Category: Wanita

Dr. H. Iswani, SpKK.

No Comments

MERAIH BISNIS KECANTIKAN DENGAN 3 S DAN  5 R

Dr. H. Iswani, SpKK.Obsesinya sangat sederhana, yakni ingin menjadikan Klinik Citra Estetika Brebes dapat membuka cabang ke luar Brebes, bahkan  kalau memungkinkan keluar  Jawa. Begitulah harapan, Dokter Haji Iswani, SpKK. Menurutnya, pekerjaan yang membuat orang sehat dan cantik merupakan ibadah dan semua yang kita dapat harus disyukuri. Wajar jika ia ngotot untuk memilih dunia kesehatan, utamanya bidang kecantikan sebagai pilihan hidup kerjanya.  Sebagai dokter yang punya ijazah di bidang spesialis kulit dan kelamin, Iswani ingin pekerjaannya punya nilai manfaat bagi orang banyak, apalagi sekarang ini tuntutan masyarakat ingin tampil sehat dan cantik begitu ramai. Saat ini menurutnya telah banyak bermunculan klinik-klinik perawatan yang dikelola oleh dokter umum, yang pendidikannya di bidang kosmetik medic tidak ada, dan hanya mengandalkan kursus-kursus kilat. Untuk itu ia menyarankan, agar yang lebih berkompeten untuk mengelola klinik kecantikan adalah dokter SpKK.
Iswani menuturkan, pemerintah, khususnya kementerian kesehatan, seharusnya memberikan persyaratan khusus pendirian klinik kecantikan, dan harus dipimpin oleh dokter yang berkompeten, memiliki izin pemda atau dinas kesehatan setempat. Dengan persyaratan seperti itu maka klinik-klinik yang berjamuran dan dokternya  tidak punya cukup keahlian akan tergusur.  Ia sendiri meminta pemerintah untuk mempermudah birokrasi dan perijinan klinik kecantikan.
Menanggapi competitor, Iswani yang lahir di Kota Air Asin Banjarmasin 13 Januari 1953 ini, mengatakan strateginya sederhana yakni meminta karyawan atau SDMnya untuk memiliki sikap yang berpola pada 3S (Salam, Sapa dan Senyum). Melengkapi peralatan, baik peralatan medis atau kecantikan. Tarif terjangkau, dan tidak mahal atau dengan system paket. Diskon pada peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya pada hari ulang tahun perusahaannya Citra Estetika, Juli nanti, dan pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya kelompok pelajar/mahasiswa/keluarga/bidan dan dokter, serta sebagainya.
Untuk menyikapi itu, Iswani pun menerapkan system dalam membina SDM Citra Estetika , yakni meningkatkan kesejahteraan karyawan, dengan system bonus. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, dengan mengikuti seminar, symposium dan workshop. Memberikan rekreaasi sekali dalam setahun, pada akhir tahun atau hari lain. Mengikut sertakan karyawan dalam pemeliharaan kesehatan, melalui Jamsostek. Dan mengadakan pertemuan rutin minimal 1 kali dalam sebulan.

Misi, Kiat dan Strategi Usaha
bersama karyawan CE bersama karyawan klinik dan spaRencana ke depan dari Klinik Citra Estetika ini adalah mengembangkan usaha ke luar Brebes. Dengan harapan akan lebih maju atau besar serta berkembang.  Untuk upaya itu,  Klinik ini memiliki keunggulan tersendiri. “Jadi saya yakin akan maju, “ungkapnya. Keunggulan itu meliputi alat-alat kecantikan, dan alat-alat kesehatan yang canggih, misalnya Laser CO2 Surgery dan Laser CO2 Fraktional, Laser Nd Yag, Sinar LED, Electro Surgical Merk Ellman. Sedangkan untuk Slimming dengan  alat SlimLine, Perawatan daerah intim (Medikal Vagina Spa dg Ozon, terapi ozon, perawatan kulit wajah dengan skinlight, BDR, Mesoterapi non nidle, Mikrodermabrasi, dan lain-lain.
Strategi dan kiat yang diterapkan  Iswani, yaitu dengan menerapkan pola S S dan 5 R (Salam, Sapa, dan Senyum) dan Resi, Rapi, Rajin, Ringkes, dan Rawat. Selain itu, ia juga melengkapinya dengan peralatan kecantikan dan alat kedokteran yang berteknologi tinggi serta modern, tanpa menghitung-hitung kapan balik modalnya. “Yang penting peralatan klinik lengkap dan pasien tidak perlu pergi ke luar kota Brebes, atau pasien-pasien sekitar Brebes kalau mau perawatan cukup datang ke Brebes, “Ungkap laki-laki yang menikah pada 5 April 1982 dan dikaruniai 4 anak ini.   Melengkapi macam pelayanan, obat-obatan dan kosmetik. Tarif terjangkau dan tidak terkesan mahal. Memiliki ruang tunggu yang luas, bersih, wangi dan nyaman serta tempat ibadah (Mushola) yang cukup luas dan bersih.
Visinya  adalah ingin mewujudkan klinik citra estetika menjadi klinik perawatan kulit yang handal, lengkap, modern, tarif terjangkau dan terpercaya untuk Brebes dan wilayah sekitarnya, sedangkan misi, memberikan pelayanan yang terbaik, berkualitas dan ramah, mengembangkan usaha ke luar Brebes, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan melengkapi peralatan kecantikan yang modern.
Sementara arti dari nama dan latar belakang pemilihan nama klinik citra estetika, muncul berdasarkan kaedah klinik untuk memperindah atau mempercantik penampilan. Dilatarbelakangi keinginan semua orang, khusunya kaum wanita yang ingin tampil sehat dan cantik. Mereka sering salah memilih kosmetik atau klinik kecantikan.
Sejarah berdirinya Klinik
Menurut Iswani, awal April 2007, pembangunan tahap pertama tempat praktik, lengkap dengan ruang periksa dokter, ruang perawatan, tindakan, apotek dan Mushola. Praktik ini berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 157 Brebes. Luas bangunan pada waktu itu tuturnya, 200 meterpersegi. Pembangunan selesai pada bulan September 2007. Dan pada bulan Oktober, ruangan itu sudah ditempati untuk praktik. “Inilah embrio dari Klinik Cita Estetika, “ungkap suami dari Aryati Eka Dewi yang berasal dari Solo.
Pada awal bulan Juni 2009, Iswani mengajukan izin ke Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes untuk mendirikan klinik kecantikan yang diberinya nama Klinik Kecantikan Citra Estetika dengan persyaratan sesuai panduan Departemen Kesehatan RI. Pada pertengahan Juni 2009, klinik di survai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dan pada tanggal 3 Juli 2009, ijin klinik diterbitkan.
Selanjutnya pembangunan tahap kedua dimulai 12 Juli 2010 dan selesai pada 7 April 2011. Bangunan dua lantai dengan luas bangunan 474 meter persegi menyambung bangunan lama bentuk L dengan pintu ke-2 menghadap jalan Pusponegoro nomor 3. Bangunan baru mulai dipakai pada bulan Juli 2011. Lantai 2 untuk SPA dan lantai 1 untuk ruang perawatan, ruang slimming, ruang tindakan, ruang dokter, Mushola, kamar mandi/toilet, ruang tunggu dan ruang pendaftaran. Barulah pada tanggal 19 September 2011, (bertepatan hari ULTAH isteri Iswani) diresmikan Citra Spa oleh Bupati Brebes yang merupakan pengembangan dari Klinik Citra Estetika Brebes.
Perjalanan Hidup Dr. H. Iswani, SpKK
Dilahirkan di Kota Air Asin Banjarmasin, Kalimantan Selatan  13 Januari 1953. Dokter Iswani menjalani kehidupan kecilnya, di dalam rumah terapung (Lanting) di Muara Sungai Kuin. Bapaknya, bernama H. Sukran (80 tahun), dan ibunya Hajjah Semmah (75 tahun). Keduanyakini masih hidup sehat. Mereka merupakan asli suku Banjar. Ketika usia Iswani 7 tahun, kira-kira tahun 1960, ia dibawa hijrah ke Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Waktu itu Palangkaraya sedang membangun. Pekerjaan orangtuanya wiraswasta yakni membuka rumah makan, masakan Banjar. Ia pun dimasukan ke sekolah dasar di Palangkaraya hingga tamat. Saat kelas 1 SD, ia pernah ditanya ibu gurunya, kalau besar ingin jadi apa. “Saya Jawab spontan, jadi dokter, “cerita bapak empat anak.
Tamat dari SD, kedua orangtua Iswani hijrah kembali ke Kuala Kapuas. “Saya masuk SMP Negeri 1 Kuala Kapuas, hingga tamat SMP. Masa remajanya dilanjutkan dengan masuk ke SMAN I hingga tamat.  Setamat SMA pada tahun 1973. Ia pamitan pada orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.  Atau tepatnya di Fakultas Kedokteran. Desember 1973, diantar kedua orangtua, Iswani ke Jogyakarta untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran UGM. Hasil tes penerimaan, ia lulus tes umum dan ikut tes khusus. “Saya dinyatakan tidak lulus, “ungkap bapak dari Taufik Laksmana, ST,  dr. Aulia Rahman, dr. Maya Rahmanita, Rizki Agustina yang masih duduk di bangku SMA kelas III ini..
Iswani pun pergi ke solo untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran PTPN Veteran, tes masuk dijalani. Hasilnya dinyatakan lulus. Tahun 1974, ia menjadi mahasiswa fakultas kedokteran PTPN Veteran Surakarta. Pada 11 Maret 1976 di Surakarta oleh presiden Soeharto diresmikan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret. Pada saat itu FK PTPN Veteran melebur dengan UNS Sebelas Maret menjadi Fakultas Kedokteran UNS Sebelas Maret. Pada tingkat satu, Iswani tidak naik tingkat. Maret 1982, ia lulus ujian akhir dan 10 Maret 1982 lulus dokter.
Perjalanan Karier
Pada 1 Juli 1982, Iswani diangkat menjadi CPNS dengan golongan IIIA. Ditempatkan di Kalimantan Tengah, oleh Kanwil Depkes Kalteng. “Saya ditempatkan di Kabupaten Barito Selatan. Oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan saya ditempatkan di Kecamatan Mengkatif dengan jabatan Kepala Puskesmas Juli 1982, “katanya.  Tahun 1983. Ia diangkat menjadi PNS dengan pangkat IIIA/Penata Muda. Tahun 1985, terpilih menjadi dokter teladan puskesmas. Tahun yang sama, oleh kepala dinas, Iswani ditarik ke Buntok untuk  menduduku jabatan Direktur RSUD Buntok dan sebagai dokter RS, pada waktu itu di Buntok Kabupaten Barito Selatan hanya ada 2 orang dokter 1 orang menjabat Kepala Dinas Kesehatan di jabat oleh bapak dr. Wildan, saya  sendiri  sebagai Direktur RSUD Buntok. RSUD Buntok adalah RSUD Kelas D dengan 50 tempat tidur. Selama mengelola RS banyak perubahan-perubahan khususnya pembangunan RS yang tadinya dari kayu yang sudah lapuk dan tua berubah menjadi bangunan beton dan mewah. Bertugas di RSUD Buntok sejak 1 Desember 1985 hingga 15 Juni 1991, bertugas di Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah selama 9 tahun yaitu Juli 1982 – Juni 1991. Tahun 1987 ditugaskan sebagai TKHD (petugas tenaga kesehatan haji daerah) untuk mendampingi jamaah haji Kalimantan Tengah. 1 Juni 1991 melanjutkan pendidikan PPDS I ilmu penyakit kulit dan kelamin di Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang 21 September 1995. Lulus ujian akhir dan berhak memakai gelar Dr SpKK. Sejak 1 April 1996 – 30 Januari 2013 (selama 17 Th) di tempatkan di RSUD Brebes, Selama di RSUD Brebes  saya diangkat sebagai  Kepala SMF Kulit dan Kelamin, dan juga 2 periode menjabat Ketua Komite Medik.
Tanggal 31 Desember 2006, Direktur RSUD Brebes meninggal dunia, sejak 1 Januari 2007, saya ditunjuk sebagai YMT Direktur RSUD Brebes. Menjabat sebagai Direktur selama 16 bulan (1 Januari – 30 April 2007), Selama menjabat sebagai Ymt Direktur RSUD Brebes perubahan2 yang saya lakukan di RSUD Brebes adalah pergantian bed pasien, linen2, perubahan tarif, perubahan sistem pembagian Jasa Medik dan pembangunan gedung-gedung, misalnya membangun Gedung Instalasi Bedah, Bangunan Dapur, Bangsal PIV dan bangunan Instalasi Cuci Darah. Membantu Direktur untuk mem BLUD kan RSUD Brebes,  Akreditasi dan peningkatan Status RSUD menjadi Kelas B.   Sejak 1 Pebruari 2013 saya pensiun dg Pangkat Pembina Utama, Golongan/Ruang IV/E.  o

Liesna Sulistiowati Shaw

Owner Marvellous Little Maestro dan GaleriLiesna

Memupuk dan Mengeksplorasi Bakat Dengan Menyenangkan

Bakat adalah bawaan lahir yang merupakan karunia Tuhan. Namun bakat besar akan sia-sia tanpa usaha keras untuk memupuk dan mengekplorasinya. Banyak orang berbakat yang tidak berhasil dalam hidup karena mengabaikan bakatnya. Sebaliknya, banyak orang tidak berbakat justru sukses karena kerja keras dan kesadaran akan bakat yang tidak dimilikinya. Seperti ungkapan Thomas A. Edison, bahwa bakat hanyalah 1 persen dari keberhasilan, sementara 99 persen sisanya adalah hasil kerja keras.

Meskipun demikian, bukan berarti orang berbakat tidak bisa berhasil. Asalkan rajin memupuk dan mengeksplorasi bakatnya, kesuksesan akan berhasil diraih. Salah satu lembaga kursus untuk memoles bakat sejak usia dini adalah Marvellous Little Maestro yang bertempat di Kemang. Bakat yang ditangani terutama dalam seni menggambar dengan merangsang anak-anak untuk mengekspresikan diri dan mengeluarkan kemampuan dalam dirinya.

“Fungsi otak sedang berkembang pada saat usia balita, periode ini disebut juga sebagai periode emas. Demikian pula dengan kreativitas-nya, dengan memadukan brain, hand, eyes dan heart coordination, seorang anak akan mengeksplor secara visual. Kemudian pada usia lima tahun keatas, mereka mulai memperhatikan alam di sekitarnya. Nah, alat yang tepat untuk membina reflek kreativitas adalah dengan cat, kuas, krayon, kertas dan alat gambar lainnya.” kata Liesna Sulistiowati Shaw, Pendiri dan Owner Marvellous Little Maestro.

Pilihannya untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak dilandasi oleh keyakinan bahwa setiap anak bisa menggambar. Hanya saja, banyak yang kemudian merasa gambar atau lukisannya kurang bagus. Sebenarnya hal ini karena tidak pernah dilatih sejak kecil. “Padahal, ketika seorang anak pada usia tiga tahun sudah mampu menggoreskan suatu komposisi, ini sudah menunjukkan ekspresinya yang sangat kuat, terkait kemampuan dan perkembangan motorik anak,” ujar Liesna yang gemar mengumpulkan buku-buku bertema gambar dan lukis untuk kemajuan anak-anak didiknya.

Selain itu, lanjut Liesna, apresiasi masyarakat terhadap seni lukis, terutama pada anak-anak masih kurang. Berbeda dengan seni musik misalnya, yang hampir setiap stasiun televisi berlomba menayangkannya. Dengan dukungan suami dan teman-temannya, ia kemudian mendirikan Marvellous Little Maestro (MLM) pada awal tahun 2010. Tujuannya menampung sekaligus membina dan mengembangkan kreativitas dan bakat anak dalam seni gambar dan lukis.

“Kalau dibandingkan dengan bidang seni musik, apresiasi terhadap gambar menggambar masih sangat kurang di masyarakat. Begitu juga tempat memupuk bakat-bakat menggambar anak-anak masih sangat sedikit. Makanya, dengan dukungan suami dan keluarga saya membuka sanggar ini dengan harapan untuk merangsang kreativitas anak-anak secara menyenangkan,” katanya. Oleh karena itu, lembaga yang didirikannya pun mengusung tag “Explore Your Talents With So Much Fun”. “Fun-nya bagaimana? Kita membuat nyaman si anak yang belajar gambar dan lukis, serasa di rumah sendiri dengan menggunakan macam-macam medium yang disukai anak. Selain itu kami juga mengolah segala macam barang bekas menjadi berguna kembali, seperti bekas stik ice cream, kotak, kardus, dll,” lanjutnya. “Disini kami juga selalu mengingatkan anak-anak murid untuk selalu mengumpulkan hasil karya mereka.”

Awalnya, pemilik GaleriLiesna ini mengajar menggambar dan melukis dari rumah ke rumah secara privat sejak tahun 2006 sampai 2008. Saat liburan sekolah tiba, ia membuka Arts & Crafts Holiday for Children di rumahnya, di kawasan Kemang. Ternyata peminatnya sangat banyak sehingga didirikanlah sanggar dan tempat les gambar dengan materi yang menarik, edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Tahun 2009, ia mulai menyusun materi dan kurikulum yang dibutuhkan untuk pendiriannya.

“Karena orang Indonesia tertarik dengan nama-nama bahasa Inggris, akhirnya kita menggunakan nama yang keinggris-inggrisan. Walaupun telah mengumpulkan ide bermacam-macam nama, akhirnya terpilihlah Marvellous Little Maestro. Kata Marvellous ini sebenarnya kata yang sering diucapkan oleh anak sulung saya. Jadilah ide itu dan secara resmi bernama Marvellous Little Maestro!” ujarnya.

