Tag: SE

Moh Ilham Soeroer, SE, MM

DIREKTUR UTAMA  PT BANK SULTENG  

(Sang Direktur yang Datang Paling Pagi, Pulang Paling Belakang)

 

Moh. Ilham Soeroer,SE,MM dilahirkan di kota Pompanua pada tanggal 7 Mei 1955.   Masa kanak-kanaknya dihabiskannya di tanah kelahirannya yang  diisi dengan ikut membantu orangtuanya dengan menjajakan kue jajanan di sekolah, dan mendampingi ayahnya yang ia panggil Abah berjualan di pasar-pasar disekitar kampungnya yang termasuk dalam jadwal sepekan. Menginjak SLP dia belajar di SMEP Negeri kemudian melanjutkan ke SMEA Negeri di Sengkang.  Setelah itu ia melanjutkan kuliahnya di Akademi Ajun Akuntan di Makasar dan lulus tahun 1978 setelah tertunda selama dua tahun karena tenggelam dalam kegiatan kemahasiswaan sebagai  Sekretaris Dewan Mahasiswa pada tahun 1976-77 dan Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Dewan & Senat Mahasiswa Se Makassar  yang mengantarnya masuk dalam tahanan bersama-sama sejumlah fungsionaris mahasiswa kala itu karena tulisannya dalam editorial bulletin mahasiswa “KREASI” yang diterbitkan oleh Dewan Mahasiswa tempatnya kuliahMerasa kurang akan ilmunya ia melanjutkan kuliah di IKIP Makassar yang hanya sempat dijalani satu tahun, karena Ayahnya memasuki masa  pensiun sehingga ia banting setir masuk ke Akademi Ajun Akuntan untuk kuliah pada sore harinya dan pada pagi harinya ia gunakan untuk bekerja serabutan untuk menutupi biaya kuliahnya. Karena tantangan yang dihadapinya mendorong seorang Ilham Soeroer lebih tekun belajar sambil bekerja bahkan sempat menjadi asisten dosen. Dan hal itu pula yang mengantarnya memperoleh bea siswa dari Dep.Pendidikan RI.dua tahun berturut-turut dengan peringkat akademis no.2 se Kopertis Wilayah VII kala itu. Beberapa tahun kemudian, ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan memasuki Fakulktas Ekonomi di Jakarta hingga lulus pada tahun 1991.  Karena tuntutan pekerjaannya dan daya pikir yang terbuka membuatnya meneruskan kuliahnya di Program S-2 pada Universitas Krisna Dwipayana di Jakarta dan lulus pada tahun 2000.

 

PERJALANAN KARIR

Awal karir Moh. Ilham Soeroer dimulai ketika ia menerima beasiswa dari Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI melalui  Akademi Ajun Akuntan Ujung Pandang selama tiga tahun berturut-turut hingga Ia dapat selesaikan kuliah. Ia diangkat sebagai Asisten Dosen pada tahun 1975, di Makassar .

Kemudian tahun 1978 setelah menamatkan kuliah di Akademi Ajun Akuntan

Ia diminta untuk mengembangkan HRD  Learning center (Human Resource Development) di pabrik kertas, serta  perpustakaan sebagai pusat informasi pendidikan,  dalam waktu yang bersamaan Ia juga ditugaskan oleh Kopertis setempat   sebagai asisten dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar selain dikampusnya sendiri.

Tahun 1979, setahun setelah Ia menamatkan pendidikan di Akademi Ajun Akuntan Ia melamar pekerjaan di bank Indonesia Jakarta, kemudian diterima dan bertugas  di Bank Indonesia Makassar.

Ketika ditanya mengapa tertarik masuk Bank Indonesia, beliau berujar bahwa ia tertarik masuk Bank Indonesia karena melihat pegawainya rapih, dan disiplin waktu karena menurutnya disiplin dan kerapihan adalah suatu ciri keteraturan hidup dan menjadi  suatu tantangan untuk  belajar disiplin dan bekerja secara  produktif.

Karena kerja keras dan niatnya bekerja produktif mengantarnya dapat melewati beberapa jenjang karir di BI, dari tingkat Pegawai Tata Usaha (PTU), Pengawas Bank Yunior, Pengawas Bank Senior hingga akhirnya menjadi  Deputi Pemimpin BI di daerah.  Dalam perjalanan karirnya beliau mengutamakan produktifitas dan kejujuran dan mencoba selalu memegang prinsip dalam bekerja yaitu membiasakan  kebenaran bukan membenarkan kebiasaan selain kejujuran itu sendiri.

Beberapa pelatihan dan kursus telah membekalinya dengan segudang ilmu yang bermanfaat dalam pekerjaannya. Beberapa kursus dan pelatihan itu diantaranya adalah kursus pejabat dan pemberian kredit program BJJ. Pendidikan Pemeriksa dan Analisa Bank, Kursus Penyegaran Audit Bank, Training For Trainers Tingkat Manajer, Bank Analysis & Examination, pelatihan Dasar Perbankan Syariah,   Pelatihan Change Management dan Training Analisa Ekonomi Daerah serta beberapa kursus dan pelatihan lainnya yang berkaitan dengan perbankan.

MASA PENSIUN SANG KAMPIUN

            Posisi terakhir beliau adalah Deputi Pemimpin kemudian saat memasuki masa pensiun tahun 2010 dan dalam perjalanan separo pensiun, beliau dipanggil oleh Gubernur Sulawesi Tengah untuk memimpin Bank Sulteng.

            Kondisi Bank Sulteng pada saat ketika ia baru masuk adalah dalam kondisi yang paling “bontot” diantara 26 BPD lainnya. Selama 42 tahun berdiri, belum banyak dikenal masyarakat karena ketidak mampuan melakukan transformasi untuk mencapai kemajuan, termasuk untuk mengutamakan pelayanan yang prima. Semuanya dirombak sendiri olehnya, setelah mendapat amanah RUPSLB tanggal 24 Februari 2011 untuk melakukan perubahan struktur organisasi yang disesuaikan dengan arah dan target yang akan dicapai, terutama yang tertuang dalam BPD Regional Champion. Dan hal itu dilakukan tanpa mempekerjakan tenaga ahli karena high cost ditambah lagi belum adanya kesatuan pandang dewan komisaris dan direksi. Beliau banyak belajar dengan cara banyak melihat bagaimana mengelola  bank dari orang lain, dari rekaman pengalaman ketika menjadi auditor bank. Beliau bekerja begitu gigihnya dengan menerapkan prinsip datang paling pagi pulang paling akhir. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil dalam waktu kurang lebih 6 bulan, jumlah dana pihak ketiga yang bersumber dari tabungan menanjak melalui “Gerakan Indonesia Menabung” (yang dipompanya melalui Kantor Cabang Utama, Luwuk dan cabang-cabang lainnya), disamping dana – giro pemerintah daerah.

SEKILAS BPD SULTENG

PT. Bank Sulteng awalnya adalah Bank pembangunan Daerah Sulawesi Tengah dengan surat izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. No.D.15.6.1.17 tanggal 27 Januari 1970. Setelah kinerja BPD Sulteng semakin membaik, maka berdasarkan PERDA Tingkat I Sulteng, No.2 Tahun 1999 tanggal 30 Maret 1999, telah dilakukan perubahan badan hukum Bank Pembangunan Daerah dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas. Sejak itu, nama BPD Sulawesi Tengah berganti nama menjadi PT. Bank Sulteng.

Maksud dan pendirian PT.Bank Sulteng adalah untuk mendorong pertumbuhan daerah di segala bidang.Disamping itu, kehadiran PT.Bank Sulteng diharapkan mampu berperan sebagai salah satu alat ekonomi di bidang keuangan/perbankan untuk pengelolaan sumber pendapatan asli daerah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat.

            Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain adalah:

–          Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk produk perbankan seperti giro, deposito, tabungan, dan lain-lain; memberikan kredit; memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah; menempatkan dana pada peminjam atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi, maupun dengan wesel, unjuk, cek dan atau sarana lainnya; menerima pembayaran tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan bank antar pihak ketiga; melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PT. Bank Sulteng berkantor pusat di Jalan Sultan Hasanudin No.20 Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Bank ini memiliki pelayanan yang tersebar diseluruh wilayah Provinsi Sulteng, dari ibukota provinsi. Ibu kota kabupaten dan beberapa kota kecamatan. Hingga akhir tahun 2009, jaringan pelayanan bank terdiri atas: 1 kantor pusat, 1 kantor cabang utama, 7 kantor cabang, 5 kantor cabang pembantu, 6 Kantor cabang kas pelayanan 17 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan 8 kantor payment point pajak.

Pada akhirnya ia berfikir bahwa mengelola suatu bank tidaklah sulit jika ada kemauan dan niat, sehingga pada akhirnya pemikiran dan bank yang dikelolanya dapat diterima oleh masyarakat disana.

Gebrakan awalnya adalah dengan meluncurkan kartu Pegawai negeri sipil elektronik di Palu. Kartu pegawai elektronik itu multi fungsi, seperti untuk transaksi perbankan atau transaksi keuangan seperti layaknya ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Ia menargetkan bisa mendapat sebanyak 3.000 penggunaan kartu pegawai negeri sipil elektronik hingga triwulan pertama 2011. Saat ini sebanyak 2000 dari 7.600 PNS di Sulawesi Tengah telah memiliki kartu pengawas elekteronik.Para PNS tetap bisa menggunakan kartu elektronik itu meski sudah pensiun.

Mengingat kondisi BPD pada waktu itu adalah sebagai Bank yang paling akhir atau bontot.Pada akhirnya beliau mengatakan bahwa mengelola suatu bank tidaklah sulit jika ada kemauan dan niat, sehingga pada akhirnya pemikiran dan bank yang dikelolanya dapat diterima oleh masyarakat disana. Beliau mencoba mengatasi human resources development (SDM) nya melalui rebranding. Beliau melakukan rebranding karena dari sudut pandangnya,  masyarakat Sulawesi Tengah ini belum mempunyai kebanggan terhadap bank-nya sendiri.Beliau melihat adanya pemetaan dan terlihat hambatan yang perlu diperbaiki dengan cara di-rebrain. Program rebranding masyarakat tidak dapat dikerjakan sendiri sehingga ia mengajak pengelola untuk melakukan brain storming untuk mengerjakan proyek rebranding ini. Seluruh pegawai di brain storming dimulai dari dewan direksinya, sehingga ia dapat melihat siapa saja yang setuju akan transformasi terhadap banknya. Ia melihat siapa saja yang tidak sependapat akan menjadi bahan pemikiran sedangkan yang setuju diikutkan pada program rebranding, Oleh karena itu, ketika beliau masuk untuk mengelola Bank Suteng ia tidak bilang bahwa beliaulah yang membangun tetapi hanya mendinamisasikan potensi dan energi sehingga bank itu dapat bergerak lebih dinamis dan lebih cepat.

 

Pemikiran dan Harapan

Menurut Beliau, perbankan yang baik bukan dari jumlah banknya tetapi kantor pelayanannya. Seperti bank daerah sudah saatnya ada holding. Di daerah seperti  Semarang/Pati jarang terdapat bank umum yang ada bank daerah atau BPR.Hal itu bergantung pada penerimaan daerah. Dan bergantung ada orientasi perusahaannya (corporate oriented).

