Tag: serta

Hj. IVA LATIVAH THAHIR

No Comments

Hj. IVA LATIVAH THAHIR
“Mengembangkan Profesi Sekaligus Syiar Islam”

Untuk mencapai sesuatu keberhasilan tidaklah mungkin diperoleh hanya dengan berpangku tangan atau bekerja seadanya artinya harus mau bekerja keras, berusaha maksimal, bersemangat, banyak belajar dan yakin dengan apa yang dikerjakan akan berhasil, dengan di iringi  rasa penuh tanggung jawab. Ketika kerja keras dan usaha yang maksimal telah kita jalani, masih ada hal lain yang tidak bisa diabaikan dan dilupakan oleh manusia untuk mencapai keberhasilan tersebut, yakin berdo’a mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Demikian kunci sukses Hj. Iva Lativah Thahir yang merupakan Owner dari Galeri IVA di dalam menjalani kehidupannya maupun menekuni profesinya sebagai seorang perancang busana muslim.

“Kita harus selalu berusaha untuk memotivasi diri kita sendiri bahwa kita ini mampu untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, tentu saja disamping keinginan dan semangat yang kita punya, kita juga harus punya keterampilan, pengetahuan, wawasan, dan kemauan untuk belajar. Kalau orang lain mampu, kenapa kita tidak?!”, ungkap sosok wanita yang saat ini di percaya pula menjabat sebagai Ketua Umum dari Ikatan Perancang Busana Muslim  (IPBM) Jawa Barat, yang selalu ramah dan santun dengan setiap orang.

Menciptakan Busana Muslim yang Santun dan Modis

Dalam ketentuan agama Islam, setiap wanita muslim diwajibkan untuk menutup auratnya. Dengan mengenakan busana yang sesuai sehingga bagian-bagian tubuh yang seharusnya “tidak dipamerkan” dan tetap tersembunyi. Tentu bagi wanita muslim yang taat, penggunaan busana muslim dalam aktivitas sehari-hari merupakan kewajiban.

Apalagi, Indonesia tidak mengenal larangan bagi wanita untuk beraktivitas di luar rumah. Wanita Indonesia bebas melakukan aktivitas seperti bekerja atau sekadar bersosialisasi di luar rumahnya sendiri. Tentu bagi wanita muslim harus pandai-pandai dalam memilih busana yang dikenakannya setiap keluar rumah. Karena syariat Islam mengatur secara ketat, cara berbusana bagi wanita muslim yang benar.

Berbeda dengan busana wanita Arab di tempat Islam berasal, model busana wanita muslim Indonesia disesuaikan dengan budaya asli bangsa ini. Berbagai macam rancangan busana wanita muslim mengambil corak dan bahan dasar dari berbagai etnik dan suku bangsa di Indonesia banyak beredar. Padu-padan antara budaya Islam dan adat istiadat lokal menghasilkan paduan yang harmonis tetapi tidak melanggar ketentuan.

Salah satu perancang busana muslim handal di Indonesia adalah Hj Iva Lativah  atau yang akrab di sapa Iva. Hasil karya wanita asal Bandung ini telah berhasil menembus pasar busana muslim internasional. Artinya, pengakuan terhadap rancangan-rancangan busana muslim yang dihasilkannya bukan hanya di Indonesia tetapi telah diakui dunia. Padahal, semula putri ke-5 pasangan      DR. KH. E.Z. Muttaqien dan  Siti Syamsiah ini “hanya” melaksanakan amanat agama yang sering disampaikan sang ayah.

“Saya menekuni profesi sebagai perancang busana muslim berdasarkan amanat agama yang sering disampaikan ayahanda perihal perlunya wanita muslimah berbusana muslim. Tetapi saya berpikir, busana muslimah itu harus modis sehingga mampu digandrungi kaum wanita, baik tua maupun muda. Saya mendapatkan kepuasan setelah lebih dari 21 tahun rancangan saya bisa memuslimahkan wanita-wanita muslim dengan menggunakan busana muslim yang santun tetapi tetap modis,” kata wanita yang mengambil namanya sendiri, IVA LATIVAH sebagai merek dagang ini.

Wanita yang sempat mengenyam pendidikan di Sastra Inggris Universitas Padjadjaran ini, mulai tergugah jiwa wira usahanya setelah melalui gerbang pernikahan. Sebagai ibu rumah tangga biasa istri seorang PNS, ia mulai menata kehidupan dengan berdagang kecil-kecilan. Pada awalnya, lahan bisnisnya adalah teman-temannya sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu, ia melebarkan sayapnya hingga mampu memiliki galeri busana sendiri. Bahkan, galerinya bertempat di Bandung dan Jakarta, dengan hasil rancangan busana mampu menembus hingga manca negara.

“Impian masa kecil saya adalah ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan hidup cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, simple memang. Banyak kenangan yang menjadi motivasi dalam kehidupan ini karena masa kecil yang sangat prihatin di antara 10 bersaudara. Ini menjadi motivasi juga bagi anak-anak dan karyawan saya,” tutur penerima berbagai penghargaan terkait dengan prestasinya dalam rancang busana muslim tersebut, diantaranya    Anugerah Citra Perempuan Indonesia (tahun 2002), Penghargaan  Indonesia Good Professional Selection, Penghargaan Islamic Award, Penghargaan Jimmy’s Enterprise Mas, Penghargaan International Professional Association (tahun 2005), Penghargaan Indonesian Best Designer Of The Year 2006   dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia, Penghargaan  Indonesian Best Business & Professional Innovation dari World Achievement Association (tahun 2007) dan masih banyak lagi yang lainnya ini.

Perempuan kelahiran Bandung, 28 Mei 1958 yang banyak mengikuti fashion show di luar negeri ini, menyatakan bahwa penghargaan masyarakat terhadap apa yang dilakukannya terlalu tinggi. Padahal, masih banyak orang-orang lain dengan karya-karya yang jauh lebih hebat dan lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang telah diperbuatnya. Namun demikian, apresiasi masyarakat tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan dengan sepenuh hati serta keikhlasan.

Minat Perancang Muda

Dalam menjalankan usaha, Hj Iva Lativah Thahir seperti juga para perancang busana lainnya, mendirikan galeri sebagai sarana “memajang” hasil karyanya. Selain di Bandung, Galeri IVA juga terdapat di Jakarta untuk melayani konsumen ibukota. Banyak suka dan duka telah dialami dalam menjalankan usaha tersebut.

“Terlebih bila harus mengeksplor rancangan-rancangan baru yang sejalan dengan model busana dunia sehingga busana rancangan saya mampu memenuhi trend dunia. Alhamdulilah rancangan busana muslim rancangan saya mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ujar wanita yang sering mengadakan berbagai peragaan busana baik di dalam negeri dan luar negeri seperti,  Bali Fashion Weeks, Hongkong Fashion Weeks, Kuala Lumpur Fashion Weeks,  Fashion Tendance APPMI Jawa Barat,  Myanmar Fashion, Malaysian Islamic Fashion Festival, Maroko Kampoeng Indonesia, Fashion Show di 80th Anniversary Charity Ladies high Tea 2008, Singapore., Cape Town Moslem Fashion Singapore: Ex Chanting Indonesia, Fashion Show di Melbourne,  Fashion Show di Brunei dan Fashion Show di Dubai.

Ke depan, Iva memiliki obsesi untuk menciptakan perancang-perancang muda kreatif. Diharapkan para perancang muda mampu menggunakan bahan dasar hasil produksi budaya masyarakat. Mengingat banyak produk tekstil hasil produksi daerah berdasarkan adat yang memiliki tekstur indah dan langka menunggu dikembangkan lebih lanjut.

Iva mengisahkan bahwa dalam 20 tahun terakhir ia telah menggeluti batik, baik tradisional maupun kontemporer dalam rancangannya. Ia juga “memasukkan” kain sutera sebagai bahan utama rancangan-rancangannya. Ia bersyukur, karya-karya rancangan busana yang dihasilkannya sudah “go international”. Rasa syukurnya semakin membuncah, tatkala menyadari bahwa sekarang telah lahir perancang-perancang muda handal yang memiliki tanggung jawab moral, religi, dan budaya nasional.

“Alhamdulilah…. Harapan saya adalah akan menumbuhkan minat generasi muda berikutnya untuk megikuti jejak langkah saya sebagai perancang busana muslimah yang handal dan dihargai di pasar dunia. Tetapi usaha ini adalah usaha yang membutuhkan talenta, sehingga cukup sulit untuk regenerasi maupun kaderisasi. Yang jelas, usaha ini adalah sebuah profesi yang harus dijalankan secara professional. Bagi saya, sepanjang masih mampu dan berkemampuan akan saya tekuni terus sebagai langkah ibadah,” tuturnya.

Iva yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga ini sangat bersyukur, anak ketiga –Adila Aafiyah- memperlihatkan bakatnya dalam rancang busana.  Kesukaan menggambar yang menjadi modal dasar sebagai perancang telah dimiliki siswi SMA Taruna Bakti ini. Sang anak juga mulai banyak bertanya tentang berbagai macam busana rancangan ibunya. “Terkadang saya suka mengajaknya berdiskusi mengenai warna-warni rancangan busana karya saya. Tampaknya dia memiliki talenta yang kuat,” kata wanita yang mendapat dukungan sepenuhnya dari suami tercinta dan dua anak laki-lakinya, yaitu Muhammad Reva, ST., dan Muhammad Faisal, ST.

Meskipun begitu, Iva tidak memaksakan kehendak bagi masa depan anak-anaknya. Mereka dibebaskan untuk mengembangkan kemampuan berdasarkan bakat atau talentanya masing-masing. Ia bersama sang suami hanya menjadi fasilitator untuk mendukung langkah-langkah yang dilakukan ketiga anaknya. Untuk lebih “mengenal” aktivitas ketiga anaknya, Iva dan keluarga sering melakukan aktivitas bersama-sama sambil mendiskusikan pengalaman mereka di luar rumah. “Terkadang dengan melakukan traveling bersama ke berbagai tempat. Pendidikan anak kita landaskan kepada kemampuannya bukan berdasarkan obsesi kita sebagai orang tua,” imbuh wanita yang murah senyum ini menambahkan.

Dengan begitu, lanjut Iva generasi muda penerus bangsa secara alamiah akan berkembang. Pada perkembangannya, mereka juga akan memiliki kemampuan untuk memimpin bangsa ini. Yang mana untuk mencapai hal tersebut, seluruh komponen bangsa harus memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk memimpin bangsa dan terus mengawalnya. “Allah Maha Perencana bagi bangsa dan negara tercinta ini,” ujarnya.

Hj Iva Lativah menyebutkan bahwa kondisi Indonesia di masa mendatang akan menjadi lebih baik. Dengan kepemilikan atas SDM yang lebih baik dari sekarang ini, nampaknya “Indonesia yang lebih baik” tersebut tidak terbendung. Prioritas di bidang pendidikan dan penciptaan lapangan kerja yang dilakukan pemerintah mempertegas tercapainya tujuan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah prioritas dalam bidang pertanian dan hasil usaha tani serta usaha mikro lainnya.

“Semua harus didorong untuk pencapaian kesejahteraan dan penghapusan kemiskinan di Indonesia. Insya Allah Indonesia di masa datang akan lebih baik apabila kita semua berpijak kepada asas budaya bangsa dengan dilandasi syariat agama,” tegas perempuan yang kurang memahami masalah politik ini. “Tetapi paling tidak politisi masa depan akan lebih baik dan memiliki tanggung jawab moral yang tinggi terhadap bangsa dan negara,” tambahnya sambil menutup perbincangan di siang hari yang cerah dengan Tim Profil.

Gartono, SH, MH, DR (ip)

No Comments

Gartono, SH, MH, DR (ip)
Advokat dan Dosen

Pemilu Bukan Pesta Demokrasi Tetapi Seleksi Kepemimpinan

Pemilu Legislatif yang dilakukan setiap lima tahun sekali masih menyisakan tanya. Harapan rakyat membuncah untuk memilih pemimpin yang mampu berbuat siddiq, amanah, fatonah dan tabligh. Memiliki pemimpin dengan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad tersebut, membuat rakyat “tenang” menitipkan negara untuk diurus orang yang tepat.

Namun, pada penyelenggaraan pemilu ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Karena dalam prakteknya, banyak tindakan-tindakan tidak terpuji yang dilakukan demi memenangkan pemilu. Seperti membagi-bagikan uang, membeli surat suara, menyuap atau pun menggelembungkan jumlah surat suara. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam pemilu legislatif, justru pada saat Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Presiden pun  praktek serupa semakin vulgar dilakukan.

“Pemilu disosialisasikan dan dimaknai sebagai ‘Pesta Demokrasi’ sehingga dalam pelaksanaannya adalah hura-hura dan bagi-bagi uang (angpao seperti Imlek) tanpa menggunakan logika dan hati nurani. Akibatnya, hanya orang-orang yang memiliki uang akan terpilih sebagai ‘pemimpin’ yang perilakunya mencuri dan menipu rakyat. Hakekat pemilu adalah proses seleksi kepemimpinan. Yakni memilih pemimpin yang baik, bermoral, berkualitas, jujur, penuh dedikasi dan memiliki integritas tinggi. Itu hakekat pemilu yang benar,” kata Gartono, SH, MH, DR (ip), tokoh Advokat di Bogor.

Oleh karena Pemilu lebih mengutamakan unsur pestanya yang bernuansa fun, sementara unsur  demokrasinya terdistortif. Implikasi dari Pesta Demokrasi tersebut, maka terpilihlah penguasa yang mengendalikan negara untuk kepentingan kelompoknya dan dirinya. Penguasa yang menjadi kaki tangan asing dengan memfasilitasi kepentingannya yakni kemudahan mendapatkan konsesi dan monopoli serta mendapatkan kesetiaan rakyat Indonesia untuk bersedia bekerja dengan upah rendah.

Hal ini tidak lepas dari politik neo colonial yang diterapkan oleh penguasa-komprador yang mana pendidikan berorientasi pada ketersediaan buruh upah rendah dan intelektual yang tidak produktif seperti halnya “politik etis” kolonial Belanda pada awal abad 20.

Keadaan ini sebagai konsekuensi logis dari kegagalan kita ketika pemilu yakni salah memilih “pemimpin”. Karena kebanyakan rakyat telah menjual suara kepada para caleg tukang suap. Konsekuensinya terpilihlah tukang suap yang kemudian menjadi “penguasa oportunis” dengan orientasi memperkaya diri sendiri dan jauh dari seorang patriot yang berjiwa volunteer yang melayani rakyat.

Dengan memiliki pemimpin yang berjiwa patriot dan seorang volunteer -bukan petualang- Gartono yakin bahwa pembangunan Indonesia akan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Pembangunan yang semula hanya memberikan kesejahteraan bagi segelintir orang akan menjadi merata secara signifikan.

Gartono sangat yakin bahwa bangsa ini mampu menjadi bangsa besar, sejahtera dan bermartabat dengan perubahan di tingkat kepemimpinan. Untuk saat ini diperlukan pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas bagi masa depan bangsa, bukannya pemimpin oportunis pencari kekuasaan. Untuk itu, diperlukan pembangunan mental dan moral-spiritual melalui revitalisasi peran agama. Dengan demikian maka si miskin dan si melarat sekalipun akan memiliki harga diri dan tidak akan menggadaikan lagi suara kedaulatannya dengan Supermi ketika pemilu, Pilkada maupun Pilpres.

“Ke depan agar kita tidak hanya dikenal sebagai bangsa yang banyak utang dan korup, maka sebagai condito sine quo non bangsa ini harus melaksanakan Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian bidang kebudayaan. Bahwa Trisakti ini ini hanya bisa dilaksanakan oleh pemimpin sejati yang sederhana. Negara kita harus berdikari dengan membiasakan rakyat, dari pejabat rendah sampai presiden harus hidup sederhana. Pokoknya seluruh elemen bangsa harus mau berkorban untuk negara,” ujar pria yang siap menjadi Presiden Republik Indonesia ini. “Insya Allah bilamana ditakdirkan menjadi presiden, saya akan membentuk kabinet yang terdiri dari para patriot dan volunteer yang akan melakukan upaya luar biasa dan bekerja dengan jujur serta tidak takut akan dimakzulkan oleh rakyat. Karena toh, jabatan adalah amanah,” imbuhnya.

Supremasi Hukum

Menurut Garnoto, pemimpin dalam setiap komunitas senantiasa diperlukan keberadaannya. Pemimpin memiliki makna positif yakni seseorang yang mempunyai kelebihan (shidiq, amanah, fatonah dan tabligh) dan menjadi suri tauladan yang dapat diikuti oleh masyarakat yang dipimpinnya. Dalam konsep demokrasi, rekrutmen dan seleksi kepemimpinan dilakukan melalui pemilihan umum. Konsep kepemimpinan di Indonesia bobotnya semakin meningkat secara hierarkis, seperti RT untuk memimpin sekitar 200 orang, RW 1000 orang. Sementara anggota DPR RI yang berjumlah 560 orang adalah pemimpin untuk membuat kebijakan bagi 225 juta penduduk Indonesia.

Memilih anggota DPR RI tentu sama hakekatnya dengan memilih pemimpin dalam skup kecil seperti RT. Di dalam proses pemilihan baik dalam skup kecil maupun besar, harus dihindari praktik jual beli suara. Anggota DPR RI yang terpilih dengan jalan membeli suara bukanlah pemimpin sejati. Karena dia adalah penguasa atau penyuap yang keberadaannya dimodali oleh sponsor atau penyuap – cukong. Akibatnya kebijakan yang diputuskan anggota DPR RI -yang merupakan produk politik dengan konsekuensi hukum- akan menguntungkan bagi dirinya sendiri, kelompoknya, para cukong (sponsor) kampanye dan para pelobi oportunis yang mencari kesempatan. “Kepentingan masyarakat menjadi urutan kesekian”. Fenomena ini tampak jelas dalam konfigurasi dan perilaku kekuasaan Orde Baru dan Rezim Reformasi sekarang baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah pemilu yang memakan biaya besar hanya menghasilkan penguasa. Akibatnya, hukum tidak lagi menjadi panglima sebagai sarana mewujudkan keadilan dan kebenaran. Tetapi produk hukum akan menjadi komoditi yang bisa diperjualbelikan “seenak udelnya” oleh anggota parlemen.

