Tag: PT

E. Kurniawan, S.Si MT

PT Indonesian Environment Consultant

Masalah Lingkungan dan Manusia Menjadi Passion Dalam Bisnis

Lingkungan hidup sebagai karunia dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan ruang bagi kehidupan dalam segala aspek dan matranya.
Manusia dengan kemampuan berpikir dan kepekaan emosinnya merupakan mahluk yang mumpuni di bumi ini. Telah menjadi sifat manusia untuk selalu meningkatkan taraf hidup, sehingga ia melakukan berbagai inovasi yang dapat mempermudah dan meningkatkan kehidupannya. Hal ini dimungkinkan oleh karena tangannya yang dapat membuat alat (prehensile hands) dan matanya yang stereoskopik, sehingga ia dapat melakukan konseptualisasi dan mengimplementasikan konsepnya.
Dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kehidupan dalam perateknya haruslah dapat memperhatikan aspek lingkungan dalam proses produksinya secara sungguh-sungguh dengan tujuan akhir adalah tersediannya sumber daya alam yang lestari.
PT. Indonesia Environment Consultant hadir dalam rangka mewujudkan terciptanya penyelarasan antara imperatif peningkatan taraf hidup dan kehidupan dan kewajiban moral untuk mewujudkan lingkungan yang lestari dengan mengusung satu visi besar kedepan yaitu Menjadi perusahaan Green Business terbaik di Indonesia dan sebagai mitra bagi institusi lain dalam upaya menciptakan Planet bumi yang lestari.

“Menurut saya, setiap manusia lahir dimuka bumi ini pasti punya alasan tertentu, oleh karena itu saya sangat menyadari bahwa Tunah SWT menciptakan saya dimuka bumi ini untuk 2 (dua) alasan yaitu manusia dan lingkungan. Oleh karena itu tidak berlebihan jika saya memilih manusia dan lingkungan menjadi passionnya hidup saya. Saya berharap dengan segala apa yang telah saya miliki dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan pelestarian fungsi lingkungan. Untuk saat ini kegiatan dan aktivitas yang saya kerjakan selalu terkait di kedua koridor tersebut yaitu lingkungan dan manusia termasuk didalamnya menjalankan aktivitas bisnis yang saya lakukan. Mungkin nanti, sesudah semua berjalan sesuai harapkan akan mengembangkan ke ranah yang lain terutama untuk kegiatan bisnis dibidang lainnya,” ujar E. Kurniawan, President Director/CEO PT Indonesian Environment Consultant.

Enang –panggilan akrabnya- adalah lulusan S1 Jurusan Biologi Lingkungan di Universitas Sriwijaya tahun 2001. Setelah lulus, selama dua bulan bekerja di sebuah bank internasional, Citibank NA. Ketika perusahaan otomotif terkemuka, PT. Astra Internasional Tbk membuka lowongan pekerjaan ia melamar dan diterima di PT. Astra International-Toyota Cabang Sudirman dan cabang Ambasador Jakarta. Di tempat inilah, ia belajar mengenai ilmu bisnis, filosofi perusahaan dan lain-lain, yang akhirnya diimplementasikan di perusahaan sekarang.

Meskipun demikian, sembari bekerja Enang tetap menyimpan cita-cita besarnya, ia mengumpulkan modal untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah lulus tes di Program Megister Teknik Lingkungan ITB Bandung, ia memutuskan keluar dari PT. Astra International Tbk. Semua orang terhenyak mendengar keputusan yang sangat radikal tersebut. Dari orang tua, saudara, tetangga dan sahabat-sahabatnya keheranan. Bagaimana mungkin, pada usianya yang baru 25 tahun dan memiliki penghasilan cukup baik ditinggalkan begitu saja untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti.

“Cukup besar tentangan saat itu. Tetapi saya katakan, mungkin inilah jalan hidup yang digariskan Tuhan. Saya berjanji kepada orang tua dan saudara-saudara untuk tidak akan mengganggu hidup mereka dan tetap akan menjalankan peran saya sesuai harapan dan ekspetasi mereka. Makanya, demi cita-cita akhirnya saya keluar dari Astra.

Ketika setelah keluar dari Astra dan hampir satu bulan saya tidak bekerja di Astra rupanya Tuhan justru memberikan jalan terbaik karena atasan menyuruh saya bekerja part time di Auto 2000 Pasteur Bandung. Masih ingat pada waktu itu ketika wawancara dengan kepala cabang di Auto 2000 Pasteur justru atasnnya tersebut sangat mendukung sekolah saya. Ia bahkan mau menerima saya dengan syarat agar saya fokus kepada kuliah menjadi hal utama, bukan pekerjaan. Wah, ini memang rezeki untuk ku, bukan syarat itu,” katanya.

Enang menyelesaikan kuliahnya selama hampir dua tahun yaitu pada 2004-2006. Selama masa perkuliahan perjuangan berat harus dijalani karena menjalankan dua aktivitas sekaligus yaitu kuliah sambil bekerja. Sempet ia berpikir kuliah di program masternya saat ini tentunya tidak akan terlalu berat seperti program sarjana, namun rupannya beliau keliru aktifitas diperkuliahan justru menyita pikiran dan tenaga cukup besar sehingga diperlukan effort yang cukup besar untuk mengatur semuanya agar aktifitas perkuliahan dan bekerjanya tetap berjalan dengan baik. Aktifitas sehari-hari terkadang kuliah dimulai jam 7 pagi sampai dengan jam 1 siang lalu dilanjutkan dengan pergi kekantor untuk jalankan aktifitas pekerjaannya pulang pada malam harinya, dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang terkadang harus begadang semalaman untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, kadang saat itu ia berfikir ini terlalu berat, tapi ia disadarkan bahwa semua akan indah pada waktunya, kilahnya.

Di ujung Akhir perkuliahnnya, saatnya ia disadarkan kembali untuk memilih jalan hidup yang menjadi cita-cita dan mimpinya dengan menggunakan kontrak hidup “berani” ia benar-benar menggunakannya untuk keluar dari perusahaan otomotif tersebut yang hampir 5 tahun membesarkannya. Sayangnya, ia harus menanggung “masalah besar” karena ketika setelah beberapa saat mengajukan diri untuk keluar suatu masalah membelitnya. Permasalahannya dengan customernya, membuat ia harus kehilangan seluruh tabungan yang dikumpulkannya selama bekerja, bukan hanya itu bahkan dia merasa disinilah titik terendah yang pernah dialaminya.

“Itu sebagai kompensasi dan mungkin itu juga resiko yang harus saya bayar untuk mendapatkan mimpi saya kelak. Tinggallah saya yang sudah keluar dari perusahaan, tak punya pekerjaan dan hanya menyisakan uang Rp49 ribu di rekening. Disinilah saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Bahwa ketika kita berani bermimpi, kita tidak hanya siap menghadapi risiko. Tetapi kita bahkan harus berani membayar risiko dari apa yang dicita-citakan apapun itu, karena saya percaya untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa tidak bisa ditempuh dengan cara yang biasa yang kebanyakan orang dilakukan,” ungkapnya.

Dari situ, Enang kemudian membangun perusahaan setahap demi setahap. Modal awalnya adalah semangat karena selepas dari Astra dan harus menghabiskan seluruh tabungan di akhir kariernya, ia tidak memiliki dana sama sekali. Hanya keinginan dan cita-cita yang membuatnya membangun perusahaan yakni melalui passion di bidang lingkungan dan sesekali menjalankan aktifitas lainnya seperti menjadi fasilitator dan co trainer di lembaga training untuk memuaskan hasratnya di passion lainnya terkait manusia.

“Saya merasa dikirimkan Tuhan untuk dua tujuan, lingkungan dan manusia. Tidak untuk orang lain makanya saya ambil risiko dan membangun ini. Dari berkantor ikut orang sekarang sudah memiliki kantor yang layak. Saat ini kami berkantor di Menara Hijau Building MT Haryono Jakarta. Tahun pertama dan kedua perusahaan berjalan, saya tidak pernah berbicara tentang manajemen, tetapi lebih banyak kepada value dan budaya corporate. Karena saya menganggap pondasi perusahaan terletak pada velue dan budaya corporate, katanya.

Keberanian dan Komitmen

Indonesian Environment Consultant memulai dengan membangun bisnis lingkungan berawal sebagai konsultan. Belakangan, IEC juga memasuki bisnis dalam kategori services di bidang lingkungan. Tahun 2012, ia ingin membuat award untuk teknologi lingkungan yang hasilnya akan diimplementasikan dalam industrial scale.

“Mungkin akan kita bangun bersama sponsor. Tujuan kita adalah membangun industri yang berbasis green business, kelak kita berharap akan menjadi pusat inkubasi bisnis untuk Greeen Technology. IEC nanti akan terjun ke pengolahan limbah, manufaktur dan energi,” kata finalis Teknopreuneur Award dan New Ventures Indonesia ini.

Menilik kembali perjalanan IEC, Enang menjelaskan bahwa perusahaan yang didirikannya menjadikan tekad sebagai modal utamanya dan dalam menjalankan usahannya adalah spirit sebagai motor dalam menggerakan roda perusahaan sesuai yang dikehendaki. Dengan spirit itu akan mudah meningkatkan kepercayaan dari para kolega yang disertai dengan filosofi penjualan spirit power selling yakni menjual by spirit. Jadi rahasianya adalah menyampaikan spirit yang dimiliki kepada calon pelanggan,” tuturnya.

Setiap perusahaan memiliki cara yang tersendiri untuk tumbuh dan berkembang, begitu juga dengan IEC ketika tahun-tahun awal focus terhadap value dan budaya corporate baru satu tahun belakangan fokus terhadap manajeman dan profit. Meskipun demikian, sebagai pemilik Enang sangat bersyukur karena semua itu sesuai harapannya dan semua perjalanan itu terasa indah lebih dari yang dibayangkan sebelumnya. Bagi pengagum Bung Karno ini, membangun pondasi bisnis yang kuat lebih berguna daripada harus untung dahulu. Dengan memiliki bisnis yang kuat dan akhirnya menguntungkan, berarti ia telah menjawab dan menepis keraguan orang tua dan saudara-saudaranya saat keluar dari Astra.

