Hermansyah Ahmad Gumri 

PT TRAVELATAYA MANDIRI UATAMA

 

 

Sulung si Pengangkat Derajat Orangtua

Hermansyah Ahmad Gumri,  sulung kelahiran desa Kuala enok Pekanbaru ini telah menjelma menjadi pengusaha muda sukses di bidang travel. Terlahir dari keluarga biasa saja dimana ibu hanya berprofesi sebagai pedagang kue dan bapak sebagai nelayan, Hermansyah – begitu ia disapa mengaku tak menyangka bisa mencapai titik kesuksesan ini. Ia pun sejak kecil dikenal berprestasi. Bagaimana tidak, sejak sekolah dasar hingga sekolah kejuruan Hermansyah mendapatkan tunjangan beasiswa. Meskipun begitu, hal tersebut tak menjadikannya besar kepala. Ia bahkan kala itu tak sungkan untuk ikut berjualan menjajakan dagangan sang ibu.

“Sesusah apapun hidup kita  tidak boleh mengeluh bahkan meminta-minta,” nasihat sang ayah kepada Hermansyah. Maka ia pun berprinsip untuk mandiri dan pantang menyerah dalam segala situasi. Memang cita-cita yang ia miliki untuk mengangkat derajat keluarga sekaligus membahagiakan keluarga sangatlah berkobar sejak ia masih belia. Oleh karena itu, hampir-hampir ia tak memiliki masa kecil bermain bersama teman sebaya sebab waktunya telah diisi Hermansyah untuk bekerja membantu orangtua membiayai kedua adiknya. Kendati demikian, ia sangat bersyukur dengan keadaan tersebut sebab tidak semua orang memiliki pengalaman tempaan yang membentuk dirinya seperti saat ini.

Sebagai anak pertama ia lebih mementingkan pendidikan adik-adiknya ketimbang dirinya sendiri. Maka dari itu, selepas lulus sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan jurusan perkantoran ia pun memutuskan untuk bekerja sebagai penopang kebutuhan. Ia pun akhirnya diterima di bank swasta. Cukup lama Hermansyah mencicipi dunia perbankan hingga sempat berkelana berganti-ganti bank swasta, hingga akhirnya ia pun tergugah untuk berdiri di kaki sendiri dengan membuat usaha pariwisata ini.

Sejarah PT TRAVEL ATHAYA MANDIRI UTAMA

Berawal dari hobinya untuk jalan-jalan, maka muncullah ide untuk membuat Biro jasa pariwisata (travel) sendiri. Tanpa pengalaman dibidang pariwisata sama sekali akhirnya pada tahun 2014, berdirilah CV. ATHAYA SOLUSINDO yang bergerak di bidang PPOB, ticketing sampai tour-tour wisata. Seiring dengan berjalannya waktu, setahun kemudian mulailah membuka jasa perjalanan haji dan umroh. Semua pun berawal dari keinginan sederhana ingin memberangkatkan haji kedua orangtua dan keluarganya hingga memiliki keinginan untuk membawa kembali tamu-tamu Allah ke Baitullah. “Jika memang diizinkan tolong lancarkan usaha ini jika tidak berhentikan saja,”  ucap Hermansyah sesampainya di Baitullah untuk bermunajat kepada Allah.

Hingga detik ini ridho dan berkah dari Allah terus mengalir, sukses di pemberangkatan pertamanya Departemen Agama pun langsung merekomendasikan CV ATHAYA SOLUSINDO ini untuk ditingkatkan menjadi sebuat Perseroan Terbatas. Maka terbentuklah PT. TRAVELATAYA MANDIRI UTAMA, Hermansyah  pun menjelaskan filosofi dari nama itu sendiri. “Apabila disingkat PT. TRAVELATAYA MANDIRI UTAMA itu menjadi TAMU, seperti yang saya bilang tadi ingin membawa tamu-tamu Allah sampai ke Baitullah,” jelasnya dengan senyuman. Selain itu kata Athaya sendiri yang merupakan putri pertamanya memiliki artian hadiah, maka ini dimaksudkan sebagai hadiah perjalanan. Visi dan misi yang berlandaskan ketulusan ingin membawa jamaah sebanyak-banyaknya ke rumah Allah. Mengapa demikian? Sebab telah kita semua ketahui dewasa ini untuk menunaikan ibadah haji diperlukan biaya yang cukup mahal sehingga diperuntukkan bagi golongan menengah ke atas. Lain hal dengan perjalanan haji dan umroh yang Hermansyah hadirkan, ia menyasar golongan menengah ke bawah sebagai pangsa pasarnya. Kendati harga yang ditawarkan cukup murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, Hermansyah tentu tetap mengutamakan failitas yang unggul. “Harga masyarakat, fasilitas pejabat,” begitu motto yang ia lontarkan dengan sumringah.

