penerbangan di Bandara Sultan Machmud Badaruddin II -dahulu dikenal dengan Bandara Talang Betutu- Palembang pada tahun 1981.  Sejak itu, ia menanamkan tekad dan cita-cita untuk menjadikan penerbangan yang aman, tertib, teratur, baik dan nyaman. Apalagi, ia sadar bahwa di dunia penerbangan tidak ada ruang sekecil apapun untuk melakukan satu titik kesalahan.

Dalam menekuni kariernya, Bambang terus mencoba berpikir dan menganalisa faktor apa yang terpenting dalam dunia penerbangan. Sampai suatu saat ia memiliki kesimpulan bahwa satu hal yang terpenting dalam dunia penerbangan adalah masalah pendidikannya. Yaitu bagaimana mendidik sumber daya manusia (SDM) di penerbangan yang handal, penuh disiplin, profesional dan tidak mentolerir kesalahan. Berdasarkan pemikiran seperti itu, ia kemudian memutuskan untuk memfokuskan karier pada dunia pendidikan yaitu pendidikan penerbangan.

“Sampai saat ini saya mengemban amanah untuk memimpin sebuah Pusat Pendidikan Penerbangan di Medan yaitu Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Medan. Dari pengalaman saya, jelas terlihat bahwa untuk menciptakan sebuah pelayanan penerbangan yang aman, tertib, teratur, disiplin, dan nyaman dibutuhkan SDM yang handal, unggul dan professional di bidangnya. Nah, untuk membentuk SDM seperti kriteria tersebut dibutuhkan proses pendidikan yang baik,” kata Direktur ATKP yang sudah empat tahun menjabat ini.

Sekilas ATKP Medan

Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Medan (ATKP Medan)  merupakan salah satu UPT dibawah Badan Diklat Perhubungan. Tugasnya adalah berperan aktif dalam menciptakan SDM perhubungan yang terbaik. Berdiri sejak 1989 dengan nama Pusdiklat Medan dan berganti nama menjadi Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan. ATKP Medan berlokasi di ibukota provinsi Sumatera Utara yang didirikan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 80 tahun 1999, tanggal 13 Oktober 1999 tentang Pendirian Akademik Teknik dan Keselamatan Penerbangan.

ATKP menyelenggarakan pendidikan profesional program diploma bidang teknik dan keselamatan penerbangan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan profesional menekankan penerapan keahlian bidang teknik dan keselamatan penerbangan dan pembentukan kompetensi untuk menangani pekerjaan menurut praktik-praktik yang berlaku secara umum dalam bidang teknik dan keselamatan penerbangan.

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan daya nalar untuk berperan serta dalam memecahkan permasalahan di dunia penerbangan. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan menjalin hubungan antara ATKP dengan dunia penerbangan dan masyarakat melalui kerjasama yang saling menguntungkan.

ATKP Medan memiliki tujuan, untuk;
Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat penerbangan yang memiliki kemampuan profesional di bidang teknik dan keselamatan penerbangan
Menyebarluaskan ilmu pengetahuan di bidang teknik dan keselamatan penerbangan serta mengupayakan penerapannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional
Mengembangkan penerapan ilmu pengetahuan dalam bidang teknik dan keselamatan penerbangan

Tugas ATKP Medan, adalah:
Melaksanakan pendidikan profesional program diploma bidang keahlian teknik penerbangan dan keselamatan penerbangan
Melaksanaan dan pengembangan pendidikan profesional yang meliputi pengajaran, pelatihan dan pembinaan
Melaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
Mengelola perpustakaan, laboratorium, sarana dan prasarana lainnya
Membina civitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan

“Sebagai pimpinan di sini, saya menerapkan pendidikan yang berdisiplin tinggi, menghargai waktu dan profesional pada bidang masing-masing. Saya juga menekankan agar mereka selalu mempersembahkan kinerja terbaik yang dilandasi dengan perasaan ikhlas dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” tandasnya.

Profesi Mulia

Ir. Bambang Wijaya Putra, MM menuturkan ketertarikannya menekuni profesi sebagai pendidik. Semua dilandasi pemikiran untuk membentuk dan melahirkan SDM handal dan profesional di bidang penerbangan. Berdasarkan  pengalamannya, ia tahu betul harapan masyarakat di bidang tersebut. Masyarakat sangat mendambakan terciptanya pelayanan jasa transportasi penerbangan yang professional, aman, teratur, tepat waktu, bersih dan nyaman.

Lebih jauh lagi, lanjut Bambang, masyarakat membutuhkan sebuah pelayanan transportasi penerbangan yang dapat menghubungkan manusia yang terpisah jarak dan waktu. Terhubungnya manusia antar wilayah tersebut akan mendukung perekonomian negara sehingga roda perekonomian dan pemerintahan dapat berjalan lancar. Dampak lebih nyata, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat akibat terselenggaranya pelayanan transportasi penerbangan yang baik.

“Saya menekuni profesi ini karena menurut saya merupakan salah satu profesi yang mulia. Bayangkan, kita membentuk dan melahirkan SDM handal dan profesional yang bekerja di bidang penerbangan. Saat ini, yang saya lakukan adalah semakin meningkatkan kemampuan diri sendiri dan kualitas SDM yang kami latih. Mengingat tantangan ke depan semakin tinggi yang membuat kita belum bisa berpuas diri. Bekerja dan mengabdi kepada negara, pemerintah dan masyarakat adalah apa yang dapat kita berikan dan kita persembahkan kepada negara. Bukan apa yang telah negara berikan kepada kita,” tegasnya.

Bambang merasa “biasa” menghadapi suka, duka dan kendala dalam menjalani profesi sebagai seorang pendidik. Baginya, semua itu merupakan riak dan gelombang yang harus dilalui dalam perjalanan kariernya. Ia mencontohkan bagaimana perasaan bangga membuncah dalam hatinya ketika SDM yang dibentuk berhasil memasuki dunia kerja sebagai profesional di bidang penerbangan.

“Inilah hal yang membanggakan saya. Tetapi duka dan sekaligus menjadi tantangan bagi saya adalah sampai saat ini belum dapat menghasilkan seseorang yang profesional dalam dunia penerbangan yang sebaik dan setara dengan tenaga di negara lain. Inilah yang menjadi tantangan terbesar bagi kita semua untuk terus memompa semangat belajar, berdisiplin dan terus menerus berinovasi sehinggga tidak tertinggal jauh dari negara lain,” tambahnya.

