Tag: penghargaan

Hj. IVA LATIVAH THAHIR

No Comments

Hj. IVA LATIVAH THAHIR
“Mengembangkan Profesi Sekaligus Syiar Islam”

Untuk mencapai sesuatu keberhasilan tidaklah mungkin diperoleh hanya dengan berpangku tangan atau bekerja seadanya artinya harus mau bekerja keras, berusaha maksimal, bersemangat, banyak belajar dan yakin dengan apa yang dikerjakan akan berhasil, dengan di iringi  rasa penuh tanggung jawab. Ketika kerja keras dan usaha yang maksimal telah kita jalani, masih ada hal lain yang tidak bisa diabaikan dan dilupakan oleh manusia untuk mencapai keberhasilan tersebut, yakin berdo’a mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Demikian kunci sukses Hj. Iva Lativah Thahir yang merupakan Owner dari Galeri IVA di dalam menjalani kehidupannya maupun menekuni profesinya sebagai seorang perancang busana muslim.

“Kita harus selalu berusaha untuk memotivasi diri kita sendiri bahwa kita ini mampu untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, tentu saja disamping keinginan dan semangat yang kita punya, kita juga harus punya keterampilan, pengetahuan, wawasan, dan kemauan untuk belajar. Kalau orang lain mampu, kenapa kita tidak?!”, ungkap sosok wanita yang saat ini di percaya pula menjabat sebagai Ketua Umum dari Ikatan Perancang Busana Muslim  (IPBM) Jawa Barat, yang selalu ramah dan santun dengan setiap orang.

Menciptakan Busana Muslim yang Santun dan Modis

Dalam ketentuan agama Islam, setiap wanita muslim diwajibkan untuk menutup auratnya. Dengan mengenakan busana yang sesuai sehingga bagian-bagian tubuh yang seharusnya “tidak dipamerkan” dan tetap tersembunyi. Tentu bagi wanita muslim yang taat, penggunaan busana muslim dalam aktivitas sehari-hari merupakan kewajiban.

Apalagi, Indonesia tidak mengenal larangan bagi wanita untuk beraktivitas di luar rumah. Wanita Indonesia bebas melakukan aktivitas seperti bekerja atau sekadar bersosialisasi di luar rumahnya sendiri. Tentu bagi wanita muslim harus pandai-pandai dalam memilih busana yang dikenakannya setiap keluar rumah. Karena syariat Islam mengatur secara ketat, cara berbusana bagi wanita muslim yang benar.

Berbeda dengan busana wanita Arab di tempat Islam berasal, model busana wanita muslim Indonesia disesuaikan dengan budaya asli bangsa ini. Berbagai macam rancangan busana wanita muslim mengambil corak dan bahan dasar dari berbagai etnik dan suku bangsa di Indonesia banyak beredar. Padu-padan antara budaya Islam dan adat istiadat lokal menghasilkan paduan yang harmonis tetapi tidak melanggar ketentuan.

Salah satu perancang busana muslim handal di Indonesia adalah Hj Iva Lativah  atau yang akrab di sapa Iva. Hasil karya wanita asal Bandung ini telah berhasil menembus pasar busana muslim internasional. Artinya, pengakuan terhadap rancangan-rancangan busana muslim yang dihasilkannya bukan hanya di Indonesia tetapi telah diakui dunia. Padahal, semula putri ke-5 pasangan      DR. KH. E.Z. Muttaqien dan  Siti Syamsiah ini “hanya” melaksanakan amanat agama yang sering disampaikan sang ayah.

“Saya menekuni profesi sebagai perancang busana muslim berdasarkan amanat agama yang sering disampaikan ayahanda perihal perlunya wanita muslimah berbusana muslim. Tetapi saya berpikir, busana muslimah itu harus modis sehingga mampu digandrungi kaum wanita, baik tua maupun muda. Saya mendapatkan kepuasan setelah lebih dari 21 tahun rancangan saya bisa memuslimahkan wanita-wanita muslim dengan menggunakan busana muslim yang santun tetapi tetap modis,” kata wanita yang mengambil namanya sendiri, IVA LATIVAH sebagai merek dagang ini.

