BANGGA PUNYA BRAND INDONESIA

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Ungkapan ini mungkin bisa mewakili sepakterjang Trisya Suherman dalam meniti jalan hidupnya. Terlahir dari ayah yang pebisnis, meski hanya bisnis kecil berupa toko, Icha (begitu ia dipanggil) sukses menjadi pebisnis di bidang kecantikan dan perawatan tubuh dengan mendirikan usaha spa yang diberinya nama Bambu Spa. Satu pilihan nama yang terdengar unik dan seperti lain dari bisnis sejenis.

Menurut Icha, pilihan nama tersebut sebenarnya bukan kesengajaan atau hasil perenungan yang rumit. Awalnya Ia hanya suka dengan gambar keramik kamar mandinya yang bermotif pohon bambu. Ia melihat gambar tersebut sangat indah dan artistik. Nah, dari situlah kemudian muncul nama Bambu Spa sebagai identitas usahanya.

Ketika nama tersebut ditanyakan pada sang ibunda, bundanya menyetujui pilihan Icha. Menurut sang bunda bambu memberi kesan kekuatan, dan itu cocok bagi Icha agar kuat menjalani bisnisnya. Walhasil, sekarang Bambu Spa pun menjadi brand yang membanggakan Icha dan menjadi pilihan utama bagi spa lovers yang ingin merawat tubuh dan wajah mereka.

 

 

 

Perjalanan Hidup

Icha terlahir sebagai anak ketiga dari lima bersaudara. Ia mempunyai kakak perempuan yang kini bermukim di Australia dan kakak laki-laki yang bekerja sebagai Proffesional IT di perusahaan bank di Jakarta. Sedang dua adiknya adalah laki-laki semua. Yang salah satunya adalah Eksekutif Chef di Hotel Berbintang 5.

Icha merupakan lulusan Universitas Bina Nusantara, dari jurusan ekonomi managemen.

Setelah lulus kuliah ia bekerja di Bank Lippo sebagai customer services. Karena kerjanya ia lalu dipromosikan mengikuti pendidikan MDP (Management Development Program) apabila menyelesaikan program tersebut dirinya diberi tugas memegang bank cabang sebagai Branch Manager.

Lama pendidikannya  lebih kurang satu tahun. Banyak syarat- syarat yang baginya sulit dipenuhi. Akhirnya ia memutuskan tidak mengikuti program itu, karena ia sendiri telah memiliki rencana hidup yakni ingin menikah di usia 25 tahun, kemudian ingin memiliki 3 anak. Dengan alasan tersebut Icha lalu memilih  tidak mengikuti pendidikan MDP.

Pada perjalanan berikut Icha mulai berfikir ingin mempunyai bisnis sendiri. “Saya kerja  cuma mau ambil ilmunya. Seperti saya di Customer Services saya mendapat pelajaran banyak, seperti belajar bagaimana bertemu dan melayani orang dengan berbagai ragam, makanya saya terapkan di Bambu Spa ini,” tutur wanita kelahiran Jakarta ini.

Dan, dengan ilmu yang didapat dari pengalaman kerjanya itu Icha pun mencoba bisnis kafe. Itu dilakoninya setelah dirinya berumahtangga.Tapi sayangnya,  usaha kafe bukan passion-nya. Menurut cerita Icha, ia membuka kafe karena  ada saudaranya yang pintar memasak mengajaknya bergabung. ”Saya menyanggupi karena pada dasarnya saya memang terbiasa kerja dan tak betah bila harus berdiam diri di rumah,” ujar anak dari pasangan Bambang Suherman dan Yayah ini.

Namun, di tahun 2008 bisnis kafenya terhenti. Icha mengakui, memang sejak ia hamil anak pertama bisnis kafenya sudah tak jalan, lalu ketika anaknya lahir kafenya pun tak beroperasi lagi, karena ia harus fokus mengasuh anak. “Karena kafe itu bisnis keluarga jadi saya gak jalan, mereka juga gak jalan, karena memang mengandalkan saya. Akhirnya kita tutup. Namanya Royal Cafe. Di daerah Cengkareng, Jakbar,” tutur ibu dari 3 anak.