 

Berawal dari Sketsa

Ketertarikan dosen Desain Komunikasi Visual, Universitas Pelita Harapan, Karawaci ini terhadap seni lukis anak dilandasi keinginan untuk terus memajukan kreativitas anak-anak Indonesia. Menurutnya, memberikan dasar kemampuan menggambar secara dini bagi anak sangat berguna bagi masa depan mereka. Setidaknya, dari riwayat sukses para innovator dunia di masa lalu menunjukkan bahwa kemampuan sketsa, menggambar dan memvisualkan ide dari benak sangat berperan besar.

“Ini benar-benar basic yang bagus bagi anak-anak untuk berkarya dan menghargai diri sendiri dan karya mereka. Dengan menghasilkan suatu kreasi, mereka akan bangga dan percaya diri terhadap kemampuannya. Ditambah dengan apresiasi dari keluarga dan sekolah, mereka akan belajar mengekspresikan diri. Visual thinking yang baik dapat menghasilkan gambar-gambar untuk masa depan mereka. Kita bisa lihat sejarah penemu besar seperti Einstein, Leonardo Da Vinci, Galileo Galilei dan lain-lain, berawal dengan membuat sebuah sketsa, coretan-coretan, sebelum menciptkan karya besar mereka,” kata ibu empat anak, istri Bima Shaw ini.

Dalam kegiatannya sebagai dosen, Liesna juga selalu menekankan kepada para mahasiswa desainnya agar membuat sketsa dulu di kertas, untuk mendapatkan ide-ide, baru kemudian dikembangkan menjadi suatu desain. Bukan tidak mungkin, dari sketsa-sketsa yang sudah terkumpul itu akan lahir karya-karya besar.

Apalagi, ia melihat bagaimana generasi muda sekarang ini jauh berbeda dengan pengalamannya. Saat ini, generasi muda dibanjiri informasi dari berbagai sumber yang lebih banyak menawarkan hiburan. Seperti televisi dan teknologi informasi (IT) yang bebas dinikmati kapan saja. Semua informasi menawarkan gaya hidup serba instant, mudah dan menyenangkan.

“Ketika saya masih sekolah dulu, hanya ada satu channel TV dan informasinya pun sangat dibatasi. Tetapi justru itulah yang membuat kita kreatif, main di luar dengan pasir, tanah, tanaman dan lain-lain. Sedangkan anak-anak jaman sekarang memiliki tantangan agar tetap kreatif di dunia yang penuh saingan, di dunia yang penuh informasi dan teknologi yang tak terbatas ini,” ungkapnya.

Pertanyaannya adalah bagaimana generasi muda tetap kreatif dan orisinil di tengah gencarnya informasi di sekelilingnya. Originalitas akhirnya menjadi sangat sulit akibat informasi yang beredar di sekeliling mereka. Untuk mengatasinya, ia menyarankan agar generasi muda mencari jati dirinya sebagai generasi muda Indonesia. Artinya, generasi muda harus memahami dan mengerti seni dan kebudayaan Indonesia serta menjadikannya sebagai pondasi bagi karya kreatifnya.

“Mereka harus mengerti, memahami arts and culture Indonesia sebagai pondasi yang kuat. Setelah itu mereka tetap berkreasi menjadi dirinya sendiri dan terus menggali kemampuan dalam dirinya. Apapun yang disukai harus dipelajari dan dicari ilmunya, tetapi harus focus on something you like. Misalnya anak menyukai komik sekaligus culture Indonesia, bisa saja dia meng-create komik dengan culture Indonesia tetapi bisa mendunia, mengapa tidak?” tutur perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juni 1972 ini.

Putri kedua dari empat bersaudara pasangan Bambang Subianto dan Srie Wahyuni ini mencontohkan bagaimana di Amerika diciptakan tokoh-tokoh superhero seperti Superman, Batman. Penciptaan tokoh imajinasi tersebut terjadi pada abad 20, dimana di Indonesia sendiri telah memiliki banyak kisah tradisional yang menarik dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Papua dan lain-lain. Ia berharap generasi muda Indonesia ke depannya memiliki semangat kreatif dengan tetap mempertahankan jati diri dan akar budayanya.

“Dunia kreatif saat ini sangat berkembang. Kita tidak bisa lagi mengharapkan anak untuk memiliki posisi ideal seperti dokter, bankir dan lain-lain. Dunia kreatif sangat luas, bisa bekerja di TV, Majalah, Buku atau menjadi dirinya sendiri dengan fokus sebagai seniman. Intinya anak-anak harus lebih jago daripada kita dengan banyaknya informasi dan teknologi, jadi jangan malah mandek. Makanya harus dipupuk dan terus dieksplore kemampuan anak-anak ini,” kata pengajar yang sangat bangga ketika anak didiknya maju tersebut. “Itu kepuasan batin bagi saya,” imbuhnya.

Membuka Franchise

Putri mantan Menteri Keuangan di era pemerintahan Presiden B.J. Habibie ini mengisahkan bahwa dirinya sejak usia tiga tahun sudah sangat senang menggambar. Masih teringat dengan jelas sang ayah yang mengajarinya untuk mengumpulkan hasil coretan ke dalam sebuah file. Liesna diajarkan agar dapat mengenali perkembangan hasil karyanya dari tahun ke tahun.

“Bapak membuat sebuah buku map untuk menaruh gambar-gambar saya dan itulah portfolio pertama saya. Sekarang saya juga mengajari anak-anak untuk menuliskan nama dan tanggal pembuatan gambar mereka masing-masing untuk dikumpulkan dalam portfolio mereka sendiri. Jadi dalam beberapa tahun kemudian mereka bisa melihat apa yang telah dibuat dan perkembangan gambar/lukisan mereka itu. Apakah semakin sempurna, halus atau apa saja,” ungkap perempuan yang menguasai bahasa Inggris dan Belanda ini.

Master in Design, Curtin, University of Technology, Western Australia ini mengungkapkan keinginannya untuk pengembangan MLM. Salah satunya adalah dengan mewaralabakan lembaga pendidikan yang didirikannya. Apalagi, dukungan dari beberapa teman di wilayah lain yang sangat ingin agar lembaga serupa berdiri di sekitar tempat tinggal mereka.

“Saya ingin memajukan MLM dan menjadikannya sebagai sebuah bisnis franchise. Saat ini saya sedang menggodok materi untuk franchise, apalagi teman di Australia juga menawarkan untuk membuka di sana. Kemudian saya juga ingin membuat acara menggambar atau arts & crafts di TV yang saat ini masih cukup jarang, supaya tetap menyemangati anak Indonesia untuk berkreasi,” kata pengagum pelukis-pelukis aliran Impressionist seperti Picasso, W. Kandinsky, Cezanne dan Monet ini. Ia juga pengagum pelukis-pelukis Indonesia dan sangat terinspirasi oleh alam seperti tanaman, daun dan bunga.

Meskipun disibukkan dengan kegiatan mengajar (di Universitas Pelita Harapan dan MLM) serta mengelola galeri butik, Liesna tetap mendapat dukungan penuh dari keluarga. Apalagi lokasi pekerjaan suaminya berada dalam satu gedung dengan kegiatan yang digelutinya. Begitu juga keempat anaknya yang memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan sang ibu.

“Mereka sih tidak komplain karena sudah besar. Mereka hanya ‘menuntut’ kepada kami. Misalnya kalau kami sudah janji akan menemani mereka tetapi karena macet atau karena hal lain terlambat mereka akan protes dan menuntut supaya tidak terjadi lagi. Tetapi pada prinsipnya dukungan keluarga sangat besar kepada saya,” ungkap pemilik moto “Usaha, kerja Keras, tanggung jawab, do what you love serta bekerja sesuai dengan passion dan love life” tersebut.

Untungnya, anak-anak Liesna cukup mengerti kesibukan sang ibu. Liesna sendiri telah mengatur waktunya sedemikian rupa sehingga memiliki banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Setidaknya, di pagi hari, ia dan anak-anaknya keluar rumah bersama-sama terkait jam sekolah mereka. Ia juga mengatur agar kegiatan mengajarnya bisa selesai pada pukul 16.00 sehingga terhindar dari kemacetan pulang kerja. Selain itu, paling tidak sebulan sekali untuk berjalan-jalan ke tempat wisata atau berenang ke kolam renang.

Liesna telah menetapkan moto dalam membina keluarga dalam lima poin yang telah disepakati. Yakni: “Saling menghormati, tanggung jawab, kerjasama (seperti clean up day every Saturday), menjadi contoh dan sahabat bagi anak , membangun suasana rumah yang nyaman & sehat dan menjadikan tempat keluarga & anak-anak berkreasi dan belajar”.

“Mereka sudah tahu kegiatan masing-masing. Kalau sore tidak ada kegiatan bersama suami, saya pasti pulang lebih dulu sehingga sampai rumah masih sore dan sempat bermain bulutangkis dengan anak-anak. Apalagi anak-anak saya laki-laki semua yang tidak bisa diam. Di waktu luang, saya suka mengajak anak-anak kedua dan ketiga menggambar, kebetulan mereka suka sekali menggambar. Anak pertama lebih suka olahraga, musik dan bahasa Inggris. Sementara yang bungsu masih kecil,” kata Liesna Sulistiowati Shaw.

Sekilas Profil Marvellous Little Maestro (MLM)

Liesna Sulistiowati Shaw dengan latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual membuka sanggar lukis dan gambar untuk anak-anak, Marvellous Little Maestro (MLM), pada awal tahun 2010. MLM ini didirikan untuk anak-anak (dari usia 2,5 – 12 tahun) agar dapat dengan bebas berkreasi secara visual.

Dengan mengajarkan berbagai macam media, di MLM anak-anak dapat mengekspresikan diri dalam bentuk gambar, ilustrasi dan lukisan. Adapun kelas-kelas yang ditawarkan terdiri dari:
– Arts & Crafts (Apple Class) usia 2,5 -12 tahun,
– Cool Characters (Tree Class) usia 6-8 tahun,
– Drawing and Painting with Acrylic & Watercolor (Sunflower Class) usia 8-12 tahun,
– Fun Batik! (Rainbow Class) usia 8-12 tahun.

Tujuan pendirian MLM adalah memajukan kreativitas anak-anak Indonesia secara visual dengan pemahaman global tanpa meninggalkan jati diri anak-anak sebagai anak Indonesia, sekaligus peduli terhadap lingkungan dengan menggunakan berbagai barang bekas, seperti bekas tempat susu, kardus, kotak-kotak, kertas bekas, tali, pita dan sebagainya. Liesna akan terus meng-inspire anak-anak didiknya untuk terus mencintai dunia seni gambar dan supaya terus berkreasi secara visual.

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

No Comments

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia

Mempertahankan Perusahaan Sebagai Kebanggaan Keluarga

Memiliki perusahaan, bagi keluarga adalah sebuah kebanggaan. Selain memberikan kehidupan yang lebih baik, perusahaan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Bagi pemilik usaha, mewariakan perusahaan bagi anak dan cucunya juga menjadi fenomena tersendiri. Karena dengan tetap berjalannya perusahaan, masa depan keluarga terjamin.

”Perusahaan yang didirikan oleh suami ini merupakan kenangan dari suami sekaligus kebanggaan saya. Makanya saya berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keberadaannya. Dahulu pernah beberapa tahun merugi, tetapi saya tetap bertahan. Hingga sekarang, saya melibatkan anak dan cucu saya untuk mengelola perusahaan,” kata Ir. Hj soepariyani santoso Dharmoprodjo, Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia.

Perusahaan yang didirikan oleh sang suami, Ir. Santoso Dharmoprodjo tersebut kemudian berkembang pesat. Dari warkshop pada tahun 1998. kemudian tumbuh besar menjadi pabrik pada tahun 1991. Saat itu, perusahaan yang bergerak di agricultur tersebut baru berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas Produk-produknya.

Sayangnya, sebelum bisa melihat usaha yang dirintisknya berhasil, Ir. Santoso meninggal dunia. Ia meninggalkan Istrinya yang baru saja bergabung di perusahaan sebagai direktur komersil setelah pensiun dari PN Dharma Niaga. sebagai ”pewaris” tunggal PT. Hobson, Nani panggilan akrabnya bukan berdiam diri menagisi nasibnya. kepergian suaminya menjadi pelecut semangat untuk terus mengembangkan perusahaan yang baru saja berdiri tersebut.

”Saya termasuk perempuan beruntung di zaman itu. karena Mas Santoso tidak pernah mengekang saya mengembangkan karier. tahun 1969-an, saya dibebaskan untuk keluar negeri seorang diri. baliau tidak pernah iri kalau karier saya lebih maju. mas Santoso selalu mendorong saya,” kisahnya.

memperoleh dorongan dari almarhum suaminya, Nani semakin bertekad memajukan perusahaan. apalagi tidak beberapa lama, perusahaan mendapat proyek pengembangan Pupuk Mikroba Multi Guna (PPMG) Rhizo-Plus kerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK ( Riset Unggulan Kemitraan) yang dibiayai dengan dana Rp. 2 Miliar. Pembiayaan proyek tersebut meruipakan patungan antara DRN
(Dewan Riset Nasional) dengan PT. Hobson Interbuana Indonesia.

setelah kertjasama tersebut, lanjut Nani, PT. Hobson Interbuana Indonesia semakin berkembang. beberapa penelitian budidaya kerjasama dengan IPB untuk menghasilkan produk pupuk mikroba menunjukkan hasil yang memuaskan. penggunaan pupuk mikroba pada tanaman padi, kedelai, jagung dan lain-lain memberikan gambaran yang menyakinkan tentang masa depan pertanian Indonesia. Tak ayal lagi, pemasaran produk-produk perusahaan pun meningkatkan drastis.

”Sekarang pabrik sudah bagus dan lumayan. apalagi di era sekarang ini, dengan internet dan telepon, banyak orang-orang yang membutuhkan cukup mengangkat telepon saja. pemasaran kami pun sudah mencapai seluruh Indonesia dengan karyawan yang cukup banyak, sebagian besar perempuan. Pokoknya, saya sangat bersyukur, karena kehidupan saya menjadi sangat baik saat ini,” tegasnya.

Perempuan dengan filosofi ”Menebarkan Kasih Sayang Bagi Sesama” ini, menempatkan orang-orang terdekatnya untuk bersama-sama mengelola perusahaan. Mulai anak, menantu hingga cucu yang memiliki kemampuan diajak membantu memajukan perusahaan. ”Salah satunya, adalah cucu dari anak ketiga yang lulusan ITB. Dialah yang memperbaharui mesin-mesin kami sehingga produksi menjadi efektif. kemudian anak pertama menjadi Direktur Keuangan dan dibantu oleh beberapa cucu yang lain,” tuturnya.

Motivasi Kebenaran

Perempuan kelahiran Bojonegoro, 24 Juli 1931 ini mengisahkan bagaimana dirinya mengasah kemampuan. Semenjak lulus dari Teknik Kimia, ia bekerja di Piterschoen & Son, sebuah pabrik cat dari tahun 1961-1967. setelah itu, ia kemudian pindah bekerja disebuah perusahaan BUMN milik Departemen Perdagangan, Dharma Niaga dari tahun 1967 sampai tahun 1988.

”Masuk pertama kali sebagai General Manager dan pensiun sebagai Direktur dan komersial pada tahun 1988. Setelah itu, saya diminta untuk membantu Mas Santoso di perusahaan yang didirikannya, PT. Hobson ini. Dalam menjalankan aktivitas, saya selalu termotivasi bahwa kalau orang lain bisa kenapa saya tidak. selama itu benar, saya pasti akan menjalaninya,” kisah ibu enam anak ini.

Namun, berbeda dengan sang suami yang Workaholic, Nani lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan dirinya. Ia tidak ingin seperti suami yang dicintainya, tidak memikirkan kondisi badannya dalam mengurus pekerjaan. Nani ingat bagaimana suaminya setiap hari hilir mudik antara Jakarta-Puncak untuk mengurus pabrik sehingga mengabaikan kesehatannya sendiri.

”Akibatnya, ketika perusahaan mulai maju, Bapak kesusu meninggal sehingga saya yang meneruskan. Tetapi apapun itu, saya sangat bangga bisa meneruskan apa yang dicita-citakannya. Sehingga seluruh keluarga pada meledek saya sebagai Dirut Hobson. Ini kan sebagai kenang-kenangan dan peninggalan dari Mas Santoso Sehingga harus diteruskan dan dilestarikan. Apalagi, prospek kita juga bagus dan semakin maju terus,” ungkapnya bangga terhadap sang suami yang sama-sama lulusan Teknik Kimia.

Karena sama-sama memiliki latar belakang Teknik Kimia, jelas Nani, suami dan dirinya saling memahami satu sama lain. Mereka berdua setiap saat melakukan diskusi dan sharing mengenai pekerjaan masing-masing. Dari situ, lahirlah ide-ide, kebijakan, pembagian tugas dalam keluarga, strategi perusahaan dan lain-lain.

Sebagai wanita karier, Nani mengajarkan kepada keenam anaknya untuk hidup mandiri. Kepada mereka, ia mengajarkan bahwa kepergiannya keluar rumah adalah bekerja demi kehidupan keluarga sehingga tidak bisa mengurus anak-anaknya dengan sempurna. ”Bahkan, pada saat wisuda anak pertama saya tidak hadir karena harus pergi untuk menandatangani kontrak. Jadi yang datang hanya bapak sama anak kedua saja,” kisah putri kedua dari empat bersaudara pasangan Soeyitno (Alm) dan Hj. Amini Soeyitno ini.

Di sisi lain, ia juga mempunyai seorang suami yang sangat sederhana, tidak konsumtif dan pekerja keras. seperti dituturkan oleh putri keempat yang menyatakan bahwa sang ibu dimanjakan oleh lingkungan. Yakni suami yang sangat mengerti dan toleran atas segala kegiatan-kegiatannya dan anak-anak yang sangat mandiri. Kedua hal tersebut membuat ia berkembang menjadi wanita karier yang profesional tanpa harus terbebani pemikiran keluarga.