Berkaitan dengan harapannya, menurutnya generasi muda saat ini belum memiliki self-confidence (kepercayaan diri) pada apa yang dikerjakan. Lain halnya dengan orang Jepang jika melakukan sesuatu maka mereka  tekuni seumur hidup. Belum ada komitmen dan loyalitas yang tinggi. Maka, Ilham Soeroer berkesimpulan penting adanya motivasi dari diri sendiri sekaligus menjadi “role model” diiringi pembinaan. Ia melihat pegawai harus memiliki keyakinan  apa yang dikerjakan sehingga menjadi total dalam berfikir, mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan berdo’a dalam menjalankan apapun. Kekurangan dalam diri sendirilah yang membuat kita harusnya lebih termotivasi. Jadi, kekurangan bukanlah menjadi suatu hambatan melainkan tantangan. Dengan adanya kekurangan atau hambatan akan membuat kita bisa berfikir bagaimana cara mengatasi kekurangan atau hambatan tersebut dan tidak pernah merasa takut terhadap sesuatu atau pekerjaan yang baru. Nantinya semua bisa teratasi dengan baik .

            Jika masuk ke sesuatu yang baru pastilah ada masalah atau konflik seperti halnya yang dialami pria kelahiran Pompanua ini. Beliau hanya mempunyai dua pilihan di depan mata saat menapaki karirnya setelah mendapat promosi Deputi Pemimpin, yaitu masuk ke Papua atau ke Palu, Beliau lebih memilih Palu dengan pertimbangan bahwa daerah Palu selain dekat dengan domisili leluhur kakeknya di Morowali, juga dinilainya Palu merupakan kota yang memiliki potensi sumber daya alam namun terbatas sumber daya manusia yang terlatih. Hal itulah yang mendorongnya untuk berperan aktif setelah terpilih sebagai Ketua I ISEI yang membidangi Pengembangan Ekonomi Regional,  Lembaga keuangan  dan Investasi daerah. Dalam suatu kesempatan kordinasi tripartite, Ia bersama-sama ISEI yang sebagiannya adalah akademisi menggagas sekaligus men”drive” diadakan “SULTENG EXPO” yang menjadi ajang promosi dengan mengajak instansi teknis terkait untuk bersinergi mewujudkan event tersebut. Pada awalnya mendapat tantangan karena selama itu promosi lebih cenderung dilaksanakan di Jakarta, sehingga Palu khususnya atau Sulawesi Tengah umumnya kurang banyak dikenal masyarakat luas dan lebih dikenalnya sebagai daerah konflik (Poso, red). Setelah melalui diskusi terbuka, akhirnya terselenggara Sulteng Expo pada tahun 2006 yang dirangkai dengan Seminar Nasional Indonesia Forum dan pelantikan Pengurus ISEI Sulawesi Tengah,  dengan menghadirkan Gubernur Bank Indonesia – Burhanuddin Abdullah. Kehadiran Gubernur Bank Indonesia saat itu selain memecah kesepian Palu dari kunjungan seorang Gubernur BI dalam rentang waktu 28 tahun,  sekaligus upaya meyakinkan kepada masyarakat luas bahwa Palu atau pun Sulawesi Tengah sudah kondisi “aman”.   Dalam menjalani hari-harinya di Bank Indonesia Palu sebelum masuk ke Bank Sulteng beliau bukanlah tipe orang yang suka berkonflik melainkan tipe pekerja yang tangguh menghadapi segala rintangan dan  ulet sehingga tak heran Ia dapat lalui selama tidak kurang dari 5 tahun di bumi Tadulako yang memberinya banyak inspirasi dan kreasi.

Menyinggung peran pemerintah untuk lembaga seperti BPD, berkat adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui Gubernur Sulawesi Tengah (saat itu Bapak HB Paliudju) yang begitu besar sehingga Bank Sulteng dapat keluar dari bank yang tergolong akan menjadi BPR jika tidak dapat memenuhi modal  disetor Rp 100 milyar pada tahun 2007. Harapannya, adalah bagaimana upaya Pengurus Bank  Sulteng berupaya agar  tidak saja dapat di terima di kalangan masyarakat regional Sulteng saja tetapi Bank Sulteng dapat dikenal dan diterima nasional secara luas. Hal itu kemudian, Ia memasuki advetorial – beriklan melalui salahsatu koran nasional yang dikenal banyak dan luas dikalangan investor dan pebisnis. Sayangnya dikalangan Pengurus kok malah dianggap pemborosan, lha marketing kok.  Menurut Ayah 4 orang putra/putri ini, hal yang dapat dilakukan karyawan antara lain, ketika BPD setback, Ia tetap memberikan motivasi kepada pegawai tentang penerapan transformasi yang dilakukan guna mengejar ketertinggalan Bank Sulteng. Bagaimana bisa menghasilkan sesuatu yang banyak dan meluas sehingga dapat dikenal banyak orang, karena mengubah budaya kerja seadanya yg melekat selama  42 tahun bukanlah perkara yang mudah.

Ketika disinggung mengenai kebudayaan di Sulawesi Tengah yang mempengaruhi operasional suatu BPD, Beliau tidak menjelaskan lebih gamblang karena menjaga untuk tidak disalahtafsirkan seperti SARA. Beliau lebih suka menyerahkannya pada masyarakat. Masyarakat saja yang berhak menilainya. Berkat kerja kerasnya yang tak mengenal lelah, dalam kurun waktu 1 tahun beliau sudah bisa mengubah pola pikir internal maupun kebudayaan masyarakat untuk gemar menabung melalui sosialisasi “Gerakan Indonesia Menabung” ke pelosok. Antara lain masyarakat lebih mengenal budaya menabung, kebiasaan yang sifatnya konsumtif menjadi yang produktif, serta merasa bangga mempunyai bank sendiri. Beliau berusaha memberikan panutan dan tidak meremehkan orang-orang di sekitarnya sehingga bisa membawa pembaharuan karena banyak pegawai yang puluhan  tahun bekerja namun belum pernah diberi pelatihan ataupun pendidikan.

            Dalam program pengembangan bank ini tidak ada kepentingan pribadi melainkan lebih dititikberatkan untuk kepentingan Bank Sulteng semata.

 

Ilham Soeroer di mata Keluarga

 

Akan halnya harapan Ia terhadap anak-anaknya, Ia selalu menekankan anak-anaknya agar bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan dan mencintai pekerjaan yang digeluti. Kedisiplinan yang didapat dari kakek dan Ayah-Bundanya juga ditularkan pada keempat orang putranya, walau belum ada yang mengikuti jejaknya bekerja di Bank ataupun masuk di Bank Indonesia. Dengan kita mencintai pekerjaan, maka pekerjaan juga akan mencintai kita, tandas pria yang memiliki saudara sebanyak 9 orang yang hidup dari 12 orang yang dilahirkan ibundanya, yang semuanya menyebar di seluruh Indonesia ini menutup pembicaraan.

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

No Comments

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA
Managing Associate ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES
Advocate – Legal Consultant – Attorney – Solicitor

Menjadi Kantor Advocate Dengan Reputasi Terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia

Berdiri pada tahun 1993, ALI LEONARDI N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES pada awalnya menangani kasus-kasus pidana dan perdata. Seiring perkembangan dunia usaha maupun reformasi hukum, pelayanan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan klien yang sangat majemuk. Sang pendiri, Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA memutuskan, lembaganya harus memposisikan diri dan memperluas serta meningkatkan bidang pelayanan hukum secara maksimal di seluruh Indonesia.

“Kami melayani client kami baik dari segi pemahaman hukum maupun peraturan di Indonesia sekaligus melakukan perlindungan hukum baik dalam bidang bisnis maupun kepentingan hukum lainnya. Kami, ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES bangga menjadi salah satu kantor Advocate dengan reputasi terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia. Di mana kasus-kasus besar yang mendapat perhatian publik di Indonesia selalu ditangani secara professional dan memuaskan,” katanya.

Melalui service dan pendekatan secara personal touch, Ali memberikan kenyamanan dan kerahasiaan klien. Ali senantiasa menjalin kehangatan serta membina hubungan baik dengan klien, sehingga setelah berjalan sekian lama, reputasi dan kepercayaan dari ratusan perusahaan besar dan kecil, baik industri maupun trading berhasil diperoleh.

Klien yang datang ke kantor ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES, disambut dengan tata ruang modern minimalis. Berbagai elemen tradisional diolah hingga menghadirkan estetika yang unik. Ruang kantor tampak elegan dengan komposisi yang simple, namun unik, apik dan bersih. Dilengkapi dengan full air conditioned plasma lingkungan kantor tercipta suasana yang nyaman dan memanjakan bagi klien.

Selain itu, kantor dilengkapi dengan fasilitas computer, teknologi yang up to date, ruang meeting yang nyaman, dan dukungan Media Digital serta para Advocate dan staff yang ramah, professional dan energik. Sebagai garda depan dalam pelayanan klien, ruang kantor merupakan wadah interaksi antara lembaga dan klien, sehingga sudah selayaknya estetika penampilan interior ruangan diperhatikan. Karena, ruang yang nyaman dan menarik (eye catching), secara psikologis mampu menciptakan kehangatan dan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya.

Sekilas Profile Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA lahir di Pulau Halang, Kab Bengkalis Riau, 14 Juni 1966. Pengacara handal ini berdarah blasteran Jepang – Chinese dengan marga Nakamura. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada dua bidang sekaligus secara bersamaan, yaitu: S1 Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa Medan tahun 1990 dan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Agung Medan tahun 1990. Sementara Pendidikan S2 berasal dari Pasca Sarjana Ekonomi, Jakarta Institute of Management Studies tahun 1999.

Pendidikan non formal yang diikuti Ali Leonardi N antara lain:
Pendidikan Perbankan tahun 1987
Pendidikan Akuntansi tahun 1983 – 1984
Lokakarya Management Personalia-IPMS tahun 1992
Pelatihan Management Mutu ISO 9000 Series tahun 1997 dan 1998
serta berbagai Seminar Hukum sejak tahun 1985 – sekarang.

Tujuan hidup atau the meaning of life yang dipegang teguh oleh Ali Leonardi N adalah “Tujuan hidup adalah hidup yang punya tujuan agar bermakna dan menjadi berguna untuk orang lain (sosial)”. Sedangkan agar selalu eksis dalam menjalani karier dan profesinya, ia menegaskan perlunya beberapa hal yang harus dikuasai. “Selain kecerdasan akal diperlukan juga kecerdasan emosional dan spiritual, kemampuan beradaptasi, inisiatif, optimisme dan ketangguhan,” ungkapnya.

Ali Leonardi Nakamura mengungkapkan dirinya selalu menerapkan bagaimana berusaha “Merangkul Client menjadi Partner”. Dengan cara dan strategi seperti ini, klien tidak merasa sedang berurusan dengan pengacara secara legal dan formal. Tetapi klien justru berhubungan dengan seorang partner, rekan kerja yang hangat dan ramah sehingga segala problematika yang dihadapinya diutarakan dengan jujur dan menyeluruh, layaknya curhat dengan seorang sahabat. Di dunia kepengacaraan, kejujuran dan keterbukaan klien akan memudahkan pengacara untuk menyusun langkah-langkah pembelaan bagi kliennya.

