Tag: kami

Nyoman Wana Putra, BA

No Comments

Nyoman Wana Putra, BA
Presiden Direktur PT Taman Sari Wisata Bahari

Perintis Pengembangan Wisata Bahari di Bali

Bali dikenal sebagai tujuan wisata dunia sejak zaman dahulu kala. Keindahan panorama alam dan budaya Bali yang sangat eksotis menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran, di luar negeri Bali bahkan lebih terkenal dari pada Indonesia.

Eksotisme alam dan budaya Bali membuat provinsi ini dijuluki sebagai Pulau Dewata. Setiap daerah di wilayah ini menjadi sangat menarik bagi wisatawan, sehingga “apapun” yang berada di pulau ini bisa “dijual” sebagai daerah tujuan wisata. Tinggal bagaimana pengusaha dan pengelola suatu wilayah mengemasnya menjadi daerah tujuan wisata yang memikat.

“Akhir tahun 1970-an di wilayah Sanur mulai terlihat potensi dan kondisi perekonomian masyarakat semakin membaik. Penggeraknya adalah pembangunan hotel di kawasan PTDC, Nusa Dua. Dengan ekonomi Indonesia yang mulai membaik, Bali dikedepankan sebagai penyangga pariwisata dunia. Melihat peluang tersebut, saya kemudian merintis desa wisata yang memiliki potensi wisata bahari dengan kekayaan terumbu karang dan lautnya,” kata Nyoman Wana Putra, BA, Presiden Direktur PT Taman Sari Wisata Bahari.

Bersama teman-temannya, ia mengembangkan sebuah resort di pulau kecil tempat penyu mendarat dan bertelur. Selain itu, layanan bagi wisatawan untuk melakukan parasailing, snorkeling, diving dan wisata laut lainnya pun disediakan. Dengan semakin majunya perkembangan wisata di wilayah tersebut, ia harus mendatangkan instruktur dari Australia.

Dari Sanur, Nyoman Wana Putra kemudian mengembangkan tujuan wisata baru di Benoa pada tahun 1985. Lulusan ASMI Denpasar ini kemudian membuka dan mengembangkan wisata bahari di wilayah dengan pasir putih dan terumbu karang yang sangat menawan tersebut. Kekayaan alam yang ditawarkan mendapat sambutan hangat dari wisatawan asal Australia, Jepang, Taiwan dan Eropa. “Kalau wisatawan domestik masih sangat jarang. Tetapi belakangan kita juga banyak menerima wisatawan dari Arab,” tuturnya.

Melihat sepak terjang Nyoman Wana Putra yang sangat gigih dalam memperjuangkan wisata, masyarakat di sekitar Benoa memilihnya sebagai Kepala Lingkungan. Dengan mendapat kepercayaan dari masyarakat tersebut, ia terus mengembangkan desa bahari untuk kemajuan pariwisata di daerahnya. Tahun 1992, ia mendirikan PT Taman Sari Wisata Bahari yang fokus pada layanan snorkeling dan restoran.

Perkembangan usaha yang dirintis bersama teman-temannya tersebut berkembang dengan pesat. Karena kesibukannya, Nyoman Wana Putra  memutuskan untuk berhenti sebagai kepala lingkungan pada tahun 2000. Tetapi tidak hanya berhenti di situ, ia berjuang memekarkan lingkungan tempat tinggalnya menjadi satu satu kelurahan baru. Usahanya mendapat dukungan luas dari masyarakat sehingga terbentuklah kelurahan Tanjung Benoa.

“Setelah itu saya bisa konsentrasi untuk menekuni bisnis wisata bahari. Meskipun tampil apa adanya, tetapi masyarakat memilih saya sebagai Wakil Pendesa Adat. Pendesa Adat adalah ketua adat yang sejak sebelum kemerdekaan sudah ada di Bali. Tugas Pendesa Adat memacu dan mendongkrak teman-teman pengusaha untuk terus mengembangkan wisata bahari sehingga dicintai juga oleh wisatawan domestik. Usaha itu menuai hasil sehingga turis domestik tidak merasa berlibur di Bali sebelum merasakan water spot ini,” kata pria yang terpilih sebagai Pendesa Adat sejak tahun 2006 ini.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pendesa Adat, Nyoman Wana Putra tidak hanya memacu kemajuan wisata bahari. Ia juga mengupayakan kerukunan antar umat beragama yang berada di wilayah tugasnya. Karena tidak bisa dipungkiri, dengan semakin pesatnya kemajuan wisata yang menggerakkan perekonomian, banyak berdatangan masyarakat dari wilayah lain untuk mencari pekerjaan.

Sebagai warga Bali yang egaliter dan terbuka, Nyoman Wana Putra tidak menampik kehadiran warga pendatang. Bahkan, ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran mereka yang bekerja di sektor informal. Tidak heran, ia dan warga Bali lainnya berharap saat Lebarang tiba para pendatang tidak menghabiskan masa liburan mudiknya dengan berlama-lama di kampung halaman masing-masing.

“Wah susah kita kalau mereka tidak ada. Karena kita di sini saling bahu membahu, saling membantu tanpa melihat latar belakang agama sehingga tidak pernah terjadi gesekan. Apalagi, sejak dahulu Tanjung Benoa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh tiga agama, Islam, Hindu dan Buddha,” tegasnya.

Pada hari-hari besar keagamaan masing-masing agama, Nyoman Wana Putra selalu mengadakan koordinasi sehingga tercipta kondisi yang kondusif. Silaturahmi antara pemeluk agama yang berbeda pun tetap terjalin sehingga semua dapat hidup berdampingan secara harmonis. “Kita saling mendoakan tanpa pelecehan. Walaupun kepercayaan berbeda-beda tetapi semua tetap yakin bahwa Tuhan adalah satu. Perasaan seperti itu sudah menjadi milik masyarakat dalam kelurahan Tanjung Benoa,” tandasnya.

Tidak heran, dengan toleransi beragama yang sangat kental seperti itu, perkawinan silang antar agama pun tidak menjadi persoalan yang rumit. Pasangan yang ingin menikah mendapat kebebasan untuk memilih dan berpindah agama sesuai keyakinan masing-masing. Masyarakat tidak pernah mempermasalahkan misalnya seorang pria Islam memperistri wanita Hindu atau sebaliknya. Begitu juga dengan perkawinan antara pemeluk agama yang lain.

“Semua berdasarkan suka sama suka dan cinta-sama cinta. Kita menyadari bahwa cinta itu turun dari Tuhan dan bukan kehendak manusia. Kalau sudah suka sama suka, kita serahkan kepada mereka mau masuk agama apa saja terserah. Itu yang saya bangun di desa adat Tanjung Benoa, bersaudara antara pemeluk Hindu, Buddha dan Islam. Tahun 1970-1976 datang orang-orang dari Flores yang beragama Kristen dan bergabung bersama kami untuk bertahan hidup sampai sekarang,” katanya.

Dukungan Pemerintah Besar

Menurut Nyoman Wana Putra, pemerintah sangat mendukung pengembangan dunia pariwisata di Bali. Apalagi Bali terbukti menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara yang mendatangkan devisa yang besar bagi negara. Selain itu, Bali juga tetap menarik bagi kunjungan wisatawan domestik yang ingin menikmati wisata bahari.

“Pemerintah sangat mendukung, terutama pemerintah Badung dan provinsi Bali. Setiap tahun, pengusaha restoran, perhotelan dan pariwisata lainnya mengikuti promosi secara langsung di tingkat nasional maupun internasional.  Kami juga berterima kasih karena stasiun TV juga banyak menayangkan obyek wisata yang kami kelola,” ungkap Ketua DPC Gahawisri (Gabungan Pengusaha Wisata Bahari) Kabupaten Badung ini.

Bantuan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Badung sangat dirasakan penggiat wisata bahari seperti Nyoman Wana Putra. Melalui lembaga tersebut pengusaha di bidang pariwisata mengetahui kelemahan dan kekurangan masing-masing. Terutama mengenai kekurangan dalam pelayanan yang dirasakan oleh para pengguna jasa di lapangan sehingga dapat dikoreksi untuk perbaikan. “Karena seluruh komplain dari wisatawan ditampung di dinas tersebut,” tambahnya.

Pemerintah juga sangat berperan besar dalam memulihkan kondisi pariwisata Bali pasca serangan Bom Bali I tahun 2001. Selain promosi besar-besaran, pemerintah terutama pihak keamanan mengadakan kerjasama dengan Pecalang atau petugas keamanan adat yang dimiliki setiap desa di Bali. Setelah Bom Bali II tahun 2005, sistem keamanan antara pecalang dan pihak kepolisan semakin ditingkatkan dalam mencegah dan mewaspadai terjadinya serangan teroris.

“Dari situ tercipa sebuah sistem dalam suatu taksu yaitu Taksu Bali yang disebut dengan Pengamanan Pecalang. Di mana Pecalang dilengkapi dengan perlengkapan sarana adat untuk pengamanan. Kita tidak mengadakan sweeping tetapi sidak yang terkesan lebih manusiawi. Yakni pendekatan untuk mengetahui kelengkapan data, keperluan kedatangan ke Bali dan lain-lain,” ungkapnya.

Sidak gabungan, lanjut Nyoman Wana Putra, biasanya dilakukan antara pecalang bersama pihak kepolisian. Pendatang yang jelas tujuannya diajak dan disarankan untuk mengikuti kata pepatah bahwa “di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung.” Semua itu menunjukkan bahwa warga Tanjung Benoa dan Bali pada umumnya menginginkan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Secara khusus, sebagai Pendesa Adat ia memohon kepada para pendatang untuk mengikuti aturan yang disebut Awig-Awig.

“Para pendatang silakan mengais rezeki di wilayah kami, namun tolong menunjukkan identitas yang jelas untuk dicatat. Karena kami menempati wilayah Tanjung Benoa ini dengan mengedepankan kerukunan dan kedamaian. Kami secara rutin mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi situasi dan kondisi di daerah kami. Semua perwakilan agama dihadirkan, sehingga sekecil apapun permasalahan kami selesaikan secepatnya. Apapun yang terjadi, apakah itu kematian, kelahiran, perkawinan dan lain-lain, selalu terkontrol serta terkendali,” ujarnya.

Nyoman Wana Putra menerapkan hal tersebut pada perusahaan yang didirikannya, PT Taman Sari Wisata Bahari. Dari 54 SDM yang dipekerjakannya –mulai tingkat manager sampai staf- terdiri dari orang-orang dari seluruh wilayah Indonesia dengan keragaman budaya serta keyakinan yang dianut. Dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki pulau yang luar biasa banyak dengan garis pantai yang sangat panjang, memungkinkan untuk mengembangkan potensi wisata bahari lebih besar.

“Itu merupakan potensi yang sangat luar biasa dalam wisata bahari. Makanya, meskipun pendidikan mereka kurang, tetapi kami training agar menjadi bekal sebagai bahan untuk mengembangkan daerah masing-masing. Banyak di antara mereka yang sudah mampu berdiri sendiri setelah kami didik di Bali. Mereka kami didik sebagai kapten, crew driver dan lain-lain. Nah, kalau mereka mampu dan daerah asalnya memungkinkan, mereka akan mengembangkan wisata bahari di daerah sendiri. Syaratnya mereka harus memiliki niat yang baik, jujur dan berkemauan keras untuk belajar,” tegasnya.

Jangan Menjadi Kuli

Sukses mengembangkan wisata bahari, membuat Nyoman Wana Putra berharap dapat melebarkan sayap bisnisnya. Apalagi potensi wisata bahari di Indonesia dengan ribuan pulau sangat menarik untuk dijadikan obyek wisata karena tersebar di seluruh garis pantai Indonesia. Peluang untuk berkembang sangat terbuka lebar dan tidak hanya mengandalkan pulau Bali semata.

“Kita harus mengembangkan pesisir lain di Indonesia sehingga saya bisa membuka cabang di daerah lain. Bahkan kita juga bisa mengembangkan wisata bahari di seluruh Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan laut dan terumbu karangnya. Banyak potensi wisata bahari yang bisa kita jual, kenapa kita tidak bisa kembangkan. Karena sumbangan dari pariwisata cukup besar bagi pendapatan negara,” tandasnya.

Dengan pengembangan wisata pantai di seluruh Indonesia, lanjutnya, berarti terjadi pemerataan pembangunan. Kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan tetapi juga di daerah-daerah. Dengan begitu tidak perlu terjadi masyarakat yang berbondong-bondong menjadi TKI ke luar negeri atau “merantau” ke Jakarta, yang menambah keruwetan ibukota. Majunya pariwisata daerah, juga mencegah pemindahan ibukota negara ke kota lain.

“Karena pemindahan ibukota negara ke luar Jakarta bukan solusi mengatasi permasalahan. Yang penting adalah pemerataan pembangunan sehingga tidak semua orang tertarik untuk mengadu nasib di Jakarta. Kalau di pusat hanya sekadar mencari pengetahuan atau sistem untuk dikembangkan di daerah. Bukan disikapi dengan memindahkan ibukota, kalau begitu kita mundur lagi, dari awal lagi,” ungkapnya.

Pemindahan ibukota, menurut Nyoman Wana Putra akan mengubah tatanan sejarah yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa dengan tetesan darah, air mata dan keringat. Indonesia tidak perlu meniru Malaysia yang memindahkan ibukota negaranya, karena memiliki karakter yang berbeda. “Jangan sekali-sekali mengubah jalannya sejarah. Mungkin kita perlu duduk bersama antara pusat dan daerah agar saling memahami keinginan masing-masing,” kata ayah empat anak ini.

Semangat untuk melestarikan sejarah dan budaya sendiri, jelasnya, harus dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa. Di tangan mereka terletak masa depan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik. Sikap tanpa melupakan sejarah dan budaya Indonesia, generasi muda akan maju dengan karakter bangsa sendiri. Ia berpesan agar setelah memiliki menyelesaikan pendidikan dan memiliki gelar, generasi muda tidak bermimpi untuk menjadi PNS atau karyawan.

“Kembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing. Kalau bisa menjadi raja -meskipun kecil- jangan jadi kuli. Kita dilahirkan dan hidup bukan untuk disiksa, tetapi berdiri di atas kaki sendiri. Dahulu kita hidup di zaman kerajaan, maka kitalah yang sekarang harus berpikir untuk menjadi raja. Mari kita kembangkan apa yang bisa dilakukan dengan menjadi entrepreneur di daerah masing-masing. Pemerintah juga harus menuntun generasi muda sehingga daerah berkembang sehingga kita semua sejahtera,” tegas Nyoman Wana Putra.

PT Taman Sari Wisata Bahari
Jl Konco No 9, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali
Telp: (0361) 772583
Fax: (0361) 775242
Website: www.balimarinesport.com

Kurnia

No Comments

Kurnia
CV Hazna Indonesia/Shasmira

Membangun Indonesia Menjadi Kiblat Fashion Muslim Dunia

Umat Islam semenjak zaman Nabi Muhammad SAW telah menentukan kiblat untuk shalat, menghadap Kabah. Tetapi seiring perjalanan waktu, terjadi pergeseran kiblat umat Islam. Bukan lagi menuju Kabah, tetapi mengarah ke Bandung, Indonesia. Namun jangan salah sangka, karena kiblat yang mengarah ke Bandung bukan untuk shalat dan ibadah yang lain. Kiblat umat Islam ke Kota Kembang adalah tren fashion busana muslim.