”Kami, anak-anaknya semua mandiri dan tidak manja karena sadar kalau ibu bekerja untuk kita. Jadi meskipun tidak mengurusi kita seperti ibu-ibu yang lain, tetapi ibu bekerja untuk kita. Sementara ayah mengajarkan kesederhanaan dan tidak konsumtif, diiringi kerelaan untuk melepas ibu bekerja di luar rumah.

Sekilas PT. Hobson Interbuana Indonesia

Tertantang untuk berkarya serta komitment pada pembangunan bidang pertanian, pertengahan tahun 1988, Bapak Ir. Santoso Dharmoprodjo (Alm) memprakarsai pendirian sebuah usaha. Tujuan pendirian perusahaan tersebut adalah untuk melayani berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan proses pembangunan pertanin.

Bersama 21 industri lainnya, pabrik Zat Pengatur Tumbuh tanaman diresmikan pendiriannya oleh presiden Soeharto pada tanggal 21 Maret 1991 bertempat di pabrik pupuk PT Kujang. Secara histories, pabrik zat pengatur tumbuh tanaman dengan merek Hobsanol merupakan andalan utama usaha.

Namun, dalam perjalanannya seiring dengan kegiatan diversivikasi usaha, dari PT Hobson Interbuana Indonesia kemudian lahir satu produk unggulan lainnya. Produk Pupuk Mikroba Multi Guna (PMMG) dengan brand “ Rhizo-Plus” tersebut merupakan hasil kerjasama kemitraan dengan Balitbio Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK (Riset Unggulan Kemitraan) yang didukung oleh DRN (Dewan Riset Nasional) memiliki performance dan efikasi yang bagus serta memiliki prospek pemasaran yang sangat cerah.

Pada tahun 1997, perusahaan mendapat kepercayaan dari pemerintah/Dirjen Tanaman Pangan untuk mensuplai Rhizo-Plus bagi proyek Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu Pembinaan Tanaman Pangan dan Horlikultura (P2RT-PTPH) di 24 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seluas 273.013 Ha.

Badan Hukum

Oleh para pendirianya, usaha ini diberi badan hukum dengan nama PT Hobson Interbuana Indonesia yang diserahkan oleh notaris Soetomo Ramelan, SH pada tahun 1988. Pada tanggal 26 juli 1988, PT Hobson Interbuana Indonesia mempunyai pengesahan sebagai Badan Hukum berdasarkan keputusan Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Depkeh dengan nomor C2-6182-HT0101

Visi dan Misi PT. Hobson Interbuana Indonesia

Visi
Terbangunnya masyarakat pertanian indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing dan akrab lingkungan sebagai dasar bagi terbangunnya sistem ekonomi kerakyatan

Misi
Meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang akrab lingkungan dan berkelanjutan
Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui pengembangan industri hilir
Mendukung peningkatan daya saing nasional melalui sektor pertanian yang berdimensi kerakyatan dan tanggap terhadap dinamika perubahan
Membangun kehidupan sektor pertanian yang adil, sejahtera dan maju

Produk PT. Hobson Interbuana Indonesia

Prduk awal dari perusahaan adalah ZPT Hobsanol 5 EC dengan keunggulan komparatif dibandingkan produk yang sudah ada. Hobsanol 5 EC adalah zat pengatur tumbuh yang mampu dan efektif menstimulasi pembentukan dan meningkatkan hormone tanaman seperti Auksin, Sitokinin,  Etilin, Giberilin maupun enzim-enzim lainnya. Hobsanol 5 EC bukan hormone, tetapi bila diaplikasikan pada tanaman akan merangsang aktivitas pembentukan hormon alami.

Penggunaan Hobsanol 5 EC terbukti meningkatkan produksi padi 15-31%, kedelai 20-30%, cabai 20%, teh 30-40% dan masih banyak lagi. Dari bahan  aktif Triacontanol, PT Hobson Interbuana Indonesia mengembangkan produk pupuk pelengkap cair ( PPC ) dengan nama Nutrisanol. Produk ini merupakan formula Hobsanol 5 EC yang diencerkan menjadi 10 kali lipat dan diperkaya dengan unsur hara makro nitrogen dan kalium serta unsur mikro Zn dan Ca.

PT. Hobson Interbuana Indonesia telah mampu memproduksi sendiri Zat Pengatur Tumbuh Hobsanol 5EC dngan bahan baku asli indonesia dengan kandungan bahan aktif yang lebih tinggi dari pada bahan ex impor. Dengan demikian, seluruh teknologi produksi Hobsanol 5 EC mulai dari pembuatan bahan aktif, formulasi sampai dengan pengendalian mutu sudah dapat dikuasai sepenuhnya oleh tenaga ahli PT. Hobson Interbuana Indonesia.

PT. Hobson Interbuana Indonesia kemudian mengembangkan Pupuk Mikroba Multiguna Rhizo – Plus. Pupuk mikroba ini merupakan pupuk hayati mengandung beberapa jenis dan strain mikroba unggul, yang efektif bersifat multiguna dan mempunyai adaptasi yang luas. Pupuk mikroba multiguna Rhizo – Plus merupakan pengembangan dari inokulum Rhizobium komersial yang teleh ada, terdiri dari beberapa janis mikroba efektif multiguna asal indonesia dan terpilih hasil seleksi intensif terhadap kemampuannya mengikat N-udara, melarutkan fosfat dari kompleks Ca-Pada dan AI-P, serta toleransinya terhadap kondisi mencekam kemasaman AI dan kekeringan.

Hj Pocut Haslinda Syahrul

No Comments

Hj Pocut Haslinda Syahrul
Ketua Yayasan Tun Sri Lanang

Perempuan Tidak Usah Menuntut Emansipasi

Tuntutan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan banyak disuarakan di Indonesia akhir-akhir ini. Banyak aktivis perempuan di Indonesia yang menuntut ruang lebih luas bagi gerakan kaum yang merasa aspirasinya tersumbat tersebut. Padahal, kalau merunut sejarah Indonesia ke belakang peran perempuan Indonesia dalam kehidupan sangat besar. Masyarakat pun, memberikan apresiasi positif terhadap peran perempuan di tengah mereka.

“Kalau melihat ke belakang, kita tidak usah menuntut jender atau emansipasi lagi. Karena sejak zaman dahulu emansipasi perempuan itu sudah ada. kisah kepahlawanan perempuan Aceh yang terkenal itu adalah sejarah, bukan kisah fiktif. Sejak abad ke-5, perempuan Aceh sudah menjadi  Laksaman / raja dengan gelar Sultanah,” kata Hj Pocut Haslinda Syahrul, Ketua Bidang Wanita Taman Iskandar Muda Jakarta.

Meskipun demikian, lanjutnya, perempuan Indonesia tetap harus membekali diri dengan keahliannya  yang dibutuhkan ditengah tengah Masyarakat yang berkembang / maju  .

Perempuan akan mendapatkan haknya tidak bisa begitu saja menuntut persamaan hak tanpa memiliki kesiapan pada diri masing-masing.  Apalagi, tanpa memiliki keahlian atau skill yang memadai, tuntutan persamaan jender justru menjadi boomerang bagi perempuan .Sebaliknya, tanpa tuntutan apapun masyarakat Aceh sudah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan untuk mengembangkan diri.

Cut Ida Syahrul, begitu panggilan akrab
perempuan kelahiran Banda Aceh 16 Desember 1945 ini, mengisahkan persamaan gender di Aceh. Di mana sejak abad ke-7, kemampuan perempuan dalam memimpin ikut suaminya membangun  negerinya dan tetap mendidik keturunannya menjadi pewaris wilayah kerajaan yang dikuasi seperti Perlak , Samudra Pasai , Aceh Darussalam

Seperti Meurah Mayang Selundang, ibu yang bijak putri Raja Meurah Jeumpa (seorang peranakan Indocina) di Kabupaten Biureun yang menikah dengan Pangeran Maharaja Syahrial Salman dari Persia. “Mayang Selundang mampu ikut membantu suaminya membangun perlak sebagai bandar khalifah sehingga banyak didatangi pedagang dari semua penjuru . Disamping itu  mendidik ke-4 anaknya dan turun temurun  mendidik anak anak menjadi berhasil. Bahkan  cucunya  Meurah Makhdum  Qhudawi menikah dengan kaum Sayid dari Arab mamapu membangun kerajaan Perlak 5 generasi menjadi Kerajaan Islam Perlak. Jadi, semaju apapun perempuan Aceh dia tidak boleh melupakan kodratnya sebagai perempuan. Mendampingi suami, mengurus rumah tangga dan membimbing anak. Itu yang sejak dahulu sudah menjadi bagian dari perempuan Aceh. Bahkan anak Mayang Selundang itu menjadi leluhur dari Raja-raja di Nusantara,” tuturnya.

Ia mengisahkan, di zaman perang kemerdekaan pun banyak pejuang perempuan Aceh yang berjuang keluar masuk hutan melawan penjajah. Selain nama-nama yang bisa tampil dalam film atau sinetron seperti Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati masih banyak srikandi Aceh yang sangat berjasa bagi bumi pertiwi. Perempuan gagah berani tersebut antara lain, Pengakuan atas pejuang dan kepemimpinan perempuan Aceh tersebut bahkan diberikan ketika usia mereka masih sangat muda. Seperti Pocut Meuligo yang pada usia 17 tahun sudah diangkat sebagai Panglima Perang dan Uleebalang Samalanga mampu memimpin peperangan bersama tokoh agama / Ulama dan masyarakat menyerang Belanda tampa menyerah tampa mundur , “Pocut Meuligo dengan gagah berani mempertahankan Samalanga dari serangan Belanda selama beberapa tahun. Namun, yang perlu dicatat dan ditiru adalah bahwa segarang apapun perempuan Aceh dia tetap menjalankan tugas sebagai ibu, istri dan mengurus rumah,” ungkapnya.

Cut Nyak Fakinah, Pocut Meurah Intan dan lain-lain..

Keluarga Pejuang

Hj Pocut Haslinda Syahrul merupakan putri ke-2 dari empat bersaudara pasangan HT Hamid Azwar dan Hj Cut Nyak Djariah Azwar. Cut Ida Syahrul mempunyai 3 (Tiga )  saudara laki-laki  yaitu H.Teuku.SyahrulAzwar,    Teuku.Syaiful Azwar  Teuku .Verdy Azwar.Keluarga ini merantau keluar dari Aceh pada tahun 1947 dan menetap di Bukittinggi. Jabatan sebagai Kepala Intendan untuk seluruh wilayah Sumatera adalah penyebab kedatangan di daerah berhawa sejuk ini. “Ayah kemudian mendirikan perusahaan dan tinggal lama di Bukittinggi.  Zaman Bung Hatta , Bapak Ahmat Tahir , Datok BDB , Haji Taher  Teuku Daud Umur 17 tahun almarhum di Aceh ayahnda Teuku Hamid Azwar banyak pengalaman  dalam mengelola pabrik penggilingan padi miliknya sendiri ,membuat langkah-langkahnya pun menjadi sangat strategis.

Ia, misalnya DiBukittingi  menyewa pesawat untuk menjual batik ke Sungapura. “Pulang dari Singapura membawa plastik untuk di jual di Sumatera. Nah, carter flight ini setelah mendapat keuntungan langsung dibelikan senjata dan lain-lain.
Orang tua kami  merupakan salah satu penyumbang pesawat terbang ke Ridengan nomor Regeter Avro 004 tahun 1947 di Bukittinggi  . Saat itu  bunda saya memberikan emas  milik pribadinya kepada  ayah saya sebanyak   15 kg emas, kita tidak ada pamrih dan hanya tersentak hati  ingin ikut  membangun perekonomian Indonesia lebih baik setelah merdeka , kami cerita ini bukan ria atau bermaksud sombong   namun mudah mudahan anak cucu kita atau genarasi muda sekarang  bisa berbuat lebih baik lagi dalam bentuk apapun  ……..ungkapnya.

Sayangnya, pesawat sumbangan dari Ibunda Cut Nyak Jariah Azwar alias Kemala putri yang diambil dari Thailand jatuh di Malaya‘““““““` dekat gua Hantu .  Saat itu pesawat dikemudikan oleh pasangan pilot dan ko-pilot, Halim Perdana Kusumah – Is Wahyudi yang sekarang namanya diabadikan menjadi pangkalan TNI AU.

Semasa hidup mama  pernah bercerita  sewaktu  Pak Halim mau berangkat ke Thailan untuk ambil Kapal terbang sumbangan dari kita tersebut , ibu dan Bapak Halim masih sempat makan siang dirumah kita depan lapangan di Bukit Tinggi dekat  tidak jauh dari gereja dan Ibu Halim  sedang mengandung dua bulan . Kalau mama bisa  bertemu pasti mama akan cerita peristiwa ini  yang sebenarnya bisa terjadi . Kapal terbang itu dipersiapkan perintah Bung Hatta untuk kunjungan Bung Karno ke Bukittinggi , tapi naas jatuh diGoa Hantu di Malaya , kerangka kerangkanya ada di Musium tersimpan baik dan saya pernah melihatnya

Tidak hanya berhenti di situ langkah ayahnya dalam membantu perjuangan meningkatkan perekonomian di Jakarta  Setelah mendengar anjuran Bung Hatta –proklamator yang berasal dari Bukittinggi- lalu ayah terjun ke dunia bisnis dan mengembangkan sayapnya keluar dan dalam negeri .  Ayah disuruh berhenti dari intendant dan fokus menangani perusahaan CTC (Panca Niaga) yang didirikannya,” kata perempuan yang memiliki idola Cut Nyak Dhien, Pocut Meuligo, Dewi Motik dan Linda Agum Gumelar ini.

Dari Bukittinggi, Teuku Hamid Azwar memboyong keluarganya ke Jakarta tahun 1949 . Di ibukota, ia terus membesarkan perusahaan Panca Niaga  Milik BUMN . Almarhum ayahnda Teuku Hamid Azwar Derektur Pertama di Indonesia BUMN Milik Negara  Dari hanya satu cabang, perusahaan berkembang sangat pesat. Tidak hanya tiga cabang di Jakarta tapi  Aceh, Medan , Bandung , Surabaya , Makassar , Menado , Panca Niaga  BUMN Perusahan milik Negara saat itu mampu melebarkan sayapnya dan membuka cabang di luar negeri  Singapura, Bangkok,Hongkong,Tokyo,NewYork,
Hambrug,London,Amsterdam, Rome dll .

Modal Sejuta

Kesuksesan yang diraih Teuku Hamid Azwar tidak diperoleh cuma-cuma. Memerlukan kerja keras dan upaya terus menerus untuk mencapai semua keberhasilan tersebut. Semangat itu ditularkan kepada anak-anaknya dengan mendidik mereka secara keras penuh disiplin.

“Ayah mendidik anak-anaknya dengan kerasdan disiplin  Ia juga menginginkan pendidikan terbaik bagi kami itu faktor utama  Makanya, kami hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA di Jakarta. Setelah itu,kami empat saudara  melanjutkan belajar tahun 1963 – 1972 T. Syahrul Azwar  (abang ) melanjutkan  Ke Hamburg ,   Tahun 1965 -1970 saya ( Cut Ida ) melanjutkan ke Hamburg , Paris dan Inggris , 1968 -1970 adik Saya TSyaiful Azwar melanjutkan ke London , dan  Tahun 1972- 1976 Adik saya T Ferdy melanjutkan ke  London Saya bersama kakak sementara dua adik saya di London memperdalam kecantikan / rambut ,” Di Vidal Sason , Molten Brwon , Maike John , Robet Feideng , Alan , Di Paris  Setion art , Antonio , Alexander ,  kisahnya.

Kalu saya mula mula 2 tahun ambil arsitek ditengah jalan, saya putar haluan saya bidang ketrampilan wanita  Kecantikan, make up , Sambut ,Fashion, etiket dimana pada zaman tahun 1970   indonesia membutuhkan  peningkat cara cara yang terbaru  mempercantik wanita tidak berlebihan dan natural sistim yang saya dapati dari jerman   Paris dan london, hingga saya membuka sekolah  kecantikan Ketrampilan wanita dengan nama La Reine Salon, Dicideng Barat , Cokro aminoto , Tengku Tjhik Ditiro , Dan Jaka Sampurna Kali Malang

Tahun 1970, Cut Ida menyelesaikan pendidikan desain dan fashionnya. Ia kemudian pulang ke Indonesia dan mempraktekkan ilmunya dalam make up dan tata rambut. Sementara di Indonesia saat itu sedang berlangsung penyelenggaraan Miss Indonesia, sehingga ia langsung terlibat dalam perhelatan itu. Ia juga membuka salon kecantikan berbarengan dengan orang-orang yang sekarang terkenal di dunia kecantikan, seperti Rudy Hadisuwarno
“Saya juga membuka sekolah kecantikan,” ujarnya.

Setelah melihat upaya gigih yang dilakukan putri keduanya tersebut, Teuku Hamid Azwar merasa sangat puas. Tidak hanya itu, ia kemudian membelikan perlengkapan salon dan kecantikan sebanyak dua kontainer untuk putri tercintanya. “Saya dimodali uang sebesar Rp 1 juta rupiah yang harus dikembalikan dalam tempo enam bulan. Saya kaget dan berusaha keras untuk mengembalikan modal salon yang saya namakan PT . La Reine yang artinya queen, usaha kita bertiga  saya, ibu dan ayahsaya ,” tandasnya.  Untuk melebarkan sayap bisnisnya, Ia juga melayani Make up Pengantin  desain pelaminan, gaun pengantin dan pernak-pernik penikahan lainnya sejak tahun 1976 saya lakukan   Upayanya  kelas kecantikan yang mempunyai siswa dari daerah seluruh  Indonesia bahkan sampai Singapura dan Malaysia pada masa liburan mereka mengambil praktek kecantikan ini cerita lagi muda dan tahun 1970 -1993  . karena saya tetap sebagai ibu rumah tangga juga. Karena setelah anak pertama lahir, empat bulan kemudian sudah hamil lagi. Begitu seterusnya sampai saya mempunyai lima orang anak,” katanya. Anak-anaknya telah mempersembahkan 12 cucu bagi Ida. Bahkan sekarang ia sedang menunggu kelahiran cucu ke-13

“Kita tidak pernah tahu rencana Allah. Dari Riefky 4, Rafly satu, Cut Vita tiga, Cut Dilla tiga anak . Yang kemarin menikah sudah hamil tiga bulan,” ungkapnya bahagia.