“Prinsip leadership saya adalah ‘Memanfaatkan kelemahan menjadi kekuatan dengan tidak menjadikan karyawan sebagai Superman tapi menjadi Superteam untuk mencapai tujuan perusahaan’. Adapun visi saya ’Selalu berorientasi pada tujuan akhir terhadap setiap langkah yang dibuat secara optimal dan disiplin, memiliki kendali diri dan sosial. Serta senantiasa belajar dari lingkungan dan selalu ambil hikmahnya atau positif thinking,” tandasnya.

Para Advocate maupun staff yang tergabung di ALI  LEONARDI  N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES adalah Advocate yang mempunyai dedikasi dan keahlian sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Klien dapat berkonsultasi langsung dengan para advocate maupun staff kami serta dapat juga mempergunakan akses yang dimiliki oleh TEAM kami secara proporsional dan professional,” tegasnya.

Berikut ini daftar Associate yang tergabung dalam ALI LEONARDI N., SH, SE, MBA & ASSOCIATES:
Ali  Leonardi  N., S.H., S.E., MBA.
Karle Sitanggang, S.H.
Pramudya Eka Wijaya Tarigan, S.H.
Budi Abdullah, S.Ag., S.H.
Johan, S.H., M.M., M.H.
Erly Marliah, S.H.
Nurafni, S.E.
Hamsan Siregar, S.Pd.
Vera Adrian S., S.H.

Organisasi dan Badan Hukum

Ketua Umum    : Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Sumatera Utara Periode tahun 1997 s/d 2003
Wakil Ketua: Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara Patriot Bela Bangsa (PBB)
Wakil Ketua: Ikatan Alumni Universitas Dharmawangsa (IKADHA) periode 2000-2003 dan periode 2003 s/d sekarang
Ketua Bidang Hukum: Partai Demokrasi Perbaruan DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum : Patriot Bela Bangsa DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum: AR Center Calon Walikota Medan Period ke 2 tahun 2005
Dewan Pakar: Pujakesuma DPD Medan
Ketua Bidang Hukum: Yayasan Rokan Jaya
Pengurus: Lion Clubs Medan Metropolitan periode 2008 – 2009 Charter 3rd Vice President
Ketua Bidang Hukum: Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) cabang Medan
Komisaris Utama: – PT. Kharimantara Indonesia: – PT. Cimeric Indonesia – PT Digital Media Indonesia
Wakil Ketua Medan Lawyers Club periode 2011 – 2015

Pengalaman Penanganan Perkara

Penanganan kasus-kasus PT. Adam Skyconnection Airlines (Adam Air) secara Nasional di  seluruh Cabang di Indonesia)
Kasus PHK massal PT. Cakra Compact (PMA Singapore) – Medan
Kasus PHK massal PT. Healthcare Glovindo (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Fulijaya toothbrush Indonesia (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Baja Utama Wirasta Inti (BUWI Group)  – Medan
Kasus PHK massal PT. Indotechno Multi Industri – Tanjung Morawa
Kasus Narkoba, Graham CP (WN Australia)
Kasus Pemalsuan Merek Tanaka & Precision Tooling, PT. SCM (Jakarta, Manado, Gorontalo, Ngawi, Gombong, Jambi)
Kasus Penikaman di Palladium Plaza – Medan
Kasus Pembunuhan Pengusaha Muda di Capital Building – Medan
Kasus Tanker Terbakar di Sungai Siak dan KM Intan 9 – Pekanbaru
Kasus Palang Merah Perancis  (French Red Cross) di Aceh
Kasus Perceraian BRIAN DW, WN Australia
Kasus Sengketa Tanah CV. Paluh Jaya – Paluh Kurau Hamparan Perak
Kasus Sengketa Tanah dan Rumah,  di Kompleks Jati – Medan
Kasus Trafficking Jaringan International  di Rohir – Bagansiapiapi
Kasus Sengketa Tug Boat WN Singapore

“Saat ini, ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES merupakan Legal Consultant atau Penasehat Hukum Tetap bagi 200 perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Trading, Industri, PMA, PMDN di berbagai daerah, seperti di Pulau Jawa -Jakarta, Tangerang, Sumatera Barat  – Padang, Kepulauan Riau, Pekan Baru – Dumai dan Bagan Batu, Sumatera Utara – Medan, Tanjung Morawa, Binjai, Stabat, Pangkalan Berandan, dan Langkat,” kata Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA seperti email-nya kepada PPBI.

Sutar, SE, MM

No Comments

Sutar, SE, MM
Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Hidup Penuh Tantangan Menuju Kesuksesan

Setiap orang sadar akan perjuangan dalam hidup. Yakni jalan yang harus ditempuh untuk menuju kesuksesan. Di mana setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk mencapainya. Semua tinggal bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut. Selebihnya, ada kuasa Tuhan yang menentukan sukses tidaknya kehidupan seorang manusia.

“Hidup adalah perjuangan, pekerjaan adalah harapan dan kesuksesan merupakan impian manusia di dunia yang penuh dengan dinamika. Semua manusia mengharapkan kehidupan yang layak, pekerjaan yang mapan serta kesuksesan dalam setiap langkahnya. Tetapi impian tinggal impian. Manusia hanya bisa berharap dan berangan-angan untuk kesuksesan hidup karena Allah SWT telah menentukan jalan hidup setiap manusia,” kata Sutar, SE, MM., Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu.

Nasib setiap manusia, lanjutnya, sudah tertulis dan tersirat dalam garis kehidupan masing-masing. Setiap manusia tinggal menunggu kapan tepatnya waktu kesuksesan berpihak dalam kehidupannya. Dan, pada detik-detik penantian tersebut manusia harus termasuk berusaha untuk menciptakan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Salah satu contoh paling tepat adalah pengalaman hidup Sutar sendiri. Dengan tanpa berhenti berusaha dan bekerja keras, perlahan namun pasti kesuksesan demi kesuksesan diraihnya. Bagaimana tidak, berangkat dari keluarga sederhana dan miskin di kampung halaman, ia berkembang menjadi seorang pendidik yang sukses mengelola tiga buah sekolah.

Perjalanan hidup penuh liku dan perjuangan harus dilalui Sutar sejak kecil. Ia datang ke Jakarta ikut pamannya dengan tujuan melanjutkan sekolah. Di luar jam sekolah, ia membantu pekerjaan sang paman di Yayasan Perguruan Ksatrya. Di yayasan inilah, ia juga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMK Ksatrya.

“Saya awalnya dari nol, datang ke Jakarta ikut paman untuk melanjutkan sekolah. Pagi membantu paman, setelah itu masuk sekolah dan kemudian membantu paman lagi, ikut bekerja di sini. Saya ketemu dengan pengurus, dan sambil bekerja di sini saya bisa menyelesaikan sekolah sampai jenjang S1 dengan biaya sendiri,” tuturnya.

Pendiri yayasan, Prof. DR. RP Soejono sedikit demi sedikit mulai memberikan kepercayaan kepada Sutar. Salah satunya, adalah dengan memberikan dorongan penuh untuk melanjutkan pendidikan S2-nya. Setelah menyelesaikan studi, tugas besar diberikan pendiri yayasan kepadanya, yaitu memimpin yayasan dengan 1400 siswa di dalamnya.

“Ini amanah yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan sampai tahun 2015 dapat berjalan dengan lancar. Semoga program-program yang kami canangkan selama masa kepengurusan kami berjalan dengan baik. Begitu juga dengan rintangan dan halangan semoga mampu kami atasi,” kata pria 35 tahun dengan dua orang anak ini.

Bertahun-tahun berkutat di dunia pendidikan, membuat Sutar merasa memiliki kecocokan. Bahkan, seluruh tantangan yang dihadapi selama menekuninya sudah tumbuh menjadi semacam “roh” dalam hidupnya. Ia berharap dengan terjun di dunia pendidikan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga mengingat latar belakang kehidupan keluarganya. “Kebetulan keluarga kami sangat sederhana sehingga bisa seperti ini menjadi kebanggaan orang tua. Karena kami betul-betul orang tidak mampu di kampung,” ungkap dosen STIE Pertiwi dan STIE Muhammadiyah Jakarta ini.

Sutar menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan sekolah serta yayasan yang sangat dicintainya. Di bawah kepemimpinannya, ia berharap yayasan semakin maju dengan fokus utama pada kesejahteraan guru dan karyawan yang lebih baik. ia sadar betul, kesejahteraan merupakan tonggak utama untuk meningkatkan kemajuan sekolah dan Yayasan Perguruan Ksatrya.

“Bagaimana cara agar guru bisa sejahtera, nanti pelan-pelan akan kami upayakan. Mungkin dengan kenaikan gaji. Kami juga memiliki program jangka panjang untuk perbaikan sarana dan prasarana, yang kami bangun dengan jerih payah kami, keluarga besar Yayasan Perguruan Ksatrya- bersama tim kami sehingga terwujud empat lokal kelas yang representative. Mohon doanya, setelah lebaran ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Peningkatan Mutu SDM

Selama dua tahun memegang jabatan sebagai Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya, Sutar mencoba membenahi kualitas SDM. Ia memulai dari tenaga guru yang mengajar di tiga sekolah di bawah yayasan, SMP Ksatrya, SMA Ksatrya dan SMK Ksatrya. Setidaknya, para staf pengajar terus ditingkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan.

“Ini merupakan hal yang utama dari kegiatan yayasan. Dari segi peningkatan mutu SDM, Bapak dan Ibu guru terus kita pacu. Demikian juga sarana dan prasarana sedikit demi sedikit akan berjalan sesuai dengan keinginan kami serta aturan pemerintah,” ujarnya.

Sutar juga melaksanakan hal serupa terhadap anak didik yang akan menempuh pendidikan pada sekolah-sekolah yang dikelola yayasan. Setelah lolos seleksi, siswa baru akan “digojlok” pada saat liburan semester I. Siswa kelas I akan diajak tour ke daerah dalam rangka observasi siswa baru. Kegiatan yang dilakukan selama tour bukanlah perploncoan melainkan mendidik siswa untuk mandiri.

“Kegiatan di sana banyak, baik yang sosial seperti pasar murah, bakti sosial dan pengobatan masal untuk menunjang kehidupan masyarakat di lokasi tersebut. Itu menjadi ciri khas kami yang unik dan belakangan banyak diikuti oleh sekolah lain,” katanya bangga. Ia juga sangat bangga terkait banyak prestasi yang telah diukir oleh sekolah. “Alhamdulilah prestasinya banyak sekali, apalagi kalau dilihat dari pialanya. Karena dari segi ekskul kita tidak terhitung banyaknya,” imbuhnya.

Prestasi yang ditorehkan, lanjutnya, membuat animo masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang dikelola yayasan sangat tinggi. Bahkan, SMK Ksatrya terbilang sangat maju sehingga harus “menolak” siswa yang mendaftar. Dengan tiga jurusan yang dimiliki –perkantoran, manajemen bisnis dan akuntansi- banyak siswa yang tidak tertampung. “Itupun, ruangan yang tadinya aula terpaksa dialihfungsikan menjadi kelas,” ujarnya.

Dibantu 150 orang staf dan guru, Sutar terus berusaha meningkatkan kemajuan dan kualitas sekolah. Untuk itu, ia mengembangkan budaya kekeluargaan di antara para guru dan staf di lingkungan yayasan. Semua dilandasi dengan tetap mengedepankan moto, Trisila Ksatrya yakni pendidikan, pengajaran dan kekeluargaan. “Ketiga hal itu kita rangkum seperti ungkapan Jawa, makan tidak makan asal ngumpul,” tambahnya.