Wanita yang sempat mengenyam pendidikan di Sastra Inggris Universitas Padjadjaran ini, mulai tergugah jiwa wira usahanya setelah melalui gerbang pernikahan. Sebagai ibu rumah tangga biasa istri seorang PNS, ia mulai menata kehidupan dengan berdagang kecil-kecilan. Pada awalnya, lahan bisnisnya adalah teman-temannya sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu, ia melebarkan sayapnya hingga mampu memiliki galeri busana sendiri. Bahkan, galerinya bertempat di Bandung dan Jakarta, dengan hasil rancangan busana mampu menembus hingga manca negara.

“Impian masa kecil saya adalah ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan hidup cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, simple memang. Banyak kenangan yang menjadi motivasi dalam kehidupan ini karena masa kecil yang sangat prihatin di antara 10 bersaudara. Ini menjadi motivasi juga bagi anak-anak dan karyawan saya,” tutur penerima berbagai penghargaan terkait dengan prestasinya dalam rancang busana muslim tersebut, diantaranya    Anugerah Citra Perempuan Indonesia (tahun 2002), Penghargaan  Indonesia Good Professional Selection, Penghargaan Islamic Award, Penghargaan Jimmy’s Enterprise Mas, Penghargaan International Professional Association (tahun 2005), Penghargaan Indonesian Best Designer Of The Year 2006   dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia, Penghargaan  Indonesian Best Business & Professional Innovation dari World Achievement Association (tahun 2007) dan masih banyak lagi yang lainnya ini.

Perempuan kelahiran Bandung, 28 Mei 1958 yang banyak mengikuti fashion show di luar negeri ini, menyatakan bahwa penghargaan masyarakat terhadap apa yang dilakukannya terlalu tinggi. Padahal, masih banyak orang-orang lain dengan karya-karya yang jauh lebih hebat dan lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang telah diperbuatnya. Namun demikian, apresiasi masyarakat tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan dengan sepenuh hati serta keikhlasan.

Minat Perancang Muda

Dalam menjalankan usaha, Hj Iva Lativah Thahir seperti juga para perancang busana lainnya, mendirikan galeri sebagai sarana “memajang” hasil karyanya. Selain di Bandung, Galeri IVA juga terdapat di Jakarta untuk melayani konsumen ibukota. Banyak suka dan duka telah dialami dalam menjalankan usaha tersebut.

“Terlebih bila harus mengeksplor rancangan-rancangan baru yang sejalan dengan model busana dunia sehingga busana rancangan saya mampu memenuhi trend dunia. Alhamdulilah rancangan busana muslim rancangan saya mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ujar wanita yang sering mengadakan berbagai peragaan busana baik di dalam negeri dan luar negeri seperti,  Bali Fashion Weeks, Hongkong Fashion Weeks, Kuala Lumpur Fashion Weeks,  Fashion Tendance APPMI Jawa Barat,  Myanmar Fashion, Malaysian Islamic Fashion Festival, Maroko Kampoeng Indonesia, Fashion Show di 80th Anniversary Charity Ladies high Tea 2008, Singapore., Cape Town Moslem Fashion Singapore: Ex Chanting Indonesia, Fashion Show di Melbourne,  Fashion Show di Brunei dan Fashion Show di Dubai.

Ke depan, Iva memiliki obsesi untuk menciptakan perancang-perancang muda kreatif. Diharapkan para perancang muda mampu menggunakan bahan dasar hasil produksi budaya masyarakat. Mengingat banyak produk tekstil hasil produksi daerah berdasarkan adat yang memiliki tekstur indah dan langka menunggu dikembangkan lebih lanjut.

Iva mengisahkan bahwa dalam 20 tahun terakhir ia telah menggeluti batik, baik tradisional maupun kontemporer dalam rancangannya. Ia juga “memasukkan” kain sutera sebagai bahan utama rancangan-rancangannya. Ia bersyukur, karya-karya rancangan busana yang dihasilkannya sudah “go international”. Rasa syukurnya semakin membuncah, tatkala menyadari bahwa sekarang telah lahir perancang-perancang muda handal yang memiliki tanggung jawab moral, religi, dan budaya nasional.

“Alhamdulilah…. Harapan saya adalah akan menumbuhkan minat generasi muda berikutnya untuk megikuti jejak langkah saya sebagai perancang busana muslimah yang handal dan dihargai di pasar dunia. Tetapi usaha ini adalah usaha yang membutuhkan talenta, sehingga cukup sulit untuk regenerasi maupun kaderisasi. Yang jelas, usaha ini adalah sebuah profesi yang harus dijalankan secara professional. Bagi saya, sepanjang masih mampu dan berkemampuan akan saya tekuni terus sebagai langkah ibadah,” tuturnya.