Pencetus tren tersebut adalah CV Hazna Indonesia, produsen segala pernak-pernik busana muslim. Mulai kerudung atau jilbab, baju gamis, kopiah, sarung, sajadah, dan lain-lain. Dengan mempekerjakan, 40 staf, 100 penjahit dan 600 pengrajin, Hazna Indonesia dengan brand Shasmira telah hadir di 55 kota di Indonesia. Bahkan, produk busana muslim Haznah Indonesia telah menjangkau Brunei, Singapura, Malaysia dan Bangladesh.

“Ide awalnya dari istri saya untuk membuat kado spesial berupa kerudung sebagai oleh-oleh sepulang ibadah haji. Ternyata kerudung desain istri saya tersebut sangat disukai. Dan, karena kebetulan istri saya berkerudung kami memutuskan untuk mengembangkan produk ini sebagai sebuah bisnis,” kata Kurnia, pemilik dan pendiri CV Hazna Indonesia/Shasmira.

Saat itu, sebenarnya Kurnia sendiri masih bekerja di perusahaan swasta. Ia mencoba membuat beberapa kerudung dengan desain minimalis yang ternyata sangat disukai konsumen saat dilempar ke pasar. Kerudung minimalis segera saja menjadi tren karena terlihat fashionable dan tidak ketinggalan zaman. Dari situ, ia menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk memasarkan desain kerudung miliknya.

Setelah beberapa lama, timbul keyakinan dalam diri Kurnia bahwa bisnis kerudung cukup menjanjikan. Ia kemudian memutuskan untuk berdiri sendiri dan membawa brand sendiri dengan nama Nisa 59. Menyusul kemudian pada bulan Agustus 2007 secara resmi ia meluncurkan brand Shasmira dengan produk yang lebih variatif sehingga dapat diterima bahkan oleh orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal jilbab sama sekali.

“Saat ini jilbab bukan hanya sekadar untuk syariah, tetapi sudah menjadi fashionable. Sudah merupakan life syle, sehingga tidak sedikit orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab tetapi begitu pakai jilbab menjadi lebih modis dan fashionable. Kedua kita harus menyadari bahwa penduduk Indonesia mayoritas muslim, sehingga itu adalah potensi pasar yang luar biasa. Saya perkirakan Indonesia akan menjadi kiblatnya fashion muslim tingkat dunia,” ungkapnya.

Kurnia sebagai seorang pebisnis, melihat bahwa prospek bisnis busana muslim ke depan cukup menjanjikan. Selain karena mayoritas penduduk Indonesia muslim, kesadaran masyarakat untuk memakai jilbab sangat tinggi. Ia mencontohkan bagaimana daerah-daerah seperti Aceh, Padang, dan Jawa Tengah penggunaan kerudung resmi menjadi aturan daerah. Selain itu, dunia hiburan pun ternyata turut mendongkrak popularitas kerudung dengan seringnya ditayangkan sinetron bernuansa religi.

“Oleh karena itu, kita juga melakukan penetrasi pasar dengan menggunakan sistem keagenan dengan empat tingkatan. Ada agen, member, distributor dan house network. Alhamdulilah kita sudah mampu membangun sekitar 600 jaringan distributor di seluruh Indonesia. Termasuk juga Asia, di Hongkong, Nederland, Brunei, Singapura dan Malaysia. Kita memiliki toko berkonsep kerjasama kemitraan dengan investor yang sekarang sudah berjumlah 55 House of Shasmira,” ujarnya.

Quality Control System

Sebagai tren setter busana muslim dunia, Kurnia memiliki berbagai kiat untuk memperteguh eksistensi produknya. Jaringan pemasaran yang luas dan harga produk yang terjangkau adalah salah satu strategi bisnisnya. Meskipun di pasaran juga beredar produk tanpa merek yang beredar di pasar-pasar tradisional.

“Tetapi kalau kita menaikkan harga sesuai dengan kompetitor, kita akan kalah. Makanya ini harus disiasati dengan mencari solusi alternatif dengan harga yang lebih rendah tetapi kualitasnya sama. Biasanya, itu kita lakukan dengan menembus langsung produksi barang tanpa perantara. Jadi langsung pada sumbernya,” tegasnya.

Selain itu, Kurnia juga terus meningkatkan skill dan kemampuan SDM. Tujuannya agar hasil kerja SDM sesuai program dan harapan perusahaan. Caranya melalui berbagai bimbingan dan pelatihan yang secara berkala diberikan perusahaan kepada seluruh SDM. Ia juga menerapkan sistem yang mampu mengontrol seluruh hasil kerja karyawan.

“Kita menambahkan sistem kontrol dari semua pekerja kita dengan menerapkan sistem QC. Jadi setiap barang yang masuk kita kontrol lagi dan barang yang tidak sesuai kita kembalikan untuk diperbaiki. Kenapa, karena kalau diserahkan kepada mereka tanpa kontrol yang ketat, maka kualitas kita nanti menjadi tidak seragam,” sergahnya.

Apalagi, lanjut Kurnia, meskipun pengguna brand di persaingan bisnis baju muslim jarang, tetapi ia harus tetap waspada. Hingga saat ini, jumlah pengusaha busana muslim sekitar 50-100 pengusaha. Sebuah jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan 200 juta penduduk muslim di Indonesia. “Kita harus bersaing dengan produk lokal seperti di Bukittinggi, tetapi kita harus siap untuk go international,” tegasnya.

Menurut Kurnia, yang patut diwaspadai dalam persaingan usaha busana muslim global adalah kemampuan China dalam memproduksi barang. Produsen China mampu membuat barang sesuai dengan pesanan harga yang diinginkan pelanggan. Dari yang paling mahal sampai termurah mereka mampu membuat dengan desain yang cukup bagus.

“Kita memang bisa menyesuaikan diri dengan mengurangi margin keuntungan. Tetapi produk China dengan harga murah ini cukup berdampak pada pemasaran kami untuk menjangkau kalangan menengah bawah. Kalau kalangan menengah ke atas, mereka pasti akan berpikir dua kali untuk menggunakannya, terkait kualitasnya. Sedangkan masyarakat bawah, tidak terlalu peduli yang penting fungsi dan harga. Masalah kekuatan dan kenyamanan nomor dua,” tuturnya.

Ke depan, Kurnia berharap akan melakukan berbagai pengembangan pemasaran. Salah satnya adalah dengan menempatkan satu orang perwakilan Shasmira pada setiap kota di Indonesia. Ia juga ingin setiap orang Indonesia mengenal produk perusahaan dan tidak terbatas hanya sekadar mengenal tetapi juga membeli dan mereferensikan produk Shasmira kepada orang lain.

“Kita ingin Shasmira tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga go international. Target itu kita lakukan dengan terus menerus mengembangkan difersifikasi produk itu sendiri, dengan mengikuti tren yang ada di masyarakat. Karena pergantian mode sangat cepat sekali di masyarakat dan mencapai hitungan per bulan. Konsumen itu raja yang berhak menentukan pilihan sesuai keinginan masing-masing,” tegasnya.

Generasi Berpikir “Bisa”

Kurnia menjelaskan arti harfiah shasmira untuk menamakan brand busana muslim besutannya. Shasmira merupakan nama bunga sangat indah yang berasal dari India. Sementara dalam sejarah Islam, Shasmira juga dikenal sebagai pejuang wanita yang gagah berani sehingga identik dengan wanita. Di zaman sekarang pun, ia mendapati kisah tentang Siti Shasmira yang berjuang demi kemajuan anak-anak bangsa di lokasi terpencil.

“Shasmira juga sebuah nama yang unik sehingga mudah diingat. Jadi kalau orang menyebut shasmira, mereka akan mengasosiasikan dengan baju muslim. Saya juga membangun ini dengan penuh perjuangan, tetapi saya berharap agar perusahaan semakin besar dan memberikan kontribusi bagi pemerintah untuk menanggulangi pengangguran. Harapan saya nanti ke depan, anak-anak bisa melanjutkan dan mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Kurnia berharap agar pemerintah bisa membantu UMKM seperti usahanya. Bantuan yang sangat diharapkan berupa bantuan permodalan yang sangat berguna bagi perusahaan kecil dan menengah seperti CV Hazna Indonesia dengan persyaratan yang mudah. Ia juga berharap agar pemerintah terjun langsung melakukan pembinaan terhadap pengusaha kecil. Tujuannya agar mereka bisa meningkatkan pengetahuan sehingga perusahaan semakin besar dan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan begitu, terjadi hubungan saling membutuhkan satu sama lain antara pemerintah dan dunia usaha.

Kurnia mengingatkan, bahwa angkatan kerja setiap tahun selalu bertambah. Sementara peran pemerintah adalah mengubah pola pikir masyarakat, terutama orang tua untuk mengetuk kesadaran generasi muda agar memiliki jiwa entrepreneur. Yakni bagaimana mereka tidak berpikir mencari kerja di mana setelah lulus kuliah, tetapi bagaimana timbul pemikiran untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Itu yang harus digalakkan pemerintah, sehingga apabila semua lulusan perguruan tinggi mampu berusaha sendiri, income per capita meningkat, mengikis pengangguran dan lain-lain. Di sisi lain, pemerintah juga harus memfasilitasi kemitraan antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil. Setidaknya untuk memperoleh proyek mereka harus membantu pengusaha kecil terlebih dahulu untuk memberikan kesempatan berwira usaha kepada setiap penduduk. Kalau sudah begitu, saya yakin masyarakat Indonesia akan semakin baik di masa mendatang,” ujarnya.

Kepada generasi muda, Kurnia berpesan agar mereka menanamkan dalam diri masing-masing bahwa untuk mendapatkan penghasilan tidak harus dengan bekerja. Generasi muda mampu menghasilkan pendapatan dengan cara berkarya, yakni menciptakan sebuah karya yang memiliki nilai jual. Generasi muda juga harus memikirkan bagaimana karya yang tercipta memiliki nilai komersial dengan menggandeng orang lain untuk berkolabarosi.

“Itu akan lebih baik daripada selesai kuliah kemudian melayangkan surat lamaran ke mana-mana dan menunggu. Ini misalnya dilakukan oleh Bill Gates yang meng-create sebuah karya dan mencari mitra untuk membesarkan Microsoft. Oleh karena itu, generasi muda harus selalu berpikir bahwa mereka bisa. Karena berpikir bisa akan merangsang kreativitas, inovasi, dan lain-lain. Sementara kalau berpikir tidak bisa akan mematikan potensi yang dimiliki. Makanya berpikirlah bisa. Saya bisa menjadi pengusaha, saya bisa menghasilkan karya yang baik dan sebagainya,” pungkas Kurnia, pemilik CV Hazna Indonesia.

Johan Wang

No Comments

Johan Wang
Direktur Utama PT Jocelyn Anugrah Jaya

Mengalami Keajaiban dan Mukjizat Hidup Diwujudkan pada Miracle Agency

Beberapa kali kejadian ajaib dialami oleh Johan Wang, Direktur Utama PT Jocelyn Anugrah Jaya. Kejadian ajaib tersebut selalu berhubungan dengan keselamatan dirinya sehingga nyawanya berada di ujung tanduk. Salah satunya, ketika masih  kuliah tahun 1999, ia terserempet metromini saat naik motor ke kampus. Celakanya, ia jatuh ke kolong truk kontainer yang sedang melaju. Tak ayal, tubuhnya terseret truk kontainer sejauh sepuluh meter.

Meskipun demikian Johan Wang selamat. Ia “hanya” mengalami patah tulang di hampir sekujur tubuhnya. Setelah tergolek di rumah sakit selama satu tahun lamanya, ia dinyatakan sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Sejak itulah, ia sangat antipati terhadap obat dan dokter. Trauma tersebut terus dibawanya hingga bekerja, menikah dan memiliki anak. Hingga suatu saat, vonis dokter menyatakan dirinya suspect leukemia dan harus menjalani perawatan intensif.

“Ini keajaiban dan mukjizat untuk kali kedua setelah dilindas kontainer. Suami saya dinyatakan menderita leukemia akut saat menjalani pengecekan di Singapura. Peluang untuk sembuh diperkirakan hanya 30 persen kalau tidak segera ditangani. Rumah sakit di sana mengajukan dana Rp1 miliar untuk perawatan suami saya. Tetapi saya bersikeras membawanya pulang ke tanah air,” kata istrinya.

Ia dan suaminya kemudian kembali ke Indonesia untuk menjalani pengobatan herbal. Berbagai macam obat-obatan herbal dari seluruh penjuru nusantara dicoba demi kesembuhan sang suami. Ratusan juta rupiah telah dihabiskan untuk pengobatan yang ternyata tidak membuahkan hasil tersebut.

Bukannya berkurang, leukemia yang diderita Johan Wang semakin parah. Dari hidung dan gusinya terus menerus terjadi pendarahan, sementara di sekujur tubuhnya timbul bercak-bercak besar kemerahan. Ia hanya mampu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi kesembuhan suaminya.

“Tuhan memang Maha Baik. Suatu hari, Dia mengirimkan penderita leukemia kronis ke rumah. Orang tersebut menyarankan untuk tetap konsultasi ke dokter sebagai pegangan meskipun menggunakan herbal untuk pengobatan. Kami menurutinya dan mempercayakan pengobatan kepada dokter yang disarankan orang tersebut,” tandasnya.

Johan Wang, kemudian disarankan untuk menjalani kemoterapi di RS Ciptomangunkusumo  oleh dokter tersebut. Satu kali kemoterapi dan menghuni ruang isolasi selama 45 hari tidak menunjukkan hasil maksimal. Mungkin penyebaran sel kanker yang sudah mencapai paru-paru menjadi penyebabnya. Bahkan, sel kanker didiagnosa telah menguasai 90 persen darah yang beredar di tubuh. Dikhawatirkan, apabila sel kanker sudah mencapai otak nyawa Johan  Wang tidak tertolong.

Sekali lagi, Johan Wang harus mengulang proses kemoterapi dan isolasi dari awal. Sang istri hanya diperbolehkan menunggui suaminya dari luar ruangan. Tanpa henti, ia memanjatkan doa untuk kesembuhan Wang sembari mengasuh anaknya yang kala itu belum genap berumur satu tahun. Perlahan namun pasti, tanda-tanda kesembuhan mulai nampak. Setelah satu tahun tergolek di rumah sakit, Johan Wang dinyatakan terbebas dari leukemia.

“Puji Tuhan, ini benar-benar keajaiban dan mukjizat dari-Nya. Kebahagiaan dan rasa syukur tiada tara kami rasakan. Apalagi setelah keluar dari rumah sakit, kita masih mendapat bonus jalan-jalan ke Turki dari Prudential. Semua berkat mukjizat Tuhan, mulai terlindas kontainer sampai sembuh total dari leukemia, tanpa campur tangan Tuhan tidak akan terjadi. Oleh karena itu, saat bulan Januari 2011 membuka perusahaan, kita namakan Miracle Agency,” tuturnya.

Berkat Tuhan pula yang membuat brand Miracle Agency dari perusahaan PT Jocelyn Anugrah Jaya dengan cepat berkembang. Dengan persaudaraan dan pertemanan yang sangat kuat, dalam waktu singkat telah memiliki 1000 agen dengan 110 leader. Bahkan cabang perusahaan pun berdiri tidak hanya di Jakarta, tetapi juga Bangka, Jambi, Sungai Liat, Bandung dan lain-lain. Tidak hanya itu, dari 220 insurance agency di seluruh Indonesia Miracle Agency menduduki peringkat 10 nasional.

Membantu Orang

Awalnya Johan Wang tidak begitu tertarik dengan dunia asuransi. Sebagai perantau dari Jambi dan kuliah di Jakarta, ia indekos di kamar berukuran dua kali tiga meter. Setelah lulus kuliah ia bekerja sebagai staf auditor. Salah satu teman kos Johan bernama Heri, dilihatnya memiliki kehidupan yang lebih baik. Ternyata Heri adalah agen perusahaan asuransi Prudential.