Untuk menciptakan situasi kekeluargaan yang kondusif, Sutar sebagai ketua yayasan sering “turun ke bawah” untuk melayani para staf dan guru. Ia tidak menjalin hubungan atasan bawahan, tetapi mengembangkan hubungan antara keluarga sendiri. “Mungkin ada bedanya antara kami saat ngumpul, becanda dan lain-lain. pokoknya secara profesional kami bisa membedakannya,” tuturnya.

Sister School

Sebagai ketua yayasan yang mengelola sekolah swasta, Sutar SE, MM sadar betul besarnya persaingan yang dihadapi. Selain menghadapi sekolah negeri yang mendapat fasilitas lengkap dari pemerintah, ia juga bersaing dengan sekolah swasta lain bertaraf internasional. Untuk itu, ia mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen.

“Karena produk kami jasa, ya kami mengutamakan pelayanan kepada konsumen. Makanya kami melayani dengan baik masyarakat sekitar sini yang berurusan dengan kami. Mungkin mulai dari segi tata usahanya, fasilitas dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, demi kemajuan sekolah ia juga mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain. Ia juga menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar sekolah untuk kepentingan “magang” siswa atau praktek kerja lapangan (PKL). Uniknya, setelah lulus banyak siswa praktek yang diterima bekerja di perusahaan tempatnya magang.

“Itu salah satu prestasi juga bagi kami. Karena kami terus berusaha meningkatkan mutu sekolah. Salah satunya kami mengadakan program sister school dengan SMK Negeri 14 dan setiap minggu anak-anak mengikuti pelatihan di BLK milik Depnaker,” terangnya.

Menurut Sutar, sister school merupakan semacam pertukaran pelajar antar sekolah. Salah satu manfaatnya adalah menunjang kekurangan sekolah sekaligus melihat perbandingan kualitas pelajar antar sekolah. Ia mencontohkan, sister school dengan SMKN 14 yang berstandar internasional dan ber-ISO, membuat siswa SMK Ksatrya bisa menggunakan fasilitas sekolah tersebut.

“Antusias sekali pertukaran pelajar seperti itu, karena besar manfaatnya bagi sekolah swasta seperti kami. Karena kami semuanya dikerjakan sendiri, dibiayai sendiri dan kalau pun maju, ya kami maju sendiri. Pokoknya bagaimana kami mengolah sekolah swasta agar tidak ketinggalan. Semua itu harus diawali dari diri sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah juga memberikan perhatian kepada sekolah swasta sehingga tidak terjadi sekolah swasta yang ditutup atau bahkan roboh dimakan usia. Tetapi dengan kerja keras, selama 58 tahun yayasan berhasil mempertahankan sekolah agar tidak gulung tikar. “Kami masih bisa berdiri dengan modal sendiri. Kami membangun tiga lantai dengan dana dari kami sendiri tanpa bantuan dari pemerintah. Kami juga memiliki visi jangka pendek untuk membuat nyaman sekolah ini dengan membangun sarana yang memadai,” tambah ketua yayasan yang membuka pintu selama 24 jam bagi para pengajar ini.

Menyikapi carut marut dunia pendidikan, Sutar menyatakan bahwa dunia pendidikan Indonesia ketinggalan dari negara lain. Bahkan, jika dibandingkan dengan Malaysia yang dahulu banyak mengirimkan pelajar dan mahasiswa ke Indonesia pun, masih jauh tertinggal. Kondisi sekarang justru terbalik, karena pelajar dan mahasiswa Indonesia banyak yang menuntut ilmu ke negara tersebut.

“Pemerintah sebenarnya tidak tahu persis kondisi di lapangan seperti apa dalam membenahi kualitas pendidikan. Hal tersebut diperparah dengan pejabat-pejabat kita yang menetapkan standar kelulusan yang terlihat sangat dipaksakan. Akibatnya, banyak sekolah di Jakarta banyak tidak siap seperti terlihat pada tingkat kelulusan UN yang sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut semakin parah di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, NTT dan lain-lain. Itulah gambaran dunia pendidikan yang diperjuangkan oleh pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Sutar, SE, MM.

Profil Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Terutama dalam menyongsong era globalisasi yang penuh dengan persaingan tak terkecuali dalam pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Yayasan Perguruan Ksatrya telah mempersiapkan diri menjadi wadah yang tepat bagi putra-putri kita untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dalam ilmu pengetahuan umum dan dilengkapi ilmu agama sehingga dapat mencetak generasi muda yang berwawasan global serta unggul dalam IPTEK dan IMTAQ.

Yayasan Perguruan Ksatrya merupakan lembaga pendidikan yang didirikan sejak tahun 19Lima Satu oleh Prof. DR. RP Soejono dkk, hingga kini terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan antara lain dengan membangun gedung tiga lantai dan dua lantai serta dua laboratorium komputer terbaru (P4) dilengkapi sistem jaringan (LAN) dan internet, laboratorium IPA, ruang multimedia, sarana olahraga, perpustakaan serta kegiatan ekstra kurikuler antara lain Paripurna, serba daya, Paskibra, futsal, basket dan lain-lain. Pendidikan agama yang diberikan kepada siswa antara lain baca tulis Al Quran dan sholat berjamaah yang didampingi oleh para guru.

Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu mengelola tiga sekolah, yakni:

SMA Ksatrya
Memiliki dua jurusan IPA dan IPS serta terakreditasi “A”

Visi
Terwujudnya kehidupan yang religius, cerdas dan bermartabat
Misi
1.    Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianutnya sehingga menjadi lebih arif dalam berperilaku
2.    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya
3.    Menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa berani dan mampu menghadapi tantangan

SMK Ksatrya
Memiliki tiga studi keahlian, Perkantoran, Bisnis Manajemen dan Akuntasi, serta terakreditasi “B”
Visi
Menjadikan SMK Ksatrya sebagai wahana layanan pendidikan yang menghasilkan tamatan yang beriman, bertakwa dan professional, berjiwa wira usaha serta berdaya kompetisi global

Misi
1.    Meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan pembelajaran secara efektif dan menyenangkan
2.    Menumbuhkembangkan sikap disiplin dalam belajar
3.    Menumbuhkembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan memiliki tata karma
4.    Menumbuhkembangkan sikap rajin dan konsisten dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut
5.    Meningkatkan daya saing yang berwawasan kecakapan hidup

SMP Ksatrya
Visi
Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan takwa

Misi
1.    Menciptakan generasi muda yang berbakat dan berakhlak mulia
2.    Meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar
3.    Mengembangkan potensi siswa yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan

Fasilitas dan Sarana Pendidikan
1.    Sarana praktek ibadah (mushola)
2.    Gedung sekolah tiga lantai milik sendiri
3.    Lapangan dan fasiltias olahraga yang lengkap
4.    Staf pengajar yang profesional di bidangnya
5.    Perpustakaan
6.    Laboratorium komputer terbaru (P4) dan full AC serta dilengkapi dengan LAN dan internet
7.    Laboratorium bahasa
8.    Tempat parkir luas
9.    Koperasi
10.    Kantin

Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC

No Comments

Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC
Director Asia Africa University of Berkley, USA
Duta Besar Pendidikan Internasional/Ambassador International Education
kata anak didiknya dari puluhan Kedutaan di Jakarta mulai dari Duta Besar, istri, keluarga dan Diplomatics yg terus menerus menimba ilmu dari beliau
Duta Besar Pendidikan Internasional merupakan julukan bagi profil pendidik Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC. Peraih gelar enam Doktor (S3) dari universitas dalam dan luar negeri ini telah mendidik keluarga Duta Besar dari berbagai negara, antara lain dari Kedutaan Besar UAE, Libya, Afghanistan, Afrika Selatan, Congo, Qatar, Nigeria, Sudan, Serbia, Laos dan Mozambique.
Julukan International Ambassador Education tersebut diberikan oleh anak didiknya yang melihat kemampuan hebat dalam diri Prof. Liartha, panggilan akrab ‘Sora Surulo’ ini. Hingga saat ini, kemampuan Prof. Liarfha dalam bidang pendidikan belum ada saingannya. Hanya Prof. Liartha seorang yang memiliki lisensi untuk menyelenggarakan pendidikan bergengsi di tingkat Asia – Afrika dan Eropa, melalui lembaga yang dikelolanya. Prof. Liartha menjabat sebagai Director Asia Africa University of Berkley, USA dan bekerja sebagai Dosen Jarak – Jauh University of London, UK.lihat di websidenya americanuniversity.org.uk click faculty namanya ada di hal.4 sejajar dengan Dosen Dunia dari berbagai manca negara Eropah,Africa,Asia, dan America
Seluruh gelar dikeluarkan dari University of Berkley, USA dan dapat dilegalisir di Kedutaan Amerika termasuk transkrip nilainya dengan biaya US$30 per satu copy kemudian juga dilegalisir di Deparlu. Ini merupakan persyaratan yang diperlukan oleh para corps diplomatic dari kedutaan, sehingga membanjiri LMII untuk mendapatkan gelar internasional tersebut. Kini sedang kuliah di LMII counselor Kedutaan Sudan, Second Secretary Kedutaan Libya, famili dari Kedutaan Iraq, Marocco, Admin. Staff UNICEF, putri Duta Besar Ambassador Afrika Selatan beserta Second Secretary-nya, Pengusaha UAE, putra Kedutaan Uzbekistan, famili Kedutaan Serbia, Second Secretary Kedutaan Afghanistan, staf Kedutaan Cambodia, Duta Besar Timor Leste dan Presenter Indosiar TV.

