Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Madji

No Comments

Profilindonesia.com – Nama Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Madji atau lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang mulai mencuat sebagai calon alternatif di tengah ramainya pembicaraan bursa capres dan cawapres tahun 2019.

Bukan tanpa alasan nama Tuan Guru Bajang masuk sebagai salah satu kandidat alternatif diantara banyak calon lainnya seperti Gatot Nurmantyo atau Agus Harimurti Yudhoyono, mengingat banyak prestasi dari Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Madji dalam memajukan NTB selama dua periode kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB.

  1. MUHAMMAD ZAINUL MADJI alias TUAN GURU BAJANG (TGB)

KH Muhammad Zainul Majdi, MA akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972 (45) tahun. Saat ini TGB pernah menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), dua periode (2008-2013 dan 2013-2018). Menyelesaikan pendidikan S1, S2 hingga program doktornya dengan predikat Summa Cum Laude di Fakultas Ushuludin, Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo. Dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dan saat ini diamanahkan sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Pendidikan

Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo (1992), Master of Art (M.A.) jurusan tafsir dan ilmu Al-Qur’an Al-Azhar dengan predikat Jayyid Jiddan (1996), dan Program doktornya di fakultas dan jurusan yang sama dan berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Martabah El-Ula Ma’a Haqqutba atau Summa Cumlaude (8 Januari 2011). Tuan Guru Bajang dikenal sebagai penghapal Al-Qur’an.

Kiprah Politik

Pada Pilgub NTB 2008, Majdi maju bertarung didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Berpasangan dengannya adalah Ir. Badrul Munir yang kelahiran Sumbawa 11 Agustus 1954. Lawan-lawannya adalah pasangan gubernur menjabat, Lalu Serinata dengan M. Husni Djibril, Zaini Aroni-Nurdin Ranggabarani, dan Nanang Samodra-M. Jabir.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 7 Juli 2008, ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak. Namun kemenangannya digugat oleh pihak Lalu Serinata dan Nanang Samodra dengan alasan penggelembungan suara dan pencoblosan ganda. Namun MK memutuskan gugatan tidak terbukti. Pelantikannya dilakukan 17 September 2008 oleh Mendagri Mardiyanto di Mataram, NTB.

Berhasil memimpin NTB satu periode, membuat Majdi kembali maju pada Pilkada NTB 2013. Pada Pemilukada NTB yang digelar Minggu, 13 Mei 2013, pasangan calon M Zainul Majdi dan Muhammad Amin (TGB-Amin) dinyatakan jadi pemenang dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB. Pesaingnya pada Pemilukada ini adalah Harun Al Rasyid yang berpasangan dengan TGH Lalu Muhyi Abidin (Harum), DR KH Zulkifli Muhadli yang pasangan dengan Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan), serta H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan (SJP-Johan). Hasil rekapitulasi perolehan suara pasangan Majdi-Amin meraih 1.038.642 pemilih atau 44,36 persen suara.

Zainul Majdi menerima Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam pembangunan Bidang Kesehatan di NTB. Penghargaan tersebut diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Majdi pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan kepada Majdi karena dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan bidang kesehatan di daerahnya yang ditunjukkan dengan program revitalisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puksesmas) dan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Pada 1 Desember 2010, Majdi menerima penghargaan The Best Province Tourism Develovment dengan dikukuhnya NTB sebagai Provinsi Pengembang Pariwisata Terbaik versi ITA di Metro TV. Penghargaan yang tidak kalah bergengsinya kembali diterima Majdi pada 3 Desember 2010 berupa penghargaan di Bidang Pangan dari Presiden RI atas Prestasi meningkatkan produksi Padi (P2BN) lebih dari 5% pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Berbagai prestasi tersebut membuktikan bahwa kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di Provinsi NTB telah memberikan dampak yang nyata ditengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Majdi juga berhasil meraih penghargaan untuk kategori The Best Dedicated Governor in Developing of MICE Industry atau kepala daerah yang berdedikasi dan berinovasi dalam mengembangkan industri Meeting, Incentive, Conference & Exhibition (MICE) di Indonesia. Selain itu, Zainul dinilai memiliki visi pembangunan pariwisata dan MICE yang jelas serta giat mendorong seluruh komponen masyarakat, keberhasilan dalam meningkatkan jumlah wisatawan. Ia pun dinilai mampu mendorong keberanian bagi NTB tampil menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan berbagai event baik nasional maupun internasional yang diselenggarakan di daerahnya, membangkitkan seni dan budaya masyarakat baik dalam bentuk pembinaan (sanggar) maupun memberikan ruang terhadap eksistensi seni dan budaya masyarakat.

Pada 2012, Wakil Presiden RI Boediono didampingi Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menganugrahkan penghargaan kepada Majdi sebagai pembina Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-Mpd) Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pengahargaan yang diserahkan di hotel Sahid Jakarta pada 27 Maret 2012 itu, Majdi dinilai memiliki prestasi yang membanggakan dalam pembinaan kemitraan PNPM tingkat provinsi.

Selain itu, di Istana Negara Jakarta, pada 13 Agustus 2012 siang, Majdi menerima penghargaan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono. Penghargaan Bintang Maha Putra Utama merupakan penghargaan yang diberikan kepada putra-putri terbaik negeri ini yang telah berjasa sangat luar biasa diberbagai bidang yang bermanfaat bagi keutuhan, kelangsungan dan kejayaan bangsa dan Negara, serta peran yang bersangkutan dalam pembangunan berbagai bidang pembangunan. Majdi dinilai telah berkontribusi dan berprestasi dalam pembangunan bidang koperasi dan usaha kecil, yang patut ditiru oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.