Dengan berhasil memilih pemimpin atau wakil rakyat melalui pemilu secara jujur dan adil tanpa suap, maka diharapkan aparat penegak hukum yang diseleksi oleh DPR RI seperti Jaksa Agung, KPK, MK, MA dan Komisi Yudisial serta Kapolri pun akan memiliki komitmen mewujudkan supremasi hukum, tanpa tebang pilih. Karena jika hukum sebagai panglima bagi siapapun, niscaya keadilan dapat menyinari bumi pertiwi dan tidak akan terjadi kebohongan publik secara sistematik yang dilakukan oleh Jaksa Agung, KPK, MK, MA dan Komisi Yudisial serta Kapolri seperti halnya dalam kasus “cicak vs buaya”  – Century Gate.

Jejak Rekam

Gartono, SH, MH dilahirkan di kota Bogor, 11 April 1965, merupakan anak pasangan HR. Kunrachmat dan Hj Hudjenah. Sebagai sorang advokat, Gartono menyukai slogan tentang pendobrakan, perjuangan dan penegakan keadilan. Tidak aneh, sebab ia sudah lama malang melintang di dunia kepengacaraan dan pergerakan. Gartono pernah satu kantor dengan advokat ternama, HM Dault dan Muchtar Pakpahan.

Ia juga bergaul dengan tokoh-tokoh garis keras seperti almarhum Prof. Deliar Noer dan Letjen (purn) HR Dharsono, H Ali Sadikin dan Hariman Siregar.

Gartono menamatkan SD dan  SMP di Bogor, tetapi menamatkan SLTA di SMA Muhammadiyah Pekalongan, tetapi lulus di SMA PGRI Kendal, Jawa Tengah. Meskipun pada awalnya bercita-cita menjadi wartawan, tetapi guratan nasib membawanya kuliah selama tujuh tahun di Fakultas Hukum Universitas Pakuan yang diselesaikannya pada tahun 1991 dengan predikat wisudawan terbaik. Ia menyelesaikan pasca sarjana (S2) di UNTAG Jakarta dengan IPK tertinggi. Sekarang menjalani proses pendidikan Strata 3 di universitas yang sama. Berdasarkan prinsip primus inter pares, maka rekan-rekannya sesama pengacara memercayai Gartono sebagai Sekjen Bogor Lawyer Club (BLC) pada tahun 2000.

Saat kuliah, Gartono adalah seorang aktivis pergerakan mahasiswa yang tidak pernah surut semangatnya. Tahun 1987-1989, Gartono terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa FH UNPAK. Satu tahun kemudian, ia menduduki posisi sebagai Presidium Badan Kontak Mahasiswa se-Jawa Barat dan Koordinator Presidium Senat Mahasiswa UNPAK.

Saat meletus Perang Teluk pada awal tahun 1990-an, Gartono mengibarkan bendera pembelaan terhadap rakyat Irak dengan mengambil posisi sebagai koordinator Komando Solidaritas Indonesia untuk Irak. Dalam rentang waktu 1992-1994, ayah dua putra dan satu putri ini menjadi koordinator Forum Pemurnian Kedaulatan Rakyat Wilayah Jabar dan Koordinator PCPP (Persatuan Cendekiawan Pembangunan Pancasila) Wilayah II Bogor, Gartono juga memegang posisi Ketua DPD GRM (Gerakan Rakyat Marhaen) Jabar.

Minat Gartono sangat luas, termasuk dalam bidang olahraga. Bahkan penggemar musik country ini tidak setengah-setengah dalam menekuni cabang olahraga pencak silat. Terbukti, ia pernah menjadi juara II Lomba Pencak Silat Kelas A se-Bogor tahun 1981. Olahraga renang dan lari pagi merupakan aktivitas yang dijalaninya dengan rutin. Sementara di bidang politik, sebelum menjadi Caleg No 1 DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Matahari Bangsa, Gartono adalah kader utama Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan ia pernah terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor pada tahun 2000. Karakter yang terbuka dan pemberani, sedikit banyak dipengaruhi oleh Bung Karno dan Jenderal Soedirman yang dikaguminya.

Banyak hal yang telah dilakukan Gartono bagi kota Bogor. Ia aktif memantau kinerja birokrat yang diindikasikan terlibat dalam korupsi dengan mendirikan Bogor Corruption Watch (1999). Ia juga melakukan pembelaan terhadap masyarakat miskin melalui LBH Merdeka sejak tahun 1991 yang didirikannya bersama Eggy Sudjana dan Dedi Ekadibrata (mantan tapol). Pada tahun 1998, ketika pengaruh Orba masih kuat mencengkeram, dengan berani Gartono mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor bersaing dengan Kolonel Agus Utara Effendy. Pada tahun 2002, Gartono melakukan gugatan class action terhadap Menag RI Said Aqil Husein Al Munawar sehingga ia dijuluki sebagai Pendekar situs Batutulis. Berdasarkan sepak terjangnya tidak heran bilamana pada tahun 2008 Gartono mendapat apresiasi dari koran Jurnal Bogor dengan anugerah Jurnal Bogor Award.

Gartono sangat mencintai keberadaan Kebun Raya Bogor sebagai ikon kota hujan. Gartono sangat terkesan dengan keindahan dan keasrian Kota Bogor yang sangat klasik seperti pada tahun 1970-an. Kenangan masa kecilnya mengingatkan, di kiri kanan jalan protokol Kota Bogor dipenuhi pohon kenari sebagai peneduh jalan. Namun, sebagai warga Bogor, ia menyayangkan mental masyarakat Bogor yang sangat individualis sehingga dengan mudah ditekan penguasa.

Suami dari Ir. Safni ini berharap Kota Bogor bisa dijadikan kota wisata sejarah dan religi di samping wisata belanja. Selain itu, melihat sarana – prasarana dan SDM yang tersedia, Kota Bogor juga berpoensi untuk menjadi kota pelajar dan mahasiswa. Kunci untuk itu, terletak pada bagaimana kebijakan pengelola Kota Bogor, Pemkot dan DPRD. Mereka harus memiliki rasa cinta pada Bogor dan tidak hanya mencari kekayaan melalui jabatan yang diembannya.

Biodata:

Nama                : Gartono, SH, MH, DR (ip)
Tempat tanggal lahir    : Kota Bogor, 11 April 1965
Pendidikan             :
1.    SD Empang III Bogor
2.    SMP Negeri I Bogor
3.    SMA Muhammadiyah Pekalongan/SMA PGRI Kendal
4.    Fakultas Hukum UNPAK
5.    Pasca Sarjana UNTAG Jakarta
6.    Kandidat Doktor UNTAG Jakarta
7.
Pekerjaan             : Advokat
Organisasi            :
1.    Ketua DPP IKADIN 2007 – 2012
2.    Ketua Dewan Kehormatan DPC IKADIN Kab. Bogor
3.    Ketua Peradi Bogor Raya 2009-2012
4.    Sekjen MPS Gerakan Rakyat Marhaen
5.    Sekjen Komnas Pilkada Independen 2007
6.    Ketua Umum Senat Mahasiswa UNPAK 1987-1989
7.    Presidium Badan Kontak Senat Mahasiswa Jawa Barat 1989

Riwayat perjuangan        :
1.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Petani Cimacam, Korban Lapangan Golf pada tahun (1989-1992)
2.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Korban Waduk Kedungombo pada tahun (1988-1990)
3.    Melakukan Aksi-aksi Pembelaan terhadap Petani Rancamaya, Korban Lapangan Golf pada tahun (1989-1992)

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

No Comments

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA
Managing Associate ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES
Advocate – Legal Consultant – Attorney – Solicitor

Menjadi Kantor Advocate Dengan Reputasi Terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia

Berdiri pada tahun 1993, ALI LEONARDI N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES pada awalnya menangani kasus-kasus pidana dan perdata. Seiring perkembangan dunia usaha maupun reformasi hukum, pelayanan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan klien yang sangat majemuk. Sang pendiri, Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA memutuskan, lembaganya harus memposisikan diri dan memperluas serta meningkatkan bidang pelayanan hukum secara maksimal di seluruh Indonesia.

“Kami melayani client kami baik dari segi pemahaman hukum maupun peraturan di Indonesia sekaligus melakukan perlindungan hukum baik dalam bidang bisnis maupun kepentingan hukum lainnya. Kami, ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES bangga menjadi salah satu kantor Advocate dengan reputasi terbaik di Sumatera Utara dan Indonesia. Di mana kasus-kasus besar yang mendapat perhatian publik di Indonesia selalu ditangani secara professional dan memuaskan,” katanya.

Melalui service dan pendekatan secara personal touch, Ali memberikan kenyamanan dan kerahasiaan klien. Ali senantiasa menjalin kehangatan serta membina hubungan baik dengan klien, sehingga setelah berjalan sekian lama, reputasi dan kepercayaan dari ratusan perusahaan besar dan kecil, baik industri maupun trading berhasil diperoleh.

Klien yang datang ke kantor ALI  LEONARDI  N., S.H., S.E., MBA. & ASSOCIATES, disambut dengan tata ruang modern minimalis. Berbagai elemen tradisional diolah hingga menghadirkan estetika yang unik. Ruang kantor tampak elegan dengan komposisi yang simple, namun unik, apik dan bersih. Dilengkapi dengan full air conditioned plasma lingkungan kantor tercipta suasana yang nyaman dan memanjakan bagi klien.

Selain itu, kantor dilengkapi dengan fasilitas computer, teknologi yang up to date, ruang meeting yang nyaman, dan dukungan Media Digital serta para Advocate dan staff yang ramah, professional dan energik. Sebagai garda depan dalam pelayanan klien, ruang kantor merupakan wadah interaksi antara lembaga dan klien, sehingga sudah selayaknya estetika penampilan interior ruangan diperhatikan. Karena, ruang yang nyaman dan menarik (eye catching), secara psikologis mampu menciptakan kehangatan dan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya.

Sekilas Profile Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA

Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA lahir di Pulau Halang, Kab Bengkalis Riau, 14 Juni 1966. Pengacara handal ini berdarah blasteran Jepang – Chinese dengan marga Nakamura. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada dua bidang sekaligus secara bersamaan, yaitu: S1 Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa Medan tahun 1990 dan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Agung Medan tahun 1990. Sementara Pendidikan S2 berasal dari Pasca Sarjana Ekonomi, Jakarta Institute of Management Studies tahun 1999.

Pendidikan non formal yang diikuti Ali Leonardi N antara lain:
Pendidikan Perbankan tahun 1987
Pendidikan Akuntansi tahun 1983 – 1984
Lokakarya Management Personalia-IPMS tahun 1992
Pelatihan Management Mutu ISO 9000 Series tahun 1997 dan 1998
serta berbagai Seminar Hukum sejak tahun 1985 – sekarang.

Tujuan hidup atau the meaning of life yang dipegang teguh oleh Ali Leonardi N adalah “Tujuan hidup adalah hidup yang punya tujuan agar bermakna dan menjadi berguna untuk orang lain (sosial)”. Sedangkan agar selalu eksis dalam menjalani karier dan profesinya, ia menegaskan perlunya beberapa hal yang harus dikuasai. “Selain kecerdasan akal diperlukan juga kecerdasan emosional dan spiritual, kemampuan beradaptasi, inisiatif, optimisme dan ketangguhan,” ungkapnya.

Ali Leonardi Nakamura mengungkapkan dirinya selalu menerapkan bagaimana berusaha “Merangkul Client menjadi Partner”. Dengan cara dan strategi seperti ini, klien tidak merasa sedang berurusan dengan pengacara secara legal dan formal. Tetapi klien justru berhubungan dengan seorang partner, rekan kerja yang hangat dan ramah sehingga segala problematika yang dihadapinya diutarakan dengan jujur dan menyeluruh, layaknya curhat dengan seorang sahabat. Di dunia kepengacaraan, kejujuran dan keterbukaan klien akan memudahkan pengacara untuk menyusun langkah-langkah pembelaan bagi kliennya.

“Prinsip leadership saya adalah ‘Memanfaatkan kelemahan menjadi kekuatan dengan tidak menjadikan karyawan sebagai Superman tapi menjadi Superteam untuk mencapai tujuan perusahaan’. Adapun visi saya ’Selalu berorientasi pada tujuan akhir terhadap setiap langkah yang dibuat secara optimal dan disiplin, memiliki kendali diri dan sosial. Serta senantiasa belajar dari lingkungan dan selalu ambil hikmahnya atau positif thinking,” tandasnya.

Para Advocate maupun staff yang tergabung di ALI  LEONARDI  N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES adalah Advocate yang mempunyai dedikasi dan keahlian sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Klien dapat berkonsultasi langsung dengan para advocate maupun staff kami serta dapat juga mempergunakan akses yang dimiliki oleh TEAM kami secara proporsional dan professional,” tegasnya.

Berikut ini daftar Associate yang tergabung dalam ALI LEONARDI N., SH, SE, MBA & ASSOCIATES:
Ali  Leonardi  N., S.H., S.E., MBA.
Karle Sitanggang, S.H.
Pramudya Eka Wijaya Tarigan, S.H.
Budi Abdullah, S.Ag., S.H.
Johan, S.H., M.M., M.H.
Erly Marliah, S.H.
Nurafni, S.E.
Hamsan Siregar, S.Pd.
Vera Adrian S., S.H.

Organisasi dan Badan Hukum

Ketua Umum    : Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Sumatera Utara Periode tahun 1997 s/d 2003
Wakil Ketua: Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara Patriot Bela Bangsa (PBB)
Wakil Ketua: Ikatan Alumni Universitas Dharmawangsa (IKADHA) periode 2000-2003 dan periode 2003 s/d sekarang
Ketua Bidang Hukum: Partai Demokrasi Perbaruan DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum : Patriot Bela Bangsa DPD Sumatera Utara
Ketua Bidang Hukum: AR Center Calon Walikota Medan Period ke 2 tahun 2005
Dewan Pakar: Pujakesuma DPD Medan
Ketua Bidang Hukum: Yayasan Rokan Jaya
Pengurus: Lion Clubs Medan Metropolitan periode 2008 – 2009 Charter 3rd Vice President
Ketua Bidang Hukum: Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) cabang Medan
Komisaris Utama: – PT. Kharimantara Indonesia: – PT. Cimeric Indonesia – PT Digital Media Indonesia
Wakil Ketua Medan Lawyers Club periode 2011 – 2015

Pengalaman Penanganan Perkara

Penanganan kasus-kasus PT. Adam Skyconnection Airlines (Adam Air) secara Nasional di  seluruh Cabang di Indonesia)
Kasus PHK massal PT. Cakra Compact (PMA Singapore) – Medan
Kasus PHK massal PT. Healthcare Glovindo (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Fulijaya toothbrush Indonesia (PMA Malaysia) – Medan
Kasus PHK massal PT. Baja Utama Wirasta Inti (BUWI Group)  – Medan
Kasus PHK massal PT. Indotechno Multi Industri – Tanjung Morawa
Kasus Narkoba, Graham CP (WN Australia)
Kasus Pemalsuan Merek Tanaka & Precision Tooling, PT. SCM (Jakarta, Manado, Gorontalo, Ngawi, Gombong, Jambi)
Kasus Penikaman di Palladium Plaza – Medan
Kasus Pembunuhan Pengusaha Muda di Capital Building – Medan
Kasus Tanker Terbakar di Sungai Siak dan KM Intan 9 – Pekanbaru
Kasus Palang Merah Perancis  (French Red Cross) di Aceh
Kasus Perceraian BRIAN DW, WN Australia
Kasus Sengketa Tanah CV. Paluh Jaya – Paluh Kurau Hamparan Perak
Kasus Sengketa Tanah dan Rumah,  di Kompleks Jati – Medan
Kasus Trafficking Jaringan International  di Rohir – Bagansiapiapi
Kasus Sengketa Tug Boat WN Singapore

“Saat ini, ALI LEONARDI N, SH, SE, MBA & ASSOCIATES merupakan Legal Consultant atau Penasehat Hukum Tetap bagi 200 perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Trading, Industri, PMA, PMDN di berbagai daerah, seperti di Pulau Jawa -Jakarta, Tangerang, Sumatera Barat  – Padang, Kepulauan Riau, Pekan Baru – Dumai dan Bagan Batu, Sumatera Utara – Medan, Tanjung Morawa, Binjai, Stabat, Pangkalan Berandan, dan Langkat,” kata Ali Leonardi Nakamura, SH, SE, MBA seperti email-nya kepada PPBI.

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

No Comments

Ir. Hj Soepariyani Santoso Dharmoprodjo

Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia

Mempertahankan Perusahaan Sebagai Kebanggaan Keluarga

Memiliki perusahaan, bagi keluarga adalah sebuah kebanggaan. Selain memberikan kehidupan yang lebih baik, perusahaan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Bagi pemilik usaha, mewariakan perusahaan bagi anak dan cucunya juga menjadi fenomena tersendiri. Karena dengan tetap berjalannya perusahaan, masa depan keluarga terjamin.

”Perusahaan yang didirikan oleh suami ini merupakan kenangan dari suami sekaligus kebanggaan saya. Makanya saya berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keberadaannya. Dahulu pernah beberapa tahun merugi, tetapi saya tetap bertahan. Hingga sekarang, saya melibatkan anak dan cucu saya untuk mengelola perusahaan,” kata Ir. Hj soepariyani santoso Dharmoprodjo, Presiden Direktur PT Hobson Interbuana Indonesia.

Perusahaan yang didirikan oleh sang suami, Ir. Santoso Dharmoprodjo tersebut kemudian berkembang pesat. Dari warkshop pada tahun 1998. kemudian tumbuh besar menjadi pabrik pada tahun 1991. Saat itu, perusahaan yang bergerak di agricultur tersebut baru berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas Produk-produknya.

Sayangnya, sebelum bisa melihat usaha yang dirintisknya berhasil, Ir. Santoso meninggal dunia. Ia meninggalkan Istrinya yang baru saja bergabung di perusahaan sebagai direktur komersil setelah pensiun dari PN Dharma Niaga. sebagai ”pewaris” tunggal PT. Hobson, Nani panggilan akrabnya bukan berdiam diri menagisi nasibnya. kepergian suaminya menjadi pelecut semangat untuk terus mengembangkan perusahaan yang baru saja berdiri tersebut.