Menurut Prof. Liartha, alumni LMII yang telah menyelesaikan kuliah PhD yaitu Duta Besar UAE (telah kembali ke Dubai), Nyonya Duta Besar Libya beserta putrinya yang telah kembali ke Libya. Peserta mayoritas lainnya berasal dari Keluarga India dan Chinese, karena mereka sadar pentingnya ilmu dengan pengetahuan berbahasa Inggris memonopoli dunia bisnis dimanapun berada.
Sejarah singkat pendidikan Prof. Liartha adalah sebagai berikut:
Dalam negeri: Meraih gelar SE (S1) dari FE USU Medan, gelar MSi (S2) dari UI dan gelar DR (S3) dari Unpad.
Luar negeri:
1. Lulus BSc (1988), MSc (1990) dan PhD (1993) dari Kennedy Western University
2. Lulus PhD dari Pacific Western University USA 1997
3. Lulus DBA dari LA SALLE UNIVERSITY 1998
4. Lulus EdD (DOCTOR PENDIDIKAN) dari Trinity College & University 1999
5. Lulus PhD dari Univresity of Berkley  2000
6. Lulus S3/DR Unpad Bandung 2009  22/11/2009
Pekerjaan Prof. Liartha -sewaktu mengambil kuliah di luar negeri adalah dengan belajar sistem jarak jauh melalui internet- adalah Director Asia Africa University of Berkley, USA, (website: www.berkley-u.edu) dan Dosen Jarak Jauh University of London, UK ONDON, UK (website www.americanuniversity.org.uk). Oleh karena itu, hingga sekarang pun internet tidak pernah lepas dari kehidupannya dan beliau melayani yg berminat pendidikan internasdional 24 jam di internetnya lmii@indo.net.id.
Terpaku Aturan Kependidikan Nasional
Terhadap dunia pendidikan di Indonesia sekarang, Prof. Liartha merasa prihatin dengan peringkat mutu pendidikan di tanah air, yang hingga kini masih dalam peringkat terbawah di antara 10 negara Asia, dan sangat menganjurkan setiap pihak yang mempunyai talenta agar meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Buktinya jelas dan sederhana tidak ada satupun professor Indonesia bekerja di luar negeri sebagai Guru Besar. Bukti lainnya adalah tidak ada satupun tenaga sarjana Indonesia bekerja di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, World Bank, Unicef Pusat dan lembaga internasional lainnya.
“Penyebabnya, kita kurang dalam manajemen bahasa Inggris, yang ada manajemen Sunda, Jawa dan lain-lain. Karena dosen di Indonesia sendiri tidak memperdalam pengetahuan internasional dan terpaku pada aturan kependidikan nasional. Jadi biasa saja kalau seorang dosen itu memarahi mahasiswa-mahasiswanya. Ini kalau di universitas luar negeri tidak terjadi,” katanya.
Sementara di luar negeri, jelas Prof. Liartha, dosen atau guru besar tidak pernah memarahi mahasiswa. Mereka dengan senang hati menawarkan bantuan bagi mahasiswa yang bermasalah. Situasi proses belajar mengajar pun sangat kondusif dengan sarana dan prasana lengkap. “Bahkan suara angin pun tidak terdengar,” imbuh ayah lima anak dan sebelas cucu ini.
Begitu juga dengan minimnya professional asal Indonesia yang bekerja di badan-badan elit dunia. Menurut Prof. Liartha, untuk bekerja di sana yang diperlukan adalah pengetahuan mumpuni dan bukan nama besar. Bahkan rekomendasi Presiden SBY pun tidak berlaku agar bisa masuk ke sana meskipun Indonesia memiliki jatah perwakilan. Semua semata-mata karena kemampuan masing-masing personel dalam menghadapi tugas yang berat.
“Karena kemampuan tidak ada, mau bagaimana lagi. Penyebabnya bukan hanya dari pemerintah, tetapi masyarakat juga berperan. Gaji dosen di sini tidak cukup untuk hidup karena dalam satu minggu sudah habis, tetapi di luar negeri bisa untuk hidup layak. Makanya saya tidak pernah berhenti mengambil PhD dari luar negeri, karena saya bisa menimba ilmu,”  katanya.
Untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia, Prof. Liartha mengusulkan agar pemerintah memberikan kesejahteraan bagi para dosen dan tenaga pendidik lainnya. Setelah kesejahteran terpenuhi, dosen harus diajarkan untuk hidup disiplin. Dengan memiliki dosen yang penuh disiplin, otomatis para mahasiswa akan mengikuti menerapkan pola hidup yang disiplin. Jangan sampai, kedisiplinan dilanggar karena dosen lebih mementingkan kebutuhan hidup keluarga.
“Mengubah pendidikan di Indonesia harus melalui penguasaan bahasa Inggris yang diperdalam. Intinya manajemen bahasa Inggris yang harus dilakukan karena itu sangat penting. Apalagi kalau sudah S1, orang harus memperdalam manajemen bahasa Inggris untuk menyamai mutu pendidikan di luar negeri. Ide saya, pimpinan pendidikan harus benahi diri dengan sering ke luar negeri untuk studi banding dan kalau perlu training di luar negeri. Dulu pendidikan Malaysia di bawah kita, sekarang mereka unggul,” ujarnya.
PT KEMSIS INTERNATIONAL
Pada era globalisasi sekarang ini, organisasi, swasta dan publik, dihadapkan pada tantangan pelik untuk mampu bertahan dan berkembang. Faktor internal dan eksternal yang tidak dapat terprediksi, perilaku pasar bebas, globalisasi dan cepatnya laju perkembangan teknologi dan informasi yang tidak diimbangi dengan pembenahan organisasi secara seimbang turut mempengaruhi kinerja, dan mengarah pada kegagalan organisasi.
Oleh karena itu, KEMSIS INTERNATIONAL hadir untuk menawarkan solusi melalui program pengembangan individu untuk penyegaran pengetahuan, informasi dan keterampilan dalam mengatasi berbagai masalah yang dikemas dengan metoda yang beragam, up to date dan ekonomis. Para pelatih terdiri dari profesional puncak dan berpengalaman di bidangnya. Dikemas dalam kombinasi akademik dan praktis, beragam topik yang ditawarkan tersedia dalam bentuk workshop dan in house training, atau secara tailor made sesuai kebutuhan organisasi anda. Dengan tag line “we empower people to empower their businesses” kami mengundang anda untuk mengikuti pelatihan yang tersedia dalam katalog pelatihan.
Misi Kemsis International
Menyediakan pelatihan yang tepat dalam rangka pemberdayaan pelaku bisnis untuk memberdayakan bisnis mereka dalam iklim globalisasi yang sangat kompetitif.
Kemsis International bekerjasama dengan University of Berkley, Michigan (Accredited by NEPFEW Inc. Delaware, USA), dalam menyediakan topik, materi, dan pembicara dalam penyelenggaraan pelatihan, workshop dan seminar. Sertifikat yang diberikan kepada peserta memuat logo kedua lembaga pelatihan dan ditandatangani bersama kedua lembaga.
Layanan Kemsis International
1. Regular Training
Pelatihan terjadual yang disediakan oleh Kemsis International. Dari topik yang tersedia, peminat dapat memilih topik yang dirasa dapat melengkapi atau memperbarui pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya saat ini. Tersedianya frekuensi jadual tiap topik yang lebih dari satu kali dalam setahun, memudahkan peminat untuk menyesuaikan waktunya untuk mengikuti pelatihan.

2. In House Training
Apabila diinginkan, pelatihan dapat diselenggarakan di tempat perusahaan yang membutuhkan, dan Kemsis International akan mengirimkan pelatih yang diperlukan. Materi pelatihan dapat dipilih dari topik yang ada dalam katalog tahunan, atau paket pelatihan tailor made sesuai kebutuhan perusahaan.
3. Marketing Research
Melalui layanan ini akan diperoleh informasi yang relevan, akurat, terpercaya, handal dan mutakhir yang diperlukan pihak manajemen. Keputusan yang baik adalah keputusan yang tidak selalu didasarkan atas perasaan dan intuisi atau dugaan semata, tapi yang didasarkan atas informasi yang diperoleh melalui marketing research.

4. Management Research
Penelitian manajemen dapat digunakan untuk mendiagnosa permasalahan kesenjangan yang ada (mapping) untuk kemudian ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan (treatment). Kemsis International mampu menemukan solusi memecahkan masalah yang dihadapi.
5. Management Consultancy
Layanan ini memusatkan perhatian pada pemberian bantuan, baik temporer maupun permanen, pada suatu organisasi, terutama melalui analisis masalah bisnis yang sedang dihadapi, dan pengembangan rencana strategis untuk peningkatan kinerja.
6. Seminars dan Workshops
Seminars dan workshops akan diselenggarakan secara periodik dengan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan kepakaran yang sudah teruji.
PENDIRI PT Kemsis International
DR. Marihot Siahaan, MA, Direktur Utama
Menyelesaikan strata-1 dari Jurusan Bahasa Inggris, IKIP Jakarta pada tahun 1981, Siahaan memenangkan beasiswa yang ditawarkan USAID dan menyelesaikan strata-2 pada tahun 1989 dari School of Journalism,  University of Iowa, USA. Selama belajar di Iowa, dia mendapatkan penghargaan dari universitas tersebut bidang karir masa depan sebagai jurnalis. Pada tahun yang sama dia mengikuti pelatihan manajemen bagi para manajer, yang dilaksanakan oleh American Management Association di New York. Siahaan mengikuti program Doktor dalam bidang manajemen di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2005 dan memperoleh gelar Doktor pada tahun 2009.
Prof. DR. Liarta Kembaren, MS., MBA. PhD. DBA., Komisaris
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, Medan pada tahun 1969. Dia melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Magister Sains pada tahun 1998. Saat ini sedang menyelesaikan progroram doktor dan dijadualkan untuk mempertahankan disertasinya di Universitas Pejajaran Bandung. Kembaren memperoleh gelar MBA dari Kennedy-Western, Idaho, USA pada tahun 1988, dan melanjutkan ke program doktoral pada institusi yang sama dan memperoleh gelar PhD pada tahun 1990. Dia juga memperoleh gelar PhD dari Pacific Western University, dan DBA dari LaSalle University, Mendeville, Lousiana, USA pada tahun 1998.
Berbagai pelatihan telah diikuti, diantaranya adalah: Pelatihan Manajemen Marketing di Universitas Indonesia pada tahun 1978, Pelatihan lanjut tentang Persiapan Studi Kelayakan Industri oleh UNINDO/UNDP dan Departemen Perindustrian RI di Jakarta pada tahun 1985, Pelatihan Persiapan Penyusunan Proposal Bank oleh UNINDO/UNDP dan Departemen Perindustrian RI di Jakarta pada tahun 1995, Program orientasi praktek kerja untuk Promosi Ivestasi dari Negara-negara Berkembang, UNINDO/IPS di Tokyo pada tahun 1996, Program Proses Produksi dan Pemasaran Udang, oleh The Pragma Corporation di Tampa, Florida, California pada tahun 1989, Strategi Pengembangan Keterampilan Presentasi yang Efektif, oleh AMA New York, 1996.
Dia bergabung dengan sejumlah komunitas profesional seperti American Association of University Professor (AAUP) Washington DC, USA, American Management Association (AMA) NY, USA, American Marketing Association (AMA), Chichago, USA, The Peter Drucker Foundation, New York, USA, dan The International Who’s Who Professional, North Carolina, USA.
Liartha mengawali karirnya sebagai karyawan perusahaan swasta di Medan. Pada tahun 1970-1973 dia menjabat sebagai Wakil Manager Marketing, William & Jacks Co, Singapore. Dia kemudian bergabung dengan perusahaan swasta asing dan bekerja dengan Dorma Far East Pte., Singapore dan The American Consultant League, Maryland, USA.
Selama tahun 1990-1991 dia menjadi Direktur Akademi Perbankan, Universitas Kristen Indonesia, dan Direktur Kennedy-Western University untuk wilayah Asia sejak tahun 1990-2000. Sejak tahun 2000, dia ditunjuk menjadi Direktur Penerimaan Mahasiswa Timur Jauh oleh University of Berkley, Michigan, USA hingga saat ini. Dia juga menjadi Direktur STIE LMII Medan sejak tahun 1999 hingga sekarang, dan juga sebagai staf pengajar internasional pada American University, London UK; The Trinity College & University, Spain, dan USA; dan Wesleyan-University, Manilla, Philippines.
langsung dari Berkeley. Misalnya kursus leadership, bisa langsung transfer ke MBA. Dengan jam pelajaran yang singkat selama dua hari dari jam sembilan – dua belas. Atau kalau satu hari bisa dari jam sembilan sampai jam empat,” jelas Prof. DR. Liartha S. Kembaren, SE, SH, MSi (UI), LLM, PhD, DBA, EdD, DR/S3 Unpad CPC.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. IDENTITAS PRIBADI
1. Nama                                            : Liartha Sembiring Kembaren
2. NPM  Program DR/S3-Unpad           : L3G 00813
3. Tempat/Tanggal Lahir                   : Medan , 10 Oktober 1936
4. Pekerjaan                                     :
A. Pengelola  Sekolah Swasta
·        STIE LMII Medan Gol.Lektor, Dosen Kopertis
·        LMII yang mewakili Universitas Swasta Luar Negeri