Sebagai seorang pendidik, Bambang menyadari peran dan fungsinya sebagai ujung tombak pemerintah. Seorang pendidik mengemban tugas untuk meningkatkan kecerdasan generasi muda penerus bangsa, mewarnai masyarakat Indonesia dengan berbagai disiplin ilmu dan membentuk sumber daya manusia yang professional dan handal di bidangnya masing-masing.

“Khusus bagi saya adalah membentuk SDM perhubungan udara menjadi yang terbaik berstandard internasional dan dapat diandalkan. Bentuk yang kami berikan berupa pendidikan dan pelatihan yang baik untuk turut serta mencerdaskan bangsa melalui dunia penerbangan,” tandasnya.

Menurut Bambang, dunia pendidikan Indonesia –termasuk pendidikan penerbangan- akan semakin baik di masa mendatang. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan yang semakin besar sangat membantu kemajuan di bidang tersebut. Termasuk krisis global yang cukup memukul pendidikan penerbangan –yang merupakan pendidikan berbiaya besar- tetapi ia yakin semua akan cepat kembali berjalan dengan normal.

“Marilah kita buat agar krisis keuangan global menjadi tantangan dan motivasi dalam berjuang memajukan bangsa ini. Yang jelas, saya sangat optimis dunia pendidikan di Indonesia akan semakin baik, itu menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Untuk sementara ini, prioritas SDM pendidik sebaiknya ditingkatkan lagi. Bahkan, peningkatan kualitas dan kuantitas pendidik menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Bambang semakin optimis melihat perkembangan generasi muda Indonesia sekarang ini. Mereka memiliki kemampuan untuk semakin maju asalkan mendapat kesempatan, dukungan dan kepercayaan dari para seniornya. Generasi muda harus memiliki bekal pengetahuan, ilmu serta keterampilan agar mampu melanjutkan kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

“Modal awal dari semua usaha adalah kepercayaan. Generasi penerus bangsa kita harus kita beri ilmu, kesempatan dan kepercayaan. Saya optimis dan percaya dengan mendidik generasi penerus bangsa dengan sebaik-baiknya, dengan hati ikhlas dan bertujuan baik, maka generasi penerus bangsa akan membawa negara kita ke arah yang lebih baik dan semakin baik. Amin….,” pungkas Ir. Bambang Wijaya Putra, MM.

H Abdul Hakim Fouad Attamimi

No Comments

Direktur Utama Faryha Tour

(PT Ronaldhitya Tour & Travel)

Sukses Dengan Terus Menerus Belajar dan Menekuni Satu Bidang

Dalam berkarier atau berbisnis, ketekunan terhadap salah satu bidang akan membuat orang menjadi sangat ahli. Selama menjalani karier atau bisnisnya, berbagai pelajaran berharga akan membuatnya menjadi spesialis di bidang yang ditekuninya. Proses yang dijalani selama menekuni pekerjaan akan menjadi pengalaman yang membawa kesuksesan.

Seperti yang dijalani oleh pengusaha biro perjalanan haji & umrah, H Abdul Hakim Fouad Attamimi, Direktur Utama Faryha Tour (PT Ronaldhitya Tour & Travel). Pilihannya untuk belajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua, Bali Jurusan Manajemen Pariwisata (lulus tahun 1993) adalah langkah awalnya menuju tangga kesuksesan. Pengusaha asli Bali kelahiran Klungkung, 1 November 1969 ini mengisahkan perjalanan hidupnya, berikut ini.

Saya asli Bali tetapi muslim dan hingga saat ini orang tua dan saudara-saudara semua ada di Bali. Tahun 1993, saya diterima bekerja di perusahaan biro perjalanan wisata, Nusa Dua Bali Tour & Travel. Awal Januari 1994, saya langsung dikirim ke Jakarta sebagai representative, karena banyak tamu dari Eropa yang ke Jakarta dahulu. Jadi, awalnya saya bekerja di biro perjalanan umum,” katanya.

Pertengahan tahun 1994, Hakim –panggilan akrabnya- pimpinan Nusa Dua Bali Tour Jakarta berangkat umrah bersama keluarga. Ia diajak dan menjadi tour leader dalam perjalanan spiritual tersebut. Terkesan atas pengalaman pertamanya di Tanah Suci, membuat ia sangat tertarik di bidang umrah & haji. Dua tahun kemudian, ia memutuskan keluar dari PT Nusa Dua Bali Tour dan bergabung dengan PT. Insan Salsabila, biro perjalanan umrah & haji.

 Sejak itu, Hakim mulai berkecimpung di bisnis umrah & haji. Beberapa kali ia berangkat untuk mengawal para jemaah umrah & haji plus. Kadang, kegiatan jemaah disambung dengan perjalanan wisata ke berbagai negara, seperti; Mesir, Turkey, Jordan, Jerussalem, Maroko, bahkan sampai Spanyol. Setelah beberapa kali pindah kerja di perusahaan umrah & haji, ia memperoleh pekerjaan sebagai Kepala Perwakilan Travel dari Saudi Arabia di Jakarta selama tiga tahun (2006-2009).

Tetapi tahun 2006 itu, saya mulai merintis usaha sendiri dengan membuka biro perjalanan wisata, khusus Umrah & Haji. Namun, sampai tahun 2010, izin umrah & haji belum keluar, hingga akhirnya saya membeli perusahaan yang sudah punya izin, PT. Ronaldhitya Tour & Travel dan mengganti merk dagang menjadi ‘Faryha Tour’. Saya membuka usaha ini karena melihat bahwa ke depan, dengan daftar tunggu pemberangkatan haji regular antara 6 – 10 tahun, umrah & haji plus menjadi pilihan alternative untuk ke tanah suci. Karena banyak yang lebih memilih umrah sambil menunggu jadwal keberangkatannya,” katanya.

Menurut Hakim, Fahyra Tour sekarang memiliki cabang di Surabaya dan perwakilan di berbagai daerah di Indonesia seperti; Tangerang, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Balikpapan, Bali, Palu dan lain-lain. Dengan dibukanya perwakilan di berbagai daerah, jemaah akan semakin mudah mendapatkan informasi tentang segala sesuatu mengenai rencana perjalanan umrah atau haji.