Seperti juga sang ayah, Cut Ida juga memberikan pendidikan yang memadai untuk anak-anaknya. Saat masih sekolah menengah, mereka menempuh pendidikan di Yayasan Al Azhar. Kemudian dilanjutkan ke Military Academy Vermont, Boston, USA.  Rafly Master di Boston Universite , Marvi Master . Ia tidak memanjakan anak-anaknya , yang penting, ia telah menyiapkan dana bagi pendidikan mereka yang cukup .

“Seperti yang dilakukan oleh kakek mereka kepada saya. Saya boleh pergi ke Paris atau London saat liburan, tetapi untuk belajar bukan jalan-jalan tapi sampai belajar .

Alhamdulilah semua anak-anak saya berhasil menyelesaikan sekolah dengan baik  dan mendapat sarjana sesuai bidang masing-masing. Dan alhmadulilah mereka  berlima sudah melakukan ibadah Haji untuk bekal nya  dunia dan akhirat .

Nama lengkap T.Riefky di sarjana komunikasi dari Norwich di  Boston,T.Rafly Master dalam bidang komunikasi dari Norwich di Boston USA,Cut Vita Pramadhi dalam bidang desain grafis dari  North Houston di  Boston USA,Cut Dilla dalam bidang desain grafis dari North Houston di Boston USA dan Yang bungsu T.Marfy Marsya Master dalam bidang Accounting di Universitas  Deakin di Melbourne Australia    ” katanya.

Cut Ida Syahrul  sangat bersyukur anak-anaknya berperan aktif dalam melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh ayah Teuku Syahrul dan kakeknya Teuku Hamid Azwar mudah- mudahan selalau dilindungi Allah SWT apapun jabatannya yang penting jangan ria , tundukan kepala kehadapan Allah SWT mohon perlindungan nya dan mau kerja keras .

Anak tertua, Teuku Riefky Harsya  saat ini menjadi Ketua Komisi III DPR RI untuk periode keanggotaan yang  kedua dari Partai Demokrat. Padahal ayahnya adalah”dedengkot” Partai Golkar .  Sementara anaknya yang lain, Teuku Rafly Pasya  menjadi penasehat / membantu Gubernur Nangroe Aceh Darussalam.

“Pas minta izin kepada ayahnya saat T.Riefky dilamar Partai Demokrat, mereka mendapat nasehat berharga dari ayahnya . Yaitu ‘asalkan untuk Aceh kepala boleh kamu serahkan, karena ayah tidak mungkin kembali ke sana’.untuk mellihat Aceh . Setelah itu mereka sangat fokus untuk mengabdi bagi tanah rencong,” tegasnya.

Sedangkan dua anak perempuannya lulusan design graphic dari North Houston University. “Mengikut bakat saya sementara Riefky  sama Rafly di ilmu komunikasi. Dipersiapkan sebagai kadernya di ANTV ,
Manusia boleh merencanakan allah menentukan lain Ayahnya kan juga pemegang saham di ANTV, kemudian saham kita lepas kepada Bakrie  .

Dengan kesendirian begini, saya betul-betul menjadi panutan hidup anak anak saya.  Dan kesibukan saya sekarang menulis buku sejarah  4 buku yang sudah saya bedah dan luncurkan .

Saya juga mempunyai Butik Baju muslim import baju Muslim  import dan  kreasi sendiri  yang berlokasi di rumah saya di Jalan Tirtayasa Raya 49

Jadi cambukan-cambukan orang tua saya itu benar-benar membekali hidup saya sekarang lahir dan bathin ,” kata Hj. Pocut Haslinda Syahrul MD.

Winita E. Kusnandar

No Comments

CEO Kusnandar & Co.

Menolak Profesi Femininmi, Menjalani Profesi Menantang dan Memiliki Otorisasi

Sosok Winita E Kusnandar sangat berbeda dengan perempuan di zamannya. Pada masa kecilnya, kebanyakan perempuan memiliki cita-cita menjadi guru, dosen, akuntan atau PNS yang lebih sesuai dengan kodratnya. Tetapi ia memiliki pandangan lain mengenai masa depannya. Ia tidak tertarik untuk pekerjaan-pekerjaan yang didominasi oleh perempuan dan menginginkan sesuatu yang lebih menantang.

“Cita-cita awal adalah menjadi Kowad atau profesi lain yang tidak feminin, yang dapat memberi posisi dalam profesi dan otorisasi. Saya terinspirasi oleh Hakim Agung Sri Widowati, SH, pada waktu itu merupakan satu-satunya Hakim perempuan di PN Solo. Jadi pada waktu itu prinsipnya asal bukan profesi yang di dominasi perempuan, tetapi profesi yang menantang. Dan, profesi hukum yang saat itu masih didominasi kaum pria menjadi pilihan,” kata CEO Kusnandar & Co ini.

Di sisi lain, lanjutnya, profesi hukum sangat membutuhkan keuletan, keberanian, strategi yang jitu dan solidaritas yang kuat. Selain itu, dibutuhkan juga intelegensia yang tinggi, sehingga sangat menantang karena secara empirik perempuan, bukan hanya pria, juga dapat eksis memberikan kontribusi bagi penegakan hukum. Untuk sampai pada posisi seperti sekarang ini, ia harus melalui perjalanan panjang. Sesaat setelah memasuki bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, ia sudah magang di sebuah kantor hukum di Jakarta, yaitu Delma Yuzar Advocate & Solicitor, Legal Consultant.

Di kantor hukum ini, Winita mempelajari praktek hukum pada perusahaan multinasional seperti Caltex Pacific dan The Chase Manhattan Bank N.A. Pengalaman magang menambah pengetahuannya terutama seputar Producton Sharing Contract (PSC). Itu sebabnya ia mengambil masalah PSC untuk menyusun skripsinya. Setelah empat tahun menjalani magang di sela-sela kesibukannya kuliah Winita berhasil menyandang gelar Sarjana Hukum.

Mengikuti kelulusannya, ia tertarik untuk menambah pengetahuannya di bidang notariat. Di tahun itu pula, ia bergabung di Kantor Notaris Kartini Muljadi. Setahun kemudian, ia bergabung di kantor hukum milik pengacara kondang Adnan Buyung Nasution. Ia terjun menangani perkara pidana dan perdata. “Di sini saya merasa mendapat tantangan untuk mandiri. Saya harus jungkir balik dan belajar dari kesalahan sendiri,” katanya.

Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Winita memberanikan diri membuka kantor hukum sendiri. Ia mendapat dukungan kuat dari seorang pengusaha multinasional, Jan Darmadi. Diawaki pula oleh seorang asisten pengacara, seorang sekretaris, seorang yang mengurus keuangan, dan seorang office boy, ia mendirikan Kusnandar & Co.pada tahun 1980.

Masih di awal berdirinya Kusnandar & Co., Winita kemudian menawarkan konsep pelayanan satu atap. “Konsep one stop service ini dilatarbelakangi oleh sistem kerja klien yang datang ke kantor kami. Mereka membawa berbagai permasalahan yang satu sama lain memiliki keterkaitan. Mulai masalah korporasi, industri keuangan, investasi, tenaga kerja asing, maupun lokal, IPR, sampai litigasi,” katanya. Dengan pelayanan satu atap, lanjutnya, segala aspek kebutuhan klien bisa ditangani, baik tingkat primer maupun sekunder. Mereka tak perlu ke tempat lain untuk pemenuhan kebutuhan selanjutnya.

Kusnandar & Co. memiliki berbagai divisi, yaitu Foreign Investment Division, Banking and Finance Division, Tax Division, Land Division, Real Estate Division, Capital Market Division, Labor Division, Intellectual Property Division, Immigration Division, dan Admiralty and Litigation Division. “Selain mampu melayani kebutuhan klien secara total, konsep yang ditawarkan ini memberi nilai tambah bagi pemecahan suatu masalah. Pelayanan satu atap ini menghasilkan pengalaman yang berguna untuk meninjau suatu masalah hukum dari berbagai segi,” katanya.

Untuk tujuan mengembangkan diri sekaligus promosi, Winita aktif mengikuti berbagai pendidikan singkat berupa kursus atau seminar, baik di dalam maupun luar negeri. Selain sebagai peserta, kadang ia turun sebagai pembicara, moderator, atau pembanding. Pendidikan non-formalnya antara lain konsultan HKI, konsultan pasar modal, kurator, pengacara kepailitan, pengacara arbitrase, dan penerjemah tersumpah. Winita juga aktif di berbagai organisasi profesi internasional ini, yaitu Advoc Asia Pasific, ASEAN Intellectual Property Association, Inter-Pacific bar Association (IPBA), Singapore Arbitration Center (SIAC), Asia Law Hongkong, International Bar Association di Amerika Serikat dan Inggris, Chartered Institute of Arbitration dan seterusnya.

Dalam mengelola Law Firm, Winita menganut prinsip etos dan etika kerja yang tinggi, ulet, disiplin, bertanggung jawab dan penuh kehati-hatian (prudent). Selain itu, ia juga menjalin kerjasama dengan beberapa law firm asing terkemuka baik di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Hong Kong dan Singapura. Semakin meningkatnya tuntutan pelayanan jasa hukum dari masyarakat, maka perlu meningkatkan mutu layanan kepada klien dan berusaha menciptakan one-stop-service (pelayanan satu atap).

“Dengan sistem one-stop-service, pelayanan kepada klien sangat efektif sebab klien yang datang akan dilayani ataupun diperiksa segala aspek yang sekiranya diperlukan atau untuk setiap kebutuhannya, baik tingkat primer ataupun sekunder. Klien tidak perlu lagi ke tempat lain bila membutuhkan jasa pelayanan selanjutnya. Untuk itu, selain melayani jasa hukum, kami juga melayani jasa lain termasuk yang berkaitan dengan pajak, keuangan, manajemen, SDM hingga pengurusan dokumen, perijinan dan sworn translator,” tuturnya.

Mengembangkan dan Menegakkan Hukum

Kusnandar & Co dibawah pimpinan Winita telah menjalani kerjasama dengan banyak instansi pemerintah. Hampir semua instansi pemerintah terkait bekerjasama dengan memberikan informasi yang diperlukan dalam menjalankan layanan hukum. Winita sebagai kuasa hukum dalam berperkara dengan perjuangan yang menganut etika hukum yang tinggi sehingga senantiasa independen dan terbebas dari segala pengaruh politis atau lainnya.

“Dalam menjalankan profesi kami, tidak pernah sekalipun kami membiarkan praktek maupun pribadi kami tersandera oleh siapapun dan dalam bentuk apapun. Baik oleh pemerintah, quasi pemerintah atau organisasi manapun, bahkan Bank Dunia sekalipun, karena kami juga menjadi rekanan kerja mereka,” ujarnya.

Law Faiirm yang dikelola Winita memberikan nilai tambah dengan mengandalkan dan menerapkan manajemen pengelolaan. Adapun metode pelayanan yang digunakan selalu mengutamakan kepentingan klien di atas segalanya dengan konfidentialitas yang tinggi tanpa mengurangi etika profesi. Setiap produk hukum yang diterbitkan oleh kantor Winita selalu merupakan produk hukum yang komprehensif, professional dan dapat diandalkan karena dikeluarkan setelah melalui beberapa fase yang penuh kehati-hatian.

Winita menjamin, produk hukum terbitan Kusnanda & Co merupakan produk hukum yang integrated/terpadu antara ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku/normative dengan preseden-preseden/praktek yang terjadi. “Lawyer kami, dalam membuat opini hukum atau produk hukum lainnya, selalu berpedoman kepada (i) hasil review peraturan yang berlaku maupun (ii) hasil riset di lapangan termasuk instansi terkait dan (iii) analisa hukum yang independen dan mendalam,” imbuhnya.

Dengan menggunakan jasa law firm milik Winita, sebuah perusahaan klien akan memperoleh banyak keuntungan. Antara lain memperoleh advise antisipasi risiko, menciptakan harmonisasi hubungan kerja, menjamin legalitas dan validitas suatu kegiatan usaha. “Kerjasama baik melalui kontraktual maupun suatu entitas baik antara pihak lokal maupun dengan pihak luar negeri. Memperoleh bantuan hukum untuk proteksi klien ataupun mempertahankan hak klien,” tambahnya.

Saat ini, Kusnandar & Co pimpinan Winita mampu untuk menangani berbagai jasa, sebagai berikut: Foreign Investment & Trade, Banking & Multi-Finance, Capital Market & Securities, Merger-Acquisition-Consolidation & Restructuring, Land/Property Conveyance, Realty Development & Construction, Natural Resources & Plantation, dan IPR Mark, Patent, Copyright, Trade Secret, Industrial Design & Integrated Circuit. Layanan lain adalah Labour, Industrial Relation Union (CLA), Civil-Commercial- Criminal Litigation, Local & Overseas Arbitration/Mediation,Official Receivers & Administers, Liquidation & Bankruptcy.

“Kita juga melayani Tax Review & Maintenance, Accounting Service, Sworn Translation serta Litigasi, Mediasi & Arbitrasi dan Hubungan Industrial, Tata Usaha Negara,” kata Winita. Selain itu, dalam menjalankan law firm dengan beragam jasa yang ditawarkan, ia tetap mengusung misi yang sangat luhur bagi bangsa ini. “Misi saya membantu mengembangkan dan menegakkan hukum dengan benar agar Indonesia mendapat tempat yang terhormat dan dihormati oleh berbagai bangsa dan negara di dunia,” tambahnya.

Perempuan Warga Kelas Dua

Berbicara mengenai kesetaraan gender di Indonesia, Winita mengutip UU No. 2/2008 tentang Partai Politik. Di mana telah dibuka kesempatan bagi perempuan dengan kuota 30%. Bukan hanya untuk pendirian partai politik, tetapi juga pada aturan kepengurusan partai politik pada setiap tingkatan dan dalam menentukan bakal calon anggota legislatif. Untuk itu semua, diperlukan rekonstruksi budaya guna mereduksi dominasi pria.

“Namun demikian, permasalahan perempuan tidak terlepas dari kondisi budaya atau konstruksi sosial itu sendiri. Apalagi masyarakat Indonesia telah terlanjur menganut budaya patrilineal yang sering kali memposisikan perempuan sebagai warga kelas dua. Khususnya di dalam keluarga,” tegas perempuan yang akan mengabdikan diri dengan terus menggeluti profesi lawyer sampai tidak berguna lagi ini.

Perempuan Indonesia, lanjut Winita, telah turut berkiprah mensukseskan pembangunan nasional baik di sektor ekonomi, bisnis, pendidikan dan kesehatan bahkan pemerintahan. Jabatan dalam pemerintahan seperti walikota perempuan, bupati perempuan, anggota parlemen perempuan dan sebagainya, sudah jamak di Indonesia.

Menurut Winita, pemerintah mempunyai peranan penting di dalam menentukan peran perempuan Indonesia. Misalnya, mengambil langkah afirmatif untuk merekrut lebih banyak lagi perempuan di tempat kerja. Untuk itu, otoritas publik perlu proaktif mengumpulkan dan menyediakan data maupun indikator tentang gender. Sudah seharusnya, kaum perempuan patut menuntut kesetaraan gender dalam segala bidang.

“Banyak perempuan yang berlindung dibalik konsep pemikiran pasif bukan pro-aktif sekadar agar mereka dapat terus menikmati dan tidak perlu meninggalkan zona nyaman, comfort zone yang dinikmatinya. Mereka merasa tidak perlu mempunyai identitas sendiri, hak dan kewajiban serta independensi sendiri dan tidak merasa perlu meniti prestasi di luar rumah tangga atau keluarganya. Mereka cukup puas menerima dan menikmati zona nyaman meskipun harus hidup dengan segala ketergantungan pada pendamping hidupnya,” tandasnya.

Sebagai pengelola firma hukum, Winita juga mempersiapkan kaderisasi dan regenerasi. Winita memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk ikut berkiprah bahkan dalam menentukan kebijakan. Di era saat ini, manusia hidup dalam sebuah ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge economy) dengan masyarakat yang sudah seharusnya berpengetahuan setara (knowledge society).

Menurut Winita, daya dan kemampuan kreativitas yang tinggi di masyarakat memaksa siapapun harus dapat memecahkan masalah sesuai dengan pengetahuannya. “Apalagi masyarakat sekarang telah berkembang pesat. Agar dapat memecahkan masalah dengan tingkat kecerdasan yang setara atau berimbang –ingenuity- mau tidak mau kita harus menciptakan generasi penerus dengan kualitas ini. Itu jika kita tidak ingin gagal,” cetusnya.

Winita menyatakan dirinya merasa puas atas praktek hukum yang dijalaninya selama ini. Apalagi kantor law firma Kusnandarr & Co yang didirikannya sudah mendunia dikenal di berbagai belahan dunia. Firma hukum ibu dari Arno Rizaldi, Andro Rinaldi, Andrio Rivaldi dan Axa Rivani dan 10 (sepuluh) anak asuh yang tinggal bersamanya ini, memiliki layanan yang telah diterima oleh banyak perusahaan, nasional maupun internasional. “Terutama yang menjadi bagian dari Fortune 500, Legal 500 bahkan International Who’s Who Professional, tahun 1997, 2006-2007, 2010-2011. Kemudian Great Minds of the 21st Century 2009, ABI Fellow 2009 serta menjadi acuan Bank Dunia dan masuk dalam database Wikipidea,” imbuh istri Dipl. Ing. Heru Setiawan ini.