B. Dosen Internasional/distance Learning
·        University of Berkley, Michigan USA
·        The American University of London, UK, www.americanuniversity.org.uk
·        Kennedy Western (Warren National) University, Wyoming, USA
·        Trinity College & University Europe & USA, Wesleyan University-Philippines, Manila
5. Alamat R u m a h :
5.1 Bandung: Jl. Bangkalan I No. 1 Antapani 2, Telp. 022-7206097 email: lmiibdg@rad.net.id
5.2. Jakarta Jl.Raden SalehNo.9 Rt 001/06 Karang  Mulia, Kec.Ciledug Kodya TENAGA 15157 Telp.021-5850083 Fax 021-5850084                                                                      Email : lmii@indo.net.id
5.3 Medan Jl.Sei Padang 127 Telp.061-8212883/8211946/081376443623/ 081361999827
Kantor Bandung : LMII Bandung GRaha Bumi Putra Lt 6 Jl.Asia Afrika 141-147
Telp.022-4241403-4/08122422459ReniSecr.Email:lmiibdg@rad.net.id
Jakarta : LMII/Univ of Berkley, Metroplitan 1, 14th Fl, Jl.Sudirman Kav.29,Jkta12920 Ph 021-5711602 Fax 2522129 Email: lmii@indo.net.id HP:081932981418 Monica Secr. Webside : www.indo.net.id/lmii
6. Nama orangtua    : Ibu Rulih Barus (+), Bapak Terem .Kembaren (+)
7. Nama Istri           : Kata Ersada br Bangun
8. Pekerjaan           : Ibu Rumah Tangga
9. Jumlah Anak       : 5 Orang dua putra tiga perempuan
10. Jumlah Cucu      : Sebelas Orang
Dari anak Pertama Sri Idawathie Milcha SE/Ir Ramon Daandael Nugroho MSc
1.Cucu Oblivia Amenta Daandel Kls.2 SMA
Dari anak ke 2 Irwantha Kembaren MBA/Rose Lina br Sitepu BSc. 3 cucu :
2. Ncky Launa Kembaren TK kls O di Mdn
3. Natalia Kembaren Kls 5 SD di USA
4. Michael A. Kembaren Kls 3 SMP di USA
Dari anak ke 3 Drs. Robert Kembaren/Aning Dmiyati br Bangun – 2 cucu
5.Edigya Aditya Kembaren Semster 3 Universitas BINUS Jurusan Animasi
6. Ruth Rasita Kembaren Kls 2 SMU
Dari Anak ke 4 :Lidyana Kembaren SE/Alex Bintana Bukir SH – 2 cucu:
7.Steven Aldi Bukit kls 5 SD di Medan
8.Grace Lidwina Rubberencia br Bukit TK kld O di Medan
Dari anak ke 5 : Linda Magdalena Kembaren SE/Ir. Edi Suranta Tarigan 3 cucu
9.Hiskia Alexis Kelianta Tarigan SMU Kls1
10. Tania Felecia br Tarigan Kls.3 SD
11.Steveni Irenta br Targian Kls.O TK
II. Riwayat Pendidikan:
·        Dalam Negeri Formal
1). SR Tiga Jumpa Kec.Barus Jahe Kab.karo Sumatera Utara  Lulus Kls 6 SR
2). SMA Masehi 3 Thn di Kabanjahe Lulus kls 3 SMP BAG.B lulus 15/7/1957
3). SMA Yay Perguruan Deli M e d a n Lulus SMA C lulus 12/7/1963
4). Fakultas Ekonomi UISU Medan Lulus DRS lulus 31/10/1969 lulus persamaan Negeri  23/2/1971
5).Fakultas Hukum Universitas Jakarta , Lulus SH 28/5/08 , Skripsi “Eksistensi UU No23 thn.1997 Dalam Pelindungan Lingkungan Hidup, IPK 3,15 Kredit Diperoleh 149 SKS
6). Pasca Sarjana (S2)Sospol Universitas Indonesia Lulus Master – MSi (1996-1998)
7).Pasca Sarjana (S3) Ilmu Sosial Politik Konsentrasi Pemerintahan Universitas Pajajaran Bandung ,   Lulus 23 Nopember 2009
* Luar Negeri kuliah dengan system jarak jauh by internet:
1. Lulus BSc in  Business Admin. dari Kennedy University , Idaho USA (1983-1988)
2. Lulus Program MSc in Int’l Business Administration  dari sda 1988 – 1990
3. LULUS MASTER OF LAWS (LLM) DARI TRINITY COLLEGE AND UNIVESITY  DARI MALAGA SPAIN dengan Thesis “Laws, Legal & Ethics in Business” GPA 4
4. Lulus P.hD in Int’l Business Admin. June 1993 dari Kennedy diatas
5. Lulus (DBA) in Business Admin Cum Laude LaSalle University in 1998 telah disetarakan
6.Lulus P.hD in Busine Adm. PACIFIC WESTERN UNIVERSITY in 1997
7. Lulus EdD –Doctor of Philosophy in Education TRINITY COLLEGE and         UNIVERSITY 31/5/2001 (Semua degree Doctor dpt disetarakan ke Strata S-3 Negeri)
8.Lulus PhD in Business Administration University of Berkley,USA 2000
Non Formal:
1, Training Marketing Management University Indonesia di UI 30/1 – 27/2-1978
2. Advanced Training Course in Preparation of Industrial Feasibility Studies conducted by UNIDO/UNDP & Ministry of Industry Indonesia , Jakarta  April 08-15, 1985
3.Training  workshop on the preparation of Bankable proposal, conducted  by
UNIDO/UNDP & Ministry of Industry Indonesia Jakarta 3/11/1995
4. On the Job Orientation Programme for Investment Promotion Official from      Developing Countries at UNIDO IPS TOKYO JAPAN October 1 to  Dec.11,1996
5. The Shrimp Processing & Marketing Program, conducted by The Pragma  Corporation At Tampa Florida and Long Beach , California 10-17 February 1989 under a WorldBank Project representing Indonesia with 7 other mission from other 7 countries
6. Strategies for Developing Effective Presentation Skills, conducted  by AMA, Headquoter, New York , July 01-15, 1996
7. Attended a distance learning course for CPC (Certified Professional Consultant) conducted  by The American Consultant League, The Consultant Institute, Maryland , 21851 Ameica, January 5, 1998.
8. Member of  AAUP (American Association of University Professors) Washington DC , Ameica
9. Member of AMA (American  Management Association) NY, America
10.Membe of  AMA (American Marketing Management), Chicago , America
11.Member of The Peter Drucker Foundation, New York , America
12.Member of The  International Who’s Who Professional North Caroline, America
13. Member of Asia Men & Women of Achievement, India
III. RIWAYAT PEKERJAAN
1.    Executive Staff Kredit Bank Lokal Medan “Bank Kerajinan Pejuang Kemerdekaan NV 1957-1963
2.    Kepala Bagian Import Export PT Gadjah Ruku Medan 1963-1970
3.    Executive Staff Harrisons & Crosfield Ltd in Technical Trading Department –perusahaan Inggris 1970-1973
4.    Ass.Sales Manager William Jacks & Co ., Singapore 1973-1976
5.    Senior Marketing Executive PT Irosteel Works, Jakarta under 2 experts expatriate from UK and India 1977-1980
6.    Regional Sales Manager DORMA DOOR CLOSER PTE LTD, Singapore stay in           Singapore from January 1982-Dec.1984
7.    National Expet UNIDO-UNDP Project in Jakarta 1984-1987
8.    Project Officer  DPE/ESB a World Bank Funding Project under Minister  of Trade          Indonesia 1987-1989
9.    Diretor of  The American Consultant League , Maryland , America
10.    Direktur Akademi Pebankan UKI Cawang,  Jakarta 1990-1996
11.    Direktur Asia Kennedy-Wester University, Boise, Idaho, Ameika           membawahi 10 Negara Asia untuk program distance learning 1990-2000
12.    Far Eastern Adminissions Director University of Berkley, Michigan, America membawahi Negara Negara Asia, Africa dna Eropa untuk program-program  Bachelor-Master-PhD dan DR Hon dengan distance leraning mulai tahun 2000 sd sekarang
13.    Ketua STIE LMII Medan tahun 1999 sampai sekarang
14.    Director Asia for International Programs Wesleyan University Philippines Manila 2000 – sekarang
15.    International Faculty Member/Dosen jarak jauh dari lima (5) Universitas             Internasional) sampai  sekarang untuk:
15.1. University of Berkley , Michigan USA
2. Kennedy-estern(Warren National) University , Wyoming USA
3. The American University of London UK, website www.americanuniversity.org.uk
4. Trinity College & Univesity Eropa dan USA
5. Wesleyan University-Philippines, Manila
MENUNTUT ILMU INTERNATIONAL DARI BACHELOR SAMPAI DOKTORAL TEMPATNYA ADALAH KEPADA BELIAU, BAHKAN PARA VIP/CEO YANG BERMINAT MENDAPATAKAN GELAR DR HON USA RESMI DILEGALISER INSTANSI TERKAIT DAPAT DIPROSES MELALUI BELIAU DAN SAMPAI SEKARANG SUDAH 186 ALUMNINYA, TERMASUK MANTAN DJAKSA AGUNG RI DR SINGGIH SH, 3 GUBERNUR, 4 KETUA DPRD PROPINSI DAN BANYAK BUPATI DAN WALIKOTA SERTA KETUA PARPOL DISELURUH INDOINESIA, HUBUNGI BELIAU BAIK DENGAN EMAIL KE lmii@indo.net.id; dan lmiibdg@rad.net.id  Fax ke 021-2522129 & 5850084  serta via surat ke kantor beliau di LMII/University of Berkley di Meteropolitan 1, Lt.14, Sudirman Kav.21 Jakarta 12920.

Anik Indaryani, SE

No Comments

Direktur Utama PT Daya Dinamika Nusantara

Terbiasa Hidup Mandiri Sejak Belia; Mendirikan Perusahaan yang Mendidik Kemandirian Bangsa

Karakter seseorang sangat tergantung bagaimana orang tua mendidiknya di masa kanak-kanak. Meskipun pendidikan formal di sekolah sangat berpengaruh, tetapi pembentukan karakter dalam keluarga akan terbawa sampai dewasa. Seorang anak yang merekam nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan menerapkannya dalam kehidupan yang dijalaninya.

Seperti yang dialami oleh Anik Indaryani, SE., Direktur Utama PT Daya Dinamika Nusantara (DDN). Perempuan kelahiran Salatiga, 13 November 1971 ini, untuk mencapai posisi sekarang tidak pernah lepas dari pendidikan karakter yang diberikan kedua orang tuanya. Kemandirian, kemuliaan hidup dan harga diri, adalah karakter yang ditanamkan kepada sembilan anak Iman Hardjo dan Sri Hartini.