“Butuh pemahaman yang kuat terhadap proses berjalan dan siap menerima dinamika yang akan terjadi dalam membangun usaha ini. Hobinya naik gunung sewaktu kuliah telah memberinya pelajaran berharga, bahwa kita haruslah tetap fokus terhadap tujuan, dimana tujuan utama kita naik gunung untuk tiba di puncak dan pulang kembali ke rumah dengan selamat. Saya mengumpamakan dalam hidup sama seperti kita mendaki gunung sering sekali kita temukan jalan teramat terjal dan curam dengan segala liku dan kelok tetapi kalau ditelusuri lebih jauh bukankah semua itu menjadi sahabat setia yang akan menuntun kita menuju puncak untuk tiba tepat esok pagi.

Dalam meraih mimpi membutuhkan keberanian dan komitmen. Tidak cukup hanya keberanian untuk mengambil keputusan-keputusan besar tapi harus memiliki komitmen yang jelas dengan segala resiko yang siap dibayar bukan diterima. Ini bukan tentang apa yang kita bisa tetapi apa yang kita mau. Ini baru gentle,” tegasnya.

Enang yang dibesarkan dari dunia pendidikan –ayahnya Kepala Sekolah SMP ibunya Kepala Sekolah SD- meyakini bahwa power of spirit adalah modal utama. Spirit yang luar biasa sudah cukup untuk membangun perusahaan, meniti karier atau mengejar impian untuk hidup lebih baik. Karena dengan spirit, segala sesuatu baik kondisi baik atau buruk, senang atau susah akan dihadapi dengan besar hati.

“Hambatan itu bukan ketika susah saja lho, bahkan kesenangan juga bisa menjadi hambatan dalam meraih cita-cita kita. Contohnya saya pernah ditawari headhunter untuk menjadi vice president di perusahaan UK tentunya dengan gaji yang cukup menggiurkan. Disinilah kembali saya diuji untuk mengambil keputusan besar dalam menentukan pilihan. Setelah melalui shalat istikharah dan lain-lain, saya putuskan untuk tetap di sini. Karena menurut saya ini bukan tentang uang semata, tetapi menjalankan passion saya yang membuat saya lebih memberi nilai besar pada diri saya, inilah sebuah pilihan walaupun terkadang pilihan tersebut terasa tak popular, tetapi keyakinan yang besar untuk tiba pada cita-cita luhur mengantarkan saya untuk mengambil keputusan besar untuk tetap menjalankan dan mengendalikan perusahaan yang menjadi passionnya,” jelasnya.

Enang sangat bersyukur, perusahaan yang dikembangkan melalui power of spirit tersebut mulai menuai harapan. Ini membuat semangatnya semakin terbakar untuk membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi. Apalagi dengan permasalahan lingkungan di Indonesia yang sangat banyak dan regulasi semakin ketat, akan menjadi modal cukup untuk menjalankan green business yang dijalaninya dan pada waktunya nanti uang akan datang dengan sendirinya.

“Saya sangat beryukur bisa seperti ini karena orang-orang di sekitar saya,
orang tua, sahabat, guru-guru spiritual dan lain-lain untuk memastikan agar saya menjalani semua ini dengan sungguh-sungguh. Balik lagi perumpamaan seperti naik gunung, semua tidak bisa dilakukan sendiri tetapi diperlukan rekan-rekan dimana disitu kita biasa saling support, selain itu sama halnya naik gunung ataupun pada saat meraih cita-cita kita perlu untuk istirahat sejenak untuk mencapai puncak tapi ingat jangan lama karena akan buat tubuh ini beku selanjutnya jalan lagi kalau perlu berlari agar cepat sampai di puncak gunung,” tuturnya.

Nikmati Proses

Pilihan Enang untuk menggeluti bisnis lingkungan atau Green Business tidak lepas dari latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Pria kelahiran Bogor, 27 Juli 1978 ini, menggabungkan pengalaman sebagai karyawan dan latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan ITB yang akan membuat sebuah bisnis berjalan dengan baik membuat penguasaha muda bungsu delapan bersaudara ini tetap dapat memberikan solusi dan kontribusi terhadap permasalahan lingkungan sangat prima.

“Alhamdulilah, prospek usaha ini pun ke depan sangat bagus. Karena hanya sedikit perusahaan seperti ini. Ditambah, sebagai mantan karyawan Astra yang bisa mengerti bagaimana Astra membangun business serta alumni Teknik Lingkungan ITB yang mengerti lingkungan, sehingga perpaduannya cocok dan klop mudah-mudahan akan menjadi modal besar untuk mengantarkan IEC menjadi salah satu perusahaan besar dinegeri ini,” kata anak pasangan H. E Padma (alm) dan H.R. Djulaeha ini.

Ke depan, Enang memiliki cita-cita untuk menjadikan perusahaan miliknya tidak kalah dengan perusahaan lain. Bahkan, cita-citanya menjadikan Indonesia Environment Consultant (IEC) memiliki brand yang kuat seperti IBM dan Microsoft. Di mana brand-brand itu telah memiliki nama besar dan memberikan kontribusi besar dengan produk yang dikeluarkan perusahaan tersebut.

“Saya mempunyai cita-cita, ke depan seperti perusahaan-perusahaan tersebut, ketika orang mengingat lingkungan maka nama IEC langsung disebut. Bahkan nanti saya berharap, IEC bukan lagi Indonesian Environment Consultant tetapi Indonesian Environment Corporation,” sebagai Holding Company harapnya.

Untuk saat ini, IEC mengerjakan proyek-proyek seperti studi lingkungan, AMDAL, desain CSR, Water Treatment yang lengkap dengan konstruksinya dan mengerjakan project-project Green Property. Kedepan IEC akan menjadi Green Incubator untuk para pebisnis lingkungan dan membangun projek-projek yang berbasis lingkungan seperti peyedia energy renewable seperti pembangkit tenaga mikrohidro.

Enang merasa diuntungkan dengan semakin tingginya kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dari berbagai pihak. Selain pemerintah, masyarakat dan perusahaan juga memiliki kesadaran yang meningkat. Termasuk perusahaan vendor yang akan memilih perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap lingkungan untuk memproduksi produk yang dihasilkan.

Setelah berhasil dengan passion-nya pada lingkungan dan manusia, Enang telah menetapkan tujuan hidup yang pasti. Suatu saat, ia nanti akan menyumbangkan tenaga dan pemikiran kepada penyelenggara negara. Bukan sebagai politikus, tetapi dengan berbekal keahlian dan pengetahuan yang dimiliki serta passionnya dibidang lingkungan dan manusia berharap dapat berkontribusi untuk kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan. “Tentu setelah saya melahirkan karya-karya yang bermanfaat dan terbaik, bagi khalayak,” imbuhnya.

Bagi generasi muda, Enang mengingatkan pada suatu hal yang harus dimiliki untuk mencapai kesuksesan. Pertama adalah menikmati proses yang sedang dijalankannya. Apapun itu, bagaimana kondisi yang dihadapi semua tidak lepas dari proses. Ibaratnya, seseorang yang ingin menjadi seseorang yang “luar biasa” dan pastilah dia melakukan sesuatu yang luar biasa juga, bukan melakukan hal biasa yang kebanyakan orang lakukan.

Selain itu, setiap orang harus memiliki keberanian untuk bertransformasi menjadi manusia lebih baik, baik menjadi seseorang yang berani, seseorang yang penuh cinta, seseorang yang jujur atau apapun itu, berharap akan menuntun kita menuju mimpi yang dicita-citakanya, mimpi hanya akan menjadi milik mereka yang percaya akan dirinya. Satuhal lagi Ketika mulai berjalan melenceng dari tujuan hidup yang dicita-citakan, generasi muda harus kembali pada track yang sudah ditentukannya sendiri. Tanpa itu, kesuksesan akan semakin jauh dari jangkauan dan generasi muda akan menjadi orang yang sangat biasa.

“Generasi muda harus belajar menikmati proses, meskipun itu berat. Mereka harus membayar lebih -waktu dan apa saja- untuk memperoleh sesuatu yang lebih banyak. Kemudian, alangkah baiknya jika kita memiliki komitmen hidup sendiri. Seperti saya dengan kontrak hidup “Berani”. Jadi ketika merasa takut, saya ingatkan diri sendiri bahwa ‘Mr Enang kontrak hidup Anda adalah berani, menjadi laki-laki yang berani, bagaimana sih….?’ Intinya jikalau kita ingin menjadi orang yang lebih, harus dibayar dengan cara yang lebih juga. Sekali lagi Tidak ada orang luar biasa tetapi melakukan usaha seperti apa yang biasa dilakukan orang. “I need to believe that something extra ordinary is possible.” Saya percaya sesuatu yang luar biasa akan terjadi pada orang yang bersungguh-sungguh. Bukan hanya pada diri saya sendiri tapi pada mereka yang percaya akan mimpinya.’ tegasnya.

H Abdul Hakim Fouad Attamimi

No Comments

Direktur Utama Faryha Tour

(PT Ronaldhitya Tour & Travel)

Sukses Dengan Terus Menerus Belajar dan Menekuni Satu Bidang

Dalam berkarier atau berbisnis, ketekunan terhadap salah satu bidang akan membuat orang menjadi sangat ahli. Selama menjalani karier atau bisnisnya, berbagai pelajaran berharga akan membuatnya menjadi spesialis di bidang yang ditekuninya. Proses yang dijalani selama menekuni pekerjaan akan menjadi pengalaman yang membawa kesuksesan.

Seperti yang dijalani oleh pengusaha biro perjalanan haji & umrah, H Abdul Hakim Fouad Attamimi, Direktur Utama Faryha Tour (PT Ronaldhitya Tour & Travel). Pilihannya untuk belajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua, Bali Jurusan Manajemen Pariwisata (lulus tahun 1993) adalah langkah awalnya menuju tangga kesuksesan. Pengusaha asli Bali kelahiran Klungkung, 1 November 1969 ini mengisahkan perjalanan hidupnya, berikut ini.