Menurut alumnus Program Diploma King’s College – University of London, Program Sarjana Fakultas Hukum Unpar, Program Master of Business Administration – University of Leicester, dan Program Doktoral Universitas Indonesia ini, law firm miliknya memiliki banyak saingan. Saat ini, terdaftar di Legal 500 sejumlah 59 firma hukum, 30 diantaranya khusus Legal Consultant dan 29 sisanya Litigator.

“Meskipun kantor kami lebih banyak menangani masalah hukum sebagai Legal Consultant tetapi kami juga menangani litigasi di lembaga yudisial sebagai Litigator. Legal 500 adalah buku, berisikan data dari law firm-law firm terkemuka di seluruh dunia dan kantor hukum kami dua kali dinobatkan sebagai Recommended Law Firm untuk Banking, Finance and Restructuring dan Intellectual Property Tahun 2004 dan Intellectual Property tahun 2010,” kata Winita E Kusnandar.

 

 

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB

No Comments

Presiden Direktur PT. Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana (perusahaan-perusahaan di bidang pertambangan emas, dan mineral pengikutnya).

Bangga Pada Ketangguhan Perempuan Indonesia

Sebagai seorang perempuan dengan jabatan Presiden Direktur dibeberapa perusahannya, Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB,tetap terlihat bersahaja, ramah dan low profile.

Ketika ditanyakan pendapat mengenai perempuan Indonesia, Maya terlihat sangat antusias dan bersemangat. Menurutnya, banyak sekali perempuan Indonesia yang mempresentasikan dirinya secara sempurna, baik itu berkaitan dengan urusan rumah tangga maupun kariernya.

Saya bangga sebagai perempuan Indonesia, lebih dari itu saya kagum dengan perempuan-perempuan Indonesia, yang mampu melakukan multitasks secara bersamaan, karir dan rumah tangga, tanpa ada yang dikesampingkan.

Walaupun begitu, saya juga kagum dan appreciate terhadap perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan melepas semua atribut yang ada. Itulah pilihan dantujuan hidupnya, mengabdi kepada keluargakata mantan Chairwoman of Srikandi, Association of Indonesian Women in Multinational Marriages ini.

Perempuan kelahiran 9 Juli 1973 ini menyebutkan bahwa perempuan hebat bukanlah berpatokan hanya kepada perempuan yang sukses berkarier. Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya. Contohnya: ibu dan kakak perempuannya, yang merupakan panutan Maya selama ini. Menurut Maya, mereka berdua melambangkan perempuan Indonesia yang ideal, perempuan yang mengerti menempatkan dirinya namun tangguh dalam mengarungi hidup.

Maya berpendapat bahwa ada hal-hal di mana seorang perempuan harus alert. Jangan sampai ketika perempuan berada dalam comfort zone, baik itu di karier maupun rumah tangga, lalu melupakan kewajibannya. Bila memilih menjadi ibu rumah tangga, mereka sebaiknya mengerti bagaimana mengurusi kebutuhan suami dan anak-anaknya, pandai mengaturkeuangan untuk mengamankan keluarga di masa mendatang, dan lain lai yang bersifat domestik” katanya. Sebaliknya, bilamana memilih berkarir, maka serius dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga profesional dalam bekerja dan berpola laku, namun demikian urusan keluarga jangan sampai terlantar, sebaliknya, tetap harus diprioritaskan, jal ini merupakan konsekwensi pilihan untuk berkarir.

Maya sendiri sebenarnya adalah tipe perempuan multitasks yang lebih senang melakukan kegiatan di rumah. Meskipun sebagai pemilik perusahan-perusahaan tersebut di atas, dan juga kedudukan puncak, namun disisi lain, Maya sangat senang dengan kegiatan urusan domestik ini, seperti mendekorasi rumah, memasak, berkebun dan tentunya mengurus keluarga. Juga, bilamana sedang bersantai, Maya menikmati hari hari-harinya dengan berolahraga di rumah(berenang dan fitness) serta membaca dan menonton acara-acara favoritnya, misalnya National Geography (berkaitan dengan kehidupan alam). Bahkan, tidak jarang ia lebih memilih untuk menyelesaikana pekerjaan kantor di rumahnya yang asri di bilangan Cipete. “Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan paling mulia dari seorang perempuan. ungkap ibu dari Muhammad Khalifah Yusuf (8 tahun) ini.

Maya berusaha menyeimbangkan antara karir dan keluarga, dan yang pasti, sisi spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran, Maya biasa sholat tahajud ditengah malam, lalu tidur sejenak dan kemudian bangun pagi untuk shalat subuh, lalumemulai hari dengan berpikir positif. Sedangkan kegiatan mengaji, biasa dilakukan di mobil saat perjalanan menuju kantor. “Sambil menyelam minum air, sambil ke arah kantor, yaaa menimba pahala”, senyumnya lagi.

Maya menikmati semua kegiatan dan aktivitas rutin tersebut setiap harinya, tanpa rasa jenuh, bosan atau lelah. Menurutnya, selalu terdapat hikmah dan value yang dapat dipetik setiap hari dalam kehidupan ini. Meskipun terlihat monoton, rutinitas tersebut selalu memberikan hal-hal baru yang dapat diambil dan dipelajari. “Yaitu nilai positif kehidupan,” katanya penuh rasa syukur.

Seiring dengan membesarnya perusahaan dan banyaknya para konsultan ahli yang dipekerjakan untuk pelaksanaan pekerjaan pertambangan ini, membuat Maya dapat lebih mengatur waktu untuk kegiatan-kegiatan lainnya, baik itu untuk urusan keluarga (yang tetap menjadi prioritas Maya), terlibat dalam organisasi kewanitaan, juga aktif dengan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Tapi yang jelas, semua itu membuat hidup saya menjadi penuh kebahagian. No more working hard, just working smart. Alangkah meruginya saya bila tidak bisa menikmati keindahan yang telah diberikan oleh Allah itu, dengan kegiatan-kegiatan positif,” tegasnya.

Maya mencontohkan beberapa keindahan anugerah Allah untuk dinikmati. Antara lain, menikmati perkembangan anak yang tumbuh dewasa, menikmati kehidupan keluarga yang bahagia, menikmati semua yang Allah telah berikan kepada Maya. Semua harus dinikmati dengan rasa penuh rasa syukur, salah satu perwujudan rasa syukur itu adalah dengan memaksimalkan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, imbuhnya lagi.

Bahkan ketika nonton TV atau bersama-sama membaca koran di pagi hari dengan keluargapun, merupakan momen indah yang saya syukuri,” kata perempuan yang berlangganan banyak suratkabar dan majalah nasional ini.

Ia juga memiliki koleksi buku berkualitas yang tidak terhitung jumlahnya mengingat minatnya yang beragam. “Saya membiasakan membaca setiap hari untuk menambah ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Perusahaan untuk Kepentingan Masyarakat

Perusahaan-perusahaan Maya yang bergerak di dunia pertambangan ini, melakukan banyak hal bermanfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Seperti pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah sampai listrik dan telepon, kesehatan, pendidikan adalah merupakan program-program yang diaplikasikan kepada pada masyarakat sekitar.

Walaupun stigma perusahaan tambang itu bersifat komersial, namun sisi sosial dan kemanusian adalah salah satu tujuan kami dalam mendirikan perusahaan, jadi tidak profit semata. semaksimal mungkin membuka lapangan pekerjaan dan bagi yang memiliki potensi, di gandeng untuk ikut mengkontribusikan kemampuannya dalam rangka kegiatan pertambangan ini,” kata istri Ir. Andreas Reza, MH ini.

Perusahaan yang dikelola Maya tidak akan memberikan janji-janji kepada masyarakat, namun, Maya berusaha melakukan yang terbaik sepanjang kemampuannya, misalnya membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan, membangun perekenomian swadaya, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan mutu pendidikan. Tujuannya, supaya masyarakat di sekitarnya memproleh perbaikan ekonomi. Selain itu, rakyat juga ikut merasakan benefit-benefit laindengan keberadaan perusahaan yang beroperasi di daerah mereka.

Maya bahkan sangat ingin melihat masyarakat di sekitar perusahaan mampu mandiri. Artinya, mereka tidak hanya sekadar sejahtera tetapi juga menularkan kesejahteraan kepada masyarakat lain. Sedangkan para karyawan perusahaan, diharapkan memberikan kontribusi semaksimal mungkin terhadap perusahaan. Untuk mencapai keberhasilan dalam pekerjaan, Maya tidak ragu-ragu untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menimba ilmu, entah itu melanjutkan sekolah, memberikan training-training, seminar, workshop dan lain-lain. Bahkan Maya berujar bahwa perusahaannya adalah tempat dimana para karyawan diberikan kesempatan untuk menimba ilmu seluas-luasnya, “anggap saja bekerja diperusahaan ini seperti sekolah tapi dibayar, sehingga setiap pekerjaan dianggap sebagai sarana belajar dan mencari ilmu serta pengalaman”.

Apabila suatu ketika karyawan memperoleh tawaran dari perusahaan lain yang lebih menarik di perusahaan Maya, maka Maya dengan lapang dada akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada karyawan tersebut. Maya menganggap bahwa “by nature” manusia akan mencari kehidupan yang lebih baik, yang terpenting disini adalah karyawan tersebut sudah dibekali oleh ilmu, dan pengalaman di perusahaannya sehingga InsyaAllah berguna bagi bagi masa depannya karyawannya nanti.

Apa yang mendasari Maya sehingga ia berpikir demikian? Ternyata jawabannya sederhana, “Semua itu karena didikan orang tua yang lebih banyak memfokuskan pada bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, sesuai dengan doa saya, semoga Ya Allah hambaMu ini menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya”.

Dalam menjalankan bisnisnya, tidak hanya melulu berfokus pada pekerjaan, namun juga norma dan kaidah yang berlaku, menyangkut agama, sosial, organisasi dan kesejahteraan masyarakat banyak sehingga balancedalam melakoni pekerjaan. Kami juga membangun corporate culture yang antara pemilik, manajemen dan karyawan adalah satu kesatuan (unity) dan menerapkan sistem kekeluargaan, hingga bilamana merupakan bagian keluarga, maka semua merasa memiliki perusahaan ini, merasa bahwa I’m a part of the family, sehingga sense of belonging nya tinggi,” ungkapnya.

Maya tidak mengingkari bahwa dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak lepas dari orientasi mendapatkan keuntungan maksimal, meskipun demikian, tetap sesuai dengan cita-citanya yaitu dengan niat baik dan keinginan luhur untuk menyejahterakan masyarakat. Harapan saya, Perusahaan dapat memberikan value yang baik bagi mereka, kalau suami atau istri bekerja, anak-anaknya akan bisa sekolah atau memiliki kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau kita tarik garis lurus, tujuan membangun perusahaan selain mencari profit, tetapi inti dari perusahaan adalah berbuat kebaikan,” kata perempuan yang juga menjadi Presiden Direktur pada PT Indo Multi Niaga, PT. Indo Multi Cipta, PT. Indo Mineral Nusantara dan PT. Indo Mining Kencana ini.

Seni Menjalankan Bisnis

Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB memang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang mining/pertambangan. Meskipun demikian, semua itu tidak lantas membuatnya ciut dan tidak percaya diri. Justru sebaliknya, Maya merasa tertantang pada bidang pekerjaan yang menurut orang lain “pekerjaan keras dan dunia lelaki” tersebut.

Dengan background sebagai lawyer dan Master di bidang Internasional Bisnis, (MIB) dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia, Maya justru terpacu dan pantang mundurdalam menjalani bisnis pertambangan. Bekerja dan belajar dengan keras serta jatuh bangun dalam mengawali karir merupakan bagian dari perjalanan proses perusahaan pertambangan yang dikelola bersama suaminya yang juga partner bisnisnya.

Dalam pekerjaan suka-duka dan riak-riak pasti ada. Tetapi bukankah suka duka itu seni dalam menjalankan bisnis. That’s the art of doing the business, jadi hadapi, jalani saja. Kenapa saya yang duduk di sini, pasti Allah memiliki tujuan tersendiri karena banyak perempuan hebat lain,” tandas Maya yang juga kadang jadi Penulis dan kontributor independent di beberapa majalah ini.

Namun demikian, latar belakangnya sebagai lawyer justru banyak membantu. Begitu juga dengan International Businessnya, memudahkan Maya untuk berhubungan dengan para pemain perusahaan mining lainnya dan konsultan-konsultan asing dalam memahami seni bisnis dari sudut hukum. “Yang pasti, pada awal pendirian dan menjalani perusahaan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini membutuhkan kerja keras ekstra, baik secara physically, mentally dan tentunya spiritually. Ibaratnya kami ini adalah nahkoda-nya,” katanya.

Dalam menjalankan perusahaan, Maya selalu mempedomani ajaran kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di mana seorang pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fatonah, yang dijabarkan sebagai berikut:

  • Sidiq, kejujuran, kebenaran selalu mendasari perilakunya sebagai Pemimpin

  • Amanah, kepercayaan yang diembannya tidak akan dikhianatinya

  • Tabliq, keterbukaan menjadi cara Maya memimpin sehingga bawahan dapat mengetahui dan memahami kemana arah yang dituju perusahaan ini. Visi dan misi perusahaan selalu dijelaskan kepada seluruh jajaran sehingga mereka mampu mengikuti gerak langkah perusahaannya

  • Fatonah, cerdas, diwujudkan dengan terus menerus belajar, baik formal maupun non formal. Hal ini juga dilakukan terhadap karyawan sehingga mereka selalu meningkat kompetensinya

Sebagai orang berdarah suku Jawa dari garis papanya (H.M. Yusuf, SH, MBA, MH) Maya menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata. Ajaran ini mengharuskan seorang pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh 8 (delapan) anasir alam yaitu api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang dan mega. Memberikan kesejahteraan kepada bawahan seperti sifat tanah sebagai sumber penghidupan, memberi kesejukan seperti sifat mega, berlapang dada seperti lapang/luasnya lautan, memberi arah seperti sifat bintang dan lain-lain. Sementara sang ibu Hj. Emmylia Latifah Yusuf berasal dari Bengkulu, Maya menerapkan filosofi; berani mengekpresikan apa yang menurutnya benar, tidak takut menegakkankebenaran dan pantang menyerah, gigih dan ulet dan selalu ber optimis.

Menjalankan perusahaan pertambangan tidak dapat diibaratkan seperti air mengalir. Sebaliknya, kadang saya bahkan harus menantang aliran arus air itu. Semua saya lakukan mengingat usaha ini menyangkut hajat hidup orang sehingga harus tenang, fokus dan serius,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta ini.

Di tengah ribuan tenaga kerja diperusahaannya yang 97 persen laki-laki, ia menempatkan dirinya menjadi figure seorang ibu yang memberikan keteduhan, namun juga tegas.

Dalam menyelesaikan persoalan, saya berusaha untuk mengajak mereka berdialog dan siap ditemui kapan saja. Everybody is welcome, bicara secara heart to heart,” kata mantan model, koreografer dan juri beberapa kontes modeling ini.

Tidak hanya di kantor, Maya juga menerapkan keterbukaan di lingkungan tempat tinggalnya. Di mana rumahnya terbuka untuk kegiatan sosial,bahkan, salah satu rumahnya digunakan untuk berbagai kegiatan mulai pengajian, Posyandu, PKK hingga rapat RT/RW. Saya yakin rumah itu akan menjadi barokah dengan kegiatan tersebut. Pesan saya, setinggi-tingginya kita mengejar impian dalam dunia bisnis, maka setinggi-tinggi pulalah kita mengejar kebaikan, investasi dunia akherat, katanya mengakhiri perbincangan hangat tersebut.

Karen Agustiawan

No Comments

The Backbone of Indonesia

Sejak pertama kali bertemu dengan Karen Agustiawan beberapa bulan lalu–waktu itu ia masih menjabat sebagai Direktur Hulu PT. Pertamina–seperti ada energi besar yang melingkupi perempuan alumni ITB angkatan 1978 ini.  Waktu itu, saya mewawancarainya untuk kepentingan penulisan buku alumni ITB78.

Dan, ketika akhirnya, nama Karen Agustiawan diumumkan menjadi Direktur Umum Pertamina, saya tidak kaget. Ia memang pantas menerima jabatan itu. Siapa Karen Agustiawan? Berikut ini sekelumit catatan saya, tentang profil sarjana Teknik Fisika ini:

Pada usia ke lima puluh tahun, Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) mencetak sejarah karena dipimpin seorang perempuan. Ia adalah Karen Agustiawan, alumni ITB78 jurusan Teknik Fisika. Apa keistimewaan Karen sehingga ia memperoleh kepercayaan yang begitu prestisius? Posisi ini pula kemudian yang menjembataninya untuk duduk sebagai Dirut Pertamina. Perempuan pertama yang menduduki jabatan sebagai Dirut Pertamina.

Kalangan perminyakan berpendapat bahwa “the backbone of Pertamina” adalah Direktorat Hulu. Padahal, “the backbone of Indonesia” adalah Pertamina. Nah, bayangkan betapa vital direktorat yang sekarang berfungsi sebagai sub-holding dan membawahi seluruh portofolio usaha Pertamina di sektor hulu dengan enam anak perusahaan ini. Dan, tentu saja, betapa prestisius serta strategisnya sebuah jabatan Direktur Hulu di Pertamina. Sebagai “negeri minyak”, Indonesia jelas masih sangat mengandalkan devisa dari sektor yang satu ini. Dari data statistik dapat kita baca bahwa 70% pendapatan Pertamina disumbang oleh Direktorat Hulu.

Karen Agustiawan, anak bungsu dari seorang Guru Besar Universitas Padjajaran bernama Prof. Dr. Soemiatno, tidak pernah menyangka bahwa ia akan mengemban kepercayaan begitu besar memimpin Direktorat Hulu Pertamina. Bahkan, kini sebagai Dirut Pertamina.