Perwakilan Daerah

Sebagai perusahaan yang baru beberapa tahun berdiri, menurut Hakim banyak kendala yang harus diatasi. Selain perizinan perusahaan umrah & haji yang sekarang dihentikan pemerintah RI, peraturan mengenai umrah & haji dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pun terus berubah-ubah. Perubahan terjadi bahkan setiap tahun sehingga perusahaan travel umrah & haji kesulitan untuk mengikutinya.

Kendala lain, lanjutnya, datang dari customer sendiri yang rata-rata mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir. Akibatnya perusahaan kesulitan untuk reservasi tiket pesawat dan akomodasi mereka di Arab Saudi. Selain itu, dengan visa yang sekarang menggunakan sistem kuota apabila waktunya terlalu mepet perusahaan akan kehabisan dan kesulitan mendapatkan kuota visa umrah & haji.

Minimal satu atau dua bulan sebelum berangkat mereka mendaftar. Kalau yang last minute itu biasanya jemaah dari Jakarta, sementara yang dari daerah biasanya lebih tepat waktu. Kebetulan kita membuka perwakilan sampai ke daerah sehingga informasi yang benar disampaikan kepada calon jemaah melalui perwakilan kami. Kita juga mengantisipasi dengan sistem reservasi penerbangan serta informasi masalah kuota visa kepada jemaah,” tegasnya.

 Hakim tidak pernah menyembunyikan informasi terkait keberangkatan ibadah umrah & haji kepada calon jemaah. Ia selalu menjelaskan kondisi yang dihadapi perusahaan terkait kendala perizinan dan lain-lain serta menawarkan alternative terbaik bagi jemaah, seperti memberikan alternative program atau alternative tanggal keberangkatan dan lain-lain. Kita juga jelaskan kepada jemaah segala kondisi selama di tanah suci agar para jama’ah siap dengan segala kondisi tersebut sebelum berangkat,” imbuh penyuka liburan ke Bali ini.

Untuk menghindari kejadian seperti itu, Hakim menggandeng jemaah melalui sponsorship seperti dari jemaah pengajian, pondok pesantren dan komunitas Islam lainnya. Sponsor itulah yang akan membuat paket umrah atau haji dan mendaftarkan diri ke perusahaan jauh hari sebelumnya. Ia juga membentuk pengajian bulanan yang diselenggarakan di berbagai daerah bagi mantan jemaah haji & umrah yang mempercayakan kepengurusannya kepada Fahyra Tour.

Jadi begitu selesai ibadah jemaah tidak kita lepas begitu saja, tetap ada komunikasi. Karena mungkin di lain waktu mereka akan menggunakan jasa kita lagi. Boleh dibilang umrah sangat berkembang baik, karena orang tidak selalu berlibur atau holiday ke Eropa. Ini perjalanan religius, berwisata sambil ibadah yang belakangan sangat diminati masyarakat,” tegasnya.

Dalam menyikapi persaingan, Hakim menyambutnya dengan sangat baik. Baginya, semakin banyak kompetitor bisnis travel umrah & haji semakin bagus. Ia menyerahkan kepada calon jemaah untuk menilai pelayanan yang diberikan perusahaan. Artinya, semua perusahaan yang bergerak di bidang umrah & haji akan berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Tinggal jemaah yang akan menentukan perusahaan travel mana yang menurut mereka paling baik.

Yang jelas komitmen kami adalah bahwa yang kami layani adalah ‘Tetamu Allah’ atau ‘Duyufurrahman’ sehingga kami tidak main-main dalam urusan ini. Kami secara profesional melayani jemaah karena itu adalah amanah, itu yang kita pegang. Karena biaya yang sudah dibayarkan itu adalah amanah yang harus kita pegang. Kita dahulukan & prioritaskan seluruh hak dan kewajiban jemaah,”tegasnya.

Hakim hanya berharap dari sisa biaya yang sudah dikeluarkan menjadi keuntungan perusahaan. Tidak pernah ia mengambil keuntungan di awal pembayaran yang telah dilakukan jemaah. Kebijakan perusahaan adalah memaksimalkan pelayanan kepada jemaah sementara urusan keuangan adalah belakangan. “Kalau tidak ada sisa, ya tidak apa-apa, karena yang kita layani itu adalah tetamu Allah sehingga ‘Dia’ nanti yang akan menggantinya,” tuturnya.

Kebanggaan Keluarga

Menurut H. Abdul Hakim Fouad Attamimi, usahanya lebih fokus pada bidang umrah & haji. Meskipun memiliki pengalaman bekerja di perusahaan travel pariwisata umum –bukan umrah & haji- namun ia tidak tertarik untuk ikut meramaikan bisnis tersebut. Persaingan dan banyaknya perusahaan besar yang “bermain” di travel pariwisata umum membuat ia lebih memilih menekuni umrah & haji.

Jadinya kita malah semakin fokus pada pelayanan jemaah. Karena seperti yang saya gariskan kepada karyawan, bahwa jemaah itu adalah tetamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati serta ikhlas dalam bekerja,” kata ayah tiga putri dari pernikahannya dengan Wahidah Rasjid Bawazier ini. Hakim mendapat dukungan penuh dari keluarga atas usaha yang ditekuninya selama ini. “Saya setiap tahun juga membawa keluarga untuk pergi umrah ataupun haji. Itu merupakan kebanggaan bagi keluarga juga, lho…,” imbuhnya.

Sulung dari lima bersaudara pasangan Fouad Abdullah Attamimi dan Latifah Usman ini melambungkan harapan besar pada usahanya. Langkah awal adalah dengan mengokohkan, memantapkan pundi-pundi dan tiang-tiang penyangga Fariha Tour terlebih dahulu. Baik dari segi permodalan, manajemen maupun SDM semua harus dibenahi dengan baik agar cita-citanya untuk menjadikan Faryha sebagai leader dalam pelayanan hamba Allah. “Terutama dalam pelayanan serta menjadi amanah atau dapat dipercaya masyarakat luas,” tambahnya.

Kepada pemerintah khususnya Kementerian Agama RI, Hakim berharap agar umrah & haji plus lebih ditingkatkan pengurusannya. Karena selama ini, haji plus dikelola sendiri oleh travel agen. Sedangkan pemerintah sering mengulur waktu dalam hal pelunasan sehingga travel agen mengalami kesulitan dalam penyiapan pelayanan kepada jemaah, terutama penerbangan dan akomodasi. Sistem yang berlaku sekarang, pemerintah menerapkan kebijakan pelunasan pembayaran bersamaan dengan jemaah regular. Akibatnya, waktu yang dimiliki agen untuk mempersiapkan kebutuhan jemaah sangat sedikit sehingga menjadi tidak maksimal.