”Saya termasuk perempuan beruntung di zaman itu. karena Mas Santoso tidak pernah mengekang saya mengembangkan karier. tahun 1969-an, saya dibebaskan untuk keluar negeri seorang diri. baliau tidak pernah iri kalau karier saya lebih maju. mas Santoso selalu mendorong saya,” kisahnya.

memperoleh dorongan dari almarhum suaminya, Nani semakin bertekad memajukan perusahaan. apalagi tidak beberapa lama, perusahaan mendapat proyek pengembangan Pupuk Mikroba Multi Guna (PPMG) Rhizo-Plus kerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK ( Riset Unggulan Kemitraan) yang dibiayai dengan dana Rp. 2 Miliar. Pembiayaan proyek tersebut meruipakan patungan antara DRN
(Dewan Riset Nasional) dengan PT. Hobson Interbuana Indonesia.

setelah kertjasama tersebut, lanjut Nani, PT. Hobson Interbuana Indonesia semakin berkembang. beberapa penelitian budidaya kerjasama dengan IPB untuk menghasilkan produk pupuk mikroba menunjukkan hasil yang memuaskan. penggunaan pupuk mikroba pada tanaman padi, kedelai, jagung dan lain-lain memberikan gambaran yang menyakinkan tentang masa depan pertanian Indonesia. Tak ayal lagi, pemasaran produk-produk perusahaan pun meningkatkan drastis.

”Sekarang pabrik sudah bagus dan lumayan. apalagi di era sekarang ini, dengan internet dan telepon, banyak orang-orang yang membutuhkan cukup mengangkat telepon saja. pemasaran kami pun sudah mencapai seluruh Indonesia dengan karyawan yang cukup banyak, sebagian besar perempuan. Pokoknya, saya sangat bersyukur, karena kehidupan saya menjadi sangat baik saat ini,” tegasnya.

Perempuan dengan filosofi ”Menebarkan Kasih Sayang Bagi Sesama” ini, menempatkan orang-orang terdekatnya untuk bersama-sama mengelola perusahaan. Mulai anak, menantu hingga cucu yang memiliki kemampuan diajak membantu memajukan perusahaan. ”Salah satunya, adalah cucu dari anak ketiga yang lulusan ITB. Dialah yang memperbaharui mesin-mesin kami sehingga produksi menjadi efektif. kemudian anak pertama menjadi Direktur Keuangan dan dibantu oleh beberapa cucu yang lain,” tuturnya.

Motivasi Kebenaran

Perempuan kelahiran Bojonegoro, 24 Juli 1931 ini mengisahkan bagaimana dirinya mengasah kemampuan. Semenjak lulus dari Teknik Kimia, ia bekerja di Piterschoen & Son, sebuah pabrik cat dari tahun 1961-1967. setelah itu, ia kemudian pindah bekerja disebuah perusahaan BUMN milik Departemen Perdagangan, Dharma Niaga dari tahun 1967 sampai tahun 1988.

”Masuk pertama kali sebagai General Manager dan pensiun sebagai Direktur dan komersial pada tahun 1988. Setelah itu, saya diminta untuk membantu Mas Santoso di perusahaan yang didirikannya, PT. Hobson ini. Dalam menjalankan aktivitas, saya selalu termotivasi bahwa kalau orang lain bisa kenapa saya tidak. selama itu benar, saya pasti akan menjalaninya,” kisah ibu enam anak ini.

Namun, berbeda dengan sang suami yang Workaholic, Nani lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan dirinya. Ia tidak ingin seperti suami yang dicintainya, tidak memikirkan kondisi badannya dalam mengurus pekerjaan. Nani ingat bagaimana suaminya setiap hari hilir mudik antara Jakarta-Puncak untuk mengurus pabrik sehingga mengabaikan kesehatannya sendiri.

”Akibatnya, ketika perusahaan mulai maju, Bapak kesusu meninggal sehingga saya yang meneruskan. Tetapi apapun itu, saya sangat bangga bisa meneruskan apa yang dicita-citakannya. Sehingga seluruh keluarga pada meledek saya sebagai Dirut Hobson. Ini kan sebagai kenang-kenangan dan peninggalan dari Mas Santoso Sehingga harus diteruskan dan dilestarikan. Apalagi, prospek kita juga bagus dan semakin maju terus,” ungkapnya bangga terhadap sang suami yang sama-sama lulusan Teknik Kimia.

Karena sama-sama memiliki latar belakang Teknik Kimia, jelas Nani, suami dan dirinya saling memahami satu sama lain. Mereka berdua setiap saat melakukan diskusi dan sharing mengenai pekerjaan masing-masing. Dari situ, lahirlah ide-ide, kebijakan, pembagian tugas dalam keluarga, strategi perusahaan dan lain-lain.

Sebagai wanita karier, Nani mengajarkan kepada keenam anaknya untuk hidup mandiri. Kepada mereka, ia mengajarkan bahwa kepergiannya keluar rumah adalah bekerja demi kehidupan keluarga sehingga tidak bisa mengurus anak-anaknya dengan sempurna. ”Bahkan, pada saat wisuda anak pertama saya tidak hadir karena harus pergi untuk menandatangani kontrak. Jadi yang datang hanya bapak sama anak kedua saja,” kisah putri kedua dari empat bersaudara pasangan Soeyitno (Alm) dan Hj. Amini Soeyitno ini.

Di sisi lain, ia juga mempunyai seorang suami yang sangat sederhana, tidak konsumtif dan pekerja keras. seperti dituturkan oleh putri keempat yang menyatakan bahwa sang ibu dimanjakan oleh lingkungan. Yakni suami yang sangat mengerti dan toleran atas segala kegiatan-kegiatannya dan anak-anak yang sangat mandiri. Kedua hal tersebut membuat ia berkembang menjadi wanita karier yang profesional tanpa harus terbebani pemikiran keluarga.

”Kami, anak-anaknya semua mandiri dan tidak manja karena sadar kalau ibu bekerja untuk kita. Jadi meskipun tidak mengurusi kita seperti ibu-ibu yang lain, tetapi ibu bekerja untuk kita. Sementara ayah mengajarkan kesederhanaan dan tidak konsumtif, diiringi kerelaan untuk melepas ibu bekerja di luar rumah.

Sekilas PT. Hobson Interbuana Indonesia

Tertantang untuk berkarya serta komitment pada pembangunan bidang pertanian, pertengahan tahun 1988, Bapak Ir. Santoso Dharmoprodjo (Alm) memprakarsai pendirian sebuah usaha. Tujuan pendirian perusahaan tersebut adalah untuk melayani berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan proses pembangunan pertanin.

Bersama 21 industri lainnya, pabrik Zat Pengatur Tumbuh tanaman diresmikan pendiriannya oleh presiden Soeharto pada tanggal 21 Maret 1991 bertempat di pabrik pupuk PT Kujang. Secara histories, pabrik zat pengatur tumbuh tanaman dengan merek Hobsanol merupakan andalan utama usaha.

Namun, dalam perjalanannya seiring dengan kegiatan diversivikasi usaha, dari PT Hobson Interbuana Indonesia kemudian lahir satu produk unggulan lainnya. Produk Pupuk Mikroba Multi Guna (PMMG) dengan brand “ Rhizo-Plus” tersebut merupakan hasil kerjasama kemitraan dengan Balitbio Bogor dalam rangka pelaksanaan RUK (Riset Unggulan Kemitraan) yang didukung oleh DRN (Dewan Riset Nasional) memiliki performance dan efikasi yang bagus serta memiliki prospek pemasaran yang sangat cerah.

Pada tahun 1997, perusahaan mendapat kepercayaan dari pemerintah/Dirjen Tanaman Pangan untuk mensuplai Rhizo-Plus bagi proyek Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu Pembinaan Tanaman Pangan dan Horlikultura (P2RT-PTPH) di 24 provinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia seluas 273.013 Ha.

Badan Hukum

Oleh para pendirianya, usaha ini diberi badan hukum dengan nama PT Hobson Interbuana Indonesia yang diserahkan oleh notaris Soetomo Ramelan, SH pada tahun 1988. Pada tanggal 26 juli 1988, PT Hobson Interbuana Indonesia mempunyai pengesahan sebagai Badan Hukum berdasarkan keputusan Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Depkeh dengan nomor C2-6182-HT0101

Visi dan Misi PT. Hobson Interbuana Indonesia

Visi
Terbangunnya masyarakat pertanian indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing dan akrab lingkungan sebagai dasar bagi terbangunnya sistem ekonomi kerakyatan

Misi
Meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang akrab lingkungan dan berkelanjutan
Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui pengembangan industri hilir
Mendukung peningkatan daya saing nasional melalui sektor pertanian yang berdimensi kerakyatan dan tanggap terhadap dinamika perubahan
Membangun kehidupan sektor pertanian yang adil, sejahtera dan maju

Produk PT. Hobson Interbuana Indonesia

Prduk awal dari perusahaan adalah ZPT Hobsanol 5 EC dengan keunggulan komparatif dibandingkan produk yang sudah ada. Hobsanol 5 EC adalah zat pengatur tumbuh yang mampu dan efektif menstimulasi pembentukan dan meningkatkan hormone tanaman seperti Auksin, Sitokinin,  Etilin, Giberilin maupun enzim-enzim lainnya. Hobsanol 5 EC bukan hormone, tetapi bila diaplikasikan pada tanaman akan merangsang aktivitas pembentukan hormon alami.

Penggunaan Hobsanol 5 EC terbukti meningkatkan produksi padi 15-31%, kedelai 20-30%, cabai 20%, teh 30-40% dan masih banyak lagi. Dari bahan  aktif Triacontanol, PT Hobson Interbuana Indonesia mengembangkan produk pupuk pelengkap cair ( PPC ) dengan nama Nutrisanol. Produk ini merupakan formula Hobsanol 5 EC yang diencerkan menjadi 10 kali lipat dan diperkaya dengan unsur hara makro nitrogen dan kalium serta unsur mikro Zn dan Ca.

PT. Hobson Interbuana Indonesia telah mampu memproduksi sendiri Zat Pengatur Tumbuh Hobsanol 5EC dngan bahan baku asli indonesia dengan kandungan bahan aktif yang lebih tinggi dari pada bahan ex impor. Dengan demikian, seluruh teknologi produksi Hobsanol 5 EC mulai dari pembuatan bahan aktif, formulasi sampai dengan pengendalian mutu sudah dapat dikuasai sepenuhnya oleh tenaga ahli PT. Hobson Interbuana Indonesia.

PT. Hobson Interbuana Indonesia kemudian mengembangkan Pupuk Mikroba Multiguna Rhizo – Plus. Pupuk mikroba ini merupakan pupuk hayati mengandung beberapa jenis dan strain mikroba unggul, yang efektif bersifat multiguna dan mempunyai adaptasi yang luas. Pupuk mikroba multiguna Rhizo – Plus merupakan pengembangan dari inokulum Rhizobium komersial yang teleh ada, terdiri dari beberapa janis mikroba efektif multiguna asal indonesia dan terpilih hasil seleksi intensif terhadap kemampuannya mengikat N-udara, melarutkan fosfat dari kompleks Ca-Pada dan AI-P, serta toleransinya terhadap kondisi mencekam kemasaman AI dan kekeringan.

Jacob Jack Ospara, M.Th

No Comments

Jacob Jack Ospara, M.Th
Anggota DPD Provinsi Maluku

Mengajak Rakyat Maluku Bersama-sama Membangun Bangsa

Kalau ada yang melenggang ke Senayan bukan untuk mencari uang, Jacob Jack Ospara, M.Th adalah orangnya. Karena sebagai senator anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Maluku, sangat memungkinkan untuk menggelembungkan pundi-pundi uangnya.

Sebaliknya yang dilakukan Jack –sebutan akrab baginya- adalah tetap menjaga dan melindungi idealismenya yang ditawarkan saat kampanye pemilihan senator, yakni dengan menyuarakan jeritan hati rakyat Maluku yang meskipun sudah 64 tahun bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Pembangunan baik yang dilakukan pemerintahan Orde Baru maupun Reformasi belum dapat menjawab realitas dan pergumulan rakyat Maluku.

Menurut Jack, dalam kampanye pemilihan, ia tidak menyuruh rakyat untuk memilih dirinya, tetapi mengajak rakyat untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara dengan segala sumber daya yang mereka miliki untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang sejahtera dan berkeadilan.

Jack merasa apa yang dilakukan wakil rakyat sekarang –baik di DPR maupun DPD- mengagung-agungkan ungkapan “vox populi vox dei”. Ungkapan yang berarti suara rakyat suara Tuhan yang sering diteriakkan saat kampanye tersebut, dipandang sinis olehnya. Bagi Jack, ungkapan tersebut hanya slogan belaka karena dipakai untuk memobilisasi massa dan merangsang semangat rakyat pemilik hak suara. Namun, segera setelah berhasil duduk sebagai anggota dewan yang terhormat mrg dengan serta merta menafikan kepentingan rakyat dan lebih mengutamakan kepentingan keluarga, kelompok atau golongan masing-masing.

Lembaga legislatif yang seharusnya berfungsi sebagai alat kontrol pemerintah dalam menyusun dan membuat kebijakan semakin mudah ditawar dan dikendalikan. Hal inilah yang bagi kalangan LSM, media dan pengamat politik yang kritis menjuluki lembaga legislatif sebagai “tukang stempel”, akibat mereka sering meloloskan kebijakan-kebijakan yang tidak humanis dan pro rakyat.

“Negara kita dalam keadaan sakit, baik mental maupun moral. Sebagian besar dari kita sudah kehilangan sense of crisis dan cinta kasih kepada bangsa dan negaranya. Banyak dari mereka yang telah mengubah jubah dan singgasananya sebagai wakil rakyat serta melupakan khittah kemanusiaannya. Mereka menjadi seperti serigala-serigala politik yang hanya mengandalkan kekuatan, tidak ada nurani, tidak ada akal sehat, bahkan tak peduli yang kuat itu lacur. Mereka tidak lagi peduli pada kepentingan rakyat jelata yang hampir sebagian besar masih berkutat dengan masalah perut,” ujarnya.

Jack Ospara terpanggil untuk mengabdikan diri berbekal pengalaman dan ilmu pengetahuan yang sudah dialaminya selama puluhan tahun. Pengabdian dan perhatiannya yang sangat besar terhadap tanah leluhur itulah yang mengantarkannya menjadi seorang wakil rakyat utusan daerah atau anggota DPD-RI. “Saya hanya mengemukakan apa yang terbaik untuk dilaksanakan di negeri ini. Sesuai dengan visi saya, Menjadi Wakil daerah yang dapat dipercaya, Jujur, Terbuka, Memperjuangkan Pembangunan Daerah yang Adil dan Bermartabat bagi Kesejahteraan Masyarakat Penghuni Wilayah Seribu Pulau, Berdasarkan Kasih,” imbuhnya.

Menurut Jack Ospara, ada empat macam kasih yang mendasari kondisi tersebut. Yakni kasih Agape yang merupakan kasih tanpa syarat dan sanggup berkorban untuk sesama. Artinya dalam membantu tidak boleh membeda-bedakan agama, suku atau ras. Kasih agape adalah cinta kasih pemberian Tuhan yang paling hakiki.

Kedua adalah kasih Eros, yakni kasih yang dilandasi nafsu seperti keindahan, kekayaan, kecantikan dan lain-lain yang mengandung unsur kenikmatan di dalamnya. Ketiga adalah kasih Filos yakni filosofi, mengasihi dan mencintai teman. Keempat adalah kasih Storgos, yakni kasih yang memiliki ikatan yang erat seperti antara kasih orang tua.

“Ketiga kasih –Eros, Filos dan Storgos- tidak memiliki kekuatan penghubung relasi antar manusia dalam keluarga dan masyarakat bila tidak diikat dengan Agape. Tanpa kasih Agape, akan sulit membangun kebersamaan, persaudaraan, pertemanan dan kesesamaan dengan orang lain. Ini artinya bahwa kalau mau mengasihi rakyat Maluku ya harus mencintai Maluku. Mau membangun Indonesia ya harus mencintai rakyat Indonesia,” tegasnya.

Belajar, Belajar dan Belajar

Menurut Jacob Jack Ospara, M.Th., ketertarikan untuk terjun memperjuangkan suara rakyat Maluku telah terasah dan terbentuk karena keyakinan pada agama yang dianutnya. Dalam ajaran Kristen, kasih Agape Tuhan Yesus mengasihi setiap orang tanpa memandang agama, suku atau ras. Bahkan bila dalam gereja dibentuk apa yang disebut sinode dalam organisasinya, itu mengisyaratkan semua elemen; para pendeta, tua-tua, maupun anggota jemaat, wajib berjalan bersamaan, bergandengan tangan melayani, mengasihi dan berbuat sesuai karunia Tuhan memlihara dan mempertahankan kehidupan manusia dan masyarakat.

“Sinode berasal dari dua kata Yunani ‘sun’ artinya bersama-sama dan ‘nodes’ yang berarti jalan. Sinode atau ‘sunnodos’ artinya semua warga gereja berjalan bersama-sama dan melayani bersama. Tahun 1974 saya diangkat sebagai Sekretaris Departemen yang membidani pendidikan, penanganan pembangunan dan kesejahteraan sosial. Penerjemahan tugasnya mengarah pada manajemen pembangunan yang menggabungkan teologi dan masalah-masalah sosial yang berkembang di masyarakat. Realisasi dari karya Tuhan itu harus diwujudkan tidak hanya di rumah namun juga di masjid, gereja, rumah sakit, dan lain-lain,” tandasnya.

Jack adalah orang pertama, pada tahun 1975 yang menggagas pembentukan organisasi persatuan gereja rakyat Maluku. Untuk keperluan itu ia mengundang istri Menhan/Pangab RI, Ibu Yohanna Nasution dan Ibu Sri Sudarsono (adik BJ Habibie) ke Ambon untuk melihat dan bersentuhan langsung dengan realitas kehidupan rakyat Maluku.

Kepada mereka Jack menjelaskan bahwa kondisi susah yang dialami tersebut tidak pandang agama. Penganut agama Kristen, sama-sama menderita seperti saudara-saudaranya yang beragama Islam. Begitu juga sebaliknya, kondisi umat Muslim pun tidak jauh berbeda. Ini menjadi bukti bahwa Tuhan tidak pernah membedakan manusia, hanya manusia sendiri yang mengkotak-kotakkannya.

“Yang namanya kelaparan, kemiskinan tentunya dapat terjadi oleh semua umat manusia, tidak ada perbedaan agama baik Kristen, Muslim, Hindu, Budha, tidak juga ada pembedaan ras tionghoa, kulit hitam, Asia, Eropa dan lain-lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masalah kemanusiaan itu sifatnya universal, kelaparan, kemiskinan, kemelaratan, penderitaan karena konflik dapat terjadi dan dialami oleh semua lapisan masyarakat. Namun, dibalik semua itu bahwa orang yang memaknai dan memahami agama secara baik tidak akan terjebak dalam fundamentalisme agama dan primordialisme yang kebablasan,” kata murid ulama besar Buya Hamka ini.