Saya asli Bali tetapi muslim dan hingga saat ini orang tua dan saudara-saudara semua ada di Bali. Tahun 1993, saya diterima bekerja di perusahaan biro perjalanan wisata, Nusa Dua Bali Tour & Travel. Awal Januari 1994, saya langsung dikirim ke Jakarta sebagai representative, karena banyak tamu dari Eropa yang ke Jakarta dahulu. Jadi, awalnya saya bekerja di biro perjalanan umum,” katanya.

Pertengahan tahun 1994, Hakim –panggilan akrabnya- pimpinan Nusa Dua Bali Tour Jakarta berangkat umrah bersama keluarga. Ia diajak dan menjadi tour leader dalam perjalanan spiritual tersebut. Terkesan atas pengalaman pertamanya di Tanah Suci, membuat ia sangat tertarik di bidang umrah & haji. Dua tahun kemudian, ia memutuskan keluar dari PT Nusa Dua Bali Tour dan bergabung dengan PT. Insan Salsabila, biro perjalanan umrah & haji.

 Sejak itu, Hakim mulai berkecimpung di bisnis umrah & haji. Beberapa kali ia berangkat untuk mengawal para jemaah umrah & haji plus. Kadang, kegiatan jemaah disambung dengan perjalanan wisata ke berbagai negara, seperti; Mesir, Turkey, Jordan, Jerussalem, Maroko, bahkan sampai Spanyol. Setelah beberapa kali pindah kerja di perusahaan umrah & haji, ia memperoleh pekerjaan sebagai Kepala Perwakilan Travel dari Saudi Arabia di Jakarta selama tiga tahun (2006-2009).

Tetapi tahun 2006 itu, saya mulai merintis usaha sendiri dengan membuka biro perjalanan wisata, khusus Umrah & Haji. Namun, sampai tahun 2010, izin umrah & haji belum keluar, hingga akhirnya saya membeli perusahaan yang sudah punya izin, PT. Ronaldhitya Tour & Travel dan mengganti merk dagang menjadi ‘Faryha Tour’. Saya membuka usaha ini karena melihat bahwa ke depan, dengan daftar tunggu pemberangkatan haji regular antara 6 – 10 tahun, umrah & haji plus menjadi pilihan alternative untuk ke tanah suci. Karena banyak yang lebih memilih umrah sambil menunggu jadwal keberangkatannya,” katanya.

Menurut Hakim, Fahyra Tour sekarang memiliki cabang di Surabaya dan perwakilan di berbagai daerah di Indonesia seperti; Tangerang, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Balikpapan, Bali, Palu dan lain-lain. Dengan dibukanya perwakilan di berbagai daerah, jemaah akan semakin mudah mendapatkan informasi tentang segala sesuatu mengenai rencana perjalanan umrah atau haji.

Perwakilan Daerah

Sebagai perusahaan yang baru beberapa tahun berdiri, menurut Hakim banyak kendala yang harus diatasi. Selain perizinan perusahaan umrah & haji yang sekarang dihentikan pemerintah RI, peraturan mengenai umrah & haji dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pun terus berubah-ubah. Perubahan terjadi bahkan setiap tahun sehingga perusahaan travel umrah & haji kesulitan untuk mengikutinya.

Kendala lain, lanjutnya, datang dari customer sendiri yang rata-rata mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir. Akibatnya perusahaan kesulitan untuk reservasi tiket pesawat dan akomodasi mereka di Arab Saudi. Selain itu, dengan visa yang sekarang menggunakan sistem kuota apabila waktunya terlalu mepet perusahaan akan kehabisan dan kesulitan mendapatkan kuota visa umrah & haji.

Minimal satu atau dua bulan sebelum berangkat mereka mendaftar. Kalau yang last minute itu biasanya jemaah dari Jakarta, sementara yang dari daerah biasanya lebih tepat waktu. Kebetulan kita membuka perwakilan sampai ke daerah sehingga informasi yang benar disampaikan kepada calon jemaah melalui perwakilan kami. Kita juga mengantisipasi dengan sistem reservasi penerbangan serta informasi masalah kuota visa kepada jemaah,” tegasnya.

 Hakim tidak pernah menyembunyikan informasi terkait keberangkatan ibadah umrah & haji kepada calon jemaah. Ia selalu menjelaskan kondisi yang dihadapi perusahaan terkait kendala perizinan dan lain-lain serta menawarkan alternative terbaik bagi jemaah, seperti memberikan alternative program atau alternative tanggal keberangkatan dan lain-lain. Kita juga jelaskan kepada jemaah segala kondisi selama di tanah suci agar para jama’ah siap dengan segala kondisi tersebut sebelum berangkat,” imbuh penyuka liburan ke Bali ini.

Untuk menghindari kejadian seperti itu, Hakim menggandeng jemaah melalui sponsorship seperti dari jemaah pengajian, pondok pesantren dan komunitas Islam lainnya. Sponsor itulah yang akan membuat paket umrah atau haji dan mendaftarkan diri ke perusahaan jauh hari sebelumnya. Ia juga membentuk pengajian bulanan yang diselenggarakan di berbagai daerah bagi mantan jemaah haji & umrah yang mempercayakan kepengurusannya kepada Fahyra Tour.

Jadi begitu selesai ibadah jemaah tidak kita lepas begitu saja, tetap ada komunikasi. Karena mungkin di lain waktu mereka akan menggunakan jasa kita lagi. Boleh dibilang umrah sangat berkembang baik, karena orang tidak selalu berlibur atau holiday ke Eropa. Ini perjalanan religius, berwisata sambil ibadah yang belakangan sangat diminati masyarakat,” tegasnya.

Dalam menyikapi persaingan, Hakim menyambutnya dengan sangat baik. Baginya, semakin banyak kompetitor bisnis travel umrah & haji semakin bagus. Ia menyerahkan kepada calon jemaah untuk menilai pelayanan yang diberikan perusahaan. Artinya, semua perusahaan yang bergerak di bidang umrah & haji akan berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Tinggal jemaah yang akan menentukan perusahaan travel mana yang menurut mereka paling baik.

Yang jelas komitmen kami adalah bahwa yang kami layani adalah ‘Tetamu Allah’ atau ‘Duyufurrahman’ sehingga kami tidak main-main dalam urusan ini. Kami secara profesional melayani jemaah karena itu adalah amanah, itu yang kita pegang. Karena biaya yang sudah dibayarkan itu adalah amanah yang harus kita pegang. Kita dahulukan & prioritaskan seluruh hak dan kewajiban jemaah,”tegasnya.

Hakim hanya berharap dari sisa biaya yang sudah dikeluarkan menjadi keuntungan perusahaan. Tidak pernah ia mengambil keuntungan di awal pembayaran yang telah dilakukan jemaah. Kebijakan perusahaan adalah memaksimalkan pelayanan kepada jemaah sementara urusan keuangan adalah belakangan. “Kalau tidak ada sisa, ya tidak apa-apa, karena yang kita layani itu adalah tetamu Allah sehingga ‘Dia’ nanti yang akan menggantinya,” tuturnya.

Kebanggaan Keluarga

Menurut H. Abdul Hakim Fouad Attamimi, usahanya lebih fokus pada bidang umrah & haji. Meskipun memiliki pengalaman bekerja di perusahaan travel pariwisata umum –bukan umrah & haji- namun ia tidak tertarik untuk ikut meramaikan bisnis tersebut. Persaingan dan banyaknya perusahaan besar yang “bermain” di travel pariwisata umum membuat ia lebih memilih menekuni umrah & haji.

Jadinya kita malah semakin fokus pada pelayanan jemaah. Karena seperti yang saya gariskan kepada karyawan, bahwa jemaah itu adalah tetamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati serta ikhlas dalam bekerja,” kata ayah tiga putri dari pernikahannya dengan Wahidah Rasjid Bawazier ini. Hakim mendapat dukungan penuh dari keluarga atas usaha yang ditekuninya selama ini. “Saya setiap tahun juga membawa keluarga untuk pergi umrah ataupun haji. Itu merupakan kebanggaan bagi keluarga juga, lho…,” imbuhnya.

Sulung dari lima bersaudara pasangan Fouad Abdullah Attamimi dan Latifah Usman ini melambungkan harapan besar pada usahanya. Langkah awal adalah dengan mengokohkan, memantapkan pundi-pundi dan tiang-tiang penyangga Fariha Tour terlebih dahulu. Baik dari segi permodalan, manajemen maupun SDM semua harus dibenahi dengan baik agar cita-citanya untuk menjadikan Faryha sebagai leader dalam pelayanan hamba Allah. “Terutama dalam pelayanan serta menjadi amanah atau dapat dipercaya masyarakat luas,” tambahnya.

Kepada pemerintah khususnya Kementerian Agama RI, Hakim berharap agar umrah & haji plus lebih ditingkatkan pengurusannya. Karena selama ini, haji plus dikelola sendiri oleh travel agen. Sedangkan pemerintah sering mengulur waktu dalam hal pelunasan sehingga travel agen mengalami kesulitan dalam penyiapan pelayanan kepada jemaah, terutama penerbangan dan akomodasi. Sistem yang berlaku sekarang, pemerintah menerapkan kebijakan pelunasan pembayaran bersamaan dengan jemaah regular. Akibatnya, waktu yang dimiliki agen untuk mempersiapkan kebutuhan jemaah sangat sedikit sehingga menjadi tidak maksimal.

Peran pemerintah dalam ONH Plus masih minim, karena birokrasi terlalu kaku. Apalagi perizinan sekarang masih distop untuk umrah & haji dan sangat dibatasi. Sebenarnya kalau pemerintah tegas, banyak travel yang punya izin umrah & haji tetapi tidak memiliki customer namun kebalikannya banyak travel yang notebene tidak punya izin umrah & haji tetapi memiliki dan memberangkatkan banyak jamaah,” tutur pemilik moto “Melayani tamu Allah dengan Amanah” ini.

Hakim yang menjadi anggota HIMPUH dan ASITA ini, berpesan kepada para generasi muda untuk tidak takut menjalankan sebuah usaha. Generasi muda juga harus mempergunakan waktu yang mereka miliki sebaik mungkin. Ia sangat menyayangkan talenta muda berbakat yang disia-siakan. Apalagi dengan derasnya tayangan TV yang menawarkan mimpi instant untuk menjadi terkenal dan sukses. Akibatnya, banyak generasi muda yang menyia-nyiakan hidupnya untuk mengejar mimpi yang tidak pasti.