Peran pemerintah dalam ONH Plus masih minim, karena birokrasi terlalu kaku. Apalagi perizinan sekarang masih distop untuk umrah & haji dan sangat dibatasi. Sebenarnya kalau pemerintah tegas, banyak travel yang punya izin umrah & haji tetapi tidak memiliki customer namun kebalikannya banyak travel yang notebene tidak punya izin umrah & haji tetapi memiliki dan memberangkatkan banyak jamaah,” tutur pemilik moto “Melayani tamu Allah dengan Amanah” ini.

Hakim yang menjadi anggota HIMPUH dan ASITA ini, berpesan kepada para generasi muda untuk tidak takut menjalankan sebuah usaha. Generasi muda juga harus mempergunakan waktu yang mereka miliki sebaik mungkin. Ia sangat menyayangkan talenta muda berbakat yang disia-siakan. Apalagi dengan derasnya tayangan TV yang menawarkan mimpi instant untuk menjadi terkenal dan sukses. Akibatnya, banyak generasi muda yang menyia-nyiakan hidupnya untuk mengejar mimpi yang tidak pasti.

Seharusnya generasi muda bisa lebih tekun dan bersabar mengejar kesuksesan melalui proses yang panjang. Seperti yang saya alami, artinya dari saya mulai menjadi pegawai biasa, manager dan merintis usaha sendiri. Jadi saya harapkan para pemuda, yang baru lulus sekolah berusaha dan mempergunakan waktu sebaik mungkin. Selain itu, selalu gunakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka,” ujar H Abdul Hakim Fouad Attamimi.

Ny Jeveline Lengkong Hilliard

No Comments

Ny Jeveline Lengkong Hilliard
Ketua Yayasan Talitha Cumi

Membangun Yayasan untuk Membangkitkan Spirit Anak Terlantar

Hidup nyaman di luar negeri, tidak membuat Ny Jeveline Lengkong Hilliard melupakan tanah leluhurnya. Setelah lima belas tahun bermukim di Skotlandia, panggilan jiwa untuk pulang ke tanah air sangat kuat. Begitu kuatnya panggilan itu, sehingga ia rela meninggalkan kehidupan mapan dan modern negara maju di kawasan Eropa tersebut.

Tahun 2000, ia bersama sang suami kembali ke Indonesia. Kebetulan keduanya aktif memberikan pelayanan kerohanian gereja, karena suami Ny Jeveline adalah pendeta. Keduanya sering keliling Indonesia untuk memberikan kotbah dan kebaktian bagi umat. Hingga suatu saat, sekitar tahun 2003, ketika memberikan pelayanan di tempat kelahirannya, Kalimantan, Jeveline melihat banyak anak-anak usia sekolah berkeliaran di jalanan.

“Pendeta di sana bilang, kalau mereka kebingungan untuk ‘melempar’ anak-anak tersebut. Kebiasaan di sana, orang tua yang memiliki anak usia sekolah mencari tempat penampungan bagi anaknya. Karena biasanya mereka memiliki anak banyak-banyak. Ibu saya yang tahu kalau saya suka anak kecil mendorong untuk mengurus anak-anak itu,” kata Ketua Yayasan Talitha Cumi ini.

Meskipun awalnya keberatan, Ny Jeveline meminta pertimbangan suaminya. Akhirnya disepakati –setelah melihat anak-anak usia sekolah ditelantarkan dan dijadikan pekerja tambang emas oleh orang tuanya sendiri- untuk mengambil beberapa anak sesuai kemampuannya. Pasangan ini ingin berusaha semaksimal mungkin mengubah nasib anak-anak terlantar tersebut.

Untuk langkah pertama, mereka mengambil 45 anak dan dibawa ke Bogor.  Karena targetnya hanya lima belas anak tetapi membengkak tiga kali lipatnya, Ny Jeveline kebingungan. Untungnya, saat di Skotlandia ia mengambil diploma tentang pengurusan orang jompo, Alzheimer dan lain-lain. Ilmu dari situ dipraktekkan untuk merawat anak-anak tersebut.

“Mungkin Tuhan sudah menunjukkan jalan ke arah ini. Karena saat belajar itu saya sudah tua. Saya iseng saja mengambil diploma karena di Scotland, orang-orang berumur diatas 50 tahun tetapi sekolah lagi, biayanya gratis bahkan malah dibayar. Kita sebagai orang tua dianggap produktif,” kisahnya.

Dari situ, Ny Jeveline tahu betul kapan harus bersikap keras atau lembut terhadap anak-anak. Awalnya sangat susah untuk menerapkan disiplin tinggi kepada anak-anak yang terbiasa hidup seenaknya. Namun, perlahan-lahan pengaruh Mami –begitu Ny Jeveline dipanggil- merasuk ke dalam diri anak-anak tersebut. Mereka yang tadinya hidup tanpa arah yang jelas, kehilangan orientasi masa depan bahkan semangat hidup dan mulai menata pondasi kehidupan masing-masing.

Anak-anak yang tadinya hanya sempat sekolah sampai kelas II atau IV SD, bisa melanjutkan sekolah kembali. Mereka tidak lagi terbebani pekerjaan sebagai penambang, membantu orang tua di ladang atau sekedar bermain bersama teman-teman senasib. Berlindung Yayasan Talitha Cumi membuat mereka -seperti anak-anak seusianya- fokus meretas harapan menuju masa depan yang lebih baik.

“Angkatan pertama sekarang sudah ada yang lulus S1. Tadinya, berbohong, mencuri dan merokok sudah menjadi keseharian mereka karena tanpa pengawasan orang tua yang disiplin. Memang, menurut kita orang Dayak itu sangat malas karena tergantung pada nature, alam. Untuk makan mereka berburu dan  bercocok tanam sedikit. Saya sendiri ada darah Dayak dari nenek saya, seorang anak raja Dayak Tunjung di Kaltim,” kata perempuan berdarah Dayak, Portugis dan Manado ini.

“Kemalasan” orang Dayak sebenarnya disebabkan alam telah menyediakan segala keperluan hidupnya. Kekayaan alam yang luar biasa tersebut membuat mereka tidak pernah kekurangan dalam urusan hajat hidup, seperti makan dan minum. Namun, kemajuan zaman membuat kekayaan alam dieksploitasi dan mereka tersisih serta terpinggirkan di rumahnya sendiri.