Jack yang berkawan karib dengan pemikir Islam Indonesia, almarhum Nurcholis Madjid ini memberikan ajaran kepada generasi muda untuk terus belajar dan tidak pernah berhenti menjadi manusia pembelajar. Dengan mempelajari segala hal, baik formal, informal dan mengacu pada pengalaman di masyarakat generasi muda akan memperoleh bekal yang baik untuk kehidupannya sendiri. Kalau itu yang terjadi maka bangsa Indonesia sendiri sangat beruntung memiliki generasi muda yang bermutu untuk memperbaiki kondisi sekarang.

“Pesan saya kepada generasi muda hanya satu, yakni belajar, belajar dan belajar. Belajar baik secara formal, informal dan pengalaman di masyarakat. Karena apa, hanya dengan belajar kita bisa membentuk diri kita sebagai pribadi yang baik. Setiap peristiwa yang dialami adalah kesempatan yang baik untuk belajar. Mengenal orang dari berbagai suku dan agama adalah pengalaman yang baik,” ujarnya.

Sekilas Jacob Jack Ospara

Jacob Jack Ospara lahir di Nuwewang, 18 Mei 1947, dari pasangan Hosea Ospara dan Isabela Lepit. Kehidupan pedesaan di perbatasan wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya dan wilayah Timor Leste membuat “blue print” tentang kehidupan marginal yang dialami manusia terpatri abadi dalam pikirannya. Spirit untuk memerangi perlakuan diskriminatif tersebut kemudian mewarnai perjalanan hidup ayah tiga anak Maya, Hoberth dan Ari hasil perkawinannya dengan Maria Itje Wenno tersebut.

Meskipun orang tuanya hanya mengenyam pendidikan sampai kelas III Sekolah Rakyat (Volks School), namun tidak menyurutkan niatnya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi putranya. Maka ketika berumur enam tahun, Jack bersekolah di SR GPM Nuwewang dan dilanjutkan ke SMP Negeri Wonreli, Pulau-Pulau Kisar. Di sini pula, pemikiran-pemikiran Jack semakin terasah. Pergaulannya yang luas dengan pemahaman terhadap dan pengenalan terhadap adat istiadat, bahasa dan budaya daerah lain menjadi dasar pembentukan kepribadiannya.

Jack yang semasa sekolah tidak dibiayai orang tua justru tidak merasa miris, bahkan sebaliknya hal tersebut menjadi semangat baginya untuk tetap berdaya hidup. Dalam proses panjang kehidupannya, secara sadar ia mengakui bahwa karakter kebangsaan dan kepribadiannya tidak lepas dari peran serta tiga orang polisi dengan latar belakang dan budaya berbeda yang ikut membiayai sekolahnya.

Proses pembentukan kepribadian itu semakin terlihat ketika Jack meneruskan sekolah di SMA Negeri 2 Ambon tahun 1963-1966. Gejolak politik tanah air terkait adanya perjuangan pembebasan Papua (Irian Barat waktu itu) dengan Trikora serta penumpasan pemberontakan PKI, semakin memotivasi semangat kebangsaannya. Ia aktif kegiatan sosial politik yang dikoordinir oleh organisasi-organisasi yang bersifat nasional seperti GSKI (Gerakan Siswa Kristen Indonesia). Jack juga aktif melakukan dialog intensif dengan siswa-siswa yang tergabung dalam GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia).

Masa SMA yang penuh pergolakan untuk mempertahankan eksistensi Negara Indonesia dari rongrongan PKI ditutup Jack dengan meneruskan pendidikan seperti yang dicita-citakannya, menjadi Pendeta. Di sisi lain, ia sebenarnya juga terpanggil untuk mengabdikan diri pada nusa dan bangsa dengan mengikuti wajib militer sukarela. Namun, setelah melalui perenungan yang dalam, cita-cita masa kecilnya lebih kuat memanggil. Jack kemudian meneruskan kuliah di Institut Teologi Gereja Protestan Maluku tahun 1967. Dua tahun kemudian, Jack dikirim ke Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya.

Semasa mahasiswa, Jack Ospara adalah aktivis yang banyak melakukan kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan dengan sikap yang militant. Ia bahkan menjadi anggota Dewan Mahasiswa dan aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Ambon. Saat kuliah di STT Jakarta, Jack juga menjadi anggota Dewan Mahasiswa di kampus tersebut. Pada kesempatan inilah ia berkesempatan untuk melakukan dialog intesif dengan mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Pancasila, Universitas Kristen Indonesia, STTF Driyarkara dan SAIN Syarief Hidayatullah. Aktivitas inilah yang mempertemukannya dengan Prof. DR. Hamka dan Nurcholis Madjid, dua sosok pemikir Islam terkemuka Indonesia.

“Pengalaman tersebut telah memperkaya sekaligus memperluas wawasan saya. Ini sangat berguna ketika saya menjabat di Gereja Protestan Maluku dan mengabdi di tengah masyarakat. Karena saya harus berhubungan dengan berbagai kalangan dalam lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas Jacob Jack Ospara, M.Th:

⦁    Pendiri Musyawarah Perguruan Swasta (MPS) Daerah Maluku (tahun 1971)
⦁    Pendiri Badan Koordinasi Kegiatan Masyarakat Kesejahteraan Sosial Provinsi Maluku
⦁    Pendiri Yayasan Bina Asih Leleani Ambon (tahun 1983)
⦁    Aktif menjadi Pengurus Pusat SOIna (Special Olympics  Indonesia) sebagai Sekretaris Jenderal (2006-sekarang)
⦁    Aktif di bidang Pendidikan Kristen sebagai Ketua III Majelis Pendidikan Kristen seluruh Indonesia
⦁    Ketua FKKFAC Provinsi Maluku (tahun 2006-sekarang) dan Penasehat HWPCI Provinsi Maluku (tahun 2007-sekarang)
⦁    Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Provinsi Maluku (tahun 1998 – sekarang)
⦁    Pekerjaan di gereja dan Perguruan Tinggi
1.    Pendeta/Penghentar Jemaat GPM di Saparua Tiouw (1973-1974)
2.    Sekretaris Klasis GPM PP Lease (1974-1975)
3.    Sekretaris Departemen Diakonia/Anggota Badan Pekerja Sinode GPM (Masa Bhakti 1974-1976 [1982])
4.    Wakil Sekretaris Umum BPH Sinode GPM (tahun 1982-1986)
5.    Sekretaris Umum BPH Sinode GPM (tahun 1986-1990)
6.    Dosen Fakultas Filsafat UKIM Ambon (tahun 1990 – sekarang)
7.    Pendiri dan Pimpinan Lembaga Kesejahteraan Anak dan Keluarga Inahaha (tahun 1983-1990)
8.    Dosen Agama Kristen pada FKIP Unpatti Ambon dan PGSLP Ambon (1977-1988)
9.    Penyuluh Agama Kristen di Lingkungan Bidang Bimas Kristen Kanwil Depag Provinsi Maluku (1976-1986)
Setelah terpilih sebagai Anggota DPD Provinsi Ambon, Jacob Jack Ospara berkomitmen untuk membangun daerah dan masyarakat Maluku dengan mengedepankan Visi dan Misi, yaitu:

Visi
Menjadi Wakil daerah yang dapat dipercaya, Jujur, Terbuka, Memperjuangkan Pembangunan Daerah yang Adil dan Bermartabat bagi Kesejahteraan Masyarakat Penghuni Wilayah Seribu Pulau, Berdasarkan Kasih

Misi
1.    Memperjuangkan pemanfaatan sumber daya manusia (human resources) dan sumber daya alam (natural resources) guna mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
2.    Mengawal implementasi yang konsisten dan konsekuen semua perundangan dan peraturan negara guna menjamin pembangunan berbagai sektor berlangsung dengan transparan, akuntabel dan berkesinambungan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat
3.    Memperjuangkan terwujudnya otonomi khusus bagi Maluku sebagai Provinsi Kepulauan yang memiliki karakteristik laut – pulau
4.    Memperjuangkan pengamalan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai Falsafah Hidup bangsa Indonesia serta penyelenggaraan negara berdasarkan UUD 1945 secara fleksibel, dengan memanfaatkan kearifan lokal (local wisdom) sebagai pengejawantahan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat
5.    Memperjuangkan terbukanya komunikasi sosial, politik dan kemasyarakatan antara pemerintah pusat dan daerah serta menjamin tetap tumbuhnya iklim demokrasi yang memungkinkan aspirasi daerah dan wilayah dihormati, dihargai serta diwujudkan dengan adil dan transparan.

Ir. Sanjaya Aryatnie

No Comments

Ir. Sanjaya Aryatnie
Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Sukses Tidak Lahir dari Kebetulan dan Keberuntungan

Setiap kesuksesan yang berhasil diraih seseorang, pasti melahirkan kekaguman bagi orang lain. Kesuksesan akan menginspirasi orang lain untuk mencapai prestasi serupa meskipun dengan cara yang berbeda. Karena sebuah kesuksesan tidak bisa diraih begitu saja tetapi memerlukan perjuangan dan kesabaran untuk mewujudkannya.

“Kami senantiasa berkomitmen menjunjung tinggi dan meyakini bahwa sebuah sukses lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yang matang, kerja keras, keuletan disertai dengan niat baik dan kejujuran,” kata Ir. Sanjaya Aryatnie, Presiden Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara.

Komitmen seperti itulah yang menjadikan perusahaan miliknya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara melangkah maju. Perusahaan memperoleh kepercayaan yang luas di kalangan pengusaha dari seluruh Indonesia. Terutama dalam menangani proyek-proyek milik para pengusaha tersebut di Medan, Sumatera Utara. Adapun proyek-proyek yang ditangani EKK Nusantara adalah proyek basement, rumah tinggal, Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah, pabrik/gudang, tower konstruksi baja, jembatan timbang & girder crane, silo dan pekerjaan tanah; cut and fill.

Awal pendirian perusahaan, jelasnya, berlandaskan pengalaman sebagai sarjana Teknik Sipil dari Universitas HKBP Nommensen tahun 1989. Selama enam tahun, ia berpengalaman sebagai pelaksana pemborongan pekerjaan interior dan rumah tinggal di Medan dan sekitarnya. Setelah merasa memiliki bekal yang cukup –ia juga berpengalaman sebagai guru- pada tahun 1996, ia mendirikan PT Erakarya Konstruksi Nusantara. Perusahaan kontraktor ini bergerak di bidang struktur beton, struktur baja dan pemancangan.

“Dengan didukung peralatan kerja dari alat berat berupa excavator, dump truck, derek tadano, mesin pancang hydraulic pressing system serta alat-alat pendukung lainnya, perusahaan mendapat kepercayaan dari kalangan pengusaha. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik ini. Semoga segalanya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan selalu dalam sentuhan kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Menjadi Guru

Ir. Sanjaya Aryatnie tidak serta merta memiliki perusahaan kontraktor seperti sekarang ini. Perlu perjuangan dan upaya sungguh-sungguh untuk merintis karier yang membawa kesuksesan seperti sekarang. Berbagai profesi pernah ditekuni oleh pengusaha penganut Buddha yang taat ini.

“Saya berangkat dari bekal menjadi guru. Lalu mencoba joint usaha dengan dua teman kuliah. Tetapi pada pertengahan tahun 1989 saya keluar dan berangkat menuju Jakarta. Tujuan saya untuk bekerja dan menetap di ibukota,” katanya.

Namun, baru beberapa hari di Jakarta salah seorang pemilik rumah meneleponnya. Pemilik rumah tersebut memberikan kesempatan pekerjaan untuk membangun rumahnya di Medan. Padahal saat itu, Sanjaya sudah sampai pada taraf interview di sebuah perusahaan terkenal. Setelah berdiskusi dengan seorang teman yang belakangan menjadi istrinya, ia membatalkan interview dan bertolak ke Medan.

“Dorongan dari calon istri membuat saya tidak ragu kembali ke Medan untuk menemui pemilik rumah tersebut. Hebatnya, beliau tambahkan lima juta lebih besar dari tawaran salah satu kontraktor ternama di Medan, sambil berpesan yang penting rumahnya dikerjakan dengan baik. Ini benar-benar luar biasa dan sungguh merupakan anugrah dari Tuhan yang luar biasa,” kisahnya.

Pada saat memasuki tahap pembangunan rumah tersebut, Sanjaya banyak dikenalkan dengan rekan-rekan bisnis pemilik rumah tersebut. Hal inilah yang menjadi titik terang perjalanan bisnisnya berawal. Satu demi satu rekan bisnisnya mempercayakan pembangunan maupun renovasi rumah tinggal mereka kepada Sanjaya. “Memasuki tahun 1996, mulai ada tawaran membangun gudang maupun perbaikan pabrik-pabrik.  Saya berpikir agar bisa berkembang dengan baik dan lebih dipercaya, maka saya membuka perusahaan dengan nama PT. Erakarya Konstruksi Nusantara,” tegasnya.

Setelah mempunyai wadah sendiri berupa PT Erakarya Konstruksi Nusantara, Sanjaya merasa semuanya berjalan dengan baik.  Agar memperoleh lebih banyak pekerjaan, ia bekerja sama dengan meminta bantuan beberapa pegawai Tatakota Medan yang dikenalnya. Ia meminta informasi mengenai nama dan alamat para pemohon IMB yang masuk ke kantor tersebut. Dari data yang diperolehnya, ia kemudian menghubunginya  satu persatu sehingga semakin banyak job yang diperolehnya.

“Saya juga sempat terpuruk saat krisis moneter 1998. Proyek-proyek menjadi sangat mahal akibat melambungnya harga bahan baku. Sementara saya sudah terlanjur tanda tangan proyek yang saya kerjakan. Memang ada orang yang mau bertoleransi dan mengoreksi anggaran dan menambah biaya bahan bakunya. Tetapi ada juga yang tidak mau dan bahkan memenjarakan saya,” imbuhnya.

Sanjaya mengisahkan bagaimana saat itu dipercaya membangun sebuah pabrik yang terletak di dataran yang sangat rendah. Lahan pembangunan pabrik harus ditimbun setinggi tiga meter lebih yang dikerjakan oleh pihak lain. Namun akibat krisis, penimbunan dihentikan sehingga lokasi yang seharusnya untuk pembangunan pabrik dibiarkan terlantar begitu saja sehingga biaya semakin membengkak.

Apalagi dengan kenaikan bahan baku yang meroket, Sanjaya terpaksa mengajukan koreksi anggaran. Karena dengan biaya yang lama, ia jelas tidak mampu melanjutkan pembangunan pabrik tersebut. Tetapi pemilik pabrik tidak bergeming untuk menambah dana bahkan mengadukan Sanjaya ke Laksus di Gaperta Medan. Pemilik pabrik bahkan meminta dirinya untuk ditahan selama tiga hari. Tidak puas sampai di situ, pemilik pabrik bahkan mengadukannya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Sanjaya dipanggil, diperiksa dan diputuskan untuk menahan dirinya selama 20 hari. Ia kemudian meminta bantuan seorang pemilik pabrik seng kenalannya dan membantunya sehingga tidak ditahan. Pesan dari temannya tersebut adalah ia harus berhati-hati karena pemilik pabrik mengenal dengan baik Kapolri saat itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang dengan baik, beberapa hari kemudian ia mendatangi rumah pemilik pabrik. Ia menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Saya mohon ditambah, berapapun saya terima. Akan tetapi setelah selesai, jangankan ditambah, malah sisa termin sebesar 5% juga tidak dibayar sampai saat ini. Belajar dari pengalaman pahit ini, banyak sekali hikmahnya dan berlanjut waktu ke waktu pekerjaan terus berdatangan dan berjalan dengan baik, sampai dengan tahun 2009, saya mendirikan satu perusahaan baru yang bergerak khusus dibidang Pondasi yaitu PT Jaya Pondasi Nusantara,” tambahnya.

Pesaing adalah Partner

Setelah berhasil lolos dari hantaman krisis moneter, Ir. Sanjaya Aryatnie sebagai pemilik PT Erakarya Konstruksi Nusantara semakin maju. Meskipun persaingan yang dihadapinya sangat ketat, namun berbekal kemampuan dan strategi yang baik, perusahaan mampu bertahan. Bahkan di era globalisasi sekarang pun, dominasi perusahaan di Medan dan sekitarnya tak tergoyahkan mengalahkan para pesaingnya.

“Pesaing adalah partner kerja kita. Pesaing juga barometer untuk saling koreksi dan sebagai pembanding atas kinerja kita. Yang lebih baik dan menonjol di perusahaan lain, harus kita akui lebih baik. Jangan ada keraguan serta malu mengakuinya, makanya kita harus belajar dan segera menerapkan pola serupa ke perusahaan saya,” kisahnya.

Sanjaya mengungkapkan bagaimana teknik untuk memperkenalkan perusahaan lewat agenda yang pasti. Seperti pada acara menyambut tahun baru, perusahaan selalu mengambil kesempatan. Salah satunya adalah mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru sekaligus profil perusahaan. Di situ juga, ia menyisipkan penawaran kerjasama kepada perusahaan tersebut dengan pertimbangan momen tahun baru universal dan dirayakan oleh semua orang.
Menurut Sanjaya, perusahaan miliknya memiliki visi dan misi yang jelas. Adapun visi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah “Memajukan perusahaan PT Erakarya Konstruksi Nusantara dan menjadikannya sebagai perusahaan yang handal dan dikenal luas sebagai Perusahaan yang jalannya lurus & jujur.” Sedangkan misi PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah mendidik tenaga yang handal di bidang Teknik Sipil dan Arsitektur yang merupakan asset bangsa, serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

Ke depan, Ir. Sanjaya Aryatnie merancang program baik jangka panjang maupun jangka pendek. Program jangka pendek PT Erakarya Konstruksi Nusantara adalah menjalankan semua program yang sudah berjalan dengan baik. Sedangkan program jangka panjang adalah setelah adanya PT. JAYA PONDASI NUSANTARA, diharapkan dapat dilanjutkan dengan Perusahaan pendukung lainnya dibidang readymix lengkap dengan usaha galian C berupa pasir  & stone crusher.

“Saya juga berkeinginan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ready mix lengkap dengan usaha penggalian C berupa pasir dan batu untuk saling mendukung dengan perusahaan yang sudah ada. Saya berharap ke depan, PT Erakarya Konstruksi Nusantara dapat bersaing di pasar yang semakin ketat persaingannya dengan menguasai produk dari hulu sampai ke hilir,” tandasnya.