Seharusnya generasi muda bisa lebih tekun dan bersabar mengejar kesuksesan melalui proses yang panjang. Seperti yang saya alami, artinya dari saya mulai menjadi pegawai biasa, manager dan merintis usaha sendiri. Jadi saya harapkan para pemuda, yang baru lulus sekolah berusaha dan mempergunakan waktu sebaik mungkin. Selain itu, selalu gunakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka,” ujar H Abdul Hakim Fouad Attamimi.

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

No Comments

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA
Managing Associate ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES
Advocate – Legal Consultant – Attorney – Solicitor

Menjadi Kantor Advocate Dengan Reputasi Terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia

Berdiri pada tahun 1993, ALI LEONARDI N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES pada awalnya menangani kasus-kasus pidana dan perdata. Seiring perkembangan dunia usaha maupun reformasi hukum, pelayanan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan klien yang sangat majemuk. Sang pendiri, Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA memutuskan, lembaganya harus memposisikan diri dan memperluas serta meningkatkan bidang pelayanan hukum secara maksimal di seluruh Indonesia.

“Kami melayani client kami baik dari segi pemahaman hukum maupun peraturan di Indonesia sekaligus melakukan perlindungan hukum baik dalam bidang bisnis maupun kepentingan hukum lainnya. Kami, ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES bangga menjadi salah satu kantor Advocate dengan reputasi terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia. Di mana kasus-kasus besar yang mendapat perhatian publik di Indonesia selalu ditangani secara professional dan memuaskan,” katanya.

Melalui service dan pendekatan secara personal touch, Ali memberikan kenyamanan dan kerahasiaan klien. Ali senantiasa menjalin kehangatan serta membina hubungan baik dengan klien, sehingga setelah berjalan sekian lama, reputasi dan kepercayaan dari ratusan perusahaan besar dan kecil, baik industri maupun trading berhasil diperoleh.

Klien yang datang ke kantor ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES, disambut dengan tata ruang modern minimalis. Berbagai elemen tradisional diolah hingga menghadirkan estetika yang unik. Ruang kantor tampak elegan dengan komposisi yang simple, namun unik, apik dan bersih. Dilengkapi dengan full air conditioned plasma lingkungan kantor tercipta suasana yang nyaman dan memanjakan bagi klien.

Selain itu, kantor dilengkapi dengan fasilitas computer, teknologi yang up to date, ruang meeting yang nyaman, dan dukungan Media Digital serta para Advocate dan staff yang ramah, professional dan energik. Sebagai garda depan dalam pelayanan klien, ruang kantor merupakan wadah interaksi antara lembaga dan klien, sehingga sudah selayaknya estetika penampilan interior ruangan diperhatikan. Karena, ruang yang nyaman dan menarik (eye catching), secara psikologis mampu menciptakan kehangatan dan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya.

Sekilas Profile Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA lahir di Pulau Halang, Kab Bengkalis Riau, 14 Juni 1966. Pengacara handal ini berdarah blasteran Jepang – Chinese dengan marga Nakamura. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada dua bidang sekaligus secara bersamaan, yaitu: S1 Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa Medan tahun 1990 dan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Agung Medan tahun 1990. Sementara Pendidikan S2 berasal dari Pasca Sarjana Ekonomi, Jakarta Institute of Management Studies tahun 1999.

Pendidikan non formal yang diikuti Ali Leonardi N antara lain:
Pendidikan Perbankan tahun 1987
Pendidikan Akuntansi tahun 1983 – 1984
Lokakarya Management Personalia-IPMS tahun 1992
Pelatihan Management Mutu ISO 9000 Series tahun 1997 dan 1998
serta berbagai Seminar Hukum sejak tahun 1985 – sekarang.

Tujuan hidup atau the meaning of life yang dipegang teguh oleh Ali Leonardi N adalah “Tujuan hidup adalah hidup yang punya tujuan agar bermakna dan menjadi berguna untuk orang lain (sosial)”. Sedangkan agar selalu eksis dalam menjalani karier dan profesinya, ia menegaskan perlunya beberapa hal yang harus dikuasai. “Selain kecerdasan akal diperlukan juga kecerdasan emosional dan spiritual, kemampuan beradaptasi, inisiatif, optimisme dan ketangguhan,” ungkapnya.

Ali Leonardi Nakamura mengungkapkan dirinya selalu menerapkan bagaimana berusaha “Merangkul Client menjadi Partner”. Dengan cara dan strategi seperti ini, klien tidak merasa sedang berurusan dengan pengacara secara legal dan formal. Tetapi klien justru berhubungan dengan seorang partner, rekan kerja yang hangat dan ramah sehingga segala problematika yang dihadapinya diutarakan dengan jujur dan menyeluruh, layaknya curhat dengan seorang sahabat. Di dunia kepengacaraan, kejujuran dan keterbukaan klien akan memudahkan pengacara untuk menyusun langkah-langkah pembelaan bagi kliennya.

“Prinsip leadership saya adalah ‘Memanfaatkan kelemahan menjadi kekuatan dengan tidak menjadikan karyawan sebagai Superman tapi menjadi Superteam untuk mencapai tujuan perusahaan’. Adapun visi saya ’Selalu berorientasi pada tujuan akhir terhadap setiap langkah yang dibuat secara optimal dan disiplin, memiliki kendali diri dan sosial. Serta senantiasa belajar dari lingkungan dan selalu ambil hikmahnya atau positif thinking,” tandasnya.

Para Advocate maupun staff yang tergabung di ALI  LEONARDI  N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES adalah Advocate yang mempunyai dedikasi dan keahlian sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Klien dapat berkonsultasi langsung dengan para advocate maupun staff kami serta dapat juga mempergunakan akses yang dimiliki oleh TEAM kami secara proporsional dan professional,” tegasnya.

Berikut ini daftar Associate yang tergabung dalam ALI LEONARDI N., SH, SE, MBA & ASSOCIATES:
Ali  Leonardi  N., S.H., S.E., MBA.
Karle Sitanggang, S.H.
Pramudya Eka Wijaya Tarigan, S.H.
Budi Abdullah, S.Ag., S.H.
Johan, S.H., M.M., M.H.
Erly Marliah, S.H.
Nurafni, S.E.
Hamsan Siregar, S.Pd.
Vera Adrian S., S.H.

Organisasi dan Badan Hukum

Ketua Umum    : Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Sumatera Utara Periode tahun 1997 s/d 2003
Wakil Ketua: Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara Patriot Bela Bangsa (PBB)
Wakil Ketua: Ikatan Alumni Universitas Dharmawangsa (IKADHA) periode 2000-2003 dan periode 2003 s/d sekarang
Ketua Bidang Hukum: Partai Demokrasi Perbaruan DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum : Patriot Bela Bangsa DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum: AR Center Calon Walikota Medan Period ke 2 tahun 2005
Dewan Pakar: Pujakesuma DPD Medan
Ketua Bidang Hukum: Yayasan Rokan Jaya
Pengurus: Lion Clubs Medan Metropolitan periode 2008 – 2009 Charter 3rd Vice President
Ketua Bidang Hukum: Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) cabang Medan
Komisaris Utama: – PT. Kharimantara Indonesia: – PT. Cimeric Indonesia – PT Digital Media Indonesia
Wakil Ketua Medan Lawyers Club periode 2011 – 2015

Pengalaman Penanganan Perkara

Penanganan kasus-kasus PT. Adam Skyconnection Airlines (Adam Air) secara Nasional di  seluruh Cabang di Indonesia)
Kasus PHK massal PT. Cakra Compact (PMA Singapore) – Medan
Kasus PHK massal PT. Healthcare Glovindo (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Fulijaya toothbrush Indonesia (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Baja Utama Wirasta Inti (BUWI Group)  – Medan
Kasus PHK massal PT. Indotechno Multi Industri – Tanjung Morawa
Kasus Narkoba, Graham CP (WN Australia)
Kasus Pemalsuan Merek Tanaka & Precision Tooling, PT. SCM (Jakarta, Manado, Gorontalo, Ngawi, Gombong, Jambi)
Kasus Penikaman di Palladium Plaza – Medan
Kasus Pembunuhan Pengusaha Muda di Capital Building – Medan
Kasus Tanker Terbakar di Sungai Siak dan KM Intan 9 – Pekanbaru
Kasus Palang Merah Perancis  (French Red Cross) di Aceh
Kasus Perceraian BRIAN DW, WN Australia
Kasus Sengketa Tanah CV. Paluh Jaya – Paluh Kurau Hamparan Perak
Kasus Sengketa Tanah dan Rumah,  di Kompleks Jati – Medan
Kasus Trafficking Jaringan International  di Rohir – Bagansiapiapi
Kasus Sengketa Tug Boat WN Singapore

“Saat ini, ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES merupakan Legal Consultant atau Penasehat Hukum Tetap bagi 200 perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Trading, Industri, PMA, PMDN di berbagai daerah, seperti di Pulau Jawa -Jakarta, Tangerang, Sumatera Barat  – Padang, Kepulauan Riau, Pekan Baru – Dumai dan Bagan Batu, Sumatera Utara – Medan, Tanjung Morawa, Binjai, Stabat, Pangkalan Berandan, dan Langkat,” kata Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA seperti email-nya kepada PPBI.

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

No Comments

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia

Mempertahankan Perusahaan Sebagai Kebanggaan Keluarga

Memiliki perusahaan, bagi keluarga adalah sebuah kebanggaan. Selain memberikan kehidupan yang lebih baik, perusahaan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Bagi pemilik usaha, mewariakan perusahaan bagi anak dan cucunya juga menjadi fenomena tersendiri. Karena dengan tetap berjalannya perusahaan, masa depan keluarga terjamin.

”Perusahaan yang didirikan oleh suami ini merupakan kenangan dari suami sekaligus kebanggaan saya. Makanya saya berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keberadaannya. Dahulu pernah beberapa tahun merugi, tetapi saya tetap bertahan. Hingga sekarang, saya melibatkan anak dan cucu saya untuk mengelola perusahaan,” kata Ir. Hj soepariyani santoso Dharmoprodjo, Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia.