“Suami saya melalui Heri kemudian bergabung dengan Prudential. Meskipun awalnya ia menyangka MLM, tetapi ia berketetapan hati untuk bergabung dan bekerja sebagai agen asuransi. Ia pun resmi mengundurkan diri dari perusahaan lama –meskipun sempat diiming-imingi kenaikan gaji- tetapi ia sudah bulat keputusan untuk bergabung di Prudential. Di sini ia memiliki misi yang luar biasa, yakni membantu orang menyiapkan masa depan mereka,” kisahnya.

Landasan misi mulia tersebut, lanjutnya, membuat karier Johan Wang dengan cepat meroket. Hanya dalam tempo tujuh tahun, ia sudah menduduki posisi paling atas sebagai agency manager (2008). Hampir setiap tahun perusahaan mengeluarkan bonus untuk Johan Wang berupa jalan-jalan ke luar negeri. Selain itu, penghasilan besar dari asuransi membuatnya mampu membeli rumah, mobil dan lain-lain.

Bahkan, saat dinyatakan suspect leukemia pun penghasilan Johan Wang tidak berkurang. Uplink managernya menjamin bahwa usaha sales asuransi yang dijalankannya tetap berjalan seperti biasa. Bisa dibilang, inilah bisnis yang menjadi pasif income sebenarnya. Karena saat Johan sakit, biaya operasional –seperti cicilan rumah, mobil dan biaya hidup keluarga- sebesar Rp60 juta per bulan tertutupi.

“Jadi saya tidak perlu menjual rumah atau asset lain sama sekali. Apalagi, semua biaya pengobatan suami saya benar-benar ditanggung oleh Prudential. Untungnya, perusahaan memiliki kebijaksanaan apabila nasabah menderita penyakit akut seperti kanker, leukemia dan lain-lain, polis diberikan secara cash. Yang lebih menenangkan lagi, saat suami jatuh sakit teman-teman sudah siap menggalang dana. Tetapi berkat Prudential semua telah terbantu,” kisahnya penuh syukur.

Di saat-saat sedang menderita cobaan hidup seperti itu, Johan Wang dan istrinya menyadari siapa teman dan sahabat sejati. Disamping ada yang dengan sukarela memberikan bantuan materi, ada juga yang mengetahui kondisinya lantas meninggalkan pasangan ini begitu saja. ”Kalau lagi senang, semua teman berdatangan tetapi ketika kita jatuh satu per satu meninggalkan kita. Nah, saat Johan sakit itulah baru kelihatan siapa teman-teman kita,” imbuhnya.

Melalui Miracle Agency, pasangan Johan Wang dan istri, membangun kesuksesan bersama. Mereka tidak hanya berpikir untuk kesuksesan pribadi tetapi juga membuat banyak orang sukses. Dengan berbisnis di agen asuransi Prudential kesempatan untuk memperbaiki kehidupan terbuka lebar. Ia mengisahkan bagaimana banyak anak buahnya yang memiliki keinginan kuat untuk maju berhasil meraih impiannya.

Apalagi dalam menjalankan bisnis agen asuransi Prudential relative tidak memerlukan modal sama sekali. Yang diperlukan hanyalah kemauan untuk maju mencapai impian yang dicita-citakan mencapai kehidupan yang lebih baik. Seorang agen hanya dituntut untuk ulet, memiliki tujuan yang jelas dan siap dengan risiko yang sangat kecil.

“Risikonya hanya menghadapi penolakan dari nasabah, itu saja. Dan penolakan akan tidak menjadi masalah kalau kita memiliki goal dan dream. Saya bilang belum ada bisnis seluar biasa Prudential. Tanpa modal, nilainya ratusan juta, hasilnya juga luar biasa, dengan risiko hanya penolakan. Saya dalam kurun waktu tujuh tahun sudah mampu memperoleh income diatas Rp100 juta per bulan. Padahal modal awal hanya Rp6 ribu untuk materai,” tegasnya.

Risiko Penolakan

PT Jocelyn Anugrah Jaya dibawah Johan Wang sebagai Direktur Utama setelah mencapai ranking 10 besar agen asuransi menetapkan untuk masuk 5 besar dalam beberapa tahun ke depan. Tetap bervisi untuk membantu orang mencapai kehidupan lebih baik, perusahaan mengalami akselerasi kemajuan yang sangat pesat. Beberapa bulan berjalan, perusahaan telah mencatatkan omzet rata-rata Rp1,5 miliar per minggu.

“Saya cuma menerapkan kekeluargaan, kekompakan dan lain-lain. Untuk merangsang sales, kita membuat kontes jalan-jalan, ke Hongkong, Phuket dan lain-lain. Atau angpao bagi mereka yang berhasil mendapatkan tiga nasabah. Yang jelas, karena percepatan usaha kita sangat luar biasa, kami yakin tembus sepuluh besar. Pokoknya tetap mengusung visi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan menjadi lebih tinggi. Bring miracle for every family yaitu memberikan keajaiban bagi setiap agen dan leader yang bernaung dalam Miracle Agency. Sementara bagi nasabah banyak manfaat yang mereka rasakan dari produk-produk Prudential,” tegasnya.

Untuk mencapai visi tersebut, selain mengadakan kontes dan jalan-jalan perusahaan juga memberikan bantuan berupa training dan pelatihan. Tujuannya untuk membekali para agen agar mereka memiliki skill yang cukup untuk menghadapi tantangan ke depan, menguasai produk yang dijual serta motivasi yang tinggi untuk maju. Ibarat handphone, mereka di-charge untuk menambah stamina sebelum terjun dalam persaingan pasar asuransi yang semakin sengit.

Selain itu, Johan Wong menargetkan untuk membawa perusahaan mencapai lima besar agen asuransi di Indonesia. Karena dengan predikat lima besar berarti akan semakin mudah dalam mencari nasabah. Selain itu, banyaknya produk asuransi dari Prudential yang memenuhi kebutuhan nasabah juga memudahkan tugas agen asuransi. Di sisi lain, manfaat asuransi bagi nasabah juga sangat banyak. Mulai merancang masa pensiun, anak sekolah, sakit parah dan lain-lain dapat tercover asuransi.

“Masyarakat harus tahu bahwa setiap tahun selalu ada penyakit baru yang terdeteksi, karena mutasi penyakit semakin beragam. Nah, nasabah kalau sudah sakit, ujung-ujungnya masuk rumah sakit juga. Kenyataannya banyak orang di rumah sakit yang tidak tertolong gara-gara kesulitan dana. Di situlah pentingnya asuransi, kalau terjadi apa-apa tidak perlu menjual asset yang dengan susah payah dikumpulkan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, secara pekerjaan bekerja sebagai agen asuransi cukup mudah. Bagi agen yunior, untuk mencapai kesuksesan cukup melakukan persis seperti yang dikerjakan oleh para seniornya. Karena para senior telah berpengalaman dan membuktikan bahwa apa yang dikerjakannya dalam bisnis ini telah menghasilkan limpahan materi bagi keluarga.

Selain itu, bagi generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap, bekerja di perusahaan asuransi seperti Prudential sangat menjanjikan masa depan. Penghasilan sebagai agen asuransi mampu mencukupi kebutuhan hidup, dengan peluang karier yang terbuka lebar serta kesempatan keliling dunia. Agen asuransi juga mempunyai kesempatan untuk memiliki kebebasan financial tidak terbatas dengan keikutsertaannya pada program perusahaan tempatnya bekerja.

“Untuk yang sudah bekerja di Prudential, saya sarankan agar mereka mengikuti sistem saja untuk sukses. Kunci suksesnya cuma copy paste, mengikuti omongan leader karena mereka sudah membuktikan. Seperti saya bisa beli rumah, mobil dan lain-lain yang merupakan hasil dari pekerjaan sebagai agen asuransi. Apalagi untuk ke depan, market kita masih luar biasa. Karena selama masih ada kehidupan –kelahiran, pertumbuhan penduduk dan lain-lain- asuransi akan terus diperlukan. Sementara tenaga pemasaran asuransi pun masih sangat sedikit, dan yang harus diingat adalah risiko pekerjaan ini hanya sekadar penolakan saja,” katanya.

Profil PT Jocelyn Anugrah Jaya

PT Jocelyn Anugrah Jaya merupakan salah satu kantor manager mandiri (Agency) dari PT Prudential Life Assurance yang didirikan pada tanggal 15 April 2010 oleh Bapak Johan sebagai pemilik sekaligus pemimpin perusahaan dan disyahkan dengan akte notaris Hannywati Gunawan, SH, No 34. Perusahaan bergerak di bidang jasa khususnya asuransi jiwa dan mulai beroperasi pada tanggal 3 Januari 2011, beralamat di gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan.

Perusahaan lebih di kenal dengan brand Miracle Agency untuk mempermudah komunikasi antara pihak Prudential (kantor pusat) dengan agency. Karena setiap agency memiliki kode kantor yang berbeda satu dengan lainnya dan bernaung dalam satuan region.

Miracle Agency di bawah pimpinan Johan Wang telah banyak melahirkan leader – leader yang solid dan berkomitmen dari semua tingkatan jenjang karier. Antara lain Unit Manager (UM), Senior Unit Manager (SUM) dan tingkatan yang paling tinggi yaitu Agency Manager (AM). Untuk sebuah agency baru dengan begitu banyaknya leader merupakan suatu kekuatan group yang besar. Selain di Jakarta, Miracle Agency juga memiliki kantor cabang di Bandung, Jambi, Bangka, Pangkalpinang dan Sungai Liat.

Visi dan misi PT Jocelyn Anugrah Jaya

Visi
Menggapai semua kesuksesan dengan satu tujuan demi keberhasilan perusahaan dalam perkembangannya

Misi
Menjadi agency terbaik dan memiliki suatu komitmen untuk berkembang terus dan melampaui semua pengharapan yang ada

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari misi, Miracle Agency mempunyai landasan sebagai suatu kekuatan dasar berdiri dan berkembangnya perusahaan sebagai berikut:
Semangat untuk menjadi yang terbaik
Organisasi yang memberikan kepada orang lain untuk belajar
Bekerja sebagai suatu keluarga.

A. Hj Yusroren Elizabeth

No Comments

A. Hj Yusroren Elizabeth
Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata dan PT Yus Jun Mahir Group

Menciptakan Dream Demi Masa Depan Lebih Baik

Jangan pernah meremehkan impian, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun. Dengan tetap bermimpi, manusia akan terus berjuang dalam mewujudkan impiannya. Tetapi, diperlukan kerja keras dan tidak berputus asa dalam upaya menjadikan impian sebagai kenyataan. Begitu seterusnya, setelah satu impian tercapai kemudian menciptakan impian yang lain.

“Saya selalu mempunyai dream dan membuat impian itu menjadi kenyataan. Misalnya tahun sekian saya harus begini, tahun sekian harus punya itu, dan lain-lain. Semua itu akan memicu dan memotivasi untuk terus berusaha dan berjuang mencapai dream-dream dalam hidup kita. Jangan karena Anda wanita kemudian takut untuk mempunyai mimpi. Bermimpilah, toh impian itu tidak harus beli, gratis. Jadi wujudkan mimpi-mimpi kita demi masa depan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah itu maha adil,” kata Hj Yusroren Elizabeth, Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata.

Perempuan yang akrab dipanggil Yus ini mengisahkan rahasia sukses yang telah dicapainya berkat impian-impian yang tanpa henti diperjuangkannya. Dilandasi kepasrahan dan keihlasan dalam menghadapi kehidupan, ditambah keyakinan agama yang kuat, langkahnya dalam bisnis tak terbendung. Ia sukses membesarkan perusahaan yang bergerak dalam penyedia jasa tour dan travel khusus haji dan umrah sejak tahun 2002.

Perempuan kelahiran Palembang, 10 Mei 1970 ini, meyakini Tuhan telah menentukan rezeki bagi umatnya. Apapun yang dikerjakan manusia pasti akan mendapat balasan setimpal dari-Nya. Sebagai manusia, ia juga memperbanyak perasaan syukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan. Semua itu, membuat perasaan ikhlas semakin mewarnai setiap ucapan dan tindakannya sehari-hari.

“Kalau sudah memiliki perasaan ikhlas dalam diri kita, yang ada hanya dream dan target. Di otak saya tidak ada perasaan bersaing, sehingga tidak memiliki jawaban pertanyaan bagaimana mengatasi persaingan. Bagi saya rezeki digerakkan oleh Allah tanpa harus bersaing dengan orang lain. Tidak ada kamus persaingan dalam hidup saya, yang ada hanyalah dream-dream dan target,” ujarnya.

Perasaan ikhlas membuat Yus lebih fokus terhadap pekerjaan yang ditekuni dan mengejar impian dan target-target yang telah ditetapkan. Ia mengembangkan perusahaan hingga mampu melakukan ekspansi usaha di bidang keagenan, entertainment, dan interior design dengan bendera PT Yus Jun Mahir Group.

“Kalau kita bersyukur, pasti nyaman menjalani kehidupan. Kita harus berdoa untuk menggapai rezeki yang ada di langit, disertai usaha keras. Apapun kalau sudah ada jalannya, sudah pas track-nya, pasti kita enak karena tinggal menjalani,” ungkapnya. Menurut ia, semua tergantung kepantasan terhadap rezeki yang akan diberikan Tuhan. Selama masih pantas, rezeki bisa diharapkan kehadirannya. “Kalau yang tidak pantas jangan diharapkan, pokoknya yang sepantasnya saja,” imbuhnya.

Single Parent

Hj Yusroren Elizabeth selama empat tahun tinggal di Kairo, Mesir bersama mantan suami. Saat krisis moneter melanda dunia tahun 1998, ia kembali ke tanah air. “Sejak itu saya terpacu untuk membesarkan Tazakka dan menjadi orang tua tunggal atau single parent bagi anak-anak,” kisahnya.

Ditinggalkan orang yang dicintai tidak membuat Yus jatuh terpuruk dalam keputusasaan. Ia bangkit, berdiri tegak dan berjuang membesarkan perusahaan. Secara bersamaan, ia berusaha mengimbangi pertumbuhan psikologis ketiga buah hatinya. Karena bagaimana pun, kehadiran sosok seorang ayah sangat diperlukan dalam mendidik anak. Untunglah, anak-anaknya mendukung langkah sang ibu dan menjadi kekuatan luar biasa baginya. Yus telah bertransformasi menjalankan peran sebagai seorang ibu, ayah, dan pemimpin perusahaan sekaligus.

Semua hinaan dan makian akibat peristiwa tersebut dihadapi Yus dengan tenang. Ia merasa hinaan tersebut pantas untuk perempuan seperti dirinya yang “melepaskan” suaminya dengan wanita lain. Tetapi semua dihadapi dengan tenang, karena baginya hinaan yang dialami Nabi Muhammad SAW jauh lebih berat. Sebagai manusia biasa, ujian yang dihadapinya memang berat namun tidak menyurutkan langkahnya untuk maju.

“Apapun hinaan dan makian yang dialamatkan orang kepada saya, jawaban saya adalah Alhamdulilah Wasyukurillah, itu menjadi pegangan saya. Sepahit apapun yang diberikan Allah kepada saya semua saya syukuri dengan mengucap Alhamdulilah. Saya mungkin pantas untuk dihina tetapi justru itulah yang menjadi cambuk bagi saya untuk bangkit,” ungkapnya. Mengenai ujian yang diterima, Yus merasa dimuliakan Tuhan dengan ujian-ujian berat yang dihadapinya. Karena dengan ujian yang berat justru akan memberikan kekuatan. “Emas pasti diuji, kalau perak sudah pasti orang tidak mau repot-repot mengujinya,” imbuhnya.

Yus juga berhasil membesarkan anak-anaknya tanpa bantuan dari keluarganya sendiri ataupun keluarga suami. “Satu sen pun dia tidak memberikan nafkah untuk membesarkan anak-anak. Maka saya katakan kepada anak-anak, bahwa Allah telah memberikan rezeki yang mencukupi melalui Mama. Berarti kalian tidak perlu minta kepada Papa,” tambahnya.

Yus yakin, selama manusia berusaha pasti Allah akan memberikan rezeki yang melimpah. Maka dengan brand Tazakka yang sudah dipunyai, ia bekerja memutar otak. Ia memperhatikan kebutuhan jamaah hingga sedetail mungkin sehingga mereka puas dengan pelayanan perusahaan. Tingkat kepuasan yang tinggi dari jamaah yang menggunakan jasanya telah berkembang menjadi keuntungan bagi perusahaan.

Keberhasilan yang telah berhasil diraih, menurut Yus tidak lepas dari manajemen yang diterapkan bungsu delapan bersaudara pasangan H M Noeh dan Hj Yamah ini. Apalagi dasar pendidikannya berasal dari seni bukan ekonomi, alat ukur yang digunakannya pun tidak kaku. “Kepuasan jauh lebih penting daripada sekadar materi. Apapun hasil yang dikerjakan tetap saya terima dan selalu ada rezeki untuk anak-anak. Berapapun keuntungan saya selalu bersyukur agar Allah melipatgandakan nikmat yang kita terima. Seperti  janji-Nya di dalam kitab suci Alquran,” kata perempuan yang menyebut “Baitullah, Rumah Allah” sebagai tempat liburan favoritnya ini.

Terjun Langsung

Sebagai pimpinan PT Tazakka Ceria Wisata, Hj Yusroren Elizabeth tidak segan-segan untuk terjun langsung menghadapi jamaah. Tidak hanya secara administrative tetapi bahkan menjadi pembimbing jamaah haji dan umrah. Selain itu, ia dengan senang hati menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh tindakan staf-stafnya.

“Kalau ada masalah dengan jamaah, bukan staf yang ‘dikorbankan’ seperti dalam permainan catur. Tetapi saya terjun langsung menghadapi dan menyelesaikannya. Karena staf saya kan tidak bisa langsung action membuat keputusan, sedangkan saya bisa,” katanya.

Yus juga dianugerahi Tuhan dengan kemampuan hebat dalam berkomunikasi. Ia mampu dengan cepat akrab dengan orang lain serta mampu mencairkan suasana. Dengan menerapkan “Manajemen Ibu”, semua karyawan mulai dari office boy hingga jabatan tinggi dianggap sebagai kerabat/saudara. Kepercayaan juga diberikan kepada seluruh karyawan untuk bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Mereka disadarkan bahwa tanggung jawab terhadap pekerjaan akan kembali kepada mereka dalam bentuk kesejahteraan.

Dampaknya, lanjut Yus, para karyawan yang diperlakukan sebagai keluarga dengan kepercayaan dan tanggung jawab bekerja sebaik-baiknya. Mereka berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan perusahaan. Apalagi dalam setiap kesempatan membuka usaha baru, para karyawan selalu terlibat di dalamnya. “Bahkan pengeluaran satu rupiah pun ada laporannya. Ini merupakan bentuk rasa memiliki pada karyawan,” terangnya.

Yus merasa sangat bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Tiga anak yang soleh, karyawan yang baik dan usaha yang terus maju pesat. Keikhlasan yang melandasinya dalam bekerja membuat dirinya nyaman dan tidak pernah mengeluh. Semua dijalani dengan penuh syukur atas segala kelebihan yang diberikan Tuhan, tanpa harus komplain terhadap pemberian-Nya.

“Semua orang diberikan kelebihan, tinggal bagaimana kita meng-explore-nya. Yang penting kita bekerja jangan pernah berputus asa, karena rezeki Tuhan yang akan mengatur. Kita harus bekerja di jalan Allah, jujur, bersyukur dan lurus dalam menjalani kehidupan, serta tetap optimis. Jangan komplain terhadap apa yang terjadi dengan kita, karena membuat hidup tidak nyaman. Kalau dijalani dengan bersyukur pasti jauh lebih nikmat, apapun yang Allah berikan,” tukasnya.

Menurut Yus, apapun yang dihadapi manusia adalah jalan Tuhan yang sudah ditentukan. Manusia yang ikhlas dan menerima yang telah digariskan serta tetap berusaha bersungguh-sungguh menjalaninya akan diberikan jalan terbaik. Ia mencontohkan bagaimana dirinya yang terpaksa menjalani sesuatu yang halal tetapi dibenci Allah, perceraian.

Namun justru dari situ, Yus bangkit dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu berkarya. Perempuan tanpa “suami” mampu memberikan manfaat bagi sesamanya dengan membuka lapangan kerja yang luas. Perempuan juga mampu membesarkan anak-anaknya sendirian dengan prestasi mengesankan. Begitu juga beberapa perusahaan yang berada dibawah kendalinya, semua maju pesat. Bagaikan Raja Midas, semua yang disentuhnya menjadi emas dan menambah pundi-pundi kekayaannya.

“Saya mencari berkahnya saja, tidak ada sedikit pun niat untuk dipuji nanti malah jadi kufur. Saya tidak pernah berpikir tentang margin keuntungan, yang penting saya berbuat sebaik-sebaiknya. Sisanya Allah yang akan memutuskan. Bagi saya hidup adalah bagaimana kita menyikapinya. Kalau kita mengambil senang, setiap hari isinya senang melulu. Kalau mau susah, ya susah setiap hari. Allah tidak berharap terhadap apapun yang dilakukan manusia. Ibadah yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri di akherat, bukan untuk kepentingan-Nya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Yus sangat patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Semua yang dijalani hingga saat ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kesuksesan yang telah diraihnya saat ini tidak lepas dari doa ibunya. Ia mengikuti perintah-perintah ibunya seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Saya sukses seperti sekarang karena doa ibu-ibu saya. Dari kecil saya tidak pernah bilang “ah” kepada ibu saya, makanya saya sukses seperti ini. Doa mereka yang membuat saya seperti ini, berasal dari: Ibu Hj Yamah, ibu kandung saya di Bengkulu, Ibu Hj Ba’a Hasan, ibu saya di Jambi dan Nenek Keke, ibu saya yang ada di Jakarta. Semua mendoakan keberhasilan dan Alhamdulilah, doa-doa mereka dikabulkan Allah,” katanya penuh syukur.

Boks
Hj Yusroren Elizabeth di mata mereka

Berikut adalah pendapat, kesaksian dan opini orang-orang yang mengenal sosok Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata ini. Beberapa kesamaan dalam diri ibu tiga anak ini menurut mereka adalah semangat pantang menyerah, ketangguhan, keseriusan dalam bekerja dan empatinya yang tinggi.

Di sisi lain, sebagai wanita karier, Hj Yusroren Elizabeth benar-benar merepresentasikan seorang muslimah yang patut diteladani tanpa harus menanggalkan kodratnya sebagai perempuan. Berikut penuturan selengkapnya:

Ustadz H Hasan Bisri, Spd.i., MMpd., (Tokoh masyarakat dan pembimbing jamaah)
“Memuaskan Jamaah”

Saya berharap agar Ibu bersama Tazakka tetap mempertahankan kepuasan dan pelayanan terhadap jamaah. Begitu juga dengan bimbingan yang juga berhasil memuaskan jamaah. Karena sampai saat ini belum ada komplain dari jamaah yang harus dipertahankan. Malah sebaliknya banyak jamaah yang membawa jamaah lain untuk menggunakan jasa Tazakka. Pesan saya pertahankan dan tingkatkan pelayanan kepada jamaah.

Jacky, Manager YuStore Jambi
“Sosok yang sangat keibuan”

Sosok Ibu Yusro adalah seorang perempuan yang sangat keibuan. Meskipun datang hanya satu bulan sekali tetapi selalu fokus pada permasalahan di Jambi. Saat hadir seluruh bertanya kepada setiap karyawan segala permasalahan yang dihadapi.

Karena Yustore adalah agen resmi satu-satunya di Jambi maka mendapat dukungan dari Pemda Jambi dan media massa melalui para wartawannya. Bekerja sama dengan Indosat dan XL untuk servis juga karena sekarang pengguna Blackberry sudah amat banyak, begitu pula di Jambi dan hanya satu-satunya.

Dewi Anggraini, SH (Ibu rumah tangga-berhaji dengan Tazakka)
“Ibu Yusro sangat detail”

Sebelum menggunakan jasa Tazakka survey dulu ke travel yang lain dan akhirnya memilih Tazakka karena rekomendasi dari seorang teman yang puas setelah melakukan ibadah haji dengan travel Tazakka. Lalu saya mencoba melihat company profile dan melihat ustadz-nya bagus, lalu datang ke kantor Tazakka dan merasa surprise karena pemiliknya adalah seorang perempuan yang sangat ramah.

Keramahan ditunjukkan saat pelaksanaan ibadah, Ibu Yusro turun langsung dan amat sangat detail. Mulai dari katering, penginapan dan lain-lain benar-benar diperhatikan sehingga jamaah merasa sangat nyaman. Penginapan sangat dekat dengan Kabah dan dengan harga yang relative murah/standar tetapi fasilitasnya bagus banget. Katering pun tidak pernah telat berkat sentuhan penanganan seorang ibu seperti beliau.

Saya sangat terinspirasi dengan langkah-langkah Ibu Yusro, masih muda, perempuan dan penampilannya sangat fashionable. Selain sangat detail dan sabar -apalagi terhadap jemaah yang sudah tua- Ibu Yusro tidak sungkan untuk memijat jamaah tersebut. Jika di antara jemaah ada yang ulang tahun, pasti mendapat surprise darinya.

Menurut saya, Ibu Yusro adalah perempuan yang keren (fashionable), luar biasa, ramah sekali, setiap jamaah disapa dan tidak ada batasan antara jemaah dan pemilik dan tidak sungkan untuk bertanya kepada jemaah, ada yang bisa dibantu dan lain-lain. Karena itu, jangankan perempuan laki-laki juga sungkan karena beliau sangat berwibawa. Ibu Yusro pandai mendidik anak-anaknya sehingga menjadi anak yang pintar dan sopan, meskipun seorang single parent. Saya berharap Tazakka diperluas cabangnya tidak hanya di Jakarta dan Jambi saja. Yang menarik dari Ibu Yusro adalah selalu minta doa, dengan berkata, “Mohon doanya ya Ibu-ibu, Bapak-bapak.”

Dina Evangelista de Laura, Sophie Martin Marketing Communication Manager
(berhaji dengan Tazakka bersama suami dan ibu kandung)
“Tak ada keluhan dari Ibu saya”

Tadinya saya takut mengecewakan Ibu saya yang sudah beberapa kali pergi haji dan umrah. Ibu saya susah banget dalam melayani sehingga saya takut dibanding-bandingkan dengan travel lain. Ternyata Ibu saya puas dengan pelayanan Tazakka yang sangat professional. Penerbangan on time, katering sangat bagus sehingga saya sempat naik beberapa kilo karena makan teratur dan cocok dengan selera.

Bahkan pada hal-hal kecil pun Ibu Yusro sangat care dengan kebutuhan jemaah. Pada saat makan, saya pernah bilang,”Ibu Yusro kayaknya enak enak nih kalau ada sambal botol.” Pada saat jam makan berikutnya sambal botol sudah tersedia dalam menu makan.

Dalam buku panduan pun dibekali kalimat-kalimat dalam bahasa Arab sehari-hari yang simple tetapi penting. Seperti di mana toilet, harganya berapa dan lain-lain. Dalam buku panduan juga diberikan hal-hal yang harus dibawa misalnya sedang musim dingin harus membawa mantel, kaos kaki dan lain-lain. Intinya “Everybody happy” makanya saya tidak ragu-ragu untuk merekomendasikan Tazakka kepada teman-teman.

Cuk FK (Sutradara)
“No Complain”

Sejak menggunakan jasa Tazakka, saya menjadi ingin pergi haji lagi dan lagi. Karena pelayanan yang diberikan sangat memuaskan sehingga tidak ada komplain sama sekali. No complain deh pokoknya, makanya saya berani merekomendasikan kepada yang lain. Saya berharap jamaah bertambah banyak, pelayanan jauh lebih baik lagi dari yang sudah baik. Keep spirit and smile always.

Sosok Ibu Yusro menurut saya sangat ramah, jamaah selalu mencarinya apabila terjadi sesuatu. Karena beliau tidak memberikan batasan dan asik-asik saja, jadinya jamaah tidak sungkan meminta bantuannya. Beliau ini perempuan hebat yang kalau sudah bicara tidak bisa diputus, malah kalau diputus kita kehilangan inti pembicaraan.

Dwiyantora Junanda Fadhillah (Operational Ticketing PT Tazakka Ceria Wisata)
“Unik dan Beda”

Ibu Yusro menerapkan manajemen yang unik dan berbeda dengan mengedepankan sistem kekeluargaan. Ibu sekaligus juga bertindak sebagai guru dan memberikan kepercayaan kepada para karyawan. Tetapi justru karena kepercayaan itulah yang membuat kami bersemangat untuk tidak mengecewakannya atau mengkhianatinya.

Bayangkan saja, saya baru bergabung satu tahun tetapi sudah diberi tanggung jawab yang sangat vital. Beliau tidak pernah mengorbankan kami untuk kepentingan perusahaan. Misalnya terjadi permasalahan dan kami tidak mampu mengatasi, mentok maka Ibu akan turun tangan menyelesaikan permasalahan. Dan biasanya, kalau Ibu sudah “turun” tidak ada masalah yang tidak selesai.

Menurut saya, Ibu adalah seorang perempuan yang mempunyai keinginan, kemauan, impian dan harapan yang tinggi. Kemauan Ibu sangat keras untuk bangkit dan maju, itulah yang diharapkan dari Tazakka. Ibu meskipun seorang ibu, tetapi tidak pernah mencampuradukkan masalah rumah tangga dan pekerjaan. Makanya saya yakin, selama semangat Ibu masih seperti itu, Tazakka akan lebih maju. Begitu juga dengan usaha-usaha Ibu yang lain.

Qurnia Kartika (Manager Umum PT Tazakka Ceria Wisata)
“Manajemen kekeluargaan”

Ibu Yusro menerapkan manajemen kekeluargaan sehingga semua karyawan sudah dianggap anak olehnya. Ibu Yusro selalu menempatkan posisinya sebagai seorang pemimpin yang baik. Jika ada permasalahan kita selalu diberi kepercayaan untuk mengatasinya terlebih dahulu. Kalau sudah tidak bisa diselesaikan, barulah Ibu yang turun tangan mengatasinya.

Selama tiga tahun bekerja dengan Ibu, saya sebagai karyawan lebih banyak mengalami suka dibandingkan dengan duka. Karena kita merasa nyaman bekerja dengan Ibu, bekerja bersama-sama dan saling mendukung satu sama lain. Memang Ibu juga marah kalau pekerjaan kita menimbulkan masalah, tetapi Ibu juga memberikan jalan keluar dari permasalahan yang kita timbulkan. Dari situlah kita belajar, karena begitu sudah paham terhadap permasalahan dan cara mengatasinya, Ibu sudah tidak marah lagi. Saya berharap semoga jamaah yang pergi haji atau umrah lewat Tazakka semakin banyak.

Fauzie Muliawan (Staf Umum)
“Nyaman dalam suasana kekeluargaan”

Tiga tahun di Tazakka saya menemukan kenyamanan di tempat bekerja yang penuh dengan suasana kekeluargaan, tenang dan tanpa keluhan sedikit pun. Ibu Yusro bagi kami para karyawan bagaikan kakak, orang tua, sekaligus seorang ibu karena saking akrabnya. Tidak heran, Ibu adalah tempat kami curhat terhadap masalah yang kami hadapi, tidak hanya pekerjaan tetapi juga masalah pribadi. Alhamdulilah selama bergabung di sini tidak ada kekurangan yang saya temukan.

Kami sebagai karyawan malah sering sharing kalau ada apa-apa baru disampaikan ke Ibu. Yang terbaik bagi karyawan pasti akan ditindaklanjuti dan Ibu memberi kepercayaan kepada karyawan tidak pernah separuh-separuh tetapi 100 persen. Di perusahaan ini tidak ada batasan antara karyawan dan atasan. Saya berharap, semua tambah maju khususnya usaha-usaha Ibu yang lain. Yang mana kami selalu dilibatkan pada usaha baru Ibu diluar Tazakka.

Aaron Ardian Cholis (Putera pertama)
Ossama Cholis (Putera kedua)
Muhammad Haitsyam Cholis (Putera ketiga)
“Mama hebat, tangguh dan luar biasa”

Mama adalah sosok seorang Ibu yang hebat dan luar biasa. Selalu mendukung keinginan anak-anaknya. Termasuk keinginan saya sebagai anak pertama yang ingin berkecimpung di dunia entertainment mendapat dukungan Mama. Kami bertiga merasa lebih nyaman sekarang dengan tidak kehadiran ayah di antara kami. Lebih bebas tetapi harus bertanggung jawab terhadap kebebasan itu. Mama tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap kami.

Mama itu enak diajak curhat masalah yang kami hadapi. Dari masalah sekolah, teman-teman bahkan sampai masalah “cewek” sekalipun. Meskipun Mama sangat sibuk, tetapi Mama jago membagi waktu. Ketika kami perlukan, Mama selalu ada untuk kami. Mama mengajari kami untuk selalu bersyukur terhadap apa yang telah kami terima.

Kami sering diajak Mama ke tempat kerjanya sehingga kami tahu dan mengerti bagaimana Mama bekerja. Selain itu, setiap tiga bulan sekali kami diajak Mama untuk menyertai jamaah sehingga kami semakin paham apa yang dilakukan Mama.

Meskipun single parent dalam membesarkan kami ketiga anaknya, tetapi “as long as, we happy” dengan hanya berempat saja. Kami bisa melewatkan waktu bersama-sama, makan-makan, menyanyi dan jalan-jalan. Hingga saat ini belum kepikiran untuk mempunyai pengganti papa lagi. Kami menikmati kebersamaan ini.

Tahun depan, saya akan kulaih di UCLA, Amerika Serikat. Sedangkan Ossama akan ke SIngapura untuk melanjutkan sekolah SMP-nya, sementara bungsu di rumah menjaga Mama. Jadi Mama tidak usah khawatir, masih ada tiga jagoan yang selalu siap menjaga Mama. Terima kasih, Mama.

Sekilas PT Tazakka Ceria Wisata

Profil Perusahaan

Segala puji milik Allah SWT Rab semesta alam, atas limpahan karunianya sehingga sampai dengan hari ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya, serta nikmat persaudaraan diantara kita. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw pembawa Risalah Illahi yang memberikan suri tauladan kepada umatnya untuk saling menyayangi diantara mereka serta tetap menjaga silaturahim.

Tazakka Tour adalah Biro Perjalanan Umrah dan Haji Eksekutif yang mempunyai komitmen: Membimbing dan mengantarkan jamaah haji beribadah dengan khusyuk dan sesuai sunnah Rasulullah saw.

Kebenaran dan ketetapan pelaksanaan haji dan umrah sesuai dengan sunnah Rasulullah saw adalah merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan ibadah haji dan umrah yang mabrur.

Berhaji adalah melaksanakan seluruh manasik haji sesuai tuntunan Rasulullah saw. Karena itu pengetahuan tentang tuntunan Haji sesuai Sunnah Rasulullah saw merupakan sesuatu yang harus dipersiapkan agar tidak menjadi ibadah yang kosong nilai.

Sejarah

Tazakka Tour didirikan pada tanggal 18 September 2002 di Jakarta oleh Hj. Yusro dan H. M. Cholis Daud, Lc. Dengan motivasi untuk mengantarkan jama’ah kembali kefitrahnya, kembali suci sesuai dengan makna “Tazakka“.

Berdasarkan motivasi tersebut Tazakka Tour bertekad untuk menjadi pelayan tamu Allah, sungguh terhormat menjadi pelayan tamu Allah, untuk itu Tazakka Tour berupaya semaksimal mungkin menghantarkan tamu Allah dengan ikhlas dan tawakal kepada ibadah yang diterima (mabruur) menuju keridhaan-Nya sepanjang masa.

Visi

Menjadi biro penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah yang mengantarkan jamaah beribadah khusuk dan benar sesuai Sunnah Rasulullah saw yang di bangun atas kesadaran dan pemahaman yang benar.

Misi

Mendorong kemantapan calon jamaah untuk menunaikan ibadah umrah/haji secara benar dan sempurna untuk mencapai ibadah yang mabruur
Mengembangkan penyelenggaraan program perjalanan ibadah umrah/haji yang unik, pembimbing ibadah yang siqah, serta pelayanan yang amanah
Mengembagkan karyawan profesional-amanah untuk melayani jamaah secara profesional dan amanah
Mengembangkan ukhuwah Islamiyah, silaturrahim, ta’awanu ‘alal birri wa taqwa untuk mencapai kehidupan yang rahmatan lil ‘alamiin

Keistimewaan
Pelayanan Optimal
Bimbingan Ibadah Berkesinambungan

Tujuan Didirikan
Mengelola usaha penyelengaraan perjalanan ibadah yang berdimensi dua kebaikan
Menjadi salah satu sumber pendapatan yang halalan-thayyibah
Menjadi pintu masuk untuk mengembangkan berbagai usaha lain yang berkaitan

Legal Dokumen
Notaris Elliza Asmawel, SH., No. C.603 H.03.02.TH.2000
SK. Menkeh. RI No. C-155.HT.03.01-TH 2002
Notaris Nelly Sylviana, SH
SIU BPU, Kpts. Dirjen Pariwisata No. 503.11/23/SK/PAR/IV/2004.  16 April 2004
S.K. Menag. RI. No. D / 341 tentang penetapan Biro Perjalanan Umumsebagai penyelengara perjalanan Umrah, tanggal 31 Agustus 2004
NPWP No. 02.173.868.7-017.000
TDP No. 090316338884

Asosiasi
ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agency)
AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelengara Haji & Umrah Republik Indonesia)

Prinsip Kerja
Amanah
Praktis
Obyektif
Terbuka

Manajemen
Penasehat: Ustd. H Hasan Bisri, Sag., H Teddy Herdyana
Direktur Utama: Hj Yusroren Elizabeth
Pembimbing Ibadah: Ustd. H Mochtar Husain, Lc

PT Tazakka Ceria Wisata
Kantor Pusat
Ruko Mega Kalimalang, Jl KH Noer Alie No 25 Bekasi
Telp. (021) 88962292, 88965995, Fax. (021) 88962292
HP. 08788397266 – 081808102323
Website: www.tazakka.com
Email: yusroelizabeth@tazakkatour.com

Kantor Cabang Jambi
Jl A Rahman Saleh
Pasir Putih Beringin, Jambi Selatan
Phone: (0741) 7837302 – 7837304

Drs. Tarwan , MT

No Comments

Drs. Tarwan , MT
Kepala Sekolah Menengah SMK Penerbangan Dirghantara

Terus Membangun Demi Terwujudnya Target Sekolah Unggulan Tahun 2010

Sebelum berhasil meluluskan siswanya, Sekolah Menengah Kejururuan  Penerbangan Dirghantara ( SMK-PD ) telah memperoleh predikat akreditasi “B”. Dengan predikat tersebut kualitas ataupun persyaratan Sekolah  Menengah Penerbangan di Curug ini diakui pihak yang berwenang. Tentu saja ukuran untuk sekolah baru SMK-PD yang baru berdiri tahun 2005 predikat ini sangat membanggakan.

Pada awal berdirinya SMK-PD ini banyak berkonsultasi/ berhubungan dengan SMKN 29 Jakarta, meliputi sistem kurikulum, sistem pembelajaran, tenaga pengajar kebutuhan laboratorium dan lain-lain. Seiring dengan perjalanan waktu SMK-PD dapat Mandiri, artinya diperkenankan melaksanakan Ujian Nasional sendiri. Padahal diperkirakan sebelumnya Ujian Nasional pertama harus bergabung dengan SMK lain yang sesjenis dan  yang terdekat adalah SMK 29 Jakarta, dan apabila hal itu terjadi memerlukan biaya  tak sedikit yang harus ditanggung oleh para siswanya terutama untuk transportasi.

Bermodalkan predikat akreditasi, dapat membantu sekolah dalam menyampaikan beberapa hal dan kendala yang dihadapi oleh sekolah kepada masyarakat. Dengan kerja keras dan berbagai upaya, akhirnya sedikit demi sedikit fasilitas sekolah dapat dilengkapi. Lulusan pertama SMK-PD adalah 73 orang siswa, sebagian besar sudah diterima dan bekerja di maskapai penerbangan dan sebagian melanjutkan studi. Tidak tahu kenapa anak-anak kami cepat terserap oleh pasar”kata Drs. Tarwan, MT, Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dirghantara.

Tidak hanya berhenti disitu, tahun berikutnya bahkan beberapa maskapai penerbangan nasional mendatangi SMK-PD, dengan tujuan  merekrut dan mengikat siswa sebelum mereka “ diambil” oleh perusahaan lain setelah lulus sekolah. Tahun  2009/2010 GMF dapat merekrut 16 siswa, sebagian sedang mengikuti proses rekrut Lion Air. Sementara lulusan umumnya direkrut melalui jalur normal di berbagai maskapai penerbangan, sebagian lainya melanjutkan ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI-Curug), Universitas Nurtanio ( UNUR –Bandung ) dan lainnya.

Kepada siswa yang sudah lulus, Tarwan panggilan akrabnya berpesan agar mereka agar tidak pernah berhenti belajar. Lulus dari SMK bukan berarti tugas anda telah selesai, justeru tugas lebih besar telah menanti didepan kita. Mereka akan menghadapi dunia penerbangan yang sebenarnya, yaitu dunia yang tidak mentolerir kesalahan sedikitpun, yang bisa berakibat fatal.

“Mereka harus terus belajar dan belajar.Tantangan di dunia penerbangan relatif berat, karena teknologi penerbangan selalu berkembang dan akan

terus berkembang . Kami mendidik sesuai   dengan kemampuan yang kami miliki, dan kami akui masih banyak lubang yang kitaenahi. benahi” kata pria kelahiran Purwokerto, 12 Agustus 1948 ini
Tarwan sadar, sebagai lembaga pendidikan  baru, baik secara fisik maupun sofware masih banyak kekurangan. Untuk itu  secara operasional setiap saat sekolah melakukan perbaikan-perbaikan yang dirasakan  mendesak, tidak tanggung-tanggung ia merencanakan menjadi SMK Penerbangan Dirghantara Curug sebagai SMK Penerbangan Unggulan pada tahun 2020.

Saat ini, Tarwan sedang membangun kesamaan visi dari semua unsur yang ada di sekolah. Tidak bosan bosanya ia mensosialisasikan secara terus menerus agar komitmen dari semua unsur dapat terbangun. Karena syarat untuk mencapai target menjadi sekolah unggulan tahun 2020 salah satunya adalah adanya komitmen dari semua unsur, sumber daya uang dan sumber daya lainya.

Sebagai sekolah yang ingin mendapatkan predikat sekolah Unggulan, Tarwan telah membuat suatu program semacam master plan dari tahun 2010 – 2020.
Tahun 2010, berkonsentrasi pada pembangunan prasarana/fisik untuk kesiapan akreditasi ulang, membuka kompetensi keahlian baru ( Instrumen Avionic Pesawat Udara ) untuk meningkatkan kinerja.
Tahun 2011, SMK-PD berkonsentrasi untuk pembenahan administrasi guru, administrasi perkantoran, administrasi pembelajaran, dan juga persiapan administrasi ulang ( 2 ) dengan sasaran mendapatkan predikat “A”
Tahun 2012, SMK-PD konsentrasi pada pelaksanaan akreditasi ulang, pembinaan tenaga kependidikan, peninjauan struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tahun 2013, SMK-PD kembali konsentrasi pada pembangunan prasarana / fisik lanjutan , pengadaan sarana pendidikan lanjutan dan mengajukan usulan Sekolah Standar Nasional ( SSN )
Tahun 2015, SMK-PD konsentrasi pada implementasi SSN, pemantapan SSN, penerapan ISO, usulan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) , SBI untuk menuju Sekolah Unggulan
Tahun 2020, diharapkan target yang dicanangkan  SMK-PD bisa tercapai  kalau tak ada perubahan kebijakan yang mendasar, menjadi Sekolah Unggulan di Indonesia.

“ Semua itu memang perlu kerja keras dan perjuangan berat. Karena sistem dalam sekolah ini belum satu jalan,  maka masih perlu pembenahan . Sebenarnya untuk mencapai SSN persyaratan  hampir memenuhi, yaitu tinggal kelengkapan peralatan  plus pengajar dengan bahasa inggris hanya  beberapa orang, untuk ISO dengan  syarat tertib administrasi tidak terlalu masalah kalau memang kita ingin komitmen

Komitmen menjalankanya. Kemudian seperti diuraikan diatas setelah SSN, ditingkatkan RSBI yang mensyaratkan guru yang mengajar dengan pengantar bahasa Inggris lebih banyak lagi. Bagi kami hal ini tidak terlalu bermasalah, karena sebagian pengajar kami yang notabene dosen STPI terbiasa mengajar siswa dari negara asing, yakinnya.

Semua rancanan yang disusun Tarwan dimaksudkan untuk membangun SDM penerbangan yang handal dalam menghadapi globalisasi. Disamping membekali ketrampilan teknis, lulusan SMK Penerbangan Dirghantara diharapkan mampu berbahasa Inggris dengan lancar. Rencananya, ia ingin merekrut tenaga pengajar dengan penguasaan bahara Arab. Mengingat sekarang ini di era globalisasi persaingan tenaga kerja sangat ketat dari seluruh penjuru dunia.

“Jadi kalau bisa tidak hanya bahasa Inggris tetapi bahasa asing lainnya juga, karena peluang bidang ini masih sangat terbuka lebar. Kalau kita mampu mencetak lulusan yang qualified di luar negeri masih banyak yang bisa  menampungnya. Dari pada kita mengirim TKI yang non ketrampilan, mendingan mengirim yang begitu kan . Maka saya berangan-angan merekrut lulusan dari Madrasah, kita didik dan kita kirim ke luar negeri, beherja sama dengan Depnaker. Peluang besar di bisnis bidang penerbangan untuk orang-orang kompeten dan punya sikap,”tandasnya.

Jajaran Perintis

Drs. Tarwan, MT, sebelumnya  sebagai salah satu Instruktur Sekolah Tinggggi Indonesia (STPI), pada tahun 1987 ditugaskan sebagai pengajar Mekanika Teknik pada Jurusan Teknik Penerbangan. Ia juga ditugaskan sebagai tenaga fungsional sebagai Pimpinan Instalasi Teknik Umum.

Tahun 1996, Tarwan mendapat kesempatan untuk melanjutkan  pendidikan pada jenjang Magister(S2) di ITB jurusan yang diambilnya sesuai dengan pekerjaan sehari-hari berkutat didunia penerbangan. Magister Teknik  diselesaikan pada tahun 1998, masih tetap mengajar. Kemudian  ditugaskan sebagai Kepala Sup Penyusunan Program kurang lebih selama setahun. Selanjutnya diberikan kesempatan sebagai Kepala Balai Diklat Penerbangan di Palembang( akhir 2000 s/d akhir 2004.

Anak keempat dari empat bersaudara pasangan Sumardi dan Rakyah (almh) kemudian ditugaskan sebagai dosen tetap di STPI dengan pangkat Lektor Kepala. Tugas ini memberinya banyak waktu luang pada sore hari yang dimanfaatkan untuk mengabdi kepada masyarakat. Salah satunya ikut bergabung sebagai  staf pengajar pada SMK  dilingkungan Curug.

Secara resmi SMK Penerbangan Dirghantara berdiri pada tahun 2005 berlokasi  di kompleks STPI Curug. Sejak awal ia ditugasi sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum kemudian merangkap  sebagai Pelaksana Teknis Operasional (PTO) SMK-PD ( 2008-2009). Pekerjaan yang dilakukanya laksana Kepala Sekolah, karena Kepala Sekolah sudah sepuh hanya saja PTO tak berwenang menandatangani surat-surat resmi. Baru pada bulan Maret 2010  Tarwan kemudian diangkat sebagai Kepala Sekolah SMK-PD secara definitif.

“Visi kami para lulusan SMK Penerbangan Dirghantara Curug, handal dibidangnya masing-masing. Visi yang kita usung adalah “ Menyiapkan teknisi handal dibidang Mesin dan Rangka Pesawat Udara, Instrument dan Avionic Pesawat Udara, berdisiplin, bertanggung jawab dan bermartabat, target kami

terutama ingin membina anak didik agar tangguh, kreatif dan bertanggung jawab dilapangan sesuai bidangnya masing-masing”ungkap ayah empat anak hasil pernikahannya dengan Theresia Haryatun ini.

Oleh karena itu SMK Penerbangan Dirghantara dibawah kepemimpinan Tarwan pada pembinaan sikap yang salah satunya adalah disiplin. Sebagai tolok ukur atau tepatnya cermin adalah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia ( STPI ) Curug Tangerang, walaupun secara umum belum mencapai kondisi yang menyerupai dalam cermin, tetapi upaya menumbuhkan sikap tersebut terus dilakukan, apalagi sebagian adalah dosen STPI.
“Kita mencoba  menekankan sikap disiplin sebagai budaya yang harus dilaksanakan . Disamping itu sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku kami juaga mengupayakan beberapa type mesin sebagai sarana pelatihan. Meskipun  kita hanya beli mesin bekas karena harga mesin baru mahal dan tak terjangkau , karena kita harus memiliki guna memenuhi persyaratan. Karena predikat akreditasi kita baru “B” nanti kita ingin meningkat menjadi “A”. Kita sedang berupaya untuk bisa memiliki pesawat/mesin yang untuk praktek, bisa juga diterbangkan”ujar pemilik motto ‘Semua yang dihadapi dijalani dengan ikhlas’ ini menguraikan harapanya.

Masuk Angkatan Laut.

Awalnya Drs. Tarwan, MT tidak sedikitpun bercita-cita mejadi guru. Sebagai anak petani biasa, lebih tertarik menjadi tentara. Karena pada saat itu masuk AKABRI ( Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ) masih relatif mudah, tak perlu koneksi maupun persyaratan lai, semua berdasarkan atas prestasi dan kemampuan masing-masing secara obyektif.

“Sejak kecil saya ingin masuk Angkatan Laut, itu cita-cita saya karena pakaianya putih rapi dan kalau berbaris bagus. Tetapi orang tua punya pepatah Jawa “ mangan ora mangan anggere kumpul” maka saya mendaftar sekolah yang relatif dekat rumah. Pada saat itu yang sejalan dengan lulusan STM adalah APTN ( Akademi Pendidikan Teknologi Negeri ) yang lulusanya menjadi calon guru STM dan berubah menjadi ATN ( Akademi Teknologi Negeri ) sementara saya sendiri tidak senang menjadi guru. Karena pada saat itu menjadi guru relatif mudah ( untuk mengisi lowongan karena banyak guru tersangkut G.30 SS/PKI ), sehingga bila punya Ijasah setinggkat SLTP, kita ikut kursus beberapa bulan sudah bisa jadi guru ( SR). Jadi saat itu menurut saya profesi guru kurang menantang” tuturnya.

Setelah lulus dari Akademi Teknologi tahun 1974, Tarwan kemudian “merantau” ke Tangerang. Saat itu kota satelit Jakarta ini sedang giat pembangunan pabrik secara besar-besaran. Ia bekerja dibidang pemasangan mesin dan kemudian bekerja pada suatu perusahaan di Tangerang, dengan jabatan Kepala Seksi Maintenance Produksi hingga memiliki anak. Tahun 1978, ia mulai berpikir sesuai dengan karakternya yang tidak bisa berspekulasi, karena bekerja di swasta terasa pasang surut, sehingga kurang tenang, maka mencari peluang untuk menjadi PNS, karena walaupun gaji kecil  tetapi kontinyu.

Tarwan kemudian mencoba mendaftarkan diri ke Departemen Perhubungan yang saat itu membuka lowongan. Ia diterima dan ditempatkan di Curug sebagai Instruktur. Artinya  profesi yang selama ini dihindari dan dianggap kurang menantang akhirnya harus dijalani. Awalnya ia bertugas sebagai seorang Instruktur hanya sebatas  tanggung jawab pekerjaan saja. Namun lambat laun ia sangat menikmati dan enjoy sebagai guru.

“Karena setiap hari mengajar dan merasa enjoy tadi, sekarang bahkan saya ingin menularkan pengetahuan yang saya miliki kepada orang lain . Jadi guru senang bila melihat siswa-siswanya lebih maju menjadi orang yang bermanfaat. Filosofi hidup saya adalah “bekerja apa yang saya bisa kerjakan dengan kesungguhan dan keikhlasan”, kata pria yang tidak suka bawa pekerjaan kerumah ini.

Sebagai pimpinan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta, Tarwan merasa perhatian pemerintah masih terbatas. Dengan dana APBN 20 persen, perhatian kepada sekolah swasta masih tetap kecil. Ia mengibaratkan masih terasa dianak tirikan  sedangkan sekolah negeri dianak emaskan.

“Ini masih kurang adil, mestinya sekolah swasta agak lebih diperhatikan lagi. Harusnya ada keseimbangan, meskipun sekarang sudah mulai menerima bantuan terkesan sekadarnya saja” kata pria yang terkesan awet muda ini. Ia membocorkan rahasia awet muda yang dimilikinya, yaitu tidak pernah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. “ Saya tidak bisa hati saya berdebar-debar. Pokoknya saya bersyukur dengan hidup apa adanya seperti  sekarang ini” imbuhnya.

Mengakhiri pembicaraan, Tarwan berpesan kepada generasi muda agar bersungguh –sungguh dalam mengembangkan bakatnya . Setiap bakat merupakan anugerah Tuhan, apapun bentuknya tidak boleh disia-siakan dan harus ditekuni. Sebisa mungkin orang tua tidak memaksakan kehendak yang tidak sesuai dengan bakat anak” cukup mengarahkan dan menunjangnya.” Yang nantinya malah bisa kontra produktif dan dapat menghancurkan masa depan si anak “ Pokoknya talent atau bakat apapun bagus asalkan ditekuni dengan sungguh-sungguh. Semua harus dilakukan dengan benar-benar dan secara total, yang Insya Allah hasilnya akan optimal” tegasnya.

Sutar, SE, MM

No Comments

Sutar, SE, MM
Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Hidup Penuh Tantangan Menuju Kesuksesan

Setiap orang sadar akan perjuangan dalam hidup. Yakni jalan yang harus ditempuh untuk menuju kesuksesan. Di mana setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk mencapainya. Semua tinggal bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut. Selebihnya, ada kuasa Tuhan yang menentukan sukses tidaknya kehidupan seorang manusia.

“Hidup adalah perjuangan, pekerjaan adalah harapan dan kesuksesan merupakan impian manusia di dunia yang penuh dengan dinamika. Semua manusia mengharapkan kehidupan yang layak, pekerjaan yang mapan serta kesuksesan dalam setiap langkahnya. Tetapi impian tinggal impian. Manusia hanya bisa berharap dan berangan-angan untuk kesuksesan hidup karena Allah SWT telah menentukan jalan hidup setiap manusia,” kata Sutar, SE, MM., Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu.

Nasib setiap manusia, lanjutnya, sudah tertulis dan tersirat dalam garis kehidupan masing-masing. Setiap manusia tinggal menunggu kapan tepatnya waktu kesuksesan berpihak dalam kehidupannya. Dan, pada detik-detik penantian tersebut manusia harus termasuk berusaha untuk menciptakan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Salah satu contoh paling tepat adalah pengalaman hidup Sutar sendiri. Dengan tanpa berhenti berusaha dan bekerja keras, perlahan namun pasti kesuksesan demi kesuksesan diraihnya. Bagaimana tidak, berangkat dari keluarga sederhana dan miskin di kampung halaman, ia berkembang menjadi seorang pendidik yang sukses mengelola tiga buah sekolah.

Perjalanan hidup penuh liku dan perjuangan harus dilalui Sutar sejak kecil. Ia datang ke Jakarta ikut pamannya dengan tujuan melanjutkan sekolah. Di luar jam sekolah, ia membantu pekerjaan sang paman di Yayasan Perguruan Ksatrya. Di yayasan inilah, ia juga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMK Ksatrya.

“Saya awalnya dari nol, datang ke Jakarta ikut paman untuk melanjutkan sekolah. Pagi membantu paman, setelah itu masuk sekolah dan kemudian membantu paman lagi, ikut bekerja di sini. Saya ketemu dengan pengurus, dan sambil bekerja di sini saya bisa menyelesaikan sekolah sampai jenjang S1 dengan biaya sendiri,” tuturnya.

Pendiri yayasan, Prof. DR. RP Soejono sedikit demi sedikit mulai memberikan kepercayaan kepada Sutar. Salah satunya, adalah dengan memberikan dorongan penuh untuk melanjutkan pendidikan S2-nya. Setelah menyelesaikan studi, tugas besar diberikan pendiri yayasan kepadanya, yaitu memimpin yayasan dengan 1400 siswa di dalamnya.

“Ini amanah yang sangat besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan sampai tahun 2015 dapat berjalan dengan lancar. Semoga program-program yang kami canangkan selama masa kepengurusan kami berjalan dengan baik. Begitu juga dengan rintangan dan halangan semoga mampu kami atasi,” kata pria 35 tahun dengan dua orang anak ini.

Bertahun-tahun berkutat di dunia pendidikan, membuat Sutar merasa memiliki kecocokan. Bahkan, seluruh tantangan yang dihadapi selama menekuninya sudah tumbuh menjadi semacam “roh” dalam hidupnya. Ia berharap dengan terjun di dunia pendidikan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga mengingat latar belakang kehidupan keluarganya. “Kebetulan keluarga kami sangat sederhana sehingga bisa seperti ini menjadi kebanggaan orang tua. Karena kami betul-betul orang tidak mampu di kampung,” ungkap dosen STIE Pertiwi dan STIE Muhammadiyah Jakarta ini.

Sutar menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan sekolah serta yayasan yang sangat dicintainya. Di bawah kepemimpinannya, ia berharap yayasan semakin maju dengan fokus utama pada kesejahteraan guru dan karyawan yang lebih baik. ia sadar betul, kesejahteraan merupakan tonggak utama untuk meningkatkan kemajuan sekolah dan Yayasan Perguruan Ksatrya.

“Bagaimana cara agar guru bisa sejahtera, nanti pelan-pelan akan kami upayakan. Mungkin dengan kenaikan gaji. Kami juga memiliki program jangka panjang untuk perbaikan sarana dan prasarana, yang kami bangun dengan jerih payah kami, keluarga besar Yayasan Perguruan Ksatrya- bersama tim kami sehingga terwujud empat lokal kelas yang representative. Mohon doanya, setelah lebaran ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Peningkatan Mutu SDM

Selama dua tahun memegang jabatan sebagai Ketua Yayasan Perguruan Ksatrya, Sutar mencoba membenahi kualitas SDM. Ia memulai dari tenaga guru yang mengajar di tiga sekolah di bawah yayasan, SMP Ksatrya, SMA Ksatrya dan SMK Ksatrya. Setidaknya, para staf pengajar terus ditingkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan.

“Ini merupakan hal yang utama dari kegiatan yayasan. Dari segi peningkatan mutu SDM, Bapak dan Ibu guru terus kita pacu. Demikian juga sarana dan prasarana sedikit demi sedikit akan berjalan sesuai dengan keinginan kami serta aturan pemerintah,” ujarnya.

Sutar juga melaksanakan hal serupa terhadap anak didik yang akan menempuh pendidikan pada sekolah-sekolah yang dikelola yayasan. Setelah lolos seleksi, siswa baru akan “digojlok” pada saat liburan semester I. Siswa kelas I akan diajak tour ke daerah dalam rangka observasi siswa baru. Kegiatan yang dilakukan selama tour bukanlah perploncoan melainkan mendidik siswa untuk mandiri.

“Kegiatan di sana banyak, baik yang sosial seperti pasar murah, bakti sosial dan pengobatan masal untuk menunjang kehidupan masyarakat di lokasi tersebut. Itu menjadi ciri khas kami yang unik dan belakangan banyak diikuti oleh sekolah lain,” katanya bangga. Ia juga sangat bangga terkait banyak prestasi yang telah diukir oleh sekolah. “Alhamdulilah prestasinya banyak sekali, apalagi kalau dilihat dari pialanya. Karena dari segi ekskul kita tidak terhitung banyaknya,” imbuhnya.

Prestasi yang ditorehkan, lanjutnya, membuat animo masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang dikelola yayasan sangat tinggi. Bahkan, SMK Ksatrya terbilang sangat maju sehingga harus “menolak” siswa yang mendaftar. Dengan tiga jurusan yang dimiliki –perkantoran, manajemen bisnis dan akuntansi- banyak siswa yang tidak tertampung. “Itupun, ruangan yang tadinya aula terpaksa dialihfungsikan menjadi kelas,” ujarnya.

Dibantu 150 orang staf dan guru, Sutar terus berusaha meningkatkan kemajuan dan kualitas sekolah. Untuk itu, ia mengembangkan budaya kekeluargaan di antara para guru dan staf di lingkungan yayasan. Semua dilandasi dengan tetap mengedepankan moto, Trisila Ksatrya yakni pendidikan, pengajaran dan kekeluargaan. “Ketiga hal itu kita rangkum seperti ungkapan Jawa, makan tidak makan asal ngumpul,” tambahnya.

Untuk menciptakan situasi kekeluargaan yang kondusif, Sutar sebagai ketua yayasan sering “turun ke bawah” untuk melayani para staf dan guru. Ia tidak menjalin hubungan atasan bawahan, tetapi mengembangkan hubungan antara keluarga sendiri. “Mungkin ada bedanya antara kami saat ngumpul, becanda dan lain-lain. pokoknya secara profesional kami bisa membedakannya,” tuturnya.

Sister School

Sebagai ketua yayasan yang mengelola sekolah swasta, Sutar SE, MM sadar betul besarnya persaingan yang dihadapi. Selain menghadapi sekolah negeri yang mendapat fasilitas lengkap dari pemerintah, ia juga bersaing dengan sekolah swasta lain bertaraf internasional. Untuk itu, ia mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen.

“Karena produk kami jasa, ya kami mengutamakan pelayanan kepada konsumen. Makanya kami melayani dengan baik masyarakat sekitar sini yang berurusan dengan kami. Mungkin mulai dari segi tata usahanya, fasilitas dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, demi kemajuan sekolah ia juga mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan lain. Ia juga menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar sekolah untuk kepentingan “magang” siswa atau praktek kerja lapangan (PKL). Uniknya, setelah lulus banyak siswa praktek yang diterima bekerja di perusahaan tempatnya magang.

“Itu salah satu prestasi juga bagi kami. Karena kami terus berusaha meningkatkan mutu sekolah. Salah satunya kami mengadakan program sister school dengan SMK Negeri 14 dan setiap minggu anak-anak mengikuti pelatihan di BLK milik Depnaker,” terangnya.

Menurut Sutar, sister school merupakan semacam pertukaran pelajar antar sekolah. Salah satu manfaatnya adalah menunjang kekurangan sekolah sekaligus melihat perbandingan kualitas pelajar antar sekolah. Ia mencontohkan, sister school dengan SMKN 14 yang berstandar internasional dan ber-ISO, membuat siswa SMK Ksatrya bisa menggunakan fasilitas sekolah tersebut.

“Antusias sekali pertukaran pelajar seperti itu, karena besar manfaatnya bagi sekolah swasta seperti kami. Karena kami semuanya dikerjakan sendiri, dibiayai sendiri dan kalau pun maju, ya kami maju sendiri. Pokoknya bagaimana kami mengolah sekolah swasta agar tidak ketinggalan. Semua itu harus diawali dari diri sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah juga memberikan perhatian kepada sekolah swasta sehingga tidak terjadi sekolah swasta yang ditutup atau bahkan roboh dimakan usia. Tetapi dengan kerja keras, selama 58 tahun yayasan berhasil mempertahankan sekolah agar tidak gulung tikar. “Kami masih bisa berdiri dengan modal sendiri. Kami membangun tiga lantai dengan dana dari kami sendiri tanpa bantuan dari pemerintah. Kami juga memiliki visi jangka pendek untuk membuat nyaman sekolah ini dengan membangun sarana yang memadai,” tambah ketua yayasan yang membuka pintu selama 24 jam bagi para pengajar ini.

Menyikapi carut marut dunia pendidikan, Sutar menyatakan bahwa dunia pendidikan Indonesia ketinggalan dari negara lain. Bahkan, jika dibandingkan dengan Malaysia yang dahulu banyak mengirimkan pelajar dan mahasiswa ke Indonesia pun, masih jauh tertinggal. Kondisi sekarang justru terbalik, karena pelajar dan mahasiswa Indonesia banyak yang menuntut ilmu ke negara tersebut.

“Pemerintah sebenarnya tidak tahu persis kondisi di lapangan seperti apa dalam membenahi kualitas pendidikan. Hal tersebut diperparah dengan pejabat-pejabat kita yang menetapkan standar kelulusan yang terlihat sangat dipaksakan. Akibatnya, banyak sekolah di Jakarta banyak tidak siap seperti terlihat pada tingkat kelulusan UN yang sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut semakin parah di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, NTT dan lain-lain. Itulah gambaran dunia pendidikan yang diperjuangkan oleh pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Sutar, SE, MM.

Profil Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Terutama dalam menyongsong era globalisasi yang penuh dengan persaingan tak terkecuali dalam pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Yayasan Perguruan Ksatrya telah mempersiapkan diri menjadi wadah yang tepat bagi putra-putri kita untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dalam ilmu pengetahuan umum dan dilengkapi ilmu agama sehingga dapat mencetak generasi muda yang berwawasan global serta unggul dalam IPTEK dan IMTAQ.

Yayasan Perguruan Ksatrya merupakan lembaga pendidikan yang didirikan sejak tahun 19Lima Satu oleh Prof. DR. RP Soejono dkk, hingga kini terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan antara lain dengan membangun gedung tiga lantai dan dua lantai serta dua laboratorium komputer terbaru (P4) dilengkapi sistem jaringan (LAN) dan internet, laboratorium IPA, ruang multimedia, sarana olahraga, perpustakaan serta kegiatan ekstra kurikuler antara lain Paripurna, serba daya, Paskibra, futsal, basket dan lain-lain. Pendidikan agama yang diberikan kepada siswa antara lain baca tulis Al Quran dan sholat berjamaah yang didampingi oleh para guru.

Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu mengelola tiga sekolah, yakni:

SMA Ksatrya
Memiliki dua jurusan IPA dan IPS serta terakreditasi “A”

Visi
Terwujudnya kehidupan yang religius, cerdas dan bermartabat
Misi
1.    Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianutnya sehingga menjadi lebih arif dalam berperilaku
2.    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya
3.    Menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa berani dan mampu menghadapi tantangan

SMK Ksatrya
Memiliki tiga studi keahlian, Perkantoran, Bisnis Manajemen dan Akuntasi, serta terakreditasi “B”
Visi
Menjadikan SMK Ksatrya sebagai wahana layanan pendidikan yang menghasilkan tamatan yang beriman, bertakwa dan professional, berjiwa wira usaha serta berdaya kompetisi global

Misi
1.    Meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan pembelajaran secara efektif dan menyenangkan
2.    Menumbuhkembangkan sikap disiplin dalam belajar
3.    Menumbuhkembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan memiliki tata karma
4.    Menumbuhkembangkan sikap rajin dan konsisten dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut
5.    Meningkatkan daya saing yang berwawasan kecakapan hidup

SMP Ksatrya
Visi
Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan takwa

Misi
1.    Menciptakan generasi muda yang berbakat dan berakhlak mulia
2.    Meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar
3.    Mengembangkan potensi siswa yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan

Fasilitas dan Sarana Pendidikan
1.    Sarana praktek ibadah (mushola)
2.    Gedung sekolah tiga lantai milik sendiri
3.    Lapangan dan fasiltias olahraga yang lengkap
4.    Staf pengajar yang profesional di bidangnya
5.    Perpustakaan
6.    Laboratorium komputer terbaru (P4) dan full AC serta dilengkapi dengan LAN dan internet
7.    Laboratorium bahasa
8.    Tempat parkir luas
9.    Koperasi
10.    Kantin

Winita E. Kusnandar

No Comments

CEO Kusnandar & Co.

Menolak Profesi Femininmi, Menjalani Profesi Menantang dan Memiliki Otorisasi

Sosok Winita E Kusnandar sangat berbeda dengan perempuan di zamannya. Pada masa kecilnya, kebanyakan perempuan memiliki cita-cita menjadi guru, dosen, akuntan atau PNS yang lebih sesuai dengan kodratnya. Tetapi ia memiliki pandangan lain mengenai masa depannya. Ia tidak tertarik untuk pekerjaan-pekerjaan yang didominasi oleh perempuan dan menginginkan sesuatu yang lebih menantang.

“Cita-cita awal adalah menjadi Kowad atau profesi lain yang tidak feminin, yang dapat memberi posisi dalam profesi dan otorisasi. Saya terinspirasi oleh Hakim Agung Sri Widowati, SH, pada waktu itu merupakan satu-satunya Hakim perempuan di PN Solo. Jadi pada waktu itu prinsipnya asal bukan profesi yang di dominasi perempuan, tetapi profesi yang menantang. Dan, profesi hukum yang saat itu masih didominasi kaum pria menjadi pilihan,” kata CEO Kusnandar & Co ini.

Di sisi lain, lanjutnya, profesi hukum sangat membutuhkan keuletan, keberanian, strategi yang jitu dan solidaritas yang kuat. Selain itu, dibutuhkan juga intelegensia yang tinggi, sehingga sangat menantang karena secara empirik perempuan, bukan hanya pria, juga dapat eksis memberikan kontribusi bagi penegakan hukum. Untuk sampai pada posisi seperti sekarang ini, ia harus melalui perjalanan panjang. Sesaat setelah memasuki bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, ia sudah magang di sebuah kantor hukum di Jakarta, yaitu Delma Yuzar Advocate & Solicitor, Legal Consultant.

Di kantor hukum ini, Winita mempelajari praktek hukum pada perusahaan multinasional seperti Caltex Pacific dan The Chase Manhattan Bank N.A. Pengalaman magang menambah pengetahuannya terutama seputar Producton Sharing Contract (PSC). Itu sebabnya ia mengambil masalah PSC untuk menyusun skripsinya. Setelah empat tahun menjalani magang di sela-sela kesibukannya kuliah Winita berhasil menyandang gelar Sarjana Hukum.

Mengikuti kelulusannya, ia tertarik untuk menambah pengetahuannya di bidang notariat. Di tahun itu pula, ia bergabung di Kantor Notaris Kartini Muljadi. Setahun kemudian, ia bergabung di kantor hukum milik pengacara kondang Adnan Buyung Nasution. Ia terjun menangani perkara pidana dan perdata. “Di sini saya merasa mendapat tantangan untuk mandiri. Saya harus jungkir balik dan belajar dari kesalahan sendiri,” katanya.

Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Winita memberanikan diri membuka kantor hukum sendiri. Ia mendapat dukungan kuat dari seorang pengusaha multinasional, Jan Darmadi. Diawaki pula oleh seorang asisten pengacara, seorang sekretaris, seorang yang mengurus keuangan, dan seorang office boy, ia mendirikan Kusnandar & Co.pada tahun 1980.

Masih di awal berdirinya Kusnandar & Co., Winita kemudian menawarkan konsep pelayanan satu atap. “Konsep one stop service ini dilatarbelakangi oleh sistem kerja klien yang datang ke kantor kami. Mereka membawa berbagai permasalahan yang satu sama lain memiliki keterkaitan. Mulai masalah korporasi, industri keuangan, investasi, tenaga kerja asing, maupun lokal, IPR, sampai litigasi,” katanya. Dengan pelayanan satu atap, lanjutnya, segala aspek kebutuhan klien bisa ditangani, baik tingkat primer maupun sekunder. Mereka tak perlu ke tempat lain untuk pemenuhan kebutuhan selanjutnya.

Kusnandar & Co. memiliki berbagai divisi, yaitu Foreign Investment Division, Banking and Finance Division, Tax Division, Land Division, Real Estate Division, Capital Market Division, Labor Division, Intellectual Property Division, Immigration Division, dan Admiralty and Litigation Division. “Selain mampu melayani kebutuhan klien secara total, konsep yang ditawarkan ini memberi nilai tambah bagi pemecahan suatu masalah. Pelayanan satu atap ini menghasilkan pengalaman yang berguna untuk meninjau suatu masalah hukum dari berbagai segi,” katanya.

Untuk tujuan mengembangkan diri sekaligus promosi, Winita aktif mengikuti berbagai pendidikan singkat berupa kursus atau seminar, baik di dalam maupun luar negeri. Selain sebagai peserta, kadang ia turun sebagai pembicara, moderator, atau pembanding. Pendidikan non-formalnya antara lain konsultan HKI, konsultan pasar modal, kurator, pengacara kepailitan, pengacara arbitrase, dan penerjemah tersumpah. Winita juga aktif di berbagai organisasi profesi internasional ini, yaitu Advoc Asia Pasific, ASEAN Intellectual Property Association, Inter-Pacific bar Association (IPBA), Singapore Arbitration Center (SIAC), Asia Law Hongkong, International Bar Association di Amerika Serikat dan Inggris, Chartered Institute of Arbitration dan seterusnya.

Dalam mengelola Law Firm, Winita menganut prinsip etos dan etika kerja yang tinggi, ulet, disiplin, bertanggung jawab dan penuh kehati-hatian (prudent). Selain itu, ia juga menjalin kerjasama dengan beberapa law firm asing terkemuka baik di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Hong Kong dan Singapura. Semakin meningkatnya tuntutan pelayanan jasa hukum dari masyarakat, maka perlu meningkatkan mutu layanan kepada klien dan berusaha menciptakan one-stop-service (pelayanan satu atap).

“Dengan sistem one-stop-service, pelayanan kepada klien sangat efektif sebab klien yang datang akan dilayani ataupun diperiksa segala aspek yang sekiranya diperlukan atau untuk setiap kebutuhannya, baik tingkat primer ataupun sekunder. Klien tidak perlu lagi ke tempat lain bila membutuhkan jasa pelayanan selanjutnya. Untuk itu, selain melayani jasa hukum, kami juga melayani jasa lain termasuk yang berkaitan dengan pajak, keuangan, manajemen, SDM hingga pengurusan dokumen, perijinan dan sworn translator,” tuturnya.

Mengembangkan dan Menegakkan Hukum

Kusnandar & Co dibawah pimpinan Winita telah menjalani kerjasama dengan banyak instansi pemerintah. Hampir semua instansi pemerintah terkait bekerjasama dengan memberikan informasi yang diperlukan dalam menjalankan layanan hukum. Winita sebagai kuasa hukum dalam berperkara dengan perjuangan yang menganut etika hukum yang tinggi sehingga senantiasa independen dan terbebas dari segala pengaruh politis atau lainnya.

“Dalam menjalankan profesi kami, tidak pernah sekalipun kami membiarkan praktek maupun pribadi kami tersandera oleh siapapun dan dalam bentuk apapun. Baik oleh pemerintah, quasi pemerintah atau organisasi manapun, bahkan Bank Dunia sekalipun, karena kami juga menjadi rekanan kerja mereka,” ujarnya.

Law Faiirm yang dikelola Winita memberikan nilai tambah dengan mengandalkan dan menerapkan manajemen pengelolaan. Adapun metode pelayanan yang digunakan selalu mengutamakan kepentingan klien di atas segalanya dengan konfidentialitas yang tinggi tanpa mengurangi etika profesi. Setiap produk hukum yang diterbitkan oleh kantor Winita selalu merupakan produk hukum yang komprehensif, professional dan dapat diandalkan karena dikeluarkan setelah melalui beberapa fase yang penuh kehati-hatian.

Winita menjamin, produk hukum terbitan Kusnanda & Co merupakan produk hukum yang integrated/terpadu antara ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku/normative dengan preseden-preseden/praktek yang terjadi. “Lawyer kami, dalam membuat opini hukum atau produk hukum lainnya, selalu berpedoman kepada (i) hasil review peraturan yang berlaku maupun (ii) hasil riset di lapangan termasuk instansi terkait dan (iii) analisa hukum yang independen dan mendalam,” imbuhnya.

Dengan menggunakan jasa law firm milik Winita, sebuah perusahaan klien akan memperoleh banyak keuntungan. Antara lain memperoleh advise antisipasi risiko, menciptakan harmonisasi hubungan kerja, menjamin legalitas dan validitas suatu kegiatan usaha. “Kerjasama baik melalui kontraktual maupun suatu entitas baik antara pihak lokal maupun dengan pihak luar negeri. Memperoleh bantuan hukum untuk proteksi klien ataupun mempertahankan hak klien,” tambahnya.

Saat ini, Kusnandar & Co pimpinan Winita mampu untuk menangani berbagai jasa, sebagai berikut: Foreign Investment & Trade, Banking & Multi-Finance, Capital Market & Securities, Merger-Acquisition-Consolidation & Restructuring, Land/Property Conveyance, Realty Development & Construction, Natural Resources & Plantation, dan IPR Mark, Patent, Copyright, Trade Secret, Industrial Design & Integrated Circuit. Layanan lain adalah Labour, Industrial Relation Union (CLA), Civil-Commercial- Criminal Litigation, Local & Overseas Arbitration/Mediation,Official Receivers & Administers, Liquidation & Bankruptcy.

“Kita juga melayani Tax Review & Maintenance, Accounting Service, Sworn Translation serta Litigasi, Mediasi & Arbitrasi dan Hubungan Industrial, Tata Usaha Negara,” kata Winita. Selain itu, dalam menjalankan law firm dengan beragam jasa yang ditawarkan, ia tetap mengusung misi yang sangat luhur bagi bangsa ini. “Misi saya membantu mengembangkan dan menegakkan hukum dengan benar agar Indonesia mendapat tempat yang terhormat dan dihormati oleh berbagai bangsa dan negara di dunia,” tambahnya.

Perempuan Warga Kelas Dua

Berbicara mengenai kesetaraan gender di Indonesia, Winita mengutip UU No. 2/2008 tentang Partai Politik. Di mana telah dibuka kesempatan bagi perempuan dengan kuota 30%. Bukan hanya untuk pendirian partai politik, tetapi juga pada aturan kepengurusan partai politik pada setiap tingkatan dan dalam menentukan bakal calon anggota legislatif. Untuk itu semua, diperlukan rekonstruksi budaya guna mereduksi dominasi pria.

“Namun demikian, permasalahan perempuan tidak terlepas dari kondisi budaya atau konstruksi sosial itu sendiri. Apalagi masyarakat Indonesia telah terlanjur menganut budaya patrilineal yang sering kali memposisikan perempuan sebagai warga kelas dua. Khususnya di dalam keluarga,” tegas perempuan yang akan mengabdikan diri dengan terus menggeluti profesi lawyer sampai tidak berguna lagi ini.

Perempuan Indonesia, lanjut Winita, telah turut berkiprah mensukseskan pembangunan nasional baik di sektor ekonomi, bisnis, pendidikan dan kesehatan bahkan pemerintahan. Jabatan dalam pemerintahan seperti walikota perempuan, bupati perempuan, anggota parlemen perempuan dan sebagainya, sudah jamak di Indonesia.

Menurut Winita, pemerintah mempunyai peranan penting di dalam menentukan peran perempuan Indonesia. Misalnya, mengambil langkah afirmatif untuk merekrut lebih banyak lagi perempuan di tempat kerja. Untuk itu, otoritas publik perlu proaktif mengumpulkan dan menyediakan data maupun indikator tentang gender. Sudah seharusnya, kaum perempuan patut menuntut kesetaraan gender dalam segala bidang.

“Banyak perempuan yang berlindung dibalik konsep pemikiran pasif bukan pro-aktif sekadar agar mereka dapat terus menikmati dan tidak perlu meninggalkan zona nyaman, comfort zone yang dinikmatinya. Mereka merasa tidak perlu mempunyai identitas sendiri, hak dan kewajiban serta independensi sendiri dan tidak merasa perlu meniti prestasi di luar rumah tangga atau keluarganya. Mereka cukup puas menerima dan menikmati zona nyaman meskipun harus hidup dengan segala ketergantungan pada pendamping hidupnya,” tandasnya.

Sebagai pengelola firma hukum, Winita juga mempersiapkan kaderisasi dan regenerasi. Winita memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk ikut berkiprah bahkan dalam menentukan kebijakan. Di era saat ini, manusia hidup dalam sebuah ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge economy) dengan masyarakat yang sudah seharusnya berpengetahuan setara (knowledge society).

Menurut Winita, daya dan kemampuan kreativitas yang tinggi di masyarakat memaksa siapapun harus dapat memecahkan masalah sesuai dengan pengetahuannya. “Apalagi masyarakat sekarang telah berkembang pesat. Agar dapat memecahkan masalah dengan tingkat kecerdasan yang setara atau berimbang –ingenuity- mau tidak mau kita harus menciptakan generasi penerus dengan kualitas ini. Itu jika kita tidak ingin gagal,” cetusnya.

Winita menyatakan dirinya merasa puas atas praktek hukum yang dijalaninya selama ini. Apalagi kantor law firma Kusnandarr & Co yang didirikannya sudah mendunia dikenal di berbagai belahan dunia. Firma hukum ibu dari Arno Rizaldi, Andro Rinaldi, Andrio Rivaldi dan Axa Rivani dan 10 (sepuluh) anak asuh yang tinggal bersamanya ini, memiliki layanan yang telah diterima oleh banyak perusahaan, nasional maupun internasional. “Terutama yang menjadi bagian dari Fortune 500, Legal 500 bahkan International Who’s Who Professional, tahun 1997, 2006-2007, 2010-2011. Kemudian Great Minds of the 21st Century 2009, ABI Fellow 2009 serta menjadi acuan Bank Dunia dan masuk dalam database Wikipidea,” imbuh istri Dipl. Ing. Heru Setiawan ini.

Menurut alumnus Program Diploma King’s College – University of London, Program Sarjana Fakultas Hukum Unpar, Program Master of Business Administration – University of Leicester, dan Program Doktoral Universitas Indonesia ini, law firm miliknya memiliki banyak saingan. Saat ini, terdaftar di Legal 500 sejumlah 59 firma hukum, 30 diantaranya khusus Legal Consultant dan 29 sisanya Litigator.

“Meskipun kantor kami lebih banyak menangani masalah hukum sebagai Legal Consultant tetapi kami juga menangani litigasi di lembaga yudisial sebagai Litigator. Legal 500 adalah buku, berisikan data dari law firm-law firm terkemuka di seluruh dunia dan kantor hukum kami dua kali dinobatkan sebagai Recommended Law Firm untuk Banking, Finance and Restructuring dan Intellectual Property Tahun 2004 dan Intellectual Property tahun 2010,” kata Winita E Kusnandar.

 

 

Muhammad Arifin

No Comments

PT Catur Bijaksana

Keluar Daerah Untuk Mengembangkan Diri

Jakarta sejak dahulu menjadi tujuan utama urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Tujuan para “manusia” urban tersebut adalah untuk memperbaiki kehidupan masing-masing. Di desa, waktu seolah terhenti dan kehidupan tidak berkembang karena ketiadaan lapangan kerja, pembangunan dan infrastruktur. Akibatnya peluang untuk hidup lebih baik sangat kecil sehingga merantau ke kota adalah pilihan yang masuk akal untuk mengembangkan diri.

“Awalnya saya tertarik hijrah ke Jakarta karena ingin keluar dari daerah. Karena kalau hanya berkutat di daerah sangat sulit berkembang dan tidak memiliki kesempatan untuk maju. Mau tidak mau, orang daerah seperti saya harus berani keluar untuk mengembangkan diri. Jakarta menjadi pilihan untuk merantau setelah saya selesai kuliah di Kupang. Di ibukota juga sudah ada saudara yang merantau untuk sekolah,” kata Muhammad Arifin, Direktur Utama PT Catur Bijaksana.

Arifin berbekal ijazah sarjana teknik sipil segera mendapat pekerjaan di ibukota tahun 1990-an itu. Awalanya ia bekerja di proyek-proyek milik perusahaan asing dari Australia,India, korea dan jepang dengan sistem kontrak. Setelah beberapa kali pindah pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya (semua asing), ia mendapat tawaran dari seorang insinyur asal Jepang untuk membuka perusahaan sendiri.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, pepatah ini rasanya sangat cocok disematkan kepada Arifin. Pria kelahiran Rote, 20 Juli 1970 ini, dengan sigap menyambut idea tersebut. Apalagi pengalaman selama bertahun-tahun di perusahaan kontraktor asing ditambah kariernya yang cemerlang, dirasakan cukup untuk membuka perusahaan sendiri. Jabatan sebagai manager satu-satunya yang diduduki oleh orang lokal, menambah kepercayaan dirinya untuk berdiri sendiri.

“Akhirnya saya menerima tantangan tersebut sehingga terbentuklah PT Pemalang Konstruksi, terletak di Pemalang Jawa Tengah. Lokasi tersebut dipilih karena kerja sama terakhir dengan ahli dari Jepang terjadi di Pemalang. Pengalaman dari orang-orang asing itu membuat saya banyak belajar dalam memanage perusahaan,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yahya Muhammad Arief dan Nurati Arief tersebut.

Melalui PT Pemalang Konstruksi, Arifin menuai banyak keuntungan. Setelah berdiri pada tahun 2002, ruang lingkup perusahaan semakin luas. Tidak hanya mendapat sub contractor dari main contractor di seluruh pulau Jawa tetapi juga Sumatera. Semakin lama, perusahaan yang didirikan bapak 4 anak (2 laki-laki dan 2 perempuan) itu semakin maju dan berkembang.

“Makanya agar lebih eksis di dunia konstruksi, kita kemudian membuka usaha Kontraktor Umum , PT Catur Bijaksana. Tujuannya agar perusahaan kontraktor kita bisa mengambil pekerjaan langsung ke owner. Sementara nama Catur Bijaksana diberikan oleh anak perempuan saya. Anak saya empat maka catur, sementara bijaksana berarti arif bijaksana,” tegas suami Yeni Triyani tersebut.

Keluarga Tentara

Muhammad Arifin mengisahkan bahwa ia berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang sebagai tentara. Tugasnya ayahnya selalu berpindah-pindah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai dengan perintah atasan. Ia menghabiskan masa kecil dan bersekolah SD-SMP di Manggarai. Sementara pendidikan STM dan perguruan tinggi ditempuhnya di Kupang.

“Ayah tidak pernah memaksa keempat anaknya yang semua laki-laki untuk mengikuti jejaknya menjadi tentara. Orang tua memberi keleluasan kepada anak-anaknya untuk memilih pekerjaan, ‘Yang penting baik’ katanya. Kami berempat memilih Teknik Sipil dan bekerja pada bidang konstruksi. Kakak saya bekerja di perusahaan asing, kemudian adik saya di perusahaan swasta nasional sementara si bungsu ikut saya di sini,” ujarnya.

Arifin sangat bersyukur dukungan keluarga terhadap karier yang digeluti sangat besar. Pengertian terhadap tugas-tugasnya di pembangunan konstruksi membuat ia sering pulang pagi atau menginap. Namun, keluarga memiliki pengertian yang tinggi sehingga merelakan suami dan ayahnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Di sisi lain, sang istri pun memiliki bisnis sendiri berupa studio musik sehingga pasangan ini sama-sama sibuk.

“Makanya kita kalau sudah libur tidak boleh diganggu gugat waktu bersama keluarga. Jalan-jalan, nonton konser dan lain-lain karena anak-anak saya bisa bermain musih mewarisi bakat ibunya. Untuk meneruskan usaha ini, anak saya yang arsitek sepertinya cocok. Karena arsitek dengan perusahaan konstruksi seperti ini sangat dekat, menyatu dalam satu bidang,” ungkapnya.

Meskipun sudah menyiapkan anak untuk melanjutkan perusahaan, Arifin menyadari bahwa anaknya pun seperti juga generasi muda lainnya. Yakni generasi yang lebih senang yang serba instant, cepat dan menghasilkan uang yang banyak. Hal itu, menurut Arifin memang seperti hukum ekonomi namun anak-anaknya dipesan agar meskipun mengikuti tren tetapi perencanaan masa depan harus dipikirkan.

“Generasi muda Indonesia lainnya saya rasa masih baik-baik saja selama tetap dibimbing dan mendapat kontrol orang tua. Mereka jangan sampai dilepas seratus persen, bahaya. Yang harus dimiliki mereka adalah sifat jujur,kerja keras dan rajin karena akan berguna bagi masa depannya. Dari situ, mereka mendapat tambahan ilmu pengetahuan melalui pelatihan, seminar dan lain-lain. Generasi muda juga tidak boleh terlalu berharap menjadi pegawai, mereka harus memiliki mindset untuk menjadi entrepreneur,” tandasnya.

Memberikan Pelayanan Terbaik

PT Catur Bijaksana saat ini mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Terdiri atas 15 karyawan di kantor dan ratusan lainnya karyawan lapangan dan workshop. Sebagai perusahaan, terkait kemajuan yang dicapai sekarang ini tentu tidak lepas dari tantangan, suka dan duka yang harus diatasinya. Yang paling menyakitkan adalah ketika proyek berhasil diselesaikan tetapi main kontraktor yang nakal malah kabur.

“Kita sebagai sub contractor tinggal menghitung kerugiannya. Makanya kita buat perusahaan PT.Catur Bijaksana yang berkedudukan di BSD serpong Tangerang dengan sertifikasi Gred-5, itu agar kita juga bisa ‘bermain’ sebagai kontraktor, tidak sub lagi. Moto kami adalah ‘Kami memberikan pelayanan terbaik’ seperti yang tertanam di seragam kerja karyawan ‘We serve you better’. Kami berharap pelayanan kami memuaskan sehingga klien menggunakan jasa kami lagi berulang-ulang,” karena kesuksesan kami dalam melaksanakan proyek bukan hanya diukur dari keuntungan dan selesainya proyek saja, tetapi apakah kami diundang lagi untuk mengerjakan proyek-proyek klien tersebut, tandasnya.

Dengan mengusung moto “Kami memberikan pelayanan yang terbaik”, membuat Arifin pantang untuk mengecewakan klien. Tidak menepati janji, tidak mengerjakan pekerjaan dengan baik atau pekerjaan lewat dari deadline yang sudah ditetapkan juga menjadi pantangan besar di perusahaan miliknya. “Staf saya kasih pengertian bahwa pimpinan mereka adalah saya tetapi bos kita adalah klien. Karena kalau kita baik terhadap klien, pekerjaan akan berlangsung terus,” imbuhnya.

Menurut Muhammad Arifin prospek perusahaan konstruksi ke depan sangat menjanjikan. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin menggembirakan, pembangunan di Indonesia semakin tinggi intensitasnya. Kebutuhan akan tempat tinggal akibat ledakan jumlah penduduk serta gedung, jalan dan jembatan sangat tinggi. Ia yakin, selama masih ada lahan terbuka perusahaan konstruksi miliknya terpakai untuk pembangunan.

Hanya saja, kendala yang dihadapi saat ini dan ke depan adalah peran pemerintah dalam pembangunan. Selama ini pemerintah melalui APBN adalah pemilik proyek terbesar di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah sebagai pemilik proyek sudah memiliki rekanan tertentu dengan kelengkapan persyaratan seperti sertifikasi. Tanpa sertifikasi di perusahaan, jangan pernah bermimpi untuk memperoleh pekerjaan dari proyek pemerintah.

“Makanya melalui asosiasi perusahaan kontraktor kita berusaha mendapatkan sertifikat keahlian, pelatihan dan lain-lain. Ini juga sangat berguna dalam menghadapi era globalisasi yang harus menyiapkan SDM handal. Kami mengirimkan staf-staf untuk mengikuti pelatihan sehingga memperoleh sertifikasi agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Misalnya kalau kita masuk ke departemen tertentu, dengan kualifikasi orang-orang kita, maka kita masih bisa diterima,” tambah pengagum HM Jusuf Kalla ini.

Selain mengirimkan karyawan untuk mendapatkan sertifikasi, Arifin juga mengembangkan hubungan kekeluargaan dengan karyawan. Apalagi para staf yang bekerja padanya sudah memiliki hubungan kerja yang cukup lama. Yakni sejak ia masih bekerja pada perusahaan asing, mereka juga anak buah dibawah kepemimpinannya. Bahkan ia pun sudah mengenal dekat keluarga karyawan dengan baik.

“Rata-rata mereka datang dari jauh seperti Jawa, Lampung, Palembang dan lain-lain. Mereka ini terhadap saya sudah sangat setia dan loyal. Karena tempat tinggal mereka jauh maka saya sediakan mess, lengkap dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi mereka tinggal berpikir bekerja untuk keluarga dan perusahaan,” katanya menutup pembicaraan.