“Semua anak dibiasakan dan dididik untuk mandiri, memiliki tanggung jawab masing-masing. Saya salut terhadap kedua orang tua, sehingga apa yang mereka terapkan itu terpatri dalam hidup kami. Saya bungsu dari sembilan bersaudara yang kebanyakan perempuan dan hanya ada dua laki-laki. Kita semua dididik untuk tidak mengandalkan laki-laki saja. Kita juga menerapkan petuah-petuah yang mulia, seperti tangan selalu diatas, mempertahankan harga diri dan lain-lain,” katanya.

Saat itu, lanjutnya, belum terpikirkan makna nasehat orang tua tersebut. Namun seiring bertambahnya umur dan semakin dewasa ternyata semua nasihat tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan. Ia mencontohkan bagaimana tangan selalu diatas membuat dirinya tidak pernah berharap belas kasihan dari siapapun.

Begitu juga dengan petuah ibunya untuk tidak menerima pekerjaan sebagai pembantu dan lebih baik menjadi tukang gorengan. Penjelasannya, meskipun pembantu baju bersih, uang utuh tetapi itu tidak akan membuat dirinya berkembang karena hanya disuruh-suruh saja. Sementara dengan berjualan pisang, meskipun badannya menjadi kotor tetapi lebih mandiri. Tidak ada seorang pun yang mengendalikan hidupnya.

“Saya belajar kehidupan dari bapak dan belajar berbisnis dari ibu. Karena antara bapak dan ibu bertolak belakang, bapak dermawan sementara ibu pedagang. Jadi kesimpulan saya, bahwa di satu sisi kita harus mengejar kehidupan tanpa harus menafikan hati nurani. Saya ingat tukang bakso dipanggil bapak dan diborong dagangannya untuk anak-anak kecil di kampung. Tentu saja ini membuat ibu saya marah-marah, tetapi dari situ saya ambil hikmah bahwa penting mencari materi tetapi sangat penting untuk berbagi,” cetusnya.

Selain kemandirian, Anik –panggilan akrabnya- juga dikaruinai sifat pembelajar dari Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan disiplin yang diterima saat “menumpang” di rumah kakak iparnya dan membuat saudara-saudaranya marah, justru diambil hikmahnya. Anik yang paling membenci keributan menenangkan kemarahan saudaranya dengan mengatakan bahwa ia tidak disuruh tetapi kemauannya sendiri untuk belajar mengenai segala hal.

Ternyata, lanjutnya, pengalaman tersebut justru sangat berguna ketika ia kuliah. Tentangan dari orang tua dan saudara-saudaranya terkait keinginannya untuk mengambil pendidikan sekolah tinggi perhotelan membuat dirinya semakin tangguh. Pasalnya, saat itu ia sudah didaftarkan di Fakultas Kedokteran dengan cara dititip-titipkan kepada pihak terkait.

“Saya tersinggung dan pamitan untuk mencari sekolah sendiri dan tidak akan pulang sebelum dapat sekolah. Saya sejak dahulu memang mandiri, dan akhirnya dapat sekolah tinggi perhotelan. Semua menentang, karena tradisi keluarga, kalau tidak tentara ya PNS. Karena tidak boleh makanya saya pergi ke Yogyakarta jalan kaki, tanpa membawa uang sama sekali,” kisahnya.

Melihat kenekatan Anik, akhirnya keluarga luluh juga. Salah seorang kakaknya menjemput dan mengatakan kalau keluarga bersedia membiayai pendidikan sesuai keinginannya. Namun, konsekuensi yang harus ditanggungnya adalah keluarga besarnya tidak akan dengan masa depannya. “Spontan saya ngomong, ‘Oke saya akan mencari kerja sendiri dan sebelum saya lulus saya janji sudah bekerja.’ Setelah itu saya pergi ke Yogyakarta dan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan sembari kuliah,” imbuhnya.

Masa-masa kuliah, bagi Anik adalah masa yang sangat menyenangkan. Di sisi lain, ia memiliki sahabat yang sangat alim dan selalu mengingatkan dirinya untuk tetap menjalankan agama dengan baik. Sementara di satu sisi, ia juga berteman dengan mahasiswa lain yang seperti senang berhura-hura. Ia berpijak pada dua sisi tersebut sembari mengambil hikmah dari sana. Salah satunya adalah dengan mengikuti jejak sahabatnya yang sangat kuat “tirakat” memohon kekuatan pada Tuhan.

Setelah selesai ujian lokal, Anik mengunjungi kakaknya yang tinggal di Bandung. Sesuai kebiasaan saat kuliah, ia terus menerus melakukan shalat malam. Hingga suatu saat, setelah shalat malam ia tertidur di atas sajadah dan bermimpi. Dalam mimpinya, sahabatnya yang sangat alim asal Kebumen bernama Nining tersebut menyodorkan surat untuk melamar pada sebuah hotel di Bandung.

“Saya tersentak bangun dan langsung mencari alamat hotel di Yellowpages. Saat itu masih jam dua pagi, sehingga saya ditertawakan keponakan karena mengikuti mimpi. Tetapi saya tetap mengirimkan lamaran ke beberapa hotel sekaligus. Sementara menunggu lamaran saya pulang ke Yogyakarta untuk mengikuti ujian negara,” kisahnya.

Ternyata Anik mendapat panggilan dari beberapa hotel sekaligus. Setelah menjalani serangkain tes dan wawancara, semua hotel yang dikirimi lamaran menerimanya. Saat kebingungan menentukan pilihan, keponakan yang tadinya menertawakan dirinya berubah serius dan menyarankan untuk mengambil pekerjaan di hotel dalam mimpinya. “Barangkali benar itu petunjuk, katanya. Dengan bekerja di hotel itu, menurut dia, saya akan hidup seperti seperti ikan besar di akuarium dan bukan ikan kecil di lautan,” imbuhnya.

Saran tersebut diikuti Anik. Ia bekerja dengan serius meskipun hanya bergaji Rp100 ribu per bulan. Tugasnya pun dari bagian terendah seperti menyapu dan mengepel lantai hotel. Ia menjalaninya dengan bersungguh-sungguh sepenuh hati dilandasi semangat belajar yang tinggi. Di sisi lain, ia berpegang pada pesan yang disampaikan oleh ayahnya sebelum dirinya merantau. Bahwa dalam bekerja itu harus bermodalkan kejujuran. Jangan sampai karena recehan mengorbankan harga diri dan kehormatan.

Anik banyak belajar dari pemilik hotel, seorang professor dan istrinya sebagai direktur. Saat itu, ia merangkap sebagai sekretaris ibu direktur sekaligus asisten professor. Kedua orang tersebut telah mengajarinya banyak hal tentang bagaimana mengelola perusahaan serta memperlakukan SDM secara manusiawi. Ia tidak pernah menolak tugas yang diberikan oleh kedua orang tua tersebut. Dari sekadar cek rekening, mengatur buku perpustakaan sampai memanjat atap untuk mengecek penangkal petir hotel.

“Saya bekerja pada beliau sampai sepuluh tahun dengan jabatan terakhir General Manager di hotel tersebut. Dari keduanya, saya belajar memperlakukan SDM dengan manusiawi. Karena di hotel tersebut, keduanya menganggap kami bukan lagi anak buah, tetapi sesama manusia. Pokoknya kami dihargai banget deh bekerja disitu sehingga saya tidak peduli soal uang yang didapat, hanya lebih fokus pada ilmu yang dapat diserap,” ujarnya.

Dari situ, Anik belajar bahwa untuk atasan itu tidak harus bersikap bahwa sebagai bos. Dengan menghargai manusia seutuhnya akan mampu memimpin dengan baik dan dihormati anak buahnya. Ini dibuktikannya saat dirinya dipercaya menjadi direktur keungan sebuah perusahaan asing. Ketika perusahaan terantuk masalah para bos “kabur” ke luar negeri. Tinggallah dirinya yang tersisa dan harus bertanggung jawab terhadap permasalahan yang ditinggalkan.

Saat itu, Anik keluar masuk kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Namun, di situlah ia mendapat pelajaran berharga yang tidak mungkin didapatnya di tempat lain. Ia tetap teguh pada pendirian dan menghadapinya dengan penuh kesungguhan. Baginya, selama apa yang dilakukannya benar akan dipertahankan sekuat tenaga. Selain itu, ia terus berdoa memohon bantuan tangan Tuhan untuk turun tangan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

“Ujungnya tetap jalan Tuhan dan berserah diri kepada-Nya. Doa saya pada Tuhan, ‘Kalau memang hidup saya tidak bermanfaat ambil nyawa saya, tetapi kalau berguna bagi orang lain muliakan hidup saya.’ Yang jelas, saya pegang teguh kejujuran dan menikmati kepercayaan yang diberikan kepada saya. apapun bentuk dan risikonya. Itu yang membuat orang tahu kalau saya adalah Anik yang tangguh, ulet dan tahan banting dan bukan Bu Anik yang kaya raya punya ini dan itu. Yang penting saya pertahankan harga diri saya dan Alhamdulilah menjadi saya sekarang ini,” tegasnya.

Membangun Bisnis MLM

Awalnya Anik Indaryani, SE tidak menyukai dunia Multilevel marketing (MLM). Keingintahuannya yang besar untuk belajar membuat ia mampu menghadapi segala kondisi. Semangat untuk menekuni dunia MLM semakin tinggi setelah bertemu banyak orang dengan ide yang sama. Meskipun saat itu statusnya hanyalah seorang karyawan, tetapi ia tidak membatasi diri sehingga ia memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Tetapi situasinya semakin tidak terkendali karena tim sudah mengarah kepada kepentingan dan keuntungan pribadi. Itu membuat saya akhirnya memutuskan untuk keluar meskipun dianggap sebagai pemberontak. Tetapi tidak apa-apa, karena orientasi saya tidak selalu uang. Jadi meskipun dikasih uang berapa karung pun tetapi untuk kepentingan seseorang saya tidak mau. Sebaliknya tanpa uang sekalipun, saya mau kalau untuk kepentingan tim,” tegas pengagum Margareth Tatcher

Karakter seperti itulah yang membuat Anik dikenal oleh penggiat MLM di dalam dan luar negeri. Kadang mereka menganggap Anik sebagai orang yang keras kepala, tidak tahu diuntung sampai manusia terbodoh di dunia karena melepaskan peluang yang sudah ada di depan mata. Sebenarnya, Anik hanyalah menginginkan tereksploitasinya kebaikan dalam diri setiap orang. Meskipun hanya office boy, CS dan lain-lain, apapun profesinya menjadi yang terbaik adalah keharusan.

Apabila terjadi kesalahan, lanjutnya, seorang pimpinan tidak perlu mencari kambing hitam. Akan lebih baik kalau kesalahan yang ditimbulkan oleh tim tersebut kemudian dicarikan solusi terbaik. Sesuai dengan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di hotel, sebagai pimpinan Anik bertindak memanusiakan karyawan. Hubungan yang terjalin pun akhirnya tidak seperti antara seorang bos dan karyawan, tetapi menjadi saudara sendiri.

“Tetapi dalam bekerja tetap professional. Kekeluargaan boleh sehingga mereka tidak ada yang takut sama saya. Malah kalau saya tidak masuk suka nyariin, kan biasanya karyawan kalau bos tidak masuk senang sekali. Tetapi di kantor saya beda, mereka merasa ada yang kurang ketika saya tidak masuk,” tegas ibu satu anak istri dari Chresno Dwipoyono Yunanto Wibowo.