Selepas usaha kafe, Icha tak mau lama-lama menganggur. Ia memutar otak dan mulai berfikir bahwa bekerja itu harus fokus dan benar-benar konsen. Ia kemudian ambil keputusan untuk mandiri. Kebetulan sewaktu bekerja dulu ia mempunyai tabungan, yang mana uang itu lalu dibelikannya rumah.  Otak bisnisnya terus bekerja, rumah itu dikontrakkan, sedang Icha memilih mengontrak sebuah ruko (rumah toko) yang niatnya akan digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha.

“Meski saya juga bingung rukonya mau dibikin apa, tapi pikir saya pokoknya mau bisnis, gitu. Akhirnya ya udah kita buka titipan kilat, lalu lantai dua mau warnet. Saya sama anak di lantai tiga. Tapi saya mikir kalau warnet incomenya lama. Kita juga ribet. Akhirnya, saya mikir, saya kan suka perawatan, akhirnya saya buka perawatan kecantikan di lantai dua,” jelas wanita yang memulai karir bisnisnya di usia 28 tahun ini.Untuk modal awal usahanya ia meminjam dana Rp 30 juta dari bank. Uang itu dipakainya untuk merenovasi lantai dua bangunan ruko, misal, untuk ruang perawatan kecantikan, bathtube dan lain-lain. Akhirnya, pada tahun 2008 berdirilah usaha bisnis perawatan kecantikan miliknya dengan nama Bambu Spa.

Dalam waktu singkat, lewat kabar dari mulut ke mulut nama Bambu Spa mulai dikenal orang. Pelanggan mulai berdatangan. Sampai akhirnya ada beberapa yang kemudian minta buka di tempat lain, Tapi, Icha belum berani memnuhi permintaan tersebut. Karena ia merasa masih baru, belum kepikiran melakukan franchise. Lagi-ula ia ingin memperkuat urusan internal dulu agar memiliki tim yang solid. “Tapi, saya sudah mengurus ijin legalitasnya,” papar Icha.Seiring waktu, saking banyaknya permintaan, Icha akhirnya membuka satu cabang di Moderland. Lalu, di tahun 2012 karena banyak yang minta buka, akhirnya ia belajar cara franchise, dengan cara mengikuti pameran franchise tahun 2013. “Akhirnya Bambu Spa ini  dikenal dari mulut ke mulut. Banyak media meliput karena kita unik pijat dengan bambu,” ujarnya.

Berikutnya, di tahun 2016 ia ikut pameran lagi dan sekarang, di bulan November 2017 ini ia pun membuka 2 cabang lagi di Tebet, Jakarta dan di Surabaya. Total cabang yang dimiliki sekarang ada 16 cabang, dengan jumlah karyawan keseluruhan mencapai sekitar 200-an orang. “Kita selalu menerapakn sistem kekeluargaan. Kalau mereka ada masalah itu juga bagian dari permasalahan kita.Setiap karyawan/ti berulang tahun, kami merayakan dengan potong kue bersama dan sekali – sekali refreshing dengan nyanyi – nyanyi, ”  tuturnya.

Salah satu poin plus yang dimiliki Bambu Spa yaitu, menyediakan spa dengan menggunakan bambu asli. Mengapa menggunakan bambu? Karena bambu bisa menyimpan panas dengan baik, sehingga kehangatan yang diperlukan pada saat spa bisa diperoleh dengan maksimal. Selain itu spa dengan menggunakan bambu ini dipercaya dapat membakar lemak serta menipiskan selulit yang merupakan salah satu masalah bagi para wanita pada umumnya.

Karena bambu mengandung magnesium dan selsium. Kedua zat ini sangat berguna untuk menghaluskan kulit dan membantu mobilitas lemak yang ada pada tubuh, sehingga partikel lemak yang sudah menebal bisa perlahan-lahan menipis. Keunggulan lainnya adalah bahan alami dari bambu yang mudah menyerap racun atau polutan dalam tubuh dengan cepat. Tentunya bambu yang digunakan bukanlah sembarang bambu, namun merupakan bambu yang muda yang diolah khusus untuk kecantikan dan aman untuk tubuh.