Di sisi lain, tradisi Dayak yang dipegang teguh turut memberikan andil dalam memperburuk keadaan. Seperti tradisi bahwa anak perempuan berumur 14 tahun sudah harus menikah dan untuk laki-laki berumur 18 tahun. Akibatnya ketika memasuki usia tersebut, remaja putra dan putri tidak bisa konsentrasi untuk melanjutkan sekolah. Mereka memilih “kabur” dari sekolah dengan berbagai alasan untuk menikah.

“Melalui Yayasan Talitha Cumi saya mencoba membangkitkan spirit mereka. Seperti di Alkitab, Talitha Cumi artinya bangkit anakku bangkit. Mereka harus bangkit untuk mengelola kekayaan daerahnya sendiri. Jangan seperti sekarang, kalau orang datang dan ingin memanfaatkan potensi alam, mereka sudah ‘ngajak’ perang saja,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Ny Jeveline, Yayasan Talitha Cumi memiliki beberapa unit kegiatan. Mulai panti asuhan, sekolah –play group hingga SMA- dengan tujuh macam izin kegiatan sosial. Yayasan juga memberikan bantuan dana pendidikan bagi anak-anak terlantar di luar yayasan tanpa memandang agama, suku dan ras. Anak-anak di panti asuhan yayasan juga diajarkan pada setiap menjelang Idul Fitri mengumpulkan beras dan mie untuk dibagi-bagikan kepada saudara-saudaranya yang sedang merayakan hari bahagia tersebut.

“Saya tidak tanggung-tanggung dalam memberikan bantuan. Bahkan rumah kami di Scotland sudah kami jual, agar anak-anak di sini mendapat penghidupan yang layak. Anak-anak dididik disiplin, mandiri, kebersihan, sopan santun dan menghormati orang lain terutama orang tua. Akhirnya setiap anak punya kamar dan satu loker, serta bisa sekolah setinggi mungkin. Saya hanya memberikan sedikit yang saya miliki untuk membantu pemerintah dalam program mencerdaskan bangsa. Saya kutip kata-kata Presiden John F. Kennedy yang berbunyi, ‘jangan tanya apa yang negara bisa berikan padamu, tanyalah apa yang bisa kau berikan kepada negara (Do not ask what the nation can give to you, but ask what can you give to the nation),” tuturnya.

Hidup Susah

Kedermawanan Ny Jeveline Lengkong Hilliard tidak bisa dilepaskan dari kisah pahit masa lalunya. Sejak kecil, ia termasuk “orang susah” yang harus berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri. Keluarga besar dengan delapan anak, membuat ia sebagai anak sulung kurang mendapat perhatian dan limpahan kasih sayang.

Apalagi situasi negeri ini yang pada masa kecilnya sangat tidak kondusif. Perang Dunia II baru saja usai dan situasi politik dalam negeri sedang bergolak di mana-mana. Peristiwa Permesta (pemberontakan di Menado dan Padang) serta G30S/PKI menambah situasi tanah air semakin kacau sehingga rakyat tidak terurus karena pemerintah disibukkan urusan politik.

“Sejak kecil saya terbiasa hidup susah. Untuk sekolah saja harus berjalan lima kilometer, tanpa uang saku dan tanpa buku. Untunglah, Tuhan memberikan talenta yang banyak, sehingga saya cepat menyerap apapun yang saya pelajari,” ujarnya.

Selagi SMEA, pada usianya yang ke-18 Ny Jeveline bekerja di Japex dan mampu melakukan inspeksi kapal. Tugasnya antara lain menentukan apakah sebuah kapal diizinkan berlayar atau tidak dengan muatan yang ada di dalamnya. Cita-citanya saat itu adalah menjadi syahbandar wanita pertama di Indonesia.

Namun salah satu pamannya melarang untuk melanjutkan pendidikan kesyahbandaran. Ia justru menyarankan sang keponakan untuk bekerja sebagai pramugari. Saran pamannya diikuti oleh Ny Jeveline dan berkarier sebagai pramugari di Garuda Indonesia Airways pada tahun 1966. Ia juga bekerja menjadi pramugari di maskapai penerbangan milik Belanda, KLM hingga tahun 1970. “Penguasaan bahasa Belanda saya cukup baik, karena terbiasa di rumah,” katanya.

Seolah balas dendam terhadap masa lalunya yang suram, setelah menjadi pramugari Ny Jeveline membeli buku banyak-banyak. Ia juga membeli sepatu sejumlah dua belas pasang karena sebelumnya tidak pernah memiliki sepatu yang layak. “Sebelumnya tidak pernah punya buku dan sepatu, sehingga ketika beli langsung 12 pasang. Saya sudah janji sama Tuhan, gaji pertama akan saya kasih orang tua. Saya diberi satu talenta untuk selalu suka memberi, sama siapapun,” tandasnya.

Setelah menikah, Ny Jeveline beberapa kali menjadi pramugari seasonal untuk pelayanan haji. Tahun 1979, Ny Jeveline berkarier di perhotelan selama lima tahun dengan jabatan terakhir Assistant Public Relation, dibawah arahan bosnya, Rae Sita Supit. Ny Jeveline kemudian keluar untuk menekuni bisnis pemasaran komoditi di Indonesia. Sebelum akhirnya menetap di Skotlandia, ia memegang perwakilan American Airlines di Indonesia.

“Saya kemudian menetap di Skotlandia dan punya rumah makan dengan nama Indonesian  Jev’s  Tea Room. Saya tidak tahu kenapa Tuhan memberikan bermacam-macam bakat kepada saya, sehingga saya lebih mendalami kerohanian,” tuturnya.

Saat memutuskan kembali ke Indonesia dan menekuni kegiatan sosial, ketiga anak Ny Jeveline memprotes keras. Menurut mereka, ayah dan ibunya seharusnya menikmati masa tua dengan tenang. Dari ketiga anaknya, hanya satu anak yang ikut ke Indonesia dan turut membantunya mengurus yayasan, sementara dua anaknya yang lain tetap tinggal di Skotlandia.