PT Daya Dinamika Nusantara (Double Dynamic Network-DDN) merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pemasaran produk kesehatan dengan sistem penjualan langsung berjenjang atau MLM. Perusahaan ini didirikan oleh Anik Indaryani, SE bersama teman-temanya sesama networker pada awal tahun 2009. Produk kesehatan yang dipasarkannya juga diproduksi oleh sebuah perusahaan lokal, Aimfood Manufacturing Indonesia – Tangerang. PT DDN berkantor pusat di Jl A Yani No 245 Bandung Jawa Barat dan memiliki stokes di beberapa kota di Indonesia.

“Kita telah memasuki tahun ketiga dari tahun 2009 dan dibangun dari nol. Ingat dibangun bukan dijalankan dimana saya bersama tim mencoba membangun dari kecil sekali dan diremehkan orang. Tetapi saya terus berusaha mewujudkan mimpi, karena dunia multilevel adalah dunia yang sangat unik. Bisnis MLM bisa dijalani oleh orang-orang yang seharusnya ada keterbatasn usia produktif, latar belakang pendidikan, cacat fisik dan lain-lain. Semua bisa diakomodir dan tidak terbatas agama, gender dan lain-lain. Saya menilai ini mulia, yang penting kita tidak menipu,” tandasnya.

Anik mengakui, saat ini citra MLM sangat buruk. Tetapi justru karena itulah ia ingin mengangkat citranya menjadi lebih baik. Karena sebenarnya network dalam dunia bisnis semua meniru bisnis MLM. Artinya semua usaha meniru MLM sementara masalah hasil Tuhan yang menentukan. Di bisnis MLM, roda bisnis dijalankan dengan cara dan strategi yang telah tersusun dengan rapi. Sebenarnya, network sudah terlihat sejak zaman nabi, melalui syiar agama yang dibantu sahabat sebagai team leader. Begitu juga dengan Bung Karno, yang tidak bisa memerdekakan bangsa Indonesia seorang diri.

“Di Indonesia, saya menyayangkan banyaknya bisnis MLM yang datang dari luar negeri dan mendapat sambutan luar biasa. Padahal yang menjalankan itu kan kita sendiri. Kemajuan Malaysia yang melebihi Indonesia disebabkan karena pemerintah mengakui potensi warganya dan mendukung mereka berkembang. Kenapa, karena mental kita tidak siap, karena kita terbiasa dininabobokan. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi mental tersebut yang sangat saya sayangkan,” tuturnya.

Selama menjalani bisnis network, Anik Indaryani belajar mengenali karakteristik masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Ia paham bahwa setiap daerah memiliki orang-orang dengan karakteristik dan mindset yang berbeda. Untuk itu diperlukan strategi berbeda-beda dalam merangkul masyarakat di wilayah-wilayah yang berbeda agar bergabung dalam network yang disusun.

Meskipun demikian, Anik selalu berpegang bahwa bisnis yang dilakukannya merupakan solusi bagi kehidupan. Oleh karena itu, ia jatuh bangun untuk membesarkan PT DDN sehingga mencapai sukses seperti sekarang. Padahal, dalam perjalanannya, PT DDN menghadapi berbagai serangan dari para kompetitor. Ia menganggap sepi semua serangan dan hujatan yang datang dari pesaing yang akan menghabiskan tenaga kalau ditanggapi.

“Saya anggap biasa saja, kalau kita sudah berniat terjun di dunia bisnis ya seperti kita meniti ombak. Hujan badai seperti biasa dan kalau saya terpancing bisa gawat. Karena banyak omongan negative tentang SDM perusahaan yang datang kepada saya. Tegas saya katakan, bahwa ini perusahaan dan ini perilaku personal . Saya pisahkan antara perusahaan dan individu, sampai-sampai saya bilang kalau menginginkan perusahaan dikelola oleh orang yang bersih dari masa lalunya, tunggu saja malaikat,” kata Anik yang selalu melihat sisi positif seseorang tersebut.

Integritas dan Kejujuran

Anik memiliki patokan khusus dalam menjalani kehidupan dan bisnis yang digelutinya. Yakni ketika tindakan atau kegiatannya telah memberikan manfaat nyata bagi orang lain itulah kesuksesan dirinya. Di saat-saat seperti itu, ia merasa bagaikan mendapat sebungkah berlian. Baginya, itulah kesuksesan hakiki yang berhasil diperoleh seseorang. Apalagi kalau mengingat bahwa apa yang dimilikinya kalau dipaksakan untuk membayar sesuatu tidak cukup sehingga pilihan berbagi adalah sesuatu yang masuk akal.

“Buat segala sesuatu seburuk apapun menjadi baik. Itu yang harus kita pegang dan pasti bisa. Menghadapi sebuah masalah besar menjadi tidak punya masalah adalah ciri-ciri calon orang sukses. Kalau ada orang yang memiliki masalah kecil tetapi dibesar-besarkan, bahaya itu, sakit hati fitnah sana-sini. Yang penting, saya berbuat baik untuk kehidupan ini. Kalau banyak omongan tentang perusahaan artinya kita mulai diperhitungkan,” ujarnya.

Anik mengambil hikmah terhadap kejadian yang dialaminya. Apalagi kalau ia bisa mengendalikan kondisi emosional seperti menjadi bahan perbincangan orang tetapi tetap dihadapi dengan tersenyum. Baginya, kondisi seperti itulah yang harus disyukuri, sehingga akan berkembang dengan baik. Ia sering menyatakan untuk tidak pernah memikirkan perut dan ambisi masing-masing. Akan lebih baik kalau memikirkan kepentingan orang banyak sehingga setiap langkahnya dipermudah Tuhan.

“Itu saya dapatkan dari kehidupan bukan belajar. Saya tidak suka kalau dikasihani dalam menjual. Karena integritas dan harga diri itu sangat penting dalam hal apapun. Tidak perlu bonus besar, gaji gedhe atau apapun, tetapi kalau mengorbankan harga diri atau integritas, no way. Saya akan bangga kalau ditunjukkan orang yang dengan kualitas hebat, integritas tinggi dan mempunyai harga diri. Saya suka orang yang berintegritas, jujur, baik dan lain-lain,” ungkapnya.

Anik sadar, PT DDN yang dibangunnya memang belum besar dan sukses. Masih banyak hal-hal yang harus dibenahi. Tetapi, ia akan terus berusaha sekuat tenaga dan menyerahkan seluruh hasilnya kepada Tuhan. Meskipun perempuan, ia berharap kaumnya tidak pernah mengandalkan kelemahan sebagai senjata untuk mempermudah jalannya. Seharusnya perempuan menolak untuk dikasihani dan membuktikan kemampuannya dengan berjuang mewujudkan cita-cita dan keinginannya.

Begitu juga dalam kehidupan berumah tangga. Anik berharap antara suami dan istri terjalin hubungan persahabatan. Ia tidak pernah mengedepankan ego dalam kehidupan rumah tangga. Meskipun di kantor ia adalah direktur utama, tetapi di rumah ia tetap seorang istri sekaligus ibu dari anak semata wayangnya.

“Kalau di rumah saya juga pakai daster dan masak untuk anak dan suami. Hubungan kami pun menjadi seperti sahabat, saling terbuka satu sama lain dan menghargai satu sama lain. Komunikasi adalah kunci dalam memelihara keutuhan keluarga. Kuncinya komunikasi, saling memahami dan percaya, antara suami dan istri,” ujarnya.

Menurut Anik, seorng wanita dalam wmansipasi harus mempunyai harga diri dan kemandirian. Memang laki-laki adalah imam, tetapi kerjasama yang terjalin tidak harus memandang jenis kelamin. Meskipun secara agama memang laki-laki adalah imam tetapi dalam kacamata kehidupan perempuan tidak berbeda.

“Artinya secara kodrat oke, tetapi kemampuan tidak bisa dibatasi. Itu yang paling penting makanya ada presiden wanita segala. Staf saya perempuan juga saya gembleng, jangan menggunakan kelemahan sebagai perempuan. Kita bisa mendapatkan apa saja selama kita bisa dan mampu. Sebagai perempuan kita harus tetap melakukan yang terbaik,” tegasnya.

Membangun Negeri

PT DDN adalah perusahaan lokal yang sedang berkembang menjadi perusahaan nasional. Sebagai Direktur Utama, Anik Indaryani, SE menginginkan pelaku networking memiliki jiwa mandiri dan menjadi panutan bagi leadership yang tidak hanya sekadar mencari uang. Mereka secara keseluruhan harus memiliki visi dan misi untuk ikut membangun negeri. Utamanya dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, dan mengangkat derajat kesehatan.

“Kebetulan kita juga menjual produk kesehatan. Banyak masyarakat yang terbantu penyakitnya karena mengonsumsi produk kita, baik untuk pengobatan maupun pencegahan. Sementara dari sisi usaha, bagi orang yang susah mencari pekerjaan, karena faktor usia, dan lain-lain di sini bisa kita akomodir seluruh kalangan untuk mencapai kesejahteraan dan kesehatan. Kita ada di Sumbar, Pekanbaru, Jabotabek, Jatim dan Makassar. Member berjumlah puluhan ribu di seluruh Indonesia. Kita selalu mencoba untuk membantu pemerintah membangun negeri ini,” tegasnya.

Dari sisi bisnis, marketing berbasis penjualan langsung berjenjang, para networking di DDN berasal dari berbagai profesi. Mulai pengangguran yang membutuhkan pekerjaan, lansia yang butuh kegiatan, sampai PNS, guru dan profesional bergabung karena melihat adanya peluang dalam bisnis ini. Memasuki tahun ketiga ini, DDN sudah mengeluarkan 15 buah mobil, dan bonus harian sudah mencapai Rp20 juta per hari bagi networker berprestasi.

“Peraihan prestasi sudah mereka nikmati, yang mungkin tidak bakal teraih dalam pekerjaan mereka sebenarnya. Inilah kenapa saya tekuni bisnis ini tidak hanya bertujuan meraih keuntungan tetapi lebih luas lagi, kesejahteraan bangsa ini. Hanya saja, saya ingin pemerintah kita mengakui bisnis MLM seperti ini, seperti di Malaysia. Karena ini juga mendidik kita untuk menjadi pemimpin. Kalau jadi karyawan atau pegawai, sepintar apapun kita tidak aakan melampaui atasan kita. Sementara di dunia networking, semua bisa terjadi. Dengan bisnis ini sudah bisa mengatasi pengangguran,” ujarnya.

Dengan jumlah member yang sudah mencapai puluhan ribu tersebar di beberapa daerah di tanah air. Bandung, Jakarta, Surabaya, Sumatera meliputi Palembang, Padang, Payakumbuh, Lampung, Jambi, Kalimantan dan Sulawesi adalah area pemasaran produk DDN. Bahkan, saat ini telah datang permintaan dari luar negeri seperti Malaysia, Vietnam, Australia dan Italia.

“Oleh karena itu, ke depan kita sudah merintis pengembangan menuju go public yang sudah kita blue print-kan, dan mungkin kita akan masuk bursa efek, menjadi holding company dan berakspansi ke negara lain serta bukan sekadar perusahaan MLM saja. Mungkin kita juga akan mendirikan yayasan pendidikan dan yayasan kesehatan agar semakin bermanfaat bagi bangsa ini. Yang penting misi kita adalah misi kebersamaan,” ungkapnya.