Selain itu Bambu Spa memiliki beberapa treatment unggulan yang sangat digemari oleh pelanggan setia Bambu Spa dan hasilnya telah terbukti 100% dari survey kepuasan pelanggan. Beberapa treatment unggulan tersebut diantaranya: Bust Treatment, yaitu perawatan pada bagian payudara dengan menggunakan minyak bulus yang diproduksi sendiri dan sudah terkenal ampuh khasiatnya untuk mengencangkan serta membesarkan payudara atau bagian tubuh lainnya seperti bokong. Treatment ini juga dipercaya dapat mencegah terjadinya kanker payudara.

Selain itu, Bambu Spa memiliki Slimming Treatment dengan menggunakan slimming machine yang bukan hanya berfungsi untuk mengencangkan serta menyusutkan bagian-bagian tubuh tertentu, namun juga terbukti membuat kulit semakin halus dan bersinar.

Ditanya soal promosi Icha menjelaskan bahwa dirinya tak ada promosi khusus, paling pihaknya mengikuti pameran, even-even, yang kemudian di even tersebut memberikan semacam ujicoba rileks dengan bambu. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan pelatihan-pelatihan yoga. “Kita juga pernah kerjasama dengan perusahaan broadcast besar di Indonesia, di situ kita kasih pijat bambu untuk semua karyawan dan juga direksi-direksinya, dan dari satu media meliput kami sekarang hampir semua media termasuk media TV ikut meliput. Sebulan sekali kita pasti ada liputan dari media,” ungkap Icha.

Menurut Icha, semua usaha pasti ada kendala, termasuk usaha yang digelutinya sekarang, misal soal karyawan. Menurutnya, ia sudah mendidik karyawannya bagus tapi ketika si karyawan menikah lalu punya anak, otomatis ia keluar dari Bambu Spa. “Itu yang paling sering saya alami,” ujarnya. Kendala lain, saat awal-awal berdiri ia harus meyakinkan orang-orang bahwa spa ini seperti apa, bukan spa plus – plus. Lalu bagaimana melewati birokrasi dan lain-lain.

Ditegaskan Icha, dengan membuka Bambu Spa ia ingin spa lovers bangga bahwa kita punya brand Indonesia, asli Indonesia. Mereka bangga jika melakukan spa ke tempat kita. Itu visinya. Sedang misinya ialah kepuasan pelanggan itu nomor satu.

Menurutnya yang membedakan Bambu Spa dengan usaha lain yang sejenis ialah ia mempunyai slimming treatment, Bambu Spa mempunyai mesin kapsul yang bisa bikin tubuh menjadi ideal.

Treatment pertama akan menimbang dan mengukur, ketika mereka keluar dari kapsul akan terlihat perubahannya. “Itu best seller kita. Ini berbeda dengan slimming centre lain, dan Brand Indonesia yang ada cuma di Bambu Spa,” terang wanita yang. sekarang menjadi Ketua Promosi da Kelembagaan di Lembaga Sertiifikasi dan Kompetensi Spa Nasional (2017-…).

Dijelaskan lebih jauh oleh Icha bahwa perawatan spa itu juga ada spa wajah, selain slimming spa. Jadi spa itu identik dengan perawatan.

Spa singkatan dari air, spa artinya spectrum pro aqua. Sementara, spa yang ada di sekitar itu kebanyakan cuma messege dan refleksi. Padahal, spa itu artinya penyembuhan melalui air, maka setiap spa meninal harus ada berendam dan steam.

Terang wanita yang katanya masih memiliki obsesi lain dalam karir bisnisnya tapi itu masih rahasia. “Kita ada 2 proyek lagi tapi masih off the record. Kita juga terus mencari tahu ke depannya ada perkembangan apa, terutama di bidang kesehatan dan kecantikan,” ujarnya.

Perihal kompetitor, Icha hanya berujar singkat bahwa ia hanya bersyukur karena Tuhan pasti telah mengatur semuanya, dan soal peran pemerintah Icha menilai pemerintah sangat mendukung dengan adanya even-even pameran bagi usahanya ini. “Bahkan saya diberi booth gratis dalam satu even pameran,” ujar wanita yang hobi jalan-jalan dan suka suasana pegunungan ini.[]