“Keliling dunia, tour dengan kapal pesiar dan lain-lain. Itu mau mereka, tetapi saya ini orangnya workaholic banget. Sejak dulu, saat menjadi pramugari saya sering di-grounded oleh dokter penerbangan. Saya dianggap kebanyakan jam terbang karena anytime siap berangkat ke mana-mana. Sampai sekarang umur sudah 66 tahun saya masih workaholic, tetap seperti itu. Karena saya memang diberkati Tuhan dengan berbagai bakat,” ungkapnya penuh syukur.

Generasi Baik

Ny Jeveline merasa rencana jangka pendek ketika memutuskan untuk mendirikan yayasan sudah tercapai. Dengan memiliki sekolah hingga tingkat SMA, ia berencana untuk mendirikan universitas. Ia berharap, untuk mendirikan sekolah pemerintah memberikan fasilitas sosial (fasos) berupa sebidang tanah karena hingga sekarang masih menyewa ruko dengan harga tinggi. Bertempat di ruko sangat tidak sehat bagi para siswa karena ruang geraknya menjadi sangat terbatas.

“Kami sudah usaha tanya sana sini, tapi katanya untuk sekolah swasta tidak dapat fasilitas sosial. Sama seperti yayasan kami, dalam kurun waktu tujuh tahun ini kami belum pernah mendapat bantuan dana dari Depsos. Padahal anak-anak jumlahnya cukup banyak, 98 di dalam dan 24 di luar yang kami bantu dengan beras dan lain-lain. Jika ada kelebihan, agar anak-anak siap pakai saya ingin mendirikan sekolah kejuruan,” katanya.

“Itu kalau ada orang yang mau menangani. Saya juga senang membina olahraga dan sekarang sedang sangat involve dalam penyelenggarakan kejuaraan sepakbola. Kita menjadi promotor Sunday League kerjasaa dengan BRITCHAM (British Chambers of Commerce) yang diikuti 112 SD  di Bogor. Dan kebetulan kompetisi terakhir dihadiri oleh Mr Ian Rush. Pemain sepakbola legendaries Liverpool yang berlangsung di LSB Sumantri Brojonegoro. Sayangnya anak-anak kami hanya juara II, kalah adu penalti,” ujarnya.

Perempuan yang memberikan pelayanan setiap Minggu ini berharap generasi yang berada dalam bimbingannya akan menjadi generasi muda yang jujur dan tulus. “Paling tidak untuk 50 tahun ke depan, akan lahir generasi berikutnya yang sama baiknya. Itu akan terus berkembang dan kita harus mulai dari satu titik,” imbuhnya.

Kepada generasi muda, Ny Jeveline berpesan agar perempuan belajar tentang masalah kewanitaan. Karena masalah tersebut sangat penting bagi kelestarian dan kelangsungan keluarga. Yang apabila mampu memanage dengan baik, keberhasilan akan diraih dalam dua arah.

“Di dalam keluarga berhasil, pasti di luar juga berhasil dengan baik. Karena itu perempuan harus belajar jujur, sama suami dan anak, untuk melahirkan anak-anak yang jujur. Berusaha menopang suami, jangan menjadi konsumtif, jangan saingi suami. Begitu juga suami harus menyayangi istri, kita harus selalu saling terbuka satu sama lain,” kata wanita tegas yang tidak pernah membedakan agama, suku dan ras ini.

Drs. Tarwan , MT

No Comments

Drs. Tarwan , MT
Kepala Sekolah Menengah SMK Penerbangan Dirghantara

Terus Membangun Demi Terwujudnya Target Sekolah Unggulan Tahun 2010

Sebelum berhasil meluluskan siswanya, Sekolah Menengah Kejururuan  Penerbangan Dirghantara ( SMK-PD ) telah memperoleh predikat akreditasi “B”. Dengan predikat tersebut kualitas ataupun persyaratan Sekolah  Menengah Penerbangan di Curug ini diakui pihak yang berwenang. Tentu saja ukuran untuk sekolah baru SMK-PD yang baru berdiri tahun 2005 predikat ini sangat membanggakan.

Pada awal berdirinya SMK-PD ini banyak berkonsultasi/ berhubungan dengan SMKN 29 Jakarta, meliputi sistem kurikulum, sistem pembelajaran, tenaga pengajar kebutuhan laboratorium dan lain-lain. Seiring dengan perjalanan waktu SMK-PD dapat Mandiri, artinya diperkenankan melaksanakan Ujian Nasional sendiri. Padahal diperkirakan sebelumnya Ujian Nasional pertama harus bergabung dengan SMK lain yang sesjenis dan  yang terdekat adalah SMK 29 Jakarta, dan apabila hal itu terjadi memerlukan biaya  tak sedikit yang harus ditanggung oleh para siswanya terutama untuk transportasi.

Bermodalkan predikat akreditasi, dapat membantu sekolah dalam menyampaikan beberapa hal dan kendala yang dihadapi oleh sekolah kepada masyarakat. Dengan kerja keras dan berbagai upaya, akhirnya sedikit demi sedikit fasilitas sekolah dapat dilengkapi. Lulusan pertama SMK-PD adalah 73 orang siswa, sebagian besar sudah diterima dan bekerja di maskapai penerbangan dan sebagian melanjutkan studi. Tidak tahu kenapa anak-anak kami cepat terserap oleh pasar”kata Drs. Tarwan, MT, Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dirghantara.

Tidak hanya berhenti disitu, tahun berikutnya bahkan beberapa maskapai penerbangan nasional mendatangi SMK-PD, dengan tujuan  merekrut dan mengikat siswa sebelum mereka “ diambil” oleh perusahaan lain setelah lulus sekolah. Tahun  2009/2010 GMF dapat merekrut 16 siswa, sebagian sedang mengikuti proses rekrut Lion Air. Sementara lulusan umumnya direkrut melalui jalur normal di berbagai maskapai penerbangan, sebagian lainya melanjutkan ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI-Curug), Universitas Nurtanio ( UNUR –Bandung ) dan lainnya.

Kepada siswa yang sudah lulus, Tarwan panggilan akrabnya berpesan agar mereka agar tidak pernah berhenti belajar. Lulus dari SMK bukan berarti tugas anda telah selesai, justeru tugas lebih besar telah menanti didepan kita. Mereka akan menghadapi dunia penerbangan yang sebenarnya, yaitu dunia yang tidak mentolerir kesalahan sedikitpun, yang bisa berakibat fatal.