Iva yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga ini sangat bersyukur, anak ketiga –Adila Aafiyah- memperlihatkan bakatnya dalam rancang busana.  Kesukaan menggambar yang menjadi modal dasar sebagai perancang telah dimiliki siswi SMA Taruna Bakti ini. Sang anak juga mulai banyak bertanya tentang berbagai macam busana rancangan ibunya. “Terkadang saya suka mengajaknya berdiskusi mengenai warna-warni rancangan busana karya saya. Tampaknya dia memiliki talenta yang kuat,” kata wanita yang mendapat dukungan sepenuhnya dari suami tercinta dan dua anak laki-lakinya, yaitu Muhammad Reva, ST., dan Muhammad Faisal, ST.

Meskipun begitu, Iva tidak memaksakan kehendak bagi masa depan anak-anaknya. Mereka dibebaskan untuk mengembangkan kemampuan berdasarkan bakat atau talentanya masing-masing. Ia bersama sang suami hanya menjadi fasilitator untuk mendukung langkah-langkah yang dilakukan ketiga anaknya. Untuk lebih “mengenal” aktivitas ketiga anaknya, Iva dan keluarga sering melakukan aktivitas bersama-sama sambil mendiskusikan pengalaman mereka di luar rumah. “Terkadang dengan melakukan traveling bersama ke berbagai tempat. Pendidikan anak kita landaskan kepada kemampuannya bukan berdasarkan obsesi kita sebagai orang tua,” imbuh wanita yang murah senyum ini menambahkan.

Dengan begitu, lanjut Iva generasi muda penerus bangsa secara alamiah akan berkembang. Pada perkembangannya, mereka juga akan memiliki kemampuan untuk memimpin bangsa ini. Yang mana untuk mencapai hal tersebut, seluruh komponen bangsa harus memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk memimpin bangsa dan terus mengawalnya. “Allah Maha Perencana bagi bangsa dan negara tercinta ini,” ujarnya.

Hj Iva Lativah menyebutkan bahwa kondisi Indonesia di masa mendatang akan menjadi lebih baik. Dengan kepemilikan atas SDM yang lebih baik dari sekarang ini, nampaknya “Indonesia yang lebih baik” tersebut tidak terbendung. Prioritas di bidang pendidikan dan penciptaan lapangan kerja yang dilakukan pemerintah mempertegas tercapainya tujuan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah prioritas dalam bidang pertanian dan hasil usaha tani serta usaha mikro lainnya.

“Semua harus didorong untuk pencapaian kesejahteraan dan penghapusan kemiskinan di Indonesia. Insya Allah Indonesia di masa datang akan lebih baik apabila kita semua berpijak kepada asas budaya bangsa dengan dilandasi syariat agama,” tegas perempuan yang kurang memahami masalah politik ini. “Tetapi paling tidak politisi masa depan akan lebih baik dan memiliki tanggung jawab moral yang tinggi terhadap bangsa dan negara,” tambahnya sambil menutup perbincangan di siang hari yang cerah dengan Tim Profil.

Ir. Sanjaya Aryatnie

No Comments

Ir. Sanjaya Aryatnie
Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Sukses Tidak Lahir dari Kebetulan dan Keberuntungan

Setiap kesuksesan yang berhasil diraih seseorang, pasti melahirkan kekaguman bagi orang lain. Kesuksesan akan menginspirasi orang lain untuk mencapai prestasi serupa meskipun dengan cara yang berbeda. Karena sebuah kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja tetapi memerlukan perjuangan dan kesabaran untuk mewujudkannya.

“Kami senantiasa berkomitmen menjunjung tinggi dan meyakini bahwa sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yang matang, kerja keras, keuletan disertai dengan niat baik dan kejujuran,” kata Ir. Sanjaya Aryatnie, Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara.

Komitmen seperti itulah yang menjadikan perusahaan miliknya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara melangkah maju. Perusahaan memperoleh kepercayaan yang luas di kalangan pengusaha dari seluruh Indonesia. Terutama dalam menangani proyek-proyek milik para pengusaha tersebut di Medan, Sumatera Utara. Adapun proyek-proyek yang ditangani EKK Nusantara adalah proyek basement, rumah tinggal, Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah, pabrik/gudang, tower konstruksi baja, jembatan timbang & girder crane, silo dan pekerjaan tanah; cut and fill.