Hingga puluhan tahun pengabdiannya, PT Erakarya Konstruksi Nusantara miliknya telah memberikan berbagai penghargaan bagi Ir. Sanjaya Aryatnie. Tahun 2010, perusahaan berhasil meraih penghargaan dengan kategori “Best Construction of The Year” – “International Good Company Award 2010” dari Menkokesra RI DR. HR Agung Laksono dan Menbudpar RI, Ir, Jero Wacik, SE.
“Saya sangat bersyukur meskipun menghadapi berbagai kendala perusahaan tetap bertahan. Sejak pertengahan tahun 2007 harga besi mengalami kenaikan yang luar biasa dan turun, terus naik lagi akhir 2010, kami tetap bertahan. Semua itu tidak lepas dari peran karyawan yang merupakan asset terbesar perusahaan. Karena merekalah ujung tombak bagi tajam atau tumpulnya keberhasilan perusahaan,” katanya.

Sekilas PT Erakarya Konstruksi Nusantara

EKK Nusantara merupakan perusahaan dengan ruang lingkup layanan mulai dari rancang bangun, analisa perhitungan konstruksi, manajemen mutu hingga pelaksanaan proyek.

Untuk mendukung kelancaran keseluruhan pekerjaan, EKK Nusantara memiliki tim kerja mulai dari penyediaan alat-alat berat berupa excavator, mobil crane, bulldozer, mesin pancang hydraulic pressing system, compressor, dan keseluruhan alat pendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi lapangan.

Tim kerja EKK Nusantara merupakan sarjana lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur yang dapat dibanggakan, memiliki wawasan luas dengan manajemen yang handal dan dapat diandalkan sehingga dipercaya oleh banyak perusahaan swasta di Medan Sumatera Utara, untuk menangani pelaksanaan lingkup kerja mulai dari pekerjaan pondasi, basement, konstruksi baja, pekerjaan tangki, jembatan timbang sampai dengan pembuatan grider crane serta sekolah, rumah sakit maupun rumah tinggal.

Kepercayaan pelanggan pada kualitas kerja EKK Nusantara adalah suatu kebanggaan dan sebagai wujud komitmen PT Erakarya Konstruksi Nusantara senantiasa akan melayani pelanggan dengan mempersembahkan proyek konstruksi yang mengacu pada kehandalan faktor kekuatan, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kepekaan terhadap estetika yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, segenap Tim Kerja EKK Nusantara menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta kerjasama yang terjalin dengan baik.

Proyek-proyek PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Proyek Basement
Proyek Rumah Tinggal
Proyek Fisik Perkantoran – Klinik – Sekolah
Proyek Pabrik
Proyek Tower Konstruksi Baja
Proyek Jembatan Timbang & Girder Crane
Proyek Silo
Pekerjaan Tanah: Cut & Fill

Company Name : PT Erakarya Konstruksi Nusantara
Office : Jl Kapten Soemarsono No 63  (Kompleks perkantoran Graha Metropolitan) Medan 20124 – Sumut Indonesia
Business Scope: Architecture, Civil Engineering & Construction
Telephone: (061) 77369893 – 77834011
Fascimile: (061) 8462487
Email: sanjaya_ekkn@yahoo.co.id

Sekilas Biodata

Nama        : Ir. Sanjaya Aryatnie
Umur             : 46 tahun
Tanggal lahir  : 21 Agustus 1964
Jenis  kelamin : Laki – laki
Bangsa           : Warga Negara Indonesia
Agama           : Buddha
Tempat tinggal      : Jl. K L Yos Sudarso No. 225 – V Medan 20116 SUMUT

Pendidikan
Tamatan tahun 1976 – SD Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL –  berijazah
Tamatan tahun 1980 – SMP Perguruan Islamiyah TUANKU IMAM BONJOL – berijazah
Tamatan tahun 1983 – SMA Katolik BUDI MURNI – berijazah
Tamatan tahun 1988 – S-1 Teknik Sipil – Universitas HKBP NOMMENSEN – berijazah

Pengalaman Kerja
Dari tahun 1981 s/d tahun 1985 – Guru Les SD, SMP & SMA
Dari tahun 1985 s/d tahun 1988 – Mengajar Ahli Bangunan di Bina Siswa Medan &
Asisten Laboratorium Mekanika Tanah Universitas HKBP Nommensen
Dari tahun 1989 s/d tahun 1996 – Kontraktor Interior & Sipil Rumah-rumah tinggal
Dari Tahun 1996 s/d saat ini sebagai Direktur PT Erakarya Konstruksi Nusantara

Rudy F Subarkah

No Comments

Rudy F Subarkah
General Manager Puncak Pass Resort

Resort Bernuansa Heritage yang Berguna Untuk Masyarakat

Ribut-ribut masalah pelestarian lingkungan di wilayah Puncak dan sekitarnya sebagai daerah tangkapan air, tidak melibatkan Puncak Pass Resort. Di saat sebagian pengelola resort beramai-ramai memanfaatkan seluruh lahan miliknya –bahkan kadang mengokupasi tanah negara- Puncak Pass tidak demikian. Sejak berdiri tahun 1928, pengelola menerapkan kebijakan untuk tidak sekalipun melakukan kegiatan yang dapat merusak lingkungan.

Di antaranya adalah dengan memanfaatkan sebagian dari lahan yang difungsikan untuk keperluan usaha. Sebagian besar lainnya dibiarkan menjadi hutan dan pelestarian kehidupan flora serta fauna, sekaligus menjadi landsekap yang memperindah Puncak Pass Resort. Tidak heran, di usianya yang hampir satu abad, Puncak Pass Resort tetap menawarkan keindahan dan eksotisme suasana pegunungan yang asri dan nyaman.

“Sesuai dengan visi dan misi Puncak Pass Resort, kita ingin menjadikan resort yang bernuansa heritage dan berguna untuk masyarakat. Puncak Pass sangat peduli dengan perlindungan alam bahkan bekerja sama dengan BKSDA menangkarkan rusa serta membiakkan burung langka. Bahkan dari 5,6 hektar lahan, yang kita gunakan paling cuma 10 persen, sisanya tetap dibiarkan menjadi hutan,” kata Rudy F Subarkah, General Manager  Puncak Pass Resort.

Yayasan Dharma Karya Mandiri (YDKM) sebagai Puncak Pass Resort adalah suatu yayasan yang awalnya didirikan oleh para pejuang kemerdekaan tahun 1945 yang memiliki visi “Berjuang Tanpa Akhir”. Meskipun satu per satu generasi founder yayasan meninggal dunia, tetapi semangat tersebut terus dipertahankan. Bahkan, lama kelamaan perkembangan yayasan mengarah pada bagaimana mengupayakan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Puncak Pass Resort, yayasan telah memberikan sumbangsih yang besar kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya dalam upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Setidaknya, beberapa orang karyawan resort berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar resort. Bukan itu saja, para pekerja tersebut bahkan telah diturunkan dari generasi ke generasi.

“Dari segi sejarah, bisa dibilang ini karyawan warisan. Yakni dari ayah dan kakeknya yang sebelumnya juga menjadi karyawan di sini. Maklum resort ini sudah ada sejak tahun 1928 sehingga tidak heran ada yang mendapat pasangan dari sini. Dari situ kemudian anaknya meneruskan karier bapaknya, begitu seterusnya,” ujarnya. Saat ini, dengan 27 unit resort dan restoran, Puncak Pass mempekerjakan 127 orang karyawan. “Ini bisa dikatakan padat karya, karena memerlukan tenaga perawatan yang sangat banyak. Dari kamar, taman, hewan sampai hutan,” imbuhnya.

Sejarah Puncak Pass Resort, tidak bisa dilepaskan dari masa penjajahan Belanda. Para petinggi Belanda tadinya menjadikan Puncak Pass Resort sebagai sarana peristirahatan dalam perjalanan antara Bandung dan Jakarta. Infrastruktur dan kendaraan sebagai sarana mobilitas masih sangat kurang sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk melintasinya. Puncak merupakan wilayah di tengah-tengah antara kedua kota tersebut yang tepat untuk dijadikan tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah penjajahan Belanda berakhir, atas pemikiran Muhammad Yamin untuk memberikan “kail” bagi keberlangsungan Yayasan Dana Kesejahteraan Mahasiswa, cikal bakal YDKM sekarang ini. Pembelian resort oleh yayasan pada tahun 1954, selain untuk menampung dan mengkaryakan Tentara Pelajar (TP) juga dipergunakan membiayai pendidikan bagi mantan TP yang berprestasi. Hasilnya, beberapa orang yang dibiayai Yayasan pernah mewarnai kehidupan di republik ini di bidang pendidikan, kemiliteran dan lain-lain.

“Salah satunya adalah Ketua Yayasan YKDM Prof. Widagdo. Dahulu, Muhammad Yamin selalu mampir kalau sedang menuju Bandung karena jalanan masih sangat sulit. Kalau sekarang, pengabdian Yayasan sudah tidak kepada mantan TP tetapi kepada masyarakat umum. Melalui rekomendasi dari DIKTI kita juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Sejak tahun 2010, yayasan berubah nama menjadi Yayasan Dana Kesejahteraan Mandiri dan tidak terfokus kepada beasiswa bagi mahasiswa saja. Sekarang lebih kepada award yang kita berikan kepada mahasiswa dan umum,” tegasnya.

Mantan Chef

Rudy Fachruddin Subarkah mulai aktif di Puncak Pass Resort sejak 1 Maret 2008, menggantikan pendahulunya Yoen Wachyu. Pria kelahiran Bandung, 19 April 1964 ini telah malang melintang di dunia hospitality industries sejah menamatkan studinya di Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata Bandung dalam program studi Hotel Managemen pada tahun 1993.

Berbagai jenjang pendidikan dan latihan formal dalam bidang keahlian perhotelan telah diikutinya sejak tahun 1985 – 1986 yang dimulai dengan Food Production, dilanjutkan pada 1987-1988 dan terakhir pada 1992-1993 dalam program studi Manajemen Hotel. Latihan kerja dan magang dalam mempraktekan ilmu dan teori yang didapatnya dari bangku kuliah yang diikutinya sejak tahun 1986 di restoran Oasis Jakarta, Makassar Golden Hotel, Makassar, Star Ship Atlantic, Florida-Amerika Serikat, Glossy Restaurant-Bandung, Movenpick Paradeplatz Restaurant, Zurich-Swiss.

Rudy juga pernah bekerja di King’s Hotel-Palembang, Sheraton Inn, Timika, Lido Lakes Hotel, Bogor, Radisson Makassar, Makassar, Treva International Hotel Jakarta, Quality Hotel Yogyakarta dan Quality Hotel Gorontalo. Jenjang karier profesional pilihan hidupnya dimulai dari bawah langsung berhubungan dengan bidang keahlian spesialisasinya dalam food & beverage sebagai cook hingga tingkat eksekutif yang bersifat managerial umum sebagai General Manager.

“Karier saya sebenarnya Chef, tukang masak. Terus meningkat sampai sekarang menjadi GM sejah tahun 2006 di Gorontalo. Visi saya simple saja, ingin membuat semua yang dekat dengan saya menjadi senang. Bagi keluarga maupun orang-orang yang mengenal saya sebisa mungkin menjadi senang berkat kehadiran saya. Saya yakin, kesenangan yang kita berikan kepada orang lain, pasti kembali kepada kita. Kalau mau dapat cobalah memberi terlebih dahulu meskipun kecil,” tandasnya.

Saat ini, Rudy mengandalkan keikhlasan sebagai patokan masa depannya. Selama masih diberikan kehidupan oleh Tuhan semua kemungkinan bisa terjadi. Dengan dilandasi semangat ikhlas, suami Vera Napitupulu ini berharap mampu mewujudkan cita-cita dan keinginannya. Ikhlas memiliki makna yang sangat luas, mulai jujur, ridhlo dan lain-lain. “Di sisi lain, ikhlas bukan pasrah. Kalau kita miskin terus mengandalkan pasrah ya kacau. Jadi hidup adalah ibadah dan ibadah harus dijalani dengan ikhlas. Dua itu saja, sulitnya minta ampun,” imbuhnya.

Ayah satu anak yang mendapat dukungan penuh keluarga ini, sangat bersyukur atas kehidupan yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan istri yang satu almamater, membuat komunikasi pasangan ini tidak terjadi hambatan yang berarti. Termasuk ketika istrinya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah kelahiran anaknya yang saat ini sudah kelas tiga SMP.

Kepada generasi muda, Rudy berpesan agar mereka terus mengembangkan diri menjadi lebih baik. Ia meyakini bahwa dengan generasi penerus yang baik, masa depan bangsa juga akan menjadi lebih baik. Asalkan generasi muda memiliki dorongan yang kuat dalam dirinya untuk maju, masa depan bangsa akan berada di tangan yang benar.

“Tetapi yang menjadi permasalahan mungkin pengaruh lingkungan sekitarnya. Generasi muda jangan dijejali dengan pikiran negative, tetapi harus optimis. Tuhan tidak akan menghancurkan dan yang merusak adalah generasi kita sendiri. Jadi tinggal bagaimana kita mengarahkannya, selama masih wajar kita anggap biasa. Sebagai orang tua, kita tinggal membimbing dan mengarahkan,” tegasnya.

Nyoman Wana Putra, BA

No Comments

Nyoman Wana Putra, BA
Presiden Direktur PT Taman Sari Wisata Bahari

Perintis Pengembangan Wisata Bahari di Bali

Bali dikenal sebagai tujuan wisata dunia sejak zaman dahulu kala. Keindahan panorama alam dan budaya Bali yang sangat eksotis menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran, di luar negeri Bali bahkan lebih terkenal dari pada Indonesia.

Eksotisme alam dan budaya Bali membuat provinsi ini dijuluki sebagai Pulau Dewata. Setiap daerah di wilayah ini menjadi sangat menarik bagi wisatawan, sehingga “apapun” yang berada di pulau ini bisa “dijual” sebagai daerah tujuan wisata. Tinggal bagaimana pengusaha dan pengelola suatu wilayah mengemasnya menjadi daerah tujuan wisata yang memikat.

“Akhir tahun 1970-an di wilayah Sanur mulai terlihat potensi dan kondisi perekonomian masyarakat semakin membaik. Penggeraknya adalah pembangunan hotel di kawasan PTDC, Nusa Dua. Dengan ekonomi Indonesia yang mulai membaik, Bali dikedepankan sebagai penyangga pariwisata dunia. Melihat peluang tersebut, saya kemudian merintis desa wisata yang memiliki potensi wisata bahari dengan kekayaan terumbu karang dan lautnya,” kata Nyoman Wana Putra, BA, Presiden Direktur PT Taman Sari Wisata Bahari.

Bersama teman-temannya, ia mengembangkan sebuah resort di pulau kecil tempat penyu mendarat dan bertelur. Selain itu, layanan bagi wisatawan untuk melakukan parasailing, snorkeling, diving dan wisata laut lainnya pun disediakan. Dengan semakin majunya perkembangan wisata di wilayah tersebut, ia harus mendatangkan instruktur dari Australia.

Dari Sanur, Nyoman Wana Putra kemudian mengembangkan tujuan wisata baru di Benoa pada tahun 1985. Lulusan ASMI Denpasar ini kemudian membuka dan mengembangkan wisata bahari di wilayah dengan pasir putih dan terumbu karang yang sangat menawan tersebut. Kekayaan alam yang ditawarkan mendapat sambutan hangat dari wisatawan asal Australia, Jepang, Taiwan dan Eropa. “Kalau wisatawan domestik masih sangat jarang. Tetapi belakangan kita juga banyak menerima wisatawan dari Arab,” tuturnya.

Melihat sepak terjang Nyoman Wana Putra yang sangat gigih dalam memperjuangkan wisata, masyarakat di sekitar Benoa memilihnya sebagai Kepala Lingkungan. Dengan mendapat kepercayaan dari masyarakat tersebut, ia terus mengembangkan desa bahari untuk kemajuan pariwisata di daerahnya. Tahun 1992, ia mendirikan PT Taman Sari Wisata Bahari yang fokus pada layanan snorkeling dan restoran.

Perkembangan usaha yang dirintis bersama teman-temannya tersebut berkembang dengan pesat. Karena kesibukannya, Nyoman Wana Putra  memutuskan untuk berhenti sebagai kepala lingkungan pada tahun 2000. Tetapi tidak hanya berhenti di situ, ia berjuang memekarkan lingkungan tempat tinggalnya menjadi satu satu kelurahan baru. Usahanya mendapat dukungan luas dari masyarakat sehingga terbentuklah kelurahan Tanjung Benoa.

“Setelah itu saya bisa konsentrasi untuk menekuni bisnis wisata bahari. Meskipun tampil apa adanya, tetapi masyarakat memilih saya sebagai Wakil Pendesa Adat. Pendesa Adat adalah ketua adat yang sejak sebelum kemerdekaan sudah ada di Bali. Tugas Pendesa Adat memacu dan mendongkrak teman-teman pengusaha untuk terus mengembangkan wisata bahari sehingga dicintai juga oleh wisatawan domestik. Usaha itu menuai hasil sehingga turis domestik tidak merasa berlibur di Bali sebelum merasakan water spot ini,” kata pria yang terpilih sebagai Pendesa Adat sejak tahun 2006 ini.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pendesa Adat, Nyoman Wana Putra tidak hanya memacu kemajuan wisata bahari. Ia juga mengupayakan kerukunan antar umat beragama yang berada di wilayah tugasnya. Karena tidak bisa dipungkiri, dengan semakin pesatnya kemajuan wisata yang menggerakkan perekonomian, banyak berdatangan masyarakat dari wilayah lain untuk mencari pekerjaan.

Sebagai warga Bali yang egaliter dan terbuka, Nyoman Wana Putra tidak menampik kehadiran warga pendatang. Bahkan, ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran mereka yang bekerja di sektor informal. Tidak heran, ia dan warga Bali lainnya berharap saat Lebarang tiba para pendatang tidak menghabiskan masa liburan mudiknya dengan berlama-lama di kampung halaman masing-masing.

“Wah susah kita kalau mereka tidak ada. Karena kita di sini saling bahu membahu, saling membantu tanpa melihat latar belakang agama sehingga tidak pernah terjadi gesekan. Apalagi, sejak dahulu Tanjung Benoa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh tiga agama, Islam, Hindu dan Buddha,” tegasnya.