Karen adalah orang luar Pertamina. Ia lama berkarir di Halliburton, sebuah perusahaan migas multinasional. Karen menjadi orang dalam Pertamina ketika ia diminta menjadi staf Ahli Dirut Pertamina. Jika kemudian Karen naik menjadi Direktur Hulu –sebelum menjadi Dirut– itu karena nama-nama yang sempat diplot untuk menduduki jabatan Direktur Hulu tak lolos ‘verifikasi’. Alhasil, otomatis Karen ‘naik’ sebagai Direktur Hulu. Memang, Karen pernah dilamar untuk posisi ini. Alasannya, Pertamina butuh penyegaran. Latar belakang Karen yang punya reputasi bagus di beberapa perusahaan perminyakan dunia seperti Mobil Oil dan Halliburton dianggap memadai untuk membawa atmosfer baru di Pertamina. Toh, secara halus, Karen sempat menolak. “Akan lebih efektif jika saya berada di level eksekusi untuk membantu Direktur Hulu,” begitu kata Karen kepada para petinggi Pertamina.

Toh, garis tangan berkata lain. Karena fakta menunjukkan bahwa akhirnya Karen lah yang menduduki kursi itu. “Nothing special, it just happened, karena nama-nama yang dijagokan kurang memenuhi kriteria yang diinginkan,” ungkap ibu tiga orang putra ini, yang mengaku bukan tipe pribadi ambisius dalam meniti karir.

***

Pada awalnya Karen remaja sebenarnya bercita-cita ingin menjadi arsitek. Sama sekali tak terbayang ia akan sukses meniti karir di dunia perminyakan.

Sayangnya, pas menjelang akhir SMA, saya baru sadar tidak mahir menggambar. Padahal, jadi arsitek itu harus piawai menggambar,” ucap “Kartini” yang hobi bermain piano ini. Maka, ketika berhasil lolos masuk ITB, ia pun menjatuhkan pilihan di jurusan Teknik Fisika.

Lulus dari ITB pada 1983, Karen sempat ingin bergabung dengan BPPT karena ketika itu sedang dibuka keran beasiswa. Namun, lantaran sang suami sudah bekerja di BPPT, Karen memilih untuk berkarir di dunia swasta. Dunia migas pun menjadi pilihannya.

Siapa yang tak ingin masuk ke dunia ini, apalagi ketika itu sedang booming,” kenang Karen bernostalgia. Karen pun melamar ke Arco dan Mobil Oil. Di kedua perusahaan bergengsi itu ia diterima. Tapi, Karen lebih memilih Mobil Oil. Selama empat tahun, Karen mengawali karir sebagai sistem analis dan manajemen data. Berprestasi kinclong, Karen dikirim ke Dallas, lagi-lagi di bidang yang sama yakni sebagai programmer dan sistem analis, serta komputasi eksplorasi. Pengalamannya berkutat dengan data ini, kelak, menjadi bekal bagi Karen memimpin Direktorat Hulu Pertamina. Di Dallas, ia bermukim hingga empat tahun. “Operasional akan menjadi efektif jika didukung oleh data yang lengkap dan akurat,” tegasnya.

Karen sempat vakum dari dunia kerja karena melahirkan anak ketiga. Akhirnya, dengan dalih ingin lebih punya waktu untuk keluarga, Karen mundur dari Mobil Oil. Selanjutnya ia bergabung dengan Landmark Concurrent Solusi Indonesia, sebuah anak perusahaan Halliburton. Di Landmark, Karen membangun berbagai sistem informasi manajemen terpadu untuk beberapa stakeholders perminyakan terkemuka, seperti ExxonMobil, Pertamina, dan BPMIGAS.

Lagi-lagi, kinerja Karen dianggap cemerlang. Halliburton pun menariknya. Posnya di Halliburton bukan pos kacangan. Ia menjadi juru lobi Halliburton untuk menjalin kemitraan dan relasi dengan berbagai stakeholders papan atas bidang perminyakan, seperti Menteri ESDM, Pertamina, BPMIGAS, dan berbagai institusi di dunia migas.

Sejak itu, nama Karen mulai dilirik Pertamina. Oleh karena itu, ketika Pertamina mulai menggelorakan semangat pembaruan, Karen diminta untuk menjadi Staf Ahli Dirut Pertamina untuk Bidang Hulu. Dari sinilah, pintu masuk Karen untuk menjadi Direktur Hulu mulai terbuka, yang kemudian mengantarkannya sebagai Dirut Pertamina.

***

Eksistensi Karen sebagai perempuan pertama dan “orang luar” Pertamina yang menduduki pos jabatan direksi, jelas, bukannya tanpa resistensi. Sebagai individu berwatak disiplin, buah dari perpaduan didikan keluarga dan pengalaman berkarir di perusahaan multinasional, Karen membawa atmosfer baru di Pertamina. Semasa, menjabat sebagai orang nomor satu di Direktorat Hulu., ia tak segan keluar masuk ruang operasional, sesuatu yang sebelumnya sangat jarang dilakukan. “Saya ingin mengetahui fakta di lapangan langsung dari ujung tombak,” tegas perempuan yang selalu tampil energik dan pernah mendapat penghargaan khusus dari Country Manager Halliburton Indonesia atas kontribusi luar biasa yang diberikannya kepada Halliburton.

Bahkan, demi menjaga budaya transparansi di direktorat yang kini dipimpinnya, Karen membuka keran direct sms dan direct email untuk menampung laporan dari para jajarannya. “Pintu kantor saya selalu terbuka untuk kalian,” katanya kepada segenap jajaran di Direktorat Hulu. Selain terkenal disiplin, Karen juga terkenal sebagai individu yang tidak mau berkompromi dengan perilaku korupsi. “Siapapun yang berani korupsi akan saya tindak. Tanpa pandang bulu,” imbuh Karen langsung tanpa bermetafora.

Rupanya, atmosfer baru semacam ini membuat banyak orang terkejut. Selain itu, Karen mulai memberi tempat pada generasi muda Pertamina yang ia anggap brilian dan mampu.

Karena itu, resistensi terhadap diri saya sempat semakin kencang,” akunya mengevaluasi keadaan di lingkup internal.

Toh, Karen bergeming. Buktinya, warna baru yang digelorakannya itu berbuah hasil. Masuknya Karen ke Pertamina menciptakan opini positif di kalangan perminyakan internasional bahwa Pertamina sudah berubah. Perusahaan-perusahaan minyak asing besar, yang selama ini belum menjadi mitra Pertamina, mulai membuka peluang menawarkan kerjasama. Salah satunya, Petrobras dari Brazil. Bahkan, perusahaan minyak, yang terkenal sebagai salah satu dari sedikit pemilik teknologi terdepan dalam bidang eksplorasi lepas pantai, khususnya di laut dalam, ini menawarkan bantuan teknis berupa alih teknologi bagi para teknisi Pertamina. “Kelak, ketika Pertamina dan Petrobras sudah menjalin joint cooperation, teknisi kalian sudah siap,” papar Karen menirukan ucapan seorang petinggi Petrobras.

***

Sekilas, Karen memang tampak seperti wanita bertangan besi. “Ah, tidak juga. Saya tetap Karen yang dulu,” kilah perempuan kelahiran 19 Oktober 1958, yang hobi mengoleksi lukisan ini. Tapi, pernyataan itu benar adanya.

Bagaimanapun, Karen tetaplah seorang Ibu yang ingin selalu dekat dengan anak-anaknya. Lantaran itu, ia menolak untuk tinggal di rumah dinas. “Rumah dinas identik dengan kantor kedua bagi saya. Saya tidak ingin anak-anak kehilangan atmosfer rumah yang hommy,” tambah Karen, yang semasa di ITB pernah menjadi vokalis band dangdut sekaligus menjuarai lomba menyanyi dangdut yang diselenggarakan FTI ITB.

Ya, begitulah Karen, seorang wanita berbintang Libra, yang meski kini memimpin salah satu Direktorat penting di perusahaan yang dijuluki “the backbone of Indonesia” tetap menjadi ibu yang hangat bagi anak-anaknya

 

DR. Inneke Limuria, MSi

No Comments

Shiny Studi Center

Penyembuhan Melalui Terapi Sentuh Otak Dengan Tangan

Semua orang menyangka, kalau tulang tengkorak manusia itu menyatu bagaikan batok kelapa. Tulang tengkorak yang melindungi organ vital berupa otak itu sebenarnya selalu bergerak. Pergerakan tulang tengkorak mengikuti ritme tetap seolah-olah tulang bereaksi terhadap sistem hidrolis.

Gangguan terhadap gerak tulang tengkorak dan tulang belakang yang menjadi sistem syaraf manusia, menyebabkan terjadinya kelainan fisik. Anak-anak autis adalah salah satu akibat yang ditimbulkan oleh terganggunya gerakan tulang tengkorak ini. Diperlukan orang yang benar-benar ahli untuk “memperbaiki” gerakan tulang tengkorak menjadi selaras sehingga menjadi normal kembali.

Melalui terapi sentuh otak dengan tangan, saya membantu memaksimalkan fungsi susunan syaraf pusat. Penderita gangguan ini disentuh tulang tengkoraknya agar memiliki gerakan seirama sehingga sistem hidroliknya menjadi normal. Penyebabnya antara lain karena pola makanan yang tidak benar sehingga gerakannya menjadi banyak hambatan,” kata DR. Inneke Limuria, MSi., pakar terapi inidan Pendiri Shiny Studi Center.

Terapi sentuh tangan dengan otak sendiri “ditemukan” Inneke pada tahun 1998. Saat itu ia secara tidak sengaja merasakan adanya gerakan tulang tengkorak dan tulang belakang sebagai sistem syaraf pusat dengan irama tertentu. Sentuhan-sentuhan pada areal tersebut memberikan stimulus terhadap gangguan fungsi organ tubuh sehingga berangsur-angsur normal.

Beberapa penderita autis serta gangguan syaraf lainnya, lanjut Inneke, dapat disembuhkan melalui terapi sentuh otak ini. Penyembuhan dengan terapi sentuh otak atau terapi craniosacral dilakukan dengan sentuhan-sentuhan lembut pada tulang tengkorak. Sentuhan ini tidak hanya “melepaskan” sumbatan yang menghambat kerja sistem syaraf, tetapi bahkan mampu meningkatkan IQ hingga 20 poin.

Terapi sentuh otak mampu mengembangkan kemampuan otak anak secara maksimal. Metode ini hanya enam orang di Asia Tenggara yang memilikinya. Orang yang lumpuh akibat organisasi syarafnya terhambat, bisa kita perbaiki dari susunan syaraf pusatnya. Kesehatan mentalnya kalau terganggu juga bisa kita perbaiki,” kata pendiri Psiko Medika Holistika Center ini. Seiring dengan perkembangan divisi pendidikan yang sangat maju, akhirnya divisi pendidikan berdiri sendiri. “Kita namakan Shiny Study Center,” tambahnya.

Shiny Study Center memiliki visi “Menggali, membimbing dan mengembangkan kemampuan anak agar menjadi pribadi yang dapat dibanggakan, menjadikan anak yang mempunyai kualitas unggul dalam pendidikan dan pengembangan mental dan perilaku sumber daya manusia yang berorientasi pada nilai-nilai arti kehidupan yang sesungguhnya.” Adapun misi yang diusung lembaga ini adalah:

  • Mencari dan membina bakat serta kemampuan para murid agar menjadi pribadi-pribadi yang cerdas, terampil serta dapat diandalkan

  • Menyelenggarakan pendidikan pendamping home schooling yang berorientasi terhadap kemampuan berpikir analisis, sintetis, kritis, logis dan kreatif, serta berperilaku tanggap dan peduli terhadap masalah psikologis

  • Mengembangkan dan meningkatkan bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan perkembangan teknologi maju

  • Mempersiapkan lulusan dengan kualitas kemampuan pendamping home schooling yang tinggi serta memiliki jiwa kepemimpinan yang berakhlak baik

Shiny Study Center memiliki koordinator berpengalaman pada masing-masing divisi yang memiliki keahlian khusus untuk menangani anak-anak yang bermasalah seperti gangguan mental dan fisik. Seperti koordinator home schooling yang berpengalaman di Amerika serta mengaplikasikan kurikulum children resource America. Selain itu, program akselerasi atau percepatan belajar untuk anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan anak-anak dengan IQ terlampau tinggi untuk sekolah umum.

Tujuannya supaya mereka tidak bosen di dalam kelas. Seperti harusnya SMP tiga tahun mereka cukup dua tahun saja. Begitu juga dengan SMA cukup dua tahun, kalau di SD begitu kelas lima langsung kita ikutkan untuk ujian nasional. Itu kalau anaknya mampu. Kemudian pengembangan bakat anak, karena ini adalah anugerah Tuhan, dengan talenta yang luar biasa. Saya mengemasnya dengan tujuan yang penting anak-anak tersebut memiliki keahlian khusus,” katanya.

Shiny Study Center juga memberikan layanan psikologi umum dan biological psychology, pskologi perkembangan anak, deteksi dini perkembangan anak, psikologi normal, klinis anak, kesehatan mental, psikologi belajar, psikologi pendidikan bakat anak, psikologi kepribadian dan karakter anak, psikologi komunikasi, serta kognitif behavior therapy. “Semua itu cukup untuk pendampingan. Makanya pendidikan kita juga bisa untuk guru-guru sekolah umum,” jelasnya.

Menurut Inneke, meskipun sekarang banyak layanan sejenis tetapi dirinya masih mampu menunjukkan eksistensinya. Karena layanan yang diberikan lembaganya berbeda dengan lembaga-lembaga lain. “Saya sudah menangani enam ribu anak. Memang ada yang berhasil dan ada pula yang tidak, tetapi tingkat keberhasilan yang kami capai sekitar 80 persen,” ujarnya.

Kinesiology Menaikkan IQ

DR. Inneke Limuria, MSi., pada awalnya hanya melayani permintaan orang tua yang anak-anaknya “bermasalah” di sekolah. Anak-anak tersebut dianggap autis sehingga mengganggu belajar anak-anak lainnya. Seiring dengan membeludaknya permintaan, ia memberanikan diri untuk ide dan aspirasi bagi dunia pendidikan kepada pihak berwenang. Ia menghadap langsung untuk membicarakan ide-idenya dengan Dirjen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Depdiknas.

Akhirnya kita diizinkan dan langsung mendapat surat untuk mendirikan lembaga ini. Setelah itu, antara saya dan Depdiknas terjalin ikatan dalam sebuah MOU untuk membantu mencerdaskan pendidikan nasional. Tahun 2002, waktu itu Mendiknas masih Pak Malik Fadjar, Dirjen Pak Indrajit Sidji, mereka bilang, Kinesiologi kamu itu bagus untuk menaikkan IQ sampai 20 poin dari anak-anak bermasalah dengan IQ rendah,” ujarnya.

MOU tersebut mewajibkan Inneke untuk memberikan training kepada guru-guru di 32 provinsi. Tugasnya adalah memperkenalkan metode senam otak, kinesiology, ilmu gerak dan lain-lain yang mampu meningkatkan kemampuan otak anak-anak didik di sekolah. Masalah yang dihadapinya adalah penerapan di lapangan tidak bisa diharapkan sampai ke tingkat yang paling bawah karena terputus pada tingkat provinsi.

Padahal, lanjut Inneke, saat mengelola pilot project Depdiknas di TK Pembina Ulujami, hasilnya terbukti memuaskan. Pelatihan senam otak pada siswa TK membuat IQ, daya tangkap dan ketahanan terhadap stress sangat bagus. Mental anak-anak dalam menghadapi berbagai persoalan sangat kuat sehingga mereka mampu mengikuti setiap pelajaran di sekolah dengan baik.

Padahal, tahun 1998 saya faks senam otak ke seluruh sekolah tidak dianggap sama sekali karena mereka tidak mengerti. Setelah beberapa anak kerabat pejabat Depdiknas dan lain-lain yang mengalami hambatan di sekolah bisa tertolong, akhirnya kinerja saya pelan-pelan diakui. Jadi perjuangan saya juga tidak mudah dalam merintis hal ini,” katanya.

Berbagai suka dan duka juga dialami Inneke dalam mengembangkan metodenya tersebut. Pernah, ia dijatuhkan dengan cara yang sangat “keras” dan efektif oleh para pesaingnya. Yakni dengan memasukkan iklan di media nasional terkemuka bahwa Psiko Medika Holistik Center bukan miliknya lagi. Tujuannya adalah “mengambil” klien-kliennya untuk mereka sendiri terkait tes psikologi industri dari perusahaan-perusahaan yang mempercayakan rekrutmennya kepada Psiko Medika Holistik Center.

Tetapi saya tetap tenang dan tidak terbawa dalam permusuhan itu. Hasilnya malah sebaliknya, peristiwa tahun 2005 itu membuat pihak Diknas dan Dirjen Depdiknas malah memberikan penghargaan bagi saya. Bahkan Unesco malah memberikan kepercayaan untuk proyek mereka melalui sebuah MOU,” kata Inneke yang mengagumi potensi perempuan Indonesia masa kini tersebut. “Mereka sekarang pinter-pinter, bagus-bagus memiliki dedikasi dan terobosan, ide-ide yang baik,” tambahnya.

Inneke memiliki obsesi untuk memajukan pusat pendidikan yang dirancangnya tersebut. Ia menginginkan agar apa yang dikerjakannya dapat dimanfaatkan oleh orang banyak. Apalagi, pendidikan baru dapat dirasakan dan dievaluasi hasilnya setelah lima tahun sehingga ia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas “produk”-nya

Kalau dalam beberapa tahun lagi saya melihat anak-anak peserta didik berhasil, barulah saya merasa tenang. Saya ingin mereka menjadi agen-agen perubahan, baik dengan terobosan baru maupun dari pola pikir mereka itu. Kita sekarang tidak bisa mengacu pada IQ saja, tetapi juga EQ, SQ dan CQ. Jadi karakter yang baik, keagamaan, kerohanian karena hidup itu ada remnya, kemudian baru kepandaian dan kreativitas,” tegasnya

Sekilas DR. Inneke Limuria, M.Si

DR. Inneke Limuria, M.Si mempunyai motto hidup “Menjadi saluran berkat & hikmat buat banyak orang”. Pengalaman hidupnya selama 12 tahun melayani anak-anak jalanan (children at risk) dijalaninya dengan penuh semangat, hingga pada tahun 2000 tergabung menjadi rintisan (embrio) dari Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB), dan pada tahun 2004 terbentuklah Asosiasi Kinesiologi Seluruh Indonesia (AKSI).

MoU dengan Departemen Pendidikan Nasional ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional & Dirjen DIKDASMEN untuk sekolah-sekolah di 32 propinsi di Indonesia untuk mencerdaskan serta meningkatkan memori & konsentrasi anak, terutama untuk menolong anak belajar, meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan karakter yang baik serta dedikasi yang baik.

Jaringan lain yang ditekuni beliau adalah Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN), yang memberikan penyuluhan tentang KESPRO. Selain itu, beliau juga menjadi Dosen Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis & Biological Psychology di beberapa Fakultas Psikologi baik Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya.

Kesehatan tubuh sangat berkaitan dengan kondisi psikis seseorang. Untuk mengobati tubuh seseorang, pikiran dan masalah yang dihadapi orang tersebut harus dipulihkan terlebih dahulu. Penyembuhan secara keseluruhan, yang meliputi bio, psiko, dan sosio inilah yang disebut Metode Penyembuhan/Terapi Holistik.

Di Indonesia, metode terapi ini belum dikenal secara luas. Bahkan sebagian besar masyarakat, menyamakannya dengan pengobatan alternatif, yang sudah lebih luas dikenal saat ini.

Dr. Inneke Limuria, M.Si adalah salah seorang yang memiliki keahlian terapi holistik ini. Bahkan beliau adalah salah satu dari sangat sedikit orang di dunia yang saat ini menguasai dan menggunakan teknik diagnosa menggunakan Touch for Health (dari J.F. The) dan Cranio Sacral (dari John Upledger).

Dr. Inneke memulai pengobatnnya dengan memegang kepala pasien, di mana terdapat susunan syaraf pusat. Sedemikian sehingga beliau akan merasakan ritme dan cairan dari otak sampai ke tulang ekor. Cara yang disebut Cranio Sacral ini bisa memperbaiki dinamika struktur dan fungsi tubuh serta cairan otak, untuk mencapai keseimbangan pemulihan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta mengurangi trauma. Biasanya jika seseorang sedang stress, akan menyebabkan gumpalan cairan di kepala, sehingga otak mengalami ketidakseimbangan.

Sistem Cranio Sacral ini sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar diri seseorang. Hanya dalam waktu 10 (sepuluh) menit, Dr. Inneke dapat langsung mendiagnosa penyakit dan gangguan yang terjadi pada diri pasien, yang ternyata dipengaruhi oleh pikiran pasien tersebut. Pikiran tersebut disebabkan berbagai hal, mulai dari kondisi psikis, genetik atau lingkungan bahkan akibat korban perasaan dari pasangan hidup.

Dr. Inneke selalu menekankan ke pasiennya agar memiliki 5 (lima) komponen penting sebagai modal kesembuhan: kesadaran, keikhlasan menerima, memaafkan, melepaskan dan kepasrahan.

Felicia Wiyanti Wowor

No Comments

Owner AMBATIK

Melestarikan Budaya Indonesia Dengan Menekuni Batik

Di tengah kekhawatiran lunturnya nasionalisme generasi muda, terdapat beberapa pengecualian. Prasangka bahwa generasi muda sudah meninggalkan budaya sendiri terpatahkan oleh mereka yang dengan tekun melestarikannya. Beberapa di antaranya, bahkan memantapkan diri membuka usaha yang berhubungan dengan budaya Indonesia.

Salah satunya adalah pemilik AMBATIK, Felicia Wiyanti Wowor. Di usianya yang masih belia, -kelahiran Jakarta, 18 Februari 1984- telah melahirkan beragam karya yang menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia. Media yang digunakannya adalah budaya asli Indonesia yang pernah diklaim Malaysia, batik. Melalui karyanya, ia menunjukkan kepada dunia bahwa batik adalah budaya Indonesia yang bahkan anak muda pun sudah menggunakannya.

“Batik adalah warisan asli Indonesia. Mungkin karena orang tua saya penggemar batik sekaligus pendidik, mereka ingin warisan Indonesia itu tidak hilang. Salah satu caranya adalah ditularkan kepada anak-anaknya termasuk saya. Awalnya sih, karena saya lulusan desain, mama minta dibuatkan baju berbahan dasar batik. Lama kelamaan, saya senang juga karena berbeda dari batik-batik yang biasa. Akhirnya, setelah melalui berbagai observasi sebelumnya saya memutuskan untuk membuka usaha ini,” katanya.

Fini –lulusan D3 Fashion Design & Pattern Making ESMOD Jakarta- mendirikan AMBATIK tahun 2009. Dengan dukungan kedua orang tuanya –Frans Endy Wowor dan Maryam Harwanti Siregar- yang mengelola sebuah sekolah, usahanya mulai berjalan. Desain hasil karyanya diminati berbagai kalangan, baik tua maupun muda. Apalagi, sebagai anak muda kreasinya pun sangat sesuai dengan selera generasi muda yang bisa digunakan untuk menghadiri pesta, bekerja maupun aktivitas sehari-hari lainnya.

Strategi untuk merangkul generasi muda, yang diterapkan Fini sangat jitu. Menampilkan desain busana warna-warni digabungkan dengan berbagai aksesori entik lainnya, menjadikan desainnya sangat disukai. Ia sadar, budaya asli warisan bangsa ini harus dilestarikan di tengah gencarnya budaya luar yang masuk ke Indonesia. Karena di era globalisasi, tidak ada sekat antara satu negara dengan negara lainnya.
“Akibat globalisasi, anak-anak muda mendapat budaya lain. Oleh karena itu, saya berusaha supaya anak-anak Indonesia tetap tahu Indonesia. Salah satunya melalui media ini untuk membantu mempertahankan budaya kita sendiri. Kita tahu anak muda suka fashion maka ini sangat membantu dengan mengikuti kemauan mereka. Globalisasi membuat semua bisa masuk, sehingga kalau tidak ketat mempertahankan akan terlibas budaya lain. Jangan sampai karena interested terhadap budaya kita, orang lain yang memanfaatkannya,” tuturnya.

Selamatkan Pengrajin

Dengan menekuni batik, Fini Wowor tidak hanya sekadar membangun usahanya sendiri. Seiring dengan semakin maju dan banyaknya desain yang dikerjakannya, ia juga memerlukan bahan-bahan yang tidak bisa dibuatnya sendiri. Salah satunya adalah kain batik yang harus dibelinya dari para pengrajin batik. Langkah untuk membeli dari pengrajin tersebut berdampak luas karena kehidupan mereka terselamatkan.

“Saya harus hunting mencari kain batik untuk desain saya. Kadang pengrajin juga datang kepada saya untuk menawarkan kain batik produk mereka. Karena mereka juga senang, produknya digunakan yang berarti mereka bisa terus berproduksi lagi. Artinya batik tetap lestari menjadi warisan budaya Indonesia,” kata sulung dari empat bersaudara yang mendapat dukungan penuh keluarga ini.

Terkait dengan hal tersebut, Fini menyerukan kepada para penggemar batik di Indonesia untuk menggunakan batik tulis. Selain kualitasnya sangat bagus, penggunaan batik tulis akan membuat pengrajin tidak kekurangan pekerjaan. Dengan menggunakan produk batik tulis, artinya lapangan perekonomian akan terus terbuka bari para pengrajin batik.

Untuk itu, Fini juga berkeinginan mengembangkan AMBATIK dengan cakupan yang lebih luas. Selain berbagai pameran di dalam negeri, ia juga ingin membangun sebuah gallery untuk memajang karya-karyanya. Obsesi lainnya adalah membangun website sehingga produk hasil ciptaannya dikenal luas di seluruh dunia. “Sementara, ini yang sedang benar-benar dipikirkan. Pekerjaan saya bukan ini saja, karena untuk kontrolnya semua masih saya sendiri,” imbuh putri pasangan pendidik ini.

Sebagai generasi muda, Fini mengajak sesama generasi muda untuk menjadi entrepreneur seperti dirinya. Karena dengan menjadi entrepreneur sejak muda, bisa mengubah Indonesia menjadi lebih sejahtera. “Cari apa yang mereka senang, hobi dan bagaimana bisa membantu Indonesia ke depan. Bagaimana cara membangun Indonesia agar menjadi lebih baik,” tambahnya.

Tren Meningkat

Setelah menyelesaikan pendidikan tahun 2005, Fini sempat membantu di sekolah yang dikelola ayah dan ibunya. Sambil terus mencari-cari celah untuk memulai usaha, ia ikut mengelolanya. Saat itu, ibunya adalah guru sekaligus Kepala Sekolah sehingga sering mendapat hadiah berupa kain batik. Pemberi hariah rupanya tahun kalau ibunya adalah penggemar batik.

“Apalagi di Indonesia sekarang ini juga sudah mulai meningkat trend penggunaan batik. Dari awal saya tertarik dalam bidang itu, hanya untuk masuk ke dunia bisnis ini banyak pertimbangan. Meskipun batik bisa dipakai orang tua, anak muda dan segala segmenlah,” ungkapnya.

Dalam rancangan-rancangannya, Fini membuat batik menjadi pantas dikenakan siapa saja tanpa memandang usia. Tua maupun muda, pantas mengenakan baju hasil rancangan designer muda ini. Yang tua menjadi semakin berwibawa, sementara yang muda tetap tampil ceria tanpa harus kelihatan tua. “Ini salah satu cara menarik minat anak muda berbatik. Mereka tetap keren, tidak menjadi tua dan kemudaannya tetap terlihat,” kata designer yang hanya mendesain satu model dengan beberapa ukuran ini.

Menurut Fini Wowor, AMBATIK atau membuat batik terinspirasi dari derasnya arus globalisasi di Indonesia. Semua itu mengakibatkan generasi muda Indonesia lebih memilih untuk membeli barang-barang bermerk internasional dan menunda pembelian merk lokal, yang lambat laun akan melenyapkan warisan budaya Indonesia yang salah satunya adalah batik. Sayangnya, produk batik dengan kualitas tinggi sangat sulit ditemukan di Jakarta.

Saat ini, generasi muda lebih memilih untuk membeli produk fashion luar negeri yang outletnya bertebaran di Jakarta. Sedangkan batik menjadi produk massal yang berharga murah dengan kualitas seadanya dan tidak memiliki nilai eksklusifitas. Ketika produk fashion batik yang bagus dan bermutu ditemukan, penerimaan pasar masih kurang bagus. Karena masih langkanya desainer baju-baju batik di tanah air.

Setelah memulai AMBATIK dua tahun lalu, Fini membeli berbagai jenis batik dari pembatik-pembatik tradisional di Yogyakarta dan Lasem. Ia mulai mendesain baju batik untuk para bisnismen, pembicara, guru, ibu-ibu dan teman-temannya yang membutuhkan baju batik dengan desain yang sesuai (baju-baju formal tetapi bukan kebaya). Setelah satu tahun berjalan, Fini mulai mendesain baju-baju “umum” berbahan batik seperti celana, atasan, rok, dan baju-baju. Hasil karyanya dipromosikan kepada teman-temannya, orang tua dan keluarga dengan respon yang sangat bagus.

Produk AMBATIK terbuat dari batik tulis atau batik cap yang memiliki keunikan tersendiri. Kisaran harga produk Ambatik –bukan produk massal tetapi terbatas- berada pada rentang antara Rp500 ribu sampai Rp1.200.000,-. “Sebagai orang Indonesia, saya bangga memiliki warisan budaya yang memiliki nilai artistik tinggi. Saya percaya, dengan keunikan dan desain inovatif terhadap warisan budaya ini, generasi mendatang akan mengapresiasi dan dengan bangga menggunakan batik sebagai busananya,” katanya.

 

Anik Indaryani, SE

No Comments

Direktur Utama PT Daya Dinamika Nusantara

Terbiasa Hidup Mandiri Sejak Belia; Mendirikan Perusahaan yang Mendidik Kemandirian Bangsa

Karakter seseorang sangat tergantung bagaimana orang tua mendidiknya di masa kanak-kanak. Meskipun pendidikan formal di sekolah sangat berpengaruh, tetapi pembentukan karakter dalam keluarga akan terbawa sampai dewasa. Seorang anak yang merekam nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan menerapkannya dalam kehidupan yang dijalaninya.

Seperti yang dialami oleh Anik Indaryani, SE., Direktur Utama PT Daya Dinamika Nusantara (DDN). Perempuan kelahiran Salatiga, 13 November 1971 ini, untuk mencapai posisi sekarang tidak pernah lepas dari pendidikan karakter yang diberikan kedua orang tuanya. Kemandirian, kemuliaan hidup dan harga diri, adalah karakter yang ditanamkan kepada sembilan anak Iman Hardjo dan Sri Hartini.

“Semua anak dibiasakan dan dididik untuk mandiri, memiliki tanggung jawab masing-masing. Saya salut terhadap kedua orang tua, sehingga apa yang mereka terapkan itu terpatri dalam hidup kami. Saya bungsu dari sembilan bersaudara yang kebanyakan perempuan dan hanya ada dua laki-laki. Kita semua dididik untuk tidak mengandalkan laki-laki saja. Kita juga menerapkan petuah-petuah yang mulia, seperti tangan selalu diatas, mempertahankan harga diri dan lain-lain,” katanya.

Saat itu, lanjutnya, belum terpikirkan makna nasehat orang tua tersebut. Namun seiring bertambahnya umur dan semakin dewasa ternyata semua nasihat tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan. Ia mencontohkan bagaimana tangan selalu diatas membuat dirinya tidak pernah berharap belas kasihan dari siapapun.

Begitu juga dengan petuah ibunya untuk tidak menerima pekerjaan sebagai pembantu dan lebih baik menjadi tukang gorengan. Penjelasannya, meskipun pembantu baju bersih, uang utuh tetapi itu tidak akan membuat dirinya berkembang karena hanya disuruh-suruh saja. Sementara dengan berjualan pisang, meskipun badannya menjadi kotor tetapi lebih mandiri. Tidak ada seorang pun yang mengendalikan hidupnya.

“Saya belajar kehidupan dari bapak dan belajar berbisnis dari ibu. Karena antara bapak dan ibu bertolak belakang, bapak dermawan sementara ibu pedagang. Jadi kesimpulan saya, bahwa di satu sisi kita harus mengejar kehidupan tanpa harus menafikan hati nurani. Saya ingat tukang bakso dipanggil bapak dan diborong dagangannya untuk anak-anak kecil di kampung. Tentu saja ini membuat ibu saya marah-marah, tetapi dari situ saya ambil hikmah bahwa penting mencari materi tetapi sangat penting untuk berbagi,” cetusnya.

Selain kemandirian, Anik –panggilan akrabnya- juga dikaruinai sifat pembelajar dari Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan disiplin yang diterima saat “menumpang” di rumah kakak iparnya dan membuat saudara-saudaranya marah, justru diambil hikmahnya. Anik yang paling membenci keributan menenangkan kemarahan saudaranya dengan mengatakan bahwa ia tidak disuruh tetapi kemauannya sendiri untuk belajar mengenai segala hal.

Ternyata, lanjutnya, pengalaman tersebut justru sangat berguna ketika ia kuliah. Tentangan dari orang tua dan saudara-saudaranya terkait keinginannya untuk mengambil pendidikan sekolah tinggi perhotelan membuat dirinya semakin tangguh. Pasalnya, saat itu ia sudah didaftarkan di Fakultas Kedokteran dengan cara dititip-titipkan kepada pihak terkait.

“Saya tersinggung dan pamitan untuk mencari sekolah sendiri dan tidak akan pulang sebelum dapat sekolah. Saya sejak dahulu memang mandiri, dan akhirnya dapat sekolah tinggi perhotelan. Semua menentang, karena tradisi keluarga, kalau tidak tentara ya PNS. Karena tidak boleh makanya saya pergi ke Yogyakarta jalan kaki, tanpa membawa uang sama sekali,” kisahnya.

Melihat kenekatan Anik, akhirnya keluarga luluh juga. Salah seorang kakaknya menjemput dan mengatakan kalau keluarga bersedia membiayai pendidikan sesuai keinginannya. Namun, konsekuensi yang harus ditanggungnya adalah keluarga besarnya tidak akan dengan masa depannya. “Spontan saya ngomong, ‘Oke saya akan mencari kerja sendiri dan sebelum saya lulus saya janji sudah bekerja.’ Setelah itu saya pergi ke Yogyakarta dan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan sembari kuliah,” imbuhnya.

Masa-masa kuliah, bagi Anik adalah masa yang sangat menyenangkan. Di sisi lain, ia memiliki sahabat yang sangat alim dan selalu mengingatkan dirinya untuk tetap menjalankan agama dengan baik. Sementara di satu sisi, ia juga berteman dengan mahasiswa lain yang seperti senang berhura-hura. Ia berpijak pada dua sisi tersebut sembari mengambil hikmah dari sana. Salah satunya adalah dengan mengikuti jejak sahabatnya yang sangat kuat “tirakat” memohon kekuatan pada Tuhan.

Setelah selesai ujian lokal, Anik mengunjungi kakaknya yang tinggal di Bandung. Sesuai kebiasaan saat kuliah, ia terus menerus melakukan shalat malam. Hingga suatu saat, setelah shalat malam ia tertidur di atas sajadah dan bermimpi. Dalam mimpinya, sahabatnya yang sangat alim asal Kebumen bernama Nining tersebut menyodorkan surat untuk melamar pada sebuah hotel di Bandung.