Awal pendirian perusahaan, jelasnya, berlandaskan pengalaman sebagai sarjana Teknik Sipil dari Universitas HKBP Nommensen tahun 1989. Selama enam tahun, ia berpengalaman sebagai pelaksana pemborongan pekerjaan interior dan rumah tinggal di Medan dan sekitarnya. Setelah merasa memiliki bekal yang cukup –ia juga berpengalaman sebagai guru- pada tahun 1996, ia mendirikan PT Erakarya Konstruksi Nusantara. Perusahaan kontraktor ini bergerak di bidang struktur beton, struktur baja dan pemancangan.

“Dengan didukung peralatan kerja dari alat berat berupa excavator, dump truck, derek tadano, mesin pancang hydraulic pressing system serta alat-alat pendukung lainnya, perusahaan mendapat kepercayaan dari kalangan pengusaha. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik ini. Semoga segalanya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan selalu dalam sentuhan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Menjadi Guru

Ir. Sanjaya Aryatnie tidak serta merta memiliki perusahaan kontraktor seperti sekarang ini. Perlu perjuangan dan upaya sungguh-sungguh untuk merintis karier yang membawa kesuksesan seperti sekarang. Berbagai profesi pernah ditekuni oleh pengusaha penganut Buddha yang taat ini.

“Saya berangkat dari bekal menjadi guru. Lalu mencoba joint usaha dengan dua teman kuliah. Tetapi pada pertengahan tahun 1989 saya keluar dan berangkat menuju Jakarta. Tujuan saya untuk bekerja dan menetap di ibukota,” katanya.

Namun, baru beberapa hari di Jakarta salah seorang pemilik rumah meneleponnya. Pemilik rumah tersebut memberikan kesempatan pekerjaan untuk membangun rumahnya di Medan. Padahal saat itu, Sanjaya sudah sampai pada taraf interview di sebuah perusahaan terkenal. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang belakangan menjadi istrinya, ia membatalkan interview dan bertolak ke Medan.

“Dorongan dari calon istri membuat saya tidak ragu kembali ke Medan untuk menemui pemilik rumah tersebut. Hebatnya, beliau tambahkan lima juta lebih besar dari tawaran salah satu kontraktor ternama di Medan, sambil berpesan yang penting rumahnya dikerjakan dengan baik. Ini benar-benar luar biasa dan sungguh merupakan anugrah dari Tuhan yang luar biasa,” kisahnya.

Pada saat memasuki tahap pembangunan rumah tersebut, Sanjaya banyak dikenalkan dengan rekan-rekan bisnis pemilik rumah tersebut. Hal inilah yang menjadi titik terang perjalanan bisnisnya berawal. Satu demi satu rekan bisnisnya mempercayakan pembangunan maupun renovasi rumah tinggal mereka kepada Sanjaya. “Memasuki tahun 1996, mulai ada tawaran membangun gudang maupun perbaikan pabrik-pabrik.  Saya berpikir agar bisa berkembang dengan baik dan lebih dipercaya, maka saya membuka perusahaan dengan nama PT. Erakarya Konstruksi Nusantara,” tegasnya.

Setelah mempunyai wadah sendiri berupa PT Erakarya Konstruksi Nusantara, Sanjaya merasa semuanya berjalan dengan baik.  Agar memperoleh lebih banyak pekerjaan, ia bekerja sama dengan meminta bantuan beberapa pegawai Tatakota Medan yang dikenalnya. Ia meminta informasi mengenai nama dan alamat para pemohon IMB yang masuk ke kantor tersebut. Dari data yang diperolehnya, ia kemudian menghubunginya  satu persatu sehingga semakin banyak job yang diperolehnya.

“Saya juga sempat terpuruk saat krisis moneter 1998. Proyek-proyek menjadi sangat mahal akibat melambungnya harga bahan baku. Sementara saya sudah terlanjur tanda tangan proyek yang saya kerjakan. Memang ada orang yang mau bertoleransi dan mengoreksi anggaran dan menambah biaya bahan bakunya. Tetapi ada juga yang tidak mau dan bahkan memenjarakan saya,” imbuhnya.