Pada hari-hari besar keagamaan masing-masing agama, Nyoman Wana Putra selalu mengadakan koordinasi sehingga tercipta kondisi yang kondusif. Silaturahmi antara pemeluk agama yang berbeda pun tetap terjalin sehingga semua dapat hidup berdampingan secara harmonis. “Kita saling mendoakan tanpa pelecehan. Walaupun kepercayaan berbeda-beda tetapi semua tetap yakin bahwa Tuhan adalah satu. Perasaan seperti itu sudah menjadi milik masyarakat dalam kelurahan Tanjung Benoa,” tandasnya.

Tidak heran, dengan toleransi beragama yang sangat kental seperti itu, perkawinan silang antar agama pun tidak menjadi persoalan yang rumit. Pasangan yang ingin menikah mendapat kebebasan untuk memilih dan berpindah agama sesuai keyakinan masing-masing. Masyarakat tidak pernah mempermasalahkan misalnya seorang pria Islam memperistri wanita Hindu atau sebaliknya. Begitu juga dengan perkawinan antara pemeluk agama yang lain.

“Semua berdasarkan suka sama suka dan cinta-sama cinta. Kita menyadari bahwa cinta itu turun dari Tuhan dan bukan kehendak manusia. Kalau sudah suka sama suka, kita serahkan kepada mereka mau masuk agama apa saja terserah. Itu yang saya bangun di desa adat Tanjung Benoa, bersaudara antara pemeluk Hindu, Buddha dan Islam. Tahun 1970-1976 datang orang-orang dari Flores yang beragama Kristen dan bergabung bersama kami untuk bertahan hidup sampai sekarang,” katanya.

Dukungan Pemerintah Besar

Menurut Nyoman Wana Putra, pemerintah sangat mendukung pengembangan dunia pariwisata di Bali. Apalagi Bali terbukti menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara yang mendatangkan devisa yang besar bagi negara. Selain itu, Bali juga tetap menarik bagi kunjungan wisatawan domestik yang ingin menikmati wisata bahari.

“Pemerintah sangat mendukung, terutama pemerintah Badung dan provinsi Bali. Setiap tahun, pengusaha restoran, perhotelan dan pariwisata lainnya mengikuti promosi secara langsung di tingkat nasional maupun internasional.  Kami juga berterima kasih karena stasiun TV juga banyak menayangkan obyek wisata yang kami kelola,” ungkap Ketua DPC Gahawisri (Gabungan Pengusaha Wisata Bahari) Kabupaten Badung ini.

Bantuan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Badung sangat dirasakan penggiat wisata bahari seperti Nyoman Wana Putra. Melalui lembaga tersebut pengusaha di bidang pariwisata mengetahui kelemahan dan kekurangan masing-masing. Terutama mengenai kekurangan dalam pelayanan yang dirasakan oleh para pengguna jasa di lapangan sehingga dapat dikoreksi untuk perbaikan. “Karena seluruh komplain dari wisatawan ditampung di dinas tersebut,” tambahnya.

Pemerintah juga sangat berperan besar dalam memulihkan kondisi pariwisata Bali pasca serangan Bom Bali I tahun 2001. Selain promosi besar-besaran, pemerintah terutama pihak keamanan mengadakan kerjasama dengan Pecalang atau petugas keamanan adat yang dimiliki setiap desa di Bali. Setelah Bom Bali II tahun 2005, sistem keamanan antara pecalang dan pihak kepolisan semakin ditingkatkan dalam mencegah dan mewaspadai terjadinya serangan teroris.

“Dari situ tercipa sebuah sistem dalam suatu taksu yaitu Taksu Bali yang disebut dengan Pengamanan Pecalang. Di mana Pecalang dilengkapi dengan perlengkapan sarana adat untuk pengamanan. Kita tidak mengadakan sweeping tetapi sidak yang terkesan lebih manusiawi. Yakni pendekatan untuk mengetahui kelengkapan data, keperluan kedatangan ke Bali dan lain-lain,” ungkapnya.

Sidak gabungan, lanjut Nyoman Wana Putra, biasanya dilakukan antara pecalang bersama pihak kepolisian. Pendatang yang jelas tujuannya diajak dan disarankan untuk mengikuti kata pepatah bahwa “di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung.” Semua itu menunjukkan bahwa warga Tanjung Benoa dan Bali pada umumnya menginginkan kedamaian dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Secara khusus, sebagai Pendesa Adat ia memohon kepada para pendatang untuk mengikuti aturan yang disebut Awig-Awig.

“Para pendatang silakan mengais rezeki di wilayah kami, namun tolong menunjukkan identitas yang jelas untuk dicatat. Karena kami menempati wilayah Tanjung Benoa ini dengan mengedepankan kerukunan dan kedamaian. Kami secara rutin mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi situasi dan kondisi di daerah kami. Semua perwakilan agama dihadirkan, sehingga sekecil apapun permasalahan kami selesaikan secepatnya. Apapun yang terjadi, apakah itu kematian, kelahiran, perkawinan dan lain-lain, selalu terkontrol serta terkendali,” ujarnya.

Nyoman Wana Putra menerapkan hal tersebut pada perusahaan yang didirikannya, PT Taman Sari Wisata Bahari. Dari 54 SDM yang dipekerjakannya –mulai tingkat manager sampai staf- terdiri dari orang-orang dari seluruh wilayah Indonesia dengan keragaman budaya serta keyakinan yang dianut. Dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki pulau yang luar biasa banyak dengan garis pantai yang sangat panjang, memungkinkan untuk mengembangkan potensi wisata bahari lebih besar.

“Itu merupakan potensi yang sangat luar biasa dalam wisata bahari. Makanya, meskipun pendidikan mereka kurang, tetapi kami training agar menjadi bekal sebagai bahan untuk mengembangkan daerah masing-masing. Banyak di antara mereka yang sudah mampu berdiri sendiri setelah kami didik di Bali. Mereka kami didik sebagai kapten, crew driver dan lain-lain. Nah, kalau mereka mampu dan daerah asalnya memungkinkan, mereka akan mengembangkan wisata bahari di daerah sendiri. Syaratnya mereka harus memiliki niat yang baik, jujur dan berkemauan keras untuk belajar,” tegasnya.

Jangan Menjadi Kuli

Sukses mengembangkan wisata bahari, membuat Nyoman Wana Putra berharap dapat melebarkan sayap bisnisnya. Apalagi potensi wisata bahari di Indonesia dengan ribuan pulau sangat menarik untuk dijadikan obyek wisata karena tersebar di seluruh garis pantai Indonesia. Peluang untuk berkembang sangat terbuka lebar dan tidak hanya mengandalkan pulau Bali semata.

“Kita harus mengembangkan pesisir lain di Indonesia sehingga saya bisa membuka cabang di daerah lain. Bahkan kita juga bisa mengembangkan wisata bahari di seluruh Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan laut dan terumbu karangnya. Banyak potensi wisata bahari yang bisa kita jual, kenapa kita tidak bisa kembangkan. Karena sumbangan dari pariwisata cukup besar bagi pendapatan negara,” tandasnya.

Dengan pengembangan wisata pantai di seluruh Indonesia, lanjutnya, berarti terjadi pemerataan pembangunan. Kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan tetapi juga di daerah-daerah. Dengan begitu tidak perlu terjadi masyarakat yang berbondong-bondong menjadi TKI ke luar negeri atau “merantau” ke Jakarta, yang menambah keruwetan ibukota. Majunya pariwisata daerah, juga mencegah pemindahan ibukota negara ke kota lain.

“Karena pemindahan ibukota negara ke luar Jakarta bukan solusi mengatasi permasalahan. Yang penting adalah pemerataan pembangunan sehingga tidak semua orang tertarik untuk mengadu nasib di Jakarta. Kalau di pusat hanya sekadar mencari pengetahuan atau sistem untuk dikembangkan di daerah. Bukan disikapi dengan memindahkan ibukota, kalau begitu kita mundur lagi, dari awal lagi,” ungkapnya.

Pemindahan ibukota, menurut Nyoman Wana Putra akan mengubah tatanan sejarah yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa dengan tetesan darah, air mata dan keringat. Indonesia tidak perlu meniru Malaysia yang memindahkan ibukota negaranya, karena memiliki karakter yang berbeda. “Jangan sekali-sekali mengubah jalannya sejarah. Mungkin kita perlu duduk bersama antara pusat dan daerah agar saling memahami keinginan masing-masing,” kata ayah empat anak ini.

Semangat untuk melestarikan sejarah dan budaya sendiri, jelasnya, harus dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa. Di tangan mereka terletak masa depan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik. Sikap tanpa melupakan sejarah dan budaya Indonesia, generasi muda akan maju dengan karakter bangsa sendiri. Ia berpesan agar setelah memiliki menyelesaikan pendidikan dan memiliki gelar, generasi muda tidak bermimpi untuk menjadi PNS atau karyawan.

“Kembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing. Kalau bisa menjadi raja -meskipun kecil- jangan jadi kuli. Kita dilahirkan dan hidup bukan untuk disiksa, tetapi berdiri di atas kaki sendiri. Dahulu kita hidup di zaman kerajaan, maka kitalah yang sekarang harus berpikir untuk menjadi raja. Mari kita kembangkan apa yang bisa dilakukan dengan menjadi entrepreneur di daerah masing-masing. Pemerintah juga harus menuntun generasi muda sehingga daerah berkembang sehingga kita semua sejahtera,” tegas Nyoman Wana Putra.

PT Taman Sari Wisata Bahari
Jl Konco No 9, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali
Telp: (0361) 772583
Fax: (0361) 775242
Website: www.balimarinesport.com

DR. H Machmud Yahya

No Comments

DR. H Machmud Yahya
Buah Merah

Pantang Menyerah Karena Dikirim Allah Sebagai Khalifah

Allah SWT menakdirkan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Tugas manusia adalah menguasai dunia bukan dikuasai dunia, mengelola bumi untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan manusia menuju Al Haq Allah Azza Wa Jalla. Semua yang berada di atas bumi, udara, air, tanaman, hewan dan lain-lain serta yang terkandung di dalamnya diperuntukkan bagi kehidupan manusia sebagai bekal pengabdian kepada sang kholiq  Al Haq Allah Azza Wa Jalla.

Meskipun demikian, manusia tidak bisa begitu saja mendapatkan manfaat dari apa yang disediakan Allah di muka bumi tanpa usaha. Memerlukan usaha keras dan perjuangan bagi seorang manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, salah satu ketetapan bahwa manusia untuk mengatur dunia sudah menjadi ketentuan Tuhan yang tidak bisa ditawar lagi dengan dua pilihan usaha kebaikan dan keburukan.

Seperti yang dilakukan oleh DR. H Machmud Yahya, pemilik usaha buah merah. Meskipun pabrik pengolahan buah merahnya baru saja “dibakar” pesaingnya ia tidak menyerah.  Ia bangkit dari kerugian yang mencapai miliaran rupiah itu untuk lebih mengembangkan usaha yang selama ini dijalaninya. Semua dijalaninya apa adanya dengan senang hati, karena yakin AllahSWT telah mengatur semuanya.

“Karena semua itu titipan Allah, meskipun rugi Rp3,7 miliar karena pembakaran pabrik itu, DR. H Machmud tetap ringan tanpa beban. Apalagi DR. H Machmud ini tipe orang yang pantang menyerah, karena merasa dikirim Allah sebagai khalifah dimuka bumi sesuai kedudukannya. Oleh karena itu, DR. H Yahya jalan saja pasti Allah memberi kekuatan. Dan DR. H Yahya tidak akan berhenti sebelum dihentikan. Karena DR. H Yahya tidak mampu berjalan sendiri tanpa ada kekuatan dari Allah SWT, La haulla wala quwata illa billah,” kata pria kelahiran Ponorogo, 6 Juni 1961 ini.

Meskipun tanpa mendapat bantuan dari pemerintah –sebelum dan sesudah pembakaran pabrik- DR.H Machmud jalan terus. Ia merencana-kan untuk membuat ekstrak kapsul buah merah yang lebih sempurna untuk meningkatkan khasiatnya. Memang, buah asli Papua tersebut terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain: Kanker, Ambient, Hipertensi, Stroke dan Jantung Koroner. Buah merah juga mampu menormalkan peredaran darah, gangguan pencernaan; Broonkithis, Hepatitis, Kolesterol, Maag, Asam Urat, Kista Rahim tanpa oprasi, Deabetis Militus Rematik,. Bahkan, buah merah mampu meningkatkan stamina, libido, gairah seksual dan meningkatkan daya tahan tubuh sangat baik untuk kesehatan Ibu Hamil miningkatkan daya ingat anak2 balita hingga lansia, meningkatkan daya tahan tubuh bagi penderita HIV/AIDS.

Sayangnya, minimnya modal dan  bantuan pemerintah –termasuk kredit perbankan- membuat DR.H. Machmud menunda pendirian pabrik ekstraksi buah merah di Tangerang. Ia sangat berharap agar bantuan pemerintah berupa dukungan dan dorongan terhadap usaha yang ditekuninya lebih besar. Agar pengusaha yang giat dan tidak pernah putus asa dalam mengembangkan potensi yang ada di Indonesia seperti dirinya terus bertahan. “Banyak sih yang saya harapkan dari partisipasi pemerintah,” katanya.

Buah Merah Mendunia

DR. H Machmud Yahya mengungkap-kan Khasiat buah merah dalam melawan berbagai penyakit, semakin dikenal orang. Buah yang berasal dari sejenis pohon pandanus conodius ini paling ampuh khasiatnya yang tumbuh di dataran tinggi Papua. Selain khasiat pengobatan, buah merah juga bisa dijadikan produk kosmetik –sebagai penghalus kulit dan pembasmi jerawat- serta sabun mandi.

“Disamping kosmetik, DR. H Macmud Yahya juga bekerjasama dengan produsen obat dari Jerman. DR. H Macmud Yahya diberi kepercayaaan untuk menyiapkan bahan baku berupa buah merah yang dikeringkan dengan menggunakan panas mata hari tidak langsung, untuk menghindari hilangnya sebagian kandungan buah merah, karena pengolahan di Indonesia belum bisa memenuhi kwalitas teknologi pengolahan dan teknologi Jerman lebih unggul maka jerman lebih memilih mendatang-kan bahan baku dari DR. H Machmud yahya yang sudah terpercaya dalam menjaga kualitasnya. Jerman melakukan uji klinis untuk penggunaan buah merah dalam menanggulangi penyakit radang usus hingga infeksi usus dengan cermat sehingga penderita penyakit tersebut dalam penyembuhan tidak perlu dilakukan dengan opresi. Hasilnya sangat baik dan luar biasa, penelitian yang mereka lakukan di Afrika, Malaysia, Pakistan dan India ternyata telah terbukti keberha-silannya hingga 9o% tanpa oprasi ,” produk yang dihasilkan akan di pasarkan tahun ini untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga indonesia terlebih dahulu dan kemudia akan di kembangkan ke manca negara ujar anak keenam dari delapan bersaudara pasangan  H M. Kamaluddin dan Hj Kasrumi ini.

Menurut DR. H Machmud, setelah pihak Jerman  mengakui bahwa potensi buah merah luar biasa dalam penyembuhan infeksi usus. Oleh karena itu ekspor kedua meningkat dari 200 kilogram menjadi 2 ton. Pihak Jerman mempercayai dirinya untuk memasok bahan baku, bahkan pihak jerman langsung  memberikan bantuan dana untuk memenuhi quota. Rencananya, pihak Jerman akan meminta kiriman Buah merah kering secara rutin sebesar 50 ton setiap tahunnya.

Dalam upaya memenuhi quota permintaan pihak jerman, DR. H Machmud  yahya berupaya keras membina petani di Papua. Kepada mereka dijelaskan potensi buah merah di masa mendatang  sangat menjanjikan. DR. H Macmud Yahya meyakinkan, dengan buah merah yang “go interntional” kesejahte-raan petani juga akan terangkat. Apalagi, buah merah dengan khasiat klinis tertinggi hanya bisa ditemukan di Papua.

“Produk tersebut sudah dipatenkan di Jerman. Artinya karena sulit masuk ke Indonesia, perusahaan akan memasarkan ke Eropa. Dengan pasar yang terus berkembang mendunia, kebutuhan buah merah semakin tinggi dan terus berkesinambungan. Apalagi kalau rencana membangun pabrik di Indonesia terealisasi, petani buah merah pasti akan menikmati hasilnya. Karena berapapun hasil panen buah merah akan terserap di pabrik tersebut,” ungkapnya.

Apalagi, di wilayah Papua penanaman buah merah tidak terlalu sulit. Karena tumbuh di habitatnya, dalam waktu dua tahun buah merah sudah menghasilkan buah yang siap dipanen . Dengan begitu, pasokan bahan baku tidak akan tersendat dengan kualitas barang terbaik. Yang dilakukan oleh H Machmud adalah menggerakkan potensi para petani untuk menanam buah merah. Mengingat potensinya yang sangat menjanjikan sehingga mampu meningkatkan perekonomian rakyat Papua.

“Kalau saya kerjakan sendiri pasti tidak akan mampu untuk memenuhi Quota yang diminta oleh pihak jerman, tetapi dengan satu keyakinan setiap langkah apapun yang seya kerjakan selalu bergantung dan berharap bantuan dari Allah yang Maha Perkasa lagi maha memberi kekuatan, maka apapun yang saya kerjakan pasti Allah yang selesaikan. Jadi saya tergantung kepada Allah dan merasa bahwa saya hanya ‘diperlakukan’ oleh kehendak-Nya. Setiap hari, apapun yang saya lakukan, yang saya ingat adalah ‘ini adalah pekerjaan Allah’ saya hanya diberi kepercayaan untuk mengurusi buah merah,” tegasnya.

Gali Potensi

DR. H Machmud Yahya, tidak kenal lelah berupaya mengeksploitasi potensi yang ada di tanah air. Minatnya yang beragam, membuat ia menyatu dengan kegiatan yang ingin ditekuni. Selain produksi buah merah, ia juga berkebun emas karena melihat limbah tambang besar di Papua masih terdapat emas yang berkwalitas sedikit demi sedikit mengumpulkan emas hasil pendulang oleh masyarakat papua dan dijadikan mas murni 24karat kemudian di jual dengan harga yang sama dengan harga emas dunia.   DR. H Macmud Yahya juga seorang produsen pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Bahan baku yang melimpah di lingkungannya -tumbuhan, kotoran hewan, dari limbah lain- mendorongnya untuk menekuni usaha ini yang benar-benar dapat meningkatkan pendapatan.