Perusahaan yang didirikan oleh sang suami, Ir. Santoso Dharmoprodjo tersebut kemudian berkembang pesat. Dari warkshop pada tahun 1998. kemudian tumbuh besar menjadi pabrik pada tahun 1991. Saat itu, perusahaan yang bergerak di agricultur tersebut baru berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas Produk-produknya.

Sayangnya, sebelum bisa melihat usaha yang dirintisknya berhasil, Ir. Santoso meninggal dunia. Ia meninggalkan Istrinya yang baru saja bergabung di perusahaan sebagai direktur komersil setelah pensiun dari PN Dharma Niaga. sebagai ”pewaris” tunggal PT. Hobson, Nani panggilan akrabnya bukan berdiam diri menagisi nasibnya. kepergian suaminya menjadi pelecut semangat untuk terus mengembangkan perusahaan yang baru saja berdiri tersebut.

”Saya termasuk perempuan beruntung di zaman itu. karena Mas Santoso tidak pernah mengekang saya mengembangkan karier. tahun 1969-an, saya dibebaskan untuk keluar negeri seorang diri. baliau tidak pernah iri kalau karier saya lebih maju. mas Santoso selalu mendorong saya,” kisahnya.

memperoleh dorongan dari almarhum suaminya, Nani semakin bertekad memajukan perusahaan. apalagi tidak beberapa lama, perusahaan mendapat proyek pengembangan Pupuk Mikroba Multi Guna (PPMG) Rhizo-Plus kerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK ( Riset Unggulan Kemitraan) yang dibiayai dengan dana Rp. 2 Miliar. Pembiayaan proyek tersebut meruipakan patungan antara DRN
(Dewan Riset Nasional) dengan PT. Hobson Interbuana Indonesia.

setelah kertjasama tersebut, lanjut Nani, PT. Hobson Interbuana Indonesia semakin berkembang. beberapa penelitian budidaya kerjasama dengan IPB untuk menghasilkan produk pupuk mikroba menunjukkan hasil yang memuaskan. penggunaan pupuk mikroba pada tanaman padi, kedelai, jagung dan lain-lain memberikan gambaran yang menyakinkan tentang masa depan pertanian Indonesia. Tak ayal lagi, pemasaran produk-produk perusahaan pun meningkatkan drastis.

”Sekarang pabrik sudah bagus dan lumayan. apalagi di era sekarang ini, dengan internet dan telepon, banyak orang-orang yang membutuhkan cukup mengangkat telepon saja. pemasaran kami pun sudah mencapai seluruh Indonesia dengan karyawan yang cukup banyak, sebagian besar perempuan. Pokoknya, saya sangat bersyukur, karena kehidupan saya menjadi sangat baik saat ini,” tegasnya.

Perempuan dengan filosofi ”Menebarkan Kasih Sayang Bagi Sesama” ini, menempatkan orang-orang terdekatnya untuk bersama-sama mengelola perusahaan. Mulai anak, menantu hingga cucu yang memiliki kemampuan diajak membantu memajukan perusahaan. ”Salah satunya, adalah cucu dari anak ketiga yang lulusan ITB. Dialah yang memperbaharui mesin-mesin kami sehingga produksi menjadi efektif. kemudian anak pertama menjadi Direktur Keuangan dan dibantu oleh beberapa cucu yang lain,” tuturnya.

Motivasi Kebenaran

Perempuan kelahiran Bojonegoro, 24 Juli 1931 ini mengisahkan bagaimana dirinya mengasah kemampuan. Semenjak lulus dari Teknik Kimia, ia bekerja di Piterschoen & Son, sebuah pabrik cat dari tahun 1961-1967. setelah itu, ia kemudian pindah bekerja disebuah perusahaan BUMN milik Departemen Perdagangan, Dharma Niaga dari tahun 1967 sampai tahun 1988.

”Masuk pertama kali sebagai General Manager dan pensiun sebagai Direktur dan komersial pada tahun 1988. Setelah itu, saya diminta untuk membantu Mas Santoso di perusahaan yang didirikannya, PT. Hobson ini. Dalam menjalankan aktivitas, saya selalu termotivasi bahwa kalau orang lain bisa kenapa saya tidak. selama itu benar, saya pasti akan menjalaninya,” kisah ibu enam anak ini.

Namun, berbeda dengan sang suami yang Workaholic, Nani lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan dirinya. Ia tidak ingin seperti suami yang dicintainya, tidak memikirkan kondisi badannya dalam mengurus pekerjaan. Nani ingat bagaimana suaminya setiap hari hilir mudik antara Jakarta-Puncak untuk mengurus pabrik sehingga mengabaikan kesehatannya sendiri.

”Akibatnya, ketika perusahaan mulai maju, Bapak kesusu meninggal sehingga saya yang meneruskan. Tetapi apapun itu, saya sangat bangga bisa meneruskan apa yang dicita-citakannya. Sehingga seluruh keluarga pada meledek saya sebagai Dirut Hobson. Ini kan sebagai kenang-kenangan dan peninggalan dari Mas Santoso Sehingga harus diteruskan dan dilestarikan. Apalagi, prospek kita juga bagus dan semakin maju terus,” ungkapnya bangga terhadap sang suami yang sama-sama lulusan Teknik Kimia.

Karena sama-sama memiliki latar belakang Teknik Kimia, jelas Nani, suami dan dirinya saling memahami satu sama lain. Mereka berdua setiap saat melakukan diskusi dan sharing mengenai pekerjaan masing-masing. Dari situ, lahirlah ide-ide, kebijakan, pembagian tugas dalam keluarga, strategi perusahaan dan lain-lain.

Sebagai wanita karier, Nani mengajarkan kepada keenam anaknya untuk hidup mandiri. Kepada mereka, ia mengajarkan bahwa kepergiannya keluar rumah adalah bekerja demi kehidupan keluarga sehingga tidak bisa mengurus anak-anaknya dengan sempurna. ”Bahkan, pada saat wisuda anak pertama saya tidak hadir karena harus pergi untuk menandatangani kontrak. Jadi yang datang hanya bapak sama anak kedua saja,” kisah putri kedua dari empat bersaudara pasangan Soeyitno (Alm) dan Hj. Amini Soeyitno ini.

Di sisi lain, ia juga mempunyai seorang suami yang sangat sederhana, tidak konsumtif dan pekerja keras. seperti dituturkan oleh putri keempat yang menyatakan bahwa sang ibu dimanjakan oleh lingkungan. Yakni suami yang sangat mengerti dan toleran atas segala kegiatan-kegiatannya dan anak-anak yang sangat mandiri. Kedua hal tersebut membuat ia berkembang menjadi wanita karier yang profesional tanpa harus terbebani pemikiran keluarga.

”Kami, anak-anaknya semua mandiri dan tidak manja karena sadar kalau ibu bekerja untuk kita. Jadi meskipun tidak mengurusi kita seperti ibu-ibu yang lain, tetapi ibu bekerja untuk kita. Sementara ayah mengajarkan kesederhanaan dan tidak konsumtif, diiringi kerelaan untuk melepas ibu bekerja di luar rumah.

Sekilas PT. Hobson Interbuana Indonesia

Tertantang untuk berkarya serta komitment pada pembangunan bidang pertanian, pertengahan tahun 1988, Bapak Ir. Santoso Dharmoprodjo (Alm) memprakarsai pendirian sebuah usaha. Tujuan pendirian perusahaan tersebut adalah untuk melayani berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan proses pembangunan pertanin.

Bersama 21 industri lainnya, pabrik Zat Pengatur Tumbuh tanaman diresmikan pendiriannya oleh presiden Soeharto pada tanggal 21 Maret 1991 bertempat di pabrik pupuk PT Kujang. Secara histories, pabrik zat pengatur tumbuh tanaman dengan merek Hobsanol merupakan andalan utama usaha.

Namun, dalam perjalanannya seiring dengan kegiatan diversivikasi usaha, dari PT Hobson Interbuana Indonesia kemudian lahir satu produk unggulan lainnya. Produk Pupuk Mikroba Multi Guna (PMMG) dengan brand “ Rhizo-Plus” tersebut merupakan hasil kerjasama kemitraan dengan Balitbio Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK (Riset Unggulan Kemitraan) yang didukung oleh DRN (Dewan Riset Nasional) memiliki performance dan efikasi yang bagus serta memiliki prospek pemasaran yang sangat cerah.

Pada tahun 1997, perusahaan mendapat kepercayaan dari pemerintah/Dirjen Tanaman Pangan untuk mensuplai Rhizo-Plus bagi proyek Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu Pembinaan Tanaman Pangan dan Horlikultura (P2RT-PTPH) di 24 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seluas 273.013 Ha.

Badan Hukum

Oleh para pendirianya, usaha ini diberi badan hukum dengan nama PT Hobson Interbuana Indonesia yang diserahkan oleh notaris Soetomo Ramelan, SH pada tahun 1988. Pada tanggal 26 juli 1988, PT Hobson Interbuana Indonesia mempunyai pengesahan sebagai Badan Hukum berdasarkan keputusan Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Depkeh dengan nomor C2-6182-HT0101

Visi dan Misi PT. Hobson Interbuana Indonesia

Visi
Terbangunnya masyarakat pertanian indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing dan akrab lingkungan sebagai dasar bagi terbangunnya sistem ekonomi kerakyatan

Misi
Meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang akrab lingkungan dan berkelanjutan
Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui pengembangan industri hilir
Mendukung peningkatan daya saing nasional melalui sektor pertanian yang berdimensi kerakyatan dan tanggap terhadap dinamika perubahan
Membangun kehidupan sektor pertanian yang adil, sejahtera dan maju

Produk PT. Hobson Interbuana Indonesia

Prduk awal dari perusahaan adalah ZPT Hobsanol 5 EC dengan keunggulan komparatif dibandingkan produk yang sudah ada. Hobsanol 5 EC adalah zat pengatur tumbuh yang mampu dan efektif menstimulasi pembentukan dan meningkatkan hormone tanaman seperti Auksin, Sitokinin,  Etilin, Giberilin maupun enzim-enzim lainnya. Hobsanol 5 EC bukan hormone, tetapi bila diaplikasikan pada tanaman akan merangsang aktivitas pembentukan hormon alami.

Penggunaan Hobsanol 5 EC terbukti meningkatkan produksi padi 15-31%, kedelai 20-30%, cabai 20%, teh 30-40% dan masih banyak lagi. Dari bahan  aktif Triacontanol, PT Hobson Interbuana Indonesia mengembangkan produk pupuk pelengkap cair ( PPC ) dengan nama Nutrisanol. Produk ini merupakan formula Hobsanol 5 EC yang diencerkan menjadi 10 kali lipat dan diperkaya dengan unsur hara makro nitrogen dan kalium serta unsur mikro Zn dan Ca.

PT. Hobson Interbuana Indonesia telah mampu memproduksi sendiri Zat Pengatur Tumbuh Hobsanol 5EC dngan bahan baku asli indonesia dengan kandungan bahan aktif yang lebih tinggi dari pada bahan ex impor. Dengan demikian, seluruh teknologi produksi Hobsanol 5 EC mulai dari pembuatan bahan aktif, formulasi sampai dengan pengendalian mutu sudah dapat dikuasai sepenuhnya oleh tenaga ahli PT. Hobson Interbuana Indonesia.

PT. Hobson Interbuana Indonesia kemudian mengembangkan Pupuk Mikroba Multiguna Rhizo – Plus. Pupuk mikroba ini merupakan pupuk hayati mengandung beberapa jenis dan strain mikroba unggul, yang efektif bersifat multiguna dan mempunyai adaptasi yang luas. Pupuk mikroba multiguna Rhizo – Plus merupakan pengembangan dari inokulum Rhizobium komersial yang teleh ada, terdiri dari beberapa janis mikroba efektif multiguna asal indonesia dan terpilih hasil seleksi intensif terhadap kemampuannya mengikat N-udara, melarutkan fosfat dari kompleks Ca-Pada dan AI-P, serta toleransinya terhadap kondisi mencekam kemasaman AI dan kekeringan.

Ir. Sanjaya Aryatnie

No Comments

Ir. Sanjaya Aryatnie
Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Sukses Tidak Lahir dari Kebetulan dan Keberuntungan

Setiap kesuksesan yang berhasil diraih seseorang, pasti melahirkan kekaguman bagi orang lain. Kesuksesan akan menginspirasi orang lain untuk mencapai prestasi serupa meskipun dengan cara yang berbeda. Karena sebuah kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja tetapi memerlukan perjuangan dan kesabaran untuk mewujudkannya.

“Kami senantiasa berkomitmen menjunjung tinggi dan meyakini bahwa sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yang matang, kerja keras, keuletan disertai dengan niat baik dan kejujuran,” kata Ir. Sanjaya Aryatnie, Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara.

Komitmen seperti itulah yang menjadikan perusahaan miliknya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara melangkah maju. Perusahaan memperoleh kepercayaan yang luas di kalangan pengusaha dari seluruh Indonesia. Terutama dalam menangani proyek-proyek milik para pengusaha tersebut di Medan, Sumatera Utara. Adapun proyek-proyek yang ditangani EKK Nusantara adalah proyek basement, rumah tinggal, Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah, pabrik/gudang, tower konstruksi baja, jembatan timbang & girder crane, silo dan pekerjaan tanah; cut and fill.

Awal pendirian perusahaan, jelasnya, berlandaskan pengalaman sebagai sarjana Teknik Sipil dari Universitas HKBP Nommensen tahun 1989. Selama enam tahun, ia berpengalaman sebagai pelaksana pemborongan pekerjaan interior dan rumah tinggal di Medan dan sekitarnya. Setelah merasa memiliki bekal yang cukup –ia juga berpengalaman sebagai guru- pada tahun 1996, ia mendirikan PT Erakarya Konstruksi Nusantara. Perusahaan kontraktor ini bergerak di bidang struktur beton, struktur baja dan pemancangan.

“Dengan didukung peralatan kerja dari alat berat berupa excavator, dump truck, derek tadano, mesin pancang hydraulic pressing system serta alat-alat pendukung lainnya, perusahaan mendapat kepercayaan dari kalangan pengusaha. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik ini. Semoga segalanya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan selalu dalam sentuhan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Menjadi Guru

Ir. Sanjaya Aryatnie tidak serta merta memiliki perusahaan kontraktor seperti sekarang ini. Perlu perjuangan dan upaya sungguh-sungguh untuk merintis karier yang membawa kesuksesan seperti sekarang. Berbagai profesi pernah ditekuni oleh pengusaha penganut Buddha yang taat ini.

“Saya berangkat dari bekal menjadi guru. Lalu mencoba joint usaha dengan dua teman kuliah. Tetapi pada pertengahan tahun 1989 saya keluar dan berangkat menuju Jakarta. Tujuan saya untuk bekerja dan menetap di ibukota,” katanya.

Namun, baru beberapa hari di Jakarta salah seorang pemilik rumah meneleponnya. Pemilik rumah tersebut memberikan kesempatan pekerjaan untuk membangun rumahnya di Medan. Padahal saat itu, Sanjaya sudah sampai pada taraf interview di sebuah perusahaan terkenal. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang belakangan menjadi istrinya, ia membatalkan interview dan bertolak ke Medan.

“Dorongan dari calon istri membuat saya tidak ragu kembali ke Medan untuk menemui pemilik rumah tersebut. Hebatnya, beliau tambahkan lima juta lebih besar dari tawaran salah satu kontraktor ternama di Medan, sambil berpesan yang penting rumahnya dikerjakan dengan baik. Ini benar-benar luar biasa dan sungguh merupakan anugrah dari Tuhan yang luar biasa,” kisahnya.

Pada saat memasuki tahap pembangunan rumah tersebut, Sanjaya banyak dikenalkan dengan rekan-rekan bisnis pemilik rumah tersebut. Hal inilah yang menjadi titik terang perjalanan bisnisnya berawal. Satu demi satu rekan bisnisnya mempercayakan pembangunan maupun renovasi rumah tinggal mereka kepada Sanjaya. “Memasuki tahun 1996, mulai ada tawaran membangun gudang maupun perbaikan pabrik-pabrik.  Saya berpikir agar bisa berkembang dengan baik dan lebih dipercaya, maka saya membuka perusahaan dengan nama PT. Erakarya Konstruksi Nusantara,” tegasnya.

Setelah mempunyai wadah sendiri berupa PT Erakarya Konstruksi Nusantara, Sanjaya merasa semuanya berjalan dengan baik.  Agar memperoleh lebih banyak pekerjaan, ia bekerja sama dengan meminta bantuan beberapa pegawai Tatakota Medan yang dikenalnya. Ia meminta informasi mengenai nama dan alamat para pemohon IMB yang masuk ke kantor tersebut. Dari data yang diperolehnya, ia kemudian menghubunginya  satu persatu sehingga semakin banyak job yang diperolehnya.

“Saya juga sempat terpuruk saat krisis moneter 1998. Proyek-proyek menjadi sangat mahal akibat melambungnya harga bahan baku. Sementara saya sudah terlanjur tanda tangan proyek yang saya kerjakan. Memang ada orang yang mau bertoleransi dan mengoreksi anggaran dan menambah biaya bahan bakunya. Tetapi ada juga yang tidak mau dan bahkan memenjarakan saya,” imbuhnya.

Sanjaya mengisahkan bagaimana saat itu dipercaya membangun sebuah pabrik yang terletak di dataran yang sangat rendah. Lahan pembangunan pabrik harus ditimbun setinggi tiga meter lebih yang dikerjakan oleh pihak lain. Namun akibat krisis, penimbunan dihentikan sehingga lokasi yang seharusnya untuk pembangunan pabrik dibiarkan terlantar begitu saja sehingga biaya semakin membengkak.

Apalagi dengan kenaikan bahan baku yang meroket, Sanjaya terpaksa mengajukan koreksi anggaran. Karena dengan biaya yang lama, ia jelas tidak mampu melanjutkan pembangunan pabrik tersebut. Tetapi pemilik pabrik tidak bergeming untuk menambah dana bahkan mengadukan Sanjaya ke Laksus di Gaperta Medan. Pemilik pabrik bahkan meminta dirinya untuk ditahan selama tiga hari. Tidak puas sampai di situ, pemilik pabrik bahkan mengadukannya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Sanjaya dipanggil, diperiksa dan diputuskan untuk menahan dirinya selama 20 hari. Ia kemudian meminta bantuan seorang pemilik pabrik seng kenalannya dan membantunya sehingga tidak ditahan. Pesan dari temannya tersebut adalah ia harus berhati-hati karena pemilik pabrik mengenal dengan baik Kapolri saat itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang dengan baik, beberapa hari kemudian ia mendatangi rumah pemilik pabrik. Ia menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya mohon ditambah, berapapun saya terima. Akan tetapi setelah selesai, jangankan ditambah, malah sisa termin sebesar 5% juga tidak dibayar sampai saat ini. Belajar dari pengalaman pahit ini, banyak sekali hikmahnya dan berlanjut waktu ke waktu pekerjaan terus berdatangan dan berjalan dengan baik, sampai dengan tahun 2009, saya mendirikan satu perusahaan baru yang bergerak khusus dibidang Pondasi yaitu PT Jaya Pondasi Nusantara,” tambahnya.

Pesaing adalah Partner

Setelah berhasil lolos dari hantaman krisis moneter, Ir. Sanjaya Aryatnie sebagai pemilik PT Erakarya Konstruksi Nusantara semakin maju. Meskipun persaingan yang dihadapinya sangat ketat, namun berbekal kemampuan dan strategi yang baik, perusahaan mampu bertahan. Bahkan di era globalisasi sekarang pun, dominasi perusahaan di Medan dan sekitarnya tak tergoyahkan mengalahkan para pesaingnya.

“Pesaing adalah partner kerja kita. Pesaing juga barometer untuk saling koreksi dan sebagai pembanding atas kinerja kita. Yang lebih baik dan menonjol di perusahaan lain, harus kita akui lebih baik. Jangan ada keraguan serta malu mengakuinya, makanya kita harus belajar dan segera menerapkan pola serupa ke perusahaan saya,” kisahnya.

Sanjaya mengungkapkan bagaimana teknik untuk memperkenalkan perusahaan lewat agenda yang pasti. Seperti pada acara menyambut tahun baru, perusahaan selalu mengambil kesempatan. Salah satunya adalah mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru sekaligus profil perusahaan. Di situ juga, ia menyisipkan penawaran kerjasama kepada perusahaan tersebut dengan pertimbangan momen tahun baru universal dan dirayakan oleh semua orang.
Menurut Sanjaya, perusahaan miliknya memiliki visi dan misi yang jelas. Adapun visi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah “Memajukan perusahaan PT Erakarya Konstruksi Nusantara dan menjadikannya sebagai perusahaan yang handal dan dikenal luas sebagai Perusahaan yang jalannya lurus & jujur.” Sedangkan misi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah mendidik tenaga yang handal di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur yang merupakan asset bangsa, serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

Ke depan, Ir. Sanjaya Aryatnie merancang program baik jangka panjang maupun jangka pendek. Program jangka pendek PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah menjalankan semua program yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan program jangka panjang adalah setelah adanya PT. JAYA PONDASI NUSANTARA, diharapkan dapat dilanjutkan dengan Perusahaan pendukung lainnya dibidang readymix lengkap dengan usaha galian C berupa pasir  & stone crusher.

“Saya juga berkeinginan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ready mix lengkap dengan usaha penggalian C berupa pasir dan batu untuk saling mendukung dengan perusahaan yang sudah ada. Saya berharap ke depan, PT Erakarya Konstruksi Nusantara dapat bersaing di pasar yang semakin ketat persaingannya dengan menguasai produk dari hulu sampai ke hilir,” tandasnya.

Hingga puluhan tahun pengabdiannya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara miliknya telah memberikan berbagai penghargaan bagi Ir. Sanjaya Aryatnie. Tahun 2010, perusahaan berhasil meraih penghargaan dengan kategori “Best Construction of The Year” – “International Good Company Award 2010” dari Menkokesra RI DR. HR Agung Laksono dan Menbudpar RI, Ir, Jero Wacik, SE.
“Saya sangat bersyukur meskipun menghadapi berbagai kendala perusahaan tetap bertahan. Sejak pertengahan tahun 2007 harga besi mengalami kenaikan yang luar biasa dan turun, terus naik lagi akhir 2010, kami tetap bertahan. Semua itu tidak lepas dari peran karyawan yang merupakan asset terbesar perusahaan. Karena merekalah ujung tombak bagi tajam atau tumpulnya keberhasilan perusahaan,” katanya.

Sekilas PT Erakarya Konstruksi Nusantara

EKK Nusantara merupakan perusahaan dengan ruang lingkup layanan mulai dari rancang bangun, analisa perhitungan konstruksi, manajemen mutu hingga pelaksanaan proyek.

Untuk mendukung kelancaran keseluruhan pekerjaan, EKK Nusantara memiliki tim kerja mulai dari penyediaan alat-alat berat berupa excavator, mobil crane, bulldozer, mesin pancang hydraulic pressing system, compressor, dan keseluruhan alat pendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi lapangan.

Tim kerja EKK Nusantara merupakan sarjana lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur yang dapat dibanggakan, memiliki wawasan luas dengan manajemen yang handal dan dapat diandalkan sehingga dipercaya oleh banyak perusahaan swasta di Medan Sumatera Utara, untuk menangani pelaksanaan lingkup kerja mulai dari pekerjaan pondasi, basement, konstruksi baja, pekerjaan tangki, jembatan timbang sampai dengan pembuatan grider crane serta sekolah, rumah sakit maupun rumah tinggal.

Kepercayaan pelanggan pada kualitas kerja EKK Nusantara adalah suatu kebanggaan dan sebagai wujud komitmen PT Erakarya Konstruksi Nusantara senantiasa akan melayani pelanggan dengan mempersembahkan proyek konstruksi yang mengacu pada kehandalan faktor kekuatan, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kepekaan terhadap estetika yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, segenap Tim Kerja EKK Nusantara menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik.

Proyek-proyek PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Proyek Basement
Proyek Rumah Tinggal
Proyek Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah
Proyek Pabrik
Proyek Tower Konstruksi Baja
Proyek Jembatan Timbang & Girder Crane
Proyek Silo
Pekerjaan Tanah: Cut & Fill

Company Name : PT Erakarya Konstruksi Nusantara
Office : Jl Kapten Soemarsono No 63  (Kompleks perkantoran Graha Metropolitan) Medan 20124 – Sumut Indonesia
Business Scope: Architecture, Civil Engineering & Construction
Telephone: (061) 77369893 – 77834011
Fascimile: (061) 8462487
Email: sanjaya_ekkn@yahoo.co.id

Sekilas Biodata

Nama        : Ir. Sanjaya Aryatnie
Umur             : 46 tahun
Tanggal lahir  : 21 Agustus 1964
Jenis  kelamin : Laki – laki
Bangsa           : Warga Negara Indonesia
Agama           : Buddha
Tempat tinggal      : Jl. K L Yos Sudarso No. 225 – V Medan 20116 SUMUT

Pendidikan
Tamatan tahun 1976 – SD Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL –  berijazah
Tamatan tahun 1980 – SMP Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL – berijazah
Tamatan tahun 1983 – SMA Katolik BUDI MURNI – berijazah
Tamatan tahun 1988 – S-1 Teknik Sipil – Universitas HKBP NOMMENSEN – berijazah

Pengalaman Kerja
Dari tahun 1981 s/d tahun 1985 – Guru Les SD, SMP & SMA
Dari tahun 1985 s/d tahun 1988 – Mengajar Ahli Bangunan di Bina Siswa Medan &
Asisten Laboratorium Mekanika Tanah Universitas HKBP Nommensen
Dari tahun 1989 s/d tahun 1996 – Kontraktor Interior & Sipil Rumah-rumah tinggal
Dari Tahun 1996 s/d saat ini sebagai Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB

No Comments

Presiden Direktur PT. Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana (perusahaan-perusahaan di bidang pertambangan emas, dan mineral pengikutnya).

Bangga Pada Ketangguhan Perempuan Indonesia

Sebagai seorang perempuan dengan jabatan Presiden Direktur dibeberapa perusahannya, Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB,tetap terlihat bersahaja, ramah dan low profile.

Ketika ditanyakan pendapat mengenai perempuan Indonesia, Maya terlihat sangat antusias dan bersemangat. Menurutnya, banyak sekali perempuan Indonesia yang mempresentasikan dirinya secara sempurna, baik itu berkaitan dengan urusan rumah tangga maupun kariernya.

Saya bangga sebagai perempuan Indonesia, lebih dari itu saya kagum dengan perempuan-perempuan Indonesia, yang mampu melakukan multitasks secara bersamaan, karir dan rumah tangga, tanpa ada yang dikesampingkan.

Walaupun begitu, saya juga kagum dan appreciate terhadap perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan melepas semua atribut yang ada. Itulah pilihan dantujuan hidupnya, mengabdi kepada keluargakata mantan Chairwoman of Srikandi, Association of Indonesian Women in Multinational Marriages ini.

Perempuan kelahiran 9 Juli 1973 ini menyebutkan bahwa perempuan hebat bukanlah berpatokan hanya kepada perempuan yang sukses berkarier. Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya. Contohnya: ibu dan kakak perempuannya, yang merupakan panutan Maya selama ini. Menurut Maya, mereka berdua melambangkan perempuan Indonesia yang ideal, perempuan yang mengerti menempatkan dirinya namun tangguh dalam mengarungi hidup.

Maya berpendapat bahwa ada hal-hal di mana seorang perempuan harus alert. Jangan sampai ketika perempuan berada dalam comfort zone, baik itu di karier maupun rumah tangga, lalu melupakan kewajibannya. Bila memilih menjadi ibu rumah tangga, mereka sebaiknya mengerti bagaimana mengurusi kebutuhan suami dan anak-anaknya, pandai mengaturkeuangan untuk mengamankan keluarga di masa mendatang, dan lain lai yang bersifat domestik” katanya. Sebaliknya, bilamana memilih berkarir, maka serius dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga profesional dalam bekerja dan berpola laku, namun demikian urusan keluarga jangan sampai terlantar, sebaliknya, tetap harus diprioritaskan, jal ini merupakan konsekwensi pilihan untuk berkarir.

Maya sendiri sebenarnya adalah tipe perempuan multitasks yang lebih senang melakukan kegiatan di rumah. Meskipun sebagai pemilik perusahan-perusahaan tersebut di atas, dan juga kedudukan puncak, namun disisi lain, Maya sangat senang dengan kegiatan urusan domestik ini, seperti mendekorasi rumah, memasak, berkebun dan tentunya mengurus keluarga. Juga, bilamana sedang bersantai, Maya menikmati hari hari-harinya dengan berolahraga di rumah(berenang dan fitness) serta membaca dan menonton acara-acara favoritnya, misalnya National Geography (berkaitan dengan kehidupan alam). Bahkan, tidak jarang ia lebih memilih untuk menyelesaikana pekerjaan kantor di rumahnya yang asri di bilangan Cipete. “Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan paling mulia dari seorang perempuan. ungkap ibu dari Muhammad Khalifah Yusuf (8 tahun) ini.

Maya berusaha menyeimbangkan antara karir dan keluarga, dan yang pasti, sisi spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran, Maya biasa sholat tahajud ditengah malam, lalu tidur sejenak dan kemudian bangun pagi untuk shalat subuh, lalumemulai hari dengan berpikir positif. Sedangkan kegiatan mengaji, biasa dilakukan di mobil saat perjalanan menuju kantor. “Sambil menyelam minum air, sambil ke arah kantor, yaaa menimba pahala”, senyumnya lagi.

Maya menikmati semua kegiatan dan aktivitas rutin tersebut setiap harinya, tanpa rasa jenuh, bosan atau lelah. Menurutnya, selalu terdapat hikmah dan value yang dapat dipetik setiap hari dalam kehidupan ini. Meskipun terlihat monoton, rutinitas tersebut selalu memberikan hal-hal baru yang dapat diambil dan dipelajari. “Yaitu nilai positif kehidupan,” katanya penuh rasa syukur.

Seiring dengan membesarnya perusahaan dan banyaknya para konsultan ahli yang dipekerjakan untuk pelaksanaan pekerjaan pertambangan ini, membuat Maya dapat lebih mengatur waktu untuk kegiatan-kegiatan lainnya, baik itu untuk urusan keluarga (yang tetap menjadi prioritas Maya), terlibat dalam organisasi kewanitaan, juga aktif dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Tapi yang jelas, semua itu membuat hidup saya menjadi penuh kebahagian. No more working hard, just working smart. Alangkah meruginya saya bila tidak bisa menikmati keindahan yang telah diberikan oleh Allah itu, dengan kegiatan-kegiatan positif,” tegasnya.

Maya mencontohkan beberapa keindahan anugerah Allah untuk dinikmati. Antara lain, menikmati perkembangan anak yang tumbuh dewasa, menikmati kehidupan keluarga yang bahagia, menikmati semua yang Allah telah berikan kepada Maya. Semua harus dinikmati dengan rasa penuh rasa syukur, salah satu perwujudan rasa syukur itu adalah dengan memaksimalkan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, imbuhnya lagi.

Bahkan ketika nonton TV atau bersama-sama membaca koran di pagi hari dengan keluargapun, merupakan momen indah yang saya syukuri,” kata perempuan yang berlangganan banyak suratkabar dan majalah nasional ini.

Ia juga memiliki koleksi buku berkualitas yang tidak terhitung jumlahnya mengingat minatnya yang beragam. “Saya membiasakan membaca setiap hari untuk menambah ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Perusahaan untuk Kepentingan Masyarakat

Perusahaan-perusahaan Maya yang bergerak di dunia pertambangan ini, melakukan banyak hal bermanfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Seperti pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah sampai listrik dan telepon, kesehatan, pendidikan adalah merupakan program-program yang diaplikasikan kepada pada masyarakat sekitar.

Walaupun stigma perusahaan tambang itu bersifat komersial, namun sisi sosial dan kemanusian adalah salah satu tujuan kami dalam mendirikan perusahaan, jadi tidak profit semata. semaksimal mungkin membuka lapangan pekerjaan dan bagi yang memiliki potensi, di gandeng untuk ikut mengkontribusikan kemampuannya dalam rangka kegiatan pertambangan ini,” kata istri Ir. Andreas Reza, MH ini.

Perusahaan yang dikelola Maya tidak akan memberikan janji-janji kepada masyarakat, namun, Maya berusaha melakukan yang terbaik sepanjang kemampuannya, misalnya membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan, membangun perekenomian swadaya, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan mutu pendidikan. Tujuannya, supaya masyarakat di sekitarnya memproleh perbaikan ekonomi. Selain itu, rakyat juga ikut merasakan benefit-benefit laindengan keberadaan perusahaan yang beroperasi di daerah mereka.

Maya bahkan sangat ingin melihat masyarakat di sekitar perusahaan mampu mandiri. Artinya, mereka tidak hanya sekadar sejahtera tetapi juga menularkan kesejahteraan kepada masyarakat lain. Sedangkan para karyawan perusahaan, diharapkan memberikan kontribusi semaksimal mungkin terhadap perusahaan. Untuk mencapai keberhasilan dalam pekerjaan, Maya tidak ragu-ragu untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menimba ilmu, entah itu melanjutkan sekolah, memberikan training-training, seminar, workshop dan lain-lain. Bahkan Maya berujar bahwa perusahaannya adalah tempat dimana para karyawan diberikan kesempatan untuk menimba ilmu seluas-luasnya, “anggap saja bekerja diperusahaan ini seperti sekolah tapi dibayar, sehingga setiap pekerjaan dianggap sebagai sarana belajar dan mencari ilmu serta pengalaman”.

Apabila suatu ketika karyawan memperoleh tawaran dari perusahaan lain yang lebih menarik di perusahaan Maya, maka Maya dengan lapang dada akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada karyawan tersebut. Maya menganggap bahwa “by nature” manusia akan mencari kehidupan yang lebih baik, yang terpenting disini adalah karyawan tersebut sudah dibekali oleh ilmu, dan pengalaman di perusahaannya sehingga InsyaAllah berguna bagi bagi masa depannya karyawannya nanti.

Apa yang mendasari Maya sehingga ia berpikir demikian? Ternyata jawabannya sederhana, “Semua itu karena didikan orang tua yang lebih banyak memfokuskan pada bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, sesuai dengan doa saya, semoga Ya Allah hambaMu ini menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya”.

Dalam menjalankan bisnisnya, tidak hanya melulu berfokus pada pekerjaan, namun juga norma dan kaidah yang berlaku, menyangkut agama, sosial, organisasi dan kesejahteraan masyarakat banyak sehingga balancedalam melakoni pekerjaan. Kami juga membangun corporate culture yang antara pemilik, manajemen dan karyawan adalah satu kesatuan (unity) dan menerapkan sistem kekeluargaan, hingga bilamana merupakan bagian keluarga, maka semua merasa memiliki perusahaan ini, merasa bahwa I’m a part of the family, sehingga sense of belonging nya tinggi,” ungkapnya.

Maya tidak mengingkari bahwa dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak lepas dari orientasi mendapatkan keuntungan maksimal, meskipun demikian, tetap sesuai dengan cita-citanya yaitu dengan niat baik dan keinginan luhur untuk menyejahterakan masyarakat. Harapan saya, Perusahaan dapat memberikan value yang baik bagi mereka, kalau suami atau istri bekerja, anak-anaknya akan bisa sekolah atau memiliki kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau kita tarik garis lurus, tujuan membangun perusahaan selain mencari profit, tetapi inti dari perusahaan adalah berbuat kebaikan,” kata perempuan yang juga menjadi Presiden Direktur pada PT Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana ini.

Seni Menjalankan Bisnis

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB memang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang mining/pertambangan. Meskipun demikian, semua itu tidak lantas membuatnya ciut dan tidak percaya diri. Justru sebaliknya, Maya merasa tertantang pada bidang pekerjaan yang menurut orang lain “pekerjaan keras dan dunia lelaki” tersebut.

Dengan background sebagai lawyer dan Master di bidang Internasional Bisnis, (MIB) dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia, Maya justru terpacu dan pantang mundurdalam menjalani bisnis pertambangan. Bekerja dan belajar dengan keras serta jatuh bangun dalam mengawali karir merupakan bagian dari perjalanan proses perusahaan pertambangan yang dikelola bersama suaminya yang juga partner bisnisnya.

Dalam pekerjaan suka-duka dan riak-riak pasti ada. Tetapi bukankah suka duka itu seni dalam menjalankan bisnis. That’s the art of doing the business, jadi hadapi, jalani saja. Kenapa saya yang duduk di sini, pasti Allah memiliki tujuan tersendiri karena banyak perempuan hebat lain,” tandas Maya yang juga kadang jadi Penulis dan kontributor independent di beberapa majalah ini.

Namun demikian, latar belakangnya sebagai lawyer justru banyak membantu. Begitu juga dengan International Businessnya, memudahkan Maya untuk berhubungan dengan para pemain perusahaan mining lainnya dan konsultan-konsultan asing dalam memahami seni bisnis dari sudut hukum. “Yang pasti, pada awal pendirian dan menjalani perusahaan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini membutuhkan kerja keras ekstra, baik secara physically, mentally dan tentunya spiritually. Ibaratnya kami ini adalah nahkoda-nya,” katanya.

Dalam menjalankan perusahaan, Maya selalu mempedomani ajaran kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di mana seorang pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fatonah, yang dijabarkan sebagai berikut:

  • Sidiq, kejujuran, kebenaran selalu mendasari perilakunya sebagai Pemimpin

  • Amanah, kepercayaan yang diembannya tidak akan dikhianatinya

  • Tabliq, keterbukaan menjadi cara Maya memimpin sehingga bawahan dapat mengetahui dan memahami kemana arah yang dituju perusahaan ini. Visi dan misi perusahaan selalu dijelaskan kepada seluruh jajaran sehingga mereka mampu mengikuti gerak langkah perusahaannya

  • Fatonah, cerdas, diwujudkan dengan terus menerus belajar, baik formal maupun non formal. Hal ini juga dilakukan terhadap karyawan sehingga mereka selalu meningkat kompetensinya

Sebagai orang berdarah suku Jawa dari garis papanya (H.M. Yusuf, SH, MBA, MH) Maya menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata. Ajaran ini mengharuskan seorang pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh 8 (delapan) anasir alam yaitu api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang dan mega. Memberikan kesejahteraan kepada bawahan seperti sifat tanah sebagai sumber penghidupan, memberi kesejukan seperti sifat mega, berlapang dada seperti lapang/luasnya lautan, memberi arah seperti sifat bintang dan lain-lain. Sementara sang ibu Hj. Emmylia Latifah Yusuf berasal dari Bengkulu, Maya menerapkan filosofi; berani mengekpresikan apa yang menurutnya benar, tidak takut menegakkankebenaran dan pantang menyerah, gigih dan ulet dan selalu ber optimis.

Menjalankan perusahaan pertambangan tidak dapat diibaratkan seperti air mengalir. Sebaliknya, kadang saya bahkan harus menantang aliran arus air itu. Semua saya lakukan mengingat usaha ini menyangkut hajat hidup orang sehingga harus tenang, fokus dan serius,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta ini.

Di tengah ribuan tenaga kerja diperusahaannya yang 97 persen laki-laki, ia menempatkan dirinya menjadi figure seorang ibu yang memberikan keteduhan, namun juga tegas.

Dalam menyelesaikan persoalan, saya berusaha untuk mengajak mereka berdialog dan siap ditemui kapan saja. Everybody is welcome, bicara secara heart to heart,” kata mantan model, koreografer dan juri beberapa kontes modeling ini.

Tidak hanya di kantor, Maya juga menerapkan keterbukaan di lingkungan tempat tinggalnya. Di mana rumahnya terbuka untuk kegiatan sosial,bahkan, salah satu rumahnya digunakan untuk berbagai kegiatan mulai pengajian, Posyandu, PKK hingga rapat RT/RW. Saya yakin rumah itu akan menjadi barokah dengan kegiatan tersebut. Pesan saya, setinggi-tingginya kita mengejar impian dalam dunia bisnis, maka setinggi-tinggi pulalah kita mengejar kebaikan, investasi dunia akherat, katanya mengakhiri perbincangan hangat tersebut.