Sanjaya mengisahkan bagaimana saat itu dipercaya membangun sebuah pabrik yang terletak di dataran yang sangat rendah. Lahan pembangunan pabrik harus ditimbun setinggi tiga meter lebih yang dikerjakan oleh pihak lain. Namun akibat krisis, penimbunan dihentikan sehingga lokasi yang seharusnya untuk pembangunan pabrik dibiarkan terlantar begitu saja sehingga biaya semakin membengkak.

Apalagi dengan kenaikan bahan baku yang meroket, Sanjaya terpaksa mengajukan koreksi anggaran. Karena dengan biaya yang lama, ia jelas tidak mampu melanjutkan pembangunan pabrik tersebut. Tetapi pemilik pabrik tidak bergeming untuk menambah dana bahkan mengadukan Sanjaya ke Laksus di Gaperta Medan. Pemilik pabrik bahkan meminta dirinya untuk ditahan selama tiga hari. Tidak puas sampai di situ, pemilik pabrik bahkan mengadukannya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Sanjaya dipanggil, diperiksa dan diputuskan untuk menahan dirinya selama 20 hari. Ia kemudian meminta bantuan seorang pemilik pabrik seng kenalannya dan membantunya sehingga tidak ditahan. Pesan dari temannya tersebut adalah ia harus berhati-hati karena pemilik pabrik mengenal dengan baik Kapolri saat itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang dengan baik, beberapa hari kemudian ia mendatangi rumah pemilik pabrik. Ia menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya mohon ditambah, berapapun saya terima. Akan tetapi setelah selesai, jangankan ditambah, malah sisa termin sebesar 5% juga tidak dibayar sampai saat ini. Belajar dari pengalaman pahit ini, banyak sekali hikmahnya dan berlanjut waktu ke waktu pekerjaan terus berdatangan dan berjalan dengan baik, sampai dengan tahun 2009, saya mendirikan satu perusahaan baru yang bergerak khusus dibidang Pondasi yaitu PT Jaya Pondasi Nusantara,” tambahnya.

Pesaing adalah Partner

Setelah berhasil lolos dari hantaman krisis moneter, Ir. Sanjaya Aryatnie sebagai pemilik PT Erakarya Konstruksi Nusantara semakin maju. Meskipun persaingan yang dihadapinya sangat ketat, namun berbekal kemampuan dan strategi yang baik, perusahaan mampu bertahan. Bahkan di era globalisasi sekarang pun, dominasi perusahaan di Medan dan sekitarnya tak tergoyahkan mengalahkan para pesaingnya.

“Pesaing adalah partner kerja kita. Pesaing juga barometer untuk saling koreksi dan sebagai pembanding atas kinerja kita. Yang lebih baik dan menonjol di perusahaan lain, harus kita akui lebih baik. Jangan ada keraguan serta malu mengakuinya, makanya kita harus belajar dan segera menerapkan pola serupa ke perusahaan saya,” kisahnya.

Sanjaya mengungkapkan bagaimana teknik untuk memperkenalkan perusahaan lewat agenda yang pasti. Seperti pada acara menyambut tahun baru, perusahaan selalu mengambil kesempatan. Salah satunya adalah mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru sekaligus profil perusahaan. Di situ juga, ia menyisipkan penawaran kerjasama kepada perusahaan tersebut dengan pertimbangan momen tahun baru universal dan dirayakan oleh semua orang.
Menurut Sanjaya, perusahaan miliknya memiliki visi dan misi yang jelas. Adapun visi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah “Memajukan perusahaan PT Erakarya Konstruksi Nusantara dan menjadikannya sebagai perusahaan yang handal dan dikenal luas sebagai Perusahaan yang jalannya lurus & jujur.” Sedangkan misi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah mendidik tenaga yang handal di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur yang merupakan asset bangsa, serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

Ke depan, Ir. Sanjaya Aryatnie merancang program baik jangka panjang maupun jangka pendek. Program jangka pendek PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah menjalankan semua program yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan program jangka panjang adalah setelah adanya PT. JAYA PONDASI NUSANTARA, diharapkan dapat dilanjutkan dengan Perusahaan pendukung lainnya dibidang readymix lengkap dengan usaha galian C berupa pasir  & stone crusher.

“Saya juga berkeinginan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ready mix lengkap dengan usaha penggalian C berupa pasir dan batu untuk saling mendukung dengan perusahaan yang sudah ada. Saya berharap ke depan, PT Erakarya Konstruksi Nusantara dapat bersaing di pasar yang semakin ketat persaingannya dengan menguasai produk dari hulu sampai ke hilir,” tandasnya.