“Mereka harus terus belajar dan belajar.Tantangan di dunia penerbangan relatif berat, karena teknologi penerbangan selalu berkembang dan akan

terus berkembang . Kami mendidik sesuai   dengan kemampuan yang kami miliki, dan kami akui masih banyak lubang yang kitaenahi. benahi” kata pria kelahiran Purwokerto, 12 Agustus 1948 ini
Tarwan sadar, sebagai lembaga pendidikan  baru, baik secara fisik maupun sofware masih banyak kekurangan. Untuk itu  secara operasional setiap saat sekolah melakukan perbaikan-perbaikan yang dirasakan  mendesak, tidak tanggung-tanggung ia merencanakan menjadi SMK Penerbangan Dirghantara Curug sebagai SMK Penerbangan Unggulan pada tahun 2020.

Saat ini, Tarwan sedang membangun kesamaan visi dari semua unsur yang ada di sekolah. Tidak bosan bosanya ia mensosialisasikan secara terus menerus agar komitmen dari semua unsur dapat terbangun. Karena syarat untuk mencapai target menjadi sekolah unggulan tahun 2020 salah satunya adalah adanya komitmen dari semua unsur, sumber daya uang dan sumber daya lainya.

Sebagai sekolah yang ingin mendapatkan predikat sekolah Unggulan, Tarwan telah membuat suatu program semacam master plan dari tahun 2010 – 2020.
Tahun 2010, berkonsentrasi pada pembangunan prasarana/fisik untuk kesiapan akreditasi ulang, membuka kompetensi keahlian baru ( Instrumen Avionic Pesawat Udara ) untuk meningkatkan kinerja.
Tahun 2011, SMK-PD berkonsentrasi untuk pembenahan administrasi guru, administrasi perkantoran, administrasi pembelajaran, dan juga persiapan administrasi ulang ( 2 ) dengan sasaran mendapatkan predikat “A”
Tahun 2012, SMK-PD konsentrasi pada pelaksanaan akreditasi ulang, pembinaan tenaga kependidikan, peninjauan struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tahun 2013, SMK-PD kembali konsentrasi pada pembangunan prasarana / fisik lanjutan , pengadaan sarana pendidikan lanjutan dan mengajukan usulan Sekolah Standar Nasional ( SSN )
Tahun 2015, SMK-PD konsentrasi pada implementasi SSN, pemantapan SSN, penerapan ISO, usulan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) , SBI untuk menuju Sekolah Unggulan
Tahun 2020, diharapkan target yang dicanangkan  SMK-PD bisa tercapai  kalau tak ada perubahan kebijakan yang mendasar, menjadi Sekolah Unggulan di Indonesia.

“ Semua itu memang perlu kerja keras dan perjuangan berat. Karena sistem dalam sekolah ini belum satu jalan,  maka masih perlu pembenahan . Sebenarnya untuk mencapai SSN persyaratan  hampir memenuhi, yaitu tinggal kelengkapan peralatan  plus pengajar dengan bahasa inggris hanya  beberapa orang, untuk ISO dengan  syarat tertib administrasi tidak terlalu masalah kalau memang kita ingin komitmen

Komitmen menjalankanya. Kemudian seperti diuraikan diatas setelah SSN, ditingkatkan RSBI yang mensyaratkan guru yang mengajar dengan pengantar bahasa Inggris lebih banyak lagi. Bagi kami hal ini tidak terlalu bermasalah, karena sebagian pengajar kami yang notabene dosen STPI terbiasa mengajar siswa dari negara asing, yakinnya.

Semua rancanan yang disusun Tarwan dimaksudkan untuk membangun SDM penerbangan yang handal dalam menghadapi globalisasi. Disamping membekali ketrampilan teknis, lulusan SMK Penerbangan Dirghantara diharapkan mampu berbahasa Inggris dengan lancar. Rencananya, ia ingin merekrut tenaga pengajar dengan penguasaan bahara Arab. Mengingat sekarang ini di era globalisasi persaingan tenaga kerja sangat ketat dari seluruh penjuru dunia.

“Jadi kalau bisa tidak hanya bahasa Inggris tetapi bahasa asing lainnya juga, karena peluang bidang ini masih sangat terbuka lebar. Kalau kita mampu mencetak lulusan yang qualified di luar negeri masih banyak yang bisa  menampungnya. Dari pada kita mengirim TKI yang non ketrampilan, mendingan mengirim yang begitu kan . Maka saya berangan-angan merekrut lulusan dari Madrasah, kita didik dan kita kirim ke luar negeri, beherja sama dengan Depnaker. Peluang besar di bisnis bidang penerbangan untuk orang-orang kompeten dan punya sikap,”tandasnya.

Jajaran Perintis

Drs. Tarwan, MT, sebelumnya  sebagai salah satu Instruktur Sekolah Tinggggi Indonesia (STPI), pada tahun 1987 ditugaskan sebagai pengajar Mekanika Teknik pada Jurusan Teknik Penerbangan. Ia juga ditugaskan sebagai tenaga fungsional sebagai Pimpinan Instalasi Teknik Umum.

Tahun 1996, Tarwan mendapat kesempatan untuk melanjutkan  pendidikan pada jenjang Magister(S2) di ITB jurusan yang diambilnya sesuai dengan pekerjaan sehari-hari berkutat didunia penerbangan. Magister Teknik  diselesaikan pada tahun 1998, masih tetap mengajar. Kemudian  ditugaskan sebagai Kepala Sup Penyusunan Program kurang lebih selama setahun. Selanjutnya diberikan kesempatan sebagai Kepala Balai Diklat Penerbangan di Palembang( akhir 2000 s/d akhir 2004.

Anak keempat dari empat bersaudara pasangan Sumardi dan Rakyah (almh) kemudian ditugaskan sebagai dosen tetap di STPI dengan pangkat Lektor Kepala. Tugas ini memberinya banyak waktu luang pada sore hari yang dimanfaatkan untuk mengabdi kepada masyarakat. Salah satunya ikut bergabung sebagai  staf pengajar pada SMK  dilingkungan Curug.

Secara resmi SMK Penerbangan Dirghantara berdiri pada tahun 2005 berlokasi  di kompleks STPI Curug. Sejak awal ia ditugasi sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum kemudian merangkap  sebagai Pelaksana Teknis Operasional (PTO) SMK-PD ( 2008-2009). Pekerjaan yang dilakukanya laksana Kepala Sekolah, karena Kepala Sekolah sudah sepuh hanya saja PTO tak berwenang menandatangani surat-surat resmi. Baru pada bulan Maret 2010  Tarwan kemudian diangkat sebagai Kepala Sekolah SMK-PD secara definitif.