Hermansyah mengaku tidak semudah membalikan telapak tangan untuk membangun perusahaannya ini. Hermansyah telah melewati banyak aral yang melintang. Bahkan sejak perjalanan pertama memberangkatkan haji dan umroh konsumen hingga kini ia selalu terjun langsung dan tidak ada satupun jamaah yang mengenalnya sebagai direktur utama, mereka hanya mengenal Hermansyah sebagai karyawan saja. Hal itu bukan tak beralasan, sengaja ia melakukannya sebab tujuannya hanya satu untuk mengantarkan tamu Allah yang menjadikan berkah tersendiri. “Semua air mata perjuangan telah berganti dengan air mata kebahagiaan,” ungkapnya. Sebab usaha tidak pernah membohongi hasil.

Program-program yang ditawarkan pun beragam demi memenuhi kebutuhan kosumen yang kian berkembang. Program pertama yaitu bernamakan Gemuruh (Gerakan Umroh Murah Berkah dan Amanah) seperti yang telah dijelaskan tadi menyasar kepada masyarakat menengah ke bawah. Lalu program terbaru yaitu Pejuang Baitullah yang menerapkan sedekah umrah. Apa itu sedekah umrah? Sedekah umrah adalah bentuk sedekah dari para pengusaha-pengusaha untuk berpartisipasi membantu para calon jamaah yang berhak mendapatkannya namun tidak mampu dalam perihal biaya. Nah, para calon jamaah ini tentulah memiliki persyaratan khusus yaitu harus hafidz qur’an dengan dibuktikan terlebih dahulu. Banyak kompetitor yang mengecam bahwa langkah program yang Hermansyah ambil ini tergolong saat berani namun tetap ia balas engan membuktikan kini telah bisa memberangkatkan dua orang jamaah umroh ke tanah suci dengan program Pejuang Baitullah. Selain itu, ada pula program Syiar Baitullah yang lebih berkonsentrasi kepada edukasi bagi para calon jamaah perihal bagaimana cara memilih jasa travel yang baik dan tips-tips untuk berangkat haji maupun umroh. Semua itu terlepas dari pemasaran terselubung, pria yang mempunyai hobi berenang ini pun mengaku sama sekali tak masalah jika nanti bukanlah jasa travelnya yang dipilih sebab tujuan utamanya adalah agar para calon jamaah pintar dan mengerti bagaimana caranya.

Kiat dan Strategi Ala Hermansyah

            “Konsumen membeli paket yang manapun mau yang kecil atau besar, pelayanan tetaplah sama. Pelayanan tetap kosnsiten optimal,” begitu tandasnya. Tak jarang konsumen meragukan pelayanan sebab harga yang ditawarkan sebab sangat ramah di kantong. Ada pula konsumen yang mengatakan giro lain memasang harga yang lebih rendah. Semua respon positif hingga negatif ia tanggapi dengan senyuman. Sebab sebagaimanapun juga, konsumen adalah raja yang perlu dilayani dengan sepenuh hati terlepas dari kendala-kendala maupun masalah yang ada harus tetap melayani dengan optimal. Disanggah mengenai kompetitor, ia tak pernah ambil pusing perihal mereka. Banyak yang menyebar isu-isu terlebih karena harga miring yang Hermansyah tawarkan dengan dalih-dalih menyusutkan kepercayaan konsumen terhadap jasa giro miliknya. Ayah dari dua orang anak ini bersyukur sebab adanya kompetisi tersebut membuatnya semakin berkembang untuk mengaktualisasi diri menjadi yang lebih baik bersama PT. TRAVELATAYA MANDIRI UTAMA ini. Semua isu tersebut ia balas dengan tindakan nyata yang beimbas kepada konsumen-konsumen yang tetap loyal memilih jasa travelnya sebagai teman perjalanan ibadah ke tanah suci.

Obsesi yang ia emban saat ini adalah memberangkatkan haji sebanyak-banyaknya dengan kisaran ekspektasi 1000 jamaah. Untuk saat ini ia baru mencapai seperempatnya yaoiyu 250.000 jamaah yang telah ia berangkatkan. Perihal target sendiri, Hermansyah tidak pernah memiliki target. Mengapa demikian? Sebab baginya semua telah menjadi kehendak Allah Sang Maha Kuasa. Berharap hanya kepada-Nya tidak muluk-muluk dalam berbicara hasil, berkarya dan berusaha yang maksimal adalah kewajiban namun hasil biar Allah yang menentukan. Jika tidak, maka kita akan kecewa apabila hasil tak sesuai dengan keinginan. “Travel ini bukan milik saya, tetapi milik Allah. Kita hanya media yang menyalurkan niat baik tersebut melalui TRAVELATAYA ini dengan sepenuh hati,” jelasnya. Ia hanya berharap agar perusahaan ini dapat terus ada hingga ia menutup mata lalu setelahnya tetap eksis dengan dipegang oleh penerus berikutnya

Pesan untuk Pemerintah

            “Sebaiknya pemerintah itu peka terhadap bisnis travel-travel seperti ini terlebih yang start-up dalam hal perizinan dan sebagainya,” tandas pria yang memiliki hobi bernyanyi ini. Tak lain dan tak bukan, dalam perjalanan ibadah haji maupun umroh memang tidak pernah ditanyakan perihal memakai jasa travel mana hanya sekedar diperiksa tiket, visa, hotel, paspor dan lainnya. Sehingga kelegalan dari sebuah perusahaan pun tidak dapat dipertanggungjawabkan pula jika terdapat oknum-oknum yang menggunakan kesempatan tersebut sebagai hal yang tidak patut dilakukan. Dengan dikaruniai sepasang anak putra dan putri, ia telah menyiapkan untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang pengusaha. Hermansyah memiliki prinsip bahwa anak-anaknya haruslah ber-mindset pengusaha bukanlah menjadi karyawan biasa sebab pengusaha memiliki pengaruh besar bagi negara dengan menciptakan lapangan kerja yang luas. Putri pertamanya pun sedang mempersiapkan bekal yang akan menjadi pondasinya yaitu dengan menjalani pendidikan bahasa Arab serta hafidz qur’an.

 

Generasi Muda: ‘Kita Sendiri yang Tentukan Warnanya’

“Hidup itu dilalui juga harus dinikmati. Karena hidup itu penuh warna, maka kita sendiri yang tentukan warnanya ingin seperti apa,” kata Hermansyah penuh arti. Perjalanan panjang dan usaha keras dibarengi ikhtiar kepada Yang Kuasa pun wajib. Hermansyah pun memiliki pesan bagi generasi muda yang tengah menjadi jati diri. Pertama, apapun yang diminati ataupun menjadi hobi cobalah untuk dijadikan penghasilan. Hobi yang dibayar, siapa yang menolak? Dengan begitu, pekerjaan pun akan dikerjakan sungguh-sungguh dan optimal sebab kita mencintainya. Setelah itu, apabila telah sukses mencapai puncak tetaplah rendah hati dan jangan sombong. Semua  kesuksesan yang hadir pun atas izin Sang Kuasa. Apabila suatu ketika kesuksesan serta kemudahan yang telah ada direnggut seketika, kita tidak bisa apa-apa. Maka dari itu tetaplah membumi walau telah menggapai langit. “Tetaplah semangat, gali terus potensi dan minat yang dimiliki. Jangan pernah menyerah karena satu kegagalan berbuah seribu kemudahan,” ucapnya menutup pembicaraan.(mutiararizky)