“Saya tersentak bangun dan langsung mencari alamat hotel di Yellowpages. Saat itu masih jam dua pagi, sehingga saya ditertawakan keponakan karena mengikuti mimpi. Tetapi saya tetap mengirimkan lamaran ke beberapa hotel sekaligus. Sementara menunggu lamaran saya pulang ke Yogyakarta untuk mengikuti ujian negara,” kisahnya.

Ternyata Anik mendapat panggilan dari beberapa hotel sekaligus. Setelah menjalani serangkain tes dan wawancara, semua hotel yang dikirimi lamaran menerimanya. Saat kebingungan menentukan pilihan, keponakan yang tadinya menertawakan dirinya berubah serius dan menyarankan untuk mengambil pekerjaan di hotel dalam mimpinya. “Barangkali benar itu petunjuk, katanya. Dengan bekerja di hotel itu, menurut dia, saya akan hidup seperti seperti ikan besar di akuarium dan bukan ikan kecil di lautan,” imbuhnya.

Saran tersebut diikuti Anik. Ia bekerja dengan serius meskipun hanya bergaji Rp100 ribu per bulan. Tugasnya pun dari bagian terendah seperti menyapu dan mengepel lantai hotel. Ia menjalaninya dengan bersungguh-sungguh sepenuh hati dilandasi semangat belajar yang tinggi. Di sisi lain, ia berpegang pada pesan yang disampaikan oleh ayahnya sebelum dirinya merantau. Bahwa dalam bekerja itu harus bermodalkan kejujuran. Jangan sampai karena recehan mengorbankan harga diri dan kehormatan.

Anik banyak belajar dari pemilik hotel, seorang professor dan istrinya sebagai direktur. Saat itu, ia merangkap sebagai sekretaris ibu direktur sekaligus asisten professor. Kedua orang tersebut telah mengajarinya banyak hal tentang bagaimana mengelola perusahaan serta memperlakukan SDM secara manusiawi. Ia tidak pernah menolak tugas yang diberikan oleh kedua orang tua tersebut. Dari sekadar cek rekening, mengatur buku perpustakaan sampai memanjat atap untuk mengecek penangkal petir hotel.

“Saya bekerja pada beliau sampai sepuluh tahun dengan jabatan terakhir General Manager di hotel tersebut. Dari keduanya, saya belajar memperlakukan SDM dengan manusiawi. Karena di hotel tersebut, keduanya menganggap kami bukan lagi anak buah, tetapi sesama manusia. Pokoknya kami dihargai banget deh bekerja disitu sehingga saya tidak peduli soal uang yang didapat, hanya lebih fokus pada ilmu yang dapat diserap,” ujarnya.

Dari situ, Anik belajar bahwa untuk atasan itu tidak harus bersikap bahwa sebagai bos. Dengan menghargai manusia seutuhnya akan mampu memimpin dengan baik dan dihormati anak buahnya. Ini dibuktikannya saat dirinya dipercaya menjadi direktur keungan sebuah perusahaan asing. Ketika perusahaan terantuk masalah para bos “kabur” ke luar negeri. Tinggallah dirinya yang tersisa dan harus bertanggung jawab terhadap permasalahan yang ditinggalkan.

Saat itu, Anik keluar masuk kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Namun, di situlah ia mendapat pelajaran berharga yang tidak mungkin didapatnya di tempat lain. Ia tetap teguh pada pendirian dan menghadapinya dengan penuh kesungguhan. Baginya, selama apa yang dilakukannya benar akan dipertahankan sekuat tenaga. Selain itu, ia terus berdoa memohon bantuan tangan Tuhan untuk turun tangan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

“Ujungnya tetap jalan Tuhan dan berserah diri kepada-Nya. Doa saya pada Tuhan, ‘Kalau memang hidup saya tidak bermanfaat ambil nyawa saya, tetapi kalau berguna bagi orang lain muliakan hidup saya.’ Yang jelas, saya pegang teguh kejujuran dan menikmati kepercayaan yang diberikan kepada saya. apapun bentuk dan risikonya. Itu yang membuat orang tahu kalau saya adalah Anik yang tangguh, ulet dan tahan banting dan bukan Bu Anik yang kaya raya punya ini dan itu. Yang penting saya pertahankan harga diri saya dan Alhamdulilah menjadi saya sekarang ini,” tegasnya.

Membangun Bisnis MLM

Awalnya Anik Indaryani, SE tidak menyukai dunia Multilevel marketing (MLM). Keingintahuannya yang besar untuk belajar membuat ia mampu menghadapi segala kondisi. Semangat untuk menekuni dunia MLM semakin tinggi setelah bertemu banyak orang dengan ide yang sama. Meskipun saat itu statusnya hanyalah seorang karyawan, tetapi ia tidak membatasi diri sehingga ia memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Tetapi situasinya semakin tidak terkendali karena tim sudah mengarah kepada kepentingan dan keuntungan pribadi. Itu membuat saya akhirnya memutuskan untuk keluar meskipun dianggap sebagai pemberontak. Tetapi tidak apa-apa, karena orientasi saya tidak selalu uang. Jadi meskipun dikasih uang berapa karung pun tetapi untuk kepentingan seseorang saya tidak mau. Sebaliknya tanpa uang sekalipun, saya mau kalau untuk kepentingan tim,” tegas pengagum Margareth Tatcher

Karakter seperti itulah yang membuat Anik dikenal oleh penggiat MLM di dalam dan luar negeri. Kadang mereka menganggap Anik sebagai orang yang keras kepala, tidak tahu diuntung sampai manusia terbodoh di dunia karena melepaskan peluang yang sudah ada di depan mata. Sebenarnya, Anik hanyalah menginginkan tereksploitasinya kebaikan dalam diri setiap orang. Meskipun hanya office boy, CS dan lain-lain, apapun profesinya menjadi yang terbaik adalah keharusan.

Apabila terjadi kesalahan, lanjutnya, seorang pimpinan tidak perlu mencari kambing hitam. Akan lebih baik kalau kesalahan yang ditimbulkan oleh tim tersebut kemudian dicarikan solusi terbaik. Sesuai dengan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di hotel, sebagai pimpinan Anik bertindak memanusiakan karyawan. Hubungan yang terjalin pun akhirnya tidak seperti antara seorang bos dan karyawan, tetapi menjadi saudara sendiri.

“Tetapi dalam bekerja tetap professional. Kekeluargaan boleh sehingga mereka tidak ada yang takut sama saya. Malah kalau saya tidak masuk suka nyariin, kan biasanya karyawan kalau bos tidak masuk senang sekali. Tetapi di kantor saya beda, mereka merasa ada yang kurang ketika saya tidak masuk,” tegas ibu satu anak istri dari Chresno Dwipoyono Yunanto Wibowo.

PT Daya Dinamika Nusantara (Double Dynamic Network-DDN) merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pemasaran produk kesehatan dengan sistem penjualan langsung berjenjang atau MLM. Perusahaan ini didirikan oleh Anik Indaryani, SE bersama teman-temanya sesama networker pada awal tahun 2009. Produk kesehatan yang dipasarkannya juga diproduksi oleh sebuah perusahaan lokal, Aimfood Manufacturing Indonesia – Tangerang. PT DDN berkantor pusat di Jl A Yani No 245 Bandung Jawa Barat dan memiliki stokes di beberapa kota di Indonesia.

“Kita telah memasuki tahun ketiga dari tahun 2009 dan dibangun dari nol. Ingat dibangun bukan dijalankan dimana saya bersama tim mencoba membangun dari kecil sekali dan diremehkan orang. Tetapi saya terus berusaha mewujudkan mimpi, karena dunia multilevel adalah dunia yang sangat unik. Bisnis MLM bisa dijalani oleh orang-orang yang seharusnya ada keterbatasn usia produktif, latar belakang pendidikan, cacat fisik dan lain-lain. Semua bisa diakomodir dan tidak terbatas agama, gender dan lain-lain. Saya menilai ini mulia, yang penting kita tidak menipu,” tandasnya.

Anik mengakui, saat ini citra MLM sangat buruk. Tetapi justru karena itulah ia ingin mengangkat citranya menjadi lebih baik. Karena sebenarnya network dalam dunia bisnis semua meniru bisnis MLM. Artinya semua usaha meniru MLM sementara masalah hasil Tuhan yang menentukan. Di bisnis MLM, roda bisnis dijalankan dengan cara dan strategi yang telah tersusun dengan rapi. Sebenarnya, network sudah terlihat sejak zaman nabi, melalui syiar agama yang dibantu sahabat sebagai team leader. Begitu juga dengan Bung Karno, yang tidak bisa memerdekakan bangsa Indonesia seorang diri.

“Di Indonesia, saya menyayangkan banyaknya bisnis MLM yang datang dari luar negeri dan mendapat sambutan luar biasa. Padahal yang menjalankan itu kan kita sendiri. Kemajuan Malaysia yang melebihi Indonesia disebabkan karena pemerintah mengakui potensi warganya dan mendukung mereka berkembang. Kenapa, karena mental kita tidak siap, karena kita terbiasa dininabobokan. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi mental tersebut yang sangat saya sayangkan,” tuturnya.

Selama menjalani bisnis network, Anik Indaryani belajar mengenali karakteristik masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Ia paham bahwa setiap daerah memiliki orang-orang dengan karakteristik dan mindset yang berbeda. Untuk itu diperlukan strategi berbeda-beda dalam merangkul masyarakat di wilayah-wilayah yang berbeda agar bergabung dalam network yang disusun.

Meskipun demikian, Anik selalu berpegang bahwa bisnis yang dilakukannya merupakan solusi bagi kehidupan. Oleh karena itu, ia jatuh bangun untuk membesarkan PT DDN sehingga mencapai sukses seperti sekarang. Padahal, dalam perjalanannya, PT DDN menghadapi berbagai serangan dari para kompetitor. Ia menganggap sepi semua serangan dan hujatan yang datang dari pesaing yang akan menghabiskan tenaga kalau ditanggapi.

“Saya anggap biasa saja, kalau kita sudah berniat terjun di dunia bisnis ya seperti kita meniti ombak. Hujan badai seperti biasa dan kalau saya terpancing bisa gawat. Karena banyak omongan negative tentang SDM perusahaan yang datang kepada saya. Tegas saya katakan, bahwa ini perusahaan dan ini perilaku personal . Saya pisahkan antara perusahaan dan individu, sampai-sampai saya bilang kalau menginginkan perusahaan dikelola oleh orang yang bersih dari masa lalunya, tunggu saja malaikat,” kata Anik yang selalu melihat sisi positif seseorang tersebut.

Integritas dan Kejujuran

Anik memiliki patokan khusus dalam menjalani kehidupan dan bisnis yang digelutinya. Yakni ketika tindakan atau kegiatannya telah memberikan manfaat nyata bagi orang lain itulah kesuksesan dirinya. Di saat-saat seperti itu, ia merasa bagaikan mendapat sebungkah berlian. Baginya, itulah kesuksesan hakiki yang berhasil diperoleh seseorang. Apalagi kalau mengingat bahwa apa yang dimilikinya kalau dipaksakan untuk membayar sesuatu tidak cukup sehingga pilihan berbagi adalah sesuatu yang masuk akal.

“Buat segala sesuatu seburuk apapun menjadi baik. Itu yang harus kita pegang dan pasti bisa. Menghadapi sebuah masalah besar menjadi tidak punya masalah adalah ciri-ciri calon orang sukses. Kalau ada orang yang memiliki masalah kecil tetapi dibesar-besarkan, bahaya itu, sakit hati fitnah sana-sini. Yang penting, saya berbuat baik untuk kehidupan ini. Kalau banyak omongan tentang perusahaan artinya kita mulai diperhitungkan,” ujarnya.

Anik mengambil hikmah terhadap kejadian yang dialaminya. Apalagi kalau ia bisa mengendalikan kondisi emosional seperti menjadi bahan perbincangan orang tetapi tetap dihadapi dengan tersenyum. Baginya, kondisi seperti itulah yang harus disyukuri, sehingga akan berkembang dengan baik. Ia sering menyatakan untuk tidak pernah memikirkan perut dan ambisi masing-masing. Akan lebih baik kalau memikirkan kepentingan orang banyak sehingga setiap langkahnya dipermudah Tuhan.

“Itu saya dapatkan dari kehidupan bukan belajar. Saya tidak suka kalau dikasihani dalam menjual. Karena integritas dan harga diri itu sangat penting dalam hal apapun. Tidak perlu bonus besar, gaji gedhe atau apapun, tetapi kalau mengorbankan harga diri atau integritas, no way. Saya akan bangga kalau ditunjukkan orang yang dengan kualitas hebat, integritas tinggi dan mempunyai harga diri. Saya suka orang yang berintegritas, jujur, baik dan lain-lain,” ungkapnya.

Anik sadar, PT DDN yang dibangunnya memang belum besar dan sukses. Masih banyak hal-hal yang harus dibenahi. Tetapi, ia akan terus berusaha sekuat tenaga dan menyerahkan seluruh hasilnya kepada Tuhan. Meskipun perempuan, ia berharap kaumnya tidak pernah mengandalkan kelemahan sebagai senjata untuk mempermudah jalannya. Seharusnya perempuan menolak untuk dikasihani dan membuktikan kemampuannya dengan berjuang mewujudkan cita-cita dan keinginannya.

Begitu juga dalam kehidupan berumah tangga. Anik berharap antara suami dan istri terjalin hubungan persahabatan. Ia tidak pernah mengedepankan ego dalam kehidupan rumah tangga. Meskipun di kantor ia adalah direktur utama, tetapi di rumah ia tetap seorang istri sekaligus ibu dari anak semata wayangnya.

“Kalau di rumah saya juga pakai daster dan masak untuk anak dan suami. Hubungan kami pun menjadi seperti sahabat, saling terbuka satu sama lain dan menghargai satu sama lain. Komunikasi adalah kunci dalam memelihara keutuhan keluarga. Kuncinya komunikasi, saling memahami dan percaya, antara suami dan istri,” ujarnya.

Menurut Anik, seorng wanita dalam wmansipasi harus mempunyai harga diri dan kemandirian. Memang laki-laki adalah imam, tetapi kerjasama yang terjalin tidak harus memandang jenis kelamin. Meskipun secara agama memang laki-laki adalah imam tetapi dalam kacamata kehidupan perempuan tidak berbeda.

“Artinya secara kodrat oke, tetapi kemampuan tidak bisa dibatasi. Itu yang paling penting makanya ada presiden wanita segala. Staf saya perempuan juga saya gembleng, jangan menggunakan kelemahan sebagai perempuan. Kita bisa mendapatkan apa saja selama kita bisa dan mampu. Sebagai perempuan kita harus tetap melakukan yang terbaik,” tegasnya.

Membangun Negeri

PT DDN adalah perusahaan lokal yang sedang berkembang menjadi perusahaan nasional. Sebagai Direktur Utama, Anik Indaryani, SE menginginkan pelaku networking memiliki jiwa mandiri dan menjadi panutan bagi leadership yang tidak hanya sekadar mencari uang. Mereka secara keseluruhan harus memiliki visi dan misi untuk ikut membangun negeri. Utamanya dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, dan mengangkat derajat kesehatan.

“Kebetulan kita juga menjual produk kesehatan. Banyak masyarakat yang terbantu penyakitnya karena mengonsumsi produk kita, baik untuk pengobatan maupun pencegahan. Sementara dari sisi usaha, bagi orang yang susah mencari pekerjaan, karena faktor usia, dan lain-lain di sini bisa kita akomodir seluruh kalangan untuk mencapai kesejahteraan dan kesehatan. Kita ada di Sumbar, Pekanbaru, Jabotabek, Jatim dan Makassar. Member berjumlah puluhan ribu di seluruh Indonesia. Kita selalu mencoba untuk membantu pemerintah membangun negeri ini,” tegasnya.

Dari sisi bisnis, marketing berbasis penjualan langsung berjenjang, para networking di DDN berasal dari berbagai profesi. Mulai pengangguran yang membutuhkan pekerjaan, lansia yang butuh kegiatan, sampai PNS, guru dan profesional bergabung karena melihat adanya peluang dalam bisnis ini. Memasuki tahun ketiga ini, DDN sudah mengeluarkan 15 buah mobil, dan bonus harian sudah mencapai Rp20 juta per hari bagi networker berprestasi.

“Peraihan prestasi sudah mereka nikmati, yang mungkin tidak bakal teraih dalam pekerjaan mereka sebenarnya. Inilah kenapa saya tekuni bisnis ini tidak hanya bertujuan meraih keuntungan tetapi lebih luas lagi, kesejahteraan bangsa ini. Hanya saja, saya ingin pemerintah kita mengakui bisnis MLM seperti ini, seperti di Malaysia. Karena ini juga mendidik kita untuk menjadi pemimpin. Kalau jadi karyawan atau pegawai, sepintar apapun kita tidak aakan melampaui atasan kita. Sementara di dunia networking, semua bisa terjadi. Dengan bisnis ini sudah bisa mengatasi pengangguran,” ujarnya.

Dengan jumlah member yang sudah mencapai puluhan ribu tersebar di beberapa daerah di tanah air. Bandung, Jakarta, Surabaya, Sumatera meliputi Palembang, Padang, Payakumbuh, Lampung, Jambi, Kalimantan dan Sulawesi adalah area pemasaran produk DDN. Bahkan, saat ini telah datang permintaan dari luar negeri seperti Malaysia, Vietnam, Australia dan Italia.

“Oleh karena itu, ke depan kita sudah merintis pengembangan menuju go public yang sudah kita blue print-kan, dan mungkin kita akan masuk bursa efek, menjadi holding company dan berakspansi ke negara lain serta bukan sekadar perusahaan MLM saja. Mungkin kita juga akan mendirikan yayasan pendidikan dan yayasan kesehatan agar semakin bermanfaat bagi bangsa ini. Yang penting misi kita adalah misi kebersamaan,” ungkapnya.