“Visi kami para lulusan SMK Penerbangan Dirghantara Curug, handal dibidangnya masing-masing. Visi yang kita usung adalah “ Menyiapkan teknisi handal dibidang Mesin dan Rangka Pesawat Udara, Instrument dan Avionic Pesawat Udara, berdisiplin, bertanggung jawab dan bermartabat, target kami

terutama ingin membina anak didik agar tangguh, kreatif dan bertanggung jawab dilapangan sesuai bidangnya masing-masing”ungkap ayah empat anak hasil pernikahannya dengan Theresia Haryatun ini.

Oleh karena itu SMK Penerbangan Dirghantara dibawah kepemimpinan Tarwan pada pembinaan sikap yang salah satunya adalah disiplin. Sebagai tolok ukur atau tepatnya cermin adalah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia ( STPI ) Curug Tangerang, walaupun secara umum belum mencapai kondisi yang menyerupai dalam cermin, tetapi upaya menumbuhkan sikap tersebut terus dilakukan, apalagi sebagian adalah dosen STPI.
“Kita mencoba  menekankan sikap disiplin sebagai budaya yang harus dilaksanakan . Disamping itu sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku kami juaga mengupayakan beberapa type mesin sebagai sarana pelatihan. Meskipun  kita hanya beli mesin bekas karena harga mesin baru mahal dan tak terjangkau , karena kita harus memiliki guna memenuhi persyaratan. Karena predikat akreditasi kita baru “B” nanti kita ingin meningkat menjadi “A”. Kita sedang berupaya untuk bisa memiliki pesawat/mesin yang untuk praktek, bisa juga diterbangkan”ujar pemilik motto ‘Semua yang dihadapi dijalani dengan ikhlas’ ini menguraikan harapanya.

Masuk Angkatan Laut.

Awalnya Drs. Tarwan, MT tidak sedikitpun bercita-cita mejadi guru. Sebagai anak petani biasa, lebih tertarik menjadi tentara. Karena pada saat itu masuk AKABRI ( Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ) masih relatif mudah, tak perlu koneksi maupun persyaratan lai, semua berdasarkan atas prestasi dan kemampuan masing-masing secara obyektif.

“Sejak kecil saya ingin masuk Angkatan Laut, itu cita-cita saya karena pakaianya putih rapi dan kalau berbaris bagus. Tetapi orang tua punya pepatah Jawa “ mangan ora mangan anggere kumpul” maka saya mendaftar sekolah yang relatif dekat rumah. Pada saat itu yang sejalan dengan lulusan STM adalah APTN ( Akademi Pendidikan Teknologi Negeri ) yang lulusanya menjadi calon guru STM dan berubah menjadi ATN ( Akademi Teknologi Negeri ) sementara saya sendiri tidak senang menjadi guru. Karena pada saat itu menjadi guru relatif mudah ( untuk mengisi lowongan karena banyak guru tersangkut G.30 SS/PKI ), sehingga bila punya Ijasah setinggkat SLTP, kita ikut kursus beberapa bulan sudah bisa jadi guru ( SR). Jadi saat itu menurut saya profesi guru kurang menantang” tuturnya.

Setelah lulus dari Akademi Teknologi tahun 1974, Tarwan kemudian “merantau” ke Tangerang. Saat itu kota satelit Jakarta ini sedang giat pembangunan pabrik secara besar-besaran. Ia bekerja dibidang pemasangan mesin dan kemudian bekerja pada suatu perusahaan di Tangerang, dengan jabatan Kepala Seksi Maintenance Produksi hingga memiliki anak. Tahun 1978, ia mulai berpikir sesuai dengan karakternya yang tidak bisa berspekulasi, karena bekerja di swasta terasa pasang surut, sehingga kurang tenang, maka mencari peluang untuk menjadi PNS, karena walaupun gaji kecil  tetapi kontinyu.

Tarwan kemudian mencoba mendaftarkan diri ke Departemen Perhubungan yang saat itu membuka lowongan. Ia diterima dan ditempatkan di Curug sebagai Instruktur. Artinya  profesi yang selama ini dihindari dan dianggap kurang menantang akhirnya harus dijalani. Awalnya ia bertugas sebagai seorang Instruktur hanya sebatas  tanggung jawab pekerjaan saja. Namun lambat laun ia sangat menikmati dan enjoy sebagai guru.

“Karena setiap hari mengajar dan merasa enjoy tadi, sekarang bahkan saya ingin menularkan pengetahuan yang saya miliki kepada orang lain . Jadi guru senang bila melihat siswa-siswanya lebih maju menjadi orang yang bermanfaat. Filosofi hidup saya adalah “bekerja apa yang saya bisa kerjakan dengan kesungguhan dan keikhlasan”, kata pria yang tidak suka bawa pekerjaan kerumah ini.

Sebagai pimpinan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta, Tarwan merasa perhatian pemerintah masih terbatas. Dengan dana APBN 20 persen, perhatian kepada sekolah swasta masih tetap kecil. Ia mengibaratkan masih terasa dianak tirikan  sedangkan sekolah negeri dianak emaskan.

“Ini masih kurang adil, mestinya sekolah swasta agak lebih diperhatikan lagi. Harusnya ada keseimbangan, meskipun sekarang sudah mulai menerima bantuan terkesan sekadarnya saja” kata pria yang terkesan awet muda ini. Ia membocorkan rahasia awet muda yang dimilikinya, yaitu tidak pernah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. “ Saya tidak bisa hati saya berdebar-debar. Pokoknya saya bersyukur dengan hidup apa adanya seperti  sekarang ini” imbuhnya.

Mengakhiri pembicaraan, Tarwan berpesan kepada generasi muda agar bersungguh –sungguh dalam mengembangkan bakatnya . Setiap bakat merupakan anugerah Tuhan, apapun bentuknya tidak boleh disia-siakan dan harus ditekuni. Sebisa mungkin orang tua tidak memaksakan kehendak yang tidak sesuai dengan bakat anak” cukup mengarahkan dan menunjangnya.” Yang nantinya malah bisa kontra produktif dan dapat menghancurkan masa depan si anak “ Pokoknya talent atau bakat apapun bagus asalkan ditekuni dengan sungguh-sungguh. Semua harus dilakukan dengan benar-benar dan secara total, yang Insya Allah hasilnya akan optimal” tegasnya.