Hingga puluhan tahun pengabdiannya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara miliknya telah memberikan berbagai penghargaan bagi Ir. Sanjaya Aryatnie. Tahun 2010, perusahaan berhasil meraih penghargaan dengan kategori “Best Construction of The Year” – “International Good Company Award 2010” dari Menkokesra RI DR. HR Agung Laksono dan Menbudpar RI, Ir, Jero Wacik, SE.
“Saya sangat bersyukur meskipun menghadapi berbagai kendala perusahaan tetap bertahan. Sejak pertengahan tahun 2007 harga besi mengalami kenaikan yang luar biasa dan turun, terus naik lagi akhir 2010, kami tetap bertahan. Semua itu tidak lepas dari peran karyawan yang merupakan asset terbesar perusahaan. Karena merekalah ujung tombak bagi tajam atau tumpulnya keberhasilan perusahaan,” katanya.

Sekilas PT Erakarya Konstruksi Nusantara

EKK Nusantara merupakan perusahaan dengan ruang lingkup layanan mulai dari rancang bangun, analisa perhitungan konstruksi, manajemen mutu hingga pelaksanaan proyek.

Untuk mendukung kelancaran keseluruhan pekerjaan, EKK Nusantara memiliki tim kerja mulai dari penyediaan alat-alat berat berupa excavator, mobil crane, bulldozer, mesin pancang hydraulic pressing system, compressor, dan keseluruhan alat pendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi lapangan.

Tim kerja EKK Nusantara merupakan sarjana lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur yang dapat dibanggakan, memiliki wawasan luas dengan manajemen yang handal dan dapat diandalkan sehingga dipercaya oleh banyak perusahaan swasta di Medan Sumatera Utara, untuk menangani pelaksanaan lingkup kerja mulai dari pekerjaan pondasi, basement, konstruksi baja, pekerjaan tangki, jembatan timbang sampai dengan pembuatan grider crane serta sekolah, rumah sakit maupun rumah tinggal.

Kepercayaan pelanggan pada kualitas kerja EKK Nusantara adalah suatu kebanggaan dan sebagai wujud komitmen PT Erakarya Konstruksi Nusantara senantiasa akan melayani pelanggan dengan mempersembahkan proyek konstruksi yang mengacu pada kehandalan faktor kekuatan, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kepekaan terhadap estetika yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, segenap Tim Kerja EKK Nusantara menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik.

Proyek-proyek PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Proyek Basement
Proyek Rumah Tinggal
Proyek Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah
Proyek Pabrik
Proyek Tower Konstruksi Baja
Proyek Jembatan Timbang & Girder Crane
Proyek Silo
Pekerjaan Tanah: Cut & Fill

Company Name : PT Erakarya Konstruksi Nusantara
Office : Jl Kapten Soemarsono No 63  (Kompleks perkantoran Graha Metropolitan) Medan 20124 – Sumut Indonesia
Business Scope: Architecture, Civil Engineering & Construction
Telephone: (061) 77369893 – 77834011
Fascimile: (061) 8462487
Email: sanjaya_ekkn@yahoo.co.id

Sekilas Biodata

Nama        : Ir. Sanjaya Aryatnie
Umur             : 46 tahun
Tanggal lahir  : 21 Agustus 1964
Jenis  kelamin : Laki – laki
Bangsa           : Warga Negara Indonesia
Agama           : Buddha
Tempat tinggal      : Jl. K L Yos Sudarso No. 225 – V Medan 20116 SUMUT

Pendidikan
Tamatan tahun 1976 – SD Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL –  berijazah
Tamatan tahun 1980 – SMP Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL – berijazah
Tamatan tahun 1983 – SMA Katolik BUDI MURNI – berijazah
Tamatan tahun 1988 – S-1 Teknik Sipil – Universitas HKBP NOMMENSEN – berijazah

Pengalaman Kerja
Dari tahun 1981 s/d tahun 1985 – Guru Les SD, SMP & SMA
Dari tahun 1985 s/d tahun 1988 – Mengajar Ahli Bangunan di Bina Siswa Medan &
Asisten Laboratorium Mekanika Tanah Universitas HKBP Nommensen
Dari tahun 1989 s/d tahun 1996 – Kontraktor Interior & Sipil Rumah-rumah tinggal
Dari Tahun 1996 s/d saat ini sebagai Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara