Tag: maka

Drs. Sugiyarto, MPd

No Comments

Drs. Sugiyarto, MPd
Kepala Sekolah SMKN 4 SURAKARTA

Wirausaha Solusi Tepat Bagi Lulusan Siswa SMK

Sejak kecil bercita-cita ingin berkarier guru, membuat sugiyarto kecil, bersemangat untuk  maju meraih obsesinya tersebut, kendati setelah dewasa obsesinya itu ditujukan untuk membawa SMK Negeri 4 Surakarta berkembang dan  menjadi idola siswa dan guru. Bagaimana penuturannya memimpin sekolah kejuruan berstandar RSBI ini, berikut ceritanya :

“Sejak dulu memang saya ingin menjadi guru atau pendidik, “ungkapnya. Tak heran jika sugiyarto mampu membawa dan mengangkat  SMK Negeri 4 Surakarta sebagai sebuah sekolah kejuruan  favorit di kota bengawan ini. Memang masih butuh perjuangan panjang, buktinya bapak dua anak ini mengaku merasa belum puas jika belum menjadikan sekolah ini bertambah besar. Saat ini Sugiyarto telah menjadikan sekolah yang dahulu kelasnya hanya  21 kelas,  sekarang telah bertambah menjadi 33 kelas. Obsesinya ke depan adalah 36 kelas. Suatu tantangan, semangat dan harapan yang luar biasa, bila dibandingkan dengan karier dan cita-citanya dahulu.

Menurutnya, SMKN 4 Surakarta sejak tahun 2006  telah menekankan kepada seluruh siswanya untuk belajar berwirausaha . Tantangan ke depannya  dibutuhkan senjata yaitu kerja keras, berupa optimalisasi peran  seluruh elemen sekolah yang berjumlah 1.126 siswa, tak terkecuali pesuruh sekolah untuk bahu membahu membawa nama dan lulusan SMKN 4 Surakarta  diterima masyarakat dan perusahaan dengan baik. “Tantangan nyata, karena semua Program Studi Keahlian yang ada di SMKN 4 Surakarta yaitu Tata Boga (Jasa boga dan pastry), Tata kecantikan (Hair dresser dan Skin care), Tata busana (Busana Butik) dan Akomodasi Perhotelan menyangkut kebutuhan  manusia yang tak pernah kering, “pungkasnya.

SMKN 4 Surakarta mempunyai siswa yang 90 % adalah perempuan, dan kebanyakan berasal dari kalangan keluarga menengah kebawah. Wajar jika Sugiyarto selalu memotivasi mereka untuk senantiasa bangkit dengan tidak mengharapkan sekolah serba gratis. Artinya, jika ada siswa yang tak mampu membayar keperluan sekolah, diajak untuk  berwirausaha dengan modal dari sekolah.

Pekerjaan rumah lainnya adalah mengupayakan siswanya yang menolak untuk bekerja di luar kota,  dengan  menciptakan wirausaha. Pola  inilah yang tengah digodok pihaknya terus menerus agar siswa tetap termotivasi  untuk bekerja mandiri. “Standarnya jangan sampai siswa tidak punya kemampuan berwirausaha di rumah, dan beralih jadi pengangguran, dan ini jangan sampai terjadi, “tegas kepala sekolah.

Guna mengantisipasi semua problem tersebut itulah, Sugiyarto berobsesi membentuk laboratorium entrepreneur di kota Surakarta ini yang diberi nama “EntrepreneurshipLab SMKN 4 Solo”
Obsesinya ini sudah dirintis mulai awal tahun 2010 yang lalu dengan membuat Pilot Project EntrepreneurshipLab untuk kelas XI Boga 4, dengan menggandeng mitra Tenaga Ahli (Expert) dari DED (German Development Service) yang sekarang berganti nama menjadi GIZ- Develompment Service dan 2 orang  mentor dari industri yang memiliki kepedulian dengan dunia pendidikan serta Team Work yang terdiri dari guru kewirausahaan dan guru produktif. “Saat ini usaha mereka sudah berjalan dan sudah menjadi mitra kerja Business Centre yang ada di SMKN4 Surakarta dan mentor mentor dari industri.” Diharapkan modal yang diberikan kepada tiap grup sebesar 1 juta rupiah (Rp. 500.000 untuk modal kerja dan Rp. 500.000 untuk pembelian peralatan kecil) sudah dapat dikembalikan di bulan februari 2011 ini. Karena Pilot Project EntrepreneurshipLab untuk kelas XI Boga 4 akan berakhir bulan Februari 2011 “ Inilah nilai plusnya, dan ini harus berjalan terus dan punya tanggungjawab sendiri,” paparnya.
Sugiyarto mengatakan dengan entrepreneurship diharapkan siswa-siswa dapat belajar menjadi pengusaha, bukan pekerja. Ide-ide ini akan semakin memecut siswa agar selalu berpikir bahwa enterprenership adalah solusi mandiri mereka. Untuk itu program enterprenership juga diterapkan untuk Program Studi Tata Busana yang akan launching pada tanggal 28 Februari 2011 dengan tetap menggandeng Expert dari GIZ- Develompment Service dan 2 orang  mentor dari industri.
Teori Sugiyarto benar, karena dengan mengajak seluruh siswa mandiri dan senantiasa berpikir positif untuk berkembang, diharapkan mereka bisa menjadi masyarakat wirausahawan profesional.
Kini harapan Sugiyarto adalah bagaimana menjadikan SMKN 4 Surakarta  ini juga berbudaya lingkungan.
“Lulusan dari SMKN 4 Surakarta bisa bekerja di mana saja, gaji minimal sesuai UMK, “katanya. Memang ada juga sich, tuturnya anak yang bekerja di bawah UMK, tapi saya menganjurkan agar mereka tidak bekerja di perusahaan yang gajinya di bawah UMK. “Kalau ada kedapatan siswa bekerja dengan gaji di bawah UMK mereka dipindahkan ke industri lain.”
Penanganan lulusan SMKN 4 Surakarta dikelola dengan baik oleh BKK (Bursa Tenaga Khusus) SMKN4 Surakarta yang setiap tahun kebanjiran permintaan tenaga kerja oleh banyak industri di wilayah Jawa Tengah, DIY, Jabodetabek dan bahkan dari luar negeri. Semua seleksi rekruitment tenaga kerja dilakukan di SMKN 4 Surakarta sebelum siswa melaksanakan Ujian Nasional.  Pihak industri terkait yang datang ke SMKN 4 Surakarta, sehingga kebanyakan siswa belum lulus Ujian Nasional tapi mereka sudah punya tempat di Industri.
Jadi tidak ada cerita, lulusan SMKN 4 Surakarta keluar masuk industri cari lowongan kerja. Karena setiap tahunnya justru masih banyak permintaan tenaga kerja dari beberapa industri tetapi SMKN 4 Surakarta sudah kehabisan lulusan yang belum bekerja. Artinya penyerapan lulusan SMKN 4 Surakarta di Industri yang relevan sudah mencapai 100 %.
Memang tidak semua lulusan SMKN 4 Surakarta langsung bekerja, karena ada beberapa dari mereka yang melanjutkan sekolah (kuliah) dengan mendapatkan beasiswa dari Industri maupun PMDK dari perguruan tinggi negeri di wilayah DIY dan Jateng.
Untuk masalah beasiswa dari Industri ini, SMKN 4 Surakarta menjalin kerja sama dengan IGTC Bogor (International Garment Training Centre) yang setiap tahunnya pihak IGTC Bogor datang ke SMKN 4 Surakarta mengadakan seleksi bagi siswa kelas XII untuk mendapatkan beasiswa belajar di IGTC Bogor setelah lulus dari SMKN 4 Surakarta selama 1 tahun. Beasiswa ini meliputi biaya kuliah, asrama dan makan.
Materi test dari IGTC Bogor semuanya dalam bahasa inggris, karena IGTC adalah lembaga pelatihan bertaraf internasional.

Tantangan semakin berat, setelah sekolah SMKN 4 Surakarta diberi lebel RSBI sejak Juli 2010 yang lalu, sebab masih ada program yang harus digapainya, terutama peningkatan sumber daya manusia, dan  pola pikir global.  “Pikiran yang kolot harus diubah, kalau tidak, maka akan terjebak  dengan perubahan  yang ada, jadi bagi mereka yang tidak mau berubah harus mengerti, bahkan guru harus bisa mengefektifkan dirinya dengan jalan belajar lebih giat lagi akan kemajuan teknologi modern, bahkan kalau perlu sekolah ke luar negeri, “tegasnya.
Sugiyarto mengatakan untuk mengikat jalinan kerjasama dengan seluruh elemen sekolah agar lebih erat lagi, ia biasanya menjadikan mereka sebagai kolega.

SMKN 4 Surakarta juga memiliki Business Centre (BC) Sparta yang bergerak dibidang Catering, Pastry, Butik, Salon Kecantikan, Laundry dan juga Hotel dengan kapasitas  4 kamar ber -AC yang melayani customer dari luar SMKN 4 Surakarta. Semua pegawai Business Centre Sparta SMKN 4 Surakarta adalah alumni dari sekolah ini juga.
Khusus untuk Salon Kecantikan Sparta sudah memiliki beberapa pelanggan dari pejabat setempat. Dan untuk pastry (spesialis kue-kue kering), biasanya booming produk terjadi setiap menjelang idul fitri dan natal. Hal ini yang dimanfaatkan oleh sebagian siswa besar SMKN 4 Surakarta untuk bekerja part time setelah pulang sekolah dengan mendapatkan penghasilan yang bervariatif sesuai dengan jam terbangnya.
“Workshop di masing-masing Program Studi Keahlian sudah menggunakan peralatan teknologi tinggi sesuai standart Industri. Hal ini dikarenakan semua workshop yang ada di SMKN 4 Surakarta sudah diverifikasi oleh LSP Lisensi menjadi TUK (Tempat Uji Kompetensi) Bidang Garment, Tata Kecantikan Rambut dan Tata Kecantikan Kulit, Restourant dan Akomodasi Perhotelan, yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian dari semua Instansi yang membutuhkan.
Sehingga diharapkan semua lulusan SMKN 4 Surakarta tidak akan canggung bekerja di Industri yang sudah menggunakan peralatan modern “ demikian penjelasan bapak satu istri  yang juga bekerja dengan profesi  pendidik ini.

Untuk itulah, Sugiyarto membuka pendaftaran penerimaan  siswa di SMKN 4 Surakarta dengan 2 cara, yakni dengan melihat nilai  ujian nasional yang dibobot terlebih dahulu sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan yang kedua adalah dengan teknik wawancara dan psikotes. Tujuan dari cara yang kedua ini adalah untuk menseleksi atau menyaring motivasi dan minat mereka terhadap bidang yang mereka inginkan, termasuk juga masalah kesehatan siswa. “Jangan sampai ambil jurusan tata boga, tapi mereka tidak memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional, ini kan kurang baik ya, “ujarnya.

Menghadapi era global

Menghadapi era globalisasi sekarang ini, Sugiyarto mengingatkan dampak negatifnya. Untuk mencegah dampak yang kurang baik, ia meminta seluruh jajaran di sekolahnya untuk bersikap disiplin dan tepat waktu, hal ini penting untuk meningkatkan etos kerja. “Untuk menghargai orang lain, dan tidak boleh terlambat, “ujarnya. Untuk mengawasi semua unsur tersebut, pihaknya mengaku telah membentuk tim PPKS (Pembimbing Prestasi Karakter Siswa).

“PPKS ini dibimbing 2 orang, yaitu wali kelas dan guru pendamping. Tujuannya adalah  mendidik siswa agar tidak terlambat, bagi siswa yang terlambat menunggu di luar kelas dan mendapat punishment membersihkan areal sekolah sesuai pembagian tim PPKS.

Sugiyarto menambahkan, pihaknya menerapkan disiplin masuk sekolah pukul 07.00 pagi, namun pukul 06.45 WIB diharapkan siswa sudah berada di sekolah untuk melakukan kegiatan patut diri yang meliputi kegiatan mengatur ruang kelas agar bersih dan rapih. “Jarak dijaga antara meja dan kursi, serta mengabsensi siswa.” Sedangkan untuk penilaian pelajaran, pihaknya juga menerapkan pola mengulang kembali bagi siswa yang ketahuan menyontek pekerjaan temannya. Hal ini penting untuk mendidik siswa agar berkelakuan yang baik,  disiplin, bekerja keras serta mau berusaha.”

Sementara filosofinya, ialah berpikir positif terhadap semua orang. Makanya target jangka pendek sekolahnya,adalah bagaimana menciptakan siswa didiknya dapat lebih berinovatif, tersalurkan di setiap bidang pekerjaan dan mampu bersaing dalam mendapatkan peluang kerja serta mampu berkompetisi dalam bidang kejuruan.

“Kami juga giat untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah lain atau perusahaan, Alhamdulillah kami sering menyabet juara, “ujarnya.

“Saat ini SMKN4 Surakarta sudah menjalin dengan kurang lebih sekitar 80 perusahaan yang siap membantu siswa dalam pelaksanaan On The Job Training (OJT) “jelasnya.

Dukungan Keluarga

Menanggapi dukungan keluarga terhadap profesinya, Sugiyarto mengatakan tidak ada masalah. “Jam berapa pun ia keluar rumah, istri dan anaknya tidak mengeluhkan.” Sebab istrinya juga adalah seorang guru dan  pendidik, jadi mengerti benar, pekerjaan dan  profesi yang diembannya.“ Menjawab bagaimana tanggapannya tentang peran pemerintah terhadap SMK, Sugiyarto mengatakan saat ini pemerintah telah memberikan input yang begitu besar terhadap perkembangan SMK, hanya saja memang masih banyak kekurangan yang ada, dan ini tugas dari masyarakat untuk memperbaiki kekurangan yang ada di SMK di seluruh Indonesia.
“Masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, “ujarnya. Maklum,  tidak ada suatu makhluk yang sempurna, apalagi lembaga atau institusi di muka bumi ini,  tapi juga  bukan suatu alasan yang dapat dibuat-buat dari dasar  ketidak sempurnaan itu yang  membuat kita tidak berdaya, justru karena ketidakberdayaan itulah yang harus jadi potensi dalam diri siswa dan keluarganya untuk bangkit meraih cita-cita yang diinginkan mereka. “anak-anak yang orangtuanya punya banyak anak dan tidak mampu diharapkan bisa memunculkan potensiya, “tuturnya.

Sugiyarto mengatakan sekolahnya kini telah melengkapi segala kebutuhan peralatan untuk digunakan siswanya, alat-alat tersebut merupakan bantuan atau subsidi dari berbagai pihak untuk diberdayakan dan melengkapi berbagai peralatan yang sudah ada.

Jangka Panjang

Untuk program jangka panjang,  pihaknya menginginkan sekolah ini semakin besar. Targetnya adalah membuka kelas baru dari   33 kelas yang ada menjadi 36 kelas,  dengan harapan  jumlah  murid semakin banyak dan berkualitas. Kini jumlah siswa yang terdaftar di SMKN 4 Surakarta   telah mencapai 1.126 siswa “ Dengan semakin besarnya jumlah siswa yang terdaftar di sekolah ini, diharapkan SMKN 4 Surakarta menjadi sekolah unggulan di kemudian hari, “Jelas bapak dua putri yang sudah menginjak bangku kuliah ini.

Mengimbangi semua itu, Sugiyarto juga mengingatkan guru-guru SMKN 4 Surakarta untuk bisa menjadi assesor. Untuk itu pula, pihaknya bekerjasama dengan LEC, mengadakan training atau pelatihan bagi guru-guru dan menjadi bagian dari proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas bagi siswa dalam bidang bahasa Inggris, apalagi Sugiyarto mengaku juga seorang sarjana pendidikan bahasa Inggris. Inilah yang harus dipikirkan seluruh guru untuk maju. Tuntutan Sister School merupakan kewajiban bagi setiap guru untuk meningkatkan kompetensi keahliannya.

Sebagai Kepala SMKN 4 Surakarta, Sugiyarto bekerja sesuai dengan Visi, Misi dan Tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Berikut ini visi, misi dan tujuan SMKN 4 Surakarta;

Visi
Terwjudnya SMK bertaraf Internasional dan berbudaya lingkungan

Misi
Menyiapkan lulusan yang siap kerja, cerdas, kompetitif dan berkepribadian luhur.
Mengembangkan potensi sekolah yang berwawasan lingkungan dan bernuansa industri
Menyiapkan wirausahawan yang handal
Mengembangkan semangat keuanggulan dan kompetisi yang positif
Meningkatkan pengalaman ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sebagai sumber kearifan dalam bertindak

Tujuan
Menghasilkan tamatan yang cerdas, terampil dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia
Membekali peserta didik untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan akademik serta dasar-dasar keahlian yang kuat dan benar, melalui pembelajaran normatif, Adaftif dan Produktif
Menyiapkan peserta didik untuk memasuki duania kerja yang professional dan berwawasan wirausaha untuk memasuki dunia kerja
Memberikan pengalaman yang sesunggunya agar peserta didik menguasai kaahlian produktif berstandar budaya industri yang berorientasi kepada standart mutu, nilai-nilai ekonomi serta membentuk etos kerja yang tinggi, produktif dan kompetitif.
Mewujudkan sekolah menjadi SMK berstandar Nasional/Internasional.

Menanggapi pertanyaan anak muda sekarang ini, Sugiyarto, mengatakan  perlu pembimbingan untuk hadapi realita roda zaman. “Zaman saya dulu tahun 70-an, bertindak seperti itu sudah bagus, tapi kini tindakan itu harus segera diperbaiki, sekolah itu merupakan karakter, tinggal bagaimana menjadi siswa berkarakter yang baik, tidak instan.

Untuk itulah sudah menjadi tanggungjawab para orangtua, masyarakat dan pendidik harus sama-sama duduk satu meja untuk membicarakan generasi muda ini. “

Sedangkan masalah pendidikan seks, ia menyarankan untuk perlunya bimbingan orangtua, masyarakat dan pendidik. “Biar si anak melihat dari awal hingga akhir, sehingga tidak separuh-paruh mereka mendapatkan informasi tentang seks, hingga sampai akibatnya, “tegas kepala sekolah yang membawahi 98 guru dan karyawan administrasi lainnya. Dengan mereka mengenal seluk beluk semua itu, maka setelah lulus sekolah mereka mendapatkan bekal akhir yang baik.

Ekstrakurikuler di SMKN 4 Surakarta, antara lain pramuka, palang merah remaja, Pasukan Inti (paskibra), fashion show/modelling dan olahraga. “Biasanya ekskul dilaksanakan sore hari, “ujarnya. Mengakhiri perbincangan, Sugiyarto, mengatakan bahwa obsesinya kini adalah bagaimana membawa sekolah ini bisa besar dan menjadi idola semua orang. “ Bagi saya, menjadi kepala sekolah sekarang ini sudah merupakan anugrah yang besar, jadi tidak ada lagi target yang muluk-muluk untuk mengapai cita-cita.”

Sugiyarto menambahkan baginya tidak ada kesibukan lain, selain mengurus sekolah, termasuk untuk urusan bermain politik. “Politik tidak bisa, hanya organisasi sosial dan pendidikan “ungkap kepala SMKN 4 Surakarta ini.  Pesannya bagi generasi muda adalah mumpung masih muda kesempatan jangan sampai dihilangkan begitu saja, apa saja bisa dilakukan saat muda. “Kerja yang benar dan yang penting halal, itulah yang disarankan ke siswa.”

H. Saiful Bahri M. Ya’kub

No Comments

H. Saiful Bahri M. Ya’kub
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Saef ed Daulah, Cipondoh Kota Tangerang

Mengelola Ponpes Dilandasi Semangat Ikhlas, Pengabdian dan Kemandirian

Dalam kegiatan sosial, dituntut pengorbanan besar dari para penggiatnya. Mereka harus rela memberikan segala macam yang dipunyai untuk menggerakkan apa yang sudah dimulainya. Meskipun di mata masyarakat terlihat banyak donatur, tetapi sebenarnya para penggiat tersebut yang paling banyak mengeluarkan dana.

Salah satunya adalah kegiatan sosial dalam bentuk pendidikan berupa sekolah di bawah naungan Yayasan Pondon Pesantren Saef ed Daulah. Para siswa di Yayasan yang terletak di Cipondoh, Kota Tangerang tersebut sama sekali tidak dipungut biaya. Bahkan sekolah untuk saat ini lebih memfokuskan pada anak-anak kurang mampu yang tidak dapat mengakses pendidikan formal.

“Dalam kegiatan sosial, banyak orang menyangka dana orang lain datang kepada kita. Tetapi sebenarnya kebanyakan uang kitalah yang keluar. Makanya kami banyak mengirimkan proposal kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kelakar H. Saiful Bahri M. Ya’kub, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Saef ed Daulah.

Yayasan Pondok Pesantren Saef ed Daulah yang berdiri sejak tahun 1998 ini, memang membebaskan uang sekolah bagi anak didiknya. Sekarang Yayasan menyelenggarakan pendidikan pada tingkat Raudhlotul Atfal (TK) dan Madrasah Ibtidaiyah (SD). Rencananya ke depan akan membuka pendidikan MTs atau jenjang pendidikan setingkat SLTP.

Untuk sementara, pendanaan dan pembiayaan sekolah didapat dari donatur, kantong pribadi dan bantuan pemerintah. Tetapi dengan keyakinan besar terhadap apa yang dilakukan di jalan Allah pasti mendapat jalan keluar, kelanjutan Yayasan Pondok Pesantren tetap bertahan. “Yang penting kita nggak terlalu susah,” tambahnya.

Pondok Pesantren Saef ed Daulah sendiri, lanjutnya, terbentuk dari kecil. Awalnya hanya berupa Taman Pendidikan Al Quran (TPA) untuk anak-akak kampung. Seiring perjalanan waktu, masyarakat dan orang tua siswa TPA meminta untuk pendirian sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada awal pendirian, sekolah dibanjiri murid yang ingin belajar. Tetapi lama kelamaan murid semakin menyusut karena berbagai faktor.

Baginya, merosotnya jumlah siswa harus disikapi dengan bijak. Karena penurunan semacam itu bisa terjadi kepada siapa saja dulu ada yang datang, bilang kalau mau siswanya banyak lagi nih pakai ini dijamin banyak lagi. Jawab saya, “Gak usahlah orang lagi diuji kok. Semua itu merupakan ujian dari Tuhan dalam menjalankan perintah-Nya. “Tetapi bagi saya yang penting adalah kita bangun dengan ikhlas, penuh kesabaran serta semangat kemandirian,” ujar ustadz H. Syaiful.

Pedang Negara

Ayah dua anak ini memberikan penjelasan mengenai nama pondok pesantren yang dipimpinnya “Saef ed Daulah yang senantiasa dipertanyakan orang. Ia menjelaskan bahwa Saef ed Daulah diambil dari nama pejuang. Saat ia masih belajar di IAIN Syarief Hidyatullah Fakultas Adab Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, ia sangat gemar membaca puisi-puisi Arab. Suatu saat ia sangat asyik membaca buku Balaghoh yang memuat syair indah Mutanabi. Salah satu bunyi syair tersebut adalah “Idza I’tala saifuddaulah I’talati Al-Ardhu”.

“Artinya apabila Saef ed Daulah menangis, maka seluruh penduduk bumi menangis. Saya terpana mendengarnya, karena kalau diartikan secara harfiah orang akan ngeri mendengarnya, karena saef ed daulah adalah pedang negeri. Tetapi ketika saya telusuri, ternyata saefuddaulah itu memang mulia. Makanya saya gunakan untuk nama ponpes ini. Tidak ada kaitannya dengan nama saya lho,” katanya.

Hasil penelusurannya yang cermat menyebutkan bahwa Saef ed Daulah adalah pejuang untuk orang-orang lemah. Yakni ketika di zaman kekuasaan kekhalifahan Baghdad, dikisahkan bahwa para penguasa dan pejabat saat itu sangat sibuk dengan persoalan politik. Semuanya berjuang untuk merebut kursi kekuasaan bagi kepentingan kelompok atau golongan masing-masing. Di antara mereka berada pada taraf saling mengkafirkan dan kelompok merupakan pihak yang paling benar.

Akibatnya, kehidupan dan pendidikan orang-orang lemah kurang mendapat perhatian dan terabaikan. Kondisi itulah yang menyebabkan kemunculan seorang dermawan bernama Saef ed Daulah. Dengan panggilan jiwa dan tanggung jawab moral untuk berjuang membela dan memerhatikan kehidupan serta pendidikan orang-orang lemah (dhuafa) yang terabaikan.

“Saef ed Daulah dengan ilmu dan kekayaannya disertai dengan kedermawanannya berjuang untuk orang-orang lemah. Oleh karena itu sangat pantas ketika dia dipanggil Allah, seluruh penduduk menangis. Nah berangkat dari sini nama Yayasan Saef ed Daulah terilhami, sebuah nama yang sangat baik. Meskipun begitu, tidak ada kaitannya sama sekali dengan nama saya. Mungkin persamaannya adalah Syaiful-nya kali tapi bedanya Bahri dan Daulah-nya,” canda ustadz yang tidak “jaim” ini.

Membangun Tanpa Merusak

Rasululah SAW bersabda, ”Agama dibangun di atas kebersihan.”  Wajar kiranya apabila setiap muslim yang taat, setiap hari tidak pernah lepas dari kegiatan kebersihan. Oleh karena itu, pokok pertama dalam Islam adalah lestarinya hubungan kepada sesama makhluk. Di mana seorang muslim mampu mengejawantahkan serta menauladani kemahasucian Allah dalam kehidupan. Allah SWT itu Maha Suci, Islam itu bersih yang dibangun di atas kebersihan, maka kewajiban orang Islamlah untuk menjaga dan memelihara kesucian dan kebersihan tersebut.

Kebersihan yang dimaksud adalah kebersihan lahir dan batin. Kebersihan lahir adalah cerminan kebersihan jiwa maka beruntunglah orang-orang yang senantiasa membersihkan jiwanya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya. Prinsip kebersihan ini harus dijadikan tradisi dalam berbagai aspek kehidupan manusia, baik pada jasmaninya, pakaiannya, makanannya dan lingkungannya. “Dan hendaklah kalian menyucikan pakaian kalian, kebersihan lahiriyah adalah salah satu bagian dari kebersihan ruhani.”

Tema kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan lingkungan dan sesamanya. Hubungan interaksi itu harus harmonis sesuai petunjuk-petunjuk Allah dengan memperhatikan perkembangan sesuai dengan lingkungannya. Manusia, dilarang berlaku sewenang-wenang manakala dirinya mampu. Karena itu, Islam mengundang para penganutnya untuk membangun tanpa merusak. Ini sesuai makna kata Islam dan tauladan Nabi Muhammad SAW, maka dapatlah dipahami bahwa landasan berpijak guna tercapainya kelestarian lingkungan adalah sebagai berikut:
1.    Tidak seorang muslim yang menananm atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan, kecuali buah atau hasilnya dimakan burung atau manusia. Yang demikian itu adalah shodaqoh baginya.
2.    Barang siapa yang memperbaiki (menyuburkan) tanah bukan untuk seseorang, maka ia berhak memanfaatkan tanah itu
3.    Hindarilah dua macam kutukan, yaitu membuang kotoran di jalan dan di tempat orang berteduh
4.    Janganlah ada di antara kamu yang membuang air kecil pada air yang tergenang, kemudian mandi pula di sana.

Kelahirannya yang bersih dan setiap manusia dilahirkan suci (fitrah) dan bi’tsahnya juga mengajak manusia untuk bersih atau suci lahir batin. Suci, yang disembah hanya Allah SWT, menggantungkan asa hanya kepada-Nya, membersihkan hati untuk tulus dan ikhlas dalam beribadah dan beramal, tidak dipenuhi sedikit pun harapan dan asa hanya selain kepada-Nya. Kemudian dengan kesucian batin akan melahirkan ketenteraman dan kedamaian dalam lingkungan, tidak terkotori oleh apapun yang akan menyebabkan dosa pada kehidupan manusia. Rasulullah menyatakan sabdanya, ”Kebanyakan siksa kubur karena baul (buang air seni).”

Biodata:

Nama            : H. Saiful Bahri M. Ya’kub
Tempat tinggal lahir: Tangerang, 25 Juli 1970
Alamat        : Jl. KH. Hasyim Ashari Gg H Halimah Rt 002/01
Kel. Poris Plawad Utara Kec. Cipondoh Kota Tangerang
Kegiatan     :
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Saef ed Daulah Cipondoh Kota Tangerang

Riwayat Pendidikan:
1.    SD Negeri Plawad V Pagi
2.    MI Asy-Syukuriyah Sore 3. MTs NU Buntet Pesantren Cirebon
3.    MA NU Buntet Pesantren Cirebon
4.    Pondok Pesantren Buntet Pesantren Cirebon
5.    Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta
6.    S1 IAIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Fakultas Adab Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
7.    S1 STAI Fatahilah Serpong, Prode Pendidikan Agama Islam
8.    S2 Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta, Program Pasca Sarjana Konsentrasi Manajemen Pendidikan (tesis)

Riwayat Pengabdian:
1.    Tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Inayah Gunung Sindur Bogor, (bidang  studi bahasa Arab dan bahasa Inggris) tahun 1991-1993
2.    Tenaga pendidik MTs Darul Muqorrobin Kunciran (bidang studi bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) tahun 1993-1996
3.    Tenaga pendidik Pondok Pesantren Darus Sa’dah Tangerang (bidang studi bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan Ilmu Balaghoh) tahun 1997-1999