“Hasilnya, kesuburan tanah meningkat dan tanaman menjadi sehat, higienis dan tidak tercemar bahan kimia. Disamping itu, produksi pupuk organik bisa diandalkan untuk menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia yang semakin sulit dikendalikan. Pupuk organik digunakan untuk memupuk tambak udang, bandeng, juga untuk ikan darat seperni lele dumbo, ikan gurami, ikan nila, belut dan lain sebagainya, dengan menambah pengembangan mikroba buatan sendiri dari rumen sapi limbah pemotongan hewan. Dengan Tambahan pupuk organik ini manfaatnya meningkatkan hasil panen  karena pupuk organik dapat menumbuhkan pakan alami sehingga mengurangi pakan buatan sampai 30 persen yang harganya relatif mahal,” tutur ayah empat anak hasil perkawinannya dengan Hj Siti Romlah ini.

DR. H Machmud Yahya juga mengembangkan sayap untuk bisnis lebah madu di Papua . Alasannya, biaya produksi bisnis lebah madu sangat kecil dengan keuntungan cukup besar. Penyebabnya, peternak lebah madu tidak pernah memberi makan karena lebah bisa mencari pakan sendiri. Tidak heran, tingkat keuntungan di bisnis ini mencapai 100 persen per tahun.

Dalam menjalankan usaha, DR. H Machmud Yahya juga “menabrak” kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Ini tampak ketika ia berkebun kelengkeng di lahan pinggir pantai yang menurut pandangan masyarakat awam tidak mungkin bisa hidup kalaupun hidup tidak mungkin akan berbuah karena menurut pendapat masyarakan awam klengkeng hanya bisa tumbuh dan berbuah di dataran tinggi. Ia juga menanam kelapa kopyor di saat tanaman kelapa penduduk sekitar terserang hama yang namanya wangwung, ternyata untuk mencegah hama cukup mudah teratasi dengan menggunakan kapur ajaip. Tidak segan-segan, ia terjun ke bisnis pembesaran kayu jati lengkap dengan penjualan bibit jati.

“Saya juga menanam pohon buah naga merah. Pokoknya, saya betul-betul menggali potensi yang ada di Indonesia. Kita menggali potensi apa saja yang tidak wajar menjadi wajar. Mau tidak mau kita harus menggali potensi yang benar-benar bermanfaat. Jadi orang Indonesia ini harus benar-benar kreatif untuk menggali potensi yang ada, hasilnya pasti luar biasa,” tegasnya.

Pada bisnis yang dijalaninya di Rembang, Jawa Tengah itu, H Machmud juga “mendobrak” mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Di mana saat itu terdapat sebuah waduk Setampah yang tidak dimanfaatkan untuk pengairan pertanian penduduk karena dianggap angker menakutkan. “Wong Ponorogo” ini kemudian sengaja tinggal selama satu bulan setengah di tepian waduk siang dan malam, ada salah satu warga yang aslinya juga sangat penakut dengan mitos yang ada ikut menemani petualangan DR. H Machmud ya itu  mantan kepala desa Kumendung Rembang dengan bermodalkan tenda untuk berlindung dari panas dan hujan juga untuk tidur diwaktu malam. DR. H Macmud juga menebar bibit  Ikan lele di waduk Setampah  tersebut untuk membuktikan bahwa tidak ada yang angker atau menakutkan.

Masalah baru terjadi saat panen lele tiba. Masyarakat sekitar memprotes  dan mendemo kenapa waduk tersebut dimanfaatkan oleh satu orang saja, pendatang pula. Tetapi pengagum Nabi Muhammad SAW ini dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah memberi contoh saja. Nanti selanjutnya –setelah keangkeran waduk setampah ini ditaklukkan, DR. H Macmud Yaha  mempersilakan masyarakat untuk meneruskan usaha tersebut.

“Saya hanya memberi contoh saja. Lihat dan lakukan apa yang saya lakukan, nanti silakan diteruskan. Akhirnya saya beli tanah di sekitar waduk Setampah seluas enam hektar untuk mengembangkan waduk Setampah sebagai tujuan wisata dan percontohan dalam bidang pertanian terpadu, yaitu pertaniaan, peternakan, Perikanan dan perkebunan organik guna mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesuburan tanah dengan bahan pupuk organik. Jangan berprasangka dahulu, karena saya hanya mengikuti Sabda Nabi Rasulullah Muhammad SAW, ‘Khoirunnaasi anfa’uhum linnas’ yakni sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau saya sudah tidak ada manfaatnya bagi orang lain, lebih baik ‘dimatikan’ saja,” ujarnya.

Khasiat Buah Merah

Buah Merah (Pandanus Conoideus) adalah tanaman khas spesifik atau endemik yang tumbuh di dataran tinggih Papua. Tanaman buah merah termasuk tanaman keluarga pandan dengan pohon menyerupai pandan. Namun tinggi tanaman dapat mencapai 4 m dengan tinggi batang atas cabang sendiri setinggi 1-2 m yang diperkokoh akar-akaran tunjang pada batang sebelah bawah. Bentuk buah berbentuk lonjong dan buah tertutup daun pandan. Buah merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm diameter 10-15 cm dan bobot mencapai 8-10 kg, warna buah saat matang berwarna merah marun terang.

Adapun penelitian tentang khasiat buah merah pertama kali dilakukan oleh Dosen Universitas Cendrawasih yaitu Drs. I Made Budi M.S, Sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa di kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit.

Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina lebih tinggi, pada hal kehidupan sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta cuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan Jayawijaya. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang terkena penyakit degeneratif seperti: hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Penyakit yang terbukti dapat disembuhkan oleh khasiat buah merah adalah sebagai berikut:

1.    AIDS
Walaupun para ahli telah bertahun-tahun mencoba membuat obat untuk menyembuhkan AIDS tetap saja obatnya masih belum ditemukan. Kemampuan buah merah menyembuhkan AIDS adalah karena buah merah mengandung tokoferol dan betakaroten yang sangat tinggi. Kedua kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tokoferol dan betakaroten akhirnya berkombinasi untuk memecah asam amino yang dibutuhkan oleh virus penyebab AIDS, HIV, sehingga virus tersebut tak dapat melangsungkan hidupnya.

2.    Kanker dan Tumor
Khasiat lain buah merah adalah mengobati kanker dan tumor. Buah merah dapat mengobati kanker karena kandungan tokoferolnya sangat tinggi, yaitu mencapai 11.000 ppm dan betakarotennya mencapai 7.000 ppm. Kedua senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mencegah pembiakan sel-sel kanker.

3.    Stroke dan Darah Tinggi
Stroke disebabkan oleh darah yang membeku dan penyempitan pembuluh darah. Buah merah mengandung tokoferol yang dapat mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.

4.    Asam Urat
Asam urat disebabkan karena terganggunya fungsi lever sehingga lever memproduksi asam urat secara berlebihan. Tokoferol dalam buah merah mengencerkan darah dan memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever, setelah diperbaiki, memproduksi kadar asam urat yang normal.

5.    Diabetes Mellitus (Kencing Manis)
Penyakit ini disebabkan karena kelenjar pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, kandungan gula dalam darah meningkat. Kandungan tokoferol dalam buah merah memperbaiki kerja pankreas sehingga fungsi pankreas menjadi normal kembali.

6.    Osteoporosis
Disebabkan pengeroposan tulang, osteoporosis disebabkan oleh kekurangan kalsium. Penyakit ini umumnya menyerang mereka yang sudah berusia senja. Buah merah kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah dan mengobati osteoporosis. Dalam 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 miligram kalsium.

7.    Gangguan Mata
Kandungan betakaroten yang tinggi dalam buah merah dapat mengatasi banyak jenis penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A. Betakaroten diserap oleh tubuh dan diolah menjadi vitamin A.

8.    Meningkatkan Kecerdasan
Kandungan omega 3 dan omega 9 dalam buah merah dapat merangsang daya kerja otak dan meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu buah merah cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

9.    Meningkatkan Gairah dan Kesuburan
Buah merah, menurut mereka yang mengkonsumsinya, dapat membantu meningkatkan gairah seksual kaum pria. Efek pengobatan bervariasi, ada yang bereaksi setelah 15 menit meminumnya, ada juga yang setelah satu atau dua jam meminumnya.

UNTUK MENDAPATKAN YANG ASLI  PRODUKNYA BUAH MERAH
HUBUNGI KAMI :

DR.H. MACHMUD YAHYA
HP.O81344201309.
TLP, (021)8745392.

A. Hj Yusroren Elizabeth

No Comments

A. Hj Yusroren Elizabeth
Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata dan PT Yus Jun Mahir Group

Menciptakan Dream Demi Masa Depan Lebih Baik

Jangan pernah meremehkan impian, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun. Dengan tetap bermimpi, manusia akan terus berjuang dalam mewujudkan impiannya. Tetapi, diperlukan kerja keras dan tidak berputus asa dalam upaya menjadikan impian sebagai kenyataan. Begitu seterusnya, setelah satu impian tercapai kemudian menciptakan impian yang lain.

“Saya selalu mempunyai dream dan membuat impian itu menjadi kenyataan. Misalnya tahun sekian saya harus begini, tahun sekian harus punya itu, dan lain-lain. Semua itu akan memicu dan memotivasi untuk terus berusaha dan berjuang mencapai dream-dream dalam hidup kita. Jangan karena Anda wanita kemudian takut untuk mempunyai mimpi. Bermimpilah, toh impian itu tidak harus beli, gratis. Jadi wujudkan mimpi-mimpi kita demi masa depan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah itu maha adil,” kata Hj Yusroren Elizabeth, Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata.

Perempuan yang akrab dipanggil Yus ini mengisahkan rahasia sukses yang telah dicapainya berkat impian-impian yang tanpa henti diperjuangkannya. Dilandasi kepasrahan dan keihlasan dalam menghadapi kehidupan, ditambah keyakinan agama yang kuat, langkahnya dalam bisnis tak terbendung. Ia sukses membesarkan perusahaan yang bergerak dalam penyedia jasa tour dan travel khusus haji dan umrah sejak tahun 2002.

Perempuan kelahiran Palembang, 10 Mei 1970 ini, meyakini Tuhan telah menentukan rezeki bagi umatnya. Apapun yang dikerjakan manusia pasti akan mendapat balasan setimpal dari-Nya. Sebagai manusia, ia juga memperbanyak perasaan syukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan. Semua itu, membuat perasaan ikhlas semakin mewarnai setiap ucapan dan tindakannya sehari-hari.

“Kalau sudah memiliki perasaan ikhlas dalam diri kita, yang ada hanya dream dan target. Di otak saya tidak ada perasaan bersaing, sehingga tidak memiliki jawaban pertanyaan bagaimana mengatasi persaingan. Bagi saya rezeki digerakkan oleh Allah tanpa harus bersaing dengan orang lain. Tidak ada kamus persaingan dalam hidup saya, yang ada hanyalah dream-dream dan target,” ujarnya.

Perasaan ikhlas membuat Yus lebih fokus terhadap pekerjaan yang ditekuni dan mengejar impian dan target-target yang telah ditetapkan. Ia mengembangkan perusahaan hingga mampu melakukan ekspansi usaha di bidang keagenan, entertainment, dan interior design dengan bendera PT Yus Jun Mahir Group.

“Kalau kita bersyukur, pasti nyaman menjalani kehidupan. Kita harus berdoa untuk menggapai rezeki yang ada di langit, disertai usaha keras. Apapun kalau sudah ada jalannya, sudah pas track-nya, pasti kita enak karena tinggal menjalani,” ungkapnya. Menurut ia, semua tergantung kepantasan terhadap rezeki yang akan diberikan Tuhan. Selama masih pantas, rezeki bisa diharapkan kehadirannya. “Kalau yang tidak pantas jangan diharapkan, pokoknya yang sepantasnya saja,” imbuhnya.

Single Parent

Hj Yusroren Elizabeth selama empat tahun tinggal di Kairo, Mesir bersama mantan suami. Saat krisis moneter melanda dunia tahun 1998, ia kembali ke tanah air. “Sejak itu saya terpacu untuk membesarkan Tazakka dan menjadi orang tua tunggal atau single parent bagi anak-anak,” kisahnya.

Ditinggalkan orang yang dicintai tidak membuat Yus jatuh terpuruk dalam keputusasaan. Ia bangkit, berdiri tegak dan berjuang membesarkan perusahaan. Secara bersamaan, ia berusaha mengimbangi pertumbuhan psikologis ketiga buah hatinya. Karena bagaimana pun, kehadiran sosok seorang ayah sangat diperlukan dalam mendidik anak. Untunglah, anak-anaknya mendukung langkah sang ibu dan menjadi kekuatan luar biasa baginya. Yus telah bertransformasi menjalankan peran sebagai seorang ibu, ayah, dan pemimpin perusahaan sekaligus.

Semua hinaan dan makian akibat peristiwa tersebut dihadapi Yus dengan tenang. Ia merasa hinaan tersebut pantas untuk perempuan seperti dirinya yang “melepaskan” suaminya dengan wanita lain. Tetapi semua dihadapi dengan tenang, karena baginya hinaan yang dialami Nabi Muhammad SAW jauh lebih berat. Sebagai manusia biasa, ujian yang dihadapinya memang berat namun tidak menyurutkan langkahnya untuk maju.

“Apapun hinaan dan makian yang dialamatkan orang kepada saya, jawaban saya adalah Alhamdulilah Wasyukurillah, itu menjadi pegangan saya. Sepahit apapun yang diberikan Allah kepada saya semua saya syukuri dengan mengucap Alhamdulilah. Saya mungkin pantas untuk dihina tetapi justru itulah yang menjadi cambuk bagi saya untuk bangkit,” ungkapnya. Mengenai ujian yang diterima, Yus merasa dimuliakan Tuhan dengan ujian-ujian berat yang dihadapinya. Karena dengan ujian yang berat justru akan memberikan kekuatan. “Emas pasti diuji, kalau perak sudah pasti orang tidak mau repot-repot mengujinya,” imbuhnya.

Yus juga berhasil membesarkan anak-anaknya tanpa bantuan dari keluarganya sendiri ataupun keluarga suami. “Satu sen pun dia tidak memberikan nafkah untuk membesarkan anak-anak. Maka saya katakan kepada anak-anak, bahwa Allah telah memberikan rezeki yang mencukupi melalui Mama. Berarti kalian tidak perlu minta kepada Papa,” tambahnya.

Yus yakin, selama manusia berusaha pasti Allah akan memberikan rezeki yang melimpah. Maka dengan brand Tazakka yang sudah dipunyai, ia bekerja memutar otak. Ia memperhatikan kebutuhan jamaah hingga sedetail mungkin sehingga mereka puas dengan pelayanan perusahaan. Tingkat kepuasan yang tinggi dari jamaah yang menggunakan jasanya telah berkembang menjadi keuntungan bagi perusahaan.

Keberhasilan yang telah berhasil diraih, menurut Yus tidak lepas dari manajemen yang diterapkan bungsu delapan bersaudara pasangan H M Noeh dan Hj Yamah ini. Apalagi dasar pendidikannya berasal dari seni bukan ekonomi, alat ukur yang digunakannya pun tidak kaku. “Kepuasan jauh lebih penting daripada sekadar materi. Apapun hasil yang dikerjakan tetap saya terima dan selalu ada rezeki untuk anak-anak. Berapapun keuntungan saya selalu bersyukur agar Allah melipatgandakan nikmat yang kita terima. Seperti  janji-Nya di dalam kitab suci Alquran,” kata perempuan yang menyebut “Baitullah, Rumah Allah” sebagai tempat liburan favoritnya ini.

Terjun Langsung

Sebagai pimpinan PT Tazakka Ceria Wisata, Hj Yusroren Elizabeth tidak segan-segan untuk terjun langsung menghadapi jamaah. Tidak hanya secara administrative tetapi bahkan menjadi pembimbing jamaah haji dan umrah. Selain itu, ia dengan senang hati menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh tindakan staf-stafnya.

“Kalau ada masalah dengan jamaah, bukan staf yang ‘dikorbankan’ seperti dalam permainan catur. Tetapi saya terjun langsung menghadapi dan menyelesaikannya. Karena staf saya kan tidak bisa langsung action membuat keputusan, sedangkan saya bisa,” katanya.

Yus juga dianugerahi Tuhan dengan kemampuan hebat dalam berkomunikasi. Ia mampu dengan cepat akrab dengan orang lain serta mampu mencairkan suasana. Dengan menerapkan “Manajemen Ibu”, semua karyawan mulai dari office boy hingga jabatan tinggi dianggap sebagai kerabat/saudara. Kepercayaan juga diberikan kepada seluruh karyawan untuk bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Mereka disadarkan bahwa tanggung jawab terhadap pekerjaan akan kembali kepada mereka dalam bentuk kesejahteraan.

Dampaknya, lanjut Yus, para karyawan yang diperlakukan sebagai keluarga dengan kepercayaan dan tanggung jawab bekerja sebaik-baiknya. Mereka berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan perusahaan. Apalagi dalam setiap kesempatan membuka usaha baru, para karyawan selalu terlibat di dalamnya. “Bahkan pengeluaran satu rupiah pun ada laporannya. Ini merupakan bentuk rasa memiliki pada karyawan,” terangnya.

Yus merasa sangat bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Tiga anak yang soleh, karyawan yang baik dan usaha yang terus maju pesat. Keikhlasan yang melandasinya dalam bekerja membuat dirinya nyaman dan tidak pernah mengeluh. Semua dijalani dengan penuh syukur atas segala kelebihan yang diberikan Tuhan, tanpa harus komplain terhadap pemberian-Nya.

“Semua orang diberikan kelebihan, tinggal bagaimana kita meng-explore-nya. Yang penting kita bekerja jangan pernah berputus asa, karena rezeki Tuhan yang akan mengatur. Kita harus bekerja di jalan Allah, jujur, bersyukur dan lurus dalam menjalani kehidupan, serta tetap optimis. Jangan komplain terhadap apa yang terjadi dengan kita, karena membuat hidup tidak nyaman. Kalau dijalani dengan bersyukur pasti jauh lebih nikmat, apapun yang Allah berikan,” tukasnya.

Menurut Yus, apapun yang dihadapi manusia adalah jalan Tuhan yang sudah ditentukan. Manusia yang ikhlas dan menerima yang telah digariskan serta tetap berusaha bersungguh-sungguh menjalaninya akan diberikan jalan terbaik. Ia mencontohkan bagaimana dirinya yang terpaksa menjalani sesuatu yang halal tetapi dibenci Allah, perceraian.

Namun justru dari situ, Yus bangkit dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu berkarya. Perempuan tanpa “suami” mampu memberikan manfaat bagi sesamanya dengan membuka lapangan kerja yang luas. Perempuan juga mampu membesarkan anak-anaknya sendirian dengan prestasi mengesankan. Begitu juga beberapa perusahaan yang berada dibawah kendalinya, semua maju pesat. Bagaikan Raja Midas, semua yang disentuhnya menjadi emas dan menambah pundi-pundi kekayaannya.

“Saya mencari berkahnya saja, tidak ada sedikit pun niat untuk dipuji nanti malah jadi kufur. Saya tidak pernah berpikir tentang margin keuntungan, yang penting saya berbuat sebaik-sebaiknya. Sisanya Allah yang akan memutuskan. Bagi saya hidup adalah bagaimana kita menyikapinya. Kalau kita mengambil senang, setiap hari isinya senang melulu. Kalau mau susah, ya susah setiap hari. Allah tidak berharap terhadap apapun yang dilakukan manusia. Ibadah yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri di akherat, bukan untuk kepentingan-Nya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Yus sangat patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Semua yang dijalani hingga saat ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kesuksesan yang telah diraihnya saat ini tidak lepas dari doa ibunya. Ia mengikuti perintah-perintah ibunya seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Saya sukses seperti sekarang karena doa ibu-ibu saya. Dari kecil saya tidak pernah bilang “ah” kepada ibu saya, makanya saya sukses seperti ini. Doa mereka yang membuat saya seperti ini, berasal dari: Ibu Hj Yamah, ibu kandung saya di Bengkulu, Ibu Hj Ba’a Hasan, ibu saya di Jambi dan Nenek Keke, ibu saya yang ada di Jakarta. Semua mendoakan keberhasilan dan Alhamdulilah, doa-doa mereka dikabulkan Allah,” katanya penuh syukur.

Boks
Hj Yusroren Elizabeth di mata mereka

Berikut adalah pendapat, kesaksian dan opini orang-orang yang mengenal sosok Direktur Utama PT Tazakka Ceria Wisata ini. Beberapa kesamaan dalam diri ibu tiga anak ini menurut mereka adalah semangat pantang menyerah, ketangguhan, keseriusan dalam bekerja dan empatinya yang tinggi.

Di sisi lain, sebagai wanita karier, Hj Yusroren Elizabeth benar-benar merepresentasikan seorang muslimah yang patut diteladani tanpa harus menanggalkan kodratnya sebagai perempuan. Berikut penuturan selengkapnya:

Ustadz H Hasan Bisri, Spd.i., MMpd., (Tokoh masyarakat dan pembimbing jamaah)
“Memuaskan Jamaah”

Saya berharap agar Ibu bersama Tazakka tetap mempertahankan kepuasan dan pelayanan terhadap jamaah. Begitu juga dengan bimbingan yang juga berhasil memuaskan jamaah. Karena sampai saat ini belum ada komplain dari jamaah yang harus dipertahankan. Malah sebaliknya banyak jamaah yang membawa jamaah lain untuk menggunakan jasa Tazakka. Pesan saya pertahankan dan tingkatkan pelayanan kepada jamaah.

Jacky, Manager YuStore Jambi
“Sosok yang sangat keibuan”

Sosok Ibu Yusro adalah seorang perempuan yang sangat keibuan. Meskipun datang hanya satu bulan sekali tetapi selalu fokus pada permasalahan di Jambi. Saat hadir seluruh bertanya kepada setiap karyawan segala permasalahan yang dihadapi.

Karena Yustore adalah agen resmi satu-satunya di Jambi maka mendapat dukungan dari Pemda Jambi dan media massa melalui para wartawannya. Bekerja sama dengan Indosat dan XL untuk servis juga karena sekarang pengguna Blackberry sudah amat banyak, begitu pula di Jambi dan hanya satu-satunya.

Dewi Anggraini, SH (Ibu rumah tangga-berhaji dengan Tazakka)
“Ibu Yusro sangat detail”

Sebelum menggunakan jasa Tazakka survey dulu ke travel yang lain dan akhirnya memilih Tazakka karena rekomendasi dari seorang teman yang puas setelah melakukan ibadah haji dengan travel Tazakka. Lalu saya mencoba melihat company profile dan melihat ustadz-nya bagus, lalu datang ke kantor Tazakka dan merasa surprise karena pemiliknya adalah seorang perempuan yang sangat ramah.

Keramahan ditunjukkan saat pelaksanaan ibadah, Ibu Yusro turun langsung dan amat sangat detail. Mulai dari katering, penginapan dan lain-lain benar-benar diperhatikan sehingga jamaah merasa sangat nyaman. Penginapan sangat dekat dengan Kabah dan dengan harga yang relative murah/standar tetapi fasilitasnya bagus banget. Katering pun tidak pernah telat berkat sentuhan penanganan seorang ibu seperti beliau.

Saya sangat terinspirasi dengan langkah-langkah Ibu Yusro, masih muda, perempuan dan penampilannya sangat fashionable. Selain sangat detail dan sabar -apalagi terhadap jemaah yang sudah tua- Ibu Yusro tidak sungkan untuk memijat jamaah tersebut. Jika di antara jemaah ada yang ulang tahun, pasti mendapat surprise darinya.

Menurut saya, Ibu Yusro adalah perempuan yang keren (fashionable), luar biasa, ramah sekali, setiap jamaah disapa dan tidak ada batasan antara jemaah dan pemilik dan tidak sungkan untuk bertanya kepada jemaah, ada yang bisa dibantu dan lain-lain. Karena itu, jangankan perempuan laki-laki juga sungkan karena beliau sangat berwibawa. Ibu Yusro pandai mendidik anak-anaknya sehingga menjadi anak yang pintar dan sopan, meskipun seorang single parent. Saya berharap Tazakka diperluas cabangnya tidak hanya di Jakarta dan Jambi saja. Yang menarik dari Ibu Yusro adalah selalu minta doa, dengan berkata, “Mohon doanya ya Ibu-ibu, Bapak-bapak.”

Dina Evangelista de Laura, Sophie Martin Marketing Communication Manager
(berhaji dengan Tazakka bersama suami dan ibu kandung)
“Tak ada keluhan dari Ibu saya”

Tadinya saya takut mengecewakan Ibu saya yang sudah beberapa kali pergi haji dan umrah. Ibu saya susah banget dalam melayani sehingga saya takut dibanding-bandingkan dengan travel lain. Ternyata Ibu saya puas dengan pelayanan Tazakka yang sangat professional. Penerbangan on time, katering sangat bagus sehingga saya sempat naik beberapa kilo karena makan teratur dan cocok dengan selera.

Bahkan pada hal-hal kecil pun Ibu Yusro sangat care dengan kebutuhan jemaah. Pada saat makan, saya pernah bilang,”Ibu Yusro kayaknya enak enak nih kalau ada sambal botol.” Pada saat jam makan berikutnya sambal botol sudah tersedia dalam menu makan.

Dalam buku panduan pun dibekali kalimat-kalimat dalam bahasa Arab sehari-hari yang simple tetapi penting. Seperti di mana toilet, harganya berapa dan lain-lain. Dalam buku panduan juga diberikan hal-hal yang harus dibawa misalnya sedang musim dingin harus membawa mantel, kaos kaki dan lain-lain. Intinya “Everybody happy” makanya saya tidak ragu-ragu untuk merekomendasikan Tazakka kepada teman-teman.

Cuk FK (Sutradara)
“No Complain”

Sejak menggunakan jasa Tazakka, saya menjadi ingin pergi haji lagi dan lagi. Karena pelayanan yang diberikan sangat memuaskan sehingga tidak ada komplain sama sekali. No complain deh pokoknya, makanya saya berani merekomendasikan kepada yang lain. Saya berharap jamaah bertambah banyak, pelayanan jauh lebih baik lagi dari yang sudah baik. Keep spirit and smile always.

Sosok Ibu Yusro menurut saya sangat ramah, jamaah selalu mencarinya apabila terjadi sesuatu. Karena beliau tidak memberikan batasan dan asik-asik saja, jadinya jamaah tidak sungkan meminta bantuannya. Beliau ini perempuan hebat yang kalau sudah bicara tidak bisa diputus, malah kalau diputus kita kehilangan inti pembicaraan.

Dwiyantora Junanda Fadhillah (Operational Ticketing PT Tazakka Ceria Wisata)
“Unik dan Beda”

Ibu Yusro menerapkan manajemen yang unik dan berbeda dengan mengedepankan sistem kekeluargaan. Ibu sekaligus juga bertindak sebagai guru dan memberikan kepercayaan kepada para karyawan. Tetapi justru karena kepercayaan itulah yang membuat kami bersemangat untuk tidak mengecewakannya atau mengkhianatinya.

Bayangkan saja, saya baru bergabung satu tahun tetapi sudah diberi tanggung jawab yang sangat vital. Beliau tidak pernah mengorbankan kami untuk kepentingan perusahaan. Misalnya terjadi permasalahan dan kami tidak mampu mengatasi, mentok maka Ibu akan turun tangan menyelesaikan permasalahan. Dan biasanya, kalau Ibu sudah “turun” tidak ada masalah yang tidak selesai.

Menurut saya, Ibu adalah seorang perempuan yang mempunyai keinginan, kemauan, impian dan harapan yang tinggi. Kemauan Ibu sangat keras untuk bangkit dan maju, itulah yang diharapkan dari Tazakka. Ibu meskipun seorang ibu, tetapi tidak pernah mencampuradukkan masalah rumah tangga dan pekerjaan. Makanya saya yakin, selama semangat Ibu masih seperti itu, Tazakka akan lebih maju. Begitu juga dengan usaha-usaha Ibu yang lain.

Qurnia Kartika (Manager Umum PT Tazakka Ceria Wisata)
“Manajemen kekeluargaan”

Ibu Yusro menerapkan manajemen kekeluargaan sehingga semua karyawan sudah dianggap anak olehnya. Ibu Yusro selalu menempatkan posisinya sebagai seorang pemimpin yang baik. Jika ada permasalahan kita selalu diberi kepercayaan untuk mengatasinya terlebih dahulu. Kalau sudah tidak bisa diselesaikan, barulah Ibu yang turun tangan mengatasinya.

Selama tiga tahun bekerja dengan Ibu, saya sebagai karyawan lebih banyak mengalami suka dibandingkan dengan duka. Karena kita merasa nyaman bekerja dengan Ibu, bekerja bersama-sama dan saling mendukung satu sama lain. Memang Ibu juga marah kalau pekerjaan kita menimbulkan masalah, tetapi Ibu juga memberikan jalan keluar dari permasalahan yang kita timbulkan. Dari situlah kita belajar, karena begitu sudah paham terhadap permasalahan dan cara mengatasinya, Ibu sudah tidak marah lagi. Saya berharap semoga jamaah yang pergi haji atau umrah lewat Tazakka semakin banyak.

Fauzie Muliawan (Staf Umum)
“Nyaman dalam suasana kekeluargaan”

Tiga tahun di Tazakka saya menemukan kenyamanan di tempat bekerja yang penuh dengan suasana kekeluargaan, tenang dan tanpa keluhan sedikit pun. Ibu Yusro bagi kami para karyawan bagaikan kakak, orang tua, sekaligus seorang ibu karena saking akrabnya. Tidak heran, Ibu adalah tempat kami curhat terhadap masalah yang kami hadapi, tidak hanya pekerjaan tetapi juga masalah pribadi. Alhamdulilah selama bergabung di sini tidak ada kekurangan yang saya temukan.

Kami sebagai karyawan malah sering sharing kalau ada apa-apa baru disampaikan ke Ibu. Yang terbaik bagi karyawan pasti akan ditindaklanjuti dan Ibu memberi kepercayaan kepada karyawan tidak pernah separuh-separuh tetapi 100 persen. Di perusahaan ini tidak ada batasan antara karyawan dan atasan. Saya berharap, semua tambah maju khususnya usaha-usaha Ibu yang lain. Yang mana kami selalu dilibatkan pada usaha baru Ibu diluar Tazakka.

Aaron Ardian Cholis (Putera pertama)
Ossama Cholis (Putera kedua)
Muhammad Haitsyam Cholis (Putera ketiga)
“Mama hebat, tangguh dan luar biasa”

Mama adalah sosok seorang Ibu yang hebat dan luar biasa. Selalu mendukung keinginan anak-anaknya. Termasuk keinginan saya sebagai anak pertama yang ingin berkecimpung di dunia entertainment mendapat dukungan Mama. Kami bertiga merasa lebih nyaman sekarang dengan tidak kehadiran ayah di antara kami. Lebih bebas tetapi harus bertanggung jawab terhadap kebebasan itu. Mama tidak pernah memaksakan kehendaknya terhadap kami.

Mama itu enak diajak curhat masalah yang kami hadapi. Dari masalah sekolah, teman-teman bahkan sampai masalah “cewek” sekalipun. Meskipun Mama sangat sibuk, tetapi Mama jago membagi waktu. Ketika kami perlukan, Mama selalu ada untuk kami. Mama mengajari kami untuk selalu bersyukur terhadap apa yang telah kami terima.

Kami sering diajak Mama ke tempat kerjanya sehingga kami tahu dan mengerti bagaimana Mama bekerja. Selain itu, setiap tiga bulan sekali kami diajak Mama untuk menyertai jamaah sehingga kami semakin paham apa yang dilakukan Mama.

Meskipun single parent dalam membesarkan kami ketiga anaknya, tetapi “as long as, we happy” dengan hanya berempat saja. Kami bisa melewatkan waktu bersama-sama, makan-makan, menyanyi dan jalan-jalan. Hingga saat ini belum kepikiran untuk mempunyai pengganti papa lagi. Kami menikmati kebersamaan ini.

Tahun depan, saya akan kulaih di UCLA, Amerika Serikat. Sedangkan Ossama akan ke SIngapura untuk melanjutkan sekolah SMP-nya, sementara bungsu di rumah menjaga Mama. Jadi Mama tidak usah khawatir, masih ada tiga jagoan yang selalu siap menjaga Mama. Terima kasih, Mama.

Sekilas PT Tazakka Ceria Wisata

Profil Perusahaan

Segala puji milik Allah SWT Rab semesta alam, atas limpahan karunianya sehingga sampai dengan hari ini kita masih dalam keadaan beriman kepadaNya, serta nikmat persaudaraan diantara kita. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw pembawa Risalah Illahi yang memberikan suri tauladan kepada umatnya untuk saling menyayangi diantara mereka serta tetap menjaga silaturahim.

Tazakka Tour adalah Biro Perjalanan Umrah dan Haji Eksekutif yang mempunyai komitmen: Membimbing dan mengantarkan jamaah haji beribadah dengan khusyuk dan sesuai sunnah Rasulullah saw.

Kebenaran dan ketetapan pelaksanaan haji dan umrah sesuai dengan sunnah Rasulullah saw adalah merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan ibadah haji dan umrah yang mabrur.

Berhaji adalah melaksanakan seluruh manasik haji sesuai tuntunan Rasulullah saw. Karena itu pengetahuan tentang tuntunan Haji sesuai Sunnah Rasulullah saw merupakan sesuatu yang harus dipersiapkan agar tidak menjadi ibadah yang kosong nilai.

Sejarah

Tazakka Tour didirikan pada tanggal 18 September 2002 di Jakarta oleh Hj. Yusro dan H. M. Cholis Daud, Lc. Dengan motivasi untuk mengantarkan jama’ah kembali kefitrahnya, kembali suci sesuai dengan makna “Tazakka“.

Berdasarkan motivasi tersebut Tazakka Tour bertekad untuk menjadi pelayan tamu Allah, sungguh terhormat menjadi pelayan tamu Allah, untuk itu Tazakka Tour berupaya semaksimal mungkin menghantarkan tamu Allah dengan ikhlas dan tawakal kepada ibadah yang diterima (mabruur) menuju keridhaan-Nya sepanjang masa.

Visi

Menjadi biro penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah yang mengantarkan jamaah beribadah khusuk dan benar sesuai Sunnah Rasulullah saw yang di bangun atas kesadaran dan pemahaman yang benar.

Misi

Mendorong kemantapan calon jamaah untuk menunaikan ibadah umrah/haji secara benar dan sempurna untuk mencapai ibadah yang mabruur
Mengembangkan penyelenggaraan program perjalanan ibadah umrah/haji yang unik, pembimbing ibadah yang siqah, serta pelayanan yang amanah
Mengembagkan karyawan profesional-amanah untuk melayani jamaah secara profesional dan amanah
Mengembangkan ukhuwah Islamiyah, silaturrahim, ta’awanu ‘alal birri wa taqwa untuk mencapai kehidupan yang rahmatan lil ‘alamiin

Keistimewaan
Pelayanan Optimal
Bimbingan Ibadah Berkesinambungan

Tujuan Didirikan
Mengelola usaha penyelengaraan perjalanan ibadah yang berdimensi dua kebaikan
Menjadi salah satu sumber pendapatan yang halalan-thayyibah
Menjadi pintu masuk untuk mengembangkan berbagai usaha lain yang berkaitan

Legal Dokumen
Notaris Elliza Asmawel, SH., No. C.603 H.03.02.TH.2000
SK. Menkeh. RI No. C-155.HT.03.01-TH 2002
Notaris Nelly Sylviana, SH
SIU BPU, Kpts. Dirjen Pariwisata No. 503.11/23/SK/PAR/IV/2004.  16 April 2004
S.K. Menag. RI. No. D / 341 tentang penetapan Biro Perjalanan Umumsebagai penyelengara perjalanan Umrah, tanggal 31 Agustus 2004
NPWP No. 02.173.868.7-017.000
TDP No. 090316338884

Asosiasi
ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agency)
AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelengara Haji & Umrah Republik Indonesia)

Prinsip Kerja
Amanah
Praktis
Obyektif
Terbuka

Manajemen
Penasehat: Ustd. H Hasan Bisri, Sag., H Teddy Herdyana
Direktur Utama: Hj Yusroren Elizabeth
Pembimbing Ibadah: Ustd. H Mochtar Husain, Lc

PT Tazakka Ceria Wisata
Kantor Pusat
Ruko Mega Kalimalang, Jl KH Noer Alie No 25 Bekasi
Telp. (021) 88962292, 88965995, Fax. (021) 88962292
HP. 08788397266 – 081808102323
Website: www.tazakka.com
Email: yusroelizabeth@tazakkatour.com

Kantor Cabang Jambi
Jl A Rahman Saleh
Pasir Putih Beringin, Jambi Selatan
Phone: (0741) 